Inertial Measurement Unit (IMU)

Top PDF Inertial Measurement Unit (IMU):

Tilt and Heading Measurement Using Sensor Fusion From Inertial Measurement Unit

Tilt and Heading Measurement Using Sensor Fusion From Inertial Measurement Unit

The accurate measurement of orientation plays a critical role in a range of fields including: aerospace, robotics, navigation, and human motion analysis and machine interaction [1]. For example, in an autonomous vehicle, by operating autonomously, outside control is removed from the control loop and the autonomous vehicle monitors and processes its own boards sensors to determine the which command is being accomplished [2]. For stability, an autonomous vehicle should know it’s tilt and heading condition to keep stabil. Tilt and heading measurement can be implemented using an inertial measurement unit (IMU), it is becuse an IMU typically contain three orthogonal rate-gyroscopes and three orthogonal accelerometers, measuring angular velocity and linear
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) DAN PEMANFAATAN METODE FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) MELALUI FREKUENSI HANDY TALKY (HT) - Repositori Universitas Andalas

PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) DAN PEMANFAATAN METODE FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) MELALUI FREKUENSI HANDY TALKY (HT) - Repositori Universitas Andalas

Data yang diinginkan tentu saja data gempa yang terjadi sekaligus alarm yang akan digunakan sebagai tanda terjadinya gempa di kota Padang. Untuk mendapatkan data tersebut maka diperlukan sensor yang mampu mendeteksi percepatan, getaran, serta perpindahan suatu objek. Sensor yang mampu untuk melakukan hal tersebut adalah sensor IMU (Inertial Measurement Unit). Sensor IMU merupakan suatu instrumen yang terdiri dari sensor accelerometer sebagai pendeteksi percepatan dan sensor gyroscope yang berfungsi untuk menjejaki keberadaan dan pergerakan suatu benda. Dengan IMU ini akan didapatkan beberapa parameter seperti kemiringan, vibrasi, percepatan dan posisi gempa[2].
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) DAN PEMANFAATAN METODE FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) MELALUI FREKUENSI HANDY TALKY (HT).

PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) DAN PEMANFAATAN METODE FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) MELALUI FREKUENSI HANDY TALKY (HT).

Sensor Inertial Measurement Unit (IMU) adalah suatu instrument yang terdiri dari accelerometer sebagai pendeteksi percepatan seperti pada gbr.1, angular (gyroscope) yang berfungsi untuk menjejaki keberadaan dan pergerakan suatu benda seperti pada gbr.2, dan magnetometer (compass) sebagai instrumen dalam mengukur kekuatan arah medan magnet di sekitar instrument seperti pada gbr.3[1].

7 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) DAN PEMANFAATAN METODE FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) MELALUI FREKUENSI HANDY TALKY (HT) - Repositori Universitas Andalas

PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) DAN PEMANFAATAN METODE FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) MELALUI FREKUENSI HANDY TALKY (HT) - Repositori Universitas Andalas

PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT IMU DAN PEMANFAATAN METODE FREQUENCY SHIFT KEYING FSK MELALUI FREKUENSI HANDY TALKY HT LAPORA[r]

1 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) DAN PEMANFAATAN METODE FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) MELALUI FREKUENSI HANDY TALKY (HT) - Repositori Universitas Andalas

PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) DAN PEMANFAATAN METODE FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) MELALUI FREKUENSI HANDY TALKY (HT) - Repositori Universitas Andalas

Indonesia is lying among the Ring of Fire area which has high potential in natural disasters. Some of data from BMKG (Bada Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) indicates that the earthquake activity in Indonesia is very active. The major earthquake in 30th September 2009 in west Sumatra causing the electricity and communication cut off, so people difficult to access the information about the possibility of further earthquakes. One of communication tool which can be active without connected to electricity is Handy Talky. Handy Talky is used as a transmission media of vibration data and swing data of IMU sensor (Inertial Measurement Unit) from transmitter to receiver from point-to-point. Therefore, is made a prototype for earthquake monitoring via Handy Talky communication using FSK (Frequency Shift Keying) method. FSK method is used because the amplitude is stable and the frequency can be changed so it is invulnerable to noise. From the result of the test, conclude that Handy Talky can be communicate in half-duflex about 3.5 km while transmission data in real time and efficient limited in 2.5km.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) DAN PEMANFAATAN METODE FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) MELALUI FREKUENSI HANDY TALKY (HT).

PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING GEMPA MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) DAN PEMANFAATAN METODE FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) MELALUI FREKUENSI HANDY TALKY (HT).

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis mengangkat judul Tugas Akhir ini yaitu “Perancangan Prototype Sistem Monitoring Gempa Menggunakan Sensor Inertial Measurement Unit (IMU) dan Pemanfaatan Metode Frequency Shift Keying (FSK) Melalui Frekuensi Handy Talky (HT)”.

7 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Inertial Measurement Unit (IMU) merupakan alatyang memanfaatkan sistem pengukuran seperti gyroskop dan akselerometer untuk memperkirakan posisi relatif, kecepatan, dan akselerasi dari gerakan motor. IMU adalah bagian dari navigasi system yang dikenal sebagai Inertial Navigation System atau INS. Pertama kali didemonstrasikan oleh C.S. Draper tahun 1949, IMU menjadi komponen navigasi umum dari bidang dan kapal.

24 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pada UAV, sistem kontrol yang dimiliki sangat bergantung pada masukan data dari Inertial Measurement Unit (IMU) untuk difeedbackkan kembali ke sistem kontrol. Data IMU dapat dikirim secara wireless ke ground control untuk dianalisa. IMU merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur gerakan tiga dimensi dari kendaraan. Gerakan tersebut merupakan akselerasi linier dan akselerasi sudut sumbu X, Y, dan Z.

6 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Unmanned Aerial Vehicle (UAV) application need Inertial Measurement Unit (IMU) to improve maneuverability accuracy. IMU that common for use is low cost type that easy to modify and available in the market. Low cost IMU need calibration to verify mistake or error cause by hardware assembly. IMU calibration use platform that design with reference from carpal wrist device system. P urpose this research is to get reading from four degree of freedom that is pitch (ϕ), roll (θ), yaw (ψ), and Z axis acceleration (a z ) from control movement of platform. P latform testing is done at ground
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Inertial Measurement Unit Untuk Unmanned Aerial Vehicles “Quadrotor”

Rancang Bangun Inertial Measurement Unit Untuk Unmanned Aerial Vehicles “Quadrotor”

Abstrak — Teknologi robot udara quadrotor semakin berkembang pesat. Salah satu bagian yang marak dikembangkan adalah sensor orientasinya atau yang umum disebut sebagai Inertial Measurement Unit (IMU). Permasalahan pada IMU yang umum terjadi antara lain adalah ketidakmampuan processing unit untuk mengolah data dengan cepat (output data rate rendah), beban komputasi yang tinggi (algoritma penggabungan data sensor yang berat), luaran Accelerometer ber-noise tinggi yang umumnya berasal dari getaran body UAV dan luaran Gyroscope yang mengalami drift. Pada tugas akhir ini diciptakan sebuah IMU menggunakan Mikrokontroller STM32F4 sebagai pemroses data dan metode determinasi oerientasi dengan representasi Direction Cosine Matrices sebagai algoritma penyatuan data dan penentu luaran orientasi. Dari hasil pengujian menggunakan gimbal elektronik , dapat dicapai RMS Error statis dibawah 2 derajat dan RMS Error dimanis dibawah 3.4 derajat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analysis Movement of Unmanned Underwater Vehicle using the Inertial Measurement Unit.

Analysis Movement of Unmanned Underwater Vehicle using the Inertial Measurement Unit.

Abstract—In an Unmanned Underwater Vehicle (UUV), the craft's orientation, velocity, and gravitational forces are the important measurements to make sure the UUV’s navigation system can be fully operated. Most of the current UUV system uses pressure sensor to control the navigation of the craft. But the pressure sensor is not suitable to use in getting UUV’s navigation data or information. Without the information on UUV’s navigation, there are difficult to monitor the movement of UUV. This project introduces a methodology to analyze the position, velocity vector and the rotation of UUV, using a combination of accelerometer and gyroscope. This sensing unit is a combination of Accelerometer ADXL-345 sensor and Gyroscope ITG-3200 sensor called as an Inertial Measurement Unit (IMU). The measurement unit will be programmed by an Atmel microcontroller (Arduino UNO) to get the important data of the UUV’s navigation system. The real-time data of sensing unit communicated with Serial Chart and Processing software to get output graph and real-time 3D animation of UUV. From this project outcome, the movement of UUV is monitored in processing software. Hence, the navigation system of a UUV such as auto depth control, left-right movement and obstacle avoidance purpose can be improved.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Ilustrasikan dapat dilihat pada gambar D.2 Gambar D.2 Posisi [0 0 0] pada IMU Nilai inersia akibat jarak memiliki rumus Di mana r adalah jarak komponen dari titik [0 0 0].. Simbol pa[r]

18 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

SimMechanic...57 BAB IV ANALISA DAN VALIDASI HASIL PLATFORM IMU 4.1.. Analisa Hasil Pengujian ...90 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1.[r]

2 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Paralayang Dengan Kontrol

Rancang Bangun Paralayang Dengan Kontrol

IMU ( Inertial Measurement Unit ) merupakan suatu unit dalam modul elektronik yang mengumpulkan data kecepatan angular dan akselerasi linear yang kemudian dikirim ke CPU ( Central Processing Unit ) untuk mendapatkan data keberadaan dan pergerakan suatu benda. IMU terdiri dari kombinasi accelerometer (sensor percepatan) dan gyroscope (sensor kecepatan angular). Accelerometer digunakan untuk mengukur percepatan suatu benda dan gyroscope digunakan untuk mengukur kecepatan rotasi dari suatu benda[3]. Pada penelitian ini IMU yang digunakan juga mempunyai sensor magnetometer 3 derajat kebebasan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perancangan On-Board Data Handling untuk Roket EDF (Electric Ducted Fan)

Perancangan On-Board Data Handling untuk Roket EDF (Electric Ducted Fan)

In designing an OBDH integrated controller is a microcontroller, to know the attitude of the rocket used IMU (Inertial Measurement Unit) sensor which consists of a 3-axis gyroscope sensor and 3-axis accelerometer. To perform tracking used GPS, compass sensor for direction toward the rocket, and as the reference angle on the z-axis gyroscope sensor result of processing and barometer sensors used to measure the altitude of the rocket at launch. The data can be known in real-time by sending data via radio module at a frequency of 2.4 GHz using the XBee-Pro S2B to GCS.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Sistem Navigasi Pada Balon Udara Menggunakan GPS dan Kontrol Logika Fuzzy

Sistem Navigasi Pada Balon Udara Menggunakan GPS dan Kontrol Logika Fuzzy

Abstrak — Saat ini, pesawat tanpa awak adalah sarana yang potensial untuk tujuan eksplorasi. Salah satu jenis pesawat tanpa awak adaah balon udara. Balon udara sangat cocok digunakan untuk eksporasi pada kecepatan dan ketinggian yang rendah. Hal yang penting dalam pengembangan balon udara sebagai sarana eksplorasi adalah sistem navigasi. Sistem navigasi dapat mengarahkan balon udara ke tujuan yang ditentukan secara otomatis. Parameter yang diperlukan dalam sistem navigasi adalah informasi posisi dan arah objek yang akan dikontrol. Terdapat banyak metode sistem navigasi. Salah satunya adalah metode sistem navigasi dengan menggunakan GNSS (Global Navigation Satellite System) dan kompas. Metode ini menggunakan sensor GNSS mengetahui posisi, sedangkan kompas digunakan untuk mengetahui arah. Di dalam sistem ini digunakan filter kuarternion berbasis AHRS (Attitude and Heading Reference System) untuk mengkompensasi pembacaan data kompas tehadap kemiringan sensor. Dari data posisi dan arah yang didapatkan akan diolah menjadi informasi jarak dan derajat arah balon terhadap waypoint. Kemudian, informasi jarak dan derajat arah tersebut diolah untuk menggerakkan motor pada balon dan megarahkan balon pada waypoint. Sistem ini menggunakan sensor GPS berbasis GNSS (Global Navigation Satellite System) untuk mengetahui posisi, sensor kompas berbasis IMU (Inertial Measurement Unit) untuk mengetahui arah, dan kontrol logika fuzzy sebagai pengatur kecepatan motor kemudi untuk pergerakan balon. Pada metode ini, akurasi dari sensor GNSS berkisar antara 9,5 sampai 20 meter. Galat maksimum dari kompas dengan kompensasi kemiringan adalah 7%. Terjadi osilasi pada arah Utara dengan simpangan berkisar antara 50-90 derajat dan arah Barat dengan simpangan sebesar 20-50 derajat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ORIENTATION TRACKING WITH MEMS INERTIAL SENSORS.

ORIENTATION TRACKING WITH MEMS INERTIAL SENSORS.

Human stabilization system which is built inside the inner ear is such a technology marvel considering its ability to function in complete darkness and without external reference. This ability is what we call as orientation tracking. If the ability could be applied in real technical application, it would contribute to a major improvement in many aspects. Possible applications of orientation tracking are in inertial navigation system such as an Inertial Measurement Unit, IMU, in virtual reality, medical technology and also in industries such as 3D compassing.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Modelling and analysis of all terrain vehicle (ATV) using system identification for yaw stability.

Modelling and analysis of all terrain vehicle (ATV) using system identification for yaw stability.

Abstract. This paper presents the modelling and analysis of path-following planning motion of an All-Terrain Vehicle (ATV) using system identification technique in term of yaw stability. The modelling is based on the single track and established by using Newtonian equation motion. Mathematical modelling is constructed in form of state space equation with the parameters used are measured through physical measurement of prototype ATV. Based on this model selection, the open loop system is simulated and the result will be validated by using system identification. Inertial Measurement Unit (IMU) sensor is used to collect and measure the data for the path- following planning. The analysis results for yaw stability of prototype ATV are validated by system identification method with step response approach. Both of the simulated and measured data is compared and the data is estimated to get the best fit for yaw estimation by using complimentary filter technique. From the result, the best fit for yaw estimation is 91.96% and considered as stabilized at steering angle of 45°.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

isprsarchives XL 1 W4 195 2015

isprsarchives XL 1 W4 195 2015

For the data acquisition it is necessary to select sensors for the measurement and the position determination during the flight in a corresponding range and accuracy. These components are: Laser scanner for data acquisition; an inertial measurement unit (IMU) for detecting the pitch, roll and heading; and a GNSS receiver to determine the system position and trajectory.

5 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Diunduh tanggal: 10 Juni 2012.Diunduh dari: http://www.sgbotic.com/index.php?dispatch=products.view&product_id=601.[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...