inokulat pasien abses

Top PDF inokulat pasien abses:

DAYA ANTIBAKTERI MADU TERHADAP INFEKSI BAKTERI DARI INOKULAT PASIEN ABSES SECARA INVITRO

DAYA ANTIBAKTERI MADU TERHADAP INFEKSI BAKTERI DARI INOKULAT PASIEN ABSES SECARA INVITRO

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT penguasa semesta alam karena kekuatan-Nyalah segala sesuatu berlaku, puji syukur atas segala kemudahan dan ridhoNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah (SKRIPSI) yang berjudul “Daya Antibakteri Madu Terhadap Infeksi Streptococcus viridans Dan Spesies Bakteri Lain Dari Inokulat Pasien Abses Secara Invitro.” Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini diselesaikan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Kedokteran Gigi pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

DAYA ANTIBAKTERI MADU TERHADAP INFEKSI BAKTERI DARI INOKULAT PASIEN ABSES SECARA INVITRO

DAYA ANTIBAKTERI MADU TERHADAP INFEKSI BAKTERI DARI INOKULAT PASIEN ABSES SECARA INVITRO

Penelitan ini bertujuan untuk membuktikan adanya daya antibakteri madu terhadap bakteri Streptococcus viridans dan spesies bakteri lain dari inokulat pasien abses. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Sampel yang digunakan adalah biakan bakteri Streptococcus viridans dan spesies bakteri lain dari inokulat pasien gingival abses yang ditanam dalam media TSA. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 sampel yang terbagi menjadi enam kelompok perlakuan yaitu madu konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40% dan aquades steril sebagai kontol negatif serta Amoxicillin sebagai kontrol positif. Jumlah koloni bakteri pada media TSA dihitung dengan colony counter setelah diinkubasi selama 24 jam, Data penelitian ini dianalisa menggunakan ANOVA satu arah. Hasil uji ANOVA satu arah didapat nilai probabilitasnya adalah 0,000 (p<0,05) maka jumlah rata-rata koloni keenam kelompok perlakuan dapat dikatakan ada perbedaan yang signifikan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Abses Hepar dan Empiema dengan Fistula Hepatopleura

Abses Hepar dan Empiema dengan Fistula Hepatopleura

Manifestasi dari amebiasis beragam, baik infeksi pada saluran cerna, seperti kolitis akut, apendiksitis, maupun diluar saluran cerna, seperti abses hepar, pleuropulmonal amebiasis, dan perikarditis. Infeksi ini biasa terjadi pada pasien usia 20-45 tahun. Gejala yang paling sering dialami adalah nyeri pada perut, pleuritic chest pain, dan nyeri pada kuadran kanan atas. Nyeri pada epigastrik dapat ditemukan pada pasien dengan abses hepar lobus kiri. Demam biasanya tidak terlalu tinggi, dan jika ditemukan demam tinggi dapat dicurigai adanya infeksi sekunder. Keluhan batuk dengan atau tanpa dahak, serta pleuritic pain juga dapat ditemukan pada ALA. 1,2
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Gambaran Kasus Abses Leher Dalam Departemen THT-KL di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2014

Gambaran Kasus Abses Leher Dalam Departemen THT-KL di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2014

Pada penelitian ini ruang submandibula adalah ruang yang terbanyak dijumpai. Abses submandibula lebih sering terjadi karena penyebab abses submandibula bersumber dari infeksi gigi molar dua dan tiga, rongga mulut, wajah, faring. Kelanjutan infeksi dari ruang leher dalam lain dapat juga menjadi penyebab terjadinya abses submandibula (Raharjo, 2008; Ballenger, 1994). Pada penelitian ini abses retrofaring adalah ruang yang paling sedikit terjadi dan dialami oleh penderita dewasa dengan riwayat faringitis. Hal ini jarang terjadi karena pada umumnya abses retrofaring lebih sering terjadi pada anak-anak. Namun seperti kita ketahui bahwa abses retrofaring pada orang dewasa sering terjadi akibat adanya trauma tumpul atau infeksi pada mukosa faring dan perluasan abses dari struktur yang berdekatan (Fachruddin D, 2007)
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Gambaran Radiologis Pada Abses Paru

Gambaran Radiologis Pada Abses Paru

Abses yang telah didrainase dan disterilisasi dengan menggunakan antibiotik mungkin membentuk kavitas yang persisten. Lini awal melalui granulasi jaringan, hal ini digantikan oleh jaringan fibrosa dan diikuti epitel skuamos atau siliata. Beberapa kavitas bisa direinfeksi kembali atau dikolonisasi ketika abses asli yang dibentuk berhubungan dengan bronkus, lebih sering daripada saluran napas kecil, destruksi dinding bronkus diikuti epitelialisasi memunculkan bronkiektasis sakuler lokal. Penyebaran infeksi ke dalam vena paru bisa menyebabkan abses serembral emboli, tetapi komplikasi ini sangat jarang terjadi.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Abses Septum dan Sinusitis Maksila

Abses Septum dan Sinusitis Maksila

kemudian insisi diperlebar dengan klem arteri. Terlihat nanah bercampur darah yang kemudian dievakuasi dengan bantuan suction, sampai terkesan bersih. Dilakukan penekanan abses septum nasi kanan dengan spekulum Killian, sehingga dari tempat insisi di kavum nasi kiri keluar nanah bercampur darah. Penekanan dilakukan sampai terkesan bersih. Dilakukan pemasangan drain dari potongan sarung tangan melalui tempat insisi dan dipasang tampon anterior pada kedua kavum nasi. Keadaan umum paska operasi baik dan perdarahan sebanyak 20 cc. Pus dikirim ke laboratorium Patologi Klinik RS. H. Adam Malik untuk pemeriksaan kultur dan tes sensitifitas.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Bagian DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN ABSES PERITONSIL

Bagian DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN ABSES PERITONSIL

Latar belakang : Abses peritonsil mer upakan salah satu abses leher dalam yang dapat menyebabkan komplikasi sehingga diper lukan penatalaksanaan yang optimal. Tujuan : Dengan mendiagnosis dan melakukan penatalaksanaan yang optimal dapat mencegah ter jadinya komplikasi abses per itonsil. Tinjauan Pustaka : Diagnosis pasti abses peritonsil ditegakkan dengan ditemukannya pus pada saat melakukan aspir asi. Ada beber apa car a dalam penatalaksanaan ber upa aspir asi dengan jar um, insisi abses , drainase dan antibiotik diser tai tindakan tonsilektomi. Kesimpulan : Abses per itonsil ber awal dari infeksi pada kr ipta tonsil per ifer yang menembus kapsul, mengisi daerah potensial di antar a kapsul dan otot konstriktor super ior . Saat ini penanganan abses peritonsil yang standar dilakukan ber upa aspir asi dengan jarum, insisi, dr ainase dan antibiotika ser ta tindakan operasi ber upa tonsilektomi. Penatalaksanaan yang baik dan optimal akan mampu mencegah timbulnya komplikasi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. P DENGAN TINDAKAN DEBRIDEMENT dan EVAKUASI ABSES PADA  Asuhan Keperawatan Pada Tn. P Dengan Spondilitis Tuberculosis Dan Soft Tissue Tumor Femur Dekstra Di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. P DENGAN TINDAKAN DEBRIDEMENT dan EVAKUASI ABSES PADA Asuhan Keperawatan Pada Tn. P Dengan Spondilitis Tuberculosis Dan Soft Tissue Tumor Femur Dekstra Di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.

Spondilitis tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang mengenai tulang belakang. Indonesia berada pada urutan ketiga setelah India dan China, terdapat 262.000 orang dengan kasus TB menular dan angka kematian 140.000 orang pertahun.1,3 Kejadian TB ekstrapulmonal sekitar 4000 kasus setiap tahun di Amerika, tempat yang paling sering terkena adalah tulang belakang. Soft Tissue Tumor adalah suatu kelompok tumor yang biasanya berasal dari jaringan ikat, dan ditandai sebagai massa di anggota gerak, badan, atau retroperitoneum, mayoritas tumor tulang terletak di daerah kaki dan ujung telapak kaki. Tujuan umum dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah Penulis dapat memahami asuhan keperawatan pada pasien pre, intra dan post op operasi tindakan debridement dan evakuasi abses pada kasus Spondilitis Tuberculosis dan Soft Tissue Tumor Femur dekstra di RS Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yaitu metode ilmiah yang bersifat mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan data. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Kesimpulan dari Karya Tulis Ilmiah ini adalah masalah keperawatan yang timbul saat pre operasi yaitu cemas dan nyeri akut. Masalah yang timbul saat intra operasi adalah resiko kekurangan volume cairan. Dan masalah yang timbul saat post operasi adalah bersihan jalan nafas tidak efektif, resiko injury dan resiko infeksi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Abses Serebri Multipel

Abses Serebri Multipel

Sakit kepala merupakan gejala awal yang paling sering ditemukan pada abses serebri. Trias klasik dari abses serebri berupa sakit kepala, demam dan defisit neurologi fokal ditemukan pada kurang dari 50% penderita. Edema yang berada disekitar jaringan otak dapat meningkat tekanan intrakranial dengan cepat sehingga memperberat sakit kepala, mual dan muntah merupakan gejala awalnya.Sakit kepala yang memberat dengan tiba-tiba dengan kaku kuduk menunjukkan terjadinya ruptus abses otak ke ruang ventrikel. Kejang baik fokal maupun umum sering dijumpai. 1,2,3,4,5

33 Baca lebih lajut

DAFTAR ISI  ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN UJI SENSITIVITAS Staphylococcus aureus DARI PUS PASIEN DI RUMAH SAKIT KASIH IBU DAN RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTIK.

DAFTAR ISI ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN UJI SENSITIVITAS Staphylococcus aureus DARI PUS PASIEN DI RUMAH SAKIT KASIH IBU DAN RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTIK.

Penyakit infeksi merupakan masalah terbesar di dunia. Staphylococcus aureus merupakan patogen mayor pada manusia. S. aureus bertanggung jawab atas 80% penyakit supuratif pada manusia. Penggunaan antibiotik dalam terapi infeksi masih menjadi pilihan utama. Dewasa ini bakteri telah banyak mengalami resistensi terhadap beberapa antibiotik, salah satunya S. aureus. Terjadinya resistensi membuat pengobatan menjadi semakin sulit, sehingga perlu dilakukan uji sensitivitas rutin untuk memantau perkembangan resistensi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan mengetahui sensitivitas S. aureus yang diisolasi dari pus pasien di Rumah Sakit Kasih Ibu dan PKU Muhammadiyah Surakarta terhadap beberapa antibiotik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. P DENGAN SPONDILITIS    Asuhan Keperawatan Pada Tn. P Dengan Spondilitis Tuberculosis Dan Soft Tissue Tumor Femur Dekstra Di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. P DENGAN SPONDILITIS Asuhan Keperawatan Pada Tn. P Dengan Spondilitis Tuberculosis Dan Soft Tissue Tumor Femur Dekstra Di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.

Penulis dapat memahami asuhan keperawatan pada pasien pre, intra dan post op operasi tindakan debridement dan evakuasi abses pada kasus Spondilitis Tuberculosis dan Soft Tissue Tumor Femur dekstra di RS Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta.

5 Baca lebih lajut

Pola Kuman Abses Leher Dalam.

Pola Kuman Abses Leher Dalam.

Pembentukan abses merupakan hasil perkembangan dari flora nor mal dalam tubuh. Flora nor mal di dalam r ongga mulut dapat masuk ke daer ah steril dari tubuh secara langsung ataupun kar ena adanya laser asi atau perfor asi. Sumber infeksi abses leher dalam pada umumnya berasal dari infeksi tonsil, gigi, dan far ing. Gejala klinis yang muncul secara umum memberikan gambaran radang akut, seper ti demam, nyeri, pembengkakan, ditambah dengan gejala khas dari masing-masing abses leher dalam sesuai daerah yang dikenai. Pemeriksaan penunjang diper lukan untuk diagnosis, per luasan abses maupun melihat komplikasi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Diagnosis dan Penatalaksanaan Abses Retrofaring pada Anak

Diagnosis dan Penatalaksanaan Abses Retrofaring pada Anak

Pada pasien ini dilakukan insisi secara intraoral karena absesnya sudah pecah. Dalam salah atu studi insisi intraoral dan drainase dilakukan pada 73% sampai 94% kasus. 18 Insisi peroral dapat dilakukan melalui dinding posterior faring. Kepala penderita dalam posisi ”Rose” agar pus tidak masuk trakea. Selanjutnya dilakukan insisi pada mukosa kemudian dimasukkan arteri klem pada rongga abses agar terbuka lebar. Alat penghisap harus disediakan untuk menghisap pus yang keluar. Antibiotika intravena dapat segera diberikan tanpa menunggu hasil kultur dan sensitivitas kuman. Antibiotika sefalosporin generasi terbaru atau kombinasi aminoglikosida dan sintetik penisilin merupakan pilihan saat sekarang. 17 Seftriaksone merupakan golongan sefalosporin generasi ketiga yang baik untuk bakteri gram positif dan negatif. 12
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Diagnosis dan Penatalaksanaan Abses Retrofaring pada Anak.

Diagnosis dan Penatalaksanaan Abses Retrofaring pada Anak.

Tanggal 10 November 2008 (hari rawatan 8) pasien masih mengeluhkan nyeri menelan, sesak nafas tidak ada, demam tidak ada, nyeri didaerah dada tidak ada, batuk tidak ada, dari mulut masih mengeluarkan ludah bercampur nanah. Pada pemeriksaan tenggorokan, arkus faring simetris, uvula ditengah, tosil T2-T2, terlihat sedikit kumpulan pus dan ludah di dinding faring posterior. Hasil laboratorium: Hb 10,3 g/dl, leukosit 8500/UI, trombosit 561.000/UI. Fungsi hati, ginjal dan hemostasis dalam batas normal. Diberikan terapi diet MC 8x 250cc per sonde, seftriaxone 2x1gr, dexamethasone 2x 2mg dan Ranitidine 2x 25 mg.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PNEUMONIA DAN ABSES PARU 76260437

PNEUMONIA DAN ABSES PARU 76260437

Extrinsic Allergic Alveolitis Spora jamur pabrik gula  Farmer’s Lung Disease... Penyebaran kuman: Multiple Abses, Sepsis 2..[r]

21 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN ABSES HEPAR (1)

LAPORAN PENDAHULUAN ABSES HEPAR (1)

Abses hati adalah bentuk infeksi pada hati yang disebabkan karena infeksi bakteri, parasit, jamur maupun nekbrosis steril yang bersumber dari sistem gastrointestinal yang ditandai dengan adanya proses supurasi dengan pembentukan pus di dalam parenkim hati (Aru W Sudoyo, 2006). Abses adalah pengumpulan cairan nanah tebal, berwarna kekuningan disebabkan oleh bakteri, protozoa atau invasi jamur kejaringan tubuh. Abses dapat terjadi di kulit, gusi, tulang, dan organ tubuh seperti hati, paru-paru, bahkan otak, area yang terjadi abses berwarna merah dan menggembung, biasanya terdapat sensasi nyeri dan panas setempat (Microsoft Encarta Reference Library, 2004)
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHU LUAN ABSES HEPAR

LAPORAN PENDAHU LUAN ABSES HEPAR

Abses hati adalah bentuk infeksi pada hati yang disebabkan karena infeksi bakteri, parasit, jamur maupun nekbrosis steril yang bersumber dari sistem gastrointestinal yang ditandai dengan adanya proses supurasi dengan pembentukan pus di dalam parenkim hati (Aru W Sudoyo, 2006).

8 Baca lebih lajut

Asuhan keperawatan pada Abses Hati

Asuhan keperawatan pada Abses Hati

Demikian tadi makalah yang telah kami susun, semoga dengan adanya makalah mengenai Liver Abses ini dapat berguna khususnya kami sebagai penyusun dan umumnya bagi para pembaca. Kami selaku penyusun merasa mengharap kritik yang konstruktif maupun saran dari pembaca untuk perbaikan makalah ini.

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...