Interaksi Sosial Asosiatif

Top PDF Interaksi Sosial Asosiatif:

INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF BENTUK KERJA SAMA KELOMPOK PRIMER PARA SISWA MA NURUL FALAH Surahman Ardiansyah, Amrazi Zakso, Izhar Salim

INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF BENTUK KERJA SAMA KELOMPOK PRIMER PARA SISWA MA NURUL FALAH Surahman Ardiansyah, Amrazi Zakso, Izhar Salim

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah peneliti lakukan mengenai “Interaksi Sosial Asosiatif Dalam Bentuk Kerja Sama Kelompok Primer Kelas XII IPS MA. Nurul Falah Teluk Pakedai Pada Siswa Keluarga Petani”, maka dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial asosiatif dalam bentuk kerja sama kelompok primer kelas XII di MA Nurul Falah pada siswa keluarga petani sangat baik untuk menjaga keutuhan kelompok mereka agar tetap bersekolah bersama-sama. Bentuk interaksi sosial asosiatif dalam bentuk kerukunan gotong royong dan tolong menolong didalam kelompok primer kelas XII di MA Nurul Falah ditandai dengan kegiatan gotong-royong yang dilaksanakan untuk membersihkan lingkungan belakang sekolah dan pada aktivitas tolong-menolong untuk mempersiapkan dan memperlancar jalanya upacara bendera. Kemudian pada kegiatan gotong-royong dalam membersihkan masjid Nurul Islam yang berdekatan dengan sekolahdan aktivitas tolong-menolong menjemput, memberikan tumpangan dan menghantar pulang temanya apabila ada siswa yang dapat meminjam kendaraan untuk digunakan kesekolah. Selanjutnya gotong-royong pada kegiatan pemasangan kipas di ruangan kelas dan tolong-menolong meminta izin bagi teman yang berhalangan hadir ke sekolah. kemudian gotong-royong dalam kegiatan membersihkan gudang kertas dan membakar barang-barang yang tidak terpakai dan tolong-menolong pada aktivitas mencari tugas teman yang dinyatakan hilang oleh pihak guru.

17 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA DHARMA ASIH KOTA PONTIANAK

INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA DHARMA ASIH KOTA PONTIANAK

masalah penelitian ini adalah (1) Peserta didik kelas VIII di Sekolah Luar Biasa Dharma Asih Kota Pontianak sudah melakukan interaksi sosial asosiatif dalam bentuk kerjasama kerukunan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi bahwa peserta didik ketika sedang di kelas melakukan pembelajaran tampak sangat rukun dengan satu sama lain, mereka saling membantu jika ada salah satu murid yang kesulitan belajar atau kesulitan dalam menulis, kemudian ketika peserta didik sedang membuat kerajinan tangan berupa serbet untuk angkat panci panas dan gantungan pot yang didampingi oleh guru, para peserta didik bersama-sama melaksanakan tugas tersebut dengan penuh rasa kerjasama kerukunan. (2) Peserta didik kelas VIII di Sekolah Luar Biasa Dharma Asih Kota Pontianak sudah melakukan interaksi sosial asosiatif dalam bentuk kerjasama kooptasi dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi bahwa peserta didik anak tunagrahita mampu menjalin interaksi sosial asosiatif ketika pelatih marching band berbicara atau berinteraksi dengan anak tunagrahita, sang anak mampu memberikan tanggapan yang tepat terhadap apa yang dibicarakan atau diperintahkan oleh pelatih marching band. Misalnya seperti pada saat latihan marching band peserta didik mengikuti semua aturan dan arahan yang diberikan oleh pelatihnya, tanpa adanya kerjasama latihan marching band tidak akan berjalan dengan lancar.

8 Baca lebih lajut

POLA INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF DALAM BENTUK KERJASAMA ANTAR KELOMPOK NELAYAN DI DESA RAMAYADI

POLA INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF DALAM BENTUK KERJASAMA ANTAR KELOMPOK NELAYAN DI DESA RAMAYADI

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi sosial asosiatif dalam bentuk kerjasama antar kelompok nelayan di desa Ramayadi Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan adalah deskriptif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Sedangkan alat pengumpul data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial kerjasama yang terjadi antara kelompok nelayan (Harapan Samudra dan Sumber ) sudah berjalan sesuai dengan proses interaksi sosial yang ada, hal ini terlihat dengan adanya kerjasama gotong royong antar kelompok nelayan Harapan Samudra dan Sumber Rejeki seperti menurunkan dan menaikkan perahu ke pantai, kerja sama bargaining yaitu saling bertukar barang seperti tali untuk menaikkan perahu, pelampung pukat, dan pertukaran jasa. Hal lain yang ditemui yaitu kerjasama dalam bentuk koalisi seperti musyawarah antar kedua kelompok Harapan Samudra dan Sumber Rejeki untuk mencapai suatu kepentingan bersama, dalam hal ini membahas mengenai penggunaan uang kas bulanan yang dikumpulkan kedua kelompok.

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF SISWA MELALUI PEMANFAATAN TAYANGAN INDONESIA BAGUS DALAM PEMBELAJARAN IPS (Penelitian Tindakan Kelas di SMP Negeri 4 Bandung kelas VIII-A dalam Pembelajaran IPS melalui pemanfaatan tayangan Indonesia Bagus NET TV).

PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF SISWA MELALUI PEMANFAATAN TAYANGAN INDONESIA BAGUS DALAM PEMBELAJARAN IPS (Penelitian Tindakan Kelas di SMP Negeri 4 Bandung kelas VIII-A dalam Pembelajaran IPS melalui pemanfaatan tayangan Indonesia Bagus NET TV).

Penelitian ini berawal dari keresahan peneliti terhadap permasalahan yang terjadi di kelas VIII-A SMP Negeri 4 Bandung terkait dengan kurang teraplikasinya interaksi sosial asosiatif siswa. Indikator permasalahan yang dijumpai adalah terdapat beberapa siswa yang individual dalam mengerjakan tugas kelompok, tidak ada interaksi yang efektif di kelas, aktivitas belajar yang lebih banyak menghafal, mencatat, dan hanya mengerjakan soal latihan. Kondisi ini menyebabkan kurang teraplikasinya kemampuan interaksi sosial asosiatif siswa. Peneliti menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart dalam tiga siklus. Alternatif pemecahan masalah yang dipilih yaitu meningkatkan interaksi sosial asosiatif siswa melalui pemanfaatan tayangan Indonesia Bagus. Hal ini dikatakan berhasil dengan melihat perkembangan indikator interaksi sosial asosiatif yaitu pendekatan, interaksi tanpa ada halangan dan batasan, toleransi, dan persatuan. Secara khusus, peningkatan dari siklus satu sampai siklus tiga diawali pada indikator yang meraih persentase terkecil adalah indikator interaksi. Namun berdasarkan stimulus yang dilakukan, indikator ini mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Hal ini terbukti dengan siklus satu diperoleh dengan hasil kualifikasi cukup, siklus dua diperoleh dengan hasil kualifikasi baik, dan siklus tiga diperoleh dengan hasil kualifikasi baik. Pada indikator lainnya telihat masing-masing indikator mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dengan demikian upaya meningkatkan interaksi sosial asosiatif siswa melalui pemanfaatan tayangan Indonesia Bagus dalam pembelajaran IPS dinyatakan berhasil. Dengan melihat peningkatan tersebut, data dapat dinyatakan jenuh. Sehingga dinyatakan bahwa pembelajaran IPS dengan memanfaatkan tayangan Indonesia Bagus dapat meningkatkan interaksi sosial asosiatif siswa kelas VIII-A SMP Negeri 4 Bandung.

79 Baca lebih lajut

ANALISIS PROSES INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF ANTARA PENGURUS OSIS DI SMP

ANALISIS PROSES INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF ANTARA PENGURUS OSIS DI SMP

Pada observasi tanggal 9 April 2016 pukul 06.45-16.00 WIB yakni pada hari sabtu, terlihat interaksi sosial akomodasi berupa kegiatan jalan santai yang dilaksanakan para pengurus Osis setiap 2 minggu sekali dapat terlaksana dengan baik, tidak terjadi permasalahan yang berarti, walaupun pada pelaksanaannya memang ada sedikit permasalahan seperti ketertiban barisan siswa yang ikut jalan santai sedikit berantakan dikarnakan kurangnya pengawasan dari para pengurus Osis untuk menjaga tiap barisan agar rapi dan tidak menganggu lalu lintas yang ada. Dalam hal ini semua pengurus Osis di instruksikan oleh ketua Osis dan oleh Pembinanya untuk mengerjakan tugasnya dengan baik demi kelancaran kegiatan yang sudah menjadi program kerja Osis SMP Islam Ashabul Kahfi Pontianak.

10 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF ANTARA ANAK PUTUS SEKOLAH DAN MASIH BERSEKOLAH DI DESA

INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF ANTARA ANAK PUTUS SEKOLAH DAN MASIH BERSEKOLAH DI DESA

Abstark: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi sosial asosiatif antara anak putus sekolah dan masih bersekolah di Desa Pelimpaan Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas dalam bentuk kerukunan, bargaining dan nilai-nilai sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Alat pengumpul data yaitu panduan observasi, panduan wawancara dan alat dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kerukunan gotong-royong pesta pernikahan berjalan baik, adanya pembuatan tarup, besurong, kuli aek dan ngarak penganten dan bentuk aktivitas tolong- menolong dalam produksi hasil perkebunan dan pertanian seperti panen buah kelapa dan panen sayur sawi. Bentuk bargaining sudah cukup baik dibuktikan dengan bargaining distributif antara lain dalam pengolahan produksi kebun kelapa, selanjutnya bargaining integratif antara lain produksi hasil pertanian dan keluar pada malam minggu dan malam kamis. Bentuk nilai-nilai sosial sudah berjalan dengan baik ditandai adanya pembuatan tenda, pembuatan bangku santai, pembuatan pondok dan membantu pekerjaan kecil tetangga.

19 Baca lebih lajut

Sosial dan lembaga sosial asosiatif

Sosial dan lembaga sosial asosiatif

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu terdapat setidaknya 74.107 jiwa penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dengan beragam jenisnya. Masalah Kesejahteraan sosial yang terbanyak ditemukan adalah Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana dan keluarga fakir/miskin.

58 Baca lebih lajut

proses interaksi sosial dan interaksi

proses interaksi sosial dan interaksi

Persaingan atau kompetisi merupakan suatu proses sosial dimana individu-ndividu saling bersaing untuk mencari keuntungan dalam bidang-bidang kehidupan dengan cara menarik perhatian publik tanpa menggunakan ancaman atau cara-cara kekerasan. Persaingan dapat dilakukan dengan cara perorangan (Rivalry) ataupun secara kelompok (misalnya, antara dua kelompok perusahaan besar yang bersaing untuk memenangkan tender). Ada beberapa bentuk persaingan yang terjadi di masyarakat, yaitu sebagai berikut :

7 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial  Interaksi antar perokok

Interaksi Sosial Interaksi antar perokok

Interaksi Sosial - Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain. Terus apa dong Interaksi Sosial itu? Tenang sobat, Zona Siswa pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai Interaksi Sosial secara lengkap, baik pengertian, faktor dan syarat terjadinya interaksi sosial. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

3 Baca lebih lajut

HADITS TENTANG INTERAKSI SOSIAL interaksi

HADITS TENTANG INTERAKSI SOSIAL interaksi

golongan, ras, suku bangsa,partai, dan lain-lain, bahkan kepada orang yang sudah kaya. Semuanya berhak menikmati dan merasakan kesejahteraan. Rasa sejahteralah yang merupakan benteng utama untuk menghindari perpecahan dan berbagai penyakit sosial yang ada di masyarakat. Dalam hal ini, kepekaan para pemimpin, para wakil rakyat, dan semua umat Islam yang ampu sangat dibutuhkan untuk mensejahterakan kaum yang lemah. Memperbaiki kesejahteraan merupakan salah satu di antara tiga cara dalam memperbaiki keadaan masyarakat, sebagaimana diungkapkan oleh Abu Hasan dalam “Kitab Adab Ad-Dunya wa Ad-Din,” yakni: menjadikan manusia taat; menyatukan rasa dalam hal kesenangan dan penderitaan; dan menjaga dari hal-hal yang akan mengganggu stabilitas kehidupan.

6 Baca lebih lajut

PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial

PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial

Hubungan antar manusia atau relasi-relasi sosial, hubungan satu dengan yang lain warga-warga suatu masyarakat, baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok-kelompok dan antar kelompok manusia itu sendiri, mewujudkan segi dinamikanya perubahan dan perkembangan masyarakat. Apabila kita lihat komunikasi ataupun hubungan tersebut sebelum mempunyai bentuk-bentuknya yang konkrit, yang sesuai dengan nilai-nilai sosial di dalam suatu masyarakat, ia mengalami suatu proses terlebih dahulu. Proses-proses inilah yang dimaksudkan dan disebut sebagai proses sosial. Sehingga Gillin & Gillin mengatakan bahwa: Proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut, atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada.

11 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Tayangan Drama Korea “Goblin” terhadap Interaksi Sosial Mahasiswa Fiskom Universitas Kristen Satya Wacana

BAB I PENDAHULUAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Tayangan Drama Korea “Goblin” terhadap Interaksi Sosial Mahasiswa Fiskom Universitas Kristen Satya Wacana

Jadi, pada akhirnya peneliti akan melakukan penelitian mendalam tentang pengaruh tayangan drama Korea ini. Sebelumnya peneliti sendiri telah melakukan beberapa data pra-survey dengan bertanya kepada beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) Universitas Kristen Satya Wacana yang telah menonton drama “Goblin”. Beberapa dari narasumber mengatakan mereka jarang berinteraksi menggunakan istilah bahasa Korea, tetapi mereka akan melakukan hal tersebut jika menemukan individu lain yang sama-sama menyukai hal-hal yang berbau Korea saja.

7 Baca lebih lajut

Hubungan sosial asosiatif pemerintah dan pedagang dalam pembangunan pasar Parang Magetan

Hubungan sosial asosiatif pemerintah dan pedagang dalam pembangunan pasar Parang Magetan

lembaga sosial yang terbentuk karena proses interaksi sosial dan kebutuhan masyarakatnya. Oleh karenanya, keberadaan pasar tradisional perlu dikembangkan, dilestarikan dan dibangun agar menjadi simbol kebanggaan dari suatu masyarakat dan daerah. Dalam pembangunan pasar tradisional diperlukan adanya kontak dan komunikasi antara pemerintah daerah dan pedagang pasar tersebut untuk menjalin suatu hubungan sosial dalam mencapai tujuan bersama.. Menurut Gillin dan Gillin (1964; 740), hubungan sosial adalah hubungan yang dinamis yang menyangkut hubungan antar individu, antar kelompok,dan antar orang dengan kelompok. Proses hubungan sosial akan terjadi pada saat ada dua individu atau lebih yang saling mengadakan kontak sosial maupun komunikasi. Dalam hubungan sosial terjadinya adanya kerjasama, akomodasi, asimilasi dan akulturasi. Kerjasama yang terjadi Pemerintah dengan pedagang, dan upaya-upaya menstabilkan suatu dominasi kelompok tertentu yaitu melalui akomodasi. Hubungan sosial itu berupa cara atau gaya bicara ketika pedagang dan Pemerintah bertemu. Sedangkan Akulturasi mengacu pada proses di mana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Budaya luar yang dimaksud adalah budaya yang dibawa oleh pejabat-pejabat pasar dalam menghadapi pedagang. Tentunya pedagang juga mempunyai budaya dasar yang sudah kental dan tidak bisa dirubah-rubah. Begitu sebaliknya dengan budaya- budaya pejabat. Tapi pergaulan tersebut disesuaikan dengan kebudayaan sendiri, sehingga kepribadian budaya sendiri tidak hilang.

142 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL

INTERAKSI SOSIAL

Gabriel Tarde beranggapan bahwa seluruh kehidupan sosial sebenarnya berdasarkan faktor imitasi. Walaupun pendapat ini ternyata berat sebelah, peranan imitasi dalam interaksi sosial itu tidak kecil. Misalnya bagaimana seorang anak belajar berbicara. Mula-mula ia mengimitasi dirinya sendiri kemudian ia mengimitasi kata-kata orang lain. Ia mengartikan kata-kata juga karena mendengarnya dan mengimitasi penggunaannya dari orang lain. Lebih jauh, tidak hanya berbicara yang merupakan alat komunikasi yang terpenting, tetapi juga cara-cara lainnya untuk menyatakan dirinya dipelajarinya melalui proses imitasi. Misalnya, tingkah laku tertentu, cara memberikan hormat, cara menyatakan terima kasih, cara-cara memberikan isyarat tanpa bicara, dan lain-lain.

23 Baca lebih lajut

S SOS 1205114 Chapter5

S SOS 1205114 Chapter5

Upaya yang dilakukan ibu pekerja pabrik dalam mengatasi faktor penghambat interaksi di kegiatan PKK berasal dari internal dan eksternal. Upaya internal yang dilakukan dalam diri ibu pekerja yaitu dengan menikmati semua peran, tidak menganggap perannya sebagai beban, menganggap semua peran itu penting, dan lebih meniatkan diri untuk menghadiri kegiatan PKK. Upaya eksternal yang dilakukan oleh keluarga yaitu dengan adanya pengertian dan keikhlasan dari suami dan anak, serta kerja sama dalam mengerjakan tugas rumah. Sedangkan upaya yang dilakukan ibu pekerja pabrik untuk mengatasi penghambat yang berasal dari masyarakat yaitu dengan lebih memahami dan mengenal karakteristik masing-masing orang di sekitarnya, menerima perbedaan antarmasyarakat, serta menghilangkan prasangka buruk.

5 Baca lebih lajut

SIKAP DAN INTERAKSI SOSIAL dan

SIKAP DAN INTERAKSI SOSIAL dan

Dalam batas-batas tertentu, interaksi sosial dalam bentuk persaingan atau kompetisi (dissosiatif) mempunyai fungsi positif, antara lain: (a) menyalurkan keinginan-keinginan individu atau kelompok yang bersifat kompetitif (b) sebagai media tersalurkannya keinginan, kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian secara baik oleh mereka yang bersaing (c) merupakan alat untuk menempatkan individu pada status dan peran yang sesuai dengan kemampua/ keahliannya dan (d) sebagai alat menjaring para individu atau kelompok yang akhirnya menghasilkan pembagian kerja yang efektif. Demikian juga, dalam batas-batas tertentu, interaksi sosial dalam bentuk konflik (dissosiatif) mempunyai fungsi positif, yaitu: (a) dapat mendorong terjadinya perubahan pola perilaku seseorang atau kelompok ke arah yang lebih baik (b) dapat mendorong terjadinya atau terbangunnya solidaritas ingroup dalam kehidupan kelompok dan (c) dapat mendorong lahirnya karya demi karya yang lebih inovatif atau lebih maju (Wilson, E.K. 1966 Mack, R. and Pease, J. 1973).

23 Baca lebih lajut

Bentuk Bentuk Hubungan Sosial Asosiatif

Bentuk Bentuk Hubungan Sosial Asosiatif

Kontravensi; merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dengan pertentangan atau pertikaian. Kontravensi adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap orang atau unsur-unsur budaya kelompok lain. Sikap tersembunyi tersebut dapat berubah menjadi kebencian, namun tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian. Bentuk kontravensi, misalnya berupa perbuatan menghalangi, menghasut, memfitnah, berkhianat, provokasi, dan intimidasi. Contohnya demontrasi yang dilakukan elemen masyarakat untuk menghalangi atau menolak kenaikan BBM

7 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial | Karya Tulis Ilmiah

Interaksi Sosial | Karya Tulis Ilmiah

Keanekaragaman Indonesia tidak hanya dilihat dari kemajemukan masyarakatnya saja. Indonesia adalah negara kaya baik hasil bumi maupun adat dan budaya nya. Bahkan terdapat semangat perubahan sosial yang mencakup semua aspek yang ada di Indonesia, yang lebih difokuskan pada keinginan untuk melakukan perubahan sosial yang berdampak positif dan menghasilkan kemajuan dalam setiap aspek. Meskipun begitu, banyak sekali kendala dalam melakukan perubahan baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain sebagainya. Perwujudan konkrit dari perubahan itu adalah berupa upaya pembangunan yang terencana, termasuk di dalamnya sumber daya manusia. Tetapi tidak jarang, perubahan yang akan terjadi itu justru menimbulkan konflik yang panjang.

16 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial | Karya Tulis Ilmiah Interaksi Sosial

Interaksi Sosial | Karya Tulis Ilmiah Interaksi Sosial

Keanekaragaman Indonesia tidak hanya dilihat dari kemajemukan masyarakatnya saja. Indonesia adalah negara kaya baik hasil bumi maupun adat dan budaya nya. Bahkan terdapat semangat perubahan sosial yang mencakup semua aspek yang ada di Indonesia, yang lebih difokuskan pada keinginan untuk melakukan perubahan sosial yang berdampak positif dan menghasilkan kemajuan dalam setiap aspek. Meskipun begitu, banyak sekali kendala dalam melakukan perubahan baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain sebagainya. Perwujudan konkrit dari perubahan itu adalah berupa upaya pembangunan yang terencana, termasuk di dalamnya sumber daya manusia. Tetapi tidak jarang, perubahan yang akan terjadi itu justru menimbulkan konflik yang panjang. Seperti yang terjadi ketika masa penjajahan, masyarakat Indonesia memaksa Soekarno untuk menjadi presiden dan Bung Hatta sebagai wakil presiden. Masyrakat Indonesia memilih atas dasar kepercayaan dan keinginan untuk terbebas dari penjajahan dengan cara mengangkat seorang presiden dan wakil presiden untuk memproklamirkan kemerdekaan. Disinilah terjadi revolusi yang besar yang mampu mengubah seluruh masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia menjadi merasa lebih tenang karen terlepas dari jajahan Jepang maupun Belanda. Ini menjadi perubahan yang sangat cepat yang memberikan dampak yang cukup kuat bagi masyarakat di Indonesia. Ini merupakan perubahan besar dan dikehendaki karena membawa pengaruh dalam perubahan alam aspek ekonomi, sosial, budaya, maupun politik.

8 Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH  BENTUK INTERAKSI KARYAWAN KONTRAK DENGAN PIMPINAN DAN SESAMA KARYAWAN KONTRAK DI DEPARTEMEN HRD (HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT) DI PT. BINA TALENTA.

KARYA TULIS ILMIAH BENTUK INTERAKSI KARYAWAN KONTRAK DENGAN PIMPINAN DAN SESAMA KARYAWAN KONTRAK DI DEPARTEMEN HRD (HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT) DI PT. BINA TALENTA.

Sistem kerja kontrak merupakan system baru yang diterapkan di Indonesia. Dalam sistem kerja kontrak, karyawan kontrak diperbantukan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rutin perusahaan. Dalam perusahaan outsourcing PT Bina Talenta sendiri karyawan yang bekerja merupakan karyawan kontrak. Interaksi yang terlihat antara karyawan dengan pemimpin dan interaksi antara karyawan kontrak dengan karyawan kontrak terlihat baik bila hanya diperhatikan secara sekilas namun di dalam penelitian di perusahaan tersebut interaksi yang terjadi memiliki permasalahan. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melihat permasalahan yang terjadi di dalam PT Bina Talenta dengan rumusan masalah penelitian bagaimana bentuk interaksi pimpinan dengan karyawan kontrak dan bentuk interaksi antara karyawan kontrak dengan karyawan kontrak di PT Bina Talenta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi antara karyawan kontrak dengan pimpinan dan sesama karyawan kontrak di PT Bina Talenta.

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...