Ikan kakap

Top PDF Ikan kakap:

Teknik Budidaya Pembesaran Ikan Kakap Pu

Teknik Budidaya Pembesaran Ikan Kakap Pu

Badan ikan kakap putih memanjang, pipih, dengan batang ekor mendalam. Tubuh besar, memanjang dan gemuk, dengan cekung diucapkan punggung profil di kepala dan moncong yang menonjol; cekung punggung profil cembung menjadi di depan sirip punggung. Mulut besar, sedikit miring, rahang atas sampai ke di belakang mata; gigi villiform, tidak ada gigi taring hadir. Tepi bawah pra-operkulum adalah dengan tulang yang kuat; operkulum dengan tulang kecil dan dengan flap bergerigi di atas asli garis lateral. Sirip punggung dengan 7-9 duri dan 10 sampai 11 jari lunak; kedudukan yang sangat dalam hampir membagi berduri dari bagian lunak sirip; sirip dada pendek dan bulat; beberapa Singkatnya, gerigi yang kuat di atas basis; punggung dan anal sirip keduanya memiliki bersisik. Bulat sirip dubur, dengan tiga duri dan 7-8 jari lemah; sirip ekor bulat. Skala besar sisir (kasar menyentuh). Warna: dua fase, baik zaitun coklat di atas dengan sisi perak dan perut di laut lingkungan atau coklat keemasan di lingkungan air tawar. Pada orang dewasa, biasanya biru-hijau atau keabu-abuan di atas dan perak di bawah. Sirip yang kehitaman atau coklat kehitaman. Remaja memiliki Pola berbintik- bintik coklat dengan tiga garis-garis putih di kepala dan tengkuk, dan putih bercak tidak teratur ditempatkan di bagian belakang. Mata adalah pink cerah, bercahaya di malam hari (Mathew,2009).
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Budidaya Ikan KAKAP PUTIH di KERAMBA JAR

Budidaya Ikan KAKAP PUTIH di KERAMBA JAR

Sebelum kegiatan budidaya dilakukan terlebih dahulu diadakan pemilihan lolkasi. Pemilihan lokasi yang tepat akan menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan kakap putih. Secara umum lokasi yang baik untuk kegiatan usaha budidya ikan di laut adalah daerah perairan teluk, lagoon dan perairan pantai yang terletak diantara dua buah pulau (selat). Beberapa persyaratan teknis yang harus di penuhi untuk lokasi budidaya ikan kakap putih di laut adalah:

5 Baca lebih lajut

bmp budidaya ikan kakap putih 2015

bmp budidaya ikan kakap putih 2015

Prospek pemasaran ikan kakap putih sangat cerah, baik untuk memenuhi pangsa pasar dalam negeri maupun ekspor. Permintaan yang cukup tinggi terhadap komoditas kakap putih telah mengakibatkan terjadinya eksploitasi (penangkapan ikan) yang cukup intensif, sehingga ketersediaannya di alam semakin menurun. Teknologi pembudidayaan kakap putih mulai dari pembenihan sampai pembesaran telah dikembangkan untuk mengantisipasi hal tersebut dan secara bertahap, teknologi ini mulai diadopsi oleh masyarakat.

30 Baca lebih lajut

pembesaran ikan kakap putih

pembesaran ikan kakap putih

Indonesia memiliki potensi sumber daya perairan yang cukup besar untuk usaha budidaya ikan, namun usaha budidaya ikan kakap belum banyak berkembang, sedangkan di beberapa negara seperti: Malaysia, Thailand dan Singapura, usaha budidaya ikan kakap dalam jaring apung (floating net cage) di laut telah berkembang.

9 Baca lebih lajut

KUALITAS  DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

Tanaman sirih hijau (Piper betle, L) merupakan tumbuhan memanjat yang mengandung minyak atsiri yang terdiri atas hidroksi kavikol, kavibetol, estragol, eugenol, metileugenol, terpinen, dan tanin. Komponen-komponen ini mampu mencegah adanya bakteri patogen dalam makanan yang dapat membusukkan makanan (Latief, 2012). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun sirih dapat menghambat populasi bakteri pada ikan nila (Devi, 2015) dan penggunaan bubuk daun sirih hijau secara sinergis dapat menghambat oksidasi lemak dan meningkatkan daya simpan ikan filet lele asap berbumbu. Menurut hasil penelitian tersebut, maka senyawa antibakteri yang berasal dari daun sirih hijau dapat digunakan sebagai pengawet alami pada ikan nila dan ikan kakap merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi, kadar air, pH, kualitas serta daya simpan pada ikan nila dan ikan kakap merah dengan konsentrasi ekstrak daun sirih yang berbeda.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TAP.COM -   141 PEMANFAATAN DAGING LIMBAH FILET IKAN KAKAP MERAH ... 3138 6006 1 SM

TAP.COM - 141 PEMANFAATAN DAGING LIMBAH FILET IKAN KAKAP MERAH ... 3138 6006 1 SM

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai derajat putih dan mengetahui tingkat kekenyalan surimi yang berasal dari daging limbah filet ikan kakap merah sebagai bahan baku untuk produk olahan perikanan, khususnya produk fish jelly. Penelitian dilakukan secara eksperimental dan dianalisis secara deskriptif. Parameter yang diamati adalah rendemen daging ikan, derajat putih, dan uji lipat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging limbah filet ikan kakap merah dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk perikanan, khususnya fish jelly dengan nilai derajat putih 32,88%. Berdasarkan uji lipat dapat membentuk gel cukup sempurna dengan nilai mutu uji lipat 4,7.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Angka Lempeng Total Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus) Dipengaruhi Oleh Konsentrasi Asap Cair Dan Kadar Garam Selama Penyimpanan.

PENDAHULUAN Angka Lempeng Total Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus) Dipengaruhi Oleh Konsentrasi Asap Cair Dan Kadar Garam Selama Penyimpanan.

Kualitas ikan kakap merah ditentukan oleh total mikrobia atau Angka lempeng total dan sifat fisiknya. Angka lempeng total merupakan salah satu cara untuk menghitung cemaran mikroba dalam suatu sampel, dimana cara ini merupakan bagian dari metode hitung cawan. Prinsip pada metode hitungan cawan adalah jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar, maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dapat dihitung dengan menggunakan mata tanpa mikroskop.

9 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Analisis Sikap Konsumen Terhadap Ikan Kakap Merah (Lutjanus Argentimaculatus) Di Pasar Tradisional Kota Surakarta

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Analisis Sikap Konsumen Terhadap Ikan Kakap Merah (Lutjanus Argentimaculatus) Di Pasar Tradisional Kota Surakarta

Ikan kakap yang banyak dikenal oleh masyarakat luas umumnya ada dua jenis yaitu ikan kakap merah dan ikan kakap putih. Ikan kakap merah menempati jumlah terbanyak dalam jenis ikan kakap yang banyak ditemui di perairan laut Indonesia. Ikan kakap merah (Lutjanus argentimanculatus) juga merupakan salah satu jenis ikan kakap yang banyak dicari oleh konsumen sebagai bahan konsumsi masyarakat yaitu sebagai lauk-pauk harian baik digoreng maupun dalam berbagai bentuk olahan lainnya. Jenis ikan kakap merah ini lebih disukai oleh konsumen jika dibandingkan dengan ikan kakap putih.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

168427 ID aspek reproduksi ikan kakap putih lates

168427 ID aspek reproduksi ikan kakap putih lates

Alat yang digunakan adalah alat tulis, dissecting set, DO meter, ember, jaring tangsi, kamera, kantong plastik, karet gelang, kertas label, kertas saring, ice box, mikroskop, papan untuk bedah, petri disk, pH meter, pipet tetes, penggaris, refraktometer, sarung tangan, secchi disk, termometer, timbangan analitik dan timbangan per kg serta tissue. Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah air, larutan Gilson (alkohol 60%, air, asam nitrit, asam asetat glasial dan mercuri chlorida) dan hasil tangkapan ikan Kakap Putih yang berasal dari perairan Terusan Dalam kawasan Taman Nasional Sembilang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

OPTIMASI PROSES PEMBUATAN HIDROLISAT JEROAN IKAN KAKAP PUTIH

OPTIMASI PROSES PEMBUATAN HIDROLISAT JEROAN IKAN KAKAP PUTIH

Proses hidrolisis dipengaruhi oleh konsentrasi substrat, konsentrasi enzim, suhu, pH, dan waktu. Semakin lama waktu yang digunakan maka proses hidrolisis berjalan lebih sempurna (Gesualdo dan Li-Chan 1999). Derajat hidrolisis terendah diperoleh selama waktu hidrolisis 2 jam dan tertinggi selama waktu hidrolisis 4 jam (Gambar 3). Derajat hidrolisis tertinggi menunjukkan kondisi waktu hidrolisis terbaik. Jumlah protein terhidrolisis akan meningkat dengan meningkatnya waktu hidrolisis hingga mencapai keadaan stasioner dan menunjukkan nilai linear (Coligan et al. 2002). Kondisi ini digambarkan dengan perlakuan waktu hidrolisis 2 sampai 4 jam terjadi peningkatan nilai derajat hidrolisis, namun pada perlakuan waktu 5 jam derajat hidrolisis cenderung menurun. Waktu hidrolisis dipengaruhi oleh jenis bahan baku dan konsentrasi enzim yang digunakan. Nurhayati et al. (2013) menyatakan bahwa jeroan ikan tongkol yang Tabel 2 Analisis proksimat jeroan ikan kakap putih setelah defating
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus Bloch & Schneider, 1801) Di Lamongan, Jawa Timur

Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus Bloch & Schneider, 1801) Di Lamongan, Jawa Timur

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong yang terletak di Kabupaten Lamongan merupakan salah satu pangkalan pendaratan ikan terbesar di wilayah Utara Jawa Timur. PPN Brondong sebagai basis utama perikanan laut sangat potensial dengan beragam jenis ikan baik pelagis maupun demersal.Salah satu ikan hasil tangkapan nelayan Brondong adalah ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus), yang merupakan ikan ekonomis penting yang menjadi komoditas ekspor unggulan di Kabupaten Lamongan.Daerah penyebaran ikan kakap merah antara lain di Perairan Bawean, Kep. Karimunjawa, Selat Sunda, perairan sebelah selatan/barat Pulau Kalimantan, Perairan Sulawesi, Kep. Natuna, Kep. Lingga, dan Kep. Riau lainnya (Marzuki dan Djamal 1992). Jenis alat tangkap yang dioperasikan nelayan Brondong untuk menangkap ikan kakap merah adalah rawai dasar, pancing ulur, dogol dan cantrang.Daerah penangkapan nelayan Brondong antara lain Perairan Bawean, Kangean, Matasiri, Masalembu, Masalima, sebelah utara Pulau Madura dan sebelah selatan Pulau Kalimantan.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

KUALITAS  DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “ KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI PENGAWET ALAMI ” .

15 Baca lebih lajut

The utilization and development strategy of demersal fisheries in Sibolga, North Sumatera Province

The utilization and development strategy of demersal fisheries in Sibolga, North Sumatera Province

Ikan kakap merah termasuk kelompok ikan buas (predator) yang bersifat carnivor, aktif mencari makan pada malam hari (nocturnal) dan makanan utamanya adalah ikan-ikan kecil, invertebrata dasar, kepiting, udang dan krustasea. Ikan ini juga memiliki sifat multiple spawner (dapat memijah beberapa kali dalam satu musim pemijahan). Hal ini terlihat pada gonad Lutjanus malabaricus yang bersifat asynchronous yaitu dalam satu gonad terdapat beberapa tingkat kematangan (Andamari et al., 2004). Sesuai dengan hasil penelitian ini, ikan kakap merah yang memiliki sel telur dan sperma berada pada ukuran yang bervariasi. Ikan kakap merah hasil tangkapan bubu dan pancing pada umumnya tidak berada pada kondisi matang gonad. Hal ini dipertegas oleh Jeyaseelan (1998) bahwa kakap merah akan melakukan migrasi menuju mangrove pada saat matang gonad. Hal ini memberikan bukti bahwa ikan kakap merah yang tertangkap oleh bubu dan pancing pada umumnya merupakan ikan dewasa yang sedang mencari makan dan berlindung di sekitar celah karang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN KAKAP MERAH MENGGUNAKAN DAUN KECOMBRANG SEBAGAI PENGAWET ALAMI  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Kakap Merah Menggunakan Daun Kecombrang Sebagai Pengawet Alami.

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN KAKAP MERAH MENGGUNAKAN DAUN KECOMBRANG SEBAGAI PENGAWET ALAMI Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Kakap Merah Menggunakan Daun Kecombrang Sebagai Pengawet Alami.

Pertumbuhan bakteri ikan nila pada kontrol positif (penambahan pengawet buatan natrium benzoat) menempati urutan kedua jumlah populasi terbanyak setelah kontrol negatif (tanpa diberi pengawet), sedangkan pada ikan kakap merah jumlah populasi bakteri terbanyak pada kontrol positif (penambahan pengawet buatan natrium benzoat) dan kontrol negatif (tanpa diberi pengawet) diurutan kedua. Semua perlakuan pada pengawetan ikan nila dan kakap merah menunjukkan angka yang lebih sedikit dibandingkan dengan kontrolnya, karena kandungan senyawa alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan glikosida yang bersifat antibakteri, sehingga dapat diketahui bahwa ekstrak daun kecombrang efektif digunakan sebagai pengawet ikan nila dan kakap merah. Alkaloid dapat mengganggu terbentuknya komponen penyusun peptidoglikan pada bakteri, sehingga dapat menyebabkan kematian sel bakteri karena lapisan dinding tidak terbentuk secara utuh (Robinson,1998). Saponin menurunkan tegangan permukaan dinding sel (Widodo, 2005). Tanin dapat menghambat enzim koagulse, menghambat sintesis dinding sel bakteri dan sintesis protein. Flavonoid berperan dalam mengatur pertumbuhan mikroorganisme melalui jalur asam asetat-melonat yang mensistesis cincin A aromatik dari turunan flavonoid .
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

The utilization and development strategy of demersal fisheries in Sibolga, North Sumatera Province

The utilization and development strategy of demersal fisheries in Sibolga, North Sumatera Province

Kakap putih merupakan kelompok ikan karang yang termasuk dalam keluarga Lutjanidae. Sifat ikan ini cenderung mendiami ekosistem yang relatif berpindah saat terjadi perubahan usia (Jeyaseelan, 1998). Ikan ini akan mendiami ekosistem mangrove saat masih berukuran juvenil dan jika akan memijah, kemudian saat mulai tumbuh dewasa ikan kakap putih akan mulai memasuki perairan yang lebih dalam dan bergerak ke arah padang lamun. Ikan kakap putih memiliki sifat sedentary yaitu menetap dalam waktu yang cukup lama setelah berumur dewasa. Sesuai dengan hasil tangkapan bubu nelayan Sibolga, ikan kakap putih yang masuk pada bubu rata-rata memiliki ukuran bobot di atas 600 gram. Jika nilai bobot ini dikorelasikan dengan nilai length at first maturity kakap putih, ukuran panjang 30 cm telah memberikan bobot sebesar 400 gram. Perbandingan nilai ini telah menunjukkan bahwa ikan kakap putih yang tertangkap oleh bubu telah memiliki ukuran yang layak tangkap.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FORMALIN IDENTIFICATION IN FRESH MARINE FISH USING QUALITATIVE METHOD IN BANDAR LAMPUNG

FORMALIN IDENTIFICATION IN FRESH MARINE FISH USING QUALITATIVE METHOD IN BANDAR LAMPUNG

Ikan kakap merah (Lutjanus p.) mempunyai badan yang memanjang, dapat mencapai panjang 200 cm, umumnya 25-100 cm, gepeng, batang sirip ekor lebar, mulut lebar, sedikit serong dan gigi-gigi halus. Bagian bawah pra-penutup insang berduri-duri kuat. Bagian atas penutup insang terdapat cuping bergerigi. Ikan kakap merah termasuk ikan buas, makanannya ikan-ikan kecil dan crustacea. Terdapat di perairan pantai, muara-muara sungai, teluk-teluk, dan air payau (Dirjen Perikanan 1990). Ikan kakap merah tergolong ikan demersal yang penangkapannya menggunakan pancing, encircling net dengan rumpon, jaring insang, dan trawl (Dirjen Perikanan 1990). Komposisi kandungan gizi ikan kakap merah disajikan pada Tabel 5.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PKLIHDATHOYYIBAH Copy

PKLIHDATHOYYIBAH Copy

Metode wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara penanya atau pewawancara dengan penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara) (Nazir, 2011). Wawancara dilakukan dengan cara tanya jawab mengenai sejarah berdirinya PT. Kelola Mina Laut, struktur organisasi, sarana dan prasarana, tenaga kerja, proses pembekuan, pemasaran produk, permasalahan dalam produksi dan pemasaran produk, proses penerapan penentuan titik kritis (CCP), serta permasalahan yang dihadapi dalam penerapan penentuan titik kritis (CCP) yang dilakukan dalam kegiatan pembekuan ikan kakap merah (Lutjanus sanguineus) di PT. Kelola Mina Laut Gresik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Karakteristik Bakso Ikan dari Campuran Sumiri dari Ikan Layang (Decapterus spp) dan Ikan Merah (Lutjanus sp) pada Penyimpanan Suhu Dingin

Karakteristik Bakso Ikan dari Campuran Sumiri dari Ikan Layang (Decapterus spp) dan Ikan Merah (Lutjanus sp) pada Penyimpanan Suhu Dingin

Produksi ikan layang (Decapterus sp) per tahunnya cukup besar, namun pemanfaatannya belum dilakukan secara optimal. Untuk meningkatkan pemanfaatan dan nilai tambahnya, ikan layang sebenarnya dapat diolah menjadi surimi untuk bahan baku produk fish jelly, seperti bakso ikan yang banyak digemari semua kalangan usia. Permasalahannya adalah ikan layang memiliki karakteristik daging merah yang lebih besar, sehingga akan menghasilkan surimi dengan kemampuan pembentukan gel yang rendah dan warna yang gelap. Oleh karena itu perlu dilakukan teknik pencucian alkali pada proses pengolahannya, serta dilakukan pencampuran surimi ikan layang dengan surimi ikan berdaging putih seperti ikan kakap merah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan pembentukan gel dan warna surimi yang cerah, serta cita rasa yang enak dari bakso ikan yang dihasilkan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BUDIDAYA KAKAP PUTIH DI KARAMBA JARING A

BUDIDAYA KAKAP PUTIH DI KARAMBA JARING A

Ikan yang banyak dikonsumsi karena rasanya lezat jika dibakar, seperti ikan kerapu, ikan kakap putih, harus dibudidayakan terlebih dahulu, karena sulitnya mendapatkan jenis ikan tersebut di alam bebas. Oleh karena itu penulis tertarik untuk menggeluti uasaha pembudidayaan ikan air laut yang susah didapatkan diperairan bebas.

Baca lebih lajut

Seasonal variation in meat and liver histopathology of white snapper (Lates calcarifer) from mercury-polluted Kao Gulf Waters, North Halmahera, Indonesia | Husen | AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT (Jurnal Ilmu dan Manajemen Perairan) 14394 28776 1 SM

Seasonal variation in meat and liver histopathology of white snapper (Lates calcarifer) from mercury-polluted Kao Gulf Waters, North Halmahera, Indonesia | Husen | AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT (Jurnal Ilmu dan Manajemen Perairan) 14394 28776 1 SM

Abstrak: Ikan yang tertangkap di Perairan Teluk Kao telah terkontaminasi dengan merkuri dalam jumlah rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak pencemaran merkuri (Hg) dengan menginformasikan keamanan konsumsi ikan Kakap Putih di perairan Teluk Kao Halmahera Utara. Sampel air diambil mengunakan gayung plastik, sampel sedimen dengan alat grab sampler sedangkan sampel ikan mengunakan alat pacing. Analisis kandungan Hg air, sedimen dan ikan dengan metode AAS (atomic absorption spectrophotometer). Analisis histopatologi daging dan hati ikan dengan alat automated slide stainer dan mikroskop. Hasil menunjukkan bahwa Nilai Hg air sungai Kobok dan Taolas pada musim panas dan musim hujan tidak layak dikonsumsi menurut SNI 7387/2009. Konsentrasi Hg dalam sedimen juga tidak memenuhi Standar Baku Mutu Indonesia menurut Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001. Ikan kakap putih masih diizinkan untuk dikonsumsi. Histopatologi daging dan hati ikan kakap putih pada musim panas dan musim hujan yang mengalami perubahan jaringan sel, seperti mengalami edema, degenerasi hidropis, dan fusi lamellae.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...