hidroksipropil metilselulosa

Top PDF hidroksipropil metilselulosa:

FORMULASI TABLET SALUT FILM EKSTRAK ETANOLIK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L) Miers) DENGAN BAHAN PENYALUT HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN POLIETILEN GLIKOL 400.

FORMULASI TABLET SALUT FILM EKSTRAK ETANOLIK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L) Miers) DENGAN BAHAN PENYALUT HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN POLIETILEN GLIKOL 400.

Penyalutan lapis film pada tablet biasanya mengandung jenis-jenis bahan seperti polimer (pembentukan selaput), plasticizer, surfaktan, pewarna, pemanis/perasa/pengharum, pengkilap, dan pelarut. Penelitian ini menggunakan polimer hidroksipropil metilselulosa (HPMC), karena hidroksipropil metilselulosa memiliki sifat dan kelarutan yang baik serta cocok untuk penyalutan lapis film tablet gastrosoluble, tetapi jika hanya digunakan polimer untuk penyalutan lapisan tipis, akan dihasilkan lapisan penyalut yang rapuh, mudah pecah, dan mudah copot/mengelupas. Hal tersebut dapat diatasi dengan menambahkan plasticizer ke dalam formula penyalut untuk mempertinggi keluwesan dan fleksibilitas dari lapisan tipis penyalut tersebut (Agoes, 1983). Polimer yang banyak digunakan untuk penyalutan film adalah turunan dari selulosa yang memiliki berat molekul tinggi (Cole, 2001).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

PENDAHULUAN Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

Alasan hidroksipropil metilselulosa dikombinasi dengan etilselulosa dalam pengembangan sediaan lepas lambat adalah untuk obat-obat yang kelarutannya cepat didalam air, matriks hidrofilik dikombinasi dengan matriks hidrofobik. Hidroksipropil metilselulosa merupakan matriks hidrofilik. Matriks hidrofilik terbatas penggunaannya untuk obat-obat yang kelarutannya tinggi didalam air dikarenakan difusi melalui gel hidrofilik sangat cepat sehingga untuk mengatasi hal tersebut digunakan kombinasi dengan etilselulosa yang merupakan matriks hidrofobik yang memiliki keuntungan stabilitas baik pada berbagai pH dan kelembaban (Prajapati and Patel, 2010), dengan penambahan etilselulosa maka akan meningkatkan viskositas sehingga pelepasan dapat diperlambat (Rowe et al., 2009). Ganesh and Deecaraman (2011) menunjukkan bahwa kombinasi matriks antara etilselulosa dengan hidroksipropil metilselulosa menghasilkan suatu tablet yang memiliki viskositas yang baik yang akan berpengaruh pada proses swelling, integritas matriks dan kemungkinan floating yang baik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA TABLET KAPTOPRIL LEPAS LAMBAT SISTEM FLOATING DENGAN MATRIKS  Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

OPTIMASI FORMULA TABLET KAPTOPRIL LEPAS LAMBAT SISTEM FLOATING DENGAN MATRIKS Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

Matriks hidrofilik seperti hidroksipropil metilselulosa sering digunakan pada tablet floating. Matrik ini juga sering dikombinasi dengan matrik hidrofobik seperti etilselulosa karena matriks hidrofilik terbatas penggunaannya untuk obat-obat yang kelarutannya tinggi didalam air dikarenakan difusi melalui gel hidrofilik sangat cepat sehingga untuk mengatasi hal tersebut digunakan kombinasi dengan etilselulosa yang merupakan matrik hidrofobik yang dapat meningkatkan viskositas sehingga pelepasan obat dari seiaan akan terhambat.

17 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA TABLET KAPTOPRIL LEPAS LAMBAT SISTEM FLOATING DENGAN MATRIKS  Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

OPTIMASI FORMULA TABLET KAPTOPRIL LEPAS LAMBAT SISTEM FLOATING DENGAN MATRIKS Optimasi Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating Dengan Matriks Etilselulosa Dan Hidroksipropil Metilselulosa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kombinasi matriks etilselulosa dan hidroksipropil metilselulosa terhadap sifat fisik dan disolusi dan konsentrasi kombinasi matriks yang dapat menghasilkan formula optimum pada tablet lepas lambat floating kaptopril. Pembuatan tablet dilakukan dengan metode granulasi basah. Perbandingan HPMC SM 15 dan EC untuk FI (100%:0%), FII (75%:33%), FIII (50%:50%), F1V (33%:75%) dan FV (0%:100%). Tablet diuji meliputi sifat alir granul, keseragaman bobot, kekerasan tablet, kerapuhan tablet, waktu hancur, keseragaman kandungan, floating lag time dan kecepatan disolusi. Data penelitian dianalisis dengan program Design Expert 8.0 Simplex Lattice Design. Hasil dari penelitian ini menunjukkan semakin banyak EC maka meningkatkan kecepatant alir, keseragaman bobot, kekerasan, menurunkan kerapuhan, floating dan kecepatan disolusi. Kinetika pelepasan tablet kaptopril lepas lambat kaptopril sistem floating mengikuti kinetika orde nol, dengan mekanisme erosi lebih dominan daripada difusi. Perbandingan HPMC 25% : 75% EC merupakan proporsi yang dapat menghasilkan formula yang optimum.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Optimasi Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa Sebagai Matriks Dan Avicel Ph 101 Sebagai Filler Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

PENDAHULUAN Optimasi Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa Sebagai Matriks Dan Avicel Ph 101 Sebagai Filler Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

Matriks yang bersifat hidrofilik seperti Hidroksipropil Metilselulosa dapat digunakan pada tablet floating . Sistem ini mampu mengembang dan diikuti oleh erosi dari bentuk gel sehingga obat dapat terdisolusi dalam media air. Bila bahan- bahan tersebut kontak dengan air, maka akan terbentuk lapisan matriks terhidrasi. HPMC merupakan turunan selulosa yang dapat membentuk gel dalam air. Semakin banyak HPMC maka gel yang terbentuk akan semakin besar dan mengembang sehingga sediaan akan makin terapung dan semakin tinggi konsentrasi HPMC maka gel akan semakin viskos sehingga pelepasan obat di lambung semakin dihambat (Sulaiman dkk., 2007). Penelitian Singh dkk (2011) dan Radke dkk (2010) menunjukkan bahwa penggunaan beberapa jenis HPMC seperti HPMC K4M, K15M, dan K100M mampu menghasilkan tablet kaptopril yang memiliki floating lag time cepat, durasi floating yang lama, dan perpanjangan pelepasan obat di lambung.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLET KAPTOPRIL DENGAN MATRIKS HIDROKSI PROPIL METIL  OPTIMASI FORMULA SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLET KAPTOPRIL DENGAN MATRIKS HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA DAN AVICEL PH 102 SEBAGAI FILLER.

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLET KAPTOPRIL DENGAN MATRIKS HIDROKSI PROPIL METIL OPTIMASI FORMULA SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLET KAPTOPRIL DENGAN MATRIKS HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA DAN AVICEL PH 102 SEBAGAI FILLER.

Kaptopril digunakan sebagai obat antihipertensi, memiliki waktu paruh yang pendek dan indeks terapetik yang sempit yaitu 0,05 – 0,5 µg/ml. Formulasi tablet lepas lambat kaptopril diharapkan mengurangi frekuensi pemberian obat dan mengurangi fluktuasi konsentrasi obat dalam darah. Salah satu cara pembuatan tablet lepas lambat adalah dengan menggunakan matriks untuk mengontrol pelepasan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh matriks hidroksipropil metilselulosa dan Avicel PH 102 sebagai filler terhadap sifat fisik tablet lepas lambat kaptopril dan pola pelepasannya, serta mengetahui proporsi formula optimum tablet lepas lambat kaptopril.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN AWAL SISTEM PEMBAWA POLIMER HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA FTALAT (HPMCP) BERBASIS NANOPARTIKEL DENGAN ZAT AKTIF KURKUMIN.

PENGEMBANGAN AWAL SISTEM PEMBAWA POLIMER HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA FTALAT (HPMCP) BERBASIS NANOPARTIKEL DENGAN ZAT AKTIF KURKUMIN.

Dalam 10 tahun terakhir ini telah dilakukan pengembangan metode baru yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan dan kecepatan pelarutan senyawa aktif farmasi, yaitu dengan mereduksi ukuran partikel senyawa aktif farmasi sampai ke ukuran dalam rentang nanometer atau submikron. Salah satunya yaitu dilakukan pengembangan sistem pembawa polimer Hidroksipropil Metilselulosa Ftalat (HPMCP) dengan berbasis nanopartikel menggunakan zat aktif kurkumin. Penelitian ini dilakukan dengan teknologi bottom up dengan teknik dispersi polimer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi sistem nanopartikel HPMCP (HPMCP 100 mg, 150 mg, 200 mg dalam campuran etanol : air (8:2) 10 ml dan dengan PVA 0.1% b/v dalam 150 ml air) menghasilkan ukuran terkecil terdapat pada formula 1 (HPMCP 100 mg) yaitu 1,2 ± 0,1 nm. Setelah dimasukkan kurkumin (20 mg; 14.2 mg; 11.1 mg) pada formula 1, didapatkan formula terbaik pada formula 6 (kurkumin 11.1 mg) dengan ukuran partikel 1,1 ± 0,1 nm dan persen jeratan zat aktif pada sistem ini yaitu sebesar 96.4%. Dimana kurkumin yang ada dalam larutan sampel sudah terjerat dengan baik didalam polimer.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN NATRIUM KARBOKSI  Optimasi Kombinasi Matriks Hidroksipropil Metilselulosa Dan Natrium Karboksi Metilselulosa Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN NATRIUM KARBOKSI Optimasi Kombinasi Matriks Hidroksipropil Metilselulosa Dan Natrium Karboksi Metilselulosa Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan berkat, rahmat dan hidayah, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ” Optimasi Kombinasi Matriks Hidroksipropil Metilselulosa dan Natrium Karboksi Metilselulosa untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating ” sebagai salah satu syarat mencapai Derajat Sarjana Farmasi (S.Farm) Program Studi Ilmu Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

12 Baca lebih lajut

Optimasi formula tablet salut enterik ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Optimasi formula tablet salut enterik ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Rosella merupakan tanaman yang berkhasiat menurunkan tekanan darah. Kandungan zat aktif berkhasiat yang terkandung didalam rosella adalah antosianin, yang memiliki sifat fisika kimia asam. Oleh karena itu, rosella diformulasikan dalam bentuk sediaan tablet salut enterik dan dicari formula optimunya dengan menggunakan metode factorial design. Faktor yang digunakan adalah faktor konsentrasi kombinasi penyalut hidroksipropil metilselulosa ftalat adalah 5,25% - 9,75%. dan faktor konsentrasi plastisaiser gliserol adalah 0,52% - 0,97%. Respon yang dipilih yaitu waktu hancur, kekerasan, keseragaman bobot dan tampilan secara visual. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kedua faktor dan interaksinya serta untuk memperoleh formula optimum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi kombinasi bahan penyalut hidroksipropil metilselulosa ftalat dan gliserol berpengaruh secara signifikan terhadap kekerasan, waktu hancur dan tampilan secara visual tablet salut enterik ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Berdasarkan program optimasi Design Expert diperoleh formula optimum menggunakan konsentrasi kombinasi bahan penyalut hidroksipropil metilselulosa ftalat 5,25% dan plastisaiser gliserol 0,52%
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengamatan temperatur dan jumlah neutrofil tikus putih setelah pemberian patch ekstrak etanol Piper nigrum L. dengan peningkat penetrasi isopropil miristat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengamatan temperatur dan jumlah neutrofil tikus putih setelah pemberian patch ekstrak etanol Piper nigrum L. dengan peningkat penetrasi isopropil miristat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

aktif dari obat paling baik jika dibandingkan dengan Tween 20, Span 80, limonene, dan eucalyptus oil. IPM adalah peningkat penetrasi yang dapat ditoleransi dengan baik dan dapat digunakan untuk formulasi topikal dalam industri kosmetik dan farmasi. IPM memiliki manfaat dengan mengganggu struktur lipid pada lapisan kulit, sehingga dapat mengubah permeabilitas kulit dan menghantarkan obat dengan baik. Isopropil miristat (IPM) memiliki sifat lipofilik sehingga IPM dapat berinteraksi dengan lapisan bilayer kulit. IPM termasuk dalam kelas ester alifatik, dan kelas ini cenderung meningkatkan koefisien partisi kulit, dan meningkatkan tingkat difusifitas terhadap kulit. Penelitian ini akan dilakukan pembuatan obat antipiretik dalam bentuk sediaan patch yang digunakan lada hitam sebagai bahan aktif, Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai polimer dan IPM sebagai peningkat penetrasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Uji Stabilitas Fisik Gel Masker Peel Off Serbuk Getah Buah Pepaya (Carica papaya L.) dengan Basis Polivinil Alkohol dan Hidroksipropil Metilselulosa

Uji Stabilitas Fisik Gel Masker Peel Off Serbuk Getah Buah Pepaya (Carica papaya L.) dengan Basis Polivinil Alkohol dan Hidroksipropil Metilselulosa

Pepaya merupakan tanaman yang kaya akan manfaat. Seluruh bagian tanaman seperti akar, batang, biji, kulit, daun, dan buah pepaya diketahui dapat digunakan sebagai obat. Buah pepaya muda mengandung getah berwarna putih. Getah tersebut diketahui memiliki kandungan enzim papain yang tinggi. Enzim papain telah banyak digunakan dalam produk kosmetik. Enzim papain bekerja dengan mengangkat sel kulit mati, dan menstimulasi pertumbuhan sel kulit baru yang lebih cerah. Pada penelitian ini, dilakukan pengembangan berupa pembuatan sebanyak 3 formula masker peel off dengan kandungan serbuk getah buah pepaya. Masing-masing formula dibedakan berdasarkan variasi konsentrasi Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebanyak 2%, 3%, dan 4%. Evaluasi yang dilakukan terhadap stabilitas fisik masker peel off antara lain uji organoleptis, pH, homogenitas, waktu kering, daya sebar, dan viskositas. Uji stabilitas dilakukan pada suhu 27±2 o C dan suhu 40±2 o C selama 4 minggu, serta pengujian cycling test sebanyak 6 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing – masing formula sediaan gel masker peel off serbuk getah buah pepaya yang diformulasikan dengan kombinasi PVA dan HPMC sebagai basis dikatakan tidak stabil selama pengujian karena terjadi perubahan pada parameter uji berupa waktu kering dan viskositas.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Optimasi konsentrasi Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai polimer hydrocolloid matrix diabetic wound healing dengan zat aktif piroksikam.

Optimasi konsentrasi Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai polimer hydrocolloid matrix diabetic wound healing dengan zat aktif piroksikam.

Pembentuk gel (polimer) hidrofilik merupakan faktor kritis dalam formulasi hydrocolloid karena mempengaruhi karakteristik sediaan yang dihasilkan. Bahan tersebut berfungsi sebagai matriks pembawa obat yang mengatur pelepasan obat, menentukan sifat dan stabilitas fisikokimia sediaan. Dalam penelitian ini, hidroksipropil metilselulosa (HPMC) dipilih sebagai polimer karena fungsinya sebagai pembentuk film yang baik pada range 2- 20% (Rowe et al. 2009). Adanya ikatan hidrogen antara gugus hidroksil pada HPMC dengan gugus karbonil pada piroksikam juga meningkatkan disolusi piroksikam (Jug et al. 2004). Fungsi HPMC ini didukung oleh penelitian Liu et al. (2014) yang melaporkan bahwa HPMC sebagai sistem matriks wound dressing mampu menghasilkan penghantaran obat yang larut maupun sukar larut air secara terkontrol. Selain itu, HPMC juga berfungsi sebagai agen penstabil (Rowe et al. 2009).
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

EVALUASI SIFAT FISIK DAN PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DALAM TABLET LEPAS LAMBAT DENGAN MATRIKS KOMBINASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN METILSELULOSA.

EVALUASI SIFAT FISIK DAN PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DALAM TABLET LEPAS LAMBAT DENGAN MATRIKS KOMBINASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN METILSELULOSA.

Banyak matriks yang dapat digunakan untuk pembuatan sediaan lepas lambat. Salah satu matriks yang dapat digunakan untuk pembuatan sediaan lepas lambat adalah matriks turunan selulosa. HPMC merupakan polimer glukosa yang tersubtitusi dengan hidroksipropil dan metil pada gugus hidroksinya, sehingga HPMC dapat berinteraksi dengan air membentuk gel sehingga dapat menghalangi lepasnya obat dari sediaan secara cepat (Martodiharjo, 1996). Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa MC dapat digunakan sebagai matriks untuk memformulasi sediaan lepas lambat. Penggunaan metilselulosa sebagai matriks dapat menurunkan kecepatan pelepasan obat (Wahyuningsih, 2006). F. Hipotesis
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Optimasi konsentrasi Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai polimer hydrocolloid matrix diabetic wound healing dengan zat aktif piroksikam

Optimasi konsentrasi Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai polimer hydrocolloid matrix diabetic wound healing dengan zat aktif piroksikam

Gracia Elwy Nona Sanjivany dilahirkan di Surakarta, 3 September 1995 oleh pasangan suami-istri bernama Mikael Eko Prihardono dan Anastasia Tiwik Dwi Irianti. Penulis skripsi berjudul “Optimasi Konsentrasi Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai Polimer Hydrocolloid Matrix Diabetic Wound Healing dengan Zat Aktif Piroksikam” ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SD Pangudi Luhur 3 Surakarta pada tahun 2007. Kemudian, penulis melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Surakarta pada tahun 2007 hingga 2010. Setelah itu penulis menempuh pendidikan menengah atas di sekolah berasrama SMA Van Lith Muntilan dan mengambil jurusan IPA selama 3 tahun. Lalu pada tahun 2013 penulis melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan mengambil minat Farmasi Sains dan Teknologi.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Optimasi Hidroksipropil Metilselulosa K-4M dan Carbopol® 940 pada Sediaan Patch Dispersi Padat Piroksikam

Optimasi Hidroksipropil Metilselulosa K-4M dan Carbopol® 940 pada Sediaan Patch Dispersi Padat Piroksikam

Piroksikam merupakan anti inflamasi non steroid (AINS) turunan oksikam yang berkhasiat sebagai analgesik dan antiinflamasi digunakan untuk pengobatan rheumatoid arthritis dan osteoarthritis. Piroksikam menyebabkan masalah pada saluran cerna dan first pass metabolism yang dapat dihindari dengan cara pemberian transdermal patch. Salah satu komponen patch yaitu polimer yang berfungsi untuk mengontrol kecepatan pelepasan obat dari sediaan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan komposisi terbaik dari kombinasi polimer hidroksipropil metilselulosa (HPMC) dan Carbopol terhadap % moisture content (MC) dan flux pelepasan sediaan transdermal patch dispersi padat piroksikam dengan rancangan formula Simplex Lattice Design. Piroksikam dibuat dalam bentuk dispersi padat dengan pembawa PEG 4000 untuk meningkatkan kelarutannya. Rancangan formula patch dispersi padat piroksikam dibuat dengan menggunakan tiga polimer Etil selulosa:HPMC:carbopol dimana yang divariasikan adalah perbandingan HPMC : Carbopol yaitu 1 : 0 ; 0,5 : 0,5 ; 0 : 1. Hasil uji menunjukkan ketiga formula memenuhi persyaratan keseragaman kadar dengan rentang keseragaman 3,735 – 97,349 %. Hasil juga menunjukkan formula 3 menghasilkan patch yang lebih tebal, pH permukaan patch lebih rendah, nilai % moisture content lebih besar dan nilai flux lebih tinggi dibandingkan formula 2 dan formula 3, Formula 3 mempunyai nilai % moisture content yang memenuhi persyaratan sebesar 6,613% dan nilai flux pelepasa yang paling bagus sebesar 32,562 µg/cm 2 .menit 1/2 . Hasil penelitian juga menunjukkan formula 1 memiliki keseragaman bobot lebih baik dibandingkan formula 2 dan formula 3. Dapat disimpulkan bahwa komposisi optimum dari kombinasi polimer HPMC dan Carbopol pada sediaan patch dispersi padat piroksikam yaitu formula dengan komposisi polimer HPMC sebanyak 0 mg dan Carbopol sebanyak 75 mg.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

View of FORMULATIONS GEL OF TUNA BONE COLLAGEN (Thunnus albacares) WITH HPMC AS A GELLING AGENT

View of FORMULATIONS GEL OF TUNA BONE COLLAGEN (Thunnus albacares) WITH HPMC AS A GELLING AGENT

Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsentrasi hidroksipropil metilselulosa (HPMC) sebagai gelling agent meningkatkan viskositas sediaan gel kolagen tulang ikan tuna (Thunnus albacares), dimana semakin tinggi viskositas gel menunjukan daya sebar yang baik dan tahan menempel pada kulit.

Baca lebih lajut

Formulasi Gel Semprot Menggunakan Kombinasi Karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai Pembentuk Gel.

Formulasi Gel Semprot Menggunakan Kombinasi Karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai Pembentuk Gel.

Hidroksipropil metilselulosa (HPMC) atau hipermelosa berbentuk serbuk granul atau serat berwarna putih atau putih-krem. HPMC larut dalam air dingin, membentuk larutan koloid kental, praktis tidak larut dalam air panas, kloroform, etanol (95%), dan eter, tetapi larut dalam campuran etanol dan diklorometana, campuran metanol dan diklorometana, dan campuran air dan alcohol. HPMC secara luas digunakan sebagai bahan tambahan dalam formulasi sediaan farmasi oral, mata, hidung, dan topikal. Selain itu HPMC digunakan juga secara luas dalam kosmetik dan produk makanan. Kegunaan HPMC diantaranya sebagai zat peningkat viskositas, zat pendispersi, zat pengemulsi, penstabil emulsi, zat penstabil, zat pensuspensi, sustained- release agent, pengikat pada sediaan tablet, dan zat pengental (Rowe, R.C., Paul, J.S., dan Marian, 2009).
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

OPTIMASI KOMBINASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA SEBAGAI MATRIKS DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI FILLER  Optimasi Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa Sebagai Matriks Dan Avicel Ph 101 Sebagai Filler Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

OPTIMASI KOMBINASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA SEBAGAI MATRIKS DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI FILLER Optimasi Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa Sebagai Matriks Dan Avicel Ph 101 Sebagai Filler Untuk Formula Tablet Kaptopril Lepas Lambat Sistem Floating.

Kaptopril, hidroksipropil metilselulosa (HPMC), Avicel PH 101, dan natrium bikarbonat dicampur hingga homogen, kemudian ditambah dengan mucilago amili 10% sampai terbentuk massa granul yang baik. Granul yang terbentuk diayak dengan ayakan no.12 mesh kemudian dikeringkan dalam almari pengering pada suhu 60ºC selama 24 jam. Granul yang telah kering diayak dengan ayakan no.14 mesh, kemudian dicampur dengan magnesium stearat hingga homogen. Dievaluasi sifat granulnya.

17 Baca lebih lajut

Show all 74 documents...