ikatan rangkap tiga

Top PDF ikatan rangkap tiga:

Bagaimana Pengaruh ikatan tunggal dan ikatan rangkap terhadap tingkat keasaman suatu molekul

Bagaimana Pengaruh ikatan tunggal dan ikatan rangkap terhadap tingkat keasaman suatu molekul

Apabila kita perhatikan ketiga struktur molekul di atas beserta harga Ka nya masing-masing, secara berurutan molekul yang memiliki ikatan tunggal, ikatan rangkap dua, dan rangkap tiga memiliki harga Ka yang semakin besar. Artinya derajat keasamannya semakin naik atau semakin asam. Jadi, molekul dengan ikatan rangkap tiga lebih asam dibandingkan ikatan rangkap dua, dan ikatan rangkap dua lebih asam dibandingkan ikatan tunggal.

3 Baca lebih lajut

A. Kekhasan Atom Karbon - SENYAWA HIDROKARBO1

A. Kekhasan Atom Karbon - SENYAWA HIDROKARBO1

Alkuna sebagai hidrokakbon tak jenuh, memiliki sifat menyerupai alkena tetapi lebih reaktif. Reaktiftas alkuna disebabkan karena terbongkarnya ikatan rangkap tiga dan membentuk senyawa baru. Atas dasar ini maka reaksi alkuna umumnya reaksi adisi. Contoh reaksi adisi alkuna dengan gas halogen, seperti gas bromine (Br 2 ), klorine (Cl 2 ) dan iodine (I 2 ).

15 Baca lebih lajut

MAKALAH KIMIA ORGANIK FIX

MAKALAH KIMIA ORGANIK FIX

Alkuna mempunyai kepolaran rendah, tidak larut dalam air, larut baik dalam pelarut organik seperti eter, benzen, karbontetrakhlorida, titik didih naik sesuai dengan jumlah atom karbon. Reaktiftas alkuna disebabkan karena terbongkarnya ikatan rangkap tiga dan membentuk senyawa baru. Atas dasar ini maka reaksi alkuna umumnya reaksi adisi. Contoh reaksi adisi alkuna dengan gas halogen, seperti gas bromine (Br2), klorine (Cl2) dan iodine (I2). Ikatan rangkap tiga terlepas dan senyawa halogen masuk pada kedua atom karbon. Reaksi terus berlangsung sehingga seluruh ikatan rangkapnya terlepas, dan membentuk senyawa haloalkana.. Sifat fisis alkuna, yakni titik didih mirip dengan alkana dan alkena. Semakin tinggi suku alkena, titik didih semakin besar.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

bab 6 benzena dan turunannya

bab 6 benzena dan turunannya

Untuk pertama kalinya benzena diisolasi pada tahun 1825 oleh Michael Faraday dari residu berminyak yang tertimbun dalam pipa induk gas di London. Kemudian pada tahun 1834 ditetapkan rumus molekul benzena adalah C 6 H 6 . Struktur yang mula-mula diusulkan pada tahun 1865 tidak mengandung ikatan rangkap karena benzena tidak mudah mengalami reaksi adisi seperti pada alkena. Struktur yang demikian ini tidak sesuai dengan tetravalensi karbon.

18 Baca lebih lajut

STUDI KINETIKA REAKSI EPOKSIDASI MINYAK SAWIT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

STUDI KINETIKA REAKSI EPOKSIDASI MINYAK SAWIT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Berbeda untuk variabel waktu 4 jam, dimana epoksida yang terbentuk cenderung mengalami penurunan sedangkan pada suhu 50 o C, semakin lama waktu reaksi, persentase epoksida yang terbentuk cenderung semakin besar, namun setelah 2 jam reaksi peningkatan bilangan epoksida tidak terlalu signifikan atau cenderung konstan. Hal ini dapat disebabkan karena penelitian ini dilakukan dengan proses batch-paralel, yang artinya bahan baku yang digunakan untuk masing-masing variabel merupakan bahan baku baru sehingga ada kemungkinan bahwa jumlah ikatan rangkap di tiap bahan baku berbeda. Perbedaan jumlah ikatan rangkap ini disebabkan oleh ikatan rangkap di dalam minyak jumlahnya bervariasi (terdapat di dalam range tertentu).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Bab 2. Biosintesis Senyawa Fenolik - Sayuran Indigenous Indonesia

Bab 2. Biosintesis Senyawa Fenolik - Sayuran Indigenous Indonesia

Flavonoid  dan  stilben  memiliki  jalur  yang  sedikit  berbeda  dari  senyawa  fenolik  lainnya.  Jika  senyawa  fenolik  lain  hanya  diawali  dari  jalur  shikimate,  maka  pada  biosintesis  flavonoid  dan  stilben melibatkan juga produk  dari  jalur  asam  malonat  (Gambar  2.1).  Flavonoid  (Gambar  1.7)  memiliki  dua  cincin  benzen  yang  dihubungkan  oleh  tiga  buah  atom  karbon  (C6‐C3‐C6).  Cincin  benzen B dan jembatan C3 pada flavonoid berasal dari p‐koumaril‐ CoA yang  merupakan  produk turunan dari  asam 3‐dehidrosikimat  dari jalur shikimate (Gambar 2.1). Produk dari jalur malonat, yaitu  malonil‐CoA,  digunakan  sebagai  cincin  A  pada  flavonoid.  Seperti  halnya flavonoid, stilben juga merupakan produk hasil kondensasi  p‐koumaril‐CoA dan malonil‐CoA (Cronizer  et   al.  2006).  
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Bahan presentasi

Bahan presentasi

Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi.

5 Baca lebih lajut

Penentuan Bilangan Iodine Dari Mentega Putih Merk Flagship Produksi PT.SMART Tbk.Belawan

Penentuan Bilangan Iodine Dari Mentega Putih Merk Flagship Produksi PT.SMART Tbk.Belawan

Bilangan iodin adalah indeks dari bilangan yang memiliki ikatan rangkap dalam lemak.Secara terminalogi bilangan iodin secara langsung mengukur derajat ketidakjenuhan dari lemak atau minyak.Bilangan iodin (IV) adalah banyaknya gram iodin yang akan direaksikan dengan 100 gram lemak atau minyak pada kondisi spesifik.Dan mempunyai rumus Sebagai berikut:

13 Baca lebih lajut

STUDI KINETIKA REAKSI EPOKSIDASI MINYAK SAWIT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

STUDI KINETIKA REAKSI EPOKSIDASI MINYAK SAWIT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Sebelum menjalankan penelitian, dilakukan analisa bilangan iod pada bahan baku minyak. Penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan 100 ml minyak, 50 ml asam format, dan 250 ml benzene di dalam labu leher tiga. 100 ml hidrogen peroksida ditambahkan tetes demi tetes ke dalam labu setelah kondisi operasi tercapai. Pengadukan menggunakan magnetic stirrer dilakukan saat penambahan hidrogen peroksida. Reaksi epoksidasi ini merupakan reaksi eksotermis dan diinginkan kondisi isoternal sehingga selama waktu reaksi, suhu operasi terus dipertahankan dengan menambah air pemanas maupun air pendingin. Setelah waktu reaksi tercapai, hasil reaksi yang terdiri dari dua lapisan (minyak dan solvent) dipisahkan. Minyak hasil pemisahan ini kemudian didistilasi untuk mengambil solvent yang terlarut dalam minyak. Kemudian dilakukan pengecekan pH terhadap minyak hasil distilasi. Minyak tersebut selanjutnya dicuci menggunakan aquadest panas sebanyak dua kali pada tiap sampel selama 15 menit untuk menghilangkan sisa asam. Minyak dan aquadest pencuci dipisahkan dengan corong pemisah lalu minyak tersebut dianalisa kadar epoksidanya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Prosiding IPB A (29)

Prosiding IPB A (29)

Besarnya aktivitas antioksidan suatu senyawa juga dipengaruhi oleh sruktur dari senyawa uji, dan metode yang tepat digunakan untuk senyawa uji. Struktur senyawa uji berkaitan dengan adanya gugus- gugus yang bersifat antioksidan. Aktivitas antioksidan yang tinggi diperoleh pada senyawa yang mengandung difenol orto seperti pada (-)- epikatekin, asam kafeat , epigalokatekingalat an lain- lain. Adanya gugus OH fenolik yang dapat secara cepat terabstraksi oleh radikal bebas menyebabkan senyawa-senyawa fenolik berpotensi sebagai antioksidan [9]. Selain itu aktivitas antioksidan juga dipengaruhi oleh ikatan rangkap dan gugus karbonil dari cincin heterosiklik dari struktur inti yang yang dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dengan menstabilkan radikal fenolik melalui konyugasi dan delokalisasi electron [10] Rendahnya nilai IC 50 dari
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

soal dan pembahasan osn kimia tingkat kabupaten 2009

soal dan pembahasan osn kimia tingkat kabupaten 2009

Garam rangkap adalah garam yang dalam kissi kristalnya mengandung dua kation yang berbeda dengan proporsi tertentu. Garam rangkap biasanya lebih mudah membentuk kristal besar dibandingkan dengan garam garam tunggal penyusunnya. Contoh kristal garam rangkap adalah garam Mohr, ammonum besi(II) sulfat,

13 Baca lebih lajut

Ikatan Kovalen Kelas X

Ikatan Kovalen Kelas X

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi antara unsur non logam dengan unsur nonlogam yang lain dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron. Adakalanya dua atom dapat menggunakan lebih dari satu pasang elektron. Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas (PEB). Apabila yang digunakan bersama dua pasang atau tiga pasang maka akan terbentuk ikatan kovalen rangkap dua atau rangkap tiga. Jumlah elektron valensi yang digunakan untuk berikatan tergantung pada kebutuhan tiap atom untuk mencapai konfigurasi elektron seperti gas mulia (kaidah duplet atau oktet).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

MAKALAH KIMIA ORGANIK (1)

MAKALAH KIMIA ORGANIK (1)

atom dengan kerangka atom karbon (C). Atom Karbon memiliki massa 12 dengan nomor atom 12. Konfigurasi elektronnya adalah 1s2, 2s2, 3p2, dan mengalami hibridisasi dimana 1 elektron dari orbital 2s berpindah ke orbital 2pz, sehingga memiliki konfigurasi stabil 1s2, 2s1, 2p3, dengan membentuk orbital hybrid sp3. Sehingga atom karbon memiliki kesempatan untuk membentuk empat ikatan dengan atom lainnya, kestabilan struktur ini ditunjukan dengan sudut yang sama 109,5

21 Baca lebih lajut

Isolasi dan Identifikasi Senyawa Steroid Triterpenoid Dari Landak Laut Diadema setosum

Isolasi dan Identifikasi Senyawa Steroid Triterpenoid Dari Landak Laut Diadema setosum

Sinar ultraviolet mempunyai panjang gelombang antara 200-400 nm. Serapan cahaya oleh molekul dalam daerah spektrum ultraviolet tergantung pada struktur elektronik dari molekul yang bersangkutan (Sastrohamidjojo, 1985). Sistem ikatan rangkap yang diperpanjang dikenal sebagai kromofor. Kromofor paling umum ditemukan di dalam molekul obat adalah cincin benzena, jika terdapat lebih banyak ikatan rangkap pada struktur dalam konjugasi (yaitu dua ikatan rangkap atau lebih dalam suatu seri yang dipisahkan oleh ikatan tunggal), serapan terjadi pada panjang gelombang yang lebih panjang dan dengan intensitas yang lebih besar (Watson, 2010).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Isolasi dan Identifikasi Senyawa Steroid Triterpenoid dari Tinta Sotong (Sepia recurvirostra)

Isolasi dan Identifikasi Senyawa Steroid Triterpenoid dari Tinta Sotong (Sepia recurvirostra)

Saponin berasal dari bahasa latin yaitu sapo (sabun). Saponin banyak dijumpai pada tumbuhan tingkat tinggi tetapi lebih banyak lagi dijumpai pada hewan bawah laut terutama pada filum echinodermata, kelas holothuruidea dan asteroidea. Aglikon pada saponin disebut genin atau sapogenin. Saponin terbagi menjadi tiga kelas tergantung dari jenis aglikonnya yaitu triterpen glikosida, steroid glikosida dan steroid alkaloid glikosida (Hostettmann dan martson, 2005). Saponin merupakan senyawa berasa pahit, menusuk, menyebabkan bersin dan mengakibatkan iritasi terhadap selaput lendir. Saponin adalah senyawa aktif permukaan yang kuat dan menimbulkan busa jika dikocok dalam air dan pada konsentrasi yang rendah sering menyebabkan hemolisis sel darah merah. Beberapa saponin bekerja sebagai antimikroba (Robinson, 1995).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

saol dan pembahasan osn kimia tingkat kabupaten tahun 2007

saol dan pembahasan osn kimia tingkat kabupaten tahun 2007

Garam rangkap adalah garam yang dalam kisi kristalnya mengandung dua kation yang berbeda dengan proporsi tertentu. Garam rangkap biasanya lebih mudah membentuk kristal besar dibandingkan dengan garam garam tunggal penyusunnya. Contoh kristal garam rangkap adalah garam Mohr, ammonum besi(II) sulfat,

14 Baca lebih lajut

Modul Ikatan Kimia & Geo.Molekul

Modul Ikatan Kimia & Geo.Molekul

Macam-macam ikatan kimia yang dibentuk oleh atom tergantung dari struktur elektron atom. Misalnya, energi ionisasi dan afinitas elektron mengendalikan sukar atau mudahnya suatu atom menerima atau melepaskan elektron. Sifat ini tergantung pada struktur elektron dan letak unsur itu dalam tabel periodik unsur.

19 Baca lebih lajut

modul 3 polisiklis

modul 3 polisiklis

Posisi 9 dan 10 dalam fenantrena juga cukup mudah mengalami reaksi adisi. Fenantrena mempunyai lima bentuk Kekule, dan empat di antaranya mempunyai ikatan rangkap di antara posisi 9 dan 10. Hal ini menunjukkan posisi 9-10 lebih mempunyai karakter ikatan rangkap. Bila pada posisi 9 dan 10 terjadi reaksi adisi, maka pada produk adisinya masih mempunyai empat bentuk Kekule. Tentu saja perubahan jumlah bentuk Kekule antara sebelum dan sesudah reaksi relatif kecil, menunjukkan tingkat kestabilan akibat terjadinya reaksi tidak jauh berbeda sehingga reaksi dapat berlangsung dengan cukup mudah. Hal tersebut dibuktikan pada reaksi brominasi yang berlangsung pada posisi 9,10 menghasilkan 9,10-dibromofenantrena (Gambar). Reaksi ini analogi dengan adisi bromin pada suatu alkena sederhana, menunjukkan karakter ikatan rangkap yang kuat pada posisi 9, 10.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Rangkuman Materi Hidrokarbon Minyak Bumi

Rangkuman Materi Hidrokarbon Minyak Bumi

Nah, ternyata selain melalui percobaan, ΔH reaksi dapat ditentukan berdasarkan data entalpi yang telah ada. Data inilah yang disebut sebagai data sekunder. Data entalpi tersebut telah disepakati oleh para ahli kimia, sehingga kita tinggal menggunakannya saja. Dengan demikian, dari persamaan reaksi yang diketahui kita dapat menghitung berapa kalor reaksi atau ΔH reaksi yang dibutuhkan oleh suatu reaksi kimia. Ada tiga metode pengukuran ΔH menggunakan data sekunder, yakni:

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...