Hubungan tipe konflik individu dengan kesejahteraan

Top PDF Hubungan tipe konflik individu dengan kesejahteraan:

Hubungan Konflik Individu dalam Organisasi Dengan Kesejahteraan Psikologis Karyawan di Tempat Kerja

Hubungan Konflik Individu dalam Organisasi Dengan Kesejahteraan Psikologis Karyawan di Tempat Kerja

Schemerhorn dkk (2002) mengatakan bahwa kekuasaan dan status hirarki dalam organisasi dapat menciptakan konflik interpersonal dalam organisasi, yang terjadi ketika ada saling ketergantungan atau perbedaan status hirarki antar satu individu dengan individu lain. Konflik status hirarki dan kekuasaan ini rentan terjadi, contohnya ketika seseorang dengan status rendah memerlukan bantuan dari individu status tinggi namun tidak ditanggapi, ketika individu yang memiliki kekuasaan dan status berbeda-beda disatukan untuk bekerja sama menyelesaikan tugas tertentu, atau ketika orang dengan status tinggi berinteraksi dan tergantung dengan seseorang yang statusnya lebih rendah. Dinamika interaksi antar satu individu dengan individu lain mempengaruhi performa kerja karyawan, ketika hubungan interaksinya baik maka akan memberikan kebahagiaan dan kenyamanan dalam bekerja, sebaliknya hubungan interaksi yang buruk akan mengurangi tingkat kebahagian dan kenyamanan dalam bekerja (Chawsithingwong, 2007;
Show more

133 Read more

Hubungan antara tipe perfeksionisme dengan gaya Manajemen konflik pada individu dewasa awal yang sedang menjalani hubungan pacaran

Hubungan antara tipe perfeksionisme dengan gaya Manajemen konflik pada individu dewasa awal yang sedang menjalani hubungan pacaran

bertujuan meletakkan individu-individu pada suatu kontinum penelitian sehingga kedudukan relative individu menurut suatu atribut yang diukur dapat diperoleh (Azwar, 2007). Dalam proses pembuatan skala ini, peneliti melakukan survey kecil kepada beberapa mahasiswa yang termasuk dalam katagori dewasa awal dan sedang menjalani hubungan pacaran untuk menuliskan bentuk- bentuk konflik yang sering terjadi dalam hubungan pacaran mereka. Dari hasil survey tersebut peneliti mengelompokan konfllik-konflik yang sering terjadi dan menjadikannya sebagai pedoman dalam membuat pertanyaan skala manajemen konflik ini.
Show more

153 Read more

Hubungan antara tipe perfeksionisme dengan gaya Manajemen konflik pada individu dewasa awal yang sedang menjalani hubungan pacaran.

Hubungan antara tipe perfeksionisme dengan gaya Manajemen konflik pada individu dewasa awal yang sedang menjalani hubungan pacaran.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan signifikansi antara tipe perfeksionisme dengan gaya manajemen konflik pada dewasa awal yang sedang berpacaran. Hipotesis penelitian ini, yaitu (1) ada hubungan positif antara perfeksionisme self oriented dengan manajemen konflik cooperative (2) ada hubungan positif antara perfeksionisme other oriented dengan manajemen konflik controlling (3) hubungan positif antara perfeksionisme socially prescribed dengan manajemen conflik non confrontation. Subjek penelitian sebanyak 101 orang dengan rentang usia mulai dari 18 tahun sampai dengan 25 tahun. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan google doc yang disebarkan melalui media online. Koefisien reliabilitas dari skala perfeksionisme adalah 0,82 pada self-oriented, 0,62 pada other-oriented, dan 0,71 pada socially prescribed perfectionism dan koefisien reliabilitas dari skala manajemen konflik adalah 0,90 pada gaya manajemen konflik cooperative, 0,82 pada gaya manajemen konflik nonconfrontation, dan 0,85 pada gaya manajemen konflik controlling. Koefisien korelasi yang diperoleh dari penelitian ini adalah : (1) 0,208 (p=0,019) pada perfeksionisme self oriented dengan manajemen konflik cooperative (2) 0,185 (p=0,032) pada perfeksionisme other oriented dengan manajemen konflik controlling dan (3) 0,304 (p=0,001) pada perfeksionisme socially priscribed dengan manajemen konflik nonconfrontative. Hal ini menunjukan bahwa : (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme self oriented dengan manajemen konflik cooperative (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme other oriented dengan manajemen konflik controlling (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme socially prescribed dengan manajemen conflik non confrontation.
Show more

155 Read more

Konflik Tugas dan Kinerja Individu : Pengaruh Konflik Hubungan dan Kepercayaan - Unika Repository

Konflik Tugas dan Kinerja Individu : Pengaruh Konflik Hubungan dan Kepercayaan - Unika Repository

Riset tentang pengaruh konflik tugas (task conflick) terhadap konflik hubungan (relationship conflict) yang dimoderasi oleh kepercayaan (trust) sebelumnya telah dilakukan oleh Simons & Peterson (2000), sedangkan riset tentang pengaruh konflik tugas (task conflict) dan konflik hubungan (relationship conflict) terhadap kinerja (performance) sebelumnya telah dilakukan oleh De Dreu & Weingart (20003) dengan menggunakan metode meta-analysis. Riset kali ini merupakan pengembangan dari penelitian Simons & Peterson (2000) dan De Dreu & Weingart (2003), yaitu dengan mempertimbangkan variabel kepercayaan (trust) dalam kondisi grup sebagai variabel moderasi dan konflik hubungan (relationship conflict) sebagai variabel mediasi. Partisipan dalam penelitian ini adalah karyawan perusahaan manufaktur skala menengah-besar di kota Semarang. Teknik analisis data dengan pengujian SPSS.
Show more

16 Read more

Hubungan Konflik Kerjakeluarga dan Ketidakamanan Kerja dengan Kesejahteraan Psikologis  Ubaya Repository

Hubungan Konflik Kerjakeluarga dan Ketidakamanan Kerja dengan Kesejahteraan Psikologis Ubaya Repository

Kesejahteraan psikologis merupakan penilaian atau evaluasi individu selama masa hidupnya. Apabila individu merasa kehidupannya dan fungsi psikologisnya telah berjalan dengan optimal, maka dapat dikatakan bahwa individu tersebut memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi. Kesejahteraan psikologis dapat terganggu apabila terjadi masalah, satunya adalah adanya konflik dari peran-peran yang dijalani oleh individu. Apabila terjadi konflik yang mengganggu perannya di keluarga maupun pekerjaan, hal tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis individu. Selain adanya konflik kerja-keluarga yang dialami individu, adanya perasaan terancam atau tidak aman dari pekerjaan yang sedang dijalani juga dapat mengganggu kesejahteraan psikologis seseorang. Rasa tidak aman ini disebut juga ketidak-amanan kerja atau job insecurity, yaitu persepsi atau rasa takut individu akan kehilangan pekerjaannya saat ini.
Show more

1 Read more

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2  Hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan Psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan Psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

Keyword : religiosity and psychological well-being of patiens with type 2 diabetes mellitus Abstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode kuantitatif dipilih untuk mencapai tujuan penelitian ini. Responden dalam penelitian ini diambil dari populasi penderita diabetes mellitus tipe 2 di Rsud Dr, Moewardi. Penelitian ini menggunakan skala religiusitas dan kesejahteraan psikologis. Hasil dari analisi korelasi product moment pearson.oleh koefisien korelasi (rxy) 0,552 dengan signifikan p = 0,000 (p < 0,01) artinya ada hubungan positif antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Sumbangan efektif dari religiusitas dengan kesejahteraan psikologis sebesar 30,5%. Hal ini berarti ada 69,5% dari faktor – faktor lain yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis.
Show more

13 Read more

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2  Hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan Psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan Psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

Penderita diabetes mellitus tipe 2 memiliki gangguan secara psikologis disebabkan ketakutan mengenai penyakit diabetes mellitus, perubahan pola hidup, dan keadaan financial. Keadaan seperti ini mempengaruhi kesejahteraan psikologis individu. Individu yang memiliki religius yang tinggi akan lebih sejahtera dan menerima keadaan yang di alami. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

17 Read more

Hubungan antara Keterbukaan Diri dengan Kesejahteraan Psikologis Individu yang Menjalani Hubungan Jarak Jauh - Ubaya Repository

Hubungan antara Keterbukaan Diri dengan Kesejahteraan Psikologis Individu yang Menjalani Hubungan Jarak Jauh - Ubaya Repository

Keterbukaan diri sangat penting peranannya dalam suatu hubungan, khususnya bagi individu yang menjalani hubungan jarak jauh agar masing-masing individu merasa nyaman dan bahagia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterbukaan diri dengan kesejahteraan psikologis individu yang menjalani hubungan jarak jauh.

1 Read more

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2  Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

Tri Rahayu Usmi Karyani, S.Psi., M.Si Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT 2) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevelensinya tinggi. Jumlah pertumbuhan DMT 2 di Indonesia terus meningkat setiap tahunya. Penderita DMT 2 mengalami banyak perubahan dalam hidupnya, mulai dari pengaturan pola makan, olahraga, kontrol gula darah, dan lain-lain yan harus dilakukan sepanjang hidupnya. Perubahan dalam hidup yang datang secara tiba-tiba membuat penderita DMT 2 menunjukan beberapa reaksi psikologis yang negatif, diantaranya adalah marah, merasa tidak berguna, kecemasan yang meningkat dan depresi, sehingga kesejahteraan psikologis yang dimiliki akan menurun.
Show more

17 Read more

Hubungan antara harga diri dan manajemen konflik pada individu dewasa awal yang sedang menjalani hubungan pacaran jarak jauh.

Hubungan antara harga diri dan manajemen konflik pada individu dewasa awal yang sedang menjalani hubungan pacaran jarak jauh.

termasuk dalam gaya manajemen konflik yang cenderung bersifat destruktif. Hal ini dikarenakan masalah yang terjadi tidak dicoba untuk dicari penyelesaiannya namun malah dihindari, sehingga memiliki tendensi untuk muncul kembali. Gaya manajemen lain yang juga cenderung bersifat destruktif adalah akomodasi dan kompetisi. Hal ini dikarenakan gaya tersebut memandang konflik sebagai suatu persaingan yang hanya memiliki satu pemenang, sehingga solusi yang dihasilkannya menjadi tidak memuaskan untuk salah satu pihak yang berkonflik. Orang yang memiliki harga diri yang rendah diduga memiliki kecenderungan untuk menggunakan manajemen konflik akomodasi karena individu tersebut merasa tidak memiliki kemampuan untuk dapat menghadapi konflik dengan baik. Hal ini membuat individu tersebut memilih untuk mengalah dan menuruti kemauan dari orang lain yang berkonflik dengannya. Namun disisi lain, orang yang memiliki harga diri yang rendah juga bisa jadi menggunakan manajemen konflik kompetisi, yaitu mencoba selalu menang saat ada konflik. Cara yang seringkali digunakan individu tersebut dalam memenangkan konflik adalah dengan menyerang pihak lain dengan ancaman-ancaman. Hal tersebut terkadang mereka lakukan hanya untuk menutupi ketidak mampuannya menangani konflik dengan cara yang lebih efektif.
Show more

138 Read more

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. jenis interaksi pada setiap orang serta konflik pada setiap individu, selain itu dalam hubungan antar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. jenis interaksi pada setiap orang serta konflik pada setiap individu, selain itu dalam hubungan antar

Reece (2012) menyatakan bahwa istilah hubungan manusia dalam arti luas mencakup semua jenis interaksi pada setiap orang serta konflik pada setiap individu, selain itu dalam hubungan antar manusia juga seringkali terjadi kerja sama, dan hubungan kelompok. Studi terkait dengan hubungan antar manusia juga berkaitan dengan keyakinan, sikap, dan perilaku seseorang terkadang menyebabkan masalah hubungan dalam kehidupan pribadi dan dalam situasi lain terkait dengan pekerjaan. Studi tentang hubungan antar manusia menekankan pada analisis perilaku manusia, strategi pencegahan, penyelesaian masalah perilaku, dan pengembangan diri. Saat ini hubungan antar manusia memiliki konsep yang menarik karena hidup di zaman dimana pertukaran informasi yang efektif merupakan dasar yang paling penting dalam penyesuaian hidup yang besar. Sebagian besar dari kita akan bekerja dengan informasi yang tersedia. Banyak orang merasa frustrasi karena mereka harus mengatasi limpahan informasi yang datang dan cenderung lebih cepat daripada yang dapat mereka proses. Era informasi melahirkan revolusi teknologi informasi, dan biasanya berdampak pada tingkat stres seseorang saat mereka mencoba mengikuti teknologi yang terus berubah.
Show more

30 Read more

KESEJAHTERAAN SOSIAL INDIVIDU MELALUI PE

KESEJAHTERAAN SOSIAL INDIVIDU MELALUI PE

Kajian ini bertujuan untuk meninjau hubungan yang wujud antara penglibatan pelajar sekolah menengah dalam aktiviti masa senggang dengan kesejahteraan sosial individu. Penglibatan aktiviti masa senggang yang dilihat adalah jenis aktiviti masa senggang aktif dan pasif. Manakala kesejahteraan sosial individu yang ditinjau hanya melibatkan aspek komunikasi, tanggungjawab dan sumbangan. Selain itu, perkara yang ditinjau adaah faktor pendorong kepada penglibatan pelajar dengan aktiviti masa senggang. Kajian ini juga melihat jenis aktiviti masa senggang yang sering pelajar libatkan diri mereka sendiri. Kajian ini berbentuk tinjauan yang menggunakan instrument soal selidik bagi mendapatkan maklumat mengenai penglibatan aktiviti masa senggang pelajar dengan kesejahteraan sosial individu pelajar. Sampel kajian ini melibatkan seramai 200 orang responden yang terdiri daripada pelajar tingkatan empat sekolah menengah di sekitar Daerah Kapit, Sarawak. Soal selidik dibina berdasarkan adaptasi dari kajian-kajian lepas. Hasil kajian rintis menunjukkan keseluruhan konstruk berdasarkan analisis Cronbach Alpha berada pada tahap kebolehpercayaan iaitu 0.645. Dapatan data diperolehi dengan menggunakan SPSS 21. Analisis deskriptif iaitu kekerapan, peratus, min dan sisihan piawai manakala analisis inferens menggunakan kolerasi pekali Pearson. Dapatan kajian menunjukkan pelajar lebih melibatkan diri dengan aktiviti masa senggang pasif dengan kekerapan dan peratus yang lebih tinggi berbanding aktiviti masa senggang aktif. Selain itu, faktor pendorong penglibatan aktiviti masa senggang pelajar adalah faktor minat diikuti faktor ibu bapa, faktor rakan serta faktor kemudahan. Kolerasi pekali Pearson pula menunjukkan wujudnya hubungan yang signifikan antara penglibatan aktiviti masa senggang dengan kesejahteraan sosial individu. Implikasi kajian menunjukkan penglibatan aktiviti masa senggang pelajar perlu dititikberat oleh semua pihak dalam mewujudkan kesejahteraan sosial individu pelajar yang holistik.
Show more

21 Read more

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES  Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT 2) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevelensinya tinggi. Jumlah pertumbuhan DMT 2 di Indonesia terus meningkat setiap tahunya. Penderita DMT 2 mengalami banyak perubahan dalam hidupnya, mulai dari pengaturan pola makan, olahraga, kontrol gula darah, dan lain-lain yan harus dilakukan sepanjang hidupnya. Perubahan dalam hidup yang datang secara tiba-tiba membuat penderita DMT 2 menunjukan beberapa reaksi psikologis yang negatif, diantaranya adalah marah, merasa tidak berguna, kecemasan yang meningkat dan depresi, sehingga kesejahteraan psikologis yang dimiliki akan menurun.
Show more

16 Read more

Hubungan Antara Konflik Peran Pekerjaan-keluarga Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Anggota Kowad Di Kodam Iv/diponegoro

Hubungan Antara Konflik Peran Pekerjaan-keluarga Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Anggota Kowad Di Kodam Iv/diponegoro

Anggota KOWAD merupakan profesi yang menuntut individu memiliki sikap disiplin, tegas dan patuh. Tugas anggota KOWAD sebagai TNI-AD yaitu mempertahankan NKRI tetap utuh, memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai seorang prajurit. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara konflik peran pekerjaan-keluarga dengan kesejahteraan psikologis pada KOWAD di KODAM IV/Diponegoro. Konflik peran pekerjaan-keluarga merupakan konflik peran yang muncul akibat tanggung jawab yang berhubungan dengan pekerjaan mengganggu waktu, ketegangan dan perilaku dalam peran di ranah keluarga. Kesejahteraan psikologis merupakan pencapaian individu dalam menerima kekurangan dan kelebihan dirinya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negative antara konflik peran pekerjaan-keluarga dan kesejahteraan psikologis. Subjek diberikan Skala Konflik Peran Pekerjaan-Keluarga (21 aitem, α = .94) dan Skala Kesejahteraan Psikologis (26 aitem, α = .93). Analisis regresi sederhana menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran pekerjaan-keluarga dan kesejahteraan psikologis pada KOWAD di KODAM IV/Diponegoro. (r = -. 68; p < .001). Semakin tinggi konflik peran pekerjaan-keluarga maka kesejahteraan psikologis semakin rendah, begitu juga sebaliknya. Konflik peran pekerjaan-keluarga memberikan sumbangan efektif 46% terhadap kesejahteraan psikologis. Ketika ingin meningkatkan kesejahteraan psikologis, individu harus meminimalkan konflik peran pekerjaan- keluarga.
Show more

6 Read more

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MENGENAI KONFLIK INTERPARENTAL DENGAN KESIAPAN MENIKAH PADA INDIVIDU DEWASA AWAL DI JAKARTA

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MENGENAI KONFLIK INTERPARENTAL DENGAN KESIAPAN MENIKAH PADA INDIVIDU DEWASA AWAL DI JAKARTA

perkembangan dewasa awal yang merupakan tahap-tahap seorang individu mulai berubah, mengeksplorasi dan belajar menjadi individu yang siap untuk menghadapi pernikahan (Arnett, 2015). Hubungan conflict properties pada persepsi mengenai konflik interparental dengan aspek anak dan pengasuhan pada kesiapan menikah menunjukkan bahwa bila semakin tingginya frekuensi, intensitas dan terulangnya konflik interparental tanpa adanya resolusi atau penyelesaian pada konflik interparental yang dipersepsikan, dan persepsi bahwa dirinya berada di tengah pertengkaran kedua orangtuanya, berarti semakin tinggi pula kesepakatan individu dengan pasangannya mengenai anak dan cara pengasuhan bila menikah di kemudian hari. Synder, Velasquez, dan Clarck (1997) menyatakan bahwa peran-peran yang orangtua individu jalani berhubungan erat dengan pemahaman individu mengenai peran-peran orangtua seharusnya. Hal ini berhubungan dengan transmisi generasi yang diturunkan melalui observational modelling (Bandura , dalam Shurts & Myers, 2012) dimana individu mengobservasi, mengimitasi dan mencontoh perilaku-perilaku di sekitar mereka. Pada saat orangtua memiliki konflik satu dengan lainnya, waktu mereka untuk anak-anak mereka berkurang dan mereka lebih terfokus dengan konflik yang terjadi. Hasil dari berkurangnya
Show more

8 Read more

PENDAHULUAN   Hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan Psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

PENDAHULUAN Hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan Psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

menurun drastis, selalu merasa lapar dan haus, dan gatal – gatal di sekitar kemaluan. Menurut Tjokroprawiro (2006) penyakit diabetes melitus dapat menyerang semua organ tubuh. Berupa komplikasi penyakit seperti kebutaan, gagal ginjal, stroke, dan jantung. Ali dan Barnard (dalam Abbas, 2011) mengungkapkan individu dengan diabetes tipe 2 beresiko meningkatkan depresi dan perasaan haru kira - kira dari satu setiap 5 penderita diabetes. Depresi terjadi karena kecacatan fisik. Penderita diabetes sering mengalami kecemasan dan distress yang disebabkan karena terjadinya komplikasi, tidak menerima keadaan dirinya, khawatir tentang makanan yang akan dimakan, perasan bersalah atau malu saat berinteraksi sosial. Masalah - masalah ini dapat membuat harapan hidup pada penderita diabetes melitus menjadi menurun. Perubahan yang bersifat penurunan ini dapat mempengaruhi kondisi penderita diabetes melitus. Maka dalam penelitian ini menggunakan diabetes mellitus tipe 2 sebagai subjek penelitian.
Show more

7 Read more

KONFLIK ANTAR INDIVIDU DAN PENGARUHNYA PADA EFEKTIFITAS TIM

KONFLIK ANTAR INDIVIDU DAN PENGARUHNYA PADA EFEKTIFITAS TIM

Konsekuensi negatif dari koflik akan muncul, khususnya ketika konflik terjadi pada hubungan antar individu dalam tim. Ketika orang bekerjasama dalam tim, interaksi sosialnya akan terkonsentrasi pada hal yang berkaitan dengan tugas dan hal-hal yang berkaitan dengan relationship. Dalam tim sering dijumpai bagaimana satu anggota tim menyukai atau tidak menyukai anggota tim yang lain dengan berbagai alasan pribadi, dan sering pula terjadi ketidaksesuaian pada cara pandang terhadap suatu masalah, perbedaan pada nilai-nilai yang dipatuhi dan juga kepercayaan yang diyakini. Salah satu alasan mengapa tim bisa bekerja secara efektif adalah karena dibangunnya suatu iklim positif yang menumbuhkan kepercayaan pada kelompok, dengan didasarkan pada kesamaan interpersonal, norma serta nilai-nilai yang dipegang ( Zander, 1993)
Show more

14 Read more

KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA : TIPE KONFLIK DAN DAMPAKNYA PADA KEPUASAN

KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA : TIPE KONFLIK DAN DAMPAKNYA PADA KEPUASAN

(Marcinkus et al., 2007). Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Howard et al., (2004) mengindikasikan bahwa work-family conflict berhubungan dengan beberapa hal negatif, salah satunya adalah rendahnya tingkat kepuasan kerja seseorang. WFC dan FWC juga berpengaruh terhadap kepuasan keluarga (Chiu et al., 1998). Ketidaksesuaian antara peran aktual dari seseorang dengan peran yang diharapkan akan menyebabkan ketidakpuasan pada pekerjaan ataupun dalam keluarga (Chiu et al., 1998). Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara kepuasan keluarga dan kepuasan kerja terhadap kepuasan hidup (Chiu et al., 1998). Meskipun banyak penelitian yang lebih fokus pada pekerja wanita sebagai objek penelitian dengan alasan wanita lebih berpotensi untuk mengalami work-family conflict daripada pria (Lilly et al., 2006), penelitian ini juga menggunakan sampel atau objek pekerja laki-laki. Alasan mengapa mengikutsertakan pekerja laki-laki sebagai sampel atau objek penelitian adalah adanya pertimbangan bahwa pekerja laki-laki juga memiliki potensi yang sama dalam mengahadapi work-family conflict.
Show more

18 Read more

Hubungan Antara Konflik Kerja Keluarga dan Kesejahteraan Subjektif pada Wanita Bekerja (Suatu Penelitian pada Karyawan di PT. Bank "X").

Hubungan Antara Konflik Kerja Keluarga dan Kesejahteraan Subjektif pada Wanita Bekerja (Suatu Penelitian pada Karyawan di PT. Bank "X").

Responden yang mengalami konflik kerja-keluarga yang tinggi akan merasakan banyak kesulitan dalam mengatur waktunya untuk bekerja dan waktunya untuk keluarga (konflik berdasarkan waktu). Kesulitan yang terjadi bisa berasal dari pekerjaan dikarenakan jadwal kerja yang padat sehingga tidak lagi dapat menyempatkan diri untuk menemani keluarga ataupun sebaliknya. Sulit menyelaraskan perilakunya agar sesuai dalam dua ranah yang berbeda tuntutan (konflik berdasarkan perilaku), dimana perilaku yang dituntut oleh rumah seperti sifat hangat dan mengayomi tidak sesuai dengan tuntutan tempat kerja yang mengharuskan responden bersikap tegas dan ajeg atau sebaliknya, serta kurang mampu mengatasi ketegangan atau kelelahan yang muncul setelah pemenuhan salah satu peran sehingga tidak memungkinkannya untuk memenuhi peran lain (konflik berdasarkan ketegangan), dimana responden sudah terlalu lelah sekembalinya dari kantor sehingga tidak lagi bisa membantu urusan rumah tangga atau sebaliknya.
Show more

40 Read more

LAMPIRAN A  Hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan Psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

LAMPIRAN A Hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan Psikologis pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

STS : Jika anda SANGAT TIDAK SETUJU dengan pernyataan berikut ini.. SKALA 1 Religiusitas.[r]

44 Read more

Show all 10000 documents...