Ilmu pengetahuan populer

Top PDF Ilmu pengetahuan populer:

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PETA PIKIRAN DALAM MENULIS RANGKUMAN BUKU ILMU PENGETAHUAN POPULER SISWA KELAS VIII MTSN 2 PADANGSIDIMPUAN - Digital Repository Universitas Negeri Medan

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PETA PIKIRAN DALAM MENULIS RANGKUMAN BUKU ILMU PENGETAHUAN POPULER SISWA KELAS VIII MTSN 2 PADANGSIDIMPUAN - Digital Repository Universitas Negeri Medan

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis peta pikiran pada materi menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan populer yang valid, praktis, dan efektif untuk digunakan siswa kelas VIII MTsN 2 Padang Sidimpuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN 2 Padangsidimpuan yang berjumlah tiga puluh sembilan orang. Pemilihan subjek penelitian ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4D. Pengembangan diawali dengan tahap pendefinisian, perancangan, dan diakhiri dengan pengembangan. Penelitian dimulai pada bulan September sampai dengan Oktober 2016. Selama penelitian, peneliti berkolaborasi dengan guru bahasa Indonesia. Data penelitian yang berbentuk kuantitatif diperoleh dari penilaian validator ahli, guru bahasa Indonesia, siswa, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, validitas modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis peta pikiran pada materi menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan populer siswa kelas VIII MTsN 2 Padangsidimpuan yang dirancang berkategori sangat valid (94,98%). Kedua, praktikalitas modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis peta pikiran pada materi menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan populer siswa kelas VIII MTsN 2 Padangsidimpuan berkategori sangat praktis (81,71%). Ketiga, efektivitas, modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis peta pikiran pada materi menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan populer siswa kelas VIII MTsN 2 Padangsidimpuan yang dirancang berkategori sangat efektif (86,74%), serta ketuntasan hasil belajar siswa memcapai 76,85 (34 orang dari 39 siswa) berkategori baik. Jadi, modul yang dikembangkan dapat digunakan sebagai bahan ajar di dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khusunya untuk materi menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan populer siswa kelas VIII MTsN 2 Padangsidimpuan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PETA PIKIRAN DALAM MENULIS RANGKUMAN BUKU ILMU PENGETAHUAN POPULER SISWA KELAS VIII MTSN 2 PADANGSIDIMPUAN.

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PETA PIKIRAN DALAM MENULIS RANGKUMAN BUKU ILMU PENGETAHUAN POPULER SISWA KELAS VIII MTSN 2 PADANGSIDIMPUAN.

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan ke hadirat Allah Swt. dengan pertolongan, rahmat dan ridho-Nya, penulis dapat menyelesaikan tesis dengan judul “ Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Peta Pikiran dalam Menulis Rangkuman Buku Ilmu Pengetahuan Populer Siswa Kelas VIII MTsN 2 Padangsidimpuan ” ini dengan baik. Penulisan tesis ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

26 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS RANGKUMAN BUKU ILMU PENGETAHUAN POPULER DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH | Fitriana | DIKSATRASIA 128 640 2 PB

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS RANGKUMAN BUKU ILMU PENGETAHUAN POPULER DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH | Fitriana | DIKSATRASIA 128 640 2 PB

Penelitian ini dilaksanakan karena berdasarkan hasil tes diagnostik awal diketahui dari 32 orang siswa yang mengikuti tes, hanya 4 orang siswa yang memperoleh nilai 8, 10 orang siswa memperoleh nilai 6, 12 orang siswa memperoleh nilai 5 dan 6 orang siswa memperoleh nilai 4. Perolehan nilai tersebut, membuktikan kekurang mampuan sebagian besar siswa terutama dalam memenuhi tuntutan indikator kompetensi kedua (menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan populer), bahkan dalam memahami tuntutan indikator kompetensi pertama pun hampir saja tidak mampu. Hal ini dilihat dari kemampuan siswa dan disesuaikan dengan KKM yang ada 75. Rumusan masalah yang diajukan adalah Bagaimanakah (1) langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan populer dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah? (2) Bagaimanakah peningkatan kemampuan siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan populer dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah?. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa inggris disebut Clasroom Action Research (CAR). Hasil penelitian adalah langkah-langkah pelaksanaa pembelajaran menulis rangkuman buku ilmu pengetahuan populer dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah, berjalan sebagaimana mestinya. Pelaksanaan pembelajaran terdapat perbedaan anatara tindakan pertama dan kedua yaitu dari rata- rata Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), nilai aktivitas guru dan hasil belajar siswa . Rata - rata Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada siklus I adalah 2.1, sedangkan pada siklus II sebesar 2.58. Rata-rata nilai aktivitas guru pada pelaksanakan pembelajaran siklus I adalah 2.21, sedangkan pda siklus II sebesar 3,42. Pada tindakan pertama hasil
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ETIKA DAN MORAL etika akhlak

ETIKA DAN MORAL etika akhlak

Dalam filsafat ilmu, terdapat tiga aspek yang tidak terpisahkan, yakni ontologi, epistemologi dan aksiologi. Ontologi filsafat membicarakan kondisi objektif atau materi dengan fikiran atau ide yang melahirkan konsep-konsep. Epistemologi mempelajari lahirnya pengetahuan (metode ilmiah) dan aksiologi mempelajari kegunaan daripada pengetahuan itu sendiri (nilai).

6 Baca lebih lajut

SITUS NYI MAS BADURAN DAN TRADISI KEISLAMAN MASYARAKAT DESA SURANENGGALA KIDUL KECAMATAN SURANENGGALA KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

SITUS NYI MAS BADURAN DAN TRADISI KEISLAMAN MASYARAKAT DESA SURANENGGALA KIDUL KECAMATAN SURANENGGALA KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Situs Nyi Mas Baduran merupakan salah satu peninggalan sejarah Islam yang terdapat di kota Cirebon. Dalam situs tersebut terdapat sebuah makam salah satu tokoh penyebar agama Islam pada masa Sunan Gunung Jati berkuasa yang dikenal dengan nama Nyi Mas Baduran, yang sampai saat ini makamnya telah di keramatkan oleh masyarakat setempat. Nyi Mas Baduran merupakan salah satu murid Mbah Kuwu Cirebon yang selain cantik rupanya juga mempunyai ilmu kesaktian (kanuragan). 13 Pada waktu Nyi Mas Baduran memulai babad alas (hutan) untuk dijadikan wilayah kekuasaannya. Ia mempunyai banyak saingan antara lain Gegeden Bakung, Gegeden Karangreja, dan Gegeden Surakarta. Setelah beberapa waktu mengerjakan babad alas, hasil Nyi Mas Baduran melebihi para pesaingnya karena ia memiliki Pusaka Selendang Cinde yang membantunya. 14 Situs merupakan tempat ditemukannya benda-benda purbakala yang dapat diusulkan untuk diteliti, namun sebelum menetapkan suatu situs diperlukan terlebih dahulu penelitian mengenai jejak-jejak sejarah yang masih ada atau ditinggalkan hingga sekarang ini. Sedangkan jejak sejarah merupakan suatu tanda bukti yang ditinggalkan oleh peristiwa yang terjadi di masa lampau. 15 Oleh sebab itu, keberadaan situs Nyi Mas Baduran dari dahulu hingga sekarang sebagai bukti dari perjalanan sejarah Islam masa lalu.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Ilmu Manajemen

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Ilmu Manajemen

d. Joseph John Thompson ( 1856 M – 1940 M ) adalah seorang ilmuan dengan penelitiannya yang membuahkan penemuan Elektron. Thompson mengungkapkan bahwa gas mampu mengantarkan listrik. Ia menjadi seorang perintis ilmu fisika nuklir. Dia juga menemukan sebuah metode untuk memisahkan jenis atom dan sinar molekul yang berbeda dengan menggunakan sinar positif.

12 Baca lebih lajut

PENGERTIAN PENGETAHUAN ILMU DAN ILMU PEN

PENGERTIAN PENGETAHUAN ILMU DAN ILMU PEN

Ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, atau individu untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan ataupun melakukan penerapan.

6 Baca lebih lajut

Contoh Book Review (Filsafat Ilmu)

Contoh Book Review (Filsafat Ilmu)

Pada bagian ini, ada satu karya yang juga bersifat pengantar yang akan dibandingkan dengan karya Suriasumantri, yaitu Pengantar Filsafat karya Louis O Kattsoff. Keduanya (Filsafat Ilmu dan Pengantar Filsafat) sama-sama membahas problem umum yang berkaitan dengan dunia kefilsafatan, juga pertanyaan- pertanyaan mendasar seputar filsafat. Oleh karena itu, kedua karya yang sama- sama mengalami lebih dari 8 kali cetak ulang ini, menarik untuk diperbandingkan.

8 Baca lebih lajut

BAB II HADITS TENTANG ILMU PENGETAHUAN DAN KEUTAMAANNYA - ILMU PENGETAHUAN DAN KEUTAMAANYA

BAB II HADITS TENTANG ILMU PENGETAHUAN DAN KEUTAMAANNYA - ILMU PENGETAHUAN DAN KEUTAMAANYA

1. Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi muslim dan muslimat demikian menurut …. a. Al-Qur’an b. Hadits c. Para ulama d. Cendekiawan 2. Keistimewaan orang yang berilmu dari orang yang beribadah seperti kelebihan …. a. bulan dibanding bintang c. bulan dan semua bintang

8 Baca lebih lajut

MAKALAH FILSAFAT IPA FUNGSI DAN TUJUAN F

MAKALAH FILSAFAT IPA FUNGSI DAN TUJUAN F

Semenjak filsafat “menyapih” ilmu-ilmu cabang menjadi displin ilmu yang mandiri maka ilmu-ilmu cabang tersebut kemudian benar-benar memisahkan diri dari induknya (filsafat). Meskipun demikian, ilmu-ilmu pengetahuan tersebut semuanya masih erat hubungannya dengan filsafat, sehingga acap kali sangat sulit untuk secara cermat menunjukkan dimanakah letak batas diantara kedua hal tersebut. Oleh sebab itu manusia kemudian menyadari akan perlunya factor pembeda antara:

9 Baca lebih lajut

Filsafat ilmu pengetahuan.

Filsafat ilmu pengetahuan.

untuk tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan akhir dari teknologi adalah untuk memecahkan masalah-masalah material manusia, atau untuk membawa pada perubahan-perubahan praktis yang diimpikan manusia. Sedangkan ilmu bertujuan untuk memahami dan menerangkan fenomena fisik, biologis, psikologis, dan dunia sosial manusia secara empiris. Kedua, ilmu berkaitan dengan pemahaman dan bertujuan untuk meningkatkan pikir manusia, sedangkan teknologi memusatkan diri pada manfaat dan tujuannya adalah untuk menambah kapasitas kerja manusia. Ketiga, tujuan ilmu adalah memajukan pembangkitan pengetahuan, sedangkan tujuan teknologi adalah memajukan kapasitas teknis dalam membuat barang atau layanan. Keempat, membedakan ilmu dan teknologi terkait dengan pemegang peran. Ilmuwan diha- rapkan untuk mencari pengetahuan murni dari jenis tertentu, sedangkan teknolog untuk tujuan tertentu. Ilmu- wan “mencari tahu”, sedangkan teknolog “mengerjakan”. Kelima, ilmu bersifat “supranasional” (mengatasi batas negara), sedangkan teknologi harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tertentu. Keenam, input teknologi bermacam-macam jenis, yaitu: material alamiah, daya alamiah, keahlian, teknik, alat, mesin, ilmu maupun pengetahuan dari berbagai macam, misalnya: akal sehat, pengalaman, ilmham, intuisi, dan lain-lain. Adapun input ilmu adalah pengetahuan yang telah tersedia. Dan terakhir, output ilmu adalah “pengetahuan baru”, sedangkan teknologi menghasilkan produk berdimensi tiga.
Baca lebih lanjut

215 Baca lebih lajut

Karakteristik bahasa jurnalistik pada berita

Karakteristik bahasa jurnalistik pada berita

Kata linguistic berasal dari bahasa latin “lingua” yang artinya bahasa. Menurut Kridalaksana (1993) dalam kamusnya kamus linuistik, kata linguistic di definisikan sebagai ilmu tentang bahasa atau penyelidikan bahasa secara ilmiah. Definisi yang sama di kemukakan oleh Tarigan (1986), yaitu seperangkat ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan jalan penerapan metode ilmiah terhadap fenomena bahasa. Sebagai penyelidikan bahasa secara ilmiah, linguistik tidak membedakan antara bahasa yang satu dengan yang lainnya (hasanan, 1984).

12 Baca lebih lajut

MAKALAH OBSERVASI PENDIDIKAN SENI SMAN 1

MAKALAH OBSERVASI PENDIDIKAN SENI SMAN 1

Ilmu bukan sekedar pengetahuan,tetapi merangkum sekumpulan pengetauan berdasarkan teori-teori yang sudah disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu dipandang dari sudut filsafat,ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.ilmu pengetahuan adalah produk dari Epistemologi(Bertens 1989:16)

11 Baca lebih lajut

BAB I PENGETAHUAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN TELAAH FILOSOFIS - Filosofi Ilmu Pengetahuan

BAB I PENGETAHUAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN TELAAH FILOSOFIS - Filosofi Ilmu Pengetahuan

hidung, dan lain sebagainya), oleh karena itu hasilnya kabur, karena ini sama dengan pengamatan binatang. Untuk mencapai sesuatu yang pasti menurut Descartes kita harus meragukan apa yang kita amati dan kita ketahui sehari-hari. Pangkal pemikiran yang pasti menurut Descartes dikemukakan melalui keragu-raguan. Keragu-raguan menimbulkan kesadaran, kesadaran ini berada di samping materi. Prinsip ilmu pengetahuan satu pihak berpikir pada kesadaran dan pihak lain berpijak pada materi juga dapat dilihat dari pandangan Immanuel Kant (1724-1808). Menurut Immanuel Kant ilmu pengetahuan itu bukan merupakan pangalaman terhadap fakta saja, tetapi merupakan hasil konstruksi oleh rasio.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Ilmu Komunikasi Ilmiah dan Populer RajaG (1)

Ilmu Komunikasi Ilmiah dan Populer RajaG (1)

Sasaran buku ini adalah mahasiswa tingkat sarjana, pembaca yang ingin mengetahui secara dasar Ilmu Komunikasi, peserta matrikulasi untuk studi lanjut master, dan siapa saja yang cinta dengan perkembangan ilmu komunikasi. Selamat membaca. Semoga buku ini bermanfaat. Amien Ya Rob Al Alamin.

3 Baca lebih lajut

FENOMENOLOGI PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN SERTA PERANNYA DALAM ILMU KOMUNIKASI

FENOMENOLOGI PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN SERTA PERANNYA DALAM ILMU KOMUNIKASI

Orang sering merasa pengindraaan merupakan alat yang paling vital dalam memperoleh pengetahuan. Memang dalam hidup manusia tampaknya penginderaan adalah satu-satunnya alat untuk menyerap segala sesuatu objek yang ada di luar diri manusia. Karena terlalu menekankan pada kenyataan, paham demikian dalam filsafat disebut realisme. Realisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa semua yang dapat diketahui adalah hanya kenyataan. Jadi, pengetahun berawal mula dari kenyataan yang dapat diinderai. Tokoh pemula dari pandangan ini adalah Aristoteles, yang berpendapat bila subjek diubah di bawah pengaruh objek, artinya bentuk-bentuk dari dunia luar meninggalkan bekas-bekas dalam kehidupan batin. Objek masuk dalam diri subjek melalui persepsi indera (sensasi). Ini ditegaskan pula oleh Aristoteles yang berkembang pada abad pertengahan adalah Thomas Aqinas yang mengemukakan bahwa tiada sesuatu dapat masuk lewat ke dalam akal yang tidak ditangkap oleh indra.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGETAHUAN ILMU ILMU PENGETAHUAN DAN FI

PENGETAHUAN ILMU ILMU PENGETAHUAN DAN FI

Baik pengetahuan umum maupun pengetahuan khusus, keduanya menjadi milik manusia berlandaskan pengalaman, entah pengalaman dirinya atau pengalaman orang lain (Poedjawijatna, 1991). Ajaran empirisme menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman empiris manusia (Latif, 2014). Namun demikian, pembentukan pengetahuan dalam diri seseorang pun memerlukan penarikan kesimpulan dengan penalaran yang dipandu oleh logika. Dalam konteks ini, Rene Descartes menyatakan bahwa pengetahuan yang sejati tentang alam semesta ini hanya dapat diperoleh lewat penalaran yang dituntun oleh logika (Latif, 2014)
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

MARXISME Ilmu dan Amalnya (paparan populer)

MARXISME Ilmu dan Amalnya (paparan populer)

Dutabesar Indonesia di Moskow, Mr. Alexander Maramis mengatakan kepada saya setengah tahun yang lalu, bahwa ilmu di Uni Soviet itu maju, lebih maju daripada di dunia Barat. Pembuktian untuk hal ini tidak diperlukan, karena ketika kami bercakap-cakap, Sputnik III baru saja diluncurkan. Orang pun tentu berpikir: mengapa ilmu, ilmu alam maupun ilmu sosial di Uni Soviet lebih maju daripada di Barat? Kalau saya diminta menjawab: karena sarjana-sarjana di Uni Soviet berpikir dengan metode materialisme dialektik dan historis, dengan filsafat marxis. Sekarang mengenai ajaran marxisme tentang sejarah. Seperti diketahui, ia bersumber pada sosialisme khayali seperti yang diwakili dalam tulisan-tulisan Simon, Fourier dan Owen. Kalau sosialisme khayali mendambakan sosialisme dengan jalan dan cara yang tidak menjamin datangnya sosialisme, misalnya dengan jalan mendirikan “koloni-koloni,” dengan mengumpulkan “dana-dana” dari kaum kapitalis, dsb., sosialisme marxis menunjukkan hukum perkembangan kapitalisme dengan menunjukkan bahwa perjuangan kelas lah motor atau lokomotif dari sejarah, dan oleh sebab itu gerakan revolusioner kelas buruh adalah satu-satunya jalan menuju ke sosialisme.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

PENGETAHUAN ILMU PENGETAHUAN DAN METODOL

PENGETAHUAN ILMU PENGETAHUAN DAN METODOL

Metode (method) secara harfiah berarti cara. Selain itu metode atau metodik berasal dari bahasa Greeka,metha,(melalui atau melewati) dan hodos (jalan atau cara) yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu. Munculnya teknologi atau hasil ilmu pengetahuan dari masa ke masa telah menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan memang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Tetapi pengalaman yang bersifat indrawi tersebut harus mengalami proses ilmiah yang lebih lanjut,dan hal ini dikenal sebagai proses metodologis. Proses metodologis adalah suatu proses kerja di dalam kegiatan ilmiah untuk mengolah gejala gejala pengetahuan dan bertujuan mendapatkan kebenaran dari gejala gejala tersebut
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

ILMU DAN HAKEKAT ILMU PENGETAHUAN DALAM

ILMU DAN HAKEKAT ILMU PENGETAHUAN DALAM

Axiologi adalah istilah yang berasal dari kata yunani yaitu:axios yang berati sesuatu atau wajar. Sedangkan logos yang berarti ilmu, dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik. Social dan agama sistem mempunyai rancangan dan aturan sebagai satu bentuk pengendalian terhadap satu institusi dapat terwujud. Pengertian axiologi menurut bahasa yunani, axiologi berasal dari kata axios artinya nilai dan logos artinya teori atau ilmu jadi axiologi adalah teori tentang nilai. Axiologi bisa juga disebut sebagai theory of value atau teori nilai. Berikut ini dijelaskan beberapa definisi. Menurut suriasumantri axiologi adalah kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia kajian tentang nilai-nilai khusunya etika Menurut Bramel Aksiologi terbagi tiga bagian:
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...