interaksi makhluk hidup dan lingkungannya

Top PDF interaksi makhluk hidup dan lingkungannya:

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA BERBASIS PAIKEM DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DAN LITERASI SAINS - UNS Institutional Repository

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA BERBASIS PAIKEM DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DAN LITERASI SAINS - UNS Institutional Repository

Sungguh patut kita syukuri dan segala puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala anugerah dan rahmat-Nya. Dari sekian banyak ragam kenikmatan yang telah dilimpahkan bagi penulis satu diantaranya adalah dapat menyelesaikan tesis inidengan judul :“Pengembangan Pembelajaran IPA Berbasis PAIKEM Dengan Model Discovery Learning Pada Materi Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya untuk Meningkatkan Aktivitas Siswa dan Literasi Sains”dapat terselesaikan. Salawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW semoga kita mendapatkan syafaatnya di yaumulkiamah nanti amin....
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN IPA BERPENDEKATAN JAS (JELAJAH ALAM SEKITAR) MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KARAKTER ILMIAH SISWA

PEMBELAJARAN IPA BERPENDEKATAN JAS (JELAJAH ALAM SEKITAR) MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KARAKTER ILMIAH SISWA

Karakter sering juga disamakan dengan moralitas, budi pekerti atau watak. Karakter dapat didefinisikan sebagai tindakan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/ objek, sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki seseorang. Menurut Afrizon (2012) yang dikutip oleh Machin (2014) menyatakan bahwa karakter adalah disposisi seseorang yang relatif stabil, yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika utama seperti menghargai atau menghormati, bertanggung jawab, jujur, adil dan peduli. Menurut Winarti (2011) kriteria karakter antara lain; stabilitas pola perilaku, kesinambungan dalam waktu dan koherensi cara berpikir dalam bertindak.
Baca lebih lanjut

154 Baca lebih lajut

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Jika kamu mengamati bagian ke- cil ekosistem seperti pada kegiatan sebelumnya, atau seluruh ekosistem yang luas seperti lautan, kamu dapat mengetahui hubungan keterkaitan di antara organisme yang terdapat dalam ekosistem tersebut. Setiap organisme tersebut tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme yang lain dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi. Terjadi interaksi antara komponen biotik dengan kom- ponen abiotik, dan terjadi interaksi antarsesama komponen biotik.

19 Baca lebih lajut

BAB I PANDANGAN HIDUP SERTA INTERAKSI MANUSIA TERHADAP LINGKUNGANNYA

BAB I PANDANGAN HIDUP SERTA INTERAKSI MANUSIA TERHADAP LINGKUNGANNYA

Komponen pada lingkungan bisa dibedakan menjadi beberapa macam seperti lingkungan biotik, abiotik, sosial, serta budaya. Komponen lingkungan biotik merupakan lingkungan hidup yang mepunyai susunan terdiri atas semua makhluk hidup, contohnya manusia, tanaman/tumbuhan, binatang/hewan, dan juga jasad renik. Komponen lingkungan abiotik merupakan unsur pada lingkungan hidup yang mempunyai susunan terdiri atas barang atau benda-benda yang tidak hidup, contohnya tanah, jenis batuan, gas/udara, dan masih banyak lagi. Pada mulanya, adanya interaksi pada manusia dengan lingkungan sekitar lebih mempunyai sifat alami serta meliputi kepada unsur – unsur seperti contoh, abiotik (sesuatu yang tidak bisa diperbarui), biotik (sesuatu yang bisa diperbarui).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Dalam ekosistem terjadi interaksi antara komponen biotik dan abiotik, dimulai dari matahari sebagai sumber energi utama, tumbuhan hijau menerima sebagian radiasi dan mengubahnya sebagai makanan, maka tumbuhan di sebut produsen.Interaksi suatu individu dengan lingkungannya terjadi untuk mempertahankan hidupnya.Perpindahan energi yang berbentuk makanan dari mahluk hidup yang satu ke mahkluk hidup yang lain melalui serangkaian urutan makanan dan dimakan dsebut ratai makanan

9 Baca lebih lajut

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Dari pengamatan dan data yang diperoleh dari percobaan dapat disimpulkan bahwa didalam suatu ekosistem terjadi interaksi antar individu satu dengan yang lain, dalam proses makan dimakan.Tujuan interaksi ini hanyalah untuk mempertahankan kelangsungan individu tersebut.

9 Baca lebih lajut

Ringkasan Hand Out Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Ringkasan Hand Out Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Perkembangan lebih lanjut adalah usaha mengungkap misteri hidup suatu unit pembentuk tubuh yang terkecil yang dikenal sebagai sel. Peristiwa kehidupan yang terjadi pada tingkat organisme/makhluk hidup seperti bernafas, berkembang biak, tumbuh, bergerak/bereaksi terhadap rangsang, dicoba untuk diungkap pada tingkat sel. Ilmu ini dikenal sebagai Biologi Sel . Bahkan perkembangan akhir-akhir ini sedah sampai ke tingkat molekuler (DNA), sehingga ilmu ini dikenal sebagai Biologi Molekuler . Asumsi bahwa segala peristiwa hidup dapat diungkap pada tingkat sel, sebegitu jauh masih dapat dipahami, oleh karena sel tersebut merupakan bagian terkecil dari tubuh. Perkembangan lebih lanjut menunjukkan bahwa orang tidak puas dengan usaha ini, maka timbullah kemudian usaha untuk mengungkap misteri kehidupan pada tingkat molekul. Sebagaimana diketahui, molekul adalah penyusun sel, sehingga tingkah laku molekul serta interaksi antara molekul satu dengan molekul yang lainnya, diharapkan merupakan dasar pada peristiwa hidup. Biologi Molekuler sekarang berkembang sangat pesat sekali. Ilmu tentang penurunan sifat dari orang tua/induk kepada keturunannya dalam cabang ilmu genetika, disebut Genetika Molekuler . Dari ilmu ini orang kemudian menuju kepada apa yang disebut “genetic engineering” atau rekayasa genetika. Diharapkan bahwa manusia di kemudian hari dapat dijangkau secara berencana. Misalnya, apakah anda ingin mempunyai anak yang ahli teknik, sedangkan yang lain ahli dalam seni lukis ? Pertanyaan ini adalah pertanyaan klasik, namun orang berharap bahwa suatu waktu hal tersebut benar-benar dapat terwujudkan.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMAMA Kelas X

Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMAMA Kelas X

Cobalah Anda amati tempat-tempat yang ada di sekitar rumah atau tempat tinggal Anda, seperti sawah, sungai, ladang, kebun, halaman sekolah atau rumah, kolam, akuarium! Benda-benda apa saja yang ada di tempat tersebut? Anda tentu sudah mengetahui bahwa di tempat-tempat itu ada benda mati (abiotik) seperti tanah, air, udara, batu/kerikil, cahaya matahari, bahkan ada kotoran hewan. Selain itu, ada pula benda hidup (biotik) seperti bermacam-macam jenis tumbuhan serta bermacam-macam jenis hewan. Pada tempat tersebut kedua macam komponen akan membentuk hubungan saling ketergantungan (interaksi) yang menjadi unsur-unsur suatu ekosistem. Kajian biologi pada tingkat ekosistem meliputi berbagai jenis ekosistem, komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem, fungsi masing-masing komponen dalam ekosistem, hubungan antara makhluk hidup dan ling- kungannya, aliran energi, rantai makanan, serta jaring-jaring makanan. 9. Objek Tingkat Bioma
Baca lebih lanjut

414 Baca lebih lajut

MAKALAH KAJIAN BIOLOGI EKOSISTEM

MAKALAH KAJIAN BIOLOGI EKOSISTEM

Pengurai atau dekomposer adalah organisme atau makhluk hidup yang berfungsi menguraikan sampah atau sisa-sisa makhuk hidup yang mati menjadi komponen penyusun tanah. Pengurai berfungsi sebagai penghubung peredaran zat dari konsumen ke produsen. Zat yang telah diambil oleh konsumen dari produsen akan kembali lagi ke produsen melalui proses penguraian oleh pengurai. Dengan peristiwa pembusukan ini, zat-zat yang dulu menjadi bagian dari tumbuhan dan hewan diuraikan dan dirombak. Hasilnya digunakan oleh tumbuhan untuk membuat makanan. Pengurai terdiri atas makhluk hidup berukuran kecil yang hidup di tanah, air, maupun di udara. Contohnya bakteri , jamur-jamur saprofit.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Rantai Makanan dan Jaring jaring Makanan (1)

Rantai Makanan dan Jaring jaring Makanan (1)

Produsen, konsumen dan pengurai dalam ekosistem saling berinteraksi. Interaksi antar aprodusen, konsumen, dan pengurai dalam suatu ekositem akan membentuk rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Ekosistem dikatakan seimbang apabila jumlah antara produsen, konsumen I dan konsumen II serta pengurai dalam keadaan seimbang.

4 Baca lebih lajut

Distribusi dan Performa Reprodukasi Kepiting Bakau Scylla oceanica di Ekosistem Mangrove Belawan Sumatera Utara.

Distribusi dan Performa Reprodukasi Kepiting Bakau Scylla oceanica di Ekosistem Mangrove Belawan Sumatera Utara.

kurang lebih 47 jenis tumbuhan yang spesifik hutan mangrove (Bengen, 2002). Ekosistem mangrove adalah suatu sistem di alam tempat berlangsungnya kehidupan yang mencerminkan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan antara makhluk hidup itu sendiri, terdapat pada wilayah pesisir, terpengaruh pasang surut air laut, dan didominasi oleh spesies pohon atau semak yang khas dan mampu tumbuh dalam perairan asin/payau (Santoso, 2000). Ekosistem mangrove merupakan kawasan yang subur, baik daratan maupun perairannya, karena selalu terjadi transportasi nutrien akibat adanya pasang surut.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Materi IPA SMK kelas XII

Materi IPA SMK kelas XII

Ekosistem adalah hubungan interaksi yang terjadi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup. Tingkat organisasi ekosistem lebih tinggi dari komunitas. Pada ekosistem terjadi hubungan timbal balik antara organisme yang hidup dan lingkungan abiotiknya, yang membentuk suatu sistem yang dapat diketahui aliran energi dan siklus materinya.

4 Baca lebih lajut

Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMAMA Kelas XI

Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMAMA Kelas XI

Darah adalah komponen yang sangat penting bagi makhluk hidup, karena mempunyai peran yang sangat banyak, terutama dalam pengang- kutan zat-zat yang penting bagi proses metabolisme tubuh. Jika darah menga- lami gangguan, maka segala proses metabolisme tubuh akan terganggu pula. Dalam kehidupan sehari-hari, bila kita menyebut darah, hal itu diiden- tikkan dengan darah yang berwarna merah. Padahal warna merah pada darah itu tidak selalu tetap, artinya warna itu bisa berubah-ubah. Terkadang darah cenderung berwarna merah tua, namun terkadang berwarna merah muda. Apakah yang menyebabkan warna darah menjadi demikian? Untuk menjawab pertanyaan itu, coba perhatikan seekor ayam yang sedang disembelih. Darah yang keluar dari ayam yang sedang disembelih berwarna merah muda dan cair, tetapi setelah dibiarkan beberapa saat, darah itu akan berwarna merah tua, dan selanjutnya setelah beberapa lama darah itu akan membeku dan berwarna merah kehitam-hitaman. Jadi, apa yang menyebabkan darah dapat berwarna merah tua? Bila kadar oksigen dalam darah tinggi, maka darah akan berwarna merah muda, sedangkan bila kadar CO 2 nya yang tinggi maka darah akan berwarna merah tua.
Baca lebih lanjut

376 Baca lebih lajut

Handout Ekosistem SMA Kelas X Semester G

Handout Ekosistem SMA Kelas X Semester G

Komponen Biotik merupakan bagian hidup dari lingkungan, termasuk seluruh populasi yang berinteraksi dengannya. Contoh dampak faktor biotik pada suatu lingkungan adalah penyerbukan bunga oleh angin. Komponen biotik apat dibagi berdasarkan fungsinya, adalah:

11 Baca lebih lajut

Bentuk Masyarakat dan Pola Adaptasi Ekol

Bentuk Masyarakat dan Pola Adaptasi Ekol

Secara axiologis, ekologi manusia diperkaya oleh munculnya fenomena risk society dalam sistem etika dan estetika peradaban modern. Sistem masyarakat berisiko terbentuk sebagai akibat penggunaan teknologi dan gaya hidup modern yang serba “short cut”, eksploitatif terhadap sumberdaya alam, serta serba instant tanpa mengindahkan dampaknya pada generasi mendatang. Munculnya sistem sosial modern yang unsustainable telah menumbuhkan dan menguatkan perhatian para scholars pada eco ethics beraliran etika ekosentrisme (sebagai pengganti aliran antroposentrisme ) bagi kehidupan sosial kemasyarakatan masa depan. Realitas ini dijelaskan dengan baik oleh para ahli sosiologi lingkungan yang memiliki perhatian besar terhadap persoalan ekologi manusia (lihat Buttel, 1987 dan Beck, 1992). Hingga titik ini, ekologi manusia telah menjadi ajang perseteruan akademik para penganut arus-arus utama pemikiran yang seringkali berseberangan satu sama lain. Fakta ini memberikan perkembangan yang menggembirakan karena secara keilmuan kini terdapat beragam pilihan kemungkinan jalan keluar atas suatu persoalan ekologis yang dihadapi oleh alam dan manusia.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA Ilmu Pe (3)

MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA Ilmu Pe (3)

hidup di hutan dengan aman dan nyaman. Hewan dilindungi dari perburuan liar. Orang yang berburu hewan yang dilindungi dapat dikenai hukuman. Di Indonesia, pemerintah menetapkan suatu daerah menjadi kawasan yang dilindungi berupa cagar alam dan Suaka Margasatwa. Cagar alam adalah daerah yang kelestarian tumbuhan dan hewan yang terdapat di dalamnya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya kepunahan. Suaka margasatwa adalah cagar alam yang secara khusus digunakan untuk melindungi hewan liar di dalamnya.Contohnya adalah Cagar Alam Dieng di Jawa Tengah, Cagar Alam Pangandaran di Jawa Barat, Cagar Alam Gunung Lorentz di Papua, dan Suaka Margasatwa Danau Sentarum di Kalimantan Barat.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...