infeksi telinga tengah

Top PDF infeksi telinga tengah:

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi - Profil Penderita Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) Tipe Bahaya Di RSUP. H. Adam Malik Medan Tahun 2006-2010

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi - Profil Penderita Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) Tipe Bahaya Di RSUP. H. Adam Malik Medan Tahun 2006-2010

Terjadinya OMSK hampir selalu dimulai dengan otitis media berulang pada anak, jarang dimulai setelah dewasa. Terjadinya otitis media disebabkan multifaktor antara lain infeksi virus atau bakteri, gangguan fungsi tuba, alergi, kekebalan tubuh, lingkungan dan sosial ekonomi. Anak lebih mudah mendapat infeksi telinga tengah karena struktur tuba anak yang berbeda dengan dewasa serta kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna sehingga bila terjadi infeksi saluran nafas atas, maka otitis media merupakan komplikasi yang sering terjadi. Fokus infeksi biasanya berasal dari nasofaring mencapai telinga tengah melalui tuba eustachius. Kadang-kadang infeksi berasal dari telinga luar masuk ke telinga tengah melalui perforasi membran timpani. Bila terbentuk pus akan terperangkap di dalam kantong mukosa di telinga tengah. Dengan pengobatan yang adekuat dan perbaikan fungsi ventilasi telinga tengah, biasanya proses patologis akan berhenti dan kelainan mukosa akan kembali normal. Bila terjadi perforasi membran timpani yang
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Hubungan Penyumbatan Cerumen Dengan Kemampuan Mendengar Pada Siswa-Siswi Di Beberapa Sekolah Dasar Yang Berada Di Kecamatan Medan Maimun dan Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2012

Hubungan Penyumbatan Cerumen Dengan Kemampuan Mendengar Pada Siswa-Siswi Di Beberapa Sekolah Dasar Yang Berada Di Kecamatan Medan Maimun dan Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2012

Gangguan pendengsrsan dapat diklasifiksasikan menjadi: (a). Tuli Konduktif. Pada tuli konduktif, ambang batas (thresholds) hantaran tulang dalam batas normal tetapi ambang batas (thresholds) hantaran udara lebih rendah paling tidak 10dB dibandingkan ambang batas (thresholds) normal. (Kutz, 2012). Pada tuli konduktif terdapat gangguan hantaran suara, disebabkan oleh kelainan atau penyakit di telinga luar atau telinga tengah. Hal tersebut menurunkan tingkat intensitas gelombang suara untuk mencapai cochlea, tapi hal ini tidak mempengaruhi hantaran tulang. Contoh hal-hal yang dapat menyebabkan tuli konduktif yaitu cerumen atau benda asing, infeksi telinga tengah, perforasi membrane timpani,dll. (Kutz,2012); (b). Tuli Sensorineural. Pada tuli sensorineural, ambang batas hantaran tulang dan udara masing-masing 10-25dB. Dan kelainannya terdapat pada nervus VIII atau di pusat pendengaran karena telinga luar dan dalam tidak mengurangi gelombang suara yang masuk. Bersifat permanen. (Kutz,2012); dan (c). Tuli campuran, merupakan kombinasi tuli konduktif dan tuli sensorineural. (Antonelli,2002).
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Otitis Media Supuratif Kronik dengan Meningitis di RSUP H. Adam Malik Medan 2010.

Hubungan Antara Otitis Media Supuratif Kronik dengan Meningitis di RSUP H. Adam Malik Medan 2010.

lingkungan. Terjadinya otitis media pada masa bayi dan anak-anak dapat menghambat pneumatisasi dan mengakibatkan sklerosis. Di lain pihak terdapat bukti bahwa pneumatisasi yang terbatas merupakan faktor predisposisi untuk infeksi telinga tengah (Austin, 1994 dalam Irwan, 2009). Sel udara mastoid mempunyai peranan penting terhadap fungsi fisiologis telinga tengah. Tumarkin dan Holmquist menyatakan bahwa sel udara mastoid berperan sebagai rongga udara pada telinga tengah dan bertanggungjawab terhadap pengaturan tekanan telinga tengah. Menurut Wittmaack’s (teori endodermal), terjadinya pneumatisasi normal sel udara mastoid, tetapi proses tersebut dapat dihambat oleh inflamasi atau kelainan fungsi tuba eustachius (Virapongse, 1985 dalam Irwan, 2009; Ahmet, 2004 dalam Irwan, 2009).
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK MALIGNA

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK MALIGNA

? Apakah ada riwayat trauma kepala, telinga tertampar, trauma akustik atau pemekaian obat ototoksik sebelumnya. ? Apakah sebelumnya pernah menderita penyakit infeksi virus seperti parotitis, influensa berat dan meningitis. ? Apakah gangguan pendengaran ini diderita sejak bayi , atau pada tempat yang bising atau pada tenpat yang tenang. 2. Suara berdenging/berdengung (tinitus)

5 Baca lebih lajut

Perbandingan Karakteristik Penderita Otitis Media Akut di RSUP H. Adam Malik Medan pada Tahun 2014 dan 2015

Perbandingan Karakteristik Penderita Otitis Media Akut di RSUP H. Adam Malik Medan pada Tahun 2014 dan 2015

Komplikasi dari OMA dapat terjadi melalui beberapa mekanisme, yaitu melalui erosi tulang, invasi langsung dan tromboflebitis. Komplikasi ini dibagi menjadi komplikasi intratemporal dan intrakranial. Komplikasi intratemporal terdiri dari: mastoiditis akut, petrositis, labirintitis, perforasi pars tensa, atelektasis telinga tengah, paresis fasialis, dan gangguan pendengaran. Komplikasi intrakranial yang dapat terjadi antara lain yaitu meningitis, encefalitis, hidrosefalus otikus, abses otak, abses epidural, empiema subdural, dan trombosis sinus lateralis. Komplikasi tersebut umumnya sering ditemukan sewaktu belum adanya antibiotik, tetapi pada era antibiotik semua jenis komplikasi itu biasanya didapatkan sebagai komplikasi dari otitis media supuratif kronik (OMSK). 5,18,21,22
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN OTITIS MEDIA SUPURAT

LAPORAN PENDAHULUAN OTITIS MEDIA SUPURAT

 Gangguan pendengaran. Ini tergantung dari derajat kerusakan tulang-tulang pendengaran. Biasanyadijumpai tuli konduktif namun dapat pula bersifat campuran. Gangguan pendengaran mungkin ringan sekalipun proses patologi sangat hebat, karena daerah yang sakit ataupun kolesteatom, dapat menghambat bunyi dengan efektif ke fenestra ovalis. Bila tidak dijumpai kolesteatom, tuli konduktif kurang dari 20 db ini ditandai bahwa rantai tulang pendengaran masih baik. Kerusakan dan fiksasi dari rantai tulang pendengaran menghasilkan penurunan pendengaran lebih dari 30 db. Beratnya ketulian tergantung dari besar dan letak perforasi membran timpani serta keutuhan dan mobilitas sistem pengantaran suara ke telinga tengah. Pada OMSK tipe maligna biasanya didapat tuli konduktif berat karena putusnya rantai tulang pendengaran, tetapi sering kali juga kolesteatom bertindak sebagai penghantar suara sehingga ambang pendengaran yang didapat harus diinterpretasikan secara hati-hati. Penurunan fungsi kohlea biasanya terjadi perlahan-lahan dengan berulangnya infeksi karena penetrasi toksin melalui jendela bulat (foramen rotundum) atau fistel labirin tanpa terjadinya labirinitis supuratif. Bila terjadinya labirinitis supuratif akan terjadi tuli saraf berat, hantaran tulang dapat menggambarkan sisa fungsi kohlea.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PREVALENSI OTITIS MEDIA AKUT DENGAN PEMAKAIAN DOT PADA BALITA DI RSUD Dr. MOEWARDI.

HUBUNGAN PREVALENSI OTITIS MEDIA AKUT DENGAN PEMAKAIAN DOT PADA BALITA DI RSUD Dr. MOEWARDI.

Otitis Media Akut (OMA) merupakan inflamasi akut telinga tengah yang berlangsung kurang dari tiga minggu (Donaldson, 2010). Yang dimaksud dengan telinga tengah adalah ruang di dalam telinga yang terletak antara membran timpani dengan telinga dalam serta berhubungan dengan nasofaring melalui tuba Eustachius (Tortora et al, 2009). Perjalanan OMA terdiri atas beberapa aspek yaitu efusi telinga tengah yang akan berkembang menjadi pus oleh karena adanya infeksi mikroorganisme, adanya tanda inflamasi akut, serta munculnya gejala otalgia, iritabilitas, dan demam (Linsk et al, 2002; Kaneshiro, 2010; WHO, 2010).
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

KEL TEL LUAR (must know)22sept14

KEL TEL LUAR (must know)22sept14

3. Try using gravity. Miringkan kepala ke sisi yang terkena. Jangan pukul-pukul kepala, tetapi digoncang dengan lembut ke arah tanah untuk mencoba mengeluarkan benda 4. Try using oil for an insect. Bila bendanya serangga, meringkan kepala kearah atas, dan kemudian masukan minyak kelapa, olive oil atau baby oil ke telinga.

145 Baca lebih lajut

Gambaran Pengetahuan dan Karakteristik Pembersihan Telinga Siswa SMA Negeri 1 Tanjung Pura dan SMA Harapan 1 Medan

Gambaran Pengetahuan dan Karakteristik Pembersihan Telinga Siswa SMA Negeri 1 Tanjung Pura dan SMA Harapan 1 Medan

membran timpani adalah pars tensa dengan area kira-kira seluas 55 mm 2 , yang tersusun atas serat-serat sirkuler yang saling tumpang tindih. Serat-serat ini tersusun atas kolagen dan membentuk membran kaku yang ringan sehingga ideal untuk mengubah gelombang suara menjadi getaran pada tulang malleus. Bagian lebih kecil dari membran timpani adalah pars flaccida, terletak diatas manubrium malleus, lebih tebal dari pada pars tensa dan serat-seratnya tidak tersusun baik seperti serat-serat kolagen pada pars tensa. Membran timpani di lapisi oleh selapis sel epidermis, yang merupakan lanjutan dari liang telinga. Bagian luar membran timpani ini bermigrasi dari tengah ke bagian luar dan memindahkan luka kecil dan parut serta mentransport benda asing kecil keluar ke liang telinga. Lubang kecil pada membran timpani biasanya akan sembuh spontan (Moller, 2006).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Hubungan Rinitis Alergi Dan Disfungsi Tuba Eustachius Dengan Menggunakan Timpanometri

Hubungan Rinitis Alergi Dan Disfungsi Tuba Eustachius Dengan Menggunakan Timpanometri

Dari hasil penelitian ini bahwa penderita rinitis alergi memiliki resiko mengalami disfungsi tuba Eustachius. Apabila terjadi disfungsi tuba Eustachius dan tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, maka kondisi ini akan berlarut-larut dan menyebabkan gangguan telinga tengah yang serius, mulai dari gangguan pendengaran, otitis media efusi, retraction pocket bahkan terbentuknya kolesteatoma yang memerlukan tindakan lebih serius yaitu bedah mastoidektomi. Oleh karena itu, menjadi tugas kita bersama sebagai dokter untuk memberi informasi yang benar dan tepat kepada penderita rinitis alergi agar lebih waspada terhadap gejala awal dampak rinitis alergi pada telinga sehingga dapat mencegah terjadinya komorbiditas yang menyebabkan penurunan kualitas hidup penderita sekaligus mencegah tingginya biaya pengobatan yang jika sudah terjadi komplikasi yang berat.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi Telinga Tengah Rongga yang terdapat antara membran timpani dengan tulang - Gambaran Ukuran Timpanogram Pada Orang Dewasa Normal di RSUP H. Adam Malik Medan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi Telinga Tengah Rongga yang terdapat antara membran timpani dengan tulang - Gambaran Ukuran Timpanogram Pada Orang Dewasa Normal di RSUP H. Adam Malik Medan

Secara bersamaan, probe yang menutupi liang telinga menghadirkan berbagai jenis tekanan udara. Pertama positif, kemudian negatif kedalam liang telinga. Jumlah energi yang dipancarkan berhubungan langsung dengan Compliance. Compliance menunjukkan jumlah mobilitas di telinga tengah. Sebagai contoh lebih banyak energi yang kembali kealat pemeriksaan, lebih sedikit energy yang diterima oleh membran timpani. Hal ini menggambarkan suatu compliance yang rendah. Compliance yang rendah menunjukkan kekakuan atau obstruksi pada telinga tengah. Data-data yang didapat membentuk sebuah gambar 2 dimensi pengukuran mobilitas membran timpani. Pada telinga normal, kurva yang timbul menyerupai gambaran lonceng.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Neurofibroma Telinga Tengah dengan Otitis Media Supuratif Kronis

Neurofibroma Telinga Tengah dengan Otitis Media Supuratif Kronis

Bertambahnya usia, faktor makanan, dan tidak aktif secara fisik, mutasi dan kesalahan pada replikasi, polusi lingkungan, radiasi dan sinar ultraviolet saat ini juga dikaitkan dengan tumorigenesis Namun demikian, inflamasi yang menetap dari suatu infeksi atau autoimun merupakan temuan yang sangat bermakna pada kejadian tumorigenesis. Peradangan memainkan peranan yang sangat penting pada tiap derajat perkembangan tumor, termasuk inisiasi, promosi, perubahan menadi keganasan, invasi dan metastasis. Infamasi juga mempengaruhi sistem imun dan respon terhadap terapi. 8,9,10

7 Baca lebih lajut

TUGAS 1 SISTEM PAKAR (AKUISISI PENGETAHUAN)

TUGAS 1 SISTEM PAKAR (AKUISISI PENGETAHUAN)

kanker, alergi, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan luka. Kebanyakan kucing yang mempunyai masalah dengan telinga terlihat tidak nyaman dan sering kali menggoyang atau menggeleng-gelengkan kepala, mencakar-cakar telinga atau menggosok-gosokkan telinga atau kepala pada dinding, atau atau benda lain. Dari dalam telinga bisa saja muncul cairan kotor dan kadang-kadang disertai bau tidak sedap. Otitis yang tidak ditangani secara cepat dan tepat dapat menyebabkan radang berlangsung lama atau kronis. Pada beberapa kondisi radang kronis ini dapat menyebabkan tumbuhnya polip. Lebih lanjut lagi polip ini dapat berkembang menjadi tumor atau kanker dan menutup saluran telinga, akibatnya kucing tidak dapat mendengar suara dengan baik lagi.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Labirinitis

Labirinitis

Pada labirinitis viral, penderita didahului oleh infeksi virus seperti virus influenza, virus mumps, timbul vertigo, nistagmus kemudian setelah 3-5 hari keluhan ini berkurang dan penderita normal kembali. Pada labirinitis viral biasanya telinga yang dikenai unilateral. 2,4

3 Baca lebih lajut

ASKEP OTITIS MEDIA AKUT

ASKEP OTITIS MEDIA AKUT

Umumnya otitis media dari nasofaring yang kemudian mengenai telinga tengah, kecuali pada kasus yang relatif jarang, yang mendapatkan infeksi bakteri yang membocorkan membran timpani. Stadium awal komplikasi ini dimulai dengan hiperemi dan edema pada mukosa tuba eusthacius bagian faring, yang kemudian lumennya dipersempit oleh hiperplasi limfoid pada submukosa. Gangguan ventilasi telinga tengah ini disertai oleh terkumpulnya cairan eksudat dan transudat dalam telinga tengah, akibatnya telinga tengah menjadi sangat rentan terhadap infeksi bakteri yang datang langsung dari nasofaring. Selanjutnya faktor ketahanan tubuh pejamu dan virulensi bakteri akan menentukan progresivitas penyakit.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Penatalaksanaan Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Bahaya.

Penatalaksanaan Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Bahaya.

Seorang anak perempuan usia 16 tahun datang ke IGD RS dr. M. Djamil Padang rujukan dari RS Ahmad Muchtar Bukittinggi pada tanggal 4 Januari 2011 dengan diagnosis OMSK AS tipe bahaya dengan abses mastoid. Pasien dengan keluhan utama bengkak pada belakang telinga kiri sejak 7 hari sebelum masuk rumah sakit. Bengkak makin lama makin besar, dibawa berobat ke RS Ahmad Muchtar dan dirawat selama 2 hari dan telah dilakukan pemeriksaan foto polos mastoid. Telinga kiri berair sejak 1 bulan yang lalu, berbau busuk dan warna kehijauan. Riwayat telinga kiri berair sudah dirasakan sejak 6 tahun yang lalu, hilang timbul terutama jika pasien demam dan batuk pilek. Riwayat telinga kanan berair disangkal. Pendengaran berkurang sejak 5 tahun yang lalu. Riwayat nyeri kepala hebat tidak ada, mual muntah tidak ada, kejang tidak ada. Pusing berputar tidak ada. Wajah terasa mencong tidak ada.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Hubungan Kadar Matrix Metalloproteinase-3 dengan Gangguan Pendengaran pada Pasien Artritis Reumatoid

Hubungan Kadar Matrix Metalloproteinase-3 dengan Gangguan Pendengaran pada Pasien Artritis Reumatoid

Telinga dalam mendapat vaskularisasi dari a.labirintin cabang dari a.serebellaris anterior, tetapi dapat juga sebagai cabang langsung dari a.basilaris atau a.vertebralis. Arteri ini memasuki meatus akustikus internus dan terpisah menjadi a.vestibularis anterior a.koklearis komunis yang bercabang pula menjadi a.koklearis dan a.vestibulokoklearis. A.vestibularis anterior memperdarahi vestibularis, utrikulus, dan sebagian duktus semisirkularis. A.koklearis berjalan mengitari n.akustikus di kanalis akustikus internus dan di dalam koklea mengitari modiolus. A.vestibulokoklearis sampai di modiolus dan terpisah menjadi cabang terminal vestibular dan cabang koklear. Cabang vestibular memperdarahi sakulus, sebagian besar kanalis semisirkularis dan ujung basal koklea. Cabang koklear memperdarahi ganglion spiralis, lamina spiralis ossea, limbus dan ligamentum spiralis. Vena dialirkan ke v.labirintin yang diteruskan ke sinus petrosus inferior atau sinus sigmoideus. Vena-vena melewati akuaduktus vetibularis dan koklearis ke sinus petrosus superior dan inferior (Austin, 1997; Wright, 1997).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Hubungan Otitis Media Supuratif Kronis dengan Rinitis Alergi di RSUP H. Adam Malik Medan di Tahun 2014

Hubungan Otitis Media Supuratif Kronis dengan Rinitis Alergi di RSUP H. Adam Malik Medan di Tahun 2014

Sesuai dengan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kegagalan pembukaan tuba akan berakibat pada gangguan telinga tengah. Sedangkan pada rinitis alergi yang berlama-lama terjadi gangguan fungsi tuba yang akan berakibat pada telinga tengah. Gangguan tersebut adalah tidak terkoreksinya penurunan oksigen dan tekanan udara di kavum timpani. Akibat gangguan fungsi tuba ini, terjadilah OMSK. Radang akut pada OMA karena penyakit infeksi (seperti akibat infeksi saluran napas, terutama pada anak) juga dapat berkembang menjadi OMSK yang dapat mengakibatkan berbagai komplikasi.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Prevalensi Otitis Media Supuratif Kronis pada Anak di RSUP Haji Adam Malik periode 2012 - 2014

Prevalensi Otitis Media Supuratif Kronis pada Anak di RSUP Haji Adam Malik periode 2012 - 2014

Letak membrana timpani tidak tegak lurus terhadap liang telinga akan tetapi miring yang arahnya dari belakang luar kemuka dalam dan membuat sudut 450 dari dataran sagital dan horizontal. Membrana timpani merupakan kerucut, dimana bagian puncak dari kerucut menonjol kearah kavum timpani, puncak ini dinamakan umbo (Moore, Keith 2007).

10 Baca lebih lajut

University of Lampung | LPPM-UNILA Institutional Repository (LPPM-UNILA-IR)

University of Lampung | LPPM-UNILA Institutional Repository (LPPM-UNILA-IR)

Otomikosis adalah infeksi telinga yang disebabkan oleh jamur, atau infeksi jamur yang superficial pada pinna dan meatus auditorius eksternus. Pasien laki-laki, usia 23 tahun datang ke Rumah Sakit Provinsi dr. H. Abdul Moeloek dengan keluhan gatal pada liang telinga kanan sejak 6 hari yang lalu, dirasakan terus-menerus, sampai mengganggu aktivitas sehari- hari.Pasien mengatakan beberapa kali membersihkan telinga kanannya dengan cotton bud dan terkadang mengorek telinga menggunakan jari tangan. Pasien juga mengeluhkan terasa penuh di liang telinga kanan, nyeri telinga kanan, dan pendengaran menurun. Pasien merupakan seseorang atlit renang, pasien beraktifitas renang 3-4 hari seminggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan liang telinga kanan sempit, tampak hiperemis, terdapat debris berwarna putih, edema (+), serumen (+). Membran timpani dekstra sulit dinilai dikarenakan terdapat edema pada kanalis aurikularis dekstra. Penatalaksanaan pasien dengan membersihkan debris pada liang telinga kanan, Klotrimazol 10 gr salep 2x1, Setirizin tab 10 mg 1x1 (malam hari), Kalium diklofenak tab 50mg 2x1, dan edukasi pasien untuk tidak membersihkan telinga, tidak berenang selama pengobatan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects