Instrumen tes

Top PDF Instrumen tes:

Desti Ritdamayaa   Instrumen Tes Kritis

Desti Ritdamayaa Instrumen Tes Kritis

Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi instrumen tes yang mengases keterampilan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Atas pada materi suhu dan kalor. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan desain sequential exploratory yang terdiri atas: 1) tahap studi pendahuluan; 2) tahap perancangan dan penelaahan instrumen tes; 3) tahap pengujian instrumen tes yang melibatkan 187 siswa Sekolah Menengah Atas. Instrumen tes yang dikonstruksi dalam bentuk essai, terdiri atas 22 soal memuat 5 indikator dan 8 sub indikator keterampilan berpikir kritis yang dikemukakan oleh Ennis, dengan soal-soal yang bersifat kualitatif dan kontekstual. Kualitas instrumen tes yang dikonstruksi valid dan memiliki reliabilitas dengan kriteria tinggi. Berdasarkan hasil uji hipotesis beda 2 nilai rata-rata, diperoleh hasil yaitu instrumen tes yang dikonstruksi dapat membedakan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mendapatkan proses pembelajaran yang melatihkan keterampilan berpikir kritis dengan siswa yang mendapatkan proses pembelajaran yang tidak melatihkan keterampilan berpikir kritis.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMA NEGERI 2 SURAKARTA KELAS XI SEMESTER GENAP TAHUN 2013 | Arsita Sari | PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 3318 7363 1 SM

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMA NEGERI 2 SURAKARTA KELAS XI SEMESTER GENAP TAHUN 2013 | Arsita Sari | PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 3318 7363 1 SM

Kendala lain yang dimiliki guru adalah dalam hal analisis butir soal. Selama ini karena keterbatasan waktu dan kurangnya sosialisasi, banyak guru yang tidak melakukan prosedur analisis butir soal. Anastari dan Untari (1997) menjelaskan bahwa tujuan utama analisis butir soal adalah untuk mengidentifikasi kekurangan-kekurangan dalam tes atau dalam pembelajaran (Depdiknas, 2008:1). Dengan alasan tersebut maka kegiatan analisis butir soal sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas instrumen tes yang dibuat guru.

9 Baca lebih lajut

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMP.

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMP.

Sebuah tes dapat dikatakan reliabel jika memberikan hasil yang tetap apabila diteskan berkali – kali. Dengan kata lain jika kepada siswa diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan, maka setiap siswa akan tetap berada dalam urutan ang sama dalam kelompoknya. Syaifuddin mengemukakan bahwa ”pendekatan konsistensi internal di -maksudkan untuk menghindari masalah yang biasaya ditimbulkan oleh pen-dekatan tes ulang dan bentuk paralel. Pendekatan konsistensi internal, hanya diperlukan satu kali tes kepada sekelompok individu. Oleh karena itu pendekatan ini memiliki nilai praktis dan efisiensi yang tinggi” (1997:63).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKU

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKU

Pada saat evaluasi atau pengujian, pendidik kurang memberikan instrumen yang menuntut kemampuan penalaran statistik. Instrumen yang biasa diberikan kepada mahasiswa pada mata kuliah statistik yakni berupa tes yang berbentuk uraian. Tes tersebut seringkali terfokus pada akurasi perhitungan data statistik, aplikasi yang benar dari formula atau kebenaran dari grafik dan diagram. Selain itu, penilaian yang dilakukan pendidik dipengaruhi subjektivitas pendidik itu sendiri. Sehingga hasil evaluasi mahasiswa baik yaitu dengan nilai yang tinggi, akan tetapi tidak sesuai dengan pola pikir mahasiswa. Begitu mudahnya mahasiswa mendapat nilai yang baik atau tinggi dengan tanpa menambah kualitas yang ada pada diri mahasiswa atau mahasiswa tanpa berpikir lebih dalam.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

INSTRUMEN TES PERSEPSI SISWA TERHADAP MO

INSTRUMEN TES PERSEPSI SISWA TERHADAP MO

2. Angket ini bukan suatu tes. Tidak ada pertanyaan yang mengandung pengertian benar atau salah. Tanggapan yang diberikan tidak akan mempengaruhi nilai kimia pada rapor anda. Oleh karena itu anda diharapkan memberikan tanggapan sejujurnya, tanggapilah semua pertanyaan tanpa perlu minta bantuan teman-teman anda.

7 Baca lebih lajut

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES DAN NON TES SEB

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES DAN NON TES SEB

Hasil tes bisa digunakan untuk memantau perkembangan mutu pendidikan. Hasil tes untuk tujuan ini harus baik, yaitu memiliki kesalahan pengukuran sekecil mungkin. Kesalahan pengukuran ini dapat dikategorikan menjadi dua yaitu kesalahan acak dan kesaahan sistematik. Kesalahan acak disebabkan karena kesalahan dalam memilih sampel isi tes, variasi emosi seseorang, termasuk variasi emosi pemeriksa jika lembar jawaban peserta tes diperiksa secara manual. Kesalahan sistematik disebabkan karena soal tes terlalu mudah atau terlalu sukar. Ada pendidik yang cenderung membuat tes yang sulit, sehingga estimasi kemampuan peserta didik underestimate , tetapi ada juga pendidik yang cenderung membuat tes terlalu mudah, sehingga estimasi kemampuan peserta didik overestimate. Hal ini tidak diinginkan karena tidak memberikan data tentang kemampuan peserta didik yang sebenarnya.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

instrumen tes instrumen tes matematika

instrumen tes instrumen tes matematika

1. Soal (tes hasil belajar) ini di edarkan kepada anda dengan maksud untuk mendapatkan informasi sehubungan dengan uji coba instrumen hasil beljar matematika siswa sekolah menengah pertama (SMP) dalam pelaksanaan kurikulum 2013.

21 Baca lebih lajut

MODUL : PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES

MODUL : PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES

Penyekoran pada soal uraian kadang menggunakan pembobotan. Pembobotan soal adalah pemberian bobot pada suatu soal dengan membandingkan terhadap soal lain dalam suatu perangkat tes yang sama. Dengan demikian, pembobotan soal uraian hanya dapat dilakukan dalam penyusunan perangkat tes. Apabila suatu soal uraian berdiri sendiri maka tidak dapat dihitung atau ditetapkan bobotnya. Bobot setiap soal ditentukan mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan materi dan karakteristik soal itu sendiri, seperti luas lingkup materi yang hendak dibuatkan soalnya, esensialitas dan tingkat kedalaman materi yang ditanyakan serta tingkat kesukaran soal. Hal yang juga perlu dipertimbangkan adalah skala penyekoran yang hendak digunakan, misalnya skala 10 atau skala 100. Apabila digunakan skala 100, maka semua butir soal dijawab benar, skornya 100; demikian pula bila skala yang digunakan 10. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan perhitungan skor. Skor akhir mahasiswa ditetapkan dengan jalan membagi skor mentah yang diperoleh dengan skor mentah maksimumnya kemudian dikalikan dengan bobot soal tersebut. Rumus yang
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Pendapat Siswa tentang Pelaksanaan Instrumen Non-Tes

Pendapat Siswa tentang Pelaksanaan Instrumen Non-Tes

yaitu instrumen tes dan berdasarkan benar salah iperiksa bukan atas benar lam memberikan bantuan mengungkapkan kondisi n perlu diungkap melalui nakan untuk memberikan s dapat digunakan untuk ada pada diri siswa. Hasil g diberikan kepada siswa. pa yang sedang dihadapi sebagai pedoman dalam gan dan konseling dalam on-tes harus direncanakan i dengan petunjuk yang erencanakan pelaksanaan menatasi non-tes dengan dan konseling mengolah unakan hasil pelaksanaan gan dan konseling kurang ang tidak menyampaikan at pelaksanaan instrumen strumen non-tes sehingga sanaan instrumen non-tes iatan layanan bimbingan siswa. Oleh karena itu nar.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

D MTK 1103917 Chapter3

D MTK 1103917 Chapter3

Meskipun secara statistik para penimbang menyatakan seragam terhadap tiap butir tes KAS, namun terdapat perbaikan redaksi sebagai penyusun butir soal tes KAS. Perbaikan-perbaikan tersebut secara konsep tidak mengubah makna substansial instrumen, melainkan mengarahkan kalimat instrumen menjadi semakin jelas dan mudah dipahami oleh mahasiswa. Hasil revisi tentang soal tersebut dapat dilihat pada (lampiran B.1.1), selanjutnya instrumen tes KAS diuji cobakan kepada 26 mahasiswa semester IV program studi pendidikan matematika yang telah mempelajari mata kuliah statistika dasar pada salah satu perguruan tinggi di Maluku Utara.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

s fis 0801301 chapter3

s fis 0801301 chapter3

Untuk memperoleh instrumen tes yang baik, maka tes tersebut harus diuji cobakan terlebih dahulu. Uji coba ini dilakukan kepada siswa SMA kelas XI di sekolah tempat penelitian yang telah terlebih dahulu mempelajari materi yang dijadikan pokok bahasan dalam penelitian. Instrumen yang diuji coba berupa tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 30 soal.

17 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Make A Match terhadap Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas IV SD Negri Kesongoii Kec.Tuntang Kab.Semarang Tahun Ajaran 2014/201

BAB III METODE PENELITIAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Make A Match terhadap Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas IV SD Negri Kesongoii Kec.Tuntang Kab.Semarang Tahun Ajaran 2014/201

Instrumen observasi dibuat untuk mengamati proses mengajar guru pada saat melakukan penelitian. Setiap nomor dalam instrumen observasi meliputi sintak pembelajaran yang sesuai dengan model yang diterapkan. Dalam penelitian ini terdapat dua lembar observasi. Instrumen observasi yang digunakan untuk mengamati proses mengajar guru pada kelas eksperimen yang menggunakan model Make A Match dan Instrumen observasi yang digunakan untuk mengamati proses mengajar guru pada kelas kontrol yaitu dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (Demontrasi). Berikut ini adalah kisi-kisi instrumen observasi:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK MELALUI MODEL THINK-PAIR-SHARE BERBANTUAN GEOMETER’S SKETCHPAD.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK MELALUI MODEL THINK-PAIR-SHARE BERBANTUAN GEOMETER’S SKETCHPAD.

Bahan dan materi pelajaran yang disampaikan dalam penelitian adalah mengenai segitiga, materi ini disajikan pada tingkat SMP kelas VII semester genap yang menggunakan kurikulum KTSP. Jadi penyusunan soal tes juga mengacu pada materi yang digunakan saat penelitian yaitu materi SMP kelas VII pada semester genap dengan menggunakan kurikulum KTSP. Untuk mendapatkan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda maka soal tes tersebut terlebih dahulu dikonsultasikan pada ahlinya dan diuji cobakan pada kelas lain di sekolah pada tingkat dan karakteristik yang sama. Pengukuran validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal tes tersebut diuraikan berikut ini.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

makalah instrumen penilaian dengan teknik non tes

makalah instrumen penilaian dengan teknik non tes

Hasil belajar dari proses belajar tidak hanya dinilai oleh test, tetapi juga harus dinilai oleh alat- alat non test atau bukan test. Tehnik ini berguna untuk mengukur keberhasilan siswa dalam proses belajar-mengajar yang tidak dapat diukur dengan alat tes. Penggunaan tehnik ini dalam evaluasi pembelajaran terutama karena banyak aspek kemampuan siswa yang sulit diukur secara kuantitatif dan mencakup objektifitas. Sasaran teknik ini adalah perbuatan, ucapan, kegiatan, pengalaman,tingkah laku, riwayat hidup, dan lain-lain. Menurut Hasyim (1997;9) ”penilaian non test adalah penilaian yang mengukur kemampuan siswa-siswa secara langsung dengan tugas- tugas yang riil”.Adapun menurut Sudjana (1986;67), kelebihan non test dari test adalah sifatnya lebih komprehensif, artinya dapat digunakan untuk menilai berbagai aspek dari individu sehingga tidak hanya untuk menilai aspek kognitif, tetapi juga aspek efektif dan psikomotorik, yang dinilai saat proses pelajaran berlangsung.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK MELALUI MODEL THINK-PAIR-SHARE BERBANTUAN GEOMETER’S SKETCHPAD.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK MELALUI MODEL THINK-PAIR-SHARE BERBANTUAN GEOMETER’S SKETCHPAD.

Tes yang dijadikan alat pengumpulan data harus divalidkan terlebih dahulu. Untuk memenuhi validitas isi, apakah tes benar-benar dapat mengukur hasil belajar siswa. kepada validator diminta tanggapannya tentang: (1) kesesuaian butir soal dengan indikator terhadap perangkat tes; (2) kejelasan bahasa yang digunakan dalam tes serta konsep yang diterapkan dalam tes tersebut; (3) kesesuaian materi tes dengan kemampuan siswa pada tingkat SMP;(4) validator diminta menentukan setiap butir soal ke dalam kategori dapat dilaksanakan, direvisi dan tidak dapat dilaksanakan.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

INSTRUMEN PENILAIAN TES PENGUASAAN BAHAN

INSTRUMEN PENILAIAN TES PENGUASAAN BAHAN

Dalam rangka penyusunan Disertasi dengan judul: Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep dan Pemecahan Masalah Pada Siswa SMP Negeri 1 Kepahiang , peneliti mengembangkan instrumenTes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika”. Untuk itu peneliti meminta Bapak/Ibu untuk memberikan penilaian terhadap instrumen yang dikembangkan tersebut. Penilaian dilakukan dengan memberi tanda cek ( ) pada kolom yang sesuai dengan masing-masing aspek yang dinilai. Penilaian menggunakan rentang penilaian sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

MENGEMBANGKA N TES SEBAGAI INSTRUMEN EVA

MENGEMBANGKA N TES SEBAGAI INSTRUMEN EVA

Tes-tes kepribadian yang paling umum biasanya ditentukan oleh laporan diri para peserta tes. Peserta tes harus memberikan respons (jawaban) terhadap beberapa item-item pernyataan yang sesuai dengan kriteria tertentu (criterion related). Artinya, item-item yang terpilih dapat membedakan sebuah kelompok khusus, misalnya kelompok individu normal dan kelompok individu yang depresi. Tes semacam ini sangat murah dan mudah untuk diberikan, seringkali objektif, namun validitasnya harus sering dievaluasi dengan hati-hati.

3 Baca lebih lajut

Penyusunan dan Pengembangan Instrumen Penelitian

Penyusunan dan Pengembangan Instrumen Penelitian

Analisis data hasil ujicoba atau analisis butir pada pokoknya dimaksudkan untuk menguji validitas butir-butir instrumen atau soal-soal tes secara empiris atau berdasarkan data empiris yang diperoleh dari ujicoba. Dalam pembahasan ini validitas yang akan diuji adalah validitas butir atau validitas soal dengan menggunakan kriteria internal, yaitu skor total tes. Skor total instrumen atau tes dapat ditetapkan sebagai kriteria untuk menentukan validitas butir instrumen atau soal tes karena secara konsep atau konten perangkat instrumen atau tes yang telah dibuat dan diujicobakan sudah dianggap valid.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...