Ikan Tuna (Thunnus sp)

Top PDF Ikan Tuna (Thunnus sp):

PENGARUH PROPORSI IKAN TUNA DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KUALITAS KERUPUK IKAN TUNA (Thunnus sp.)

PENGARUH PROPORSI IKAN TUNA DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KUALITAS KERUPUK IKAN TUNA (Thunnus sp.)

Ikan tuna (Thunnus sp.) merupakan jenis ikan dengan kandungan protein yang tinggi. Ikan tuna mengandung protein antara 22,6 - 26,2 g/100 g daging. Potensi gizi ikan tuna sebagaimana dijelaskan di atas memiliki potensi tinggi untuk diolah dalam berbagai produk olahan dan kemasan. Salah satu teknik pengolahan ikan tuna adalah dengan pembuatan kerupuk. Kerupuk umumnya merupakan sumber karbohidrat sehingga diperlukan peningkatan nilai gizi terutama kandungan proteinnya, untuk itu diperlukan bahan tambahan seperti ikan, udang atau susu sebagai alternatifnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Mengetahui pengaruh formulasi ikan tuna dan tepung tapioka terhadap kualitas kerupuk ikan tuna (Thunnus, sp).; (2) Mengetahui formulasi ikan tuna dan tepung tapioka yang tepat yang akan menghasilkan kerupuk ikan tuna dengan kualitas terbaik.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PERHITUNGAN BEBAN PENDINGIN PADA COLD STORAGE UNTUK PENYIMPANAN IKAN TUNA PADA PT.X

PERHITUNGAN BEBAN PENDINGIN PADA COLD STORAGE UNTUK PENYIMPANAN IKAN TUNA PADA PT.X

seperti ikan kakap, ikan pari, ikan bandeng dan berbagai jenis ikan laut yang lain. Jenis panas yang diserap pada cold storage ini merupakan panas laten pembekuan dan panas sensible setelah pembekuan (yaitu panas sensible dari penurunan temperatur -2 °C sampai -12 °C). Sehingga pada perhitungan panas di cold storage ini memerlukan data kalor sepesifik setelah pembekuan dan kalor laten dari ikan itu sendiri. Dan karena nilai kalor spesifik dan laten tersebut berbeda – beda untuk berbagai ikan, maka nilainya diambil dari jenis ikan yang paling sering dan paling banyak disimpan di ruang pendingin, yaitu ikan tuna (ikan manyung). Dari tabel data yang ada di lampiran, didapat nilai – nilai kalor spesifik dan laten dari jenis ikan tuna tersebut adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kelayakan ikan tuna untuk tujuan ekspor pada kegiatan penangkapan menggunakan pancing tonda di Sadeng Yogyakarta

Kelayakan ikan tuna untuk tujuan ekspor pada kegiatan penangkapan menggunakan pancing tonda di Sadeng Yogyakarta

Diagram Pareto pada Gambar 18, mengindikasikan bahwa tipe cacat dominan tidak ada, melainkan menyebar secara merata dalam contoh di atas kemungkinan terjadi karena rantai dingin yang dilakukan dalam penanganan ikan tuna masih sangat kurang. Menurut Ishikawa (1989), Faktor yang dominan ialah faktor-faktor yang secara bersama-sama menguasai sekitar 70% smapai 80% dari nilai akumulasi tetapi biasanya hanya terdiri dari sedikit faktor (critical). Dari hasil tabel didapatkan nilai tertinggi yaitu insang berlendir dengan nilai jumlah cacat 9 ekor dengan persentase kumulatif 33,33%, lalu mata merah dengan jumlah cacat 6 ekor dengan persentase kumulatif 55,55%, lalu kornea agak keruh dengan jumlah cacat 5 ekor dengan persentase kumulatif 74,07%, lalu Warna insang merah cokelat dengan jumlah cacat 4 ekor dengan persentase kumulatif 88,89%, lalu daging perut agak lembek dengan jumlah cacat 3 ekor dengan persentase kumulatif 100%.
Baca lebih lanjut

221 Baca lebih lajut

Keragaman Spesies Ikan Tuna di Pasar Ikan Kedonganan Bali dengan Analisis sekuen Kontrol Daerah Mitokondria DNA.

Keragaman Spesies Ikan Tuna di Pasar Ikan Kedonganan Bali dengan Analisis sekuen Kontrol Daerah Mitokondria DNA.

421 dilakukan di beberapa situs Pulau Bali karena penelitian tentang K. pelamis masih belum banyak dilakukan (Ely et al., 2005). Penelitian lebih lanjut mungkin dapat menentukan jumlah clade yang dimiliki oleh K. pelamis di Pulau Bali. Identifikasi ikan tuna berdasarkan perbedaan morfologi sangat sulit dilakukan, terutama pada young of the year (YOY) tuna. Begitu juga yang terjadi pada ikan tuna mata besar (T. obesus) dan ikan tuna sirip kuning (T. albacares). Hal tersebut sejalan dengan laporan Ivane et al., (2012) yang melakukan identifikasi secara morfometri dan identifikasi molekuler terhadap T. albacares dan T. obesus. Pada penelitian tersebut, metode secara morfometri menunjukkan kesalahan identifikasi pada 25% sampel. Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa kesalahan identifikasi morfometri dapat tetap muncul walaupun pada sampel yang menunjukkan ciri- ciri morfologi yang sangat jelas sekalipun.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penelusuran Keaslian Ikan Tuna (Thunnus Sp) Dan Produk Olahannya Melalui Teknik Molekuler Dna Barcoding

Penelusuran Keaslian Ikan Tuna (Thunnus Sp) Dan Produk Olahannya Melalui Teknik Molekuler Dna Barcoding

Kasus mislabeling atau ketidaksesuaian dengan label pada produk perikanan telah banyak dilaporkan di beberapa negara, namun di Indonesia belum banyak dilaporkan. Pengujian keaslian ikan atau autentikasi diperlukan untuk meyakinkan konsumen tentang keakuratan pelabelan. DNA barcoding merupakan urutan pendek DNA dari wilayah standar pada genom yang digunakan untuk identifikasi spesies. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keaslian ikan tuna dan olahannya melalui teknik molekuler DNA barcoding menggunakan DNA mitokondria cyt b dan COI (cytochrome c oxidase subunit I) sehingga dapat digunakan untuk mencegah adanya pemalsuan/ketidaksesuaian label dan economic fraud.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Manfaat Ikan Tuna untuk Kesehatan

Manfaat Ikan Tuna untuk Kesehatan

Ikan Tuna yang hidup di laut dalam ini merupakan sumber nutrisi bagi tubuh. Daging ikan Tuna , kaya akan protein dan nutrisi penting lain seperti mineral selenium, magnesium, dan potasium, vitamin B complex dan omega-3. Berikut ini sejumlah manfaat ikan tuna bagi kesehatan :

2 Baca lebih lajut

TAP.COM -   ANALISIS PERMINTAAN EKSPOR IKAN TUNA SEGAR INDONESIA DI PASAR ...

TAP.COM - ANALISIS PERMINTAAN EKSPOR IKAN TUNA SEGAR INDONESIA DI PASAR ...

Ikan tuna sebagai komoditas ekspor perikanan kedua telah menyumbangkan devisa pada tahun 2006 sebesar US$ 250.567 juta atau naik sebesar 17,95 persen dari ekspor ikan tuna pada tahun 2002 yang mencapai US$ 212.426 juta. Ekspor ikan tuna Indonesia selama 25 tahun terakhir ini memiliki pertumbuhan rata-rata yang positif dengan laju pertumbuhan rata rata volume sebesar 6.03persen dan 11.79 persen untuk laju pertumbuhan nilainya. Pasar ikan tuna terbesar di dunia saat ini adalah Jepang, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Ekspor ikan tuna ke Jepang sebesar 27 persen, dan ke Amerika Serikat 17 persen sedangkan ke Uni Eropa juga cukup besar volume dan nilainya yaitu sebesar 12 persen (FAO,2006). Di kawasan ASEAN, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara produsen ikan tuna setelah Thailand. Hal ini disebabkan perbedaan tingkat eksploitasi baik dari segi jumlah maupun teknologi penggunaan alat tangkap. Mengingat bahwa perairan Indonesia masih luas maka peluang untuk meningkatkan produksi masih besar dan itu berarti juga peluang untuk meningkatkan ekspor sebagai penambah devisa negara juga besar.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

Analisis mikrobiologis abon ikan tuna dan kecap

Analisis mikrobiologis abon ikan tuna dan kecap

Dengan hasil uji Angka Lempeng Total pada sampel abon ikan tuna yang tidak memenuhi syarat maka dari pihak Balai Besar POM akan menindak lanjuti hasil pengujian kepada pihak produsen y[r]

93 Baca lebih lajut

Pembuatan dan Analisis Karakteristik Gelatin Dari Tulang Ikan Tuna (Thunnus Albacares)

Pembuatan dan Analisis Karakteristik Gelatin Dari Tulang Ikan Tuna (Thunnus Albacares)

Hasil penelitian kadar abu gelatin tulang ikan tuna adalah 1,02%, kandungan abu tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan gelatin komersial yang bernilai 1,66% dan lebih rendah jika dibandingkan kadar abu gelatin standar laboratorium yang sebesar 0,52%. Tingginya kandungan mineral yang dimiliki gelatin komersial dibandingkan gelatin tulang ikan tuna dan gelatin standar laboratorium disebabkan karena gelatin komersial bahan bakunya dari tulang sapi, dimana kandungan mineral pada tulang sapi lebih besar daripada tulang ikan. Tingginya kadar abu pada gelatin tulang ikan tuna bila dibandingkan dengan gelatin standar laboratorium diduga akibat kurang maksimalnya proses demineralisasi, sehingga masih banyak mineral yang belum terdemineralisasi dan juga dapat dikarenakan serbuk ossein masih banyak yang terbawa pada saat penyaringan. Menurut Ward dan Courts (1977) kadar abu dalam gelatin diindikasikan merupakan kalsium. Tingginya kalsium mengakibatkan warna gelatin dalam larutan menjadi keruh.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

BAHAN DAN METODE Pemeliharaan Induk Ikan Tuna

BAHAN DAN METODE Pemeliharaan Induk Ikan Tuna

Info rmasi yang t ersedia menyat akan bahwa ikan t u n a sirip ku n in g b e t ina m e m ijah u n t u k p e rt am a kalin ya pada um ur 1,6 -2 ,0 t ah un (Mergulies et al ., 2007 ). Pene lit ian lain m enggunakan panjang cagak sebagai st andar dan dipero leh info rmasi bahwa ikan t u na bet ina me mijah unt u k p ert ama kalin ya pada ukuran panjang cagak 52,5-56,7 cm di perairan Filipina, yan g b e rbe d a d en gan di Sam u de ra Pasifik Te n gah bagian kh at ulist iwa p ada panjang cagak 70-80 cm, bahkan di Samudera Hindia umumnya pada panjang cagak d i at as 9 0 cm (Sum ad h ih arga, 2 00 9 ). Hasil penelit ian Ashida & Ho rie (2015) menemukan bahwa s u h u p e r a ir a n m e r u p a k a n fa k t o r ya n g s a n g a t berpengaruh terhadap pemijahan ikan t una. Ikan t una sirip kuning T. albacares d i Panama m ulai m em ijah k e t ika su h u a ir m e n ca p ai se k it a r 2 3 ,3 °C-2 9 ,7 °C (Me r g u lie s et al ., 2 0 0 7 ). Se b a lik n ya , d i d a e r a h khat ulist iwa dengan po sisi lint ang 10°LU-15°LU dan bujur 120°BT-180°BT di Samudera Pasifik, ikan t una sirip kuning dapat memijah sepanjang t ahun dengan puncak pemijahan pada bulan Juli-No vember. Induk ikan tuna sirip kuning dengan ukuran bo bo t lebih dari 9 kg at au panjang cagak lebih dari 82,2 cm; dengan p erkiraan um ur se kit ar d ua t ahu n yan g dip elih ara dalam bak t erko nt ro l dapat memijah sepanjang t ahun (Hut apea et al ., 2010).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TULANG IKAN TUNA.

PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TULANG IKAN TUNA.

Penelitian ini bertujuan untuk mencari suhu dan waktu aktivasi serta mencari konsentrasi bahan pengaktif (calsium khlorida) dalam pembuatan arang aktif dari tulang ikan Tuna, sehingga didapat kondisi optimum dari daya serap arang aktifnya.

4 Baca lebih lajut

PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TULANG IKAN TUNA.

PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TULANG IKAN TUNA.

Penelitian ini bertujuan untuk mencari suhu dan waktu aktivasi serta mencari konsentrasi bahan pengaktif (calsium khlorida) dalam pembuatan arang aktif dari tulang ikan Tuna, sehingga didapat kondisi optimum dari daya serap arang aktifnya.

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengkayaan Rotifera (Brachionus rotundiformis) dengan Protein Selco atau Telur Ikan Tuna terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Larva Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus Forskal)

Pengaruh Pengkayaan Rotifera (Brachionus rotundiformis) dengan Protein Selco atau Telur Ikan Tuna terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Larva Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus Forskal)

Percobaan ini dari 3 perlakuan dengan 2 yaitu perlakuan A adalah larva yang diberi makan yang diperkaya dengan bahan pengaya protein Selco, perlakuan B adalah larva yang diberi makanan yang telah diperkaya dengan bahan pengaya telur ikan tuna dan perlakuan C adalah larva yang diberi makanan yang tidak diperkaya. diberikan kepada rotifera, bahan pengaya harus dimixer dengan 500 ml air tawar selama 5

60 Baca lebih lajut

MINER UNTUK KLASIFIKASI IKAN TUNA

MINER UNTUK KLASIFIKASI IKAN TUNA

Akhir-akhir ini sektor perikanan Indonesia sedang sangat digalakkan. Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan negara maritim dengan sumber daya bahari yang sangat besar, ditunjukkan dengan banyaknya hewan laut yang ada di perairan Indonesia. Salah satu sumber daya laut yang banyak dikonsumsi dan diperdagangkan adalah ikan, khususnya ikan tuna. Dari data yang dihimpun PT. Aneka Tuna Indonesia pada tahun 2013, mereka mengolah 6 jenis ikan tuna. Jenis tersebut adalah tuna jenis skipjack, yellowfin, bigeye, blackfin, tonggol dan albacore yang masin-masing memiliki penanganan yang berbeda. Selain penanganan, tentu saja harga masing-masing jenis juga berbeda sehingga dibutuhkan proses klasifikasi ikan tuna tersebut. Saat ini proses masih dilakukan secara manual yang melibatkan pegawai dengan jumlah yang besar. Pengklasifikasian oleh manusia rentan terhadap human error yang disebabkan kesehatan pegawai ataupun kondisi manusia yang kadang tidak stabil.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

INFEKSI PARASIT ANISAKIS PADA IKAN TUNA DAN CAKALANG DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR Anisakis Parasitic Infection of Yellowfin Tuna and Skipjack in Makassar Strait

INFEKSI PARASIT ANISAKIS PADA IKAN TUNA DAN CAKALANG DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR Anisakis Parasitic Infection of Yellowfin Tuna and Skipjack in Makassar Strait

tangkap terutama ikan tuna dan cakalang memerlukan informasi mengenai food safety (keamanan pangan) ikan-ikan tersebut, dengan tujuan agar ikan-ikan tersebut aman untuk dikonsumsi dengan berbagai metode pengolahan. Orientasi ekspor juga menjadi pertimbangan penting karena dengan perkembangan teknologi dan informasi mengenai penyakit manusia maka perhatian konsumen internasional terhadap higienitas bahan pangan menjadi sangat penting. Dengan demikian, kualitas ikan yang akan diekspor akan mengalami peningkatan dan akan diiringi dengan harga jual yang meningkat pula di pasar mancanegara.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Deskripsi Rantai Pasok Ikan Tuna (Studi Kasus PT Awindo International di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta)

Deskripsi Rantai Pasok Ikan Tuna (Studi Kasus PT Awindo International di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta)

Struktur rantai pasok ikan tuna menjabarkan beberapa anggota rantai pasok beserta peranannya dalam rantai pasok ikan tuna. Secara umum, pelaku utama rantai pasok ikan tuna di PT AWIndo International terdiri dari nelayan pemilik kapal, pengusaha transit sheed, PT AWIndo International, Trio Eagle Logistik, agen luar negeri, supermarket luar negeri, dan konsumen akhir. PT AWIndo International memasok ikan tuna dari nelayan pemilik kapal. Nelayan melakukan bongkar ikan tuna di transit sheed. PT AWIndo International membeli ikan tuna kepada nelayan di transit sheed. Transit sheed adalah tempat bongkar untuk ikan tuna yang didaratkan di PPS Nizam Zachman Jakarta. Setelah memasok ikan tuna, PT AWIndo mengolah ikan tuna menjadi produk setengah jadi. Kemudian PT AWIndo menjual produknya kepada buyer atau agen luar negeri. PT AWIndo bekerjasama dengan perusahaan Trio Eagle Logistik untuk mendistribusikan produknya kepada buyer atau agen luar negeri. Agen luar negeri ini ada yang mengolah kembali produk yang telah dibeli dari PT AWIndo International dan ada yang langsung dijual ke supermarket. Setelah produk masuk ke supermarket, konsumen bisa membeli produk dan mengkonsumsinya. Adapun gambaran rantai pasok ikan tuna yang terjadi di PT AWIndo dapat dilihat pada Gambar 3.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Ikan tuna yang digunakan sebagai bahan b

Ikan tuna yang digunakan sebagai bahan b

Selama ini yang direkomendasikan sebagai sumber kalsium terbaik adalah susu. Tetapi harga susu bagi sebagian masyarakat masih terhitung mahal, oleh karena itu perlu dicari alternatif sumber kalsium yang lebih murah, mudah didapat dan tentu saja mudah diabsorbsi. Kalsium yang berasal dari hewan seperti limbah tulang ikan sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Tulang ikan merupakan salah satu bentuk limbah dari industri pengolahan ikan yang memiliki kandungan kalsium terbanyak diantara bagian tubuh ikan, karena unsur utama dari tulang ikan adalah kalsium, fosfor dan karbonat. Ikan tuna merupakan komoditas perikanan Indonesia yang banyak menghasilkan devisa (terbesar kedua setelah udang) (Trilaksani, W., et al, 2006).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Evaluasi kegiatan perikanan pancing tonda di Pacitan terhadap kelestarian sumberdaya ikan tuna

Evaluasi kegiatan perikanan pancing tonda di Pacitan terhadap kelestarian sumberdaya ikan tuna

Pengoperasian pancing tonda dengan panjang tali utama sebesar 22,5 meter dilakukan di lapisan permukaan perairan. Pancing tonda tidak mampu menjangkau lapisan perairan yang lebih dalam. Hasil tangkapan yang didapatkan lebih banyak ikan tuna yang berukuran kecil, dan dominan tertangkap adalah jenis yellowfin tuna (Thunnus albacares). Menurut Collette (1994) ikan jenis yellowfin biasanya membentuk schooling (gerombolan) di bawah permukaan air pada kedalaman kurang dari 100 meter, sedangkan jenis bigeye tuna menyebar hingga kedalaman 200 meter. Oleh karena itu, dilihat dari aspek biologinya, pancing tonda merupakan alat tangkap yang kurang berwawasan lingkungan.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

KOMPOSISI DAGING IKAN TUNA

KOMPOSISI DAGING IKAN TUNA

kandungan yang terdapat dalam daging ikan tuna dan apa saja khasiat yang ada didalam daging yang paling banyak dikonsumsi oleh semua warga negara Jepang walaupun harganya selangit, berikut adalah kandungan dan khasiat dari daging ikan tuna:Protein Kandungan protein ikan sangat tinggi dibandingkan dengan protein hewan lainnya, dengan asam amino esesnsial sempurna, karena hampir semua asam amino esensial terdapat pada daging ikan (Pigott dan Tucker, 1990 ). Berdasarkan lokasi terdapatnya dalam daging, yaitu protein sarkoplasma, miofibrillar dan protein pengikat (stroma), protein pembentuk atau pembentuk enzim, koenzim dan hormon (Hadiwiyoto, 1993).Pigott dan Tucker (1990) membagi protein ikan menjadi 3 kelompok yaitu : 1), kelompok yang terdiri dari tropomiosin, aktin, miosin dan aktomiosin yang terdapat kira-kira 65 % dari total protein dan larut dalam natrium klorida netral dengan kekuatan ion lebih tinggi dari (0,50), 2) terdiri dari globin, miosin dan mioglobin yang terkandung sekitar 25 sampai 30 persen dari total protein yang diekstrak dengan larutan netral dengan kekuatan ion lebih rendah (0,15) 3), meliputi stroma protein yang terdapat kira-kira 3 persen dari protein ikan.Kelompok protein ini tidak dapat larut dalam larutan garam netral, asam encer atau alkali. Suzuki (1981) menyatakan protein miofibrilar bersifat sedikit larut dalam air pada pH netral tetapi larut dalam larutan garam kuat. Protein miofibrilar adalah protein yang membentuk miofibril yang terdiri dari protein structural (aktin, miosin dan aktomiosin) dan protein regulasi (troponin, tropomiosin dan aktinin). Protein miofibrilar merupakan bagian terbesar dari protein ikan, yaitu sekitar 66 ? 77 % dari total protein ikan.Pada proses pengolahan daging protein miofibrilar memegang peranan penting dalam struktur yang menentukan karakteristik produk yang diinginkan adalah miosin, Miosin adalah merupakan protein berserabut besar dengan berat molekul 500.000 dan terdapat sekitar 43 % dari total miofibrilar dalam jaringan otot Suzuki (1981) menyatakan bahwa aktivitas ATP-ase miosin dipengaruhi oleh ion K+, Mg 2+ dan Ca 2+.Kolagen adalah salah satu protein stroma (jaringan pengikat) yang tersusundari asam-asam amino penyusun protein kecuali triptofan, sistin dan sistein (Hadiwiyoto, 1993). Pigott dan Tucker (1990) menyatakan bahwa merupakan serabut protein yang sangat penting dalam tekstur daging yang tersusun dari asam amino glisin (30%), proline dan hydroproline (25%). McCormick yang diacu Kinsman et al (1994) menyatakan bahwa kolagen adalah 2 ? 6 % berat kering otot, tergantung jenis otot dan umur. LemakSuzuki (1991) menyatakan bahwa kandungan lemak ikan
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH LAMA PENGUKUSAN NUGGET TERHADAP KUALITAS NUGGET IKAN TUNA (Thunnus albacares)

PENGARUH LAMA PENGUKUSAN NUGGET TERHADAP KUALITAS NUGGET IKAN TUNA (Thunnus albacares)

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah penelitian eksperimen semu dengan perlakuan lama pengukusan pada nugget ikan tuna. Rancangan penelitian digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) sederhana dimana hanya ada 1 faktor perlakuan yaitu lama pengukusan dengan waktu lama pengukusan 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menitdan 50 menit dengan lima kali ulangan. Parameter penelitian ini adalah kadar air, kadar lemak, kadar protein, tekstur, uji organoleptik. Teknik analisa data dengan menggunakan anava 1 faktor dan

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...