ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL)

Top PDF ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL):

Kajian Antiinfeksi Isolat Bakteri Asam Laktat Asal Mandai

Kajian Antiinfeksi Isolat Bakteri Asam Laktat Asal Mandai

Mandai merupakan pangan fermentasi yang terbuat dari dami atau bagian dalam kulit cempedak yang tidak dikonsumsi. Penelitian tentang mandai, khususnya bakteri yang terlibat dalam fermentasi mandai, masih belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan isolasi dan karakterisasi bakteri asam laktat yang diisolasi dari mandai, mengevaluasi potensinya sebagai probiotik serta mengidentifikasinya. Sampel mandai diperoleh dari beberapa industri rumah tangga di Kalimantan Timur, yang dibuat dengan kadar garam 5, 10 dan 15%. Delapan puluh lima isolat bakteri asam laktat diperoleh dari mandai pada hari ke-4, 8 dan 12 fermentasi dan dikaji sifat-sifat probiotiknya. Semua isolat menunjukkan toleransi yang baik terhadap pH rendah (pH 2.0) dengan penurunan jumlah sel hidup kurang dari dua log cfu/ml. Isolat bakteri asam laktat dapat tumbuh dengan adanya 0.5% garam empedu walaupun jumlah sel hidupnya menurun dibandingkan dengan jumlah sel hidup pada medium tanpa garam empedu. Penurunan jumlah isolat hidup kurang dari 1 log cfu/ml teramati pada 21 isolat. Sembilan belas isolat dapat mentoleransi pH 2.0 dan garam empedu 0.5% lebih baik daripada yang lain dengan total penurunan jumlah sel hidup kurang dari 1 log cfu/ml. Sebagian besar isolat (11 dari 19) yang mentoleransi pH rendah diperoleh dari fermentasi mandai hari ke-8 dan kadar garam 15%. Isolat MC812 mempunyai sifat antimikroba yang baik terhadap semua patogen uji (Listeria monocytogenes ATCC 13932, Enterococcus faecalis ATCC 19433, Bacillus cereus ATCC 10876, Escherichia coli ATCC 25922 dan Salmonella typhimurium ATCC 14028). Sembilan isolat lain mempunyai sifat antimikroba yang baik terhadap 3 atau lebih patogen uji. Resistensi terhadap antibiotik bervariasi di antara isolat. Kesepuluh isolat diidentifikasi sebagai Lactobacillus plantarum dengan API 50 CHL dan dikonfirmasi dengan qualitative-PCR. Keseluruhan hasil mengindikasikan bahwa kesepuluh bakteri asam laktat yang diisolasi dari mandai berpotensi sebagai probiotik.
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

Kajian Antiinfeksi Isolat Bakteri Asam Laktat Asal Mandai

Kajian Antiinfeksi Isolat Bakteri Asam Laktat Asal Mandai

Mandai merupakan pangan fermentasi yang terbuat dari dami atau bagian dalam kulit cempedak yang tidak dikonsumsi. Penelitian tentang mandai, khususnya bakteri yang terlibat dalam fermentasi mandai, masih belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan isolasi dan karakterisasi bakteri asam laktat yang diisolasi dari mandai, mengevaluasi potensinya sebagai probiotik serta mengidentifikasinya. Sampel mandai diperoleh dari beberapa industri rumah tangga di Kalimantan Timur, yang dibuat dengan kadar garam 5, 10 dan 15%. Delapan puluh lima isolat bakteri asam laktat diperoleh dari mandai pada hari ke-4, 8 dan 12 fermentasi dan dikaji sifat-sifat probiotiknya. Semua isolat menunjukkan toleransi yang baik terhadap pH rendah (pH 2.0) dengan penurunan jumlah sel hidup kurang dari dua log cfu/ml. Isolat bakteri asam laktat dapat tumbuh dengan adanya 0.5% garam empedu walaupun jumlah sel hidupnya menurun dibandingkan dengan jumlah sel hidup pada medium tanpa garam empedu. Penurunan jumlah isolat hidup kurang dari 1 log cfu/ml teramati pada 21 isolat. Sembilan belas isolat dapat mentoleransi pH 2.0 dan garam empedu 0.5% lebih baik daripada yang lain dengan total penurunan jumlah sel hidup kurang dari 1 log cfu/ml. Sebagian besar isolat (11 dari 19) yang mentoleransi pH rendah diperoleh dari fermentasi mandai hari ke-8 dan kadar garam 15%. Isolat MC812 mempunyai sifat antimikroba yang baik terhadap semua patogen uji (Listeria monocytogenes ATCC 13932, Enterococcus faecalis ATCC 19433, Bacillus cereus ATCC 10876, Escherichia coli ATCC 25922 dan Salmonella typhimurium ATCC 14028). Sembilan isolat lain mempunyai sifat antimikroba yang baik terhadap 3 atau lebih patogen uji. Resistensi terhadap antibiotik bervariasi di antara isolat. Kesepuluh isolat diidentifikasi sebagai Lactobacillus plantarum dengan API 50 CHL dan dikonfirmasi dengan qualitative-PCR. Keseluruhan hasil mengindikasikan bahwa kesepuluh bakteri asam laktat yang diisolasi dari mandai berpotensi sebagai probiotik.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Karakterisasi Isolat Bakteri Asam Laktat dari Mandai yang Berpotensi Sebagai Probiotik | Emmawati | Agritech 9400 17481 1 PB

Karakterisasi Isolat Bakteri Asam Laktat dari Mandai yang Berpotensi Sebagai Probiotik | Emmawati | Agritech 9400 17481 1 PB

Berbeda dengan resistensi intrinsik, resistensi yang bersifat perolehan disandikan di plasmid dan dapat dipindahkan secara horisontal ke spesies lain. Laktobasili dapat mempunyai plasmid dan dapat dipindahkan secara konyugasi (Mathur dan Singh 2005). Gen WHW dan HUP (menyandi resistensi terhadap tetrasiklin dan eritromisin) pada plasmid dilaporkan pada beberapa laktobasilli yang diisolasi dari manusia dan susu, yaitu /DFLGRSKLOXV,/FULVSDWXV,/JDVVHULdan/SODQWDUXP yang menunjukkan adanya antibiotik dapatan (Cataloluk dan Gogebaken 2004). Dalam penelitian ini, isolat bakteri asam laktat asal PDQGDL juga ditemukan bersifat resisten terhadap tetrasiklin dan eritromisin, hanya belum diketahui apakah resistensi bersifat intrinsik atau perolehan. Untuk memastikan bakteri asam laktat asal PDQGDL aman dikonsumsi manusia dari sisi resistensi antibiotik, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat potensi transfer gen resistensi pada spesies lain.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI PRODUKSI EKSOPOLISAKARIDA (EPS) DARI LIMBAH JERAMI PADI OLEH ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT LOKAL

KARAKTERISASI PRODUKSI EKSOPOLISAKARIDA (EPS) DARI LIMBAH JERAMI PADI OLEH ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT LOKAL

lignoselulosa yang banyak terdapat pada limbah pertanian. Satria dkk. (2010) melakukan degradasi lignoselulosa dari jerami padi menggunakan isolat Actinomycetes AcP-1 dan AcP-7 dan berhasil memperoleh kandungan gula pereduksi total sebesar masing-masing dengan kisaran 20,65-27,51 g/L dan 20,98- 22,80 g/L dengan fermentasi fase padat. Sementara penelitian lanjutan (belum dipublikasikan) menggunakan fermentasi cair dengan kandungan substrat jerami padi sebesar 30% mampu menghasilkan gula pereduksi total pada kisaran 50,55- 67,45 g/L. Sumber gula ini berpotensi untuk digunakan sebagai sumber media yang dapat menghasilkan EPS menggunakan isolat-isolat bakteri asam laktat isolat lokal yang sedang dikerjakan.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT IKAN NILA DAN TONGKOL TERHADAP BAKTERI MERUGIKAN PRODUK PERIKANAN

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT IKAN NILA DAN TONGKOL TERHADAP BAKTERI MERUGIKAN PRODUK PERIKANAN

Bakteri asam laktat diketahui berfungsi sebagai biopreservatif dan dapat menjaga keamanan produk pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bakteri asam laktat yang mempunyai kemampuan menghambat bakteri yang merugikan pada produk perikanan. Tahapan metode yang dilakukan adalah isolasi bakteri asam laktat dari pencernaan ikan nila dan ikan tongkol dengan media MRS agar dan CaCO3, uji penghambatan bakteri terhadap Bacillus subtillis, Morganella morganii (bakteri pembentuk histamin), dan Escherichia coli dengan metode difusi sumur agar dan uji penguatan dugaan bakteri asam laktat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua isolat bakteri asam laktat yaitu N 1 10 4
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penurunan Kolesterol Secara In Vitro Oleh Isolat Bakteri Asam Laktat Dengan Keberadaan Oligosakarida.

Penurunan Kolesterol Secara In Vitro Oleh Isolat Bakteri Asam Laktat Dengan Keberadaan Oligosakarida.

Probiotik didefinisikan sebagai mikroorganisme hidup menguntungkan karena memberikan manfaat kesehatan bagi inangnya setelah dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, terutama dengan meningkatkan proliferasi mikroflora asli pencernaan (FAO/WHO 2006). Probiotik secara umum digunakan sebagai adjuvan makanan dan memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan, antara lain: dapat mencegah diare (Yan et al. 2006), mencegah konstipasi (Chmielewska et al. 2010), menstimulasi peningkatan sistem imun (Galdeano et al. 2007), mengatasi laktosa intoleransi (Lie et al. 2012), mencegah resiko kanker kolon (Ucello et al. 2012), mereduksi gejala alergi (Iwasaki et al. 2004), memfasilitasi penyerapan mineral (Scholz-Ahrens et al. 2007), serta menurunkan kadar kolesterol (Liong dan Shah 2005a; Zhuang et al. 2012). Sifat tersebut telah banyak ditemukan dari berbagai mikroorganisme, terutama dari bakteri asam laktat. Secara umum bakteri asam laktat (BAL) sebagai suatu kelompok bakteri yang memproduksi asam laktat sebagai produk akhir metabolik utama selama fermentasi karbohidrat. BAL dikelompokkan ke dalam beberapa genus antara lain Lactobacillus, Enterococcus, Streptococcus, Lactococcus, Leuconostoc, dan Pediococcus.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Isolat Bakteri Asam Laktat Indigenous Sebagai Starter Untuk Fermentasi Sagu.

Pemanfaatan Isolat Bakteri Asam Laktat Indigenous Sebagai Starter Untuk Fermentasi Sagu.

Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur. Proses pembuatan tepung sagu di sebagian besar wilayah Indonesia masih dilakukan secara tradisional dan menggunakan air dengan kualitas yang buruk. Hal ini mengakibatkan sagu terfermentasi secara spontan dan menyebabkan terbentuknya sagu asam. Selain perubahan menjadi sagu asam, tepung sagu juga tercemar bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella sp. Adanya bakteri patogen pada tepung sagu dapat menyebabkan penyakit diare bagi seseorang yang memakannya dengan proses pemasakan yang tidak sempurna. Oleh sebab itu, proses penambahan starter bakteri asam laktat (BAL) pada fermentasi sagu diharapkan mampu menekan jumlah bakteri patogen karena BAL mampu menghasilkan asam laktat yang mampu menekan jumlah bakteri patogen. Selain itu pada proses fermentasi sagu asam, terjadi perubahan karakteristik sebagian sagu dari polisakarida menjadi oligosakarida sehingga menjadikan sagu asam memiliki viskositas yang berkurang karena terhidrolisisnya ikatan α -1,4 pada amilosa da n α -1,6 pada amilopektin. Berkurangnya kekenyalan pada sagu asam ini menjadikan sagu lebih disukai karena mudah saat mengonsumsinya dan meningkatkan aplikasinya dalam industri.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

2010 Rinto prosiding polinela ORIGINAL

2010 Rinto prosiding polinela ORIGINAL

Tahap pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dari 19 isolat bakteri asam laktat dalam menghambat aktifitas terhadap bakteri uji. Bakteri uji yang digunakan adalah Eschericia coli sebagai bakteri patogen. Pengkulturan bakteri uji dilakukan 24 jam sebelum uji antagonis pada media Nutrient broth (NB), agar umur kultur antara bakteri asam laktat dan bakteri uji sama. Metode yang digunakan adalah metode sumur agar (well diffusion agar). Dari penelitian yang telah dilakukan, hasil zona hambat BAL terhadap Eschericia coli dapat dilihat pada Tabel 1.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis in vitro toleransi isolat bakteri asam laktat asal daging sapi terhadap pH lambung, pH usus dan garam empedu sebagai kandidat probiotik

Analisis in vitro toleransi isolat bakteri asam laktat asal daging sapi terhadap pH lambung, pH usus dan garam empedu sebagai kandidat probiotik

Selanjutnya ketiga isolat ini juga memiliki karakteristik katalase negatif dan merupakan bakteri Gram positif. Sesuai dengan Axellson (1998) yang menyatakan bahwa bakteri asam laktat dicirikan sebagai bakteri Gram positif dan katalase negatif tetapi kadang-kadang terdeteksi katalase semu pada kultur yang ditumbuhkan pada konsentrasi gula rendah. Identifikasi yang diteliti secara terpisah (Arief, unpublished) berhasil mengidentifikasi 1B1 dan 1A5 adalah Lactobacillus plantarum sedangkan 2B4 merupakan Lactobacillus fermentum. L. plantarum secara taksonomi berasal dari famili Lactobacillaceae dan genus Lactobacillus. Ciri lain dari bakteri asam laktat ini adalah bakteri homofermentatif yang tumbuh pada suhu optimal 37 o C. Kemampuan bertahan yang baik dimiliki oleh Lactobacillus plantarum dalam kondisi menekan seperti di lambung dengan pH 2 dan usus yang memiliki pH 7,2 dengan kadar garam empedu 0,3% seperti dinyatakan oleh Anukam dan Koyama (2007) bahwa Lactobacillus plantarum pada pH 2-3 yang diuji ketahanan selama 24 jam berkurang sebanyak 2 log 10 , sedangkan pada pH antara 4-6,5 terjadi peningkatan
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI DAN UJI DAYA ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI USUS ITIK (Anas domestica) TERHADAP Escherichia coli DAN Salmonella pullorum

KARAKTERISASI DAN UJI DAYA ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI USUS ITIK (Anas domestica) TERHADAP Escherichia coli DAN Salmonella pullorum

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sutrisna (2010), diketahui bahwa terdapat 13 isolat bakteri usus itik yang mampu menghambat bakteri Salmonella pullorum dan secara umum memiliki karakter bersifat gram positif, katalase negatif, dan bersifat motil. Hal ini mengindikasikan bahwa kemungkinan besar isolat bakteri yang diperoleh adalah jenis bakteri Lactobacillus, karena karakter tersebut merupakan karakter yang dimiliki oleh Lactobacillus. Secara umum Lactobacillus merupakan bakteri gram positif, berbentuk kokus atau batang, bersifat motil, katalase negatif, dan nonspora. Menggunakan laktosa sebagai sumber karbon utama dalam memproduksi energi, dapat tumbuh dengan baik dengan atau tanpa oksigen, dan bakteri ini mampu hidup pada lingkungan yang sangat asam sekalipun, seperti pada pH4-5 atau di bawahnya. Selain itu mampu melakukan fermentasi terhadap glukosa.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Identifikasi Bakteri Asam Laktat Isolat 9A dari Kolon Sapi Bali sebagai Probiotik melalui Analisis Gen 16S rRNA | Widyadnyana | Jurnal Sain Veteriner 17923 41233 1 PB

Identifikasi Bakteri Asam Laktat Isolat 9A dari Kolon Sapi Bali sebagai Probiotik melalui Analisis Gen 16S rRNA | Widyadnyana | Jurnal Sain Veteriner 17923 41233 1 PB

m e n y e b a b k a n k e s a l a h a n i d e n t i f i k a s i (misidentification) (Chenooll et al., 2003). Metode genotipik yang banyak diaplikasikan dalam studi identifikasi mikrobia adalah menggunakan analisis skuen gen 16S dan 23S rRNA (Anindita, 2013). Isolat bakteri asam laktat (BAL) 9A merupakan bakteri asam laktat hasil isolasi 20 sampel feses yang berasal dari kolon sapi bali yang sudah terkonfirmasi sebagai BAL didasarkan atas uji penumbuhan pada MRS, uji katalase, pewarnaan Gram dan diketahui memiliki potensi antimikroba terhadap pertumbuhan bakteri patogen (Lindawati dan Suardana, 2014), namun sejauh ini konfirmasi akurat tentang potensi serta analisis secara genetik dengan analisis gen 16S rRNA belum pernah dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, maka kajian ini menarik untuk disajikan sehingga nantinya dapat memperkuat kriteria penilaian sebagai kandidat probiotik unggul.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Penapisan Antibakteri yang Dihasilkan oleh Bakteri Asam Laktat dari Produk Bekasam Ikan Seluang (Rasbora argyrotaenia)

Penapisan Antibakteri yang Dihasilkan oleh Bakteri Asam Laktat dari Produk Bekasam Ikan Seluang (Rasbora argyrotaenia)

Bakteri asam laktat merupakan mikroba yang mempunyai kemampuan dalam menciptakan respon terhadap keasaman medium. Mekanisme penghambatan komponen antimikroba ini terhadap mikroba target adalah dengan cara destabilisasi dari membran sitoplasma (Lunggani 2007). Efektivitas BAL dalam menghambat bakteri pembusuk dipengaruhi oleh kepadatan, strainnya, serta komposisi media (Jeppensen dan Huss 1993 diacu dalam Rostini 2007). Selain itu, produksi substansi penghambat dari BAL dipengaruhi oleh media pertumbuhan, pH, dan temperatur lingkungan (Ahn dan Stiles 1990 diacu dalam Rostini 2007). Berdasarkan uji aktivitas senyawa antibakteri yang telah dilakukan menunjukkan bahwa isolat SK(15) merupakan isolat BAL yang menghasilkan daya hambat terbaik apabila dibandingkan dengan isolat SK(16) dan SK(19). Hal tersebut ditunjukkan dengan keefektifannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji L. monocytogenes, E..coli dan S. typhimurium dengan diameter zona bening yang paling besar.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Karakteristik Isolat Klinis Bakteri Asam Laktat dalam Rangka Pengembangan Produk Probiotik

Karakteristik Isolat Klinis Bakteri Asam Laktat dalam Rangka Pengembangan Produk Probiotik

Dengan menyusun rankin isolat berdasarkan sifat probiotik yang diuji, maka 6 isolat yaitu F1, G1, KK, F2, G3 dan K diuji penempelannya secara in vivo. Pemberian isolat F1 dan G1 dalam bentuk susu fermentasi meningkatkan populasi BAL dalam usus tikus, sedangkan diantara KK, F2, G3 dan K yang diberikan dalam bentuk kering beku hanya G3 yang memberi dampak positif terhadap populasi BAL tikus. Pemberian semua isolat tidak mampu menekan jumlah E. coli dalam usus. Berdasarkan hasil uji in vivo, maka isolat F1, G1 dan G3 berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk probiotik.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kajian Senyawa Antimikroba Bakteri Asam Laktat Isolat ASI yang Berpotensi sebagai Probiotik

Kajian Senyawa Antimikroba Bakteri Asam Laktat Isolat ASI yang Berpotensi sebagai Probiotik

Bakteriosin memiliki perbedaan dalam hal spektrum aktivitas, bobot molekul, tipe aksinya, genetik dan sifat biokimianya. Bakteriosin dapat dihasilkan secara spontan atau dengan induksi. Faktor genetik bakteriosin kebanyakan terletak pada plasmid, sedikit pengecualian yaitu pada kromosom. Pelepasan bakteriosin membutuhkan ekspresi dan aktivitas protein pelepas bakteriosin serta keberadaan fosfolipase A yang tahan deterjen pada membran luar BAL. Penghambatan oleh bakteriosin bersifat spesifik spesies dan aktivitas letal terjadi melalui penjerapan (adsorpsi) pada reseptor spesifik yang terletak pada permukaan bakteri sensitif, kemudian diikuti dengan perubahan metabolisme, biologi dan morfologi yang mengakibatkan terbunuhnya bakteri sensitif (Naidu dan Clemens, 2000).
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

3. HASIL PENELITIAN 3.1. Fermentasi Acar Kubis - AKTIVITAS PROBIOTIK BAKTERI ASAM LAKTAT HASIL FERMENTASI ACAR KUBIS PUTIH (Brassica oleracea) TAWANGMANGU, SURAKARTA DENGAN PERLAKUAN GARAM 5% DAN 7,5% - Unika Repository

3. HASIL PENELITIAN 3.1. Fermentasi Acar Kubis - AKTIVITAS PROBIOTIK BAKTERI ASAM LAKTAT HASIL FERMENTASI ACAR KUBIS PUTIH (Brassica oleracea) TAWANGMANGU, SURAKARTA DENGAN PERLAKUAN GARAM 5% DAN 7,5% - Unika Repository

Pada Tabel 1 diketahui bahwa isolat yang diuji seluruhnya memiliki bentuk yang sama yaitu berbentuk batang atau bacil. Hasil uji pewarnaan Gram diperoleh bahwa dari 50 isolat yang diuji, 33 isolat diantaranya merupakan gram positif. Hasil uji pewarnaan spora dan katalase didapatkan bahwa keseluruhan isolat yang diuji memiliki hasil yang negatif. Hasil uji motilitas didapatkan sebanyak 43 isolat merupakan bakteri nonmotil. Hasil uji produksi gas seluruh isolat menunjukkan hasil positif. Berdasarkan uji pewarnaan Gram, pewarnaan spora, motilitas, dan katalase didapatkan sebanyak 27 isolat dari fermentasi dengan kadar garam 5% merupakan isolat bakteri asam laktat yang digunakan untuk uji selanjutnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

6. DAFTAR PUSTAKA - 12.70.0081 Livia Novenia Dipajuwana DAFTAR PUSTAKA

6. DAFTAR PUSTAKA - 12.70.0081 Livia Novenia Dipajuwana DAFTAR PUSTAKA

Karakterisasi Isolat Bakteri Asam Laktat dari Mandai yang Berpotensi sebagai Probiotik.. Guidelines for the evaluation of probiotics in food.[r]

5 Baca lebih lajut

Analisis Gen 16S rRNA Bakteri Asam Laktat Isolat 18A Hasil Isolasi Kolon Sapi Bali.

Analisis Gen 16S rRNA Bakteri Asam Laktat Isolat 18A Hasil Isolasi Kolon Sapi Bali.

Dari penelitian sebelumnya, telah dilakukan identifikasi fenotipik terhadap isolat 18A yang berasal dari kolon sapi bali positif sebagai BAL dan berpotensi mempunyai potensi antimikroba terhadap bakteri indikator E. coli dan S. aureus bersama-sama dengan 17 isolat lainnya yang ditunjukkan dengan adanya killing zone, namun kekuatan potensi antimikroba dari isolat 18A serta analisis genetiknya belum pernah dilakukan. Oleh karena itu untuk mengetahui potensi antimikroba dan karakteristik genotipik dari BAL isolat 18A, maka penelitian dengan judul “Analisis Gen 16S rRNA Bakteri Asam Laktat Isolat 18A Hasil Isolasi Kolon Sapi Bali” menarik untuk dilakukan.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Kajian Senyawa Antimikroba Bakteri Asam Laktat Heterofermentatif Isolat ASI

Kajian Senyawa Antimikroba Bakteri Asam Laktat Heterofermentatif Isolat ASI

Penghambatan terhadap bakteri Gram positif (L. Monocytogenes dan S. aureus) lebih besar dibandingkan bakteri Gram negatif (E. coli dan S. thypimurium). Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan pada senyawa penyusun struktur dinding sel, dimana pada bakteri Gram positif dinding selnya mengandung lipid yang rendah, yaitu 1-4 %, sedangkan pada bakteri Gram negatif terdapat kandungan lipid yang lebih tinggi, yaitu 11-22 %. Asam-asam organik yang terdisosiasi bersifat tidak larut lemak (polar) sehingga lebih sulit menembus dinding sel bakteri Gram negatif yang kandungan lemaknya lebih tinggi daripada dinding sel bakteri Gram positif. Selain itu, dinding sel bakteri Gram positif hanya berlapis tunggal (peptidoglikan), sedangkan pada Gram negatif berlapis tiga (peptidoglikan, lipopolisakarida, dan lipoprotein) (Pelezar dan Chan, 1993). Penyebab lainnya adalah karena BAL menghambat bakteri yang memiliki kekerabatan dekat dengannya, sehingga BAL yang bersifat Gram positif lebih mudah menghambat bakteri yang bersifat Gram positif pula. Tetapi terdapat pengecualian terhadap bakteri Gram positif B. cereus yang memiliki aktivitas penghambatan lebih kecil dibandingkan dengan bakteri uji lainnya, termasuk bakteri Gram negatif. Hal ini kemungkinan dikarenakan B. cereus dapat membentuk spora sehingga lebih resisten terhadap senyawa antimikroba. Bacillus cereus adalah bakteri Gram positif dengan flagella peritrichous, berbentuk batang, membentuk spora, endospora berbentuk oval, kemoorganotrof, dan umumnya katalase positif (Holt et al., 1994).
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

6. DAFTAR PUSTAKA - 12.70.0108 Anastasia Lamtara DAFTAR PUSTAKA

6. DAFTAR PUSTAKA - 12.70.0108 Anastasia Lamtara DAFTAR PUSTAKA

Karakterisasi Isolat Bakteri Asam Laktat dari Mandai yang Berpotensi sebagai Probiotik.. Degradasi Asam Sianida dan Tingkat Kesukaan Rebung Gigantocloa apusa pada Berbagai Lama Blanchin[r]

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...