interaksi makhluk hidup dengan lingkungan

Top PDF interaksi makhluk hidup dengan lingkungan:

PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI SMART SCIENCE SERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN BERPENDEKATAN SAINTIFIK PADA SISWA SMP

PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI SMART SCIENCE SERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN BERPENDEKATAN SAINTIFIK PADA SISWA SMP

Gambar 2.1 Model Webbed Topik Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan Model webbed dipilih karena terdapat kompetensi dasar yang mengandung konsep yang saling berkaitan namun tidak beririsan, sehingga konsep-konsep tersebut harus dikaitkan dengan satu topik tertentu agar menghasilkan suatu kompetensi yang utuh. Dalam hal ini konsep yang saling berkaitan namun tidak beririsan adalah konsep tentang ekosistem dengan konsep pencemaran lingkungan, sehingga perlu dikaitkan melalui topik interaksi makhluk hidup dengan lingkungan agar materi dapat disampaikan secara utuh kepada siswa. Menurut Indrawati sebagaimana dikutip oleh Kemendikbud (2013), kelebihan menggunakan model webbed adalah dapat meningkatkan motivasi siswa dengan membantu siswa melihat hubungan keterpaduan antar gagasan IPA, selain itu
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

• Al-Tamimi adalah ilmuwan pada abad ke-10 M yang menulis buku mengenai hubungan antara ekologi dengan lingkungan yang cukup lengkap. Buku itu berisi tentang berbagai tipe polusi udara di berbagai negara dan hubungannya dengan kondisi geografi, berbagai macam penyakit akibat polusi udara dan berbagai macam infeksi alami, prosedur higienisasi lingkungan ketika epidemi penyakit terjadi, cara mengatasi polusi air, cara merawat air di kolam dan berbagai macam polusinya. Selain Al- Tamimi, Qusta Ibnu Luqa, salah seorang penerjemah dan penulis buku terkemuka di abad ke-10 M menghasilkan karyanya yang terkait dengan isu lingkungan dengan risalah tentang penyakit menular. Dalam risalahnya, dijelaskan hubungan antara penyakit menular dengan polusi lingkungan. Polusi yang berasal dari bumi, antara lain uap dari hutan dan rawa-rawa, serta asap dari gunung berapi. Lingkungan yang banyak polusinya
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN ASESMEN AUTENTIK PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

PENGEMBANGAN ASESMEN AUTENTIK PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

Penelitian ini diawali dengan ditemukannya potensi dan masalah di SMP Negeri 2 Kendal. Masalah yang dimaksud adalah teknik penilaian yang dilakukan guru belum mengases aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara komprehensif. Dalam kurikulum 2013 menyebutkan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik harus mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara seimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Potensi yang dimaksud adalah kondisi sekolah yang sangat mendukung dengan adanya laboratorium IPA dan lingkungan di sekitar sekolah yang dapat dijadikan sumber belajar. Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu asesmen autentik untuk mengases aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara komprehensif.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN

d. Kaitkan hasil percobaan dengan pencemaran air dan berikan solusinya! Pencemaran air terjadi karena masuknya polutan di lingkungan air. Adanya pencemaran air mengakibatkan berubahnya aliran energi perairan karena kondisi lingkungan yang mulai berubah dan tidak seimbang. Contohnya adalah ikan sebagai salah satu konsumen di perairan yang akan mati jika terus menerus berada pada lingkungan yang tercemar. Oleh karena itu, sebaiknya kita jangan membuang limbang dalam jumlah yang banyak ke lingkungan perairan karena akan mengakibatnya rusaknya aliran energi dalam perairan yang akan berdampak juga bagi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup di dalamnya.
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

Bab 2 Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Bab 2 Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Lingkungan secara umum diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu. Segala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang kompleks sehingga dapat memengaruhi satu sama lain. Lingkungan terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik. Komponen abiotik terdiri atas benda-benda mati seperti air, tanah, udara, cahaya, dan sebagainya.

19 Baca lebih lajut

TEKNIK PRODUKSI HASIL HUTAN

TEKNIK PRODUKSI HASIL HUTAN

Ekosistem adalah tempat dimana terjadinya proses saling interaksi dan ketergantungan antara makhluk hidup sebagai komponen biotik, dengan lingkungan hidupnya yang merupakan komponen abiotik. Komponen abiotik atau komponen tak hidup meliputi udara (nitrogen, oksigen, karbon dioksida, angin, kelembapan), suhu, air, mineral, cahaya, keasaman dan salinitas. Komponen biotik atau komponen hidup terdiri dari produser, konsumer dan decomposer (pengurai)

10 Baca lebih lajut

T BIO 1202639 Chapter5

T BIO 1202639 Chapter5

1. Materi dalam buku IPA panduan guru dan buku IPA siswa kurikulum 2013 pada bab klasifikasi makhluk hidup dan bab interaksi makhluk hidup dengan ligkungan sebagian besar sudah sesuai dengan kurikulum baik dari indikator keluasan materi maupun dari indikator kedalaman materi. Pada bab klasifikasi makhluk hidup dalam buku IPA panduan guru memiliki keluasan yang sama dengan buku IPA siswa tetapi buku IPA panduan guru lebih dalam dari padabuku IPA siswa. Sedangkan pada bab interaksi makhluk hidup dengan lingkungan, buku IPA siswa lebih dalam dan lebih luas dari pada buku IPA panduan guru.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

BBM 10 Makhluk Hidup dan Lingkungan

BBM 10 Makhluk Hidup dan Lingkungan

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik (interaksi) antara makhluk hidup dan lingkungannya, baik biotik (makhluk hidup lainnya) maupun abiotik (benda - benda mati). Ernest Haeckel (1834 - 1914) orang yang pertama kali mengemukakan definisi ekologi tersebut. Dalam ekologi kita mempelajari makhluk - makhluk hidup itu sebagai suatu kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Di dalam lingkungan hidup ini terdapat saling hubungan antar komponennya dan membentuk ekosistem. Sedangkan komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivor, karnivor dan omnivor) dan dekomposer atau pengurai (mikroorganisme).
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Materi IPA SMK kelas XII

Materi IPA SMK kelas XII

Ekosistem adalah hubungan interaksi yang terjadi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup. Tingkat organisasi ekosistem lebih tinggi dari komunitas. Pada ekosistem terjadi hubungan timbal balik antara organisme yang hidup dan lingkungan abiotiknya, yang membentuk suatu sistem yang dapat diketahui aliran energi dan siklus materinya.

4 Baca lebih lajut

MAKALAH KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

MAKALAH KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organismebernapas memerlukan udara. Kalianmengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen.Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih,segar, dan sehat. Upaya yang dapatdilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:

10 Baca lebih lajut

KENYAMANAN THERMAL PADA BANGUNAN GEREJA

KENYAMANAN THERMAL PADA BANGUNAN GEREJA

2. Nota Pastoral ini merupakan hasil hari studi para uskup pada tanggal 5-7 November 2012 tentang ekopastoral. Para uskup menyadari pentingnya lingkungan hidup untuk kelangsung-an hidup semua ciptaan namun juga prihatin terhadap berbagai macam kerusakan alam dan akibat-akibat yang ditimbulkannya. Di Indonesia, kerusakan alam terus terjadi dan dari wak- tu ke waktu kian mengkhawatirkan. Oleh karena itu, para uskup sepakat untuk meningkat-kan pelayanan karya pastoral di bidang lingkungan hidup atau ekopastoral.

7 Baca lebih lajut

IPA Biologi SMP UN 2013 Paket 2

IPA Biologi SMP UN 2013 Paket 2

Interaksi antara lebah dengan bunga merupakan simbiosis mutualisme, dimana lebah dapat mendapat keuntungan karena dapat makanan, sementara bunga mendapat keuntungan karena dapat mengalami penyeerbukan akibat serbuk sari yang terbawa oleh kaki serangga

13 Baca lebih lajut

Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan mata pelajaran biologi SMK kelompok kompetensi F: bidang keahlian agribisnis dan agroteknologi, pertumbuhan perkembangan tumbuhan dan hewan. - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan mata pelajaran biologi SMK kelompok kompetensi F: bidang keahlian agribisnis dan agroteknologi, pertumbuhan perkembangan tumbuhan dan hewan. - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Dalam kategori ini telah termasuk berbagai padang rumput dan hutan pinus. Sebagai kesimpulan adalah: konsep yang paling pen-ting untuk mengenal kestabilan ekosistem tidak hanya tergantung pada keseimbangan populasi sebagai komunitas biotik, tetapi juga hubungan antara komunitas biotik dan faktor abiotik di lingkungan tersebut. Sudah sangat jelas pula jika satu atau lebih dari faktor fisik lingkungan tersebut berubah maka komunitas biotik dapat terdesak ke tingkat fluktuasi dimana spesies tertentu akan mengalami stress dan dapat saja mati, tapi spesies yang lain justru meningkat jumlahnya.
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

Pengenalan Bahan Beracun dan Berbahaya

Pengenalan Bahan Beracun dan Berbahaya

Definisi dari limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.

18 Baca lebih lajut

Kelas XI_smk_biologi-pertanian_amelia.

Kelas XI_smk_biologi-pertanian_amelia.

Belum lagi kalau kita membicarakan Escherichia coIi yang banyak terdapat di air kotor sebagai penyebab utama diare. Pemahkah kalian terserang diare? Diare merupakan salah satu penyakit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh kuman. Apakah kuman itu? Kuman adalah makhluk hidup yang sangat kecil (mikroorganisme) yang dapat menyebabkan penyakit. Mikroorganisme mempunyai peranan yang sangat besar dalam kehidupan manusia, baik yang bersifat merugikan misalnya penyebab berbagai penyakit maupun yang menguntungkan seperti bakteri bintil akar pada tanaman kacang-kacangan. Seperti apakah bakteri itu. Penyakit apa saja yang disebabkan oleh bakteri? Apa sajakah kegunaan bakteri? kalian ingin tahu lebih jauh tentang bakteri? Pelajarilah bab ini.
Baca lebih lanjut

183 Baca lebih lajut

Materi pencemaran dan dampaknya bagi mak (1)

Materi pencemaran dan dampaknya bagi mak (1)

Masuknya suatu komponen ketempat yang tidak semestinya, atau masuknya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atauberubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfingsi lagi sesuai dengan peruntukannya (UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).

7 Baca lebih lajut

270110130006 erika silviani kelas b tmk

270110130006 erika silviani kelas b tmk

AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan suatu usaha dan/atau kegiatan. Kegiatan industri mineral dapat menciptakan kerusakan lingkungan yang serius dalam suatu kawasan/wilayah. Potensi kerusakan tergantung pada berbagai faktor kegiatan industri mineral dan faktor keadaan lingkungan. Faktor kegiatan industri mineral antara lain pada teknik industri mineral, pengolahan dan lain sebagainya. Sedangkan faktor lingkungan antara lain faktor geografis dan morfologis, fauna dan flora, hidrologis dan lain-lain. Fenomena yang terjadi pada industri mineral di Indonesia, industri mineral seperti memiliki kekebalan untuk tidak mentaati aturan-aturan lingkungan hidup dan dapat dengan bebas melakukan pencemaran tanpa takut mendapatkan sanksi, sehingga dampak lingkungan itu semakin terasa. Adapun langkah-langkah dalam menanggulangi dampak lingkungan tersebuat salah satunya adalah : a.) Remediasi ; b.) Bioremediasi; c.) Penggunaan alat (retort-amalgam); c.) Kajian Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan atau kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL); d.) Penyuluhan kepada masyarakat. 3.2 Saran
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Modul 9 MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN

Modul 9 MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN

Komponen biotik dalam ekosistem air laut terdiri atas bermacam-macam makhluk hidup. Menurut fungsinya, dibedakan menjadi 4, yaitu : (1) Produsen, terdiri atas fitoplankton dan berbagai jenis alga. Fitoplankton banyak ditemukan pada daerah fotik, sedangkan alga yang hidup di laut adalah alga hijau, alga pirang, alga merah, yang hidup sebagai bentos, neston, maupun ferifiton ; (2) Konsumen, terdiri atas berbagai jenis hewan, yaitu porifera, coelenterata, caing, hewan berkulit duri, arthropoda, dan mamalia laut ; (3) Zooplankton, terdiri atas zooplankton sementara, berupa larva hewan laut dan zooplankton permanen, berupa protozoa, cacing kecil, dan ubur-ubur kecil ; (4) Dekomposer, teridiri atas bakteri, udang kecil, dan berbagai jenis hewan kecil lain yang berperan dalam menguraikan sampah atau bangkai yang masuk ke laut.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Bentuk Masyarakat dan Pola Adaptasi Ekol

Bentuk Masyarakat dan Pola Adaptasi Ekol

Adaptasi yang dilakukan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai dan menggantungkan sumber penghidupannya dari sumber daya yang ada, menunjukkan adanya keragaman. Di berbagai daerah di Sumatera dan Sulawesi, misalnya terdapat kelompok-kelompok masyarakat yang mengembangkan cara hidup dengan bertempat tinggal di perahu yang sekaligus berfungsi sebagai alat dalam kegiatan penangkapan ikan. Contohnya adalah beberapa kelompok masyarakat Suku Bajo atau Suku Laut yang secara tradisional hidup berpindah-pindah dari suatu daerah ke daerah lain (nomaden) dan tinggal/hidup di atas perahu.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

IPA SD MI Kelas 6. Bab 1

IPA SD MI Kelas 6. Bab 1

Teratai merupakan tumbuh- an yang hidup di permukaan air. Tumbuhan teratai mempunyai daun yang berbentuk lebar dan tipis. Daunnya ada yang lebar dan ada juga tipis, berfungsi untuk memperbanyak penguap- an. Bentuk daun tersebut me- rupakan bentuk adaptasi teratai terhadap tempat hidupnya.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...