HISTOPATOLOGI SEL HEPAR

Top PDF HISTOPATOLOGI SEL HEPAR:

Pengaruh aktivitas hipoglikemik ekstrak etanol daun angsana (Pterocarpus indicus) terhadap histopatologi sel hepar tikus diabetes yang di induksi aloksan. - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh aktivitas hipoglikemik ekstrak etanol daun angsana (Pterocarpus indicus) terhadap histopatologi sel hepar tikus diabetes yang di induksi aloksan. - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat, anugerah, dan ilhamNya sehingga skripsi yang berjudul “Pengaruh Aktivitas Hipoglikemik Ekstrak Etanol Daun Angsana (Pterocarpus indicus) terhadap Histopatologi Sel Hepar Tikus Diabetes yang Diinduksi Aloksan” sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala dapat diselesaikan dengan baik.

14 Baca lebih lajut

Efektivitas pemberian ekstrak air daun angsana (Pterocarpus Indicus Willd) dan metformin terhadap histopatologi sel hepar tikus diabetes yang diinduksi aloksan - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Efektivitas pemberian ekstrak air daun angsana (Pterocarpus Indicus Willd) dan metformin terhadap histopatologi sel hepar tikus diabetes yang diinduksi aloksan - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang MahaEsa atas karuniaNya, skripsi ini dapat terselesaikan. Skripsi yang berjudul ”Efektivitas Pemberian Ekstrak Air Daun Angsana (Pterocarpus indicus Willd) dan Metformin terhadap Histopatologi Sel Hepar Tikus Diabetes yang diinduksi Aloksan” ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

18 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL HEPAR TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain wistar) YANG DIINDUKSI ALKOHOL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL HEPAR TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain wistar) YANG DIINDUKSI ALKOHOL

Berdasarkan uraian di atas penulis ingin membuktikan apakah antioksidan yang terkandung dalam ekstrak biji anggur merah (Vitis vinifera L.) dapat mempengaruhi gambaran histopatologi sel hepar tikus putih jantan (Rattus norvegicus strain wistar) yang diinduksi alkohol.

26 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI DMBA

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI DMBA

Pada penelitian ini, 25 tikus dibagi dalam 5 kelompok dan diberi perlakuan selama 30 hari. KI (hanya diberi aquades), KII (hanya diberi DMBA 75 mg/kgBB), KIII (diberi DMBA 75 mg/kgBB ekstrak Daun sirsak 100 mg/KgBB), KIV (diberi DMBA 75 mg/KgBB dan ekstrak daun sirsak 200 mg/KgBB) dan KV (diberi DMBA 75 mg/KgBB dan ekstrak ekstrak daun sirsak 400 mg/KgBB). Uji ANOVA didapatkan perbedaan yang bermakna (p=0,000) terhadap semua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rerata kerusakan sel hepar adalah KI: 1,20±0,837; KII: 13,20±0,837 ; KIII:11,80±0,837; KIV:10,80±1,643; K5:10,40±1,140. Pada uji Post Hoc LSD didapatkan perbedaan bermakna pada K I atau P<0,05, sedangkan pada K II dengan K III tidak bermakna dan K IV dengan K V juga tidak bermakna. Tetapi KII dibandingkan K IV dan K V bermakna. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak dapat menurunkan kerusakan sel hepar tikus yang diinduksi DMBA akibat kandungan antioksidannya.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia L) Terhadap Histopatology Sel Hepar Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus Strain Wistar) Yang Telah Diinduksi Alkohol

Pengaruh Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia L) Terhadap Histopatology Sel Hepar Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus Strain Wistar) Yang Telah Diinduksi Alkohol

Memberi informasi ilmiah tentang pengaruh ekstak buah pare (Momordica Charantia L) terhadap histopatologi sel hepar pada tikus (Rattus Norvegicus Strain Wistar) yang di induksi alkohol, mengurangi angka kerusakan dari penyakit liver secara herbal

17 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN TEH HITAM TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT MENCIT BALB C - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH PEMBERIAN TEH HITAM TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT MENCIT BALB C - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Semua bahan kimia yang dikonsumsi, termasuk teh hitam, akan mengalami berbagai proses dalam tubuh, di antaranya adalah proses metabolisme di hepar. Jika sel-sel hepar terpapar oleh zat yang bersifat toksis dalam dosis dan waktu tertentu, maka sel-sel hepar dapat mengalami kerusakan, sehingga enzim- enzim yang terdapat di dalam sel akan terlepas dan kadarnya dalam darah akan meningkat. Perubahan kadar enzim-enzim hepar ini dalam darah dapat digunakan sebagai suatu indikator untuk mengetahui adanya kerusakan pada hepar. 4
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Bunga Rosella ( sabdariffa Linn Hepar Mencit ( FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN Linn. ) Terhadap Gambaran Histopatologi Mus musculus) Jantan yang Dipapar Pb asetat Repository - UNAIR REPOSITORY

Pengaruh Pemberian Ekstrak Bunga Rosella ( sabdariffa Linn Hepar Mencit ( FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN Linn. ) Terhadap Gambaran Histopatologi Mus musculus) Jantan yang Dipapar Pb asetat Repository - UNAIR REPOSITORY

daya antioksidan yang lebih kuat (Kay C,2004). 2) Waktu pengeringan dan proses penyimpanan juga mempengaruhi daya antioksidan bunga rosella (Iqbal and Khan. 2004). 3) Etanol sebagai bahan pembuat ekstrak rosella yang memberikan efek hepatotoksik dimana perubahan etanol menjadi asetaldehida melalui mediator ADH. Asetaldehida menginduksi kerusakan sel hepar dengan ikatan kovalen terhadap protein sama halnya dengan mengaktifkan peroksidasi lemak membran sel (Robbins dan Kumar, 1995). 4) Kondisi awal seperti reaksi hipersensitivitas yang berbeda dari tiap mencit, kondisi psikologis selama perlakuan juga dapat menyebabkan stres (Darmawan, 1998), kondisi awal hepar mencit sebelum diberikan perlakuan telah menderita infeksi atau gangguan lain yang dapat menyebabkan kerusakan (Swarayana dkk, 2012) yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA  TERHADAP KERUSAKAN SEL SEL HEPAR MENCIT AKIBAT PAPARAN PARASETAMOL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA TERHADAP KERUSAKAN SEL SEL HEPAR MENCIT AKIBAT PAPARAN PARASETAMOL

Pada kondisi normal, sebagian besar parasetamol dikonjugasikan dengan sulfat dan glukoronat dan sebagian kecil akan dioksidasi oleh sitokrom P450 menjadi metabolit reaktif N-asetil-p-benzo-quinon (NAPQI) yang kemudian oleh glutation hati akan didetosifikasi menjadi konjugat non toksik yang akan dikeluarkan melelui ginjal. Pada pemberian parasetamol yang besar, jalur sulfat dan glokoronat menjadi jenuh dan dialihkan ke sitokrom P450 untuk membentuk NAPQI. Jumlah NAPQI yang besar menyebabkan deplesi glutation dan NAPQI bebas berikatan dengan protein mitokondria. Akibatnya akan terjadi kerusakan produksi ATP (energi) yang akan menyebabkan kerusakan sel yang mengarah pada nekrosis. Selain itu disfungsi mitokondria akan menghasilkan ROS dan RNS yang mengakibatkan terjadinya stres oksidatif. Stres oksidatif inilah yang menyebabkan terjadinya hepatotoksisitas. Jenis kerusakan hepar karena keracunan parasetamol adalah nekrosis sel hati, yang ditandai dengan pembengkakan sel, kebocoran membran plasma, disintegrasi nukleus, dan masuknya sel-sel radang.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Ekstrak Etanol Kulit Manggis sebagai Hepatorecovery terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Mencit yang Diinduksi oleh CCL14.

Ekstrak Etanol Kulit Manggis sebagai Hepatorecovery terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Mencit yang Diinduksi oleh CCL14.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan desain Rancangan Acak Lengkap. Hewan coba adalah mencit jantan Swiss Webster, berat 20-25 gram dan berumur 8 minggu, dibagi menjadi 5 kelompok (n=6), diberi ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana Linn) dengan dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Setelah 7 hari, penilaian efektivitas ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana Linn) pada mencit dilakukan dengan penilaian kerusakan hati dengan menghitung jumlah sel yang mengalami degenerasi (cloudy swelling). Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney dengan = 0,05. Hasil yang diperoleh adalah bahwa ekstrak kulit manggis dosis tinggi (200 mg/kg BB) mengurangi kerusakan hati yang bermakna (bengkak keruh = 163,5) pada mencit-mencit yang telah diinduksi CCl 4 , bila dibandingkan dengan kelompok kontrol positif yang diberi
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN SUPLEMEN HIPOGLIKEMIK BERBASIS Cr(III) MELALUI UJI PRE KLINIK SEBAGAI SUMBER NUTRACEUTICAL PRODUCT BAGI PENYANDANG DIABETES MELLITUS TIPE-2.

PENGEMBANGAN SUPLEMEN HIPOGLIKEMIK BERBASIS Cr(III) MELALUI UJI PRE KLINIK SEBAGAI SUMBER NUTRACEUTICAL PRODUCT BAGI PENYANDANG DIABETES MELLITUS TIPE-2.

Hal ini telah diawali dari hasil penelitian pada tahap ini yang secara biokimiwawi telah menunjukkan hasil aktivitas penurunan kadar gula darah yang signifikan. Selain parameter biokimiawi, gambaran histopatologi hepar menunjukkan perlakuan Cr-Glu memiliki gambaran stetatohepatitis yang lebih baik dibandingkan kelompok DM maupun kelompok DM+glibenklamid dan kelompok DM+Cr-Pic. Dosis yang lebih baik dalam perbaikan kerusakan hepar karena DM adalah 300 µg/ hari namun perlu dipertimbangkan efek toksisitas akutnya mengingat perlakuan dengan dosis tersebut juga berpotensi menyebabkan inflamasi (peradangan).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

EFEK TERAPI EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS (Rattus norvegicus) MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA.

EFEK TERAPI EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS (Rattus norvegicus) MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA.

Latar Belakang: Penyakit fatty liver merupakan penyakit pada hati yang paling sering terjadi di dunia termasuk Indonesia. Sekitar 2-3% nya mengalami perubahan progresi menjadi penyakit sirosis hepatis. Kondisi tersebut didasari oleh stres oksidatif. Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) yang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin diduga mampu melindungi hepar dari paparan radikal bebas lemak babi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi ekstrak daun ciplukan terhadap struktur histopatologi hepar tikus yang dipapar lemak babi, dan pengaruh peningkatan dosis ekstrak terhadap peningkatan terapinya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIINDUKSI GENTAMISIN

PENGARUH EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIINDUKSI GENTAMISIN

Gentamisin secara klinis digunakan untuk melawan infeksi bakteri, namun obat ini bersifat hepatotoksik. Hepatotoksisitas ini disebabkan oleh stress oksidatif yang dihasilkan dari metabolisme gentamisin. Jintan hitam merupakan tanaman obat tradisional yang secara empiris sering digunakan untuk mengobati penyakit. Jintan hitam bersifat antioksidan dan dapat menekan stress oksidatif yang dipicu gentamisin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak jintan hitam terhadap gambaran histopatologi hepar tikus putih yang diinduksi gentamisin.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) terhadap Aktivitas Glutation Peroksidase (Gpx) dan Histopatologi Hepar Mencit (Mus musculus L.) yang Diberi Perlakuan Latihan Fisik Maksimal

Pengaruh Pemberian Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) terhadap Aktivitas Glutation Peroksidase (Gpx) dan Histopatologi Hepar Mencit (Mus musculus L.) yang Diberi Perlakuan Latihan Fisik Maksimal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak umbi ubi jalar ungu (ipomoea batatas l.) terhadap aktivitas glutation peroksidase (gpx) dan perubahan histopatologi hepar mencit (mus musculus) yang diberi perlakuan latihan fisik maksimal. Penelitian dilakukan dengan desain control group post test only secara in vivo terhadap 24 ekor mencit putih jantan (Mus musculus L), strain DD Webster. Dibagi atas 6 kelompok terdiri dari : P1 (kontrol), P2 (Latihan fisik maksimal selama 60menit), P3 (ekstrak 0,5ml), P4 (latihan fisik maksimal selama 60menit + 0,5ml ekstrak), P5 (latihan fisik maksimal selama 60menit + 1ml ekstrak), P6 (latihan fisik maksimal + 1,5ml ekstrak). Jika data berdistribusi normal dan homogen maka dilakukan uji ANOVA. Jika data tidak maka dilakukan uji Kruskal-Wallis. Untuk melihat adanya perbedaan antara kelompok kontrol dengan perlakuan akan dilakukan uji Post-Hoc. Semua analisa data dilakukan dengan menggunakan software SPSS 19. Dalam penelitian ini untuk keputusan uji statistik diambil taraf nyata 5% (p = 0,05).
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynous L.) TERHADAP HISTOPATOLOGI HEPAR PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR YANG DIINDUKSI MINYAK GORENG DEEP FRYING

PENGARUH EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynous L.) TERHADAP HISTOPATOLOGI HEPAR PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR YANG DIINDUKSI MINYAK GORENG DEEP FRYING

Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul Pengaruh Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynous L.) Terhadap Histopatologi Hepar Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Strain Wistar Yang Diinduksi Minyak Goreng Deep Frying. Penulisan penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran Jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

24 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) DENGAN EKSTRAK DAUN CEPLUKAN (Physalis angulata L) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI RIFAMP

PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) DENGAN EKSTRAK DAUN CEPLUKAN (Physalis angulata L) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI RIFAMP

Selsel yang terdapat di hati antara lain: hepatosit, sel endotel, dan sel makrofag yang disebut sebagai sel kuppfer, dan sel ito (sel penimbun lemak). Sel hepatosit berderet secara radier dalam lobulus hati dan membentuk lapisan sebesar 1-2 sel serupa dengan susunan bata. Lempeng sel ini mengarah dari tepian lobulus ke pusatnya dan beranastomosis secara bebas membentuk struktur seperti labirin dan busa. Celah diantara lempeng-lempeng ini mengandung kapiler yang disebut sinusoid hati (Junquiera dkk., 2007).
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Analisis Ekspresi Cyclin Dependent Kinase (Cdk)6 dan Ki-67 pada Neoplasma Kelenjar Liur

Analisis Ekspresi Cyclin Dependent Kinase (Cdk)6 dan Ki-67 pada Neoplasma Kelenjar Liur

Neoplasma kelenjar liur memiliki ber- bagai macam spektrum dan gambaran morfologi yang hampir sama pada masing-masing sub tipe. 2 Penegakkan diagnosis menggunakan preparat dengan pewarnaan hematoxylin-eosin (HE) masih merupakan standar baku, namun seringkali sulit untuk menegakkan diagnosis pastinya. Imunohistokimia (IHK), sangat berguna saat diagnosis pasti sulit ditegakkan berdasar- kan pemeriksaan histopatologi rutin, misalnya sifat sel dan status diferensiasi, proliferasi sel dan ekspresi protein tumor. 3

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera, Lam.) terhadap Kadar SGPT dan Histopatologi Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Model Sindrom Metabolik - UNS Institutional Repository

Pengaruh Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera, Lam.) terhadap Kadar SGPT dan Histopatologi Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Model Sindrom Metabolik - UNS Institutional Repository

Metode Penelitian : Penelitian eksperimental laboratorik dilakukan di Laboratorium PSPG UGM dan Laboratorium PA FK UNS. Subjek penelitian adalah tikus putih jantan galur Wistar umur 2 – 3 bulan dengan berat badan 150 – 200 g. Sampel berjumlah 28 ekor yang dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif, kelompok 2 sebagai kontrol positif diberikan CMC-Na 0,5%, kelompok 3 dan 4 diberikan ekstrak biji kelor dosis 150 dan 200 mg/kgBB/hari selama 28 hari. Induksi sindrom metabolik dilakukan dengan pemberian diet tinggi lemak tinggi fruktosa berupa kuning telur bebek 2 ml/200 gBB, lemak sapi 2 ml/200 gBB, fruktosa 0,36 g/200 gBB dan minyak teroksidasi 1 ml/200 gBB selama 53 hari kecuali pada kelompok kontrol negatif. Data diperoleh dari pengukuran kadar SGPT pada hari ke-0, 54 dan 82 serta pengamatan histopatologi hepar. Data selanjutnya dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, uji T berpasangan dan One-way ANOVA.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN ASETAMINOFEN PRETREATMENT TERHADAP DERAJAT KERUSAKAN HEPAR TIKUS WISTAR YANG DIBERI DOSIS TOKSIK ASETAMINOFEN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH PEMBERIAN ASETAMINOFEN PRETREATMENT TERHADAP DERAJAT KERUSAKAN HEPAR TIKUS WISTAR YANG DIBERI DOSIS TOKSIK ASETAMINOFEN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Sitokrom P450 (terutama fraksi CYP2E1 dan CYP1A2) di zone sentral menjadi down regulated dan metabolisme asetaminofen bergeser ke periportal. NAPQI yang terbentuk sebagai hasil reaksi antara CYP2E1 ataupun CYP1A2 tidak terkonsentrasi di zone sentral saja, namun juga terjadi pada seluruh area hepar memiliki gradien yang berbeda dengan konsentrasi terbesar di zone sentral. Glutation yang terdapat dalam jumlah besar di periportal menyebabkan NAPQI yang terbentuk di periportal dapat di metabolisme secara efektif menjadi bentuk yang tidak aktif . Setelah pemberian dosis toksik asetaminofen, metabolit toksik ( NAPQI ) juga terdistribusi sampai ke periportal dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan pretreatment. Karena kadar glutation lebih banyak di periportal dibandingkan midzone dan zone sentral, maka jumlah ikatan kovalen NAPQI dengan hepatosit secara gradual juga lebih banyak di zone sentral dibandingkan midzone dan periportal. Keadaan ini menyebabkan beberapa konsekuensi:
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN EKSPRESI p53 OLEH EKSTRAK ETANOLIK RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corymbosa) PADA SEL HEPAR TIKUS SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA

PENINGKATAN EKSPRESI p53 OLEH EKSTRAK ETANOLIK RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corymbosa) PADA SEL HEPAR TIKUS SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA

Asam ursolat dan asam oleanolat yang terdapat dalam Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa) diduga dapat menghambat kanker dengan berbagai mekanisme. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanolik rumput mutiara sebagai agen pemacu apoptosis melalui uji in vivo menggunakan tikus galur Sprague Dawley terinduksi 7,12- dimetilbenz[a]antrasena (DMBA). Kelompok hewan uji yang digunakan terdiri dari kontrol ekstrak 1500mg/kgBB, kontrol pelarut CMC-Na, kontrol DMBA, perlakuan DMBA+ekstrak dosis 750mg/kgBB dan perlakuan DMBA+ekstrak 1500mg/kgBB. Hasil percobaan selanjutnya dianalisis menggunakan metode TUNEL (TUNEL assay) dan Imunohistokimia terhadap ekspresi protein p53 untuk mengetahui tingkat pemacuan apoptosis dari sel kanker hepar hewan uji. Hasil analisa menggunakan metode TUNEL menunjukkan hasil bahwa hepar tikus mengalami apoptosis relatif tinggi pada kelompok perlakuan DMBA+ekstrak. Hasil pengamatan menggunakan metode Imunohistokimia diketahui bahwa sel kanker hepar mengalami pemacuan ekspresi protein p53 yang menunjukkan terjadinya apoptosis pada sel hepar tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak rumput mutiara dapat memacu apoptosis dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengobatan penyakit kanker.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI ALVEOLUS PARU-PARU TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI GENTAMISIN

PENGARUH EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI ALVEOLUS PARU-PARU TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI GENTAMISIN

Caffeic acid phenethyl ester (CAPE), komponen biologis aktif dari propolis lebah dan memililiki kesamaan struktur dengan flavonoid telah digunakan sebagai obat tradisional dengan tidak terdapatnya efek samping yang berbahaya terhadap sel normal (Ilhan et al, 1999). Hal tersebut diakui telah digunakan sebagai antioksidan terhadap berbagai proses oksidatif pada hewan sebagai modelnya dan memperlihatkan aktifitas biologi seperti antiviral, anti-inflamasi, anti-oksidan, anti-mitogenic, dan immunomodulator. Efek farmakologi dan fisiologis telah ditelusuri baik secara invivo dan invitro. Hubungan struktur-aktivitas telah diidentifikasi dengan menggabungkan potensi sampah radikal bebas (Wu et al, 2007).
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Show all 7684 documents...