Inquiry Learning

Top PDF Inquiry Learning:

44 Enhancing Students' Cognitive Outcome in Chemistry by Guided Inquiry Learning Models

44 Enhancing Students' Cognitive Outcome in Chemistry by Guided Inquiry Learning Models

This study aims to determine the effectiveness of guided inquiry learning models on salt hydrolysis material to students' cognitive learning outcomes. Quasi experimental research uses pre-test and post-test control group design. The research was conducted in senior height school in East Lampung, Indonesia. The subjects of this study consisted of 36 students of XI IPA 1 as experimental class using guided inquiry learning model and 36 students of XI IPA 4 as control class using lecture method. The data were collected using the test technique in the form of 30 multiple choice questions. Data were analyzed by t-test using SPSS. The results showed that the t-test in the experimental class was obtained by probability (p) -6,347 (p <0.05), so H0 was rejected. The results showed that there was a significant difference between the pretest and posttest score of the students using guided inquiry model with N-gain of 0.900. The learning outcomes in the control class also increased but not as large as in the N-gain experimental class of 0.414. It can be concluded that guided inquiry learning model enhancing students' cognitive learning outcomes.

8 Baca lebih lajut

The Effect of Inquiry Learning and Discovery Learning on Student Learning Achievement Viewed from Spatial Intelligence

The Effect of Inquiry Learning and Discovery Learning on Student Learning Achievement Viewed from Spatial Intelligence

The inquiry learning model (inquiry learning) emphasizes the process of seeking and finding. The role of the students in this method is to seek and find answers for themselves within the subject matter, while teachers act as facilitators and mentor students to guide along the process. Thus, inquiry learning starts by posing questions or problems rather than simply presenting established facts and the process is assisted by a facilitator. Inquiry learning is a series of learning activities that seek to emphasize critical thinking and analytical processes of seeking and finding an answer to the problem in question. Inquiry learning is a constructivist approach where the overall goal is for students to construct meaning. While teachers may guide the inquiry to various degrees (externally facilitated) and set considerations for a classroom inquiry, true inquiry is internally motivated. It is an umbrella term that incorporates many current learning approaches (including project based learning, design thinking) and may take various forms depending on the topic. It should be noted that there is considerable variation in the research literature with the implementation of both models.

13 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI KECERDASAN SPASIAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KOTA SURAKARTA | Azi

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI KECERDASAN SPASIAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KOTA SURAKARTA | Azi

Abstract: The purpose of this research was to know the effect of the learning models on the learning achievement and mathematics communication ability viewed from the spatial quotient. The learning models compared were Inquiry learning, Discovery learning and Classical model. The type of this study was a quasi-experimental study with a 3 x 3 factorial design. The study population was all grade VIII students of Junior High School in Solo city. Sample was collected by stratified cluster random sampling and consisted of 260 students which where divided into three groups, 86 students in Experimental Group 1, 86 students in Experimental Group 2, and 88 students in Control Group . The instruments of the research include mathematics achievement test, mathematics communication ability test and spatial intelligence test. The technique of analyzing data used the two-way multivariate analysis of variance with unbalanced cell. The results of this research could be concluded as follows , (1) Inquiry Learning and Discovery Learning have better learning achievement and mathematics communication ability aspects than the Classical learning, Besides that, Inquiry Learning and Discovery Learning have the same learning achievement and mathematics communication ability; (2) The students with high spatial intelligence have the same learning achievement and mathematics communication ability as middle spatial intelligence. In addition, students who have high and middle spatial intelligence have better learning achievement and mathematics communication ability than students who have low spatial intelligence.; (3) In each learning model, the students with high and middle spatial intelligence have better learning achievement and mathematics communication ability than students who have low spatial intelligence, and the students with high and middle spatial intelligence have the same learning achievement and mathematics communication ability; (4) In each of the spatial intelligence, the cooperative learning model of Inquiry Learning and Discovery Learning give a better learning achievement and mathematics communication ability than the Classical model, and the cooperative learning model of Inquiry Learning and Discovery Learning give the same learning achievement and mathematics communication ability. Keywords: Inquiry Learning, Discovery Learning, Spatial Quotient, Learning Achievement, Mathematics Communication Ability.

14 Baca lebih lajut

Penggunaan Model Inquiry Learning Untuk

Penggunaan Model Inquiry Learning Untuk

Berdasarkan hasil penelitian siklus I, II, dan III dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Inquiry Learning memiliki beberapa kekurangan-kekurangan sebagai berikut : 1) Langkah-langkah pembelajaran menggunakan model Inquiry Learning tergolong sulit, guru diharuskan menggunakan media pembelajaran seperti video, gambar, dan lain-lain yang dapat merangsang berfikir kritis siswa; 2) Pembelajaran dengan model Inquiry Learning membutuhkan waktu yang relatif lama; 3) Model Inquiry Learning belum banyak digunakan dalam pembelajaran sehingga banyak guru yang belum menguasai model ini; 4) Informasi yang diperoleh siswa ada kemungkinannya tidak sesuai dengan konteks atau perintah; 5) Siswa sulit menyesuaikan dengan model pembelajaran Inquiry Learning. Hal tersebut terjadi karena model pembelajaran Inquiry Learning baru pertama kali diterapkan di kelas X AP C SMK PGRI 2 Salatiga. Selain kekurangan model pembelajaran Inquiry Learning ini juga memiliki kelebihan, adapun beberapa kelebihannya adalah : 1) Menuntut siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran dan fokus terhadap penjelasan guru; 2) Menekankan pada proses berfikir kritis dan analitis siswa; 3) Memotivasi siswa untuk berani mengungkapkan pendapat; dan 4) Menuntut siswa untuk menemukan informasi secara mandiri dan faktual.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DAN INQUIRY LEARNING  Pengaruh Penerapan Pembelajaran Matematika dengan Metode Problem Based Learning dan Inquiry Learning Terhadap Prestasi Belajar Ditinjau dari Motivasi Bel

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DAN INQUIRY LEARNING Pengaruh Penerapan Pembelajaran Matematika dengan Metode Problem Based Learning dan Inquiry Learning Terhadap Prestasi Belajar Ditinjau dari Motivasi Bel

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa (2) pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa (3) efek interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 2 Baturetno yang berjumlah 6 kelas. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 63 siswa, yang terdiri dari 32 siswa sebagai kelas eksperimen I dan 31 siswa sebagai kelas eksperimen II. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cara undian. Metode pengumpulan data yang digunakan tes, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat analisis dengan menggunakan Program SPSS untuk uji normalitas dan uji homogenitas. Dari hasil analisis data dengan taraf signifikansi 5% diperoleh bahwa (1) terdapat pengaruh penggunaan metode Problem Based Learning dan Inquiry Learning terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan F A = 6,164

14 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DAN INQUIRY LEARNING  Pengaruh Penerapan Pembelajaran Matematika dengan Metode Problem Based Learning dan Inquiry Learning Terhadap Prestasi Belajar Ditinjau dari Motivasi Bel

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DAN INQUIRY LEARNING Pengaruh Penerapan Pembelajaran Matematika dengan Metode Problem Based Learning dan Inquiry Learning Terhadap Prestasi Belajar Ditinjau dari Motivasi Bel

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa (2) pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa (3) efek interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 2 Baturetno yang berjumlah 6 kelas. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 63 siswa, yang terdiri dari 32 siswa sebagai kelas eksperimen I dan 31 siswa sebagai kelas eksperimen II. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cara undian. Metode pengumpulan data yang digunakan tes, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat analisis dengan menggunakan Program SPSS untuk uji normalitas dan uji homogenitas. Dari hasil analisis data dengan taraf signifikansi 5% diperoleh bahwa (1) terdapat pengaruh penggunaan metode Problem Based Learning dan Inquiry Learning terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan F A = 6,164 (2) terdapat pengaruh motivasi belajar

16 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON.

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahhirabbal A’lamin Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah Subhana Wa Ta’ala, atas segala berkat dan rahmat-Nya, maka skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi berjudul “ Perbedaan Hasil Belajar Kimia Yang Dibelajarkan Dengan Menggunkan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Process Oriented Guided Inquiry Learning Pada Materi Hidrokarbon”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam UNIMED.

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Collaborative Problem Based Learning dan Guided Inquiry Learning pada Materi Laju Reaksi Terhadap Pemahaman Konseptual dan Pemahaman Algoritmik Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 - UNS Institution

Pengaruh Model Pembelajaran Collaborative Problem Based Learning dan Guided Inquiry Learning pada Materi Laju Reaksi Terhadap Pemahaman Konseptual dan Pemahaman Algoritmik Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 - UNS Institution

PEMBELAJARAN COLLABORATIVE PROBLEM BASED LEARNING DAN GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI LAJU REAKSI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEPTUAL DAN PEMAHAMAN ALGORITMIK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Mei. 2018

17 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Keefektifan Model Inquiry Learning dengan Discovery Learning dalam Pembelajaran IPA Materi Perubahan Lingkungan Kelas IV Gugus Kartika Bawen Kabupaten Semarang Semester II Tahun 2014/

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Keefektifan Model Inquiry Learning dengan Discovery Learning dalam Pembelajaran IPA Materi Perubahan Lingkungan Kelas IV Gugus Kartika Bawen Kabupaten Semarang Semester II Tahun 2014/

Suyono, (2012) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penggunaan Metode Inquiry Learning dalam Pembelajaran IPA terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Kanjengan Kecamatan Todanan Kabupaten Blora Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 ”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan metode Inquiry Learning dalam pembelajaran IPA terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Kanjengan Kecamatan Todanan Kabupaten Blora semester II tahun ajaran 2011/2012. Dapat disimpulkan bahwa terlihat dari hasil perhitungan perbedaan ini dapat dilihat pada hasil uji t-test terlihat hasil F hitung levene test sebesar 0,055 dengan sig 0,815 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kedua populasi memiliki variance sama atau dengan kata lain kedua kelas homogen. Dengan demikian analisis uji beda t-test harus menggunakan asumsi equal variance assumed. Terlihat bahwa skor t adalah 2.647 dengan probalitas signifikasi 0,011 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang positif dan signifikan untuk pembelajaran dengan menggunakan model Inquiry Learning dengan pembelajaran konvensional. Perbedaan rata-ratanya berkisar antara 1.87400 sampai 14.19225 dengan perbedaan rata-rata 8.03313.

36 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEEFEKTIFAN MODEL INQUIRY LEARNING DENGAN DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN KELAS IV GUGUS KARTIKA BAWEN KABUPATEN SEMARANG SEMESTER II TAHUN 20142015 SKRIPSI

PERBEDAAN KEEFEKTIFAN MODEL INQUIRY LEARNING DENGAN DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN KELAS IV GUGUS KARTIKA BAWEN KABUPATEN SEMARANG SEMESTER II TAHUN 20142015 SKRIPSI

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang bejudul “ Perbedaan Keefektifan Model Inquiry Learning dengan Discovery Learning Dalam Pembelajaran IPA Materi Perubahan Lingkungan Kelas IV Gugus Kartika Bawen Kabupaten Semarang Semester II Tahun 2014/2015 ” dengan lancar.

18 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI (INKUIRI LEARNING) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SUB MATERI SISTEM SIRKULASI KELAS XI IPA MAS PPMDH MEDAN TP 2015/2016.

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI (INKUIRI LEARNING) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SUB MATERI SISTEM SIRKULASI KELAS XI IPA MAS PPMDH MEDAN TP 2015/2016.

Penggunaan model pembelajaran inkuiri (Inquiry Learning) sudah pernah diujicobakan oleh Siagian (2012) pada Materi Pencemaran Lingkungan di kelas X IPA SMA N 14 Medan. T.A. 2011/2012 peningkatan nilai rata-rata sebesar 4,12. Pada kelas yang diujicobakan dengan menggunakan metode konvensional peningkatan nilai antara pre-test dan post-tes adalah sebesar 3,31. Sedangkan, untuk model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) yang pernah diujicobakan oleh rukmana (2013) di SMA N 1 Natar Lampung Selatan di dapatkan bahwa nilai pre-test rata-rata kelas eksperimen adalah peningkatan nilai rata-rata adalah sebesar 42% dan untuk kelas kontrol dengan menggunakan metode diskusi peningkatan nilai rata-rata untuk kelas control adalah sebesar 26,62%.

19 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SELF DIRECTED LEARNING MAHASISWA.

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SELF DIRECTED LEARNING MAHASISWA.

Ash & Klein (dalam Johnson, 2005) menggambarkan inquiry learning sebagai proses mempelajari ilmu pengetahuan yang sangat mirip dengan metode dan prosedur pengetahuan yang benar. Metode ini akan membuat peserta didik secara aktif mempelajari materi dan isi pelajaran, melaksanakan gagasan dan meminta pertanyaan lebih lanjut ke dalam area pelajaran. Pendidik menjadi fasilitator, bukan expert (ahli) dari semua materi, sehingga harus aktif dalam proses belajar yang melibatkan peserta didik dalam merencanakan, mengorganisasikan materi, dan menanyakan berbagai pertanyaan untuk mengarahkan. Peran pendidik adalah menyediakan keterbukaan dialog dalam kelas antar peserta didik dan peserta didik diberi kesempatan untuk meneliti pertanyaannya.

8 Baca lebih lajut

INQUIRY BASED LEARNING MANAGEMENT  Inquiry Based Learning Management (A Site Study At School Of Life Lebah Putih Salatiga).

INQUIRY BASED LEARNING MANAGEMENT Inquiry Based Learning Management (A Site Study At School Of Life Lebah Putih Salatiga).

Inquiry strategy means a series of learning activities which involving all student’s ability to find and investigate systematically, critically, analytically, logically, so that they can formulate its own discovery with their self-confidence. (Gulo, 2002: 85). This opinion is supported by the opinion of John Dewey in Stringer et al (2010: 22) which defines an inquiry based-learning as process of searching which comes from the curiosity of human beings from born to find out all sorts of knowledge step by step in accordance with the social environment of their live. Freedom of expressing opinion, acting as doer, and directly involved in learning is a framework of Dewey’s thinking for inquiry learning for children of school age.

21 Baca lebih lajut

Learning approaches of Indonesian EFL Gen Z students in a Flipped Learning context

Learning approaches of Indonesian EFL Gen Z students in a Flipped Learning context

To investigate the learning situation further, this study developed an intervention on student learning, with innovative learning practices aimed at engaging students more deeply to foster their learning quality. Since students’ application of a surface approach to learning consequently affects their learning outcomes and performance on tasks requiring higher cognitive abilities, an emphasis on students’ ways of processing information into new knowledge for application is very important. Inquiry-based learning facilitates this process. Student-centred learning emphasizes that students ask questions to obtain information (Deutsch, 2005). In inquiry-based learning, students exercise research skills as part of an inquiry learning cycle involving observation, query, hypothesis proposal, data gathering and conclusion (Gredler, 1997; Justice et al., 2007; Putrayasa, 2001; Sincero, 2006; Sund & Trowbridge, 1967; Volkert, 2012; Zhu & Zou, 2011). As inquiry-based learning uses authentic situations, it challenges students to view and solve real-life problems (Feletti, 1993; McKenzie, 1998).

26 Baca lebih lajut

Fisika2015 02 Model Sri Hartatik

Fisika2015 02 Model Sri Hartatik

Model pembelajaran adalah sebuah kerangak berpikir untuk mengarahkan seorang guru untuk merancang, melaksanakan dan membimbing siswa sehingga terjadi interaksi belajar mengajar yang lebih terarah (Karli; 2013:58). Komplementasi antara model pembelajaran Guided Inquiry Learning dan Auditory, Intelectually and Repetition merupakan dua model pembelajaran yang dikomplementasikan untuk menghasilkan sintaks model pembelajaran yang berbeda, yang diharapkan nantinya dapat merubah sikap siswa/ kemandirian siswa dari yang hanya mendengarakan, menerima dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru menjadi siswa yang mandiri dalam memecahkan suatu permasalahan di dalam proses belajar mengajar dan nantinya dapat mengetahui potensi dirinya di dalam pembeajaran dan akhirnya menjadi siswa yang aktif dan

6 Baca lebih lajut

Brown   Model Pogil

Brown Model Pogil

Students who participated in the student-centered learning environment via the team-based guided-inquiry exercises outperformed those who did not on conven- tional multiple-choice examinations. While the differ- ences between the groups (fall 2007 versus fall 2008, and fall 2007 versus fall 2009) was not overwhelming, it was significant and ultimately resulted in a shift of the grade distribution from one that was B-C centered (fall 2007) to ones that were A-B centered (fall 2008 and fall 2009). To truly appreciate the significance of this grade distribution shift, one must consider the high competency level of these students. As professional school students, they underwent a rigorous admissions process that re- sulted in 3 groups with no significant differences in PCAT composite scores or GPAs. Nevertheless, they showed differences in their mastery of medicinal chemistry course content dependent on how the material was deliv- ered. Because they were allowed to practice skills such as communication, teamwork, critical thinking, and prob- lem solving while working in the group setting, one could argue that the fall 2008 and fall 2009 students better achieved one of the Gatton College of Pharmacy’s key learning outcomes expectations. Furthermore, students were extremely satisfied with the incorporation of the team-based guided-inquiry learning, stating in their sum- mative evaluations that they felt comfortable and confi- dent with what historically had been difficult and abstract

7 Baca lebih lajut

T PD 1308022 Chapter5

T PD 1308022 Chapter5

4. Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa kelompok rendah yang memperoleh pembelajaran Inquiry Based Learning dengan siswa kelompok rendah yang memperoleh pembelajaran Problem Based Learning .

3 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Menulis Eksposisi dengan Metode Inquiry Based Learning.

Peningkatan Kemampuan Menulis Eksposisi dengan Metode Inquiry Based Learning.

Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kualitas proses pembelajaran dan keterampilan menulis eksposisi pada siswa kelas XII IPA 3 SMAN 6 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015, setelah guru bersama peneliti melakukan tindakan dengan menerapkan metode Inquiry Based Learning. Peningkatan kualitas proses pembelajaran tampak dalam penilaian kinerja siswa dan kinerja guru. Nilai rata-rata kinerja siswa pada siklus I mencapai 3,44 (68,99%) dengan kriteria cukup dan pada siklus II mencapai 3,73 (74,56%) dengan kriteria baik. Hasil penilaian pada kinerja guru pada siklus I mencapai skor 61,5 (68,33%) dengan kriteria cukup. Sementara pada siklus II hasil penilaian mencapai skor 68 (75,57%) dengan kriteria baik. Peningkatan kualitas keterampilan siswa dalam menulis eksposisi terjadi pada tiap siklusnya. Pada prasiklus atau survei awal, persentase ketuntasan siswa hanya 10 siswa(43,5%). Pada siklus I meningkat menjadi 16 siswa(69,57%), dan pada siklus II meningkat lagi hingga mencapai 20 siswa(86,95%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan penerapan model pembelajaran Inquiry Based Learning dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil menulis karangan jenis eksposisi pada siswa kelas XII IPA 3 SMA N 6 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015.

19 Baca lebih lajut

DAMPAK STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR  Eksperimen Pembelajaran Matematika melalui Strategi Problem Based Learning dan Inquiry Based Learning Berbasis Contextual Problem terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari K

DAMPAK STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR Eksperimen Pembelajaran Matematika melalui Strategi Problem Based Learning dan Inquiry Based Learning Berbasis Contextual Problem terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari K

Inquiry Based Learning (IBL) merupakan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subyek pembelajaran. Menurut Anam (2016: 8) penekanan utama dalam proses belajar berbasis inkuiri terletak pada kemampuan siswa untuk memahami, kemudian mengidentifikasi dengan cermat dan teliti, lalu diakhiri dengan memberikan jawaban atau solusi atas permasalahan yang tersaji. Permasalahan yang diberikan pada strategi ini dapat berupa masalah kontekstual. Masalah tersebut bersifat terbuka, yaitu masalah yang memiliki banyak jawaban atau strategi penyelesaian yang dapat mendorong pola pikir dan penalaran peserta didik dalam memecahkan masalah sesuai dengan pemahaman yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan Laxman (2013) yang menyimpulkan pembelajaran berbasis inkuiri memiliki potensi untuk mendorong siswa dalam lingkungan sosial untuk menemukan pengetahuan baru sendiri bukannya dipaksa untuk menghafal fakta-fakta seperti yang sering terjadi di ruang kelas konvensional sehingga siswa terlibat dalam pemikiran kognitif dan penalaran tingkat yang lebih tinggi.

17 Baca lebih lajut

Aditomo 2013 Inquiry based learning in higher education

Aditomo 2013 Inquiry based learning in higher education

To address this issue the present study examines the descriptions of IBL tasks employed by a sample of 224 teaching academics from a broad range of disciplines. The study maps the varieties and features of tasks that university teachers regard as being inquiry-based. This can shed light on variations in what counts as IBL and enhance the clarity of discussions among researchers, teachers, educational developers, curriculum leaders, managers and policy makers. Investigating the features of different forms of IBL can also provide a starting point to address concerns held by some uni- versity teachers, such as the concern that IBL may not be suitable for fi rst/second year students, or that IBL can only be used in very small classes. This mapping can also help identify possible disciplinary patterns, which can be useful for understanding discipline-speci fi c ways to foster the research-teaching nexus through IBL (Healey 2005).

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...