Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan

Top PDF Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan:

Fermentabilitas dan Kecernaan In Vitro Bulu Ayam dan Limbah Udang yang Diolah dengan Beberapa Teknologi Pengolahan Bahan Pakan

Fermentabilitas dan Kecernaan In Vitro Bulu Ayam dan Limbah Udang yang Diolah dengan Beberapa Teknologi Pengolahan Bahan Pakan

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ir. Edhy Mirwandhono, M. Si. selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Dr. Ir. Philippus Sembiring, MS. selaku anggota komisi pembimbing yang telah membimbing dan memberikan berbagai masukan berharga kepada penulis dari mulai menetapkan judul, melakukan penelitian, sampai pada ujian akhir. Khusus untuk Ibu Dian Anggraeni di Laboratorium Nutrisi Ternak Perah, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, IPB, Bogor, penulis menyampaikan banyak terima kasih atas bantuannya selama penulis mengumpulkan data.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Uji Daya Simpan Biskuit Bio-suplemen dengan Perbedaan Kemasan terhadap Sifat Fisik dan Karakteristik Fermentasi

Uji Daya Simpan Biskuit Bio-suplemen dengan Perbedaan Kemasan terhadap Sifat Fisik dan Karakteristik Fermentasi

Terima kasih penulis ucapkan kepada Prof. Dr. Ir. Yuli Retnani, MSc dan Dr. Ir. Idat Galih Permana, MSc. Agr selaku dosen pembimbing akademik serta dosen pembimbing skripsi penulis. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Dr. Ir. Ahmad Heri Sukria, MSc. Agr selaku dosen pembahas seminar hasil penelitian penulis serta Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si dan Ir. Sri Rahayu, M.Si selaku dosen penguji sidang penulis. Disamping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada staf Laboratorium Industri Pakan dan Laboratorium Nutisi Ternak Perah Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan serta Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan IPB yang telah membantu selama penelitian dilaksanakan. Penulis mendapatkan hibah dana dari STRATNAS DIKTI untuk melakukan penelitian dengan judul Uji Daya Simpan Biskuit Bio-suplemen dengan Perbedaan Kemasan terhadap Sifat Fisik dan Karakteristik Fermentasi untuk penyelesaian tugas akhir.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

ILMU NUTRISI DAN PAKAN

ILMU NUTRISI DAN PAKAN

3. Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset di dalam bidang ilmu dan teknologi nutrisi dan pakan tropika dengan memanfaatkan sumberdaya lokal secara optimal dan berkelanjutan serta pengembangan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional.

10 Baca lebih lajut

Evaluasi Kecukupan Nutrien Sapi Perah pada Musim yang Berbeda di Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang

Evaluasi Kecukupan Nutrien Sapi Perah pada Musim yang Berbeda di Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang

Terima kasih penulis ucapkan kepada Dr Despal, SPt, MScAgr dan Prof Dr Ir Luki Abdullah, MScAgr selaku dosen pembimbing akademik serta dosen pembimbing skripsi penulis. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Dr Ir Dwierra Evvyernie Amirroenas, MSMSc selaku dosen penguji seminar hasil penelitian penulis pada tanggal 25 Juli 2013, Ir Sudarsono Jayadi, MSc dan Ir Lucia Cyrilla ENSD, MSi selaku dosen penguji sidang ujian akhir sarjana, serta panitia sidang Dr Ir Widya Hermana, MSi pada tanggal 28 November 2013. Ungkapan terima kasih penulis juga sampaikan kepada pihak KPSBU Lembang dan peternak atas segala bantuan selama penelitian. Disamping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada staf Laboratorium Nutisi Ternak Perah Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB yang telah membantu selama penelitian dilaksanakan.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

NUTRISI DAN PAKAN TERNAK SAPI

NUTRISI DAN PAKAN TERNAK SAPI

Bagi ternak ruminansia, termasuk sapi, tidak membutuhkan protein yang bermutu tinggi di dalam makanannya, sebab di dalam rumen dan usus yang panjang telah banyak terjadi pengolahan oleh jasad renik. Namun, yang perlu diperhatikan ialah bahwa untuk membangun kembali protein yang telah usang dan terurai, maka protein dengan asam-asam aminonya harus di tingkatkan pula. Oleh karena itu jika sapi terpaksa hanya diberi makanan dari jerami, khususnya sapi penggemukan, maka untuk menutup kekurangan unsur-unsur yang tidak terdapat di dalam jerami tersebut harus diberi pakan tambahan yang banyak mengandung protein, lemak dan karbohidrat. Sebab jerami terlalu banyak mengandung serat kasar yang sulit dicerna, sedangkan unsur-unsur protein, lemak dan karbohidrat yang terkandung di dalamnya sangat sedikit.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

NUTRISI DAN PAKAN IKAN betutu

NUTRISI DAN PAKAN IKAN betutu

Pakan tambahan adalah pakan yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan pakan. Dalam hal ini, ikan yang dibudidayakan sudah mendapatkan pakan dari alam, tetapi jumlahnya belum memenuhi kebutuhan untuk perkembangan dan pertumbuhan yang lebih baik. Sementara itu pakan suplemen adalah pakan yang dibuat untuk memenuhi komponen nutrisi tertentu yang tidak bisa atau minim disediakan oleh pekan alamai. Sedangkan pakan utama adalah pakan yang dibuat untuk menggantitikan sebagian besar atau keseluruhan pakan alami. Pakan utama ini biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan pada budidaya ikan yang dilakukan secara intensif.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Pakan Kering dan Basah yang Disuplementasi Probiotik terhadap Performa Itik Peking Umur 3-8 Minggu - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pengaruh Pemberian Pakan Kering dan Basah yang Disuplementasi Probiotik terhadap Performa Itik Peking Umur 3-8 Minggu - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Tahap perlakuan dimulai dari penimbangan ternak yang dilakukan pada minggu ke 3. Setiap unit terdapat tempat pakan, tempat minum. Masa pemeliharaan itik didalam kandang slate yang berukuran 100 x 85 x 80 cm. Sebelum itik diberi 100% pakan perlakuan pada umur 2-3 minggu dilakukan penyesuaian pakan komersial dengan pakan perlakuan, kemudian pada umur 3- 8minggu 100% pemberian pakan perlakuan. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari pada pagi, sore dan malam hari sedangkan pemberian air minum diberikan secara ad libitum . Melakukan pengukuran suhu ruang kandang dan kelembaban kandang setiap hari pada pukul 06.00, 12.00, 18.00, dan 24.00 WIB.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Umur dan Pakan Nutrisi Terhadap

Pengaruh Umur dan Pakan Nutrisi Terhadap

Penyebab terbesar gangguan reproduksi pada ternak adalah faktor nutrisi pakan, hal ini dibuktikan pada penelitian sapi di Nigeria Utara bahwa penambahan konsentrat kaya akan protein dan karbohidrat serta campuran mineral memperlihatkan masak kelamin dan kebuntingan lebih cepat di bandingkan sapi yang tidak mendapatkan tambahan energy. Menurut Borghese et al (2005) penambahan protein menyebabkan penambahan pertumbuhan pada sapi dara, namun ada beberapa penelitian yang memperlihatkan bahwa sapi yang hidup dengan kadar protein rendah dan energy rendah, masih memperlihatkan cri-ciri birahi, bunting, dan melahirkan seperti pada kerbau.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENUTUP ANALISIS BIAYA RELEVAN DAN KUALITAS PAKAN TERNAK SEBAGAI DASAR MEMBUAT KEPUTUSAN PENERAPAN TEKNOLOGI FERMENTASI PAKAN.

PENUTUP ANALISIS BIAYA RELEVAN DAN KUALITAS PAKAN TERNAK SEBAGAI DASAR MEMBUAT KEPUTUSAN PENERAPAN TEKNOLOGI FERMENTASI PAKAN.

dapat disimpan terlalu lama. Hal tersebut akan mengganggu proses beternak apabila distribusi pakan yang dilakukan setiap hari tiba-tiba mengalami gangguan dan tidak memiliki persediaan, sebagai contoh kendaraan pengangkut pakan mengalami kecelakaan. Oleh sebab itu penulis menyarankan kelompok ternak untuk menggunakan teknologi fermentasi pakan. Menurut perbandingan biaya, pakan fermentasi dapat mengurangi biaya sebesar 35,77% atau sebesar Rp 5.112.039,00 per ekor sapi per tahun. Pengurangan biaya tersebut disebabkan berkurangnya bahan pakan konsentrat yang harus digunakan dan bahan pakan hijauan yang lebih murah. Selain itu, dengan menggunakan pakan fermentasi, pakan dapat disimpan sebagai persediaan, dan menyelesaikan masalah kelangkaan pakan dengan biaya yang lebih rendah.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

dkp3cirebonkota PAKAN TERNAK

dkp3cirebonkota PAKAN TERNAK

Pemberian pakan pamacu dapat meningkatkan konsentrasi amonia dalam rumen dari (60-100) mgr/liter menjadi 150-250 mgr/liter. Jumlah pemberian pakan pemacu disesuaikan dengan jenis dan berat badan ternak. Untuk ternak ruminansia kecil (domba/kambing) maksimum 4 gram untuk setiap berat badan. Untuk ternak ruminansia besar (sapi) 2 gram untuk setiap berat badan dan 3,8 gram untuk kerbau. Pemberian pakan pemacu sangat cocok bagi ternak ruminansia yang digembalakan dan diberi sisa tanaman pangan seperti jerami atau bahan pakan berkadar protein rendah.

9 Baca lebih lajut

Kadar Kalsium dan Fosfor Darah Burung Puyuh Fase Layer dengan Pengaruh Aditif Cair Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kadar Kalsium dan Fosfor Darah Burung Puyuh Fase Layer dengan Pengaruh Aditif Cair Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Sebelum melakukan penampungan burung puyuh dipuasakan selama 16 jam, hal ini berfungsi untuk mengosongkan saluran pencernaan burung puyuh. Kemudian burung puyuh diberi ransum yang sudah dicampur dengan indikator sebanyak 0,18% dari jumlah ransum. Pemberian ransum yang dicampur dengan indikator dilakukan selama 2 x 24 jam. Eskreta yang tertampung disemprot dengan HCl 0,1 N setiap 2 jam sekali. Eskreta yang terkumpul ditimbang berat basah kemudian dijemur dengan sinar matahari untuk mendapatkan berat kering udara. Sampel pakan dan eskreta kemudian dianalisis kadar kalsium dan fosfor di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Analsisis kalsium menggunakan metode AAS dan analisis fosfor menggunakan metode spektrofotometri.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Level Molases terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Pellet Pakan Kambing Periode Penggemukan - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pengaruh Penambahan Level Molases terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Pellet Pakan Kambing Periode Penggemukan - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pakan merupakan salah satu aspek penting dalam usaha peternakan. Kualitas pakan yang diberikan akan mempengaruhi produktivitas ternak kambing. Teknologi pengolahan pakan yang tepat dan efisien diperlukan agar kebutuhan nutrisi ternak dapat terpenuhi. Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas pakan ternak adalah mengubah ukuran partikel bahan pakan dengan cara memotong, menggiling dan memadatkannya. Kombinasi dari memotong, menggiling dan pemadatan bahan pakan tersebut akan membentuk produk yang disebut pellet.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

MAKALAH MANAJEMEN KUALITAS AIR Pakan Ala

MAKALAH MANAJEMEN KUALITAS AIR Pakan Ala

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat- Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “Manajemen kualitas air pakan alami (Artemia)”, yang mana makalah ini disusun bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah manajemen kualitas air dalam menempuh pendidikan di Universitas Tadulako.

11 Baca lebih lajut

Nutrisi dan ilmu gizi dan

Nutrisi dan ilmu gizi dan

terjemahan dari kata "Nutrition" yang disebut sebagai nutrisi. Gizi juga dapat artikan sebagai sesuatu yang mempengaruhi adanya proses perubahan pada setiap makanan yang masuk dalam tubuh yang dapat mempertahankan tubuh tetap sehat. Para ahli yang mempelajari tentang Gizi disebut sebagai Ilmu Gizi. Pengertian Ilmu Gizi adalah ilmu yang zat-zat gizi yang ada pada makanan dan penggunanya dalam tubuh yang meliputi masukan, pencernaan, penyerapan, pengangkutan (transpor), metabolisme, interaksi, dan penyimpanan serta pengeluaran, semua hal ini merupakan proses zat gizi pada tubuh.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PAKAN PADA PEMBESARAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI PT. SURYA WINDU KARTIKA DESA BOMO KECAMATAN ROGOJAMPI KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR Repository - UNAIR REPOSITORY

MANAJEMEN PAKAN PADA PEMBESARAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI PT. SURYA WINDU KARTIKA DESA BOMO KECAMATAN ROGOJAMPI KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR Repository - UNAIR REPOSITORY

meningkatkan produksi budidaya dan keuntungan. Keberhasilan atau kegagalan tergantung dalam pemberian makanan. Kualitas pakan, umumnya dianggap sebagai tanggung jawab produsen pakan, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar instalasi seperti penanganan, penyimpanan, dan penggunaan pakan. Pakan harus diperhatikan kualitasnya, misalnya didalam air stabilitasnya atau ketahanan dalam air tinggi, lebih dua jam dan tidak cepat hancur, pakan udang yang baik baunya amis segar dan dapat menarik nafsu makan udang. Pakan udang tersebut harus tenggelam dalam air karena udang makan di dasar perairan. Manajemen pemberian pakan pada pembesaran udang vannamei terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah jenis pakan, kandungan nutrisi dalam pakan, teknik pemberian pakan, dosis pemberian pakan, jadwal pemberian pakan, dan penyimpanan pakan.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Pengaruh Dosis dan  Fermentasi Tepung Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) Oleh Aspergillus niger dan Ragi TapeTerhadap Kualitas Nutrisi Pakan

Pengaruh Dosis dan Fermentasi Tepung Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) Oleh Aspergillus niger dan Ragi TapeTerhadap Kualitas Nutrisi Pakan

Yohanista M, Sofjan O, Widodo E. 2014. Evaluasi Nutrisi Campuran Onggok dan Ampas Tahu Terfermentasi Aspergillus niger, Rizhopus Oligosporus dan Kombinasi sebagai Bahan Pakan Pengganti Tepung Jagung. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 24:72-83.

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Dosis Inokulum dan Lama Fermentasi Campuran Dedak Padi dan Darah dengan Bacillus amyloliquefaciens terhadap Kandungan Serat Kasar, Kecernaan Serat Kasar dan Energi Metabolisme The Effect of Innocullum Dosage and Fermentation Period of Mixtured Ri

Pengaruh Dosis Inokulum dan Lama Fermentasi Campuran Dedak Padi dan Darah dengan Bacillus amyloliquefaciens terhadap Kandungan Serat Kasar, Kecernaan Serat Kasar dan Energi Metabolisme The Effect of Innocullum Dosage and Fermentation Period of Mixtured Ri

Kendala peternakan unggas secara inten- sif adalah mahalnya harga pakan. Biaya pakan merupakan biaya tertinggi dibandingkan dengan biaya produksi lainnya. Murtidjo (1987) biaya pakan dalam usaha peternakan mencapai 60-70% dari seluruh biaya produksi. Untuk menekan biaya ini perlu dicari sumber bahan pakan lain yang harganya relatif murah, nilai gizinya tinggi serta tersedia dalam jumlah yang cukup besar, penggunaannya tidak bersaing dengan kebutuhan manusia dan mempunyai pengaruh yang baik terhadap ternak.

6 Baca lebih lajut

Dian Sugiharto Daftar Pustaka

Dian Sugiharto Daftar Pustaka

Nuraini., Mirzah, & A. Djulardi. 2011. Pengaruh Campuran Ampas Sagu dan Ampas Tahu Fermentasi dengan Kapang Monascus puroureus dalam Ranasum Terhadap Kualitas Telur Puyuh. Jurnal Embrio. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan. Universitas Andalas. 4(1): 18-25

6 Baca lebih lajut

Pemberian Probiotik Untuk Menggantikan Antibiotik Sebagai Growth Promotor Terhadap Performa Ayam Broiler

Pemberian Probiotik Untuk Menggantikan Antibiotik Sebagai Growth Promotor Terhadap Performa Ayam Broiler

Konversi pakan R4 paling tinggi dibandingkan dengan pakan yang lain yaitu sebesar 2.16. Hal ini menyatakan bahwa semakin tinggi konversi pakan menunjukan semakin banyak pakan yang dibutuhkan untuk meningkatkan bobot badan persatuan berat. Secara ekonomis perbedaan angka konversi pakan antara beberapa jenis pakan sangat merugikan bagi usaha peternakan karena akan meningkatkan biaya produksi. Peternak diharapkan selektif dalam memilih jenis pakan yang menghasilkan laju pertumbuhan tinggi dengan konversi pakan yang optimal demi menekan biaya produksi. Konversi pakan R1 yang rendah menunjukkan efisiensi penggunaan pakan lebih baik. Hal ini berarti semakin efisien ayam mengkonsumsi pakan untuk produksi daging. Jika dibandingkan dengan nilai standar FCR maka nilai konversi pakan baik karena angka konversi yang baik adalah di bawah 2. Ayam pedaging yang mempunyai nilai konversi pakan 1.65 berarti untuk membentuk 1 kg bobot badan diperlukan pakan sebesar 1.65 kg. Selain itu ada pengaruh yang disebabkan bentuk fisik pakan antara crumble dan mash. Pemberian pakan basal (mash) menyebabkan jumlah pakan yang banyak terbuang, kurang disukai ayam dan mengandung debu. Pakan bentuk crumble dan pellet merupakan pakan yang disukai oleh unggas. Jahan et al. (2006) menyatakan bahwa pellet adalah hasil modifikasi dari mash yang dihasilkan dari pengepresan mesin pelet menjadi lebih keras. Sehingga mengurangi sifat berdebu pakan, meningkatkan
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Substitusi Rumput Gajah dengan Limbah Tauge dalam Ransum Bentuk Pellet terhadap Performa dan Nilai Komersil Kelinci Jantan Lokal persilangan.

Substitusi Rumput Gajah dengan Limbah Tauge dalam Ransum Bentuk Pellet terhadap Performa dan Nilai Komersil Kelinci Jantan Lokal persilangan.

nyata terhadap konsumsi bahan kering (P<0.05). Ransum P0 berbeda nyata lebih kecil (P<0.05) dibandingkan dengan P1, P2, P3 dalam mempengaruhi konsumsi bahan kering diduga kadar serat kasar pakan pada perlakuan P1, P2 dan P3 sebesar 12.01%, 12.22% dan 12.58%, sedangkan P0 11.8%. Semakin tinggi kadar serat kasar dalam ransum, maka semakin cepat pula laju pergerakan makanan (Cheeke and Patton 1980). Taraf pemberian limbah tauge dalam ransum sebesar 5% (P1) berbeda nyata lebih kecil dengan pemberian limbah tauge 10% (P2) dan 15% (P3), akan tetapi taraf pemberian 10% (P2) tidak berbeda nyata dengan taraf pemberian 15% (P3) dalam mempengaruhi konsumsi bahan kering. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa jumlah komposisi rumput gajah disubstitusi mulai dari taraf 5% (P1) sudah meningkatkan jumlah konsumsi bahan kering pellet pada kelinci jantan. Data rataan konsumsi bahan kering dapat dilihat pada Tabel 5.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...