istri bekerja

Top PDF istri bekerja:

MANAJEMEN KEUANGAN DAN KEPUASAN KEUANGAN ISTRI PADA KELUARGA DENGAN SUAMI ISTRI BEKERJA

MANAJEMEN KEUANGAN DAN KEPUASAN KEUANGAN ISTRI PADA KELUARGA DENGAN SUAMI ISTRI BEKERJA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik keluarga dan manajemen keuangan terhadap kepuasan keuangan istri. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 120 istri dari keluarga dengan suami istri bekerja yang memiliki anak terakhir usia 0-6 tahun. Teknik penarikan contoh menggunakan stratified nonproportional random sampling di Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Tengah. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan wilayah tersebut merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi dengan pendapatan dan tingkat pendidikan yang masih rendah. Hasil penelitian menemukan bahwa satu dari empat istri memiliki manajemen keuangan yang baik dan satu dari sepuluh istri memiliki tingkat kepuasan keuangan tinggi. Manajemen keuangan berhubungan negatif dengan usia istri, besar keluarga, dan lama pernikahan, serta berhubungan positif dengan pendidikan istri, pendapatan per kapita keluarga, dan nilai aset. Manajemen keuangan dan pendidikan istri berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan keuangan istri. Pengetahuan tentang manajemen keuangan perlu diberikan kepada keluarga dengan pendapatan dan pendidikan rendah untuk mencapai kepuasan keuangan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI SUAMI ISTRI BEKERJA (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Suami Istri Bekerja Dalam Mengasuh Anak Pada Masyarakat Desa Mojogedang, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar).

POLA KOMUNIKASI SUAMI ISTRI BEKERJA (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Suami Istri Bekerja Dalam Mengasuh Anak Pada Masyarakat Desa Mojogedang, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar).

Penulis menghadapi tantangan dan hambatan dalam penyusunan skripsi ini. Tantangan ketika di lapangan yakni pendekatan dengan narasumber untuk memberikan informasi dan menyesuaikan jadwal guna melakukan wawancara. Sementara dalam proses analisis dan penulisan data, penulis harus banyak belajar dengan bantuan dosen pembimbing. Adanya tantangan tersebut penulis mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman dalam melakukan penelitian. Penulis berharap skripsi ini dapat menambah pengetahuan bagi pembaca mengenai komunikasi suami istri bekerja dalam mengasuh anak. Sehingga melalui pengetahuan tersebut hubungan keluarga antara suami, istri maupun anak yang telah terjalin dapat dibina dan berjalan harmonis.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Kualitas Perkawinan dan Lingkungan Pengasuhan pada Keluarga dengan Suami Istri Bekerja

Kualitas Perkawinan dan Lingkungan Pengasuhan pada Keluarga dengan Suami Istri Bekerja

Fenomena istri bekerja menyebabkan perempuan memiliki peran ganda yang dapat menyebabkan perempuan mengalami ketidakseimbangan kerja- keluarga, terlebih perempuan dan laki-laki yang bekerja mengaku bahwa pembagian peran dalam keluarga menjadi salah satu permasalahan yang menyebabkan konflik dalam pernikahan (Boss et al. 1993). Selain itu, kondisi dimana suami dan istri sama-sama bekerja di luar rumah dapat membuat waktu yang digunakan bersama semakin terbatas, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan menurunnya kualitas perkawinan baik bagi suami maupun istri. Kualitas perkawinan yang tidak baik dapat menyebabkan kurangnya interaksi antara suami-istri, dan orangtua-anak sehingga terjadi ketidakberfungsian keluarga yang dapat memberikan dampak buruknya pengasuhan yang diberikan pada anak, kurang perhatian, kasih sayang, dan rangsangan untuk perkembangan anak, dimana anak akan merasakan kurangnya waktu dari ibu karena pada kenyataannya masih banyak perempuan yang bekerja lebih dari jam kerja normal, selain itu Abrar dan Ghouri (2010) juga menyatakan keluarga dengan pola nafkah ganda memiliki kerumitan dalam melakukan perannya salah satunya adalah pengasuhan.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

DAFTAR PUSTAKA Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

Desmayanti, S. (2009). Hubungan Antara Resolusi Konflik dan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri Bekerja pada Masa Awal Pernikahan. Skipsi . Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta. Dewi, Nyoman R., Sudhana, H. (2013). Hubungan Antara Komunikasi

4 Baca lebih lajut

KUALITAS PERKAWINAN DAN LINGKUNGAN PENGASUHAN PADA KELUARGA DENGAN SUAMI ISTRI BEKERJA

KUALITAS PERKAWINAN DAN LINGKUNGAN PENGASUHAN PADA KELUARGA DENGAN SUAMI ISTRI BEKERJA

Peningkatan partisipasi kerja wanita di sektor publik menyebabkan wanita harus membagi waktu antara kerja dan keluarga. Ketidakseimbangan antara kerja dan keluarga berpotensi menurunkan kualitas perkawinan dan rendahnya kualitas lingkungan pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari karakteristik keluarga, pekerjaan istri, dan kualitas perkawinan terhadap kualitas lingkungan pengasuhan pada keluarga dengan suami istri bekerja. Contoh dalam penelitian ini adalah istri bekerja yang memiliki anak usia 0-6 tahun yang diambil secara stratified nonproportional random sampling dan berjumlah sebanyak 120 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian kualitas perkawinan sebesar 75,7 yang menunjukkan kualitas perkawinan yang cukup baik. Pengorganisasian lingkungan (83,9) dan stimulasi akademik (86,6) merupakan komponen dengan capaian tertinggi pada kualitas lingkungan pengasuhan. Kualitas lingkungan pengasuhan memiliki hubungan yang positif dengan kualitas perkawinan, pendidikan istri, pendapatan per kapita, dan berhubungan negatif dengan besar keluarga. Analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas lingkungan pengasuhan dipengaruhi negatif signifikan oleh jumlah anggota keluarga dan positif signifikan oleh pendidikan istri dan kualitas perkawinan (R 2 =0,425).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Hubungan Status Istri Bekerja Dengan Pola Kekuasaan Dalam Keluarga (Suatu Studi Di Kalangan...

Hubungan Status Istri Bekerja Dengan Pola Kekuasaan Dalam Keluarga (Suatu Studi Di Kalangan...

Hasil analisis skor jawaban responden terhadap status istri bekerja sebagai sebagai variabel bebas (X) diperoleh nilai rata-rata jawaban dengan kategori besar dan puas. Sedangkan hasil analisis skor jawaban responden terhadap pola kekuasaan dalam keluarga (Y) diperoleh nilai rata-rata jawaban dengan kategori setara. Dari basil analisis koefisien korelasi antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) , menunjukkan adanya hubungan yang erat dan positif. Artinya semakin kuat atau besar posisi istri yang bekerja di dalam keluarganya maka semakin setara pula pola kekuasaannya dengan suami di dalam keluarga.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Kepuasan Kerja Istri Pada Keluarga dengan Suami Istri Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan dan Alokasi Waktu Kerja

Kepuasan Kerja Istri Pada Keluarga dengan Suami Istri Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan dan Alokasi Waktu Kerja

Adanya perubahan peran istri pada alokasi waktu produktifnya di luar rumah mempunyai konsekuensi (cost) dan keuntungan tersendiri. Dalam pandangan teori pertukaran sosial, individu merupakan mahluk yang rasional dimana dalam penerapannya individu akan memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya yang dikeluarkan. Penerapan teori pertukaran sosial berfokus pada motivasi (hal yang mendorong seseorang melakukan kegiatan) yang berasal dari keinginan diri sendiri. Dalam konsep teori ini, Sunarti (2001) menyatakan bahwa biaya minimal dalam interaksi sosial setidaknya adalah waktu dan tenaga sedangkan biaya lainnya seperti uang, perasaan marah, frustasi dan depresi. Dengan demikian, masuknya istri bekerja di luar rumah tidak terlepas dari adanya manfaat yang di hasilkan dari pekerjaannya seperti gaji atau kepuasan kerja dan konsekuensi yang harus dibayar istri seperti biaya untuk mengurus rumah dan anak serta konflik kerja keluarga yang mungkin timbul bila istri tidak dapat menciptakan keseimbangan. Deacon dan Firebaugh (1988) menyebutkan bahwa pada istri yang bekerja akan terjadi konflik peran karena mereka memiliki tanggung jawab baik pada pekerjaan rumah maupun di luar rumah.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

KOMITMEN PERNIKAHAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI BEKERJA  Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

KOMITMEN PERNIKAHAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI BEKERJA Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

ii KOMITMEN PERNIKAHAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI BEKERJA HALAMAN JUDUL SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persya[r]

16 Baca lebih lajut

emenuhan Tugas Perkembangan Keluarga pada Keluarga dengan Suami Istri Bekerja Menurut Jenis dan Alokasi Waktu Kerja Istri

emenuhan Tugas Perkembangan Keluarga pada Keluarga dengan Suami Istri Bekerja Menurut Jenis dan Alokasi Waktu Kerja Istri

Selain menjadi anggota keluarga intinya, setiap individu menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri yang bekerja maksimal 8 jam/hari memiliki capaian yang lebih tinggi dalam aspek sosial dibandingkan dengan istri yang bekerja lebih dari 8 jam/hari. Sejalan dengan penelitian Thanacoody dan Timothy (2006) yang memperlihatkan bahwa wanita yang bekerja dengan waktu lebih, sering mengorbankan kehidupan sosial mereka untuk mengerjakan pekerjaan. Hasil penelitian pun menunjukkan tidak hanya aspek sosial yang rendah dicapai oleh istri bekerja, aspek lain yang memiliki pencapaian yang jauh dari ideal adalah aspek kesehatan, aspek minat, aspek ibadah, dan aspek pengembangan diri. Sementara penelitian Sunarti et al. (2013) membuktikan bahwa kesulitan keluarga pada tahap usia tua yaitu tidak memiliki sumber daya fisik yang memadai serta mengalami kesulitan dalam menjaga ketahanan fisik seperti memenuhi kebutuhan pangan dan juga membayar obat-obatan.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

FAKTOR DEMOGRAFI, KONFLIK KERJA-KELUARGA, DAN KEPUASAN PERKAWINAN ISTRI BEKERJA

FAKTOR DEMOGRAFI, KONFLIK KERJA-KELUARGA, DAN KEPUASAN PERKAWINAN ISTRI BEKERJA

Greenhaus & Beutell (2003) menambah- kan, dibandingkan dengan orang yang lebih banyak terlibat dalam dunia kerja, orang yang lebih banyak terlibat dalam keluarga memiliki kepuasan hidup yang lebih tinggi karena adanya keterlibatan psikologis dalam mengerjakan peran di keluarga. Penelitian Puspitawati (2009) menjelaskan bahwa istri bekerja yang lebih mengutamakan pekerjaan daripada keluarga akan memiliki kecenderung- an manajemen stress serta kesehatan mental yang kurang, sehingga lebih banyak menghabiskan waktu untuk melakukan kegiatan personal, seperti tidur, guna untuk melepaskan segala beban yang ditanggung oleh contoh, terutama beban pekerjaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERBEDAAN FUNGSI KELUARGA DAN KUALITAS HIDUP ISTRI ANTARA ISTRI BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA

PERBEDAAN FUNGSI KELUARGA DAN KUALITAS HIDUP ISTRI ANTARA ISTRI BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA

Kecenderungan untuk bekerja jelas akan membawa konsekuensi sekaligus berbagai implikasi sosial, antara lain, stress karena adanya beban kerja yang tinggi (Tjaja 2000). Selain itu istri bekerja mempunyai peran ganda yaitu sebagai ibu dan sebagai pekerja yang membuatnya harus menjadi wanita super, sesuatu hal yang tidak mudah dilakukan dan bahkan bisa memicu terjadinya stress (Kiong 2000). Stress akibat kerja memiliki efek buruk pada kesehatan pekerja, dalam hal ini akan mempengaruhi kualitas hidupnya (Zhong et al. 2006). Hasil ini sesuai dengan penelitian Hayasaka et al. (2007) dimana wanita bekerja mempunyai psychological distress level yang lebih tinggi, walaupun mempunyai jenis sampel yang berbeda yairtu dokter wanita.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

PENDAHULUAN Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

Sedangkan dampak negatifnya menurut White dan Gallagher (dalam Burgoyne, dkk., 2010) adalah istri yang bekerja dan juga mengurus pekerjaan rumah tangga dapat meningkatkan ketegangan dan konflik dalam pernikahan. Waktu mereka banyak diluangkan di luar rumah, sehingga terabaikan urusan rumah tangga terutama kepada anak, terlalu letih akibat terlalu lama bekerja, dan pendangkalan kasih sayang anak kepada ibu (Junaidi dalam Paputungan, dkk., 2013), pengaruh pada karir yang dijalani, role conflict, dan pengaruh terhadap personal well-being (Neault & Pickerell, 2005).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STUDI DESKRIPTIF : COPING STRESS PADA ISTRI BEKERJA DENGAN SUAMI PENDERITA STROKE

STUDI DESKRIPTIF : COPING STRESS PADA ISTRI BEKERJA DENGAN SUAMI PENDERITA STROKE

bertempat di buliknya. Di sana dikursuskan, dikursus olahraga itu ya ada renang, ya ada lari, ya ada bela diri, ya ada alah kegiatan itu lo kegiatan olahraga. Disana dikursuskan 3 bulan. Setelah dikursuskan ya itu masuk TNI. Alhamdulillah dia…he..he.. dapat. Apa itu namanya? Katutlah. He..he..Kalo Agus itu mesakke, la ndek mben niku mutung karena ya sifat bapaknya itu yang agak membeda-bedakan anak. Trus itu lo lulus SMA trus ndak mau kuliah gitu karena ditekan sama bapaknya. La sekarang udah gitu malah dapat istri mbak Yuni itu ya keras juga itu lo. Trus nek nek nek di Jakarta itu sifatnya ya bagaimana ya? Agak kalem sedikitlah. He..he.. Lebih sabar dari Mbak Yuni. Nek itu Mbak Rinta itu asalnya dari Bantul, la dulu itu rak pacanya ganti-ganti gitu lo. Ya semuanya itu belum ya bagaimana ya? Nek belum jodoh ya..He..he.. Nek mbak Yuni itu keras, nek mrintah anak dan Agus itu kalau tidak mau ya suami dan anaknya dibentak-bentak gitu. Oalah, udah gimana ya? Saya itu ndak bisa nirukan. Ayo gek mandi! Udah kotor gitu kok nggak mandi. Ning dengan bengok-bengok gitu lo, bantere ora jamak. Nek Agus sama Yuli itu dulu ya akur, sekarang juga akur ndak pernah berantem gitu lo! Wong Yuli itu rak nakal, tapi Agus itu lebih ngemong, ngalah gitu lo sama adiknya. Jadi, nek Yuli udah nakal gitu nanti Agus yang diem. Ya, gitulah.
Baca lebih lanjut

338 Baca lebih lajut

KOMITMEN PERNIKAHAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI BEKERJA  Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

KOMITMEN PERNIKAHAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI BEKERJA Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

Desmayanti, 2009) antara lain adalah adanya kesiapan jika terjadi sesuatu pada pasangan hidup (meninggal/bercerai/ PHK, dll), meningkatkan pengertian istri terhadap suami karena mengetahui bagaimana kondisi di luar rumah, dan bagaimana sulitnya perjuangan hidup. Selain itu juga dapat meningkatan finansial keluarga, memperluas network jaringan hubungan, tersedianya kesempatan untuk menyalurkan bakat dan hobi, terbukanya kesempatan untuk mewujudkan citra diri yang positif, dan status sosialnya lebih dipandang (Junaidi dalam Paputungan, Faradila, Akhrani, & Pratiwi, 2013).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Manajemen Keuangan dan Kepuasan Keuangan Istri pada Keluarga dengan Suami Istri Bekerja

Manajemen Keuangan dan Kepuasan Keuangan Istri pada Keluarga dengan Suami Istri Bekerja

53 Permasalahan yang sekarang umum dirakasan oleh keluarga adalah ketika pendapatan suami sebagai pencari nafkah utama tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, sehingga mendorong istri untuk berusaha memenuhi kekurangan tersebut dengan bekerja (Nugraheni 2012). Adanya motif ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, istri memutuskan untuk bekerja, maka istri yang bekerja harus mampu membagi waktu antara peran domestik dan peran publik (Sunarti et al. 2013) untuk dapat menyeimbangkan antara tuntutan pekerjaan dan tuntutan keluarga. Menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga dengan tujuan menghindari konflik kerja-keluarga yang mungkin muncul akibat adanya perubahan peran dalam struktur keluarga. Pokok bahasan dalam penelitian ini ialah manajemen keuangan dan kepuasan keuangan istri berdasarkan jenis pekerjaan istri yaitu formal dan informal. Karakteristik pekerjaan istri yang berbeda nyata adalah jumlah pindah kerja (p-value=0.013) dan lama perjalanan ke tempat kerja (p-value=0.000). Istri yang bekerja di sektor formal menempuh perjalanan ke tempat kerja lebih lama (1.6 jam) daripada istri yang bekerja di sektor informal (0.6 jam). Hal ini karena lokasi tempat kerja istri di sektor informal lebih dekat dengan rumah, sedangkan istri di sektor formal kerja di perkantoran yang jauh dari rumah. Sementara untuk jumlah pindah kerja lebih tinggi dialami oleh istri yang bekerja di sektor informal (2.3 kali) daripada istri di sektor formal (1.3 kali). Rata-rata jam kerja istri adalah 7.6 jam/hari. Jam kerja istri di sektor formal maupun informal tidak berbeda nyata (p-value=0.240). Jam kerja istri sesuai dengan jam kerja yang layak menurut Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 77 Ayat 2 yaitu 40 jam per minggu (7 jam sehari/6 hari seminggu atau 8 jam sehari/5 hari seminggu).
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ISTRI YANG BEKERJA SUAMI MENGANGGUR (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Istri yang Bekerja Suami Menganggur dalam Pengasuhan Anak).

POLA KOMUNIKASI ISTRI YANG BEKERJA SUAMI MENGANGGUR (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Istri yang Bekerja Suami Menganggur dalam Pengasuhan Anak).

keputusan dalam rumah tangga adalah sang istri karena istri menganggap suami kurang cekatan dalam mengambil keputusan dalam rumah tangga jika terjadi permasalahan, namun pada akhirnya sang istri tetap tidak melupakan suami untuk dimintai pendapatnya. Dan suami-pun tidak keberatan dengan tindakan sang istri karena suami sudah mempercayakan semua masalah rumah tangga diatur oleh sang istri, dalam pengasuhan anak mereka bersepakat untuk saling membantu juga. Dikarenakan kondisi sebelum suami menganggur, suami memang bekerja di rumah yaitu membuka usaha industri rumahan sehingga suami tidak merasa begitu kesulitan untuk mengasuh anak dirumah, namun istri tetap memantau kondisi anak kepada suami pada saat istri bekerja. Dalam pengasuhan anak mereka berdua bersepakat untuk menjadi orangtua yang tidak otoriter dan berusaha menjadi tempat yang nyaman untuk anaknya, untuk masalah pendidikan mereka membebaskan apa yang menjadi minat sang anak dan mereka akan mendukungnya. Mereka masih bisa rukun dan baik-baik saja sampai sekarang walaupun dengan kondisi seperti itu dikarenakan mereka selalu mengingat komitmen awal pernikahan dan tidak saling merasa berkuasa satu sama lain.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Istri yang Bekerja Dapat Meningkatkan Ke

Istri yang Bekerja Dapat Meningkatkan Ke

Pendapat bahwa seorang wanita yang menjadi seorang istri seharusnya menjadi seorang ibu rumah tangga yang memasak di dapur, mengasuh anak, dan membereskan rumah (Murniati, 2004) sudah tidak relevan dengan kenyataan yang ada sekarang. Banyak suami yang sekarang tidak menjadi pencari nafkah tunggal di keluarga karena istri mereka juga ikut bekerja, bahkan banyak diantara mereka, istri justru menjadi pencari nafah utama. Contoh kasusnya, bisa kita lihat dari penyanyi Ruth Sahanaya yang menjadi pencari nafkah utama, sedangkan suaminya Jeffry Waworuntu hanya menjadi manajer pribadinya. Rumah tangga mereka pun dikatakan harmonis, tidak banyak diberitakan di media mengalami permasalahan. Bahkan yang terlihat adalah dalam kehidupan rumah tangga mereka, terjadi keseimbangan pembagian peran dan kesejahteraan mereka meningkat, karena istri bekerja. Melihat hal ini, menurut penulis istri yang bekerja tidak selalu menjadi penyebab ketidakbahagiaan rumah tangga, seperti yang dikatakan oleh sex roles spealization, tetapi justru menjadi salah satu menjadi penyebab kepuasan rumah tangga karena adanya equal marital power dan peningkatan kesejahteraan hidup.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ISTRI YANG BEKERJA SUAMI MENGANGGUR (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Istri yang Bekerja Suami Menganggur dalam Pengasuhan Anak).

POLA KOMUNIKASI ISTRI YANG BEKERJA SUAMI MENGANGGUR (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Istri yang Bekerja Suami Menganggur dalam Pengasuhan Anak).

keputusan dalam rumah tangga adalah sang istri karena istri menganggap suami kurang cekatan dalam mengambil keputusan dalam rumah tangga jika terjadi permasalahan, namun pada akhirnya sang istri tetap tidak melupakan suami untuk dimintai pendapatnya. Dan suami-pun tidak keberatan dengan tindakan sang istri karena suami sudah mempercayakan semua masalah rumah tangga diatur oleh sang istri, dalam pengasuhan anak mereka bersepakat untuk saling membantu juga. Dikarenakan kondisi sebelum suami menganggur, suami memang bekerja di rumah yaitu membuka usaha industri rumahan sehingga suami tidak merasa begitu kesulitan untuk mengasuh anak dirumah, namun istri tetap memantau kondisi anak kepada suami pada saat istri bekerja. Dalam pengasuhan anak mereka berdua bersepakat untuk menjadi orangtua yang tidak otoriter dan berusaha menjadi tempat yang nyaman untuk anaknya, untuk masalah pendidikan mereka membebaskan apa yang menjadi minat sang anak dan mereka akan mendukungnya. Mereka masih bisa rukun dan baik-baik saja sampai sekarang walaupun dengan kondisi seperti itu dikarenakan mereka selalu mengingat komitmen awal pernikahan dan tidak saling merasa berkuasa satu sama lain.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI YANG BEKERJA

HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI YANG BEKERJA

Rahmiati (2010) menjelaskan, pasangan dari pernikahan yang puas memiliki kesehatan mental dan fisik daripada pasangan yang tidak merasa puas dengan pernikahannya. Istri bekerja akan dapat merasakan kepuasan pernikahan apabila memiliki kematangan emosi. Individu yang matang secara emosional memiliki kemampuan untuk menjalin dan mempertahankan hubungan personal (Blood & Blood dalam Rismawati 2008) dan ini akan menciptakan jalinan kasih mesra yang lama dengan kedamaian bersama pasangan sehingga berpengaruh pada terciptanya kepuasan pernikahan (Davidof, 1991). Wanita yang memiliki kematangan emosi dapat dilihat dari kemampuan dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga, dapat meminimalisir konflik yang terjadi akibat ketidakseimbangan dalam menjalani tuntutan pekerjaan dan keluarga, dapat menjalani tanggung jawab sebagai ibu dan istri, dapat mengontrol emosi dengan baik ketika mengalami masalah di tempat kerja agar tidak terbawa ke rumah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

DINAMIKA PENYELESAIAN KONFLIK PERKAWINAN PADA ISTRI YANG BEKERJA - Unika Repository

DINAMIKA PENYELESAIAN KONFLIK PERKAWINAN PADA ISTRI YANG BEKERJA - Unika Repository

Kebutuhan aktualisasi diri serta tuntutan ekonomi mendorong banyaknya istri yang bekerja. Istri yang bekerja akan menyebabkan banyaknya tanggung jawab yang harus dikerjakan. Kondisi ini berakibat pada peluang terjadinya konflik perkawinan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui dinamika penyelesaian konflik perkawinan pada istri yang bekerja. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui proses wawancara mendalam yang dilakukan pada empat orang istri yang bekerja berusia 36-40 tahun, memiliki usia perkawinan 6-10 tahun dan sudah memiliki anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menggunakan gaya penyelesaian konflik kolaborasi, gaya penyelesaian konflik menghindar, gaya penyelesaian konflik kompromi dan gaya penyelesaian konflik akomodasi. Faktor penyebab konflik pada seluruh subjek didominasi oleh permasalahan komunikasi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects