Indeks Plastisitas

Top PDF Indeks Plastisitas:

STUDI KORELASI INDEKS PLASTISITAS DAN BATAS SUSUT TERHADAP PERILAKU MENGEMBANG TANAH | arbianto | JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL 466 1549 1 PB

STUDI KORELASI INDEKS PLASTISITAS DAN BATAS SUSUT TERHADAP PERILAKU MENGEMBANG TANAH | arbianto | JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL 466 1549 1 PB

Uraian di atas yang melatarbelakangi penelitian untuk mengetahui karakteristik tanah di kabupaten Boyolali yang mengarah pada tanah ekspansif. Penelitian ini menggunakan metode pengujian laboratorium dan analisis studi korelasi indeks plastisitas (plasticity index) dan batas susut (shrinkage limit) terhadap perilaku mengembang tanah. Perilaku potensi mengembang ( swelling potential) yang dapat dinyatakan dalam persentase mengembang (swelling percentage) dan tekanan mengembang ( swelling pressure) . Pengujian kedua perilaku tersebut menggunakan alat Oedometer . Sampel uji yang digunakan adalah hasil pemadatan standard proctor pada kadar air optimum, dimana kondisi awal sampel mencapai batas susut. Studi korelasi ini merupakan langkah awal dalam mengatasi kerusakan jalan, sarana dan prasarana di daerah tersebut.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Kecamatan Pamatang Sidamanik merupakan salah satu daerah penghasil komoditas perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar air tanah dengan indeks plastisitas, bahan organik dengan indeks plastisitas dan liat dengan indeks plastisitas pada beberapa vegetasi. Penelitian ini dilakukan metode survei. Sampel diambil dengan metode acak berdasarkan jenis vegetasi dengan parameter yang diukur yaitu Kadar Air Tanah, Bahan Organik, Kadar Liat Tanah dan Indeks Plastisitas Tanah. Data diuji dengan analisis regresi dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linear bahan organik dengan indeks plastisitas memiliki hubungan yang erat dan analisis faktor bahan organik merupakan faktor paling besar yang mempengaruhi indeks plastisitas tanah yakni 54, 818 %.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH FRAKSI LEMPUNG PADA PASIR TERHADAP NILAI KOHESI TANAH DAN INDEKS PLASTISITAS

PENGARUH FRAKSI LEMPUNG PADA PASIR TERHADAP NILAI KOHESI TANAH DAN INDEKS PLASTISITAS

Lempung ekspansif adalah salah satu jenis tanah berbutir halus ukuran koloidal yang terbentuk dari dari mineral-mineral ekspansif. Lempung ini memiliki sifat khas yakni kandungan mineral ekspansif. Kandungan mineral ekspansif juga memiliki pertukaran kapasitas ion yang tinggi, hal ini mengakibatkan tanah lempung memiliki potensi sifat kembang susut yang tinggi. Konsistensi lempung ekspansif sangat dipengaruhi oleh kadar air tanah (Holtz dan Gibss,1962). Nilai indeks plastisitas dan batas cair dapat digunakan untuk menentukan karakteristik pengembangan tanah lempung. Indeks plastitas yang semakin tinggi mengakibatkan semakin tinggi pula pengembangan.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS (PI)  PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS (PI).

PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS (PI) PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS (PI).

Tabel V.10. Hasil Uji Batas Plastis Tanah Asli dan Tanah Campuran …. 63 Tabel V.11. Hasil Uji Batas Susut Tanah Asli dan Tanah Campuran …. 64 Tabel V.12. Hasil Indeks Plastisitas Tanah Asli dan Tanah Campuran … 65 Tabel V.13. Hasil Lolos Saringan pada Analisa Saringan Tanah Campuran 71 Tabel V.14. Hasil Klasifikasi Tanah pada Tanah Campuran …………… 72

18 Baca lebih lajut

PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS (PI)  PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS (PI).

PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS (PI) PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS (PI).

Tabel V.10. Hasil Uji Batas Plastis Tanah Asli dan Tanah Campuran …. 59 Tabel V.11. Hasil Uji Batas Susut Tanah Asli dan Tanah Campuran …. 60 Tabel V.12. Hasil Indeks Plastisitas Tanah Asli dan Tanah Campuran … 60 Tabel V.12. (Lanjutan) Hasil Indeks Plastisitas Tanah Asli dan Tanah Campuran ............................................................................... 61

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS.

PENDAHULUAN PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS.

Pada penelitian ini dilakukan usaha stabilisasi kimiawi menggunakan bahan stabilisasi berupa matos. Matos merupakan bahan aditif yang berfungsi untuk memadatkan ( solidifikasi) dan menstabilkan (stabilizer) tanah secara fisik-kimia. Pada penelitian ini digunakan empat jenis tanah lempung berbeda lokasi yaitu didaerah Tanon (Sragen), Bayat (Klaten), Sambi (Boyolali) dan Wonokarto (Wonogiri) dengan nilai Indeks Plastisitas ( PI ) yang berbeda pula.

4 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Kecamatan Pamatang Sidamanik merupakan salah satu daerah penghasil komoditas perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar air tanah dengan indeks plastisitas, bahan organik dengan indeks plastisitas dan liat dengan indeks plastisitas pada beberapa vegetasi. Penelitian ini dilakukan metode survei. Sampel diambil dengan metode acak berdasarkan jenis vegetasi dengan parameter yang diukur yaitu Kadar Air Tanah, Bahan Organik, Kadar Liat Tanah dan Indeks Plastisitas Tanah. Data diuji dengan analisis regresi dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linear bahan organik dengan indeks plastisitas memiliki hubungan yang erat dan analisis faktor bahan organik merupakan faktor paling besar yang mempengaruhi indeks plastisitas tanah yakni 54, 818 %.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

SANDER M. SILALAHI : Kajian Hubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, dibimbing oleh Dr. Kemala Sari Lubis, S.P., M.P. dan Dr. Ir. Hamidah Hanum, M.P.

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS (PI).

PENDAHULUAN PENGARUH MATOS TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH LEMPUNG DENGAN BERBAGAI NILAI INDEKS PLASTISITAS (PI).

Pada penelitian ini dilakukan usaha stabilisasi kimiawi menggunakan bahan stabilisasi berupa matos. Matos merupakan bahan aditif yang berfungsi untuk memadatkan (solidifikasi) dan menstabilkan (stabilizer) tanah secara fisik- kimia. Material ini berupa serbuk halus terdiri dari komposisi logam dan mineral anorganik, serta ramah lingkungan (www.matos.co.id). Pada penelitian ini digunakan empat jenis tanah lempung yang berbeda lokasi yaitu Sragen, Klaten, Boyolali dan Wonogiri dengan nilai indeks plastisitas ( PI ) yang berbeda pula.

4 Baca lebih lajut

PENGARUH  SERBUK  GYPSUM TERHADAP   PENGARUH SERBUK GYPSUM TERHADAP INDEKS PLASTISITAS DAN PARAMETER GESER TANAH BERBUTIR HALUS.

PENGARUH SERBUK GYPSUM TERHADAP PENGARUH SERBUK GYPSUM TERHADAP INDEKS PLASTISITAS DAN PARAMETER GESER TANAH BERBUTIR HALUS.

Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan saya rahmat dan berkat-Nya selama ini sehingga Tugas Akhir dengan judul “Pengaruh Serbuk Gypsum Terhadap Indeks Plastisitas dan Parameter Geser Tanah Berbutir Halus” dapat selesai dengan baik. Penulisan Tugas Akhir ini

14 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan untuk vegetasi pada tanah Ultisol nilai tertinggi baik untuk bahan organik, kadar liat, kandungan air serta indeks plastisitas didominasi oleh kakao dengan rata-rata nilai secara berurutan 3,329; 24,44;10,5; dan 5,00 (Lampiran 2). Hal ini berarti bahwa vegetasi kakao merupakan tanaman tahunan yang terus mengalami akumulasi bahan organik dari serasah yang dihasilkan ditambah lagi dengan perakarannya yang tergolong ke dalam akar surface root feeder, artinya sebagian besar akar lateralnya (mendatar) berkembang dekat permukaan tanah, yaitu pada kedalaman tanah (jeluk) 0-30 cm. Dengan dihasilkannya bahan organik maka akan mempengaruhi nilai kadar liat, kandungan air. Hal ini sesuai dengan pernyataan Tangkatesik, et al (2012) yang menyatakan semakin besar kandungan liat maka semakin tinggi kandungan bahan organik, karena molekul-molekul organik yang diadsorpsi oleh liat dilindungi secara parsial dari perombakan oleh mikroorganisme. Serta Hakim, et al. (1986) menyatakan bahwa bahan organik pada tanah akan mempangaruhi sifat tanah antara lain kemampuan menahan air meningkat.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Kecamatan Pamatang Sidamanik merupakan salah satu daerah penghasil komoditas perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar air tanah dengan indeks plastisitas, bahan organik dengan indeks plastisitas dan liat dengan indeks plastisitas pada beberapa vegetasi. Penelitian ini dilakukan metode survei. Sampel diambil dengan metode acak berdasarkan jenis vegetasi dengan parameter yang diukur yaitu Kadar Air Tanah, Bahan Organik, Kadar Liat Tanah dan Indeks Plastisitas Tanah. Data diuji dengan analisis regresi dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linear bahan organik dengan indeks plastisitas memiliki hubungan yang erat dan analisis faktor bahan organik merupakan faktor paling besar yang mempengaruhi indeks plastisitas tanah yakni 54, 818 %.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar air tanah dengan indeks plastisitas, bahan organik dengan indeks plastisitas dan liat terhadap indeks plastisitas tanah pada beberapa vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

2 Baca lebih lajut

TINJAUAN  PUSTAKA  PENGARUH SERBUK GYPSUM TERHADAP INDEKS PLASTISITAS DAN PARAMETER GESER TANAH BERBUTIR HALUS.

TINJAUAN PUSTAKA PENGARUH SERBUK GYPSUM TERHADAP INDEKS PLASTISITAS DAN PARAMETER GESER TANAH BERBUTIR HALUS.

Stabilisasi dengan menggunakan bahan tambah bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik tanah dengan cara mencampur tanah dengan menggunakan bahan tambah dengan perbandingan tertentu. Perbandingan campuran bergantung pada kualitas campuran yang diinginkan. Jika pencampuran hanya dimaksudkan untuk merubah gradasi, plastisitas tanah dan workability, maka hanya memerlukan bahan tambah yang sedikit. Namun bila stabilisasi dimaksudkan untuk merubah tanah agar mempunyai kekuatan yang tinggi, maka diperlukan bahan tambah yang lebih banyak. Material yang telah dicampur dengan bahan tambah ini harus dihamparkan dan dipadatkan dengan baik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Korelasi CBR Dengan Indeks Plastisitas Pada Tanah Universitas Kristen Maranatha.

Korelasi CBR Dengan Indeks Plastisitas Pada Tanah Universitas Kristen Maranatha.

5. Jenis tanah yang digunakan termasuk tanah jenis CH yaitu jenis tanah lempung anorganik dengan plastisitas tinggi untuk kedalaman 1,00-3,00 meter dan 3,00-6,00 meter sedangkan untuk kedalaman 6,00-9,00 meter termasuk tanah jenis CL yaitu jenis tanah lempung anorganik dengan plastisitas sedang (sesuai dengan USCS), jenis ini diperoleh dari uji saringan, uji hidrometer dan uji Atterberg limit.

16 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BUBUK ARANG KAYU SEBAGAI BAHAN STABILISASI TERHADAP KUAT DUKUNG TANAH LEMPUNG SUKODONO DENGAN  Pemanfaatan Bubuk Arang Kayu Sebagai Bahan Stabilisasi Terhadap Kuat Dukung Tanah Lempung Sukodono Dengan Variasi Perawatan.

PEMANFAATAN BUBUK ARANG KAYU SEBAGAI BAHAN STABILISASI TERHADAP KUAT DUKUNG TANAH LEMPUNG SUKODONO DENGAN Pemanfaatan Bubuk Arang Kayu Sebagai Bahan Stabilisasi Terhadap Kuat Dukung Tanah Lempung Sukodono Dengan Variasi Perawatan.

Klasifikasi tanah dengan metode AASHTO yang didasarkan pada persentase lolos saringan nomor 200, batas cair, batas plastis, indeks plastisitas, dan nilai GI, maka tanah dengan campuran 5% dan 7,5% bubuk arang kayu dan perawatan 0, 3, dan 7 hari termasuk dalam klasifikasi A-7-6 dengan tipe material tanah lempung dengan penilaian umum sebagai tanah dasar adalah sedang sampai buruk. Hal ini disebabkan karena persentase lolos saringan nomor 200 > 36%, batas cair > 41%, batas plastis < 30%, indeks plastisitas > 11% dan nilai GI > 20.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

EVALUASI KINERJA DAN PENINGKATAN JALAN PURWODADI - WIROSARI (Performance Evaluation and Improvement of Purwodadi – Wirosari Road) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EVALUASI KINERJA DAN PENINGKATAN JALAN PURWODADI - WIROSARI (Performance Evaluation and Improvement of Purwodadi – Wirosari Road) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

2. Dari data tanah yang ada dengan mengeplotkan nilai indeks plastisitas dan nilai batas cair pada Kurva Casagrande, didapat tanah masuk pada zona lempung inorganik berplastisitas tinggi., nilai indeks plastisitas yang dimiliki antara 28 – 73, sehingga tanah lempung mempunyai potensi pengembangan yang sangat tinggi.nilai batas susut yang di miliki antara 12 – 24, sehingga tanah lempung termasuk mempunyai tingkat ekspansi yang tidak kritis.

Baca lebih lajut

Perbaikan Subgrade dengan Serbuk Bata Merah dan Kapur (Studi Kasus Tanah Lempung Tanon Sragen )

Perbaikan Subgrade dengan Serbuk Bata Merah dan Kapur (Studi Kasus Tanah Lempung Tanon Sragen )

Tanah daerah Tanon, Sragen dari hasil penelitian Wiqoyah (2002) adalah tanah lempung.dengan karakteristik sebagai berikut : butiran yang lolos saringan No 200 adalah 94.13%, batas cair (LL) = 88,03%, dan indeks plastisitas (IP) = 49,44%. Menurut sistem klasifikasi USCS (Unified Soil Classification System) tanah tersebut termasuk golongan CL, sedangkan menurut metode AASHTO tanah termasuk golongan A-7-5. Oleh karena itu perlu adanya stabilisasi tanah tersebut agar dapat digunakan sebagai landasan jalan raya.

Baca lebih lajut

Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Campuran Abu Sekam Padi Dan Kapur Padam Terhadap Uji Batas-Batas Atterberg

Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Campuran Abu Sekam Padi Dan Kapur Padam Terhadap Uji Batas-Batas Atterberg

2. Campuran abu sekam padi dan kapur menjadikan nilai batas cair (LL) menurun, nilai batas plastis (PL) naik, dan nilai indeks plastisitas (PI) semakin menurun. Sedangkan nilai batas susut (SL) semakin meningkat. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh abu sekam padi dan kapur sebagai bahan tambah dalam perbaikan tanah telah merubah sifat-sifat teknis tanah lempung ekspansif menjadi lebih baik.

Baca lebih lajut

TINJAUAN PENURUNAN KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG  KECAMATAN SUKODONO YANG DISTABILISASI DENGAN   Tinjauan Penurunan Konsolidasi Tanah Lempung Kecamatan Sukodono Yang Distabilisasi Dengan Garam Dapur (NaCl).

TINJAUAN PENURUNAN KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG KECAMATAN SUKODONO YANG DISTABILISASI DENGAN Tinjauan Penurunan Konsolidasi Tanah Lempung Kecamatan Sukodono Yang Distabilisasi Dengan Garam Dapur (NaCl).

Berdasarkan hasil pengujian Atterberg limits tanah Sukodono memiliki nilai indeks plastisitas PI=51,77% yang berarti termasuk tanah lempung dengan plastisitas tinggi, maka perlu dilakukan perbaikan. Pada penelitian ini dilakukan perbaikan secara kimiawi yaitu dengan memberikan penambahan garam dapur (NaCl) dengan persentase penambahan 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat sampel. Metode pengujian yang dilakukan meliputi uji sifat fisis, uji standard Proctor dan uji konsolidasi pada tanah asli dan tanah campuran. Hasil uji sifat fisis menunjukkan bahwa semakin besar persentase penambahan NaCl nilai kadar air, batas plastis, batas susut semakin naik sedangkan nilai specific gravity, batas cair, indeks plastisitas dan lolos saringan No. 200 semakin menurun. Hasil uji standard Proctor didapatkan nilai berat volume kering maksimum yang naik dan nilai kadar air optimum yang semakin menurun seiring dengan penambahan NaCl. Nilai berat volume kering maksimum sebesar 1,368 gr/cm 3 dan kadar air optimum terendah sebesar 24,3% pada tanah campuran dengan penambahan NaCl 20%. Hasil uji konsolidasi menunjukkan bahwa semakin besar persentase penambahan NaCl nilai koefisien konsolidasi (Cv) semakin naik, sedangkan untuk nilai indeks pemapatan (Cc) dan penurunan konsolidasi (Sc) semakin menurun. Nilai Cv tanah asli sebesar 0,0158 cm 2 /dtk, nilai Cc sebesar 0,2961 dan nilai Sc sebesar 0,1183 cm. Nilai Cv tertinggi sebesar 0,0194 cm 2 /dtk, nilai Cc terendah sebesar 0,2320 dan nilai Sc terendah 0,0917 cm didapatkan pada tanah campuran dengan persentase penambahan NaCl 20%.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 8089 documents...