Ilmu kedokteran gigi

Top PDF Ilmu kedokteran gigi:

Hubungan Pengan Karies dan PUFA dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Anak Usia 12-14 Tahun di Kecamatan Medan Polonia dan Medan Johor

Hubungan Pengan Karies dan PUFA dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Anak Usia 12-14 Tahun di Kecamatan Medan Polonia dan Medan Johor

2. Yati Roesnawi, drg., selaku Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Utara dan dosen pembimbing, yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, panduan, saran, dan bantuan serta motivasi kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

12 Baca lebih lajut

Perbedaan Dampak Maloklusi Anterior Terhadap Status Psikososial Menggunakan Indeks PIDAQ pada Siswa SMA Global Prima Nasional Plus dan SMA Pangeran Antasari

Perbedaan Dampak Maloklusi Anterior Terhadap Status Psikososial Menggunakan Indeks PIDAQ pada Siswa SMA Global Prima Nasional Plus dan SMA Pangeran Antasari

Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada sahabat-sahabat tersayang, terutama Angelia Stefani, Fellicia Lestari, Jessica, Melissa, Herbert Oeinata, Bang Willy Tanjaya, Bang Ricky Winardo serta teman-teman seperjuangan di Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan/ Kesehatan Gigi Masyarakat FKG-USU yang telah membantu saya dan memberi motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

14 Baca lebih lajut

Perbedaan Rerata Karies Gigi Spesifik Antara Tukang Becak Dan Supir Angkot Dihubungkan Dengan Kebiasaan Merokok

Perbedaan Rerata Karies Gigi Spesifik Antara Tukang Becak Dan Supir Angkot Dihubungkan Dengan Kebiasaan Merokok

2. Prof. Sondang Pintauli, drg., Ph.D, Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan/Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara dan selaku dosen pembimbing atas keluangan waktu, saran, dukungan, bantuan, motivasi dan bimbingan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

12 Baca lebih lajut

KEBUTUHAN PERAWATAN RESTORASI GIGI SULUNG TERHADAP PASIEN ANAK DI RSGM UNIVERSITAS JEMBER

KEBUTUHAN PERAWATAN RESTORASI GIGI SULUNG TERHADAP PASIEN ANAK DI RSGM UNIVERSITAS JEMBER

Ilmu konservasi gigi anak merupakan cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari tentang cara menanggulangi kelainan (penyakit) jaringan keras gigi, pulpa dan periapikal untuk mempertahankan gigi didalam mulut melalui restorasi dan perawatan endodontic, baik secara konvensional maupun bedah pada anak. Tujuan konservasi gigi pada anak adalah untuk mengembalikan bentuk, sedang tujuannya adalah : mencegah atau menghilangkan rasa sakit, mencegah terjadinya infeksi, mempertahankan gigi supaya gigi desidui tetap sehat sampai waktunya tanggal, berfungsi pada pengunyahan untuk gigi posterior dan estetika untuk gigi anterior (J.D. Eccles dan R.M.Green, 1994:45-47).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Efektifitas Mengunyah Keju Cheddar Terhadap Peningkatan Konsentrasi Ion Kalsium Saliva Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara

Efektifitas Mengunyah Keju Cheddar Terhadap Peningkatan Konsentrasi Ion Kalsium Saliva Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya serta segala kemudahan yang diberikan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.

11 Baca lebih lajut

Penurunan Jumlah Bakteri Dalam Saliva Setelah Berkumur Larutan Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica Granatum L.) 5% pada Mahasiswa FKG USU

Penurunan Jumlah Bakteri Dalam Saliva Setelah Berkumur Larutan Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica Granatum L.) 5% pada Mahasiswa FKG USU

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, serta segala kemudahan yang diberikan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.

12 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Perilaku Membersihkan Gigi Dengan Pengalaman Karies Pada Anak Sindroma Down Usia 6-18 Tahun Di Sekolah Luar Biasa C (Slb-C) Kota Medan

Hubungan Antara Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Perilaku Membersihkan Gigi Dengan Pengalaman Karies Pada Anak Sindroma Down Usia 6-18 Tahun Di Sekolah Luar Biasa C (Slb-C) Kota Medan

Sindroma Down adalah kelainan kromosom yang menyebabkan terbentuknya karakteristik tertentu diantaranya adalah keterbatasan mental dan keterbatasan fungsi motorik. Keterbatasan ini mengakibatkan anak sukar dalam membersihkan giginya sehingga dapat menyebabkan terjadinya karies gigi. Selain itu, faktor lain yang berperan dalam terjadinya karies gigi yaitu karena kurangnya kesadaran tentang kunjungan ke dokter gigi, kebiasaan makan yang tidak teratur, ketersediaan makanan yang mengandung sukrosa tinggi, dan juga

13 Baca lebih lajut

Gambaran status karies gigi dan status gizi pada anak sindrom Down usia 12-18 tahun di SLB C Kota Medan

Gambaran status karies gigi dan status gizi pada anak sindrom Down usia 12-18 tahun di SLB C Kota Medan

Pada penelitian ini juga ditemukan bahwa rerata filling anak sindrom Down adalah 0. Rerata filling ini menunjukkan bahwa anak sindrom Down belum pernah mendapatkan perawatan gigi apapun. Hal ini kemungkinan terjadi karena rendahnya kesadaran tentang kunjungan ke dokter gigi dan ekonomi keluarga yang cenderung rendah. Kebanyakan orang tua lebih mementingkan perawatan pada penyakit kongenital yang diderita oleh anak sindrom Down daripada penyakit mulutnya. Selain itu, pendidikan ibu juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan anak sindrom Down. Menurut Tirthankar (cit Sondang dan Hamada), pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status kesehatan. Individu yang memiliki tingkat pendidikan tinggi akan memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang kesehatan sehingga akan mempengaruhi perilakunya untuk hidup sehat. Hasil penelitian ini menunjukkan hanya 28,9% anak memiliki ibu dengan pendidikan tinggi sementara rerata skor filling seluruh anak sindrom Down adalah 0. Hal ini bertentangan dengan teori dan penelitian yang dilakukan oleh Jain M dkk. Hasil penelitian Jain M dkk menyatakan bahwa persentase DMFT yang paling tinggi ditemukan pada anak cacat mental yang berasal dari ibu yang berpendidikan rendah dibandingkan dengan anak- anak yang lain. Hal ini kemungkinan terjadi karena ibu yang memiliki pendidikan tinggi, sedang maupun rendah dalam penelitian ini mempunyai pengetahuan dan sikap yang sama terhadap perilaku membersihkan gigi. 5,21,32
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Hubungan Oral Higiene dengan Pengan Karies anak Usia 12 Tahun Menggunakan Indeks DMFT dan SiC (WHO) di SD Swasta Al-Ulum Medan dan SD Negeri di Kecamatan Medan Kota

Hubungan Oral Higiene dengan Pengan Karies anak Usia 12 Tahun Menggunakan Indeks DMFT dan SiC (WHO) di SD Swasta Al-Ulum Medan dan SD Negeri di Kecamatan Medan Kota

3. Prof. Sondang Pintauli, drg., Ph.D sebagai Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan/ Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara dan selaku dosen pembimbing, atas keluangan waktu, saran, dukungan, bantuan, motivasi, dan bimbingan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

10 Baca lebih lajut

Penyerapan Air pada Hibrid Ionomer dengan  Penyinaran yang Berbeda

Penyerapan Air pada Hibrid Ionomer dengan Penyinaran yang Berbeda

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dalam rangka memenuhi kewajiban penulis sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.

11 Baca lebih lajut

Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanofiller Yang Di Coating Dengan Surface Coat Dan Bahan Bonding Setelah Penyikatan

Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanofiller Yang Di Coating Dengan Surface Coat Dan Bahan Bonding Setelah Penyikatan

Akhir kata dengan kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan skripsi ini. Penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan pikiran yang berguna bagi fakultas, pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat, khususnya di bidang kedokteran gigi.

12 Baca lebih lajut

Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanofiller Yang Di Coating Dengan Surface Coat Dan Bahan Bonding Setelah Penyikatan

Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanofiller Yang Di Coating Dengan Surface Coat Dan Bahan Bonding Setelah Penyikatan

Proses penyikatan gigi yang menggunakan sikat gigi dan pasta gigi akan menyebabkan kekasaran permukaan resin komposit yang terdapat pada gigi yang direstorasi. Untuk melindungi permukaan resin komposit, sebaiknya digunakan bahan pelindung (coating), yaitu surface coat dan bahan bonding yang diaplikasikan pada permukaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kekasaran permukaan resin komposit nanofiller yang di coating dengan surface coat dan yang di coating bahan bonding setelah proses penyikatan. Penelitian ini menggunakan resin komposit nanofiller yang dibuat berbentuk tablet dengan diameter 10 mm dan ketebalan 2 mm sebanyak 30 buah yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol (A), kelompok yang di coating dengan surface coat (B) dan kelompok yang di coating bahan bonding (C). Sampel disinar dengan sinar halogen selama 20 detik. Seluruh sampel disikat selama 2 menit menggunakan sikat gigi dan pasta gigi. Pengukuran kekasaran permukaan dilakukan sebelum dan setelah penyikatan dengan profilometer. Data dianalisa menggunakan one way ANOVA, hasil penelitian menunjukkan kekasaran permukaan yang terendah setelah penyikatan adalah kelompok B dengan rerata 0,078±0,014µm lalu diikuti dengan kelompok C dengan rerata 0,137±0,067µm dan kemudian kelompok A dengan rerata 0,328±0,008µm. Terdapat perbedaan kekasaran permukaan yang bermakna antar kelompok A, B dan C (p=0,00) berdasarkan analisis one way ANOVA. Dari hasil analisis post hoc LSD diperoleh terdapat perbedaan kekasaran yang begitu signifikan antara kelompok A (kontrol), kelompok B (di coating dengan surface coat) dan kelompok C (di coating bahan bonding). Dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perubahan Warna Gigi Permanen Manusia Setelah Perendaman Dalam Ekstrak Kulit Pisang Raja 100% (Secara In-Vitro)

Perubahan Warna Gigi Permanen Manusia Setelah Perendaman Dalam Ekstrak Kulit Pisang Raja 100% (Secara In-Vitro)

warna gigi setelah perendaman dalam ekstrak kulit pisang raja 100% yaitu pada kelompok perendaman 1 jam sebesar 4,10; kelompok perendaman 3 jam sebesar 5,90; dan kelompok perendaman 5 jam sebesar 7,50. Hasil analisis uji t-paired menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah perendaman ekstrak kulit pisang raja 100% yaitu p=0,000 pada kelompok perendaman 1, 3 dan 5 jam dimana nilai tersebut p<0,05. Hasil analisis uji ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan nilai yang signifikan yaitu p=0,000 diantara ketiga kelompok perendaman. Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa terdapat perubahan warna gigi yang signifikan pada setiap kelompok setelah perendaman dalam ekstrak kulit pisang raja 100% selama 1, 3 dan 5 jam.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Status Kesehatan Gigi Dan Mulut Murid Dan Pelaksanaan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah Pada Sekolah Dasar Negeri 060880 Dan 060890 Kecamatan Medan Polonia Tahun 2009

Status Kesehatan Gigi Dan Mulut Murid Dan Pelaksanaan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah Pada Sekolah Dasar Negeri 060880 Dan 060890 Kecamatan Medan Polonia Tahun 2009

Hasil NOHS (National Oral Health Survey) tahun 2006 di Pilipina, menunjukkan anak SD pada umur 6 tahun mengalami karies sebesar 97,1% dan pada umur 12 tahun sebesar 78,4%. Selain itu, hal yang lebih membahayakan lagi ditemukan hampir 50% anak menderita infeksi dentogenic dengan karakteristik adanya karies yang sudah mencapai ke pulpa, ulserasi, fistula dan abses (PUFA) yang disertai nyeri yang menyebabkan keadaan yang lebih ekstrem lagi yaitu ketidaknyamanan dan bahkan mengurangi kapasitas belajar pada anak. 7 Apabila tidak segera dilakukan upaya pencegahan, dengan meningkatnya umur, kerusakan gigi dan jaringan pendukungnya akan menjadi lebih berat, bahkan dapat mengakibatkan terlepasnya gigi pada usia muda, sehingga diperlukan biaya perawatan gigi yang semakin mahal. 5
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Perbedaan Efektivitas Menyikat Gigi menggunakan Metode Bass dan Metode Individual dalam menurunkan Skor Plak pada Siswa SMA-Methodist-4

Perbedaan Efektivitas Menyikat Gigi menggunakan Metode Bass dan Metode Individual dalam menurunkan Skor Plak pada Siswa SMA-Methodist-4

Plak merupakan etiologi utama penyebab penyakit dalam rongga mulut, seperti karies dan penyakit periodontal. Salah satu upaya untuk membersihkan plak dari rongga mulut adalah dengan menyikat gigi. Menyikat gigi merupakan bentuk penyingkiran plak secara mekanis. Terdapat beragam metode dalam menyikat gigi seperti metode Bass, Horizontal, Vertikal, Roll, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas menyikat gigi metode Bass dan metode Individual dalam menurunkan skor plak pada siswa SMA Methodist 4. Jenis penelitian ini adalah eksperimental klinis dengan pre and post test control group design . Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 siswa SMA Methodist 4 yang secara random dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok menyikat gigi metode Bass dan kelompok kontrol metode Individual. Kedua kelompok diinstruksikan mengonsumsi biskuit kemudian setelah 2 jam dilakukan pengukuran skor plak awal ( baseline ) dengan bantuan disclosing solution . Kedua kelompok kemudian diinstruksikan menyikat gigi sesuai dengan kelompok masing-masing dan diukur skor plak akhir ( post test ). Untuk mengetahui apakah ada perbedaan efektivitas menyikat gigi metode Bass dan metode Individual dilakukan dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor indeks plak yang signifikan antara sebelum menyikat gigi menggunakan metode Bass 2,07±0,23 dan sesudah menyikat gigi menggunakan metode Bass 0,34±0,13 (p<0,05). Pada kelompok menyikat gigi metode Individual, terdapat perbedaan skor indeks plak yang signifikan antara sebelum menyikat gigi 2,04±0,15 dan sesudah menyikat gigi 1,17±0,10 (p<0,05).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Dokter Gigi Terhadap Pencegahan Penyakit Menular Di Praktek Dokter Gigi Di Kota Medan

Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Dokter Gigi Terhadap Pencegahan Penyakit Menular Di Praktek Dokter Gigi Di Kota Medan

Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan populasi penelitian adalah semua dokter gigi praktek di kota Medan, diperoleh sampel 150 responden dan dengan cara purposive sampling didapat 92 sampel untuk lingkar dalam dan 58 sampel untuk lingkar luar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner secara langsung kepada responden dan mengobservasi tindakan responden di lapangan.

13 Baca lebih lajut

Perbedaan Efektivitas Mengonsumsi Yoghurt yang Mengandung Probiotik Dua Strains Dengan Satu Strain Terhadap Ion Kalsium dan pH Saliva Pada Siswa SD Islam Namira Meda

Perbedaan Efektivitas Mengonsumsi Yoghurt yang Mengandung Probiotik Dua Strains Dengan Satu Strain Terhadap Ion Kalsium dan pH Saliva Pada Siswa SD Islam Namira Meda

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN Selamat pagi .Nama saya puteri syafura mayasari, mahasiswi yang sedang Pendidikan Dokter Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Saya akan mengadakan penelitian dengan judul “Perbedaan efektifitas mengonsumsi yoghurt yang mengandung probiotik dua strains dengan satu strain terhadap ion kalsium dan pH saliva padasiswa SD Islam Namira Medan”.

9 Baca lebih lajut

Erosi gigi akibat udara yang mengandung asam baterai pada pekerja pabrik baterai Yuasa di Sungai Petani Kedah Malaysia.

Erosi gigi akibat udara yang mengandung asam baterai pada pekerja pabrik baterai Yuasa di Sungai Petani Kedah Malaysia.

Erosi gigi adalah kehilangan jaringan keras gigi yang disebabkan proses kimiawi zat asam yang tidak melibatkan bakteri. Salah satu faktor penyebabnya adalah faktor pekerjaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi erosi gigi dan persentase erosi gigi berdasarkan lokasi, tingkat keparahan, luas permukaan dan elemen gigi yang terkena pada pekerja pabrik baterai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja pabrik baterai Yuasa sebanyak 300 orang di kawasan Perindustrian Sungai Petani, Kedah, Malaysia. Jumlah sampel diambil sebanyak 130 orang, 65 orang pekerja kilang dan 65 orang dari divisi administrasi. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling). Kepada pekerja pabrik baterai diberikan kuesioner untuk mengetahui kebiasaan pekerja pabrik baterai dan pemeriksaan erosi gigi dilakukan dengan menggunakan indeks O’Sullivan.Hasil penelitian menunjukkan prevalensi erosi gigi sebesar 28,46%. Ada perbedaan prevalensi yang signifikan (p>0,05) antara divisi administrasi dan divisi pekerja kilang. Pada penelitian ini, erosi gigi paling banyak dijumpai pada permukaan labial (56,25%) dengan tingkat keparahan hanya kehilangan enamel (66,88%) dan kebanyakan mengenai kurang dari setengah permukaan gigi (63,76%). Elemen gigi insisivus kanan dan kiri rahang atas yang paling banyak ditemukan erosi (30,63%). Sebagai kesimpulan orang yang sering
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perubahan Warna Gigi Permanen Manusia Setelah Perendaman Dalam Ekstrak Kulit Pisang Raja 100% (Secara In-Vitro)

Perubahan Warna Gigi Permanen Manusia Setelah Perendaman Dalam Ekstrak Kulit Pisang Raja 100% (Secara In-Vitro)

1. Perubahan warna gigi dan penyebabnya………………………………… . 9 2. Komposisi mineral pada kulit pisang……………………………………. . 16 3. Komposisi anti-nutrien pada kulit pisang………………………………… 16 4. Hasil Pengukuran Perubahan Warna Gigi Kelompok Perendaman 1 jam

14 Baca lebih lajut

PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN DOKTER GIGI TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DI PRAKTEK DOKTER GIGI DI KOTA MEDAN

PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN DOKTER GIGI TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DI PRAKTEK DOKTER GIGI DI KOTA MEDAN

Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan populasi penelitian adalah semua dokter gigi praktek di kota Medan, diperoleh sampel 150 responden dan dengan cara purposive sampling didapat 92 sampel untuk lingkar dalam dan 58 sampel untuk lingkar luar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner secara langsung kepada responden dan mengobservasi tindakan responden di lapangan.

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...