Imam Hanafi

Top PDF Imam Hanafi:

BAB IV TINJAUAN IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI TENTANG HUKUMAN PENCURI YANG MENGEMBALIKAN BARANG CURIAN A. Imam Hanafi - HUKUMAN PENCURI YANG MENGEMBALIKAN BARANG CURIAN PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI - eprint UIN Raden Fatah Palembang

BAB IV TINJAUAN IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI TENTANG HUKUMAN PENCURI YANG MENGEMBALIKAN BARANG CURIAN A. Imam Hanafi - HUKUMAN PENCURI YANG MENGEMBALIKAN BARANG CURIAN PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI - eprint UIN Raden Fatah Palembang

persamaannya adalah mereka sama-sama memberikan hukuman had (potong tangan) terhadap pencuri yang mengembalikan barang curiannya apabila telah memenuhi unsur-unsur tertentu. Akan tetapi perbedaannya adalah menurut Imam hanafi apabila seorang pencuri yang mengembalikan barang curiannya sebelum di ketahui oleh pemiliknya tidak di kenakan hukuman had (potong tangan), sedangkan menurut Imam Syafi’i hukuman pencuri yang mengembalikan barang curiannya baik sudah di ketahui atau belum di ketahui oleh pemiliknya tetap dikenakan hukuman had (potong tangan) beliau beralasan bahwa seorang pencuri tersebut telah mengeluarkan barang dari tempat penyimpanannya, dan Imam Syafi’i juga berpendapat sesungguhnya hukuman potong tangan dan ganti rugi
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hukum Mengambil Upah Mengajar Al-Qur'an dalam Pemikiran Imam Hanafi dan Imam Shafi'i - Electronic theses of IAIN Ponorogo

Hukum Mengambil Upah Mengajar Al-Qur'an dalam Pemikiran Imam Hanafi dan Imam Shafi'i - Electronic theses of IAIN Ponorogo

Berdasarkan uraian di atas, tampak bahwamunculnya ikhtila>f antara kedua ulama tersebut disebabkan karena perbedaan pemahaman diantara mereka dan perbedaan nash (sunnah) yang sampai kepada mereka, selain itu juga karena pengetahuan mereka dalam masalah hadi>th tidak sama dan juga karena perbedaan pandangan tentang dasar penetapan hukum dan berlainan tempat.Imam Hanafi yang dikenal sebagai ulama Ahl al-Ra’yi dimana dalam menetapkan hukum, baik yang diistinba>t{kan dari al-Qur’an atau hadi>th, beliau selalu memperbanyak penggunaan nalar dan lebih mendahulukan al- ra’yu daripada khabar ahad. Jika menemukan hadi>th yang secara lahiriyah bertentangan, maka beliau menetapkan hukum dengan menggunakan jalan qiyas dan istihsa>n. Kota Kufah yang letaknya jauh dari Madinah sebagai
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

SISTEM JUAL BELI PUPUK KANDANG PRESPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI (Studi di Kampung Sulusuban Kecamatan Seputih Agung)

SISTEM JUAL BELI PUPUK KANDANG PRESPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI (Studi di Kampung Sulusuban Kecamatan Seputih Agung)

kandang adalah barang najis dan menjijikan yaitu Kotoran hewan ternak namun dalam prakteknya pupuk tersebut dapat menyuburkan tanaman pertanian dan mengembalikan struktur tanah yang sudah mulai tandus menjadi berhumus.. Padahal jual beli barang najis ini merupakan isu kontroversi di kalangan ulama, terutama antara madhab Syafi'i dengan Madhab Hanafi. Fokus kajian artikel ini adalah: bagaimana status hukum jual beli tersebut ditinjau dari segi Perbandingan madhab antara imam syafi’i dan Imam Hanafi ? Artikel ini menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan hukum islam. Sifat penelitian ini diskriptif-analisis yaitu dengan mendiskripsikan dasar hukum para ulama dalam memutuskan perkara jual beli barang najis.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Studi komparasi Imam Hanafi dan Imam Syafi’i tentang dasar hukum menikah tanpa wali.

Studi komparasi Imam Hanafi dan Imam Syafi’i tentang dasar hukum menikah tanpa wali.

Imam Syafi’i menggunakan hadis ahad yang menyatakan tidak sah suatu pernikahan kecuali izin walinya. ‚ يِل َ ِب َاِإ َ اَكِ َا ‛. Sedangkan Imam Hanafi, tidak mau menerima hadis ini karena dinilai tidak memenuhi syarat untuk dijadikan hujjah atau dalil. Sebabnya, menurut imam Hanafi, sebuah hadis yang bisa diterima haruslah mencapai tingkatan mutawattir, yaitu hadis Nabi yang tidak mungkin terjadinya penipuan atau kebohongan atas hadis yang dibawa. Menurut Imam Hanafi, Perempuan bebas melakukan akad nikahnya, wanita yang waras dan dewasa bebas melakukan akad jual-beli dan dapat melaksanakan semua ‘aqad, dapat pula mewakilkanya kepada siapapun yang dikehendakinya tanpa ada hak sanggah bagi siapapun terhadapnya. Karena tidak ada perbedaan hukum antara akad nikah dengan akad-akad lainnya. Dan hujjah Imam Syafi’i sesuai dalam hadist Nabi SAW:
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

HUKUMAN PENCURI YANG MENGEMBALIKAN BARANG CURIAN PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI - eprint UIN Raden Fatah Palembang

HUKUMAN PENCURI YANG MENGEMBALIKAN BARANG CURIAN PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI - eprint UIN Raden Fatah Palembang

Setelah pengumpulan data-data yang diperlukan, selanjutnya dilakukan analisis secara sistematis terhadap pandangan-pandangan, pernyataan-pernyataan yang tertuang dalam data-data tersebut kaitannya dengan obyek penelitian skripsi ini. Kemudian dilakukan komparasi untuk memperoleh gambaran mengenai ketentuan-ketentuan antara hukum Islam menurut Imam Syafi’i dan Imam Hanafi dengan hukum Indonesia terkait masalah hukuman pencuri yang mengembalikan barang curian.

13 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - STUDI KOMPARATIF PENSDAPAT IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI TENTANG ZAKAT FITRAH MENGGUNAKAN UANG - Unissula Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - STUDI KOMPARATIF PENSDAPAT IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI TENTANG ZAKAT FITRAH MENGGUNAKAN UANG - Unissula Repository

d. Imam Hanafi: adalah pendiri madzhab Hanafi, nama lengkapnya adalah Abu Hanifah al- Nu‟man ibn Tsabit ibn Zutha al -Taimy. Abu Hanifah terkenal dengan sebutan “al -Imam al- A‟dzam” yang berarti Imam terbesar. Beliau dikenal sebagai ulama‟ ahli ra‟yi. Dalam mene tapkan hukum Islam,

13 Baca lebih lajut

BAB V PENDAPAT EMPAT IMAM MAZHAB FIKIH DAN HAKIM PENGADILAN AGAMA KOTA PALANGKA RAYA TENTANG PENETAPAN MASA IDAH WANITA YANG DI CERAI A. Penetapan Masa Idah Wanita Dicerai Menurut Empat Imam Mazhab Fikih 1. Pendapat Imam Hanafi - Penetapan masa idah wanit

BAB V PENDAPAT EMPAT IMAM MAZHAB FIKIH DAN HAKIM PENGADILAN AGAMA KOTA PALANGKA RAYA TENTANG PENETAPAN MASA IDAH WANITA YANG DI CERAI A. Penetapan Masa Idah Wanita Dicerai Menurut Empat Imam Mazhab Fikih 1. Pendapat Imam Hanafi - Penetapan masa idah wanit

Berkaitan dengan penetapan masa idah tersebut, para imam mazhab berbeda pendapat tentang lamanya masa idah mantan istri. Contoh permaslahan yang menjadikan Perbedaan pendapat antara para Empat Imam Mazhab ialah terletak pada kata “Quru’” pada Q.S. al-Baqarah [2]: 228. Imam Maliki dan Syafi‟ i memahami quru ‟ dengan masa suci, sehingga bila wanita itu dicerai pada hari-hari terakhir masa sucinya, maka masa tersebut dihitung sebagai bagian dari masa idah, yang kemudian disempurnakan dengan dua masa suci sesudahnya. Sedangkan Imam Hanafi dan Hambali memahami dengan masa haid, sehingga bagaimanapun, wanita tersebut harus melewati tiga kali masa haid (dalam menyelesaikan idahnya) sesudah ia ditalak. Apabila wanita yang ditalak dan menjalani idah tiga kali quru itu menyatakan telah menyelesaikan masa idahnya, maka pengakuannya harus diterima sepanjang dia telah melewati masa yang memungkinkan terlaluinya idahnya tersebut.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - ISTIQRA’ ANTARA IMAM HANAFI DAN IMAM SYAFI’I DALAM MENENTUKAN MASA HAID DAN RELEVANSINYA TERHADAP WANITA DI FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UIN RADEN FATAH PALEMBANG (STUDI KOMPARATIF) - eprint UIN Raden Fatah Palembang

BAB I PENDAHULUAN - ISTIQRA’ ANTARA IMAM HANAFI DAN IMAM SYAFI’I DALAM MENENTUKAN MASA HAID DAN RELEVANSINYA TERHADAP WANITA DI FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UIN RADEN FATAH PALEMBANG (STUDI KOMPARATIF) - eprint UIN Raden Fatah Palembang

terkontrol dan menggunakan alternatif penyebaran angket sebagai sarana pembantu untuk mendapatkan hasil penelitian yang secara manual, spesifik, selektif dan dapat diterima di kalangan akademik sebagai observasi penelitian yang bernilai ilmiah dengan membandingkan metode istiqra’ antara Imam Syafi’i dan Imam Hanafi. Alasan penelitian ini dilakukan dikarenakan ada dikalangan ulama yang menyatakan bahwa persoalan haid ini diantaranya dapat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan adat kebiasaan yang berlaku disuatu daerah tersebut. Sehingga dengan demikian, hasil dari penelitian yang dilakukan nantinya benar- benar mendapatkan hasil yang akurat dan komprehensif guna mempermudah pemahaman terhadap suatu disiplin ilmu terlebih dalam masalah haid.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

HUKUM RUJUK DENGAN PERBUATAN DALAM PERSPEKTIF IMAM HANAFI DAN MAJLIS AGAMA THAILAND - eprint UIN Raden Fatah Palembang

HUKUM RUJUK DENGAN PERBUATAN DALAM PERSPEKTIF IMAM HANAFI DAN MAJLIS AGAMA THAILAND - eprint UIN Raden Fatah Palembang

e. Imam Hanafi berdasarkan hadis “Dari Said ibnu Jubair dari Ibnu Umar ra. berkata, bahwa ia telah menceraikan istrinya yang sedang haid, maka Rasulullah SWA. menyuruhnya merujuki istrinya, hingga menceraikannya lagi dalam keadaan suci.” ( ًئاسننا هاًر ( . Sedangkan Majlis Agama Thai land berdasarkan hadis “Dari Ubaidullah bin Amr, dari Abdul Karim bin Malik Al-Jazari, dari Said bin Jabair, dari Ali bin Abu Thalib (radiyallahu anhu), tentang laki-laki yang menthalaq istrinya kemudian ia mengadakan kesaksian atas rujuk tetapi istrinya tidak mengetahui hal itu, kemudian istrinya menikah. Ali (radiyallahu anhu) berkata, “Perempuan tersebut tetap menjadi istri dari laki-laki
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

PARADIGMA PEMBELAJARAN REKONTRUKSIONISME Imam Hanafi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska Riau Abstract - PARADIGMA PEMBELAJARAN REKONTRUKSIONISME | Hanafi | Al-Fikra

PARADIGMA PEMBELAJARAN REKONTRUKSIONISME Imam Hanafi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska Riau Abstract - PARADIGMA PEMBELAJARAN REKONTRUKSIONISME | Hanafi | Al-Fikra

Penemuan atau discovery dalam belajar lebih mudah diperoleh dalam konteks sosial budaya seseorang.21 Dalam penjelasan lain Tanjung mengatakan bahwa inti konstruktivis Vigotsky adalah in[r]

14 Baca lebih lajut

BASIS TEOLOGIS UNTUK PLURALISME BERAGAMA; Menimbang Pandangan Kaum Sufi dalam Memahami Tuhan Imam Hanafi,1 Hasbullah2 Yusuf Ahmad3

BASIS TEOLOGIS UNTUK PLURALISME BERAGAMA; Menimbang Pandangan Kaum Sufi dalam Memahami Tuhan Imam Hanafi,1 Hasbullah2 Yusuf Ahmad3

Namun demikian bukan berarti bahwa Dzat Ilahi adalah alam, dan alam adalah identik dengan tuhan, sebab penampakan Diri Ilahi lewat tajalli -Nya merupakan tanda akan ke-Esaan-Nya, sebaga[r]

24 Baca lebih lajut

BAB II BIOGRAFI IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI A. Biografi Imam Syafi’i - HUKUMAN PENCURI YANG MENGEMBALIKAN BARANG CURIAN PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI - eprint UIN Raden Fatah Palembang

BAB II BIOGRAFI IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI A. Biografi Imam Syafi’i - HUKUMAN PENCURI YANG MENGEMBALIKAN BARANG CURIAN PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI - eprint UIN Raden Fatah Palembang

Sunnah serta ijma`. Humaidi berkata juga bahwa ; Pada suatu ketika kami berkeinginan mengadakan suatu perdebatan dengan para kelompok rasionalis dan kami tidak mengetahuinya (bagaimana cara mengalahkannya). Lalu kemudian Imam Syafi`i tersebut datang kepada kami, sehingga kami pun bisa memenangkan tentang perdebatan tersebut. Imam Ahmad bin Hambal juga berkata bawha ; Kami (sama sekali) tidak pernah melihat seseorang yang lebih cerdas dan pandapai dalam bidang faqih (fiqih) terhadap Al-Qur`an daripada pemuda quraisy ini (Muhammad bin Idris al- Syafi`i/ Imam Syafi‟i).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penyaluran dana zakat untuk pendidikan dalam perspektif imam hanafi :studi terhadap bazis kotamadya jakarta selatan

Penyaluran dana zakat untuk pendidikan dalam perspektif imam hanafi :studi terhadap bazis kotamadya jakarta selatan

“Abu Hanifah” adalah nama panggilan dari Nu’man bin Tsabit bin Zauth. Terdapat beberapa riwayat yang pertama menerangkan bahwa “Hanifah” adalah nama dari salah seorang anak beliau. Abu Hanifah bearati “Bapak Hanifah”, karena beliau adalah bapaknya Hanifah. Maka dipanggilah “Abu Hanifah”. Riwayat kedua menerangkan bahwa beliau terkenal sebagai seorang hamba Allah yang taat. Hatinya sangat cenderung kepada agama Islam, sehingga beliau sangat teguh memegang prinsip-prinsip agama Islam dan tidak dapat digoyahkan sedikit pun, walaupun dengan pangkat yang terhormat ataupun dengan penjaga dan siksa yang berat. “Hanifah” berarti “cenderung”, maka yang dimaksudkan dengan panggilan “Abu Hanifah” ialah panggilan kepada seorang yang sangat cenderung hatinya kepada agama Allah, yaitu Imam Abu Hanifah. Riwayat ketiga menerangkan bahwa beliau seakan-akan sangat erat berteman dengan tinta yang dalam bahasa Iraq disebut “Hanifah”. Kemana pun beliau pergi selalu membawa tinta untuk menulis, sehingga beliau dipanggil oleh guru-guru dan sahabat-sahabat beliau “Abu Hanifah”, yang berarti “bapak tinta”. Dari beberapa riwayat yang menerangkan sebab-sebab beliau dipanggil “Abu Hanifah”, maka dapatlah diambil suatu kesimpulan bahwa panggilan “Abu Hanifah” itu ada
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

EVALUASI EFISIENSI MOTOR INDUKSI PENGGERAK DRIVE PULLEY CONVEYOR EXCAVATING (CE) 42 DI PT. BUKIT ASAM (PERSERO), TBK TANJUNG ENIM - POLSRI REPOSITORY

EVALUASI EFISIENSI MOTOR INDUKSI PENGGERAK DRIVE PULLEY CONVEYOR EXCAVATING (CE) 42 DI PT. BUKIT ASAM (PERSERO), TBK TANJUNG ENIM - POLSRI REPOSITORY

BUKIT ASAM PERSERO, TBK TANJUNG ENIM 2016 : xiii + 54 halaman + lampiran KHAIDIR IMAM HANAFI 0613 3031 0180 PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGE[r]

13 Baca lebih lajut

INVENTARISASI KELELAWAR DI GUA PETRUK DESA CANDIRENGGO KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN

INVENTARISASI KELELAWAR DI GUA PETRUK DESA CANDIRENGGO KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN

Inventarisasi Kelelawar di Goa Petruk Desa Candirenggo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Imam Hanafi 0701070019 ABSTRAK Penelitian untuk mengetahui jenis kelelawar dan karakterist[r]

15 Baca lebih lajut

Problema nikah Fasakh dalam perspektif hukum materil dan hukum Islam

Problema nikah Fasakh dalam perspektif hukum materil dan hukum Islam

Terjadinya suatu pernikahan antara dua orang pasangan suami istri yang mana terlebih dahulu si istri yang awalnya bukan beragama Islam mengucapkan dua kalimat Syahadat untuk masuk kedalam agama Islam agar kedua pernikahan mereka sah, tetapi jika si istri kembali menjadi kafir setelah menikah, maka rusaklah pernikahan mereka itulah yang dimaksudkan oleh Imam Hanafi. Sedangkan menurut Imam Abi Hanifah dan Muhammad jika diantara kedua pasangan suami istri yang ternyata sang suamilah yang kembali ke agama sebelumnya maka hukum pernikahan yang akan jatuh pada perihal kasus ini adalah talak, sedangkan menurut Abi Yusuf kasus ini adalah fasakh.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

DAKWAH MELALUI SENI : STUDI KASUS KESENIAN TRADISIONAL LUDRUK PADA MASYARAKAT GILIGENTING KABUPATEN SUMENEP.

DAKWAH MELALUI SENI : STUDI KASUS KESENIAN TRADISIONAL LUDRUK PADA MASYARAKAT GILIGENTING KABUPATEN SUMENEP.

Imam Hanafi salah seorang penonton pada malam itu mengatakan kesenian tradisional ludruk Rukun Karya merupakan Genre kesenian yang dapat menghibur penonton, lelucon yang disajikan memb[r]

117 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI JUAL BELI DAN ALAT-ALAT TRANSAKSI PEMBAYARAN

BAB II LANDASAN TEORI JUAL BELI DAN ALAT-ALAT TRANSAKSI PEMBAYARAN

j. Jual beli buah-buahan atau padi-padian yang belum sempurna matangnya untuk dipanen. Ulama fikih sepakat, bahwa membeli buah- buahan yang belum berbuah, tidak sah. Namun, ulama berbeda pendapat tentang ketika pohon itu mulai berbuah. Menurut Imam Hanafi, jika pohon telah berbuah, tetapi masih ranum belum matang atau belum layak dipanen apabila pembeli disyaratkan untuk memanen buah-buahan tersebut maka jual beli itu sah. Dan apabila disyaratkan, bahwa buah-buahan itu sampai matang dan layak panen, maka jual belinya fa>sid karena tidak sesuai dengan akad, yaitu keharusan benda yang dibeli sudah berpindah tangan kepada pembeli ketika akad telah disetujui.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP WANITA HAMIL DILUAR NIKAH YANG DI NIKAHI OLEH LAKI-LAKI YANG BUKAN MENGHAMILINYA ( Studi Komparasi Imam Mazhab ).

PENDAHULUAN TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP WANITA HAMIL DILUAR NIKAH YANG DI NIKAHI OLEH LAKI-LAKI YANG BUKAN MENGHAMILINYA ( Studi Komparasi Imam Mazhab ).

haramnya dikawini serta wanita tersebut tidak terikat perkawinan dengan orang lain. Selain itu beliau mengatakan bahwa wanita hamil karena zina tidaklah termasuk golongan wanita yang haram dinikahi. 6 Sedangkan Imam Hambali berpendapat lain, yakni wanita hamil karena berzina tidak boleh dinikahi oleh laki-laki teman berzinanya maupun yang bukan menghamilinya. Kalau ingin dinikahkan maka harus menunggu masa iddahnya habis dahulu serta wanita itu harus bertobat dari perbuatan zinanya itu. 7 Menurut Imam Hanafi bahwa wanita hamil akibat zina boleh melangsukan pernikahan dengan laki-laki yang menghamilinya atau dengan laki-laki yang bukan menghamilinya. 8 Sedangkan menurut pendapat Imam Maliki berpendapat sama dengan pendapat Imam Hambali yaitu wanita hamil akibat berzina tidak boleh dinikahi oleh laki-laki teman berzinanya maupun yang bukan menghamilinya, karena perempuan itu telah menjadi haram baginya kecuali wanita tertsebut telah bertaubat dari perbuatan zinanya dan menunggu masa iddahnya. 9 Sedangkan menurut Imam Ja‟far ialah nikahnya orang zi na itu haram, hingga ia bertaubat, baik dengan pasangan zinanya atau dengan orang lain. 10
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 2347 documents...