Hukum Pasar Modal

Top PDF Hukum Pasar Modal:

Perlindungan Hukum Terhadap Efek Syari’ah Dalam Hukum Pasar Modal Di Indonesia

Perlindungan Hukum Terhadap Efek Syari’ah Dalam Hukum Pasar Modal Di Indonesia

Pasar modal merupakan pasar dalam pengertian abstrak yang mempertemukan calon pemodal (investor) dengan emiten (perusahaan yang menerbitkan surat berharga di pasar modal) yang membutuhkan dana jangka panjang, yang diatur dengan Undang-undang No 8 Tahun 1995 tentang pasar modal, namun bagaimana pengaturan terkait efek syari’ah yang pada era globalisasi ini semakin d minati mengingat pasar modal syari’ah ini menjadi alteratif dalam menghimpun dana dan sebagai peluang investasi syari’ah yang bebas dari adanya unsur riba, gharar dan mayshir. Dan bagaimana efek syari’ah dalam perspektif hukum pasar modal.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisis Tanggung Jawab Hukum Konsultan Hukum Pasar Modal Atas Pendapat Hukum (Legal Opinion)...

Analisis Tanggung Jawab Hukum Konsultan Hukum Pasar Modal Atas Pendapat Hukum (Legal Opinion)...

Sanksi hukum yang dibebankan kepada konsultan hukum pasar modal tidak berlaku secara absolut artinya bahwa Undang-undang Pasar Modal menganut apa yang dinamakan prinsip pembatasan tangung jawab/tanggung jawab terbatas (limited liability). Hal ini dapat dilihat pada pasal 80 ayat (2) dan (3) besrta penjelasannya yang secara garis besar meyebutkan profesi penunjang pasar modal (dalam hal ini konsultan hukum) dan pihak lainnya hanya bertanggung jawab terbatas pada pendapat atau keterangan yang diberikannya. Oleh sebab itu pemodal hanya dapat dituntut ganti rugi atas kerugian yang timbul akibat dari pendapat atau peuilaian yang diberikannya dalam arti investor tidak dapat menuntut ganti rugi apabila konsultan hukum tersebut telah melakukan penilaian atau pendapat secara profesional, telah sesuai dengan norma pemeriksaan, prinsip-prinsip kode etik profesi dan secara independen. Perlu adanya standar perbuatan yang meyesatkan dan penentuan fakta material sehingga prinsip keterbukaan dipasar modal Indonesia khususnya terkait dengan pendapat hukum konsultan hukum dapat diketahui apakah memang benar atau tidak. Untuk kemajuan pasar modal Indonesia dimasa depan, perlu dilaksanakan pembaharuan UU Pasar Modal Indonesia yang memperjelas ketentuan-ketentuan tentang perbuatan yang meyesatkan.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Hukum Pasar Modal di Indonesia.docx

Hukum Pasar Modal di Indonesia.docx

Jaminan UUPM akan transparansi atau keterbukaan merupakan hal yang mendasar untuk menciptakan kepercayaan dan menarik calon investor untuk berinvestasi di pasar modal. Di lain pihak, perusahaan pubik atau emiten yang ingin sahamnya dibeli oleh para investor dan data masuk dalam standar internasional, haruslah berusaha untuk membuka diri dan menerapkan keterbukaan informasi dengan kualitas yang terjaga dalam hal akurasi, kelengkapan, ketepatan waktu, dan ketepatan informasi. Secara hukum emiten dituntut untuk menerapkan keterbukaan di dalam menyampaikan informasi yang berhubungan dengan perusahaan, tetapi di lain sisi emiten dan perusahaan publik perlu mempertimbangkan secara matang mengenai hal-hal apa saja yang bisa diungkap kepada publik. Ekses yang muncul dari pengungkapan informasi rinci ke publik bisa menjadikan perusahaan pesaing mengetahui keadaan perusahaan. Oleh karena itu, emiten meminta untuk diberikan hak untuk menjaga informasi yang merupakan rahasia perusahaan. Adalah tugas hukum menyelaraskan dua kepentingan yang saling bertolak belakang.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUKUM PASAR MODAL ASPEK HUKUM DALAM TRAN

HUKUM PASAR MODAL ASPEK HUKUM DALAM TRAN

Bentuk pengawasan dari Pemerintah terhadap Transaksi Material yang dilakukan oleh Emiten adalah dengan mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang Transaksi Material, yakni Peraturan IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama yang dikeluarkan oleh Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-614/BL/2011. Dalam peraturan tersebut tercantum adanya kewajiban-kewajiban khususnya kewajiban pelaporan yang harus dilakukan oleh Emiten terkait dengan Transaksi Material yang dilakukannya. Terdapat juga ketentuan sanksi bagi Emiten yang melanggar ketentuan dalam peraturan ini. Di sinilah bentuk pengawasan pemerintah terhadap Transaksi Material dilakukan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hukum Pasar Modal dan Kartu Kredit

Hukum Pasar Modal dan Kartu Kredit

Sebagai contoh saja bukan untuk menyebutkan secara keseluruhan: sebagian besar investor sengaja melempar sejumlah kertas saham dan giro, sehingga harganya menjadi jatuh karena terlalu banyak penawaran. Pada akhirnya para pemilik saham kecil-kecilan bergegas menjualnya kembali dengan harga murah sekali, karena khawatir harga saham-saham itu semakin jatuh se-hingga mereka semakin rugi. Dengan adanya penawaran mereka itu, mulailah harga saham itu terus menurun, sehingga para investor besar itu berkesempatan membelinya kembali dengan harga lebih murah dengan harapan akan bisa meninggikan harganya dengan banyaknya permintaan. Pada akhirnya para investor besarlah yang beruntung sementara kerugian besar-besaran harus ditanggung investor kecil-kecilan, sebagai akibat dari perbuatan investor besar yang berpura-pura melempar kertas-kertas saham itu sebagai ikutan. Hal itupun terjadi di pasar komoditi komersial.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

HUKUM PASAR MODAL (1 )

HUKUM PASAR MODAL (1 )

Lembaga penunjang dalam pasar modal merupakan pendukung/penunjang beroperasinya suatu pasar modal. Dalam menjalankan fungsinya lembaga penunjang, terdiri dari penjamin emisi, penanggung (guarantor), wali amanat, perantara perdagangan efek, pedagang efek (delaer), perusahaan surat berharga, perusahaan pengelola dana (investment company), biro administrasi efek (BAE).

7 Baca lebih lajut

Hukum Pasar Modal . doc

Hukum Pasar Modal . doc

Peran akuntan publik di pasar modal adalah memeriksa laporan keuangan dan memberikan pendapat terhadap laporan keuangan. Di pasar modal dituntut pendapat wajar (unqualified) terhadap laporan keuangan dari perusahaan yang akan menerbitkan saham baru (Initial Public Offering) atau yang telah terdaftar di bursa. Pendapat wajar berarti laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar

9 Baca lebih lajut

HUKUM PASAR MODAL   Perbandingan Lembaga

HUKUM PASAR MODAL Perbandingan Lembaga

Indonesia memilih menggunakan beberapa institusi sebagai pengawas sistem keuangan yang ada. semula pengawasan yang dilakukan dibebankan pada dua lembaga yaitu bank sentral Bank Indonesia dan oleh Kementerian Keuangan melalui Badan Pengawas Pasar Modal atau Bapepam. Kemudian dengan terbentuknya undang-undang nomor 21 tahun 2001 dibentuklah suatu lembaga otonomi yang diberi nama Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut OJK) yang dianggap sebagai pembaruan dan merupakan suatu solusi yang diupayakan untuk mendorong efektifitas pengawasan keuangan di Indonesia. Di negara- negara selain Indonesia praktek yang berlaku juga sama, ada yang menyatukan semua fungsi pengawasan pada bank sentralnya seperti Indonesia pra-OJK dan ada pula negara-negara yang membentuk badan pengawasan independen dan terpisah dari bank sentralnya. Beberapa negara yang memisahkan badan pengawasan dalam bentuk lembaga independen tersebut adalah United Kingdom atau Inggris yang memiliki The Financial Conduct Authority (FCA), Singapura yang memiliki Monetery Authority of Singapore (MAS), Amerika Serikat yang
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUKUM PASAR MODAL . doc

HUKUM PASAR MODAL . doc

Investor mengharapkan imbalan dari penyerahan dana tersebut Borrowers, memungkinkan melakukan perluasan usaha tanpa harus menunggu tersedianya dana dari hasil operasi perusahaan. Fungsi ini sebenarnya juga dilakukan oleh intermediasi keuangan lainnya, seperti lembaga perbankan,(pasar uang). Hanya bedanya dalam pasar modal diperdagangkan dana jangka panjang

27 Baca lebih lajut

Upaya Harmonisasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal Terhadap Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan Dalam Pengawasan Perusahaan Publik

Upaya Harmonisasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal Terhadap Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan Dalam Pengawasan Perusahaan Publik

Walaupun peraturan kewajiban prinsip keterbukaan di pasar modal Indonesia telah menentukan merger sebagai informasi material, namun dalam praktek peraturan tidak dapat menjelaskan apa yang menjadi ukuran atau standar merger dikatakan sebagai informasi material. Sementara yang menentukan suatu informasi atau fakta wajib diungkapkan adalah tergantung dari bobot materialistis informasi tersebut. 343 Jika diperhatikan secara mendalam ternyata beberapa peraturan yang terdapat dalam Undang-undang Pasar Modal Indonesia masih bersifat sumir atau tidak cukup terperinci. 344 Undang-undang pasar modal Indonesia yang demikian itu membuka loophole yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang tidak beritikad baik. Dengan perkataan lain, karena tidak terperincinya standar penentuan fakta material sangat berpotensi terhadap pelanggaran prinsip keterbukaan yang pada akhirnya dapat menimbulkan perbuatan curang dalam penjualan saham dan merugikan investor. Ketentuan standar penentuan fakta material dan ketentuan perbuatan curang adalah nafas hukum pasar modal. 345
Baca lebih lanjut

160 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  POTENSI KEJAHATAN PADA PENGARUH DEBT COVENANT HYPOTHESIS TERHADAP MANAJEMEN LABA DI PASAR MODAL.

PENDAHULUAN POTENSI KEJAHATAN PADA PENGARUH DEBT COVENANT HYPOTHESIS TERHADAP MANAJEMEN LABA DI PASAR MODAL.

Bagian ini berisi landasan teori, seperti sejarah efek dan bursa efek, sejarah pasar modal Indonesia, sejarah hukum, hukum dan sumber hukum pasar modal, manajemen laba, kejahatan pasar modal, hipotesis, serta tinjauan yuridis yaitu Undang-Undang 1945 pasal 33 ayat (1) dan (4), Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 1958 tentang berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana untuk seluruh wilayah Republik Indonesia Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 127, Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 64, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan Lembaran Negara Tahun 1997 Tahun 18, Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 86, dan beberapa Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penegakan Hukum Pidana Di Bidang Pasar Modal

Penegakan Hukum Pidana Di Bidang Pasar Modal

kegiatan pasar modal agar terlindunginya para investor. Salah satu pengaturan tentang perlindungan terhadap investor adalah terlindunginya investor dari praktek-praktek curang pada transaksi-transaksi efek dipasar modal. Di dalam penegakan hukum terhadap kejahatan pasar modal, Bapepam merupakan lembaga regulator yang berperan melakukan pengawasan dan penyelidikan serta penyidikan kejahatan di pasar modal. Bapepam merupakan palang pintunya hukum pasar modal. Lembaga ini merupakan benteng sekaligus ujung tombak dalam melakukan law enforcement dari kaedah-kaedah hukum pasar modal. Hal ini sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 4 UU No. 8 Tahun 1995 yakni kewenangan untuk membuat peraturan, melakukan pemeriksaan dan penyidikan, menjatuhkan sanksi administratif dan denda.. Sistem pemidanaan dalam kerangka penegakan hukum di pasar modal mengharuskan diterapkannya prinsip keterbukaan yang menjadi fokus sentral dari Pasar Modal itu sendiri. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal telah mengatur mengenai prinsip keterbukaan. Pelanggaran peraturan prinsip keterbukaan dapat dikategorikan dalam penipuan dan umumnya pelanggaran-pelanggaran peraturan prinsip keterbukaan adalah pernyataan menyesatkan dalam bentuk pernyataan yang salah (misrepresentation) atau penghilangan (omission) fakta material di dalam pembuktian system peradilan pidana, baik dalam dokumen-dokumen penawaran umum maupun dalam perdagangan saham.
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

Penerapan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal untuk Pengaturan “Orang Dalam” Pada Perdagangan Orang Dalam

Penerapan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal untuk Pengaturan “Orang Dalam” Pada Perdagangan Orang Dalam

Adanya informasi orang dalam yang diperoleh akan mempengaruhi penjualan dan pembelian saham suatu perusahaan yang akan menguntungkan satu atau beberapa pihak namun akan merugikan pihak lain yang tidak memperoleh informasi tersebut. Sekilas hal ini tidak begitu memberikan efek kerugian, namun akan sangat berefek bagi orang lain yang ingin membeli dan menjual saham pada suatu perusahaan yang sedang naik atau turun nilai sahamnya. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaturan praktek perdagangan saham di pasar modal, bagaimana pengaturan praktek perdagangan “orang dalam” pada hukum pasar modal di Indonesia dan bagaimana penerapan undang-undang pasar modal dalam pengaturan “orang dalam” pada perdagangan orang dalam.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Keterbukaan Dalam Prinsip Akuntabilitas Pada Pasar Modal Ditinjau Dari UU No. 8 Tahun 1995

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Keterbukaan Dalam Prinsip Akuntabilitas Pada Pasar Modal Ditinjau Dari UU No. 8 Tahun 1995

Dengan demikan prinsip keterbukaan dapat berperan dalam meningkatkan ketersediaan informasi yang benar, agar dapat ditetapkan harga pasar yang akurat. Hal ini menjadi penting karena berkaitan dengan pasar modal sebagai lembaga keuangan yang beroprerasi beradasarkan informasi. Tanpa informasi, peserta pasar tidak dapat mengevaluasi produk-produk lembaga keuangan. Ketiga, prinsip keterbukaan penting untuk mencegah penipuan (fraud). Sangat baik untuk dipahami ungkapan yang pernah diungkapkan Barry A.K Rider: “sun light is the best disinfectant and electric light the best policeman.” Dengan perkataan lain,
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hubungaan Hukum Kustodian Dengan Emiten dalam Pasar Modal

Hubungaan Hukum Kustodian Dengan Emiten dalam Pasar Modal

Dalam pasar modal terdapat kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, kegiatan tersebut berkaitan dengan penerbitan serta lembaga profesi yang berhubungan dengan efek itu sendiri. Adapun salah satu lembaga profesi yang dikenal dalam pasar modal itu adalah lembaga penunjang pasar modal, salah satunya lembaga Kustodian. Seiring lembaga penunjang pasar modal menjalankan fungsinya dalam kegiatan pasar modal, lembaga Kustodian juga mempunyai hubungan dengan lembaga lain, salah satunya adalah emiten. Emiten merupakan lembaga yang melakukan penawaran umum, berdasarkan UUPM penawaran umum merupakan kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat sesuai ketentuan Undang- Undang Pasar Modal. Sedangkan lembaga kustodian merupakan lembaga penitipan efek. Maka adapun permasalahan yang ingin diangkat dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaturan tentang Kustodian dalam kegiatan pasar modal, bagaimana ketentuan pelaksanaan tugas emiten dalam penyimpanan efek investor dalam pasar modal, dan bagaimana hubungan hukum antara kustodian dan emiten berkaitan dengan penyimpan efek di dalam pasar modal
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peraturan BAPEPAM tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik

Peraturan BAPEPAM tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik

3) penyetoran atas saham dengan pemasukan saham Perseroan lain, harus berupa saham-saham yang sudah disetor penuh, tidak dijaminkan dengan cara apapun juga dan harganya harus ditetapkan oleh Pihak independen untuk melaksanakan penilaian serta memberikan pendapat tentang harga saham, dengan ketentuan bahwa jika pemasukan saham dilakukan dalam bentuk saham Perseroan yang tercatat di Bursa Efek, harganya harus ditetapkan berdasarkan nilai pasar wajar; dan

7 Baca lebih lajut

Tinjauan Hukum Prinsip Responsibilitas Dalam Pasar Modal

Tinjauan Hukum Prinsip Responsibilitas Dalam Pasar Modal

pemegang saham minoritas. Lemahnya posisi pemegang saham minoritas ini terkait erat dengan fenomena sentralisasi kepemilikan. Kaitannya dengan peningkatan praktik dewan yang tidak diikuti dengan peningkatan kinerja prinsip hak–hak pemegang saham yaitu saat pemilihan anggota dewan komisaris/direksi. Perusahaan publik atau emiten adalah sebagai suatu legal entity yang berdiri sendiri. Seluruh pemegang saham berhak untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja perusahaan dengan menempatkan wakilnya dalam jajaran komisaris. Menurut Muhamad Nur Sodiq, pada prakteknya pengangkatan komisaris melalui RUPS masih sangat didominasi oleh kepentingan ataupun usulan pemegang saham mayoritas. Bahkan dalam praktiknya, calon komisaris independen pun masih didominasi oleh usulan pemegang saham mayoritas. 167 Hal ini menunjukkan lemahnya posisi pemegang saham minoritas saat pemilihan anggota dewan komisaris/direksi walaupun praktik–praktik dewan terus dilakukan oleh perusahaan publik atau emiten tetapi tidak diikuti dengan kesadaran untuk melindungi hak – hak pemegang saham dan investor. Sidharta Utama dan James Simanjuntak berpendapat bahwa keadaan ini perlu mandapat perhatian khusus dari regulator (Bapepam–LK dan BEI) serta emiten bila ingin menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. 168
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

Hubungaan Hukum Kustodian Dengan Emiten dalam Pasar Modal

Hubungaan Hukum Kustodian Dengan Emiten dalam Pasar Modal

Dalam pasar modal terdapat kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, kegiatan tersebut berkaitan dengan penerbitan serta lembaga profesi yang berhubungan dengan efek itu sendiri. Adapun salah satu lembaga profesi yang dikenal dalam pasar modal itu adalah lembaga penunjang pasar modal, salah satunya lembaga Kustodian. Seiring lembaga penunjang pasar modal menjalankan fungsinya dalam kegiatan pasar modal, lembaga Kustodian juga mempunyai hubungan dengan lembaga lain, salah satunya adalah emiten. Emiten merupakan lembaga yang melakukan penawaran umum, berdasarkan UUPM penawaran umum merupakan kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat sesuai ketentuan Undang- Undang Pasar Modal. Sedangkan lembaga kustodian merupakan lembaga penitipan efek. Maka adapun permasalahan yang ingin diangkat dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaturan tentang Kustodian dalam kegiatan pasar modal, bagaimana ketentuan pelaksanaan tugas emiten dalam penyimpanan efek investor dalam pasar modal, dan bagaimana hubungan hukum antara kustodian dan emiten berkaitan dengan penyimpan efek di dalam pasar modal
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hubungaan Hukum Kustodian Dengan Emiten dalam Pasar Modal

Hubungaan Hukum Kustodian Dengan Emiten dalam Pasar Modal

Fuadi, Munir. Pasar Modal Modern. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 1996. Hariyani, Iswi dan R. Serfianto. Buku Pintar Pasar Modal : Strategitepat Investasi Saham , Obligasi, Warrant, Right, Opsi, Reksadana, dan Produk Pasar Modal Syariah. Jakarta: Visi Media, 2010.

3 Baca lebih lajut

Hubungaan Hukum Kustodian Dengan Emiten dalam Pasar Modal

Hubungaan Hukum Kustodian Dengan Emiten dalam Pasar Modal

d. Emiten wajib menolak permohonan pendaftaran efek atau konfirmasi keabsahan sertifikat efek yang diajukan kepadanya apabila emiten menemukan bahwa efek tersebut dijaminkan, disita, palsu, dilaporkan hilang atau dicuri, atau karena sebab apapun menurut hukum pendaftaran efek atau konfirmasi keabsahan sertifikat efek dimaksud tidak dapat dilaksanakan, dan penolakan tersebut wajib disampaikan secara tertulis dengan menyertakan sertifikat efek dimaksud kepada pemohon selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sejak permohonan diterima oleh emiten dengan memberikan alasan penolakan.

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...