ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL)

Top PDF ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL):

Purifikasi Parsial Dan Karakterisasi β-Galaktosidase Dari Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) Strain B134

Purifikasi Parsial Dan Karakterisasi β-Galaktosidase Dari Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) Strain B134

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Purifikasi Parsial dan Karakterisasi β -Galaktosidase Dari Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) Strain B134 adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Penelitian ini didanai oleh Pusat Penelitian Biologi LIPI (Proyek PKPP 2012). Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT IKAN NILA DAN TONGKOL TERHADAP BAKTERI MERUGIKAN PRODUK PERIKANAN

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT IKAN NILA DAN TONGKOL TERHADAP BAKTERI MERUGIKAN PRODUK PERIKANAN

Bakteri asam laktat diketahui berfungsi sebagai biopreservatif dan dapat menjaga keamanan produk pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bakteri asam laktat yang mempunyai kemampuan menghambat bakteri yang merugikan pada produk perikanan. Tahapan metode yang dilakukan adalah isolasi bakteri asam laktat dari pencernaan ikan nila dan ikan tongkol dengan media MRS agar dan CaCO3, uji penghambatan bakteri terhadap Bacillus subtillis, Morganella morganii (bakteri pembentuk histamin), dan Escherichia coli dengan metode difusi sumur agar dan uji penguatan dugaan bakteri asam laktat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua isolat bakteri asam laktat yaitu N 1 10 4
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Uji Perlekatan Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) Asal Saluran Pencernaan Doc Broiler - Repositori UIN Alauddin Makassar

Uji Perlekatan Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) Asal Saluran Pencernaan Doc Broiler - Repositori UIN Alauddin Makassar

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan bakteri yang tergolong dalam Gram positif, yang memiliki bentuk bulat atau batang. Bakteri asam laktat dapat diperoleh dengan cara mengisolasi dari usus pencernaan Day Old Chiek (DOC) broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat BAL asal saluran pencernaan DOC broiler, untuk mendapatkan tingkat daya agregasi, mengetahui perlekatan isolat BAL asal kandidat saluran pencernaan DOC. Metode penelitian mengamati daya agregasi (autoagregai maupun koagregasi) sampel bakteri Pediococcus sp. dari usus DOC yaitu mengamati terbentuknya agregat pada dasar tabung dan suspensi media uji terlihat keruh akibat autoagregasi antara Pediococcus sp. dengan Pediococcus sp. Lainnya, koagregasi antara Pediococcus sp. dengan Staphylococcus aureus dan Salmonella thypi, di inkubasi selama 24 jam pada suhu 37 0 C. Daya autoagregasi dan koagregasi dibuktikan lebih lanjut dengan mengamati penempelan Pediococcus sp. pada permukaan epitel usus mencit (Mus musculus) setelah dikutivasi pada MRSA pada suhu 37 0 C selama 24 jam.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penurunan Kolesterol Secara In Vitro Oleh Isolat Bakteri Asam Laktat Dengan Keberadaan Oligosakarida.

Penurunan Kolesterol Secara In Vitro Oleh Isolat Bakteri Asam Laktat Dengan Keberadaan Oligosakarida.

Evaluasi isolat BAL dalam menurunkan kolesterol dilakukan dalam medium MRSB berisi 0,30% oxbile dan 80µg/mL larutan kolesterol larut air. Sebelumnya dipersiapkan larutan kolesterol larut air (10mg/mL) yang telah disterilisasi dengan membran filter cellulose acetat 0,22µm. Ke dalam medium MRSB yang telah ditambahkan 0,3% oxbile diinokulasikan sebesar 1% v/v kultur isolat BAL, berumur 24 jam dan diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam (Liong dan Shah 2005a; Zhang et al. 2007). Total BAL dihitung dengan Standar Plate Count (SPC) (BAM 2001). Untuk pengukuran kadar kolesterol, kultur disentrifugasi 10.000g selama 10 menit pada suhu 4 o C dan dilakukan pengukuran kadar kolesterol pada medium (supernatan) atau pada sel pelet dengan menggunakan metode kalorimetri (Gilliland et al. 1985). Sel pelet dicuci sebanyak 2 (dua) kali dengan larutan PBS (Phosphate Buffer Saline) dan sel pellet yang telah dicuci di- resuspensikan kembali dengan air destilasi sejumlah volume yang sama dengan media awal. Penurunan konsentrasi kolesterol pada media ditentukan berdasarkan selisih antara konsentrasi kolesterol yang ditambahkan di awal sebelum masa inkubasi dengan konsentrasi kolesterol yang tersisa pada media (supernatan). Konsentrasi kolesterol yang terikat pada sel dengan mengukur kadar kolesterol dari sel pelet yang telah di-resuspensi dengan air destilat.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Analisis in vitro toleransi isolat bakteri asam laktat asal daging sapi terhadap pH lambung, pH usus dan garam empedu sebagai kandidat probiotik

Analisis in vitro toleransi isolat bakteri asam laktat asal daging sapi terhadap pH lambung, pH usus dan garam empedu sebagai kandidat probiotik

Selanjutnya ketiga isolat ini juga memiliki karakteristik katalase negatif dan merupakan bakteri Gram positif. Sesuai dengan Axellson (1998) yang menyatakan bahwa bakteri asam laktat dicirikan sebagai bakteri Gram positif dan katalase negatif tetapi kadang-kadang terdeteksi katalase semu pada kultur yang ditumbuhkan pada konsentrasi gula rendah. Identifikasi yang diteliti secara terpisah (Arief, unpublished) berhasil mengidentifikasi 1B1 dan 1A5 adalah Lactobacillus plantarum sedangkan 2B4 merupakan Lactobacillus fermentum. L. plantarum secara taksonomi berasal dari famili Lactobacillaceae dan genus Lactobacillus. Ciri lain dari bakteri asam laktat ini adalah bakteri homofermentatif yang tumbuh pada suhu optimal 37 o C. Kemampuan bertahan yang baik dimiliki oleh Lactobacillus plantarum dalam kondisi menekan seperti di lambung dengan pH 2 dan usus yang memiliki pH 7,2 dengan kadar garam empedu 0,3% seperti dinyatakan oleh Anukam dan Koyama (2007) bahwa Lactobacillus plantarum pada pH 2-3 yang diuji ketahanan selama 24 jam berkurang sebanyak 2 log 10 , sedangkan pada pH antara 4-6,5 terjadi peningkatan
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI DAN UJI DAYA ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI USUS ITIK (Anas domestica) TERHADAP Escherichia coli DAN Salmonella pullorum

KARAKTERISASI DAN UJI DAYA ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI USUS ITIK (Anas domestica) TERHADAP Escherichia coli DAN Salmonella pullorum

Satu mililiter suspensi dari bakteri E. coli dan Salmonella pullorum yang berumur 24 jam dituangkan (pour plate) ke dalam cawan petri steril, setelah itu dimasukkan media NA, lalu digoyang membentuk angka delapan agar tercampur rata, setelah itu di tunggu hingga media padat. Media yang telah padat, dibuat sumuran dengan diameter lubang 1 cm, setiap petri berisi tiga sumuran. Pada masing-masing sumuran tersebut, kemudian dimasukkan zat antibakteri sebanyak 0,1 ml. Setelah itu diinkubasi dalam inkubator bakteri pada suhu 37 0 C selama 48 jam.

21 Baca lebih lajut

Penggunaan Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Karkas dari Ayam Broiler yang Diinfeksi Bakteri E.coli

Penggunaan Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Karkas dari Ayam Broiler yang Diinfeksi Bakteri E.coli

Ayam pedaging merupakan ternak unggas yang cukup potensial untuk dikembangkan dan juga memiliki kemampuan menghasilkan daging dalam waktu yang cepat dan sangat efisien dalam pemanfaatan pakan. Ayam pedaging sebagai ayam ras pedaging tumbuh dengan sangat cepat dan mampu mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi daging dengan sangat efisien. Pakan merupakan faktor penting dan menentukan bagi keberhasilan usaha peternakan. Peranan probiotik sebagai bahan aditif pemacu pertumbuhan Growth promoter sudah terbukti dapat digunakan. Manfaat langsung dari probiotik tersebut bagi ternak adalah antara lain meningkatkan nafsu makan, menyediakan unsur nutrisi dan membantu proses pencernaan makanan serta menghambat perkembangan bakteri patogen. Selain itu, Cavaazoni et al.,(1998) melaporkan probiotik Bacillus coagulans dapat mempertinggi laju pertumbuhan ayam pedaging.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Sukrosa Terhadap Karakteristik Yoghurt dari Susu Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca formatypica) dan Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.).

Pengaruh Konsentrasi Sukrosa Terhadap Karakteristik Yoghurt dari Susu Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca formatypica) dan Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi sukrosa yang tepat untuk menghasilkan yoghurt dari susu kulit pisang kepok dan kacang hijau dengan karakteristik yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan berupa konsentrasi sukrosa yang terdiri atas tujuh taraf, yaitu 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%. Parameter yang diamati meliputi total gula, total BAL, total asam laktat, pH, dan sifat sensoris yaitu warna, aroma, rasa, tekstur, konsistensi, dan penerimaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi sukrosa berpengaruh sangat nyata terhadap nilai total gula, total bakteri asam laktat (BAL), total asam laktat, pH, tingkat kesukaan terhadap rasa, dan penerimaan keseluruhan, serta berpengaruh nyata terhadap tekstur dari yoghurt susu kulit pisang kepok dan kacang hijau yang dihasilkan. Karakteristik terbaik didapat dari yoghurt dengan penambahan konsentrasi sukrosa sebesar 7,5%, dengan nilai total gula 1,71%, total BAL 7,3x10 9 CFU/ml, total asam laktat 0,89%,
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

B1J010154 11.

B1J010154 11.

mikroaerofilik dan non motil. Genus bakteri ini membentuk sebagian besar dari kelompok bakteri asam laktat, dinamakan demikian karena kebanyakan anggotanya dapat merubah laktosa dan gula lainnya menjadi asam laktat (Anguirre dan Colins,1993 dalam Hardiningsih et al., 2006 ).

Baca lebih lajut

Pengaruh Suplementasi Bakteri Asam Laktat (BAL) Asal Dangke Isolat Enterococcus faecium dan Lactobacillus plantarum Terhadap Survivalitas Mencit (Mus musculus) ICR Jantan yang Ditantang dengan Eschericia coli - Repositori UIN Alauddin Makassar

Pengaruh Suplementasi Bakteri Asam Laktat (BAL) Asal Dangke Isolat Enterococcus faecium dan Lactobacillus plantarum Terhadap Survivalitas Mencit (Mus musculus) ICR Jantan yang Ditantang dengan Eschericia coli - Repositori UIN Alauddin Makassar

Tiada kalimat yang pantas terucap, selain kalimat Alhamdulillahi Rabbil alamin, yang mana atas berkat rahmat dan hidayah Allah swt sehingga skripsi yang berjudul “ Pengaruh Suplementasi Bakteri Asam Laktat (BAL) Asal Dangke Isolat Enterococcus faecium dan Lactobacillus plantarum Terhadap Survivalitas Mencit (Mus musculus) ICR Jantan yang Ditantang dengan Escherichia coli ” ini dapat terselesaikan, yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains (S.Si). Shalawat dan salam semoga tetap tecurah kepada Baginda Rasulullah Saw yang telah mengajarkan beberapa ilmu ini. Pengetahuan yang dijadikan lampu penerang dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penggunaan Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Karkas dari Ayam Broiler yang Diinfeksi Bakteri E.coli

Penggunaan Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Karkas dari Ayam Broiler yang Diinfeksi Bakteri E.coli

Penelitian ini bertujuan untuk Menguji pengaruh pengendalian Escherichia coli (E.coli) menggunakan bakteri asam laktat (BAL) terenkapsulasi terhadap pertambahan bobot badan dan karkas ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Jl. Prof. Dr.A.Sofyan No 3, Medan. Penelitian dilaksanakan selama 35 hari dimulai dari Oktober-November 2014. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan setiap ulangan terdiri atas 5 ekor broiler. Perlakuan ini terdiri atas P0A= (kontrol tanpa infeksi); P0B= (control + infeksi E.coli); P1= (infeksi E.coli + bakteri asam laktat (BAL) tanpa enkapsulasi); P2= (infeksi E.coli + bakteri asam laktat (BAL) terenkapsulasi).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penggunaan Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Karkas dari Ayam Broiler yang Diinfeksi Bakteri E.coli

Penggunaan Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Karkas dari Ayam Broiler yang Diinfeksi Bakteri E.coli

Bakteri Escherichia coli dapat ditemukan dalam litter, feses ayam, debu, atau kotoran dalam kandang. Debu dalam kandang ayam dapat mengandung 105 – 106 Escherichia coli per gram (Tabbu, 2000). Bakteri ini dapat bertahan lama dalam kandang, terutama dalam keadaan kering dan sebagian besar bakteri enterik lainnya membentuk koloni bulat dan cembung. Beberapa strain Escherichia coli menyebabkan hemolisis dalam darah (Jawetz et al., 2001). Kemampuan Escherichia coli dalam menghemolisis dapat menjadi salah satu metode penentuan pathogenitas Escherichia coli (Raji, 2003).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KAJIAN DAYA HAMBAT BAKTERI ASAM LAKTAT SILASE RANSUM KOMPLIT BERBASIS HASIL SAMPING JAGUNG, UBI KAYU DAN SAWIT

KAJIAN DAYA HAMBAT BAKTERI ASAM LAKTAT SILASE RANSUM KOMPLIT BERBASIS HASIL SAMPING JAGUNG, UBI KAYU DAN SAWIT

antinutrisi pada silase ransum komplit jagung (SRKJ) sehingga bakteri asam laktat lebih mudah memanfaatkan substrat yang tersedia untuk proses regenerasi lebih lanjut. Mc Donald (1991) menyebutkan kandungan WSC optimal dalam proses fermentasi untuk mendukung pertumbuhan bakteri asam laktat adalah 3-5% BK. Lendrawati et al. (2008) menyatakan kandungan WSC berbasis silase ransum komplit jagung (SRKJ), sawit (SRKS) dan ubi kayu (SRKU) setelah 6 minggu ensilase sebesar (4,54% BK), (3,25% BK) dan (7,46% BK). Meskipun WSC yang terdapat pada ubi kayu lebih tinggi dibandingkan sawit dan jagung, tetapi jumlah koloni bakteri asam laktat pada silase ransum komplit jagung (SRKJ) ternyata lebih tinggi dibandingkan silase ransum komplit sawit (SRKS) dan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Evaluasi Pertumbuhan Isolat Probiotik (L. casei dan L. plantarum) dalam Medium Fermentasi Berbasis Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) selama Proses Fermentasi (Kajian Jenis Isolat dan Jenis Tepung Ubi Jalar)

Evaluasi Pertumbuhan Isolat Probiotik (L. casei dan L. plantarum) dalam Medium Fermentasi Berbasis Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) selama Proses Fermentasi (Kajian Jenis Isolat dan Jenis Tepung Ubi Jalar)

Bakteri BAL memanfaatkan serat kasar yang dihidrolisis menjadi asam laktat, asam lemak rantai pendek, dan energi. Asam lemak rantai pendek (SCFA) yaitu asam asetat, asam propionat, dan asam butirat merupakan hasil utama dari fermentasi serat pangan (Miller and Wollin, 1996). Roberfroid (1998), menyatakan bahwa bakteri asam laktat mempunyai kemampuan memfermentasi selulosa menjadi SCFA. Di dalam saluran pencernaan manusia, polisakarida pati yang tidak tercerna di usus halus akan dihidrolisa dalam kondisi anaerob dalam usus besar oleh bakteri menjadi unit-unit monomernya seperti glukosa. Kemudian monomer tersebut difermentasi melalui glikolisis menjadi piruvat yang seterusnya menjadi SCFA dan metabolit yang lain (Cumming and Englyst, 1987; Khattak, 2002). Pemanfaatan serat kasar semakin meningkat dengan semakin meningkatnya total BAL (Lactobacillus casei dan L. plantarum).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penggunaan Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Karkas dari Ayam Broiler yang Diinfeksi Bakteri E.coli

Penggunaan Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Karkas dari Ayam Broiler yang Diinfeksi Bakteri E.coli

melalui bahan tersebut. Teknologi ini berperan dalam melindungi bahan inti dari lingkungan yang merugikan. Bakteri probiotik merupakan salah satu jenis komponen bioaktif yang sebaiknya dilindungi kehidupannya agar dapat dimanfaatkan oleh inangnya. Manfaat enkapsulasi bagi probiotik yaitu untuk mempertahankan viabilitas dan melindunginya dari kerusakan akibat kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

Baca lebih lajut

Penggunaan Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Karkas dari Ayam Broiler yang Diinfeksi Bakteri E.coli

Penggunaan Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Karkas dari Ayam Broiler yang Diinfeksi Bakteri E.coli

Hasil penelitian menunjukkan rataan bobot potong (g) P0a, P0b, P1, P2, adalah 1695.83, 1632.62, 1780.51, 1843.31. Bobot Karkas(g) P0a, P0b, P1, P2 adalah 1445.61, 1382.24, 1555.25, 1681.00. Persentase karkas(%) P0a, P0b, P1, P2 adalah 85.22, 84.65, 87.34, 87.77. Hasil analisa keragaman menunjukkan bahwa pengendalian bakteri E.coli dengan bakteri asal laktat (BAL) terenkapsulasi memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan bakteri asam laktat (BAL) terenkapsulasi memberikan pengaruh sangat nyata terhadap bobot ayam broiler, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap organ dalam ayam broiler.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Identifikasi Bakteri Asam Laktat Isolat 9A dari Kolon Sapi Bali sebagai Probiotik melalui Analisis Gen 16S rRNA | Widyadnyana | Jurnal Sain Veteriner 17923 41233 1 PB

Identifikasi Bakteri Asam Laktat Isolat 9A dari Kolon Sapi Bali sebagai Probiotik melalui Analisis Gen 16S rRNA | Widyadnyana | Jurnal Sain Veteriner 17923 41233 1 PB

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan bakteri yang mampu memfermentasi laktosa dan menghasilkan asam laktat sebagai produk utamanya. BAL berpotensi dalam memproduksi bakteriosin dan bersifat probiotik. Disisi lain, sapi bali diketahui memiliki banyak keunggulan salah satunya mampu memanfaatkan hijauan yang kurang bergizi, dan mempunyai daya cerna yang baik terhadap pakan, sehingga diharapkan dapat ditemukan BAL yang memiliki keunggulan spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui aktivitas antimikroba BAL isolat 9A asal kolon sapi bali sehingga bisa di manfaatkan sebagai kandidat probiotik, serta untuk menganalisis susunan nukleotida dan gambaran pohon filogenetiknya. Penelitian diawali dengan kultivasi isolat pada media MRS broth, dilanjutkan dengan uji katalase dan pewarnaan Gram. Isolat BAL yang sudah terkonfirmasi diuji aktivitas antimikrobanya dengan bakteri patogen (Escherichia coli dan Staphylococcus aureus). Analisis molekuler dilakukan dengan amplifikasi gen 16S rRNA menggunakan primer B27F dan U1492R. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antimikroba bakteri asam laktat isolat 9A mampu menghambat pertumbuhan S. aureus antara 37,56 - 61,47%, dengan rata-rata 50.35% jika dibandingkan dengan kontrol antibiotika. Dalam penelitian ini BAL tidak menunjukkan terjadinya penghambatan pada pertumbuhan E. Coli. BAL isolat 9A teridentifikasi sebagai Streptococcus bovis dengan tingkat similaritas 99% dan berada satu cluster dengan spesies Streptococcus bovis dengan nilai bootstrap sebesar 100.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Keragaman Bakteri Asam Laktat dari Saluran Pencernaan Ayam Cemani Berdasarkan Gen 16S rRNA dan Potensi Penggunaannya sebagai Probiotik

Analisis Keragaman Bakteri Asam Laktat dari Saluran Pencernaan Ayam Cemani Berdasarkan Gen 16S rRNA dan Potensi Penggunaannya sebagai Probiotik

Dari metode berbasis pengkulturan, populasi bakteri yang melimpah di tembolok adalah lactobacilli yang melekat pada epitel melalui komponen karbohidrat pada dinding sel bakteri. Bakteri penghuni tembolok ini memfermentasi makanan yang masuk dan menghasilkan asam laktat yang menyebabkan pH lingkungan tembolok turun menjadi pH 5. Kondisi lingkungan dalam proventrikulus sangat asam sehingga merupakan lingkungan yang kurang menyenangkan bagi sebagian besar bakteri. Ventrikulus/gizzard memiliki pH rendah yang dipengaruhi oleh pH proventrikulus, sehingga lingkungan ini didominasi oleh populasi lactobacilli, meskipun masih dibawah 10 8 cfu/g, selain itu terdapat Enterococcus dan Escherichia coli. Usus halus memiliki daya peristaltik yang tinggi sehingga kurang menguntungkan bagi bakteri untuk berada di lumen. Namun, terdapat lactobacilli dalam jumlah tinggi dan populasi yang stabil setelah usia sekitar dua minggu (Barnes et al. 1972). Lumen usus halus menunjukkan bahwa mayoritas bakteri berupa bakteri fakultatif anaerob, dengan Lactobacillus sp., Enterococcus sp. dan E. coli ( sekitar 60-90 %) dan juga beberapa bakteri anaerob obligat seperti eubacteria, clostridia, propionibacteria dan fusobacteria. Awalnya sekum didominasi oleh lactobacilli, coliform dan enterococci, namun karena rendahnya tingkat aliran peristaltik, mikrobiota sekum lebih stabil dan kompleks dan dalam usia empat minggu ditemukan anggota bacteroides, eubacteria, bifidobacteria, lactobacilli dan clostridia (Salanitro et al. 1978).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Lactic Acid Bacteria Isolated from Meat with Acid and Bile Salt Tolerance as Probiotics Candidate by in vitro Technique

Lactic Acid Bacteria Isolated from Meat with Acid and Bile Salt Tolerance as Probiotics Candidate by in vitro Technique

Komposisi asam lemak penyusun membran sitoplasma beragam diantara spesies bakteri yang keragamannya tersebut mempengaruhi karakteristik dan permeabilitasnya. Beberapa protein dalam membran secara spesifik juga memfasilitasi pergerakan senyawa melewati membran. Komposisi dan struktur protein yang berbeda pada membran sitoplasma juga menentukan karakteristik dan permeabilitas membran tersebut. Keragaman asam lemak dan protein pada membran sitoplasma diduga juga mempengaruhi keragaman ketahanan bakteri terhadap pH rendah. Pada beberapa bakteri Gram positif terjadi peningkatan sintesis asam amino fosfolipid (Booth et al., 1989) yang bermuatan positif jika ditumbuhkan pada media yang ber-pH rendah. Perubahan ini diduga karena ionisasi asam amino pada pH rendah menyebabkan permukaan membran bermuatan positif sehingga dapat bertindak sebagai barrier proton. Selain itu, bakteri yang tahan asam memiliki enzim yang lebih tahan terhadap pH rendah (asam), faktor lain seperti kapasitas buffering sitoplasma kurang berpengaruh bagi pengaturan pH intraseluler (Bender et al., 1986). Cotter dan Hill (2003) menambahkan bahwa pertahanan bakteri Gram positif terhadap asam juga terjadi karena adanya pompa proton oleh ATP-ase, adanya mekanisme perubahan membran sel bakteri dan dekarboksilasi asam amino.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Gen 16S rRNA Bakteri Asam Laktat Isolat 18A Hasil Isolasi Kolon Sapi Bali.

Analisis Gen 16S rRNA Bakteri Asam Laktat Isolat 18A Hasil Isolasi Kolon Sapi Bali.

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri yang memiliki kemampuan memproduksi asam laktat sebagai produk utama melalui homofermentasi dan heterofermentasi. Proses pengasaman dan enzimatik dalam pertumbuhan BAL mempengaruhi cita rasa, tekstur dan ketahanan pada berbagai makanan fermentasi (Klasenhammer et al., 2002). Bakteri asam laktat dapat ditemukan pada asinan buah dan sayur (Kusumawaty et al., 2003), minuman buah (Plessis et al., 2004), sosis (Ammor et al., 2005), cairan rumen sapi bali (Suardana et al., 2007), susu (Sujaya et al., 2008), gandum, beras, singkong (Reddy et al., 2008), dan limbah kedelai (Malik et al., 2008).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...