Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc)

Top PDF Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc):

Derajat Ploidi Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. var. rubrum Rosc.) Hasil Induksi Dengan Kolkisin

Derajat Ploidi Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. var. rubrum Rosc.) Hasil Induksi Dengan Kolkisin

Jahe merah (Zingiber officinale Roxb. var. rubrum Rosc.) merupakan salah satu tanaman jenis temu-temuan yang banyak digunakan sebagai bumbu masakan, bahan obat tradisional, manisan, minuman penyegar, dan sebagai bahan komoditas ekspor non migas. Rimpang pada jahe memiliki manfaat untuk kesehatan kesegaran, dan campuran untuk membuat masakan. Rasa pedas yang ditimbulkan pada jahe disebabkan adanya senyawa keton ‘gingerol’. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman poliploid pada jahe merah dengan mengamati perubahan karakter fenotip pada daun, batang dan rimpang hasil induksi kolkisin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi kolkisin (0,05%, 0,1% and 0,2%) dan waktu perendaman (6, 12 dan 24 jam). Derajat ploidi diamati menggunakan teknik flow cytometry untuk mengamati perubahan kromosom dan derajat ploidi. Hasil pengamatan dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan pengolahan data secara statistik dilakukan dengan menggunakan uji F pada taraf α = 5%. Jika menunjukkan perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat ploidi jahe merah hasil induksi kolkisin terlihat pada perlakuan K1W2 (konsentrasi 0,05% lama perendaman 12 jam) dengan peningkatan ploidi dari diploid (2n) menjadi mixoploid (2n=2x+4x).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Efektivitas Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap Bakteri Fusobacterium nucleatum secara In Vitro

Efektivitas Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap Bakteri Fusobacterium nucleatum secara In Vitro

43. Fissy SON, Sari R, Pratiwi L. Efektivitas Gel Anti Jerawat Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. Var Rubrum) terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia 2014; 12(2): 196.

Baca lebih lajut

Efek Analgesik Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc.) Mencit Galur Swiss Webster Jantan.

Efek Analgesik Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc.) Mencit Galur Swiss Webster Jantan.

dengan pemberian ekstrak jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) terhadap mencit yang telah diberi rangsangan nyeri secara termis. Data yang diamati adalah waktu reaksi (dalam detik) terhadap rangsangan termis sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANAVA dan dilanjutkan dengan uji beda rerata LSD dengan α 0,05.

Baca lebih lajut

Khasiat Antiinflamasi Ekstrak Herba Suruhan (Peperomia pellucida [L]) dan Campurannya dengan Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.) pada Tikus

Khasiat Antiinflamasi Ekstrak Herba Suruhan (Peperomia pellucida [L]) dan Campurannya dengan Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.) pada Tikus

Herba suruhan dilaporkan memiliki potensi antiinflamasi, namun pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal. Selain herba suruhan, tanaman yang dapat digunakan sebagai obat antiinflamasi adalah jahe merah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas formula campuran ekstrak herba suruhan dan jahe merah dalam menghambat peradangan secara in vivo. Sebanyak 24 ekor tikus putih jantan galur Wistar dibagi menjadi enam kelompok: kelompok kontrol (CMC 0.5%), natrium diklofenak (1.25 mg/kg BB), herba suruhan (100 mg/kg BB), herba suruhan (117.5 mg/kg BB), ekstrak formula 1, dan ekstrak formula 2. Volume edema kaki tikus yang diinduksi karagenan diamati menggunakan alat pletismometer selama 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi karagenan 1% mampu meningkatkan volume telapak kaki tikus. Meskipun belum didukung secara statistik, ekstrak herba suruhan dan campurannya dengan jahe merah cenderung memiliki khasiat sebagai antiinflamasi secara in vivo. Kemampuan antiinflamasinya sebanding dengan obat antiinflamasi komersil natrium diklofenak dan memiliki efektivitas yang lebih baik daripada ekstrak tunggalnya. Persentase daya antiinflamasi formula 1 sebesar 33.69% dan formula 2 sebesar 28.31%. Selain itu, campuran ekstrak ini mampu menurunkan jumlah leukosit yang lebih besar dari natrium diklofenak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FORMULASI TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc) DENGAN KOMBINASI ASAM MALAT DAN ASAM TARTRAT SEBAGAI SUMBER ASAM DAN NATRIUM BIKARBONAT SEBAGAI SUMBER BASA.

FORMULASI TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc) DENGAN KOMBINASI ASAM MALAT DAN ASAM TARTRAT SEBAGAI SUMBER ASAM DAN NATRIUM BIKARBONAT SEBAGAI SUMBER BASA.

Obat tradisional sebagai sarana perawatan kesehatan, memperkuat daya tahan tubuh dan untuk menanggulangi berbagai macam penyakit sudah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu contoh tanaman obat yang bisa dimanfaatkan yaitu rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc). Rimpang jahe merah ini memiliki aroma yang tajam serta rasanya yang sangat pedas karena kandungan oleoresin (gingerol, shogaol) yang sangat tinggi. Jahe merah berkhasiat sebagai obat antiemetik (Arifin, 2007). Jahe merah mempunyai aksi antimual dan antimuntah karena efek antihistamin dan antikolinergik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

UJI ANTI BAKTERI EKSTRAK OLEORESIN JAHE MERAH (Zingiber officinale var.rubrub) TERHADAP BAKTERI Streptococcus pyogenes | Awanis | Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 8027 26379 1 PB

UJI ANTI BAKTERI EKSTRAK OLEORESIN JAHE MERAH (Zingiber officinale var.rubrub) TERHADAP BAKTERI Streptococcus pyogenes | Awanis | Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 8027 26379 1 PB

Latar Belakang : Pengobatan tradisional secara turun temurun telah banyak digunakan. Salah satu tanaman yang bisa berkhasiat sebagai obat adalah jahe merah (Zingiber Officinale var.rubrum). kandungan kimia dari jahe merah yaitu gingerol dan shogaol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri seperti Streptococcus pyogenes yang merupakan flora normal pada saluran pernafasan. Infeksi dapat terjadi ketika pertahanan tuuh terganggu atau ketika organisme mampu menembus pertahanan konstitutif.

Baca lebih lajut

RESPONS PERTUMBUHAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc.) TERHADAP PENAMBAHAN BERBAGAI JENIS BAHAN ORGANIK

RESPONS PERTUMBUHAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc.) TERHADAP PENAMBAHAN BERBAGAI JENIS BAHAN ORGANIK

6 Selama ini di Indonesia, berdasarkan pada bentuk, warna, dan aroma rimpang serta komposisi kimianya dikenal 3 tipe jahe, yaitu jahe putih besar, jahe emprit dan jahe merah. Jahe putih besar (gajah/badak), rasanya tidak terlalu pedas, umumnya digunakan sebagai bahan makanan seperti manisan, dan juga untuk minuman segar. Jahe putih kecil (jahe emprit) mempunyai rasa lebih pedas dari jahe putih besar, umumnya digunakan untuk bumbu masak, sumber minyak atsiri dan pembuatan oleoresin serta bubuknya banyak dimanfaatkan dalam ramuan obat tradisional (jamu). Jahe merah mempunyai kandungan minyak atsiri yang tinggi. Karena jahe merah yang lebih banyak kandungan minyak atsiri dan oleoresinnya paling tinggi dibandingkan dengan jenis jahe yang lain sehingga lebih ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiberis Rhizoma) Terhadap Perilaku Seksual Mencit Jantan Galur Swiss-Webster.

Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiberis Rhizoma) Terhadap Perilaku Seksual Mencit Jantan Galur Swiss-Webster.

Tanaman obat yang berefek afrodisiak adalah tanaman yang dapat meningkatkan dan merangsang aktivitas seksual, salah satunya adalah jahe merah (Zingiber officinale). Tanaman ini berasal dari Asia Selatan (India) dan RRC, kini ditemukan di wilayah tropis dan subtropis, contohnya di Indonesia. Menurut daftar prioritas WHO, jahe merupakan tanaman obat-obatan yang paling banyak dipakai di dunia (Asiamaya, 2007).

Baca lebih lajut

AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber  AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANK

AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANK

Rimpang Jahe ( Zingiber officinale Rosc.) dan jahe merah ( Zigiber officinale Rosc. Var. Rubrum ) telah terbukti mempunyai aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antikarsinogenik, antimutagenik, dan antikanker. Rimpang jahe dan jahe merah memiliki kemiripan kandungan kimia antara lain zingiberen, kurkumen, shogaol, gingerol, gingerdion, dan betapellandren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak etanol rimpang jahe dan jahe merah terhadap sel kanker payudara T47D dan mengetahui kandungan kimia yang terkandung di dalamnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Respon pemberian jahe merah (zingiber officinale var rubra) dengan berbagai pengolahan pada ayam broiler yang terinfeksi eimeria tenella

Respon pemberian jahe merah (zingiber officinale var rubra) dengan berbagai pengolahan pada ayam broiler yang terinfeksi eimeria tenella

Iskandar, T. dan A. Husein. 2003. Pemberian Campuran Serbuk Jahe Merah (Zingiber officinale var Rubra) Pada Ayam Petelur Untuk Penanggulangan Koksidiosis. Pros. Seminar Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 29 – 30 September 2003. Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 443 – 447.

Baca lebih lajut

Embriogenesis Somatik Jahe Pada Berbagai Zat Pengatur Tumbuh (Zingiber Officinale Rosc.).

Embriogenesis Somatik Jahe Pada Berbagai Zat Pengatur Tumbuh (Zingiber Officinale Rosc.).

Tahap ini bertujuan untuk menyediakan sumber inokulum bagi penelitian tahap 2. Rimpang jahe gajah dan jahe merah yang berasal dari lapang dicuci sampai bersih dengan air mengalir, direndam deterjen selama 12 jam, dibilas dan dikering-anginkan. Rimpang kemudian disimpan dengan cara dihampar dalam ruangan yang bersuhu sejuk, aerasi baik dan tidak terkena cahaya langsung untuk mempercepat tumbuhnya tunas. Tunas-tunas yang tumbuh kemudian disterilkan dengan beberapa bahan sterilant (larutan pemutih NaOCl 5,25%, air steril dan HgCl 2 ) dengan beberapa kombinasi. Tunas dikupas beberapa
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Strategi pengembangan bisnis jahe (Zingiber officinale Rosc.) di Indonesia

Strategi pengembangan bisnis jahe (Zingiber officinale Rosc.) di Indonesia

Informasi pasar memiliki peranan yang penting bagi petani jahe karena selama ini petani sering mengalami kesulitan untuk memasarkan hasil produksinya. Selain itu, masih banyak petani tidak menerima harga yang pantas untuk hasil produksinya disebabkan ketidaktahuan mereka akan perkembangan harga dan kualitas yang diinginkan oleh konsumen. Petani jahe memperoleh bobot nilai sebesar 0,305. Informasi pasar dengan bobot nilai 0,290 juga penting bagi pengolah agar pihak pengolah bisa terus up to date terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Adanya informasi pasar membuat pihak pengolah menjadi terus kreatif dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Informasi pasar menguntungkan pengolah karena bisa dengan cepat memperoleh bahan baku sesuai standar yang ditetapkan dan kuantitas yang diinginkan. Pedagang memerlukan informasi pasar sehingga bisa dengan cepat menawarkan produknya. Pedagang memperoleh bobot nilai yakni 0,287.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Herbal Terhadap Produktivitas Dan Mutu Ayam Pedaging

Pengaruh Pemberian Ekstrak Herbal Terhadap Produktivitas Dan Mutu Ayam Pedaging

Suharti S. (2004). Kajian Anti Bakteri Temulawak, Jahe dan Bawang Putih Terhadap Bakteri Salmonella typhymurium Serta Pengaruh Bawang Putih Terhadap Performans dan Respon Imun Ayam Pedaging. Tessis.Bogor: Program Pasca Sarjana IPB.

Baca lebih lajut

MIKROPROPAGASI JAHE (Zingiber officinale Rosc.) SEBAGAI BAHAN FITOFARMAKA POTENSIAL Micropropagation of Ginger (Zingiber officinale Rosc.) as potential material for phytopharmaca

MIKROPROPAGASI JAHE (Zingiber officinale Rosc.) SEBAGAI BAHAN FITOFARMAKA POTENSIAL Micropropagation of Ginger (Zingiber officinale Rosc.) as potential material for phytopharmaca

Umumnya tanaman jahe diperbanyak dengan cara vegetatif dengan menggunakan potongan rimpang dengan beberapa mata tunas (Weiss, 1997). Perbanyakan dengan cara vegetatif ini memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan bakal bibit yang bermutu dari rimpang yang sehat (umur 10-12 bulan), serta memerlukan bahan tanam yang lebih banyak (2,5-7 cm/ bibit). Selain itu perbanyakan secara vegetatif ini menyebabkan tanaman mudah terinfeksi penyakit, seperti penyakit layu bakteri (bacterial wilt) yang disebabkan oleh Pseudomonas solanacearum (Semangun, 1991; Weiss, 1997). Lebih dari 200 spesies tanaman menjadi inang dari P. Solanacearum (Kelman, 1953), sehingga sulit dikendalikan. Dengan demikian, sangat penting dilakukan upaya-upaya
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Partisi Bertingkat Cair–Cair Ekstrak Etanol Rimpang Jahe (Zingiber Officinale Rosc.) Terhadap Profil Kandungan Senyawa Kimia Dan Aktivitas Antiradikalnya.

PENDAHULUAN Pengaruh Partisi Bertingkat Cair–Cair Ekstrak Etanol Rimpang Jahe (Zingiber Officinale Rosc.) Terhadap Profil Kandungan Senyawa Kimia Dan Aktivitas Antiradikalnya.

Oleoresin jahe berisi campuran - campuran fenolik aktif seperti gingerol, paradol dan shogaol yang mempunyai aktivitas antioksidan (Sukla, 2007). Aktivitas senyawa gingerol, shogaol, dan zingeron telah diteliti memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi diatas vitamin E (Tejasari, 2002; Ramadhan, 2010). Ekstrak etanol rimpang jahe memiliki aktifitas antiradikal lebih tinggi daripada BHT (Stoilova et al. , 2006). Hasil uji aktivitas antioksidan zat menguap yang telah diteliti dapat dilihat pada Tabel 1.

Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN JAHE (Zingiber officinale Rosc) TERHADAP MUTU MINUMAN FUNGSIONAL SARI KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.).

PENGARUH PENAMBAHAN JAHE (Zingiber officinale Rosc) TERHADAP MUTU MINUMAN FUNGSIONAL SARI KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.).

Salah satu keunggulan kacang merah adalah tinggi serat dan memiliki kemampuan untuk mengatasi bermacam-macam penyakit, diantaranya mampu mengurangi kerusakan pembuluh darah, mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mengurangi konsentrasi gula darah. Sifat dari kacang merah yang berperan sebagai fungsional adalah karena kacang merah kaya akan asam folat, kalsium, karbohidrat kompleks, serat, dan protein yang tergolong tinggi. Kandungan karbohidrat kompleks dan serat yang tinggi dalam kacang merah membuatnya dapat menurunkan kadar kolesterol darah (Nurlinda, 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Strategi Pengembangan Bisnis Jahe (Zingiber officinale Rosc.) di Indonesia

Strategi Pengembangan Bisnis Jahe (Zingiber officinale Rosc.) di Indonesia

Awal mulanya jahe hanya dikenal sebagai bahan minuman penghangat badan dan sebagai bumbu masak atau campuran obat tradisional. Seiring dengan perkembangan zaman yang diikuti dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan, maka jahe telah bertambah manfaatnya menjadi bahan baku dalam proses produksi makanan dan minuman, obat-obatan tradisional atau jamu. Gaya dan pola hidup masyarakat yang lebih natural atau back to nature serta banyaknya penelitian mengenai khasiat jahe sebagai bahan baku obat tradisional atau jamu semakin meningkatkan peluang tanaman jahe untuk menjadi suatu bisnis yang menguntungkan terutama pada bisnis obat tradisional berbahan baku utama jahe. Peranan dari beberapa lembaga yang menggeluti tanaman obat khususnya jahe juga ikut mendukung pengembangan bisnis jahe ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Naskah Publikasi 2012  Uji Kadar Protein Dan Organoleptik Pada Keju Tradisional Dari Susu Sapi Dengan Penambahan Ekstrak Jahe (Zingiber Officinale, Rosc).

Naskah Publikasi 2012 Uji Kadar Protein Dan Organoleptik Pada Keju Tradisional Dari Susu Sapi Dengan Penambahan Ekstrak Jahe (Zingiber Officinale, Rosc).

Dari Gambar 4.1 dapat diketahui bahwa kadar protein yang paling tinggi adalah perlakuan E3 yaitu 18,25%. Sedangkan kadar protein yang paling rendah adalah perlakuan E0 yaitu 3,96%. Perlakuan E1 memiliki kadar protein sebesar 5,95 dengan penamahan ekstrak jahe 10 mL. Perlakuan E2 kadar protein sebesar 12,36% dengan penambahan ekstrak jahe 25 mL. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi ekstrak jahe yang berbeda akan menghasilkan kadar protein yang berbeda pula pada masing-masing perlakuan dikarenakan pada jahe terdapat kadar protein sebesar 9% yang dapat menambahkan protein dari total kadar protein keju tradisional. Kadar protein pada dadih selain berasal dari protein susu juga berasal dari protein dalam bakteri itu sendiri yang dapat menyumbangkan sekitar 7% dari total protein susu atau produk olahan susu (Bottazi, dalam Gulo 2006).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Jus Kombinasi Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Bawang Bombai (Allium cepa L.) Jeruk Mandarin (Citrus reticulata Blanco) Apel (Malus domestica) Wortel (Daucus carota L.) terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi

Pengaruh Pemberian Jus Kombinasi Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Bawang Bombai (Allium cepa L.) Jeruk Mandarin (Citrus reticulata Blanco) Apel (Malus domestica) Wortel (Daucus carota L.) terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi

Pada penelitian Ojulari et al. (2014) tentang pengaruh ekstrak jahe terhadap tekanan darah dan denyut nadi pada subjek penelitian manusia sehat menunjukkan hasil berupa penurunan tekanan darah sistolik, diastolik dan denyut nadi yang bermakna (p<0,05) 2 jam setelah pemberian ekstrak jahe 100 mg/kgbb. 25 Hal serupa juga ditemukan pada penelitian Naseri et al. (2008) bahwa pemberian ekstrak air bawang dengan dosis 200 mg/kg/hari; 400 mg/kg/hari; 800 mg/kg/hari selama 3 minggu menunjukan hasil berupa penurunan tekanan darah dengan cara menurunkan kontraksi aorta pada tikus yang telah diinduksi fruktosa. 26 Pada penelitian Morand et al. (2011) tentang pengaruh jus jeruk terhadap perlindungan vaskular yang dilakukan pada subjek sehat menunjukkan hasil berupa penurunan tekanan darah diastolik yang bermakna (p=0,02) setelah 4 minggu konsumsi jus jeruk. 27 Penelitian sebelumnya yang dilakukan Potter et al. (2011) tentang pengaruh konsumsi jus wortel terhadap peningkatan status antioksidan dan penurunan peroksidasi lipid pada subjek dewasa juga menunjukkan hasil berupa peningkatan kapasitas antioksidan total dalam plasma, penurunan tekanan darah sistolik, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap tekanan darah diastolik. 28 Kebiasaan mengonsumsi jus detoks yang terbuat dari campuran apel beserta bahan lainnya seperti jahe, bawang bombai, jeruk mandarin dan wortel dalam tiga minggu juga diketahui memiliki manfaat yang baik bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi. 7
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

STUDI KOMPARATIF TINGKAT PENDAPATAN USAHA TANI JAHE KEMITRAAN DAN NON KEMITRAAN DI DESA NGROMO, KECAMATAN NAWANGAN, KABUPATEN PACITAN

STUDI KOMPARATIF TINGKAT PENDAPATAN USAHA TANI JAHE KEMITRAAN DAN NON KEMITRAAN DI DESA NGROMO, KECAMATAN NAWANGAN, KABUPATEN PACITAN

X1 = Biaya / penerimaan / pendapatan usahatani jahe peserta kemitraan X2 = Biaya / penerimaan / pendapatan usahatani jahe non kemitraan S1 2 = Ragam biaya / penerimaan / pendapatan / usahatani jahe kemitraan S2 2 = Ragam biaya / penerimaan / pendapatan usahatani jahe non kemitraan. Kriteria pengujian :

Baca lebih lajut

Show all 8767 documents...