Interaksi Sosial Remaja

Top PDF Interaksi Sosial Remaja:

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bersedia untuk turut berpartisipasi sebagai responden penelitian yang bertujuan untuk melihat gambaran penggunaan internet dan interaksi sosial remaja di SMPN 10 Medan. Saya telah diberikan penjelasan bahwa penelitian telah mendapatkan izin pelaksanaan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan SMP N 10 Medan.

26 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL REMAJA DENGAN IBU TIRI YANG TINGGAL SATU RUMAH

INTERAKSI SOSIAL REMAJA DENGAN IBU TIRI YANG TINGGAL SATU RUMAH

Topik Interaksi Sosial Remaja Dengan Ibu Tiri Yang Tinggal Satu Rumah Studi Kasus di Lingkungan Talangsati Krlurahan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember ini sengaja dipilih untuk dijadikan karya tulis ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana interaksi sosial yang terjadi antara remaja dengan ibu tiri yang tinggal satu rumah .

13 Baca lebih lajut

71 Keharmonisan Keluarga, Konsep Diri Dan Interaksi Sosial Remaja

71 Keharmonisan Keluarga, Konsep Diri Dan Interaksi Sosial Remaja

Intisari. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keharmonisan keluarga dan konsep diri dari interaksi sosial remaja pada siswa SMK. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK PGRI 3 Madiun kelas XII, 173 siswa dan jawaban diuji setelah berjumlah 157 siswa yang memenuhi syarat. Pengumpulan data menggunakan skala keharmonisan keluarga, skala konsep diri dan interaksi sosial yang dilakukan oleh para peneliti. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda untuk diperlakukan dengan bantuan komputer program statistik SPSS 18 seri. Pengujian analisis regresi ganda diperoleh R = 0,103 dan F dari 8,841 untuk p = 0,000 (P <0,05), yang berarti bahwa keharmonisan keluarga dan konsep diri memiliki hubungan yang signifikan dengan interaksi sosial remaja. Hasil analisis korelasi antara keharmonisan keluarga dengan interaksi sosial menunjukkan t = 3,541 dan p = 0,001 (p <0,05), yang berarti ada hubungan positif yang signifikan antara keharmonisan keluarga dengan interaksi sosial. Hasil korelasi ANALISA antara konsep diri dan interaksi sosial menunjukkan t = 1,187 dan p = 0,237 (p> 0,05), yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan betweenself-konsep dan interaksi sosial. R square = 0,103 menunjukkan bahwa kedua variabel bebas konsep diri dan keharmonisan keluarga bersama-sama untuk berkontribusi secara efektif untuk interaksi sosial remaja 10,299% dan 89,701% variabel lainnya dalam mempengaruhi variabel dependen sosial interaksi remaja dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Teknologi Komunikasi Dan Interaksi Sosial (Studi Korelasional tentang Hubungan Penggunaan Smartphone terhadap Interaksi Sosial Remaja di Kalangan SMA Harapan 1 Medan)

Teknologi Komunikasi Dan Interaksi Sosial (Studi Korelasional tentang Hubungan Penggunaan Smartphone terhadap Interaksi Sosial Remaja di Kalangan SMA Harapan 1 Medan)

Perkembangan teknologi komunikasi telah menghasilkan sebuah revolusi komunikasi. Teknologi komunikasi juga telah membuatnya menjadi mudah bagi orang untuk berkomunikasi dengan orang lain. Salah satu alat komunikasi yang paling populer saat ini adalah ponsel cerdas. Penelitian ini berjudul Pengaruh Teknologi Komunikasi terhadap Interaksi Sosial. Sebuah studi korelasional yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan teknologi komunikasi yaitu smartphone terhadap interaksi sosial remaja di kalangan SMA Harapan 1 Medan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Determinisme Teknologi dan Interaksi Sosial. Penelitian ini bersifat kuantitatif, metode yang digunakan adalah metode korelasional yakni untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh, seberapa erat pengaruh dan berarti tidaknya pengaruh antara penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial remaja di kalangan SMA Harapan 1 Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI di SMA Harapan 1 Medan yang berjumlah 437 orang. Menurut Gay (dalam Sunyoto 2013) ukuran sampel minimum dalam penelitian korelasional adalah 30 subjek, maka peneliti menetapkan 45 orang sebagai sampel yakni sampel minimum 30 orang ditambahkan 50% dari sampel minimum. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Proporsional random sampling. Kuesioner uji Pengolahan dilakukan dengan menggunakan Statistik Produk dan Layanan Solusi (SPSS) versi 13.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari hasil uji-t “Independent Samples Test” perhitungan statistik yang diperoleh, diketahui semua nilai t hitung
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Internet disebut sebagai pusat informasi bebas hambatan karena dapat menghubungkan informasi yang satu dengan yang lain dalam waktu yang singkat. Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Internet mempunyai dampak positif dan dampak negatif, menurunnya interaksi sosial antar manusia disebut sebagai salah satu dampak negatif penggunaan internet Interaksi sosial pada remaja perlu diperhatikan mengingat masa remaja dikatakan sebagai masa yang paling sulit dan masa yang rawan dalam tugas perkembangan manusia karena masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa. Tujuan penilitian ini adalah untuk melihat gambaran penggunaan internet dan interaksi sosial remaja di SMPN 10 Medan. Desain penelitian ini adalah deskripif dengan sampel sebanyak 94 orang, proses pengambilan data menggunakan propotional random sampling pada Mei 2016. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden menggunakan internet setiap hari (37.2%) Menggunakan internet 1-2 jam dalam sehari (53.2%) dengan mengunakan internet pada malam hari (43.6%). Mencari referensi pelajaran sebagai tujuan penggunaan internet (39.4%). Pertama kali mengenal internet dari teman (47.9%) serta teman sebagai orang yang menemani menggunakan internet (31.9%). Mayoritas menggunakan internet di rumah sendiri (62.8%) dengan menggunakan telepon seluler (44.7%) dan mengalami kegagalan dalam membagi waktu setelah menjadi pengguna internet (40.4%). Mayoritas responden memiliki tingkat interaksi sosial yang cukup (84%). Orang tua dan pihak sekolah diharapkan selalu mengawasi dan membimbing remaja dalam menggunakan internet dan berinteraksi dengan orang lain.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Internet disebut sebagai pusat informasi bebas hambatan karena dapat menghubungkan informasi yang satu dengan yang lain dalam waktu yang singkat. Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Internet mempunyai dampak positif dan dampak negatif, menurunnya interaksi sosial antar manusia disebut sebagai salah satu dampak negatif penggunaan internet Interaksi sosial pada remaja perlu diperhatikan mengingat masa remaja dikatakan sebagai masa yang paling sulit dan masa yang rawan dalam tugas perkembangan manusia karena masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa. Tujuan penilitian ini adalah untuk melihat gambaran penggunaan internet dan interaksi sosial remaja di SMPN 10 Medan. Desain penelitian ini adalah deskripif dengan sampel sebanyak 94 orang, proses pengambilan data menggunakan propotional random sampling pada Mei 2016. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden menggunakan internet setiap hari (37.2%) Menggunakan internet 1-2 jam dalam sehari (53.2%) dengan mengunakan internet pada malam hari (43.6%). Mencari referensi pelajaran sebagai tujuan penggunaan internet (39.4%). Pertama kali mengenal internet dari teman (47.9%) serta teman sebagai orang yang menemani menggunakan internet (31.9%). Mayoritas menggunakan internet di rumah sendiri (62.8%) dengan menggunakan telepon seluler (44.7%) dan mengalami kegagalan dalam membagi waktu setelah menjadi pengguna internet (40.4%). Mayoritas responden memiliki tingkat interaksi sosial yang cukup (84%). Orang tua dan pihak sekolah diharapkan selalu mengawasi dan membimbing remaja dalam menggunakan internet dan berinteraksi dengan orang lain.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Teknologi Komunikasi Dan Interaksi Sosial (Studi Korelasional tentang Hubungan Penggunaan Smartphone terhadap Interaksi Sosial Remaja di Kalangan SMA Harapan 1 Medan)

Teknologi Komunikasi Dan Interaksi Sosial (Studi Korelasional tentang Hubungan Penggunaan Smartphone terhadap Interaksi Sosial Remaja di Kalangan SMA Harapan 1 Medan)

Perkembangan teknologi komunikasi telah menghasilkan sebuah revolusi komunikasi. Teknologi komunikasi juga telah membuatnya menjadi mudah bagi orang untuk berkomunikasi dengan orang lain. Salah satu alat komunikasi yang paling populer saat ini adalah ponsel cerdas. Penelitian ini berjudul Pengaruh Teknologi Komunikasi terhadap Interaksi Sosial. Sebuah studi korelasional yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan teknologi komunikasi yaitu smartphone terhadap interaksi sosial remaja di kalangan SMA Harapan 1 Medan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Determinisme Teknologi dan Interaksi Sosial. Penelitian ini bersifat kuantitatif, metode yang digunakan adalah metode korelasional yakni untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh, seberapa erat pengaruh dan berarti tidaknya pengaruh antara penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial remaja di kalangan SMA Harapan 1 Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI di SMA Harapan 1 Medan yang berjumlah 437 orang. Menurut Gay (dalam Sunyoto 2013) ukuran sampel minimum dalam penelitian korelasional adalah 30 subjek, maka peneliti menetapkan 45 orang sebagai sampel yakni sampel minimum 30 orang ditambahkan 50% dari sampel minimum. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Proporsional random sampling. Kuesioner uji Pengolahan dilakukan dengan menggunakan Statistik Produk dan Layanan Solusi (SPSS) versi 13.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari hasil uji-t “Independent Samples Test” perhitungan statistik yang diperoleh, diketahui semua nilai t hitung
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kata Kunci : interaksi sosial, remaja, homeschooling Abstract - Interaksi Sosial Remaja Yang Bersekolah di Homeschooling Dengan Menggunakan Metode Distance Learning

Kata Kunci : interaksi sosial, remaja, homeschooling Abstract - Interaksi Sosial Remaja Yang Bersekolah di Homeschooling Dengan Menggunakan Metode Distance Learning

Interaksi sosial remaja dengan teman tempat tinggal, anak memiliki kebutuhan sebayanya tersebut biasanya di dapat dari khusus dan lain sebagainya. Beberapa sekolah. Sekolah merupakan salah satu tantangan dari homeschooling tunggal sarana pendidikan. Pendidikan merupakan adalah orangtua tidak mendapat dukungan hal yang penting bagi setiap manusia, bahkan dari keluarga lain jika mengalami hambatan dapat dikatakan sebagai suatu kebutuhan. atau jika ingin bertanya, ingin berbagi serta Setiap anak mempunyai hak yang sama membandingkan keberhasilan proses belajar untuk mendapatkan pendidikan dan setiap anak. Orangtua juga harus menyelenggara- keluarga berharap untuk mendapatkan kan penilaian sendiri terhadap hasil pendidikan yang terbaik bagi anak-anak pendidikan anak sesuai dengan standar mereka. Di Indonesia, menurut Undang- pendidikan formal atau standar yang Undang Sisdiknas No. 20 (2003) pendidikan ditetapkan oleh komunitas homeschooling terbagi kedalam tiga jalur utama, yaitu (Nadhirin, 2008).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERAN KOMUNITAS DALAM INTERAKSI SOSIAL REMAJA DI KOMUNITAS ANGKLUNG YOGYAKARTA.

PERAN KOMUNITAS DALAM INTERAKSI SOSIAL REMAJA DI KOMUNITAS ANGKLUNG YOGYAKARTA.

“Komunitas Angklung Yogyakarta dalam usaha meningkatkan interaksi sosial remaja dapat dilihat dari kegiatan yang ada di komunitas tersebut, seperti misalnya pada saat berada didalam ruang latihan terjadi penyampaian pesan baik pesan dari anggota yang belum bisa hadir mengikuti kegiatan ataupun pada penyampaian materi angklung yang disampaikan dari pelatih untuk para anggota yang hadir. Selain itu dalam usaha meningkatkan interaksi sosial remaja disini dapat dilihat dari segi kerjasama yang terjadi antar anggotanya, misalkan ketika akan memulai kegiatan terjadi kerjasama antar anggota yaitu dengan bersama-sama menyiapkan kebutuhan selama proses kegiatan berlangsung, seperti menyiapkan tempat kegiatan dengan memboking studio untuk latihan, menyiapkan angklung yang akan digunakan, menyiapkan notasi-notasi angklung yang akan dimainkan. Kekompakan yang terjadi antar anggota juga menimbulkan rasa kebersamaan yang terjadi antar anggota di Komunitas Angklung Yogyakarta.” (CL5/AP/23/10/2013) (CW: 14.00-16.00 WIB)
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas berkah dan anugerahNya, penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan” sebagai Tugas Akhir guna meraih gelar Sarjana Keperawatan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Shalawat dan salam penulis hadiahkan kepada Rasulullah SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kegelapan kealam yang terang benderang.

8 Baca lebih lajut

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Teori psikososial tradisional menganggap bahwa krisis perkembangan pada remaja menghasilkan terbentuknya identitas. Selama masa kanak-kanak, individu telah mengalami proses identifikasi ketika mereka berfokus pada berbagai bagian tubuh dalam waktu-waktu tertentu. Selama masa bayi, anak mengidentifikasikan dirinya sendiri sebagai individu yang terpisah dari ibu, selama masa kanak-kanak awal, mereka siapa diri mereka menetapkan identifikasi peran gendernya dengan orang tua sejenis, sedangkan pada masa kanak-kanak akhir, mereka menetapkan siapa diri mereka di dalam hubungan dengan orang lain. Pada masa remaja, mereka mulai melihat dirinya sebagai individu yang berbeda, unik dan terpisah dari setiap individu lainnya (Wong, 2009).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Jakarta, diakses pada tanggal 6 oktober 2015, tersedia pada http://iubtt.kemenperin.go.id Rumini, S.. Perkembangan Anak dan Remaja.[r]

3 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL REMAJA ETNIK DAYAK DENGAN REMAJA ETNIK JAWA DALAM PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK.

INTERAKSI SOSIAL REMAJA ETNIK DAYAK DENGAN REMAJA ETNIK JAWA DALAM PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK.

Interaksi yang terjadi di kalangan remaja antarenik dapat dipengaruhi oleh berbagai hal yang bisa saja penghambat interaksi. Hal yang menghambat bisa karena rasa kurang percaya diri atau kurang percaya dengan etnik lain, seperti yang dinyatakan Kendra dan Robert (2008) bahwa ketika seseorang berada dalam suatu kelompok yang multietnik, ada keterikatan yang kuat pada sesama etnik dan kurang kuat terhadap teman diluar etniknya. Hal itu menunjukan ada rasa tidak percaya diri atau kurang percaya dengan etnik lain. Individu akan cenderung memilih dan bekerjasama secara aktif dan kooperatif dengan seseorang atau kelompok orang yang memiliki identitas yang sama. Identitas tersebut merujuk pada persamaan etnik dan persamaan agama. Oleh karena itu, persamaan etnik dan agama akan berpengaruh pada interaksi sosial seseorang. Perbedaan agama juga berpengaruh terhadap interaksi sosial.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Penggunaan Internet dan Interaksi Sosial Remaja di SMPN 10 Medan

Internet diperumpamakan sebagai dua sisi uang logam. Internet memiliki dampak positif dan negatif terhadap anak. Internet dapat memberikan segudang informasi secara gratis dan bebas, baik dari segi ilmu pengetahuan, hiburan hingga game. Internet memberikan kemudahan untuk anak dalam mendapatkan informasi serta kemudahan untuk menjalin komunikasi dalam jarak yang jauh sekalipun. Ketersediaan game yang bersifat menantang dan kreatif yang pada umumnya disukai anak-anak. Namun, kemudahan akses konten internet ini dapat menyebabkan anak memperoleh apa yang belum seharusnya diperoleh, baik berupa gambar, suara, tulisan dan lain sebagainya (Ameliola & Nugraha, 2013). Kecanduan internet, pencurian identitas, serta menurunnya interaksi sosial dalam hubungan antarmanusia disebut sebagai dampak negatif penggunaan internet.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Teknologi Komunikasi Dan Interaksi Sosial (Studi Korelasional tentang Hubungan Penggunaan Smartphone terhadap Interaksi Sosial Remaja di Kalangan SMA Harapan 1 Medan)

Teknologi Komunikasi Dan Interaksi Sosial (Studi Korelasional tentang Hubungan Penggunaan Smartphone terhadap Interaksi Sosial Remaja di Kalangan SMA Harapan 1 Medan)

Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai Contoh Praktik Riset Media, Public Relations, Advertising, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran.. M.A., Morissan, Andy Corry Wardhani &[r]

3 Baca lebih lajut

Teknologi Komunikasi Dan Interaksi Sosial (Studi Korelasional tentang Hubungan Penggunaan Smartphone terhadap Interaksi Sosial Remaja di Kalangan SMA Harapan 1 Medan)

Teknologi Komunikasi Dan Interaksi Sosial (Studi Korelasional tentang Hubungan Penggunaan Smartphone terhadap Interaksi Sosial Remaja di Kalangan SMA Harapan 1 Medan)

Menurut Kamus Sosial Edisi Baru, istilah Teknologi yaitu : (1) Penerapan ilmu pengetahuan; (2) Pola praktek menggunakan semua sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu; serta (3) Semua ciri untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan menurut Johannesen (1996) teknologi diartikan sebagai aktivitas budaya yang khas ketika manusia membentuk dan mengubah realitas alami demi tujuan-tujuan praktis. Setiap langkah kemajuan teknologi menyebabkan serangkaian perubahan yang berinteraksi dengan perubahan lainnya yang timbul dari sistem teknologi secara keseluruhan.

23 Baca lebih lajut

Teknologi Komunikasi Dan Interaksi Sosial (Studi Korelasional tentang Hubungan Penggunaan Smartphone terhadap Interaksi Sosial Remaja di Kalangan SMA Harapan 1 Medan)

Teknologi Komunikasi Dan Interaksi Sosial (Studi Korelasional tentang Hubungan Penggunaan Smartphone terhadap Interaksi Sosial Remaja di Kalangan SMA Harapan 1 Medan)

Simanjuntak (2004) dalam tulisannya mengenai aspek sosial telepon selular menyatakan paling tidak ada lima implikasi dari penggunaan ponsel. Pertama, terhadap setiap individu yang menggunakan ponsel tersebut. Kedua, terhadap interaksi-interaksi antar individu. Ketiga, terhadap pertemuan tatap muka. Keempat, terhadap suatu kelompok atau organisasi. Selajutnya yang kelima adalah terhadap sistem hubungan di organisasi dan kelembagaan masyarakat.

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Intensitas Bermain Game Online Dengan Interaksi Sosial Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Intensitas Bermain Game Online Dengan Interaksi Sosial Pada Remaja.

Salah satu contoh rendahnya interaksi sosial remaja misalnya, hasil penelitian Wijayanti (2009) melalui wawancara dengan seorang Wakil Kepala Sekolah salah satu SMU di Yogyakarta menyatakan siswa yang tidak dapat berinteraksi dapat diketahui dari beberapa indikator, diantaranya; terlihat kurang berkomunikasi, kurang bergaul dan tidak suka pada pelajaran olahraga, tegang seperti robot. Di bagian lain diungkapkan oleh salah serorang guru, dimana seorang siswa baru kelas X pindah sekolah, karena merasa diasingkan dan dimusuhi oleh beberapa teman-temannya, setelah ditelusuri penyebabnya adalah karena siswa tersebut tidak mau memberi contekan pada teman-temanya ketika sedang ujian.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN BERINTERAKSI SOSIAL REMAJA PUTUS SEKOLAH (STUDI KASUS DI BALAI PERLINDUNGAN DAN REHABILITASI SOSIAL REMAJA YOGYAKARTA).

KEMAMPUAN BERINTERAKSI SOSIAL REMAJA PUTUS SEKOLAH (STUDI KASUS DI BALAI PERLINDUNGAN DAN REHABILITASI SOSIAL REMAJA YOGYAKARTA).

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, dimana dalam kehidupannya manusia tidak bisa hidup sendiri dan perlu berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain. Perilaku sosial individu akan ditampilkan apabila berinteraksi dengan orang lain. Perilaku sosial seseorang merupakan sifat relatif untuk menanggapi orang lain atau melakukan hubungan timbal balik dengan cara-cara yang berbeda-beda. Sehingga kemampuan berinteraksi sosial antara satu orang dengan orang lain dapat dilihat dari perilaku sosialnya terhadap orang lain. Interaksi sosial merupakan kunci dari kehidupan sosial karena tanpa adanya interaksi sosial, tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi sosial dalam penelitian ini diantaranya interaksi sosial remaja putus sekolah dengan pengurus lembaga dan pekerja sosial, interaksi sosial remaja putus sekolah dengan teman sebaya, dan interaksi sosial remaja putus sekolah dengan instruktur.
Baca lebih lanjut

263 Baca lebih lajut

A. Latar Belakang - Aborsi remaja perempuan Kota Pangkalpinang dilihat dari perspektif tindakan sosial Max Weber - Repository Universitas Bangka Belitung

A. Latar Belakang - Aborsi remaja perempuan Kota Pangkalpinang dilihat dari perspektif tindakan sosial Max Weber - Repository Universitas Bangka Belitung

Pangkalpinang merupakan ibukota dari Provinsi Bangka Belitung yang merupakan kota kecil dan tidak luput dari pengaruh globalisasi apalagi kenakalan remaja yang semakin hari semakin luar biasa. Dilihat dari perilaku seks yang dilakukan oleh remaja perempuan dan pelajar sebanyak 10% disalah satu SMA swasta di kota ini pada tahun 2009. Jadi, kemungkinan setiap tahun akan terus meningkat sehingga resiko hamil dan melakukan aborsi itu ada. Walaupun masalah aborsi ini tidak ada dalam bentuk statistik yang resmi, tetapi kasus ini di Pangkalpinang seperti fenomena “gunung es” hal ini dinyatakan oleh Es ter Yuliani salah satu dosen STAIN
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...