Homoseksualitas dan psikologi

Top PDF Homoseksualitas dan psikologi:

PERSEPSI REMAJA DAN DEWASA AWAL TERHADAP HOMOSEKSUALITAS

PERSEPSI REMAJA DAN DEWASA AWAL TERHADAP HOMOSEKSUALITAS

Selain hubungan sejenis antar sesama pria, definisi homoseksualitas yang berkembang pada kaum remaja dan dewasa awal berkaitan dengan sebuah penyimpangan. Kebanyakan kaum remaja dan dewasa awal masih menganggap homoseksualitas sebagai sebuah bentuk penyimpangan baik secara seksual maupun secara perilaku dan hal ini dilarang oleh agama yang notabene sangat kental pengaruhnya dalam diri masyarakat Indonesia. Anggapan homoseksualitas sebagai sebuah penyimpangan ini bertentangan dari kajian ilmu Psikologi yang menyatakan bahwa homoseksual bukan lagi sebuah penyimpangan melainkan sebuah gaya hidup alternatif. Pada tahun 1973 homoseksualitas dihilangkan sebagai suatu kategori diagnostik oleh American Psychiatric Association dan dikeluarkan dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (www.psychologymania.com/2012/09/sejarah-homoseksual.html).
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

Disusun Oleh : RINI INDRYAWATI. S.Psi Desember 2006 ABSTRAK - Pengaruh Pola Asuh orangtua terhadap perilaku HOMOSEKSUALITAS

Disusun Oleh : RINI INDRYAWATI. S.Psi Desember 2006 ABSTRAK - Pengaruh Pola Asuh orangtua terhadap perilaku HOMOSEKSUALITAS

Berpatokan dengan teori diatas peneliti melihat permasalahan yang dihadapi subyek peneliti merupakan percerminan teori diatas yaitu subyek peneliti menjadi homoseksual karena pengaruh bawaan dari kecil dan subyek sangat dekat ibunya. Dari kecil subyek lebih menyukai bermain dengan anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki, dan subyek penelit mempunyai trauma terhadap ayahnya itu juga yang membuatnya lebih suka kepada sesama jenis. Perilaku seksual sebagian tergantung pada kondisi fisiologis, yang disebut sebagai suatu motif biologis. Tetapi tentu saja, seks jauh lebih dari sekedar dorongan biologis. Motivasi seksual adalah sosial karena motivasi ini melibatkan orang lain dan memberi dasar bagi manusia, contohnya, dan perilaku seksual diatur oleh tekanan sosial dan kepercayaan agama. Seks dalam psikologi dipercayai sebagai bagian yang penting dari kehidupan emosi, seks dapat menimbulkan kenikmatan intens, tetapi juga dapat memberi penderitaan yang dalam dan menyebabkan terlibat dalam berbagai keputusan sulit.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Perbedaan sikap terhadap homoseksualitas antara murid sekolah homogen dan heterogen

Perbedaan sikap terhadap homoseksualitas antara murid sekolah homogen dan heterogen

18. Segenap staf pengajar yang memberikan saya keutuhan makna selama saya menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma: Ibu Titik Kristiyani, M.Si., Bapak P. Eddy Suhartanto, M.Si., Ibu Dewi Soerna Anggraeni, M.Psi., Bapak Drs. H. Wahyudi, M.Si., Prof. Dr. A. Supratiknya, Romo A. Priyono Marwan, Ph.D., SJ., Prof. J. Subagja, Bapak Minto Istono, M.Si., Bapak C. Wijoyo Adi Nugroho, M.Si. Terima kasih atas ilmu, keramahan, dan kemurahan hati Bapak dan Ibu sekalian. 19. Sekolah-sekolah yang menjadi tempat pengambilan sampel untuk skripsi
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Prosiding Seminar Nasional and Temu Ilmi (1)

Prosiding Seminar Nasional and Temu Ilmi (1)

Namun dewasa ini kelompok LGBT lebih sering menunjukkan eksistensi diri mereka di muka umum karena ingin diakui keberadaannya. Di masyarakat mereka bergaul bukan hanya dalam ruangan tertutup namun pada saat ini kelompok LGBT bergaul di tempat-tempat umum yang diketahui oleh masyarakat luas. Kebanyakan dari mereka (homoseksual) telah berani melakukan hal-hal layaknya sepasang kekasih sesama jenis, bahkan ditempat-tempat makan biasanya terlihat berpelukan, berpegangan tangan, dan saling bermanja. Mereka menunjukkan rasa ketertarikan secara perasaan dalam bentuk kasih sayang, baik secara erotis ataupun tidak, terhadap orang-orang berjenis kelamin sama. Mereka menempati tempat umum seperti alun- alun, taman, tepi laut, ataupun terminal bus sehingga dengan demikian kaum LGBT telah menunjukkan eksistensinya semakin terus terbuka di depan umum. Perilaku dan orientasi seksual akan terus berkembang seiring dengan meluasnya perubahan sosial kontemporer, sama seperti semakin gencarnya gerakan persamaan hak perempuan. Pencelaan oleh publik terhadap homoseksualitas telah berkurang sejak beberapa dekade terakhir, namun sejujurnya tingkat penolakan yang sangat tinggi terhadap kelompok homoseksualitas dan bentuk perilaku seksual lain tetap ada. 11
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Dialog   S1 Kls Internasional Psikologi

Dialog S1 Kls Internasional Psikologi

Total durasi program adalah 4 tahun, di mana para siswa akan menghabiskan 2 tahun di UI dan 2 tahun di UQ. Siswa yang telah menyelesaikan semua program dan persyaratan akan lulus dengan gelar Bachelor of Art (BA in Psych.) di Psikologi dari University of Queensland dan Sarjana Psikologi (S.Psi) gelar dari Universitas Indonesia.

5 Baca lebih lajut

Psikologi Kriminal Psikologi kriminal Psikologi kriminal

Psikologi Kriminal Psikologi kriminal Psikologi kriminal

Pengertian kriminologi adalah Istilah kriminologi berasal dari bahasa inggris criminology yang berakar dari bahasa latin yaitu dari kata crimen yang berarti kejahatan atau penjahat dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Dari pengertian itu, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kriminologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kejahatan. Kriminologi baru berkembang pada tahun 1850 bersama-sama sosiologi, antropologi, psikologi, dan cabang- cabang ilmu yang mempelajari gejala/tingkah laku manusia dalam masyarakat. Nama kriminologi sendiri pertama kali ditemukan oleh P. Topinard (1830-1911) seorang ahli antropologi berkebangsaan Perancis.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Dialog   S1 Reguler Psikologi

Dialog S1 Reguler Psikologi

learning, dan problem based learning. Lulusan Fakultas Psikologi UI tergolong mudah dalam memperoleh pekerjaan, bahkan banyak mahasiswa yang sudah melakukan kerja paruh waktu pada saat kuliah. Kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dan memperluas wawasan pada masa kuliah juga terbuka lebar dengan adanya beragam kegiatan ekstra maupun intra kurikuler baik di Fakultas Psikologi UI maupun di UI sendiri.

5 Baca lebih lajut

Anamnesa Suatu Pengantar.

Anamnesa Suatu Pengantar.

Diagnostik psikologik atau psikodiagnostik, secara harafiah mengarah pada pengertian diagnostik yang dilakukan dalam psikologi atau bersifat psikologik; yang membedakan dari asal perkembangannya yang banyak terkait dengan dunia kedokteran atau bersifat medik. Diagnostik psikologik atau psikodiagnostik bukan merupakan subdisiplin psikologi tersendiri, seperti psikologi umum, psikologi kepribadian, psikologi sosial, psikologi perkembangan; psikodiagnostik bukan merupakan Lehrfach (Laak, 1996; Kubinger & Deegener, 2001). Melibatkan berbagai disiplin psikologi yang berbeda, psikodiagnostik tidak memiliki objek formal tertentu. Dalam psikodiagnostik tidak dikembangkan prosedur dan metode individual yang spesifik. Sejak awal menjadi bagian dari psikologi, psikodiagnostik terkait dengan metode untuk melihat perbedaan individual. Meskipun memiliki pengertian yang berbeda, psikodiagnostik sering digunakan ekuivalen dengan asesmen (lihat Laak, 1996).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

GAMBARAN PERILAKU SEKSUAL PADA KELOMPOK HOMOSEKSUALITAS YANG BERESIKO MENULARKAN HIV/AIDS DI YOGYAKARTA

GAMBARAN PERILAKU SEKSUAL PADA KELOMPOK HOMOSEKSUALITAS YANG BERESIKO MENULARKAN HIV/AIDS DI YOGYAKARTA

bantu seks (vibrator) ketika berhubungan seks. Saling bertukar alat bantu seks ketika berhubungan seks akan beresiko meularkan HIV/AIDS, karena pada perilaku tersebut akan mengakibatkan resiko abrasi atau pengikisan pada dinding anus, hal itu dapat menjadi jalan masuk virus HIV. Meski HIV tidak bisa bertahan lama hidup di luar tubuh manusia, tetapi penularan melalui vibrator atau alat bantu lainya tetap ada resikonya (Kartono, 2009). Berdasarkan hasil penelitian Sudin (2015) bahwa homoseksualitas jarang memakai alat bantu ketika berhubungan seks, dikarenakan ada pasanganya yang sudah memiliki alat kelamin untuk memuaskan dirinya.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

MAKALAH PSIKOLOGI REMAJA DAN MASALAHNYA

MAKALAH PSIKOLOGI REMAJA DAN MASALAHNYA

Sisdiknas). Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dipahami ilmu kependidikan yang didukung dengan keilmuan lain khususnya dari psikologi. Pendidikan seperti diketahui adalah kegiatan yang melibatkan interaksi antara manusia dengan manusia maupun manusia dalam proses untuk mengubah perilaku peserta didik melalui materi pembelajaran serta sumber-sumber belajar lainnya. Dengan demikian, kegiatan belajar dan pengajaran tak lepas dari aktivitas mental dan sosial. Hal ini memunculkan adanya kebutuhan kontribusi dari ilmu psikologi yang bisa menjadi bekal bagi pendidik agar dapat melaksanakan tugas pengajaran dan pendidikan dengan humanis dan baik. Salah satu keilmuan yang diperlukan oleh pendidik adalah psikologi pendidikan (Erawati, 2013). PSIKOLOGI PENDIDIKAN Santrock (2010:2) menjelaskan psikologi pendidikan sebagai berikut; ‘Educational psychology is the branch of psychology that specializes in understanding teaching and learning in educational settings. Educational psychology is a vast landscape that will take us an entire book to describe.’ Psikologi pendidikan adalah cabang dari ilmu psikologi yang khusus mengkaji pemahaman pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan dan memiliki cakupan yang sangat luas. Nurihsan (2013) menyatakan bahwa peran psikologi pendidikan sangat strategis dalam mengembangkan tenaga pendidik yang berkualitas. Psikologi pendidikan merupakan psikologi terapan yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah terkait dengan dunia pendidikan. Di dalam psikologi pendidikan dikembangkan teori dan penelitian yang penting bagi peningkatan psikologi belajar pengajar. Mengajar adalah proses interaksi antara pengajar dan peserta didik yang didalam prosesnya terjadi transfer pengetahuan. Pengetahuan yang ditransfer ini diharapkan akan bermanfaat bagi pserta didik. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa disamping transfer pengetahuan, proses interaksi ini juga mengandung dorongan positif dari pengajar kepada peserta didik agar apa yang dipelajari bisa mengubah perilaku ke arah yang lebih baik. Dengan demikian pengajar kecuali sebagai sarana peralihan ilmu juga sebagai panduan bagi peserta didik. Peran penting ini seharusnya ditanggapi dengan kinerja pengajar yang positif sehingga bisa menjadi contoh bagi peserta didik. Santrock mengatakan bahwa mengajar adalah gabungan antara seni dan ilmu, dan pengalaman dalam
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

MAKALAH PSIKOLOGI REMAJA DAN MASALAHNYA

MAKALAH PSIKOLOGI REMAJA DAN MASALAHNYA

landscape that will take us an entire book to describe.' Psikologi pendidikan adalah cabang dari ilmu psikologi yang khusus mengkaji pemahaman pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan dan memiliki cakupan yang sangat luas. Nurihsan (2013) menyatakan bahwa peran psikologi pendidikan sangat strategis dalam mengembangkan tenaga pendidik yang berkualitas. Psikologi pendidikan merupakan psikologi terapan yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah terkait dengan dunia pendidikan. Di dalam psikologi pendidikan dikembangkan teori dan penelitian yang penting bagi peningkatan psikologi belajar pengajar. Mengajar adalah proses interaksi antara pengajar dan peserta didik yang didalam prosesnya terjadi transfer pengetahuan. Pengetahuan yang ditransfer ini diharapkan akan bermanfaat bagi pserta didik. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa disamping transfer pengetahuan, proses interaksi ini juga mengandung dorongan positif dari pengajar kepada peserta didik agar apa yang dipelajari bisa mengubah perilaku ke arah yang lebih baik. Dengan demikian pengajar kecuali sebagai sarana peralihan ilmu juga sebagai panduan bagi peserta didik. Peran penting ini seharusnya ditanggapi dengan kinerja pengajar yang positif sehingga bisa menjadi contoh bagi peserta didik. Santrock mengatakan bahwa mengajar adalah gabungan antara seni dan ilmu, dan pengalaman dalam menggabungkan keduanya akan menjadi kunci sukses seorang pengajar (Santrock, 2010:4). Dari sisi seni, psikologi pendidikan mengharuskan pengajar untuk bersikap spontan dan rutin melakukan improvisasi. Kekakuan di dalam pengajaran akan menyebabkan siswa tidak tertarik. Sedangkan dari sisi keilmuan, psikologi pendidikan memberikan arahan bagaimana menjalankan proses pengajaran yang efektif. Penggabungan seni dan ilmu disini berarti penerapan pengajar atas pengetahuan proses belajar yang efektif dengan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI GURU TERHADAP METODE PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN MOTIVASI MENGAJAR PADA GURU SMP MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI GURU TERHADAP METODE PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN MOTIVASI MENGAJAR PADA GURU SMP MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA.

Untuk itu, diperlukan metode dan konsep belajar yang tepat. Kajian pendidikan maupun psikologi pendidikan memberi penekanan yang penting dalam pembahasan tentang belajar dan mengajar. Salah satu factor penting dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa disekolah adalah dengan memproses informasi atau materi pembelajaran yang bermakna bagi siswa, akan membantu siswa dalam memahami materi dengan mudah, dan materi yang dipelajari tersebut dapat mudah dimasukkan secara mendalam pada proses ingatan siswa. Oleh karena itu, penciptaan suatu kondisi pembelajaran yang bermakna bagi siwa agar materi pelajaran dapat mudah diingat oleh siswa, merupakan hal yang penting untuk menunjang peningkatan prestasi belajar siswa. Pembelajaran bermakna yang dimaksud adalah suatu pembelajaran yang memberi pengalaman siswa untuk berbuat aktif, sehingga memudahkan siswa untuk mengingat dan memahami materi pelajaran (Rosada. A dan Amitya. K, 2004)
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengertian dan Ruang Lingkup Psikologi M

Pengertian dan Ruang Lingkup Psikologi M

Selain dari dua orang psikolog terdahulu, penelitian dalam psikologi mulai mengarah kepada dampak media terhadap perkembangan anak, dampak positif dan negatif media terhadap komunitas dan lainnya. Banyak penelitian dibuat untuk mengetahui dampak negatif pada orang-orang muda yang ditimbulkan oleh media massa seperti televisi, film, atau lirik musik populer, efek seperti kekerasan,rasis dan transgender.

8 Baca lebih lajut

Psikologi UMM – Psikologi UII Seminarkan Psikologi Islam

Psikologi UMM – Psikologi UII Seminarkan Psikologi Islam

“Tujuan dari dari diadakannya seminar untuk memperkenalkan Psikologi Islam secara umum, lebih memperdalam keilmuan Psikologi dari narasumber yang hari ini didatangkan,” terang Wahyu. Psikologi Barat dengan Psikologi Islam memang berbeda. Psikologi Barat memahami tujuan kehidupan manusia hanya untuk sekedar hidup, mencari kebahagiaan sedangkan Psikologi Islam sudah ada batasan dan aturannya bagaimana hidup tidak sekedar di dunia saja tetapi juga kehidupan di akhirat.

1 Baca lebih lajut

TAP.COM -   BAB II KAJIAN PUSTAKA A. HOMOSEKSUALITAS 1. DEFINISI ...

TAP.COM - BAB II KAJIAN PUSTAKA A. HOMOSEKSUALITAS 1. DEFINISI ...

dan lesbian untuk penderita perempuan. Ketertarikan seksual ini yang dimaksud adalah orientasi seksual, yaitu kecenderungan seseorang untuk melakukan perilaku seksual dengan laki - laki atau perempuan. 3 Homoseksualitas bukan hanya kontak seksual antara seseorang dengan orang lain dari jenis kelamin yang sama tetapi juga menyangkut individu yang memiliki kecenderungan psikologis, emosional, dan sosial terhadap seseorang dengan jenis kelamin yang sama. 4 Pada kasus homoseksual, individu atau penderita yang mengalami disorientasi seksual tersebut mendapatkan kenikmatan fantasi seksual secara melalui pasangan sesama jenis. Orientasi seksual ini dapat terjadi akibat bawaan genetik kromosom dalam tubuh atau akibat pengaruh lingkungan seperti trauma seksual yang didapatkan dalam proses perkembangan hidup individu, maupun dalam bentuk interaksi dengan kondisi lingkungan yang memungkinkan individu memiliki kecenderungan terhadapnya.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

TINJAUAN ETIKA KRISTEN TERHADAP HOMOSEKSUALITAS Yofsan Tolanda sttjaffraymakassaryahoo.co.id Daniel Ronda danielrondaymail.com ABSTRAK - Tinjauan Etika Kristen Terhadap Homoseksualitas

TINJAUAN ETIKA KRISTEN TERHADAP HOMOSEKSUALITAS Yofsan Tolanda sttjaffraymakassaryahoo.co.id Daniel Ronda danielrondaymail.com ABSTRAK - Tinjauan Etika Kristen Terhadap Homoseksualitas

Sebagai orang Kristen yang mengakui otoritas Alkitab sebagai Firman Allah kita harus mempunyai sikap yang jelas terhadap masalah homoseksual yang dihebohkan pada masa kini. Firman Allah dalam Alkitab jelas membenci dosa, tetapi Yesus Kristus memberikan contoh bahwa Ia mencintai orang-orang berdosa sekalipun membenci dosa. Situasi demikian dengan tepat diungkapkan dalam salah satu ilustrasi majalah Tempo yang berbunyi “Basmi AIDS, bukan orangnya”. 39 Oleh sebab itu kita sebagai orang Kristen harus berani menyuarakan bahwa praktek homoseksualitas dalam segala bentuk dan motivasinya adalah dosa dan selain itu juga kita harus mengasihi mereka seperti yang di jelaskan oleh J. Verkuyl bahwa kita dipanggil untuk meminta dari orang-orang pengertian akan kesukaran- kesukaran, yang dihadapi oleh orang-orang yang homoseksuil. Janganlah kita mendorong orang membenci orang-orang homoseksuil. Siapa yang mempunyai pembawaan homo-erotis, haruslah ditolong dan disokong supaya mereka melepaskan diri dari pertalian-pertalian dan persahabatan- persahabatan homoseksuil. 40
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Homoseksualitas di Mata GMAHK Pandangan

Homoseksualitas di Mata GMAHK Pandangan

Perilaku homoseksualitas telah menjangkiti begitu banyak manusia dengan tidak memandang usia, strata ekonomi, pendidikan, suku, dan agama. Memang perilaku menyimpang homoseksual sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan Alkitab pun membuat kesaksian. Namun pada zaman ini, tindakan mereka lebih terang-terangan, dan mendapat toleransi dari berbagai pihak, bahkan juga dari gereja.

14 Baca lebih lajut

Homoseksualitas Ditinjau dari Perspektif huku

Homoseksualitas Ditinjau dari Perspektif huku

Jika berbicara dalam konteks masyarakat di Indonesia, sebenarnya belum ada perundangan-undangan yang mengatur masalah homoseksualitas, namun jika kita berbicara secara eksplisit, maka peraturan tersebut tertera pada Undang-Undang Hukum Pidana pada pasal 292 yang mengatur sikap tindakan homoseksual. 23 Kita dapat mengambil sebuah

9 Baca lebih lajut

HOMOSEKSUALITAS DALAM PANDANGAN PEMIKIR. pdf

HOMOSEKSUALITAS DALAM PANDANGAN PEMIKIR. pdf

Berdasarkan latar belakang pemikiran itu, berikut akan dibicarakan mengenai perilaku homoseksual dari berbagai sisi. Pada bagian awal akan dibicarakan perilaku homoseksual dari sudut pengertian dan esensi perbuatan itu dari para pakar ilmu-ilmu kejiwaan, pakar-pakar sosiologi dan atau kriminologi. Berikutnya akan dipaparkan wacana perdebatan para pemikir Barat mengenai kedudukan homoseksualitas dalam pandangan moral/etika dan hukum, karena suara-suara kebebasan perilaku homoseksual ini banyak berasal dari negara-negara Barat. Seterusnya wacana para pemikir Barat itu akan dibandingkan dengan Islam. Dalam hal ini akan dikemukakan pandangan hukum Islam mengenai perbuatan itu, dalil-dalil yang mendukung pengharamannya, perbedaan pendapat ahli fikih mengenai kedudukannya sebagai jarîmah dan hukuman yang tepat untuk para pelakunya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HOMOSEKSUALITAS DALAM ROMAN LA MEILLEURE PART DES HOMMES KARYA TRISTAN GARCIA.

HOMOSEKSUALITAS DALAM ROMAN LA MEILLEURE PART DES HOMMES KARYA TRISTAN GARCIA.

Kondisi latar tempat tersebut berpengaruh kepada perwatakan salah satu tokoh dalam roman, yakni Willie. Willie diceritakan lahir dan dibesarkan di Amiens. Sejak kecil, Willie dikisahkan berbeda dari teman sebayanya karena Ia bersifat dan juga berpenampilan feminine. Willie juga mulai memiliki ketertarikan secara seksual kepada sejenis saat Ia masih SMA. Willie yang merasa memiliki perbedaan dalam dirinya, tumbuh menjadi sosok yang pemalu. Ia juga memiliki sifat yang emosional dan selalu berfikiran negatif. Hal tersebut dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggalnya. Amiens merupakan sebuah kota kecil dengan penduduk yang tidak begitu beragam. Hal ini menjadikan masyarakat Amiens merasa tabu dengan hal-hal yang tidak biasa seperti homoseksualitas. Tindakan menyukai sejenis tersebut kerap dipandang sebelah mata. Para pelaku homoseksualitas (homoseksual) tidak diterima secara sosial di masyarakat karena hal tersebut menyalahi norma yang berlaku. Perasaan malu dan tidak diterima yang Willie rasakan semenjak kecil tersebut diredam dan berpengaruh pada kepribadiannya setelah dewasa.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...