Hidrolisat Protein Ikan Kuniran

Top PDF Hidrolisat Protein Ikan Kuniran:

KECAP DARI HIDROLISAT PROTEIN IKAN KUNIRAN (Upeneus sp.) PADA VARIASI WAKTU HIDROLISIS DENGAN PAPAIN DAN FERMENTASI DALAM LARUTAN GARAM

KECAP DARI HIDROLISAT PROTEIN IKAN KUNIRAN (Upeneus sp.) PADA VARIASI WAKTU HIDROLISIS DENGAN PAPAIN DAN FERMENTASI DALAM LARUTAN GARAM

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul: “Kecap Dari Hidrolisat Protein Ikan Kuniran (Upeneus sp.) Pada Variasi Waktu Hidrolisis Dengan Papain Dan Fermentasi Dalam Larutan Garam” adalah benar- benar hasil karya sendiri, kecuali jika disebutkan sumbernya dan belum pernah diajukan pada instansi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

17 Baca lebih lajut

KECAP DARI HIDROLISAT PROTEIN IKAN KUNIRAN (Upeneus sp.) PADA VARIASI WAKTU HIDROLISIS DENGAN PAPAIN DAN FERMENTASI DALAM LARUTAN GARAM

KECAP DARI HIDROLISAT PROTEIN IKAN KUNIRAN (Upeneus sp.) PADA VARIASI WAKTU HIDROLISIS DENGAN PAPAIN DAN FERMENTASI DALAM LARUTAN GARAM

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “Kecap dari Hidrolisat Protein Ikan Kuniran (Upeneus sp.) Pada Variasi Waktu Hidrolisis dengan Papain dan Fermentasi Dalam Larutan Garam”. Karya tulis ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Tekonologi Pertanian, Universitas Jember.

17 Baca lebih lajut

KECAP DARI HIDROLISAT PROTEIN IKAN KUNIRAN (Upeneus sp.) PADA VARIASI WAKTU HIDROLISIS DENGAN PAPAIN DAN FERMENTASI DALAM LARUTAN GARAM

KECAP DARI HIDROLISAT PROTEIN IKAN KUNIRAN (Upeneus sp.) PADA VARIASI WAKTU HIDROLISIS DENGAN PAPAIN DAN FERMENTASI DALAM LARUTAN GARAM

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul: “Kecap Dari Hidrolisat Protein Ikan Kuniran (Upeneus sp.) Pada Variasi Waktu Hidrolisis Dengan Papain Dan Fermentasi Dalam Larutan Garam” adalah benar- benar hasil karya sendiri, kecuali jika disebutkan sumbernya dan belum pernah diajukan pada instansi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

Unit Pengolahan Industri Modern Tepung Ikan Berprotein Tinggi Dengan Kombinasi Penerapan Protein Hidrolisat Dan Teknologi Membran

Unit Pengolahan Industri Modern Tepung Ikan Berprotein Tinggi Dengan Kombinasi Penerapan Protein Hidrolisat Dan Teknologi Membran

Industri perikanan selain menghasilkan bahan utama pengolahan juga didapatkan hasil sampingan (by product) dari pengolahan tersebut, baik terdiri dari isi perut, kepala, cacahan ikan, dan cangkang dari udang. Beberapa dari hasil ini digunakan sebagai bahan dasar tepung untuk pakan ternak/ ikan. Limbah ikan jika tidak dikelola akan menimbulkan pencemaran bau yang menyengat karena proses pembusukan protein ikan (Irianto dan Giyatmi 2009). Selain itu, biasanya menjadi sumber penyakit menular terhadap manusia yang ditularkan melalui lalat. Seiring dengan berkembangnya industri tambak udang dan usaha pakan ternak di Indonesia, permintaan terhadap tepung ikan akan terus meningkat. Oleh sebab itu, investasi bidang usaha industri tepung ikan sangat prospektif untuk dikembangkan oleh investor dalam dan luar negeri.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

STUDI IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI CACING ENDOPARASIT IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) BRONDONG LAMONGAN Repository - UNAIR REPOSITORY

STUDI IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI CACING ENDOPARASIT IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) BRONDONG LAMONGAN Repository - UNAIR REPOSITORY

Adapun siklus hidup parasit ini yakni cacing dewasa berkopulasi di tubuh inang kemudian cacing betina yang mengandung larva menuju lumen usus. Camallanus sp. merupakan cacing vivipar, larva akhirnya berada di air dan dapat termakan kopepoda yang akan terinfeksi pada hemocoelnya. Kopepoda sebagai inang perantara dari Camallanus sp. tersebut dan akan dimakan oleh inang definitif ikan. Melalui ingesti dan digesti kopepoda, larva cacing melekat pada lapisan muskularis mukosa dan berkembang menjadi cacing dewasa pada ikan sebagai inang definitif. Inang paratenik termasuk dalam siklus cacing tersebut, dengan cara beberapa ikan pembawa larva dan akan berakhir pada saluran pencernaan ikan. Adapun gejala yang ditimbulkan yaitu cacat dan anemia pada ikan (Buchmann and Brescani, 2001).
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

FORMULASI DAN KARAKTERISASI SAUS BERBAHAN BAKU HIDROLISAT HASIL HIDROLISIS ENZIMATIK DARI IKAN INFERIOR

FORMULASI DAN KARAKTERISASI SAUS BERBAHAN BAKU HIDROLISAT HASIL HIDROLISIS ENZIMATIK DARI IKAN INFERIOR

Development of the food industry requires food companies to make a product innovation from quality natural ingredients. The potential for natural ingredients developed inferior fish whose number is very abundant, but its utility has not been optimum. This inferior fish utilized for the manufacture of Hydrolyzate protein with enzymatic hydrolysis process in use. This enzymatic hydrolysis process using enzyme protease and papain calotropis gigantea. Hydrolyzate protein from fish inferior can be used as raw material in the absence of natural seasoning blends of synthetic amino acids. This research resulted Mananda (2013), inferior fish hydrolyzate this consists of 3 types of fish i.e tonguefish (Cynoglussus lingua), Cardinalfish (Apogon albimaculosus) and flathead (Platycephalidae cymbacephalus) can be used as raw material for the manufacture of fish sauce that will be applied on the cuisine. In the manufacture of fish sauce needs to added such as maltodekstrin or CMC with the proper ratio to produce good qualities of fish sauce and preferred. The purpose research is to know the characteristics of the produce fish sauce as well as a comparison of the right maltodekstrin or CMC as thickener from the sauce from the inferior fish as enzymatic hydrolyzate.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Penggunaan hidrolisat protein ikan mujair sebagai pengemulsi yang halal terhadap karakteristik green tea es krim

Penggunaan hidrolisat protein ikan mujair sebagai pengemulsi yang halal terhadap karakteristik green tea es krim

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia- Nya sehingga laporan akhir program kreativitas mahasiswa bidang penelitian yang berjudul Penggunaan Hidrolisat Protein Ikan Mujair Sebagai Pengemulsi Yang Halal Terhadap Karakteristik Green Tea Es Krim telah berhasil diselesaikan.

14 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI HIDROLISAT PROTEIN KEDELAI HASIL HIDROLISIS MENGGUNAKAN PROTEASE DARI TANAMAN BIDURI (Calotropis gigantea)

KARAKTERISASI HIDROLISAT PROTEIN KEDELAI HASIL HIDROLISIS MENGGUNAKAN PROTEASE DARI TANAMAN BIDURI (Calotropis gigantea)

Mengingat enzim protease untuk industri pangan selama ini kebanyakan masih impor dan harganya relatif mahal. Untuk itu perlu dikembangkan pemanfaatan enzim protease yang bersumber dari bahan alam lokal di Indonesia, salah satunya adalah protease dari tanaman biduri (Calotropis gigantea). Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak dari tanaman biduri baik getah, batang maupun daun sangat potensial sebagai sumber enzim protease (Witono, 2002a; dan Witono, 2002b). Hasil karakterisasi enzim protease dari tanaman biduri, berdasarkan spesifitasnya mengindikasikan termasuk dalam golongan eksopeptidase (Witono dkk., 2004) yang sangat sesuai untuk aplikasi pada pembuatan hidrolisat protein (flavor enhancer). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari aplikasi protease biduri dalam pembuatan hidrolisat protein kedelai, serta untuk mengetahui karakteristik hidrolitas protein kedelai yang dihasilkan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pembuatan Hidrolisat Protein dari Ikan Selar Kuning (Caranx Leptolepis) Dengan Menggunakan Enzim Papain

Pembuatan Hidrolisat Protein dari Ikan Selar Kuning (Caranx Leptolepis) Dengan Menggunakan Enzim Papain

Kombinasi antara waktu proses dan pH optimum yang memberikan nilai a-amino nitrogen bebas tertinggi hasil penelitian pendahuluan digunakan untuk membuat produk hidrolisat protein ikan yang menjadi penelitian utama. Produk hidrolisat protein ikan ini dianalisis baik analisis proksimat (air, abu, lemak, protein), kandungan a-amino nitrogen bebas, daya cerna in vitro dan kandungan asam aminonya. Setelah dilakukan analisis ternyata produk hidrolisat protein ikan ini mempunyai kadar protein 66,17 % (bk), kadar lemak 5,37 % (bk), kadar air 91,99 % (bb), kadar abu 16,98 % (bk), kandungan a-amino nitrogen bebas 0,06 gr/100gr, nilai perbandingan a-amino nitrogen bebas dengan nitrogen total 0,07 dan daya cerna in vitro sebesar 65,25 %. Sedangkan untuk kandungan asam amino, produk hidrolisat protein ikan ini menghasilkan asam amino yaitu asam aspartat, asam glutamat, serin, glisin, histidin, arginin, threonin, alanin, prolin, tirosin, valin, methionin, sistin, isoleusin, leusin, phenilalanin dan lisin.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

HIDROLISIS DAGING IKAN PATIN (Pangasius hypophtalmus) DENGAN PROTEASE BIDURI (Calotropis gigantea) SEBAGAI BAHAN

HIDROLISIS DAGING IKAN PATIN (Pangasius hypophtalmus) DENGAN PROTEASE BIDURI (Calotropis gigantea) SEBAGAI BAHAN

Hidrolisis protein menggunakan enzim dilakukan dengan menambahkan enzim yang memperhatikan kondisi pH dan suhu optimum enzim. Secara teoritis metode hidrolisis protein yang paling efisien adalah menggunakan enzim, karena enzim menghasilkan peptida – peptida yang kurang kompleks dan mudah dipecah. Disamping itu hidrolisis enzim dapat menghasilkan produk hidrolisat yang terhindar dari perubahan dan kerusakan produk yang bersifat non hidrolitik (Johnson dan Peterson, 1974). Keuntungan yang lain dari hidrolisis secara enzimatis yaitu asam – asam amino bebas serta peptida dengan rantai pendek yang dihasilkan lebih bervariasi, tingkat kehilangan asam amino esensial lebih rendah, biaya produksi relative lebih murah dan menghasilkan komposisi asam amino tertentu terutama peptide rantai pendek (dipeptida dan tripeptida) yang mudah diabsorbsi oleh tubuh (Giyatmi, 2001).
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Pembuatan dan karakterisasi hidrolisat protein dari ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) menggunakan enzim papain

Pembuatan dan karakterisasi hidrolisat protein dari ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) menggunakan enzim papain

Struktur bahan pangan akan mengalami perubahan akibat proses pengeringan. Sebagian besar air akan menguap ketika mengalami kontak dengan panas saat proses pengeringan berlangsung, sehingga kadar air yang terkandung dalam bahan pangan juga akan menurun. Pengeringan protein menggunakan freeze drying dapat mencapai kadar air yang sangat rendah dengan resiko kerusakan protein yang kecil karena proses pengeringan terjadi pada suhu yang sangat rendah. Kadar air yang dihasilkan dari proses pengeringan dengan metode spray drying dipengaruhi oleh suhu inlet dan outlet yang digunakan. Apabila suhu yang digunakan terlalu tinggi maka resiko kerusakan protein akibat panas juga akan semakin besar. Metode freeze drying memiliki beberapa kelemahan, yaitu biaya operasional yang mahal sehingga pemakaiannya kurang ekonomis dan waktu pengeringan yang cukup lama. Produk yang dihasilkan dari metode spray drying berupa serbuk yang berwarna cerah dan bersifat porous (Berk 2009).
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

MANFAAT AJAIB IKAN GABUS UNTUK

MANFAAT AJAIB IKAN GABUS UNTUK

Termasuk kadar protein ikan gabus / ikan kutuk juga tertinggi dibandingkan dengan bahan pangan yang selama ini dikenal sebagai sumber protein seperti: telur, daging ayam, dan daging sapi. Inilah yang menyebabkan kenapa orang tua dulu memberikan ikan gabus / ikan kutuk ini kepada anak- anak, orang tua, atau orang sakit, tak lain dikarenakan protein yang dikandung oleh ikan gabus / ikan kutuk sangat mudah dicerna oleh bayi, anak-anak, manula/lansia, serta pasien-pasien penyakit berat yang mengalami kekurangan albumin.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penampilan Ayam Broiler yang diberi protein sel tunggal (PST) sebagai sumber protein pengganti tepung ikan dalam pakan

Penampilan Ayam Broiler yang diberi protein sel tunggal (PST) sebagai sumber protein pengganti tepung ikan dalam pakan

Peningkatan pertambahan bobot badan pada penggunaan PST sampai taraf 5% memperlihatkan PST mempunyai kualitas dan kecernaan protein yang baik sehingga penggunaannya sampai taraf tersebut mampu menggantikan tepung ikan dalam ransum. Pro- tein Sel Tunggal (PST) mempunyai kandungan protein yang tinggi. Hasil ini sejalan dengan penelitian Ergul & Vogt (1984) yang melaporkan bahwa penggunaan PST bakteri dalam ransum optimal pada taraf 4% dalam ransum (50% tepung ikan digantikan PST). Penurunan pertambahan berat badan pada penggunaan PST dalam pakan diatas 5% disebabkan konsumsi pakan yang rendah. Hubungan antara pertambahan bobot badan (Y) dengan persentase penggunaan PST dalam pakan (x) membentuk persamaan : Y = -10,533x 2 +
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PEMEKATAN HIDROLISAT DEDAK SORGUM (Sorghum bicolor L Moench) B-­‐100 HASIL HIDROLISIS KULTUR Rhizopus C

PEMEKATAN HIDROLISAT DEDAK SORGUM (Sorghum bicolor L Moench) B-­‐100 HASIL HIDROLISIS KULTUR Rhizopus C

  Sistem   UF   berupa   sel   berpengaduk     berkapasitas   180   mL   diisi   dengan   umpan/feed   yaitu   hidrolisat   dedak   sorgum   yang   telah   dibubuhi   dengan   etanol   sebagai   pengendap   serat   pangan   (presipitat   dedak   sorgum),   kemudian   suspensi   diaduk   dengan   kecepatan   putar   pengaduk   200   rpm   dan   tekanan   30   psia   selama   ±   30   menit   dengan   mengalirkan   gas   nitrogen   dari   tabung   nitrogen.   Permeat   yang   lolos   ditampung   dan   dicatat   volumenya   demikian   juga   konsentrat   yang   tersisa   dalam   wadah   untuk   selanjutnya   dilakukan   analisis.   Pada   akhir   proses,   membran   dalam  sel  berpengaduk  dibilas  dengan  aquadest  dan  fluks  air   melalui  membran  dicatat  pada  kondisi  tekanan  sama  selama   pemisahan   suspensi   (Anonim,   2002).   Percobaan   yang   sama   dilakukan   terhadap   hidrolisat   dedak   sorgum   yang   lain   pada   perlakuan  proses  sesuai  rancangan  penelitian.  
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kajian stok dan analisis ketidakpastian ikan kuniran (Upeneus sulphureus Cuvier 1829) dengan menggunakan sidik frekuensi panjang yang didaratkan di TPI Cilincing Jakarta

Kajian stok dan analisis ketidakpastian ikan kuniran (Upeneus sulphureus Cuvier 1829) dengan menggunakan sidik frekuensi panjang yang didaratkan di TPI Cilincing Jakarta

Ikan kuniran (Upeneus sulphureus) merupakan kelompok ikan demersal dan jenis ikan lepas pantai, termasuk salah satu tangkapan dominan setelah ikan pepetek dan ruca yang ditangkap di perairan Teluk Jakarta dan didaratkan di TPI Cilincing Jakarta. Statistik perikanan TPI Cilincing Jakarta tahun 2010 menunjukkan jumlah produksi penangkapan ikan kuniran mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Meningkatnya kebutuhan manusia menyebabkan permintaan yang tinggi terhadap sumberdaya ikan kuniran karena harga jualnya terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pertumbuhan dan mortalitas ikan kuniran melalui analisis sidik frekuensi panjang masing-masing berdasarkan jenis kelamin serta menduga peluang ketidakpastian dari segi produksi dan harga bagi ikan kuniran sehingga dapat dipertimbangkan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan
Baca lebih lanjut

179 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Ikan sebagai sumber protein  Kandungan protein daging ikan pada umumnya lebih tinggi daripada daging hewan darat..  Protein berperan penting pada pembentukan jaringan, proses penc[r]

69 Baca lebih lajut

Penampilan Ayam Broiler yang Diberi Protein Sel Tunggal (PST) Sebagai Sumber Protein Pengganti Tepung Ikan dalam Pakan

Penampilan Ayam Broiler yang Diberi Protein Sel Tunggal (PST) Sebagai Sumber Protein Pengganti Tepung Ikan dalam Pakan

Peningkatan pertambahan bobot badan pada penggunaan PST sampai taraf 5% memperlihatkan PST mempunyai kualitas dan kecernaan protein yang baik sehingga penggunaannya sampai taraf tersebut mampu menggantikan tepung ikan dalam ransum. Pro- tein Sel Tunggal (PST) mempunyai kandungan protein yang tinggi. Hasil ini sejalan dengan penelitian Ergul & Vogt (1984) yang melaporkan bahwa penggunaan PST bakteri dalam ransum optimal pada taraf 4% dalam ransum (50% tepung ikan digantikan PST). Penurunan pertambahan berat badan pada penggunaan PST dalam pakan diatas 5% disebabkan konsumsi pakan yang rendah. Hubungan antara pertambahan bobot badan (Y) dengan persentase penggunaan PST dalam pakan (x) membentuk persamaan : Y = -10,533x 2 +
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects