Jalan napas

Top PDF Jalan napas:

Upaya Peningkatan Bersihan Jalan Napas Pada Anak Dengan Ispa.

Upaya Peningkatan Bersihan Jalan Napas Pada Anak Dengan Ispa.

lega, secret lebih encer dan mudah dikeluarkan, selaput lender pada saluran napas menjadi tetap lembab, (Mubarak, Indarawati dan Susanto,2015). yang ke dua adalah fisioterapi dada merupakan suatu rangkaian tindakan keperawatan yang terdiri atas perkusi, vibrasi dan postural drainage. tindakan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan efisiensi pola pernapasan dan membersihkan jalan napas, secara mekanik dapat melepaskan secret yang melekat pada dinding bronkus.(Hidayat dan Uliyah, 2015) yang ketiga adalah batuk efektif merupakan cara untuk melatih pasien yang tidak memiliki memiliki kemampuan batuk secara efektif dengan tujuan untuk membersihkan laring, trachea, dan bronkeolus dari secret atau benda asing di jalan napas (Andarmoyo,2012).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Komplikasi Utama Penanganan Jalan Napas

Komplikasi Utama Penanganan Jalan Napas

mengidentifikasi 20 000 RSI anestesi dilakukan di Inggris per tahun dan karena itu ukuran rata-rata waktu dalam melaksanakan RSI di IGD kira-kira setiap 4 atau 5 hari dengan 80% dilakukan oleh dokter anestesi, banyak dari mereka adalah peserta pelatihan. Dalam penelitian ini, kami mengidentifikasi bahaya yang harus dihindari, termasuk kematian, disebabkan oleh trauma jalan nafas atau intubasi esofagus yang terjadi selama manajemen jalan napas oleh dokter dengan pengalaman manajemen jalan nafas yang terbatas. Implikasi yang timbul bahwa dokter dalam keadaan darurat melakukan prosedur ini perlu pelatihan khusus untuk membangun dan memelihara keterampilan mereka, bahwa anestesi dan dokter perawatan intensif perlu memahami persyaratan tertentu dan kesulitan manajemen nafas di IGD, dan komunikasi antara IGD dan departemen anestesi atau departemen ICU perlu dibuat untuk memastikan kehadiran dokter senior yang tepat dan terampil dengan cepat ditempat kejadian.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Bersihan Jalan Napas Pada Anak Dengan ISPA.

Upaya Meningkatkan Bersihan Jalan Napas Pada Anak Dengan ISPA.

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi faktor resiko yang dapat menyebabkan meningkatnya angka kematian anak. Penyebab terjadinya infeksi saluran pernapasan akut dikarenakan bakteri dan virus yang mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan dengan ditandai munculnya gejala demam, batuk, hidung tersumbat dan adanya suara tambahan. Masalah yang sering muncul pada pasien ISPA yaitu ketidakefektifan bersihan jalan napas. Pravelensi ISPA di provinsi Jawa Tengah berjumlah 3,6%. Tujuan penelitian untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien ISPA dengan melakukan pengkajian, merumuskan diagnosa, intervensi keperawatan, melakukan implementasi, dan mengevaluasi tindakan yang dilakukan. Metode penelitian dengan menggunakan metode deskriptif pada tanggal 09 -11 Februari 2017 melalui pendekatan studi kasus. Dalam memperoleh data, penulis menggunakan beberapa cara diantaranya melalui rekam medik, wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi dari jurnal maupun buku. Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x jam kunjungan dengan intervensi teknik semi fowler, inhalasi uap manual dan fisioterapi dada didapatkan hasil ketidakefektifan bersihan jalan nafas teratasi. Kesimpulan bahwa teknik semi fowler, inhalasi uap manual dan fisioterapi dada terbukti efektif untuk meningkatkan bersihan jalan napas pada anak ISPA. Teknik ini dapat dilakukan kapan saja dan baik karena tidak memiliki efek samping. Kata Kunci : bersihan jalan napas, inhalasi manual, fisioterapi dada.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Upaya Mempertahankan Bersihan Jalan Napas Pada Anak dengan ISPA.

Upaya Mempertahankan Bersihan Jalan Napas Pada Anak dengan ISPA.

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada anak di negara berkembang. Infeksi saluran pernapasan akut ini menyebabkan empat dari 15 juta perkiraan kematian pada anak berusia dibawah 5 tahun pada setiap tahunnya, sebanyak dua pertiga kematian tersebut adalah bayi. Insiden menurut kelompok umur Balita diperkirakan 0,29 episode per anak/tahun di negara berkembang dan 0,05 episode per anak/tahun di negara maju. Episode batuk-pilek pada Balita di Indonesia diperkirakan 2-3 kali per tahun. Masalah yang biasanya terjadi yaitu ketidakefektifan bersihan jalan napas. Bersihan jalan napas merupakan hal yang penting karena jalan napas merupakan jalan utama untuk melakukan proses sirkulasi udara dalam tubuh sehingga dalam mempertahankan kelangsungan metabolisme sel diperlukan fungsi respirasi yang adekuat. Apabila bersihan jalan napas tidak dipertahankan maka pasien akan mengalami sumbatan pada jalan napas sehingga terjadi ketidakefektifan bersihan jalan napasTujuan: memberikan pengalaman yang nyata kepada penulis dalam penatalaksanaan upaya yang harus dilakukan untuk memberikan asuhan keperawatan guna mempertahankan bersihan jalan napas pada pasien anak dengan infeksi saluran pernapasan akut. Metode: Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan studi kasus pada pasien ISPA di Puskesmas Polokarto dan dirumah pasien. . Cara yang digunakan penulis yaitu melalui pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari observasi langsung ke pasien, wawancara langsung dengan pasien dan keluarga, pemeriksaan fisik sedangkan data sekunder diperoleh dengan melihat data rekam medis, dan didukung dengan jurnal serta buku yang menyangkut tema ISPA. Hasil: pasien menunjukkan kepatenan/kelonggaran jalan napas, hidung sudah tidak terasa tersumbat, batuk sudah berkurang setelah diberikan tindakan. Adanya pengaruh inhalasi uap untuk mempertahankan bersihan jalan napas. Kesimpulan: masalah bersihan jalan napas teratasi. tindakan keperawatan memposisikan semifowler untuk memaksimalkan ventilasi, inhalasi uap, pembuatan obat tradisional untuk ISPA berupa jeruk nipis dan kecap sesudah diberikan intervensi mempengaruhi kebersihan jalan napas. Direkomendasikan untuk pasien dan keluarga pasien untuk melakukan tindakan mandiri keperawatan seperti inhalasi uap dan pembuatan obat tradisional ISPA berupa jeruk nipis dan kecap.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Tonsilitis difteri dengan sumbatan jalan napas atas

Tonsilitis difteri dengan sumbatan jalan napas atas

Kematian pada tonsilitis difteri dapat terjadi akibat komplikasi sumbatan jalan napas atas dan kompliksi jantung akibat efek sistemik toksin difteri, meskipun sumbatan jalan napas telah diatasi. Terapi anti difteri serum harus diberikan sesegera mungkin setelah dicurigai tonsilitis difteri untuk mencegah kematian. Status imunisasi difteri individu yang tidak lengkap, dan juga akibat cakupan imunisasi wilayah yang rendah dapat meningkatkan mortalitas tonsilitis difteri.

7 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Kepatenan Kebersihan Jalan Napas Pada Pasien Dengan Tuberkulosis Paru.

Upaya Meningkatkan Kepatenan Kebersihan Jalan Napas Pada Pasien Dengan Tuberkulosis Paru.

Tuberkulosis paru (TB) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman tuberkulosis paru ( Mycobacterium tuberculosis ). Penduduk Indonesia yang didiagnosis tuberkulosis paru (TB) oleh tenaga kesehatan tahun 2007 dan tahun 2013 tidak berbeda (0,4%). Lima provinsi dengan tuberkulosis paru tertinggi adalah Jawa Barat, Papua, DKI Jakarta, Gorontalo, Banten, dan Papua Barat. Penduduk yang didiagnosis tuberkulosis paru oleh tenaga kesehatan, 44,4 persen yang diobati dengan obat program Sebagian besar kuman tuberkulosis menyerang paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh yang lainnya. Gejala utama tuberkulosis paru adalah batuk selama dua minggu atau lebih, batuk dengan disertai dahak, dahak bercampur dengan darah, sesak napas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun. Salah satu tanda dan gejala tuberkulosis adalah batuk dengan disertai dahak dan akan menimbulkan ketidakefektifan kebersihan jalan napas tidak efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kebersihan jalan napas pada pasien. Sehingga tidak terjadi komplikasi yang diakibatkan oleh ketidakefektifan kebersihan jalan napas tidak efektif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari tanggal 20 Februari sampai 24 Februari 2017. Metode yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hsil penelitian yang di lakukan penulis dapatkan masalah ketidakefektifan kebersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret atau seputum pada jalan napas yang berlebih. intervensi yang dilakukan meliputi, kaji tanda-tanda vital, observasi pernapasan dan keadaan jalan napas, menganjurkan pasien banyak istirahat, ajarkan teknik batuk efektif, kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat. Setelah dilakukan implementasi selama 3x24 jam diharapkan kebersihan jalan napas pasien kembali normal. Kata Kunci : bersihan jalan napas, tuberkulosis paru, batuk efektif
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Bersihan Jalan Napas Keluarga Tn.B Dengan Tuberkulosis Paru Di Sukoharjo.

Upaya Peningkatan Bersihan Jalan Napas Keluarga Tn.B Dengan Tuberkulosis Paru Di Sukoharjo.

klien dan sputum pot atau tempat sputum pada pangkuan klien dan menganjurkan klien untuk memegang tisu, selanjutnya adalah menganjurkan klien untuk menarik napas secara perlahan melalui hidung, tahan selama 1-3 detik kemudian menghembuskan napas secara perlahan melalui mulut, lakukan prosedur ini beberapa kali, setelah itu minta klien melakukan prosedur sebelumnya dan pada saat tarikan nafas ketiga minta klien untuk membatukkan dengan kuat saat menghembuskan nafas,ulangi prosedur tersebut beberapa kali jika masih diperlukan, bersihkan mulut klien dan anjurkan klien untuk membuang sputum pada sputum pot yang telah disediakan, bereskan alat dan cuci tangan. Menurut (Nugroho,2011) Batuk efektif yang baik dan benar dapat membantu mempercepat pengeluaran dahak pada psien dengan gangguan system pernapasan. Diharapkan perawat dapat melatih pasien dengan batuk efektif sehingga pasien dapat mengerti pentingnya batuk efektif untuyk mengeluarkan dahak, maka dari itu dalam hal ini, penulis tidak hanya memperagakan cara batuk efektif, dan melakukan tindakan pada pasien Ny.S tetapi penulis juga memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga Ny.S agar jika pada suatu saat nanti Ny.S kembali mengalami hal yang sama, maka keluarga dapat melakukan tindakan seperti apa yang dilkakukan penulis terhadap Ny.S, karena penulis disini melakukan suhan keperawatan keluarga, diharapkan dengan adanya pendidikan kesehatan dan demonstrasi secara langsung ini dapat membuat keluarga memahami dan dapat melaksanakan 5 tugas keluarga dengan baik.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Upaya Mempertahankan Kebersihan Jalan Napas Dengan Fisioterapi Dada Pada Anak Pneumonia.

Upaya Mempertahankan Kebersihan Jalan Napas Dengan Fisioterapi Dada Pada Anak Pneumonia.

Oksigen merupakan salah satu zat sangat dibutuhkan dalam tubuh terutama oleh sel yang digunakan untuk melakukan metabolisme. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui paru-paru yakni melalui proses yang disebut dengan pernapasan. Paru dan dinding dada adalah suatu struktur yang elastis, dalam keadaan normal terdapat lapisan cairan tipis antara paru dan dinding dada. Paru dengan mudah bergeser dengan dinding dada. Tekanan pada ruang paru antara paru dan dinding dan dada dibawah tekanan atmosfer. Paru teregang dan berkembang pada waktu bayi baru lahir.Pada waktu menarik napas dalam, otot berkontraksi tetapi pengeluaran pernapasan dalam proses yang pasif. Diagfragma menutup ketika penarikan napas, rongga dada kembali memperbesar paru, dinding badan bergerak, diagfragma dan tulang dada menutup ke posisi semula. Aktivitas bernapas dalam dan volume udara bertambah.Pada waktu inspirasi udara melewati hidung dan faring. Udara dihangatkan dan diambil uap airnya. Udara berjalan melalui trakea, bronkus, bronkiolus, dan duktus alveolaris ke alveoli. Alveoli dikelilingi oleh kapiler-kapiler. Terdapat kira –kira 300 juta alveoli. Luas total dinding paru yang bersentuhan dengan kapiler-kapiler pada kedua paru kira-kira 70 m 2 .
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Upaya Mempertahankan Bersihan Jalan Napas Pada Anak Dengan Tuberkulosis Paru.

Upaya Mempertahankan Bersihan Jalan Napas Pada Anak Dengan Tuberkulosis Paru.

jalan nafas, bunyi ini menyerupai bunyi menelan air ketika seseorang menghirup udara lewat sedotan yang ujungnya berada didasar minumannya (Tao & Kendall, 2013). Ibu pasien mengatakan terkadang pasien kesulitan bernafas karena batuk dan tidak bisa mengeluarkan dahak. Akibat pengeluaran dahak yang tidak lancar maka akan mengakibatkan penumpukan mukus yang dapat membuat perlengketan pada jalan nafas sehingga jalan nafas menjadi tidak efektif dan menyebabkan timbulnya sesak nafas (Nugroho, 2011). Sesak nafas dapat mengakibatkan distribusi oksigen menjadi terhambat. Oksigen memiliki peran yang penting dalam tubuh, kekurangan oksigen dapat menyebabkan metabolisme menjadi tidak sempurna. Kondisi hipoksia atau kurangnya suplai oksigen kedalam sel akan menyebabkan perubahan dalam sistem saraf pusat, terutama pada sel otak. Hipoksia akut dapat menyebabkan gangguan terhadap penilaian, gangguan motorik dan gejala klinis seperti kelelahan, pusing, apatis, gangguan konsentrasi, respon atau reaksi yang lambat, dan kapasitas kerja akan menurun (Indriawati, 2015). d) jantung dan sirkulasi : tidak ada pembesaran pada jantung. e) abdomen : bentuk abdomen simetris, tidak ada pembesaran hati. f) ekstrimitas atas dan bawah : bentuk ekstrimitas atas simetris, benuk ekstrimitas bawah simetris, tidak ada batasan dalam pergerakan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

ASKEP ASMA BRONCHIAL LILIK SURYANTI

ASKEP ASMA BRONCHIAL LILIK SURYANTI

Asma bronchial merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai sel informasi, dasar penyakit ini adalah hiper aktifitas bronkus dalam berbagai tingkat, obstruksi jalan napas, dan gejala pernapasan (mengi dan sesak) obstruksi jalan napas umumnya bersifat reversible namun dapat menjadi kurang reversible bahkan relatif non reversible tergantung berat dan lamanya penyakit (Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid 1).

15 Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA  Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Penyakt Paru Obstruktif Kronik Di RS Respira Jogjakarta.

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Penyakt Paru Obstruktif Kronik Di RS Respira Jogjakarta.

Hasil: Setelah dilakukan terapi selama 6 kali didapat hasil penilaian derajat sesak pada derajat sesak T1 : 17 menjadi T6 : 8, pembersihan jalan napas dari tempat T1 : Paru kiri menjadi T6 : Distal lobus dekstra, pola napas abnormal pada T1 : pola pernapasan dada dan pursed lip breathingmenjadi T6 : pola pernapasan dada, peningkatan akvitas fungsional dari T1 : kesulitan ringan saat harus membersihkan jendela, membersihkan debu, dan berekreasi keluar rumah menjadi T6 : tidak mengalami kesulitan.

17 Baca lebih lajut

Upaya Memperbaiki Bersihan Jalan Nafas Pada Anak Dengan Ispa.

Upaya Memperbaiki Bersihan Jalan Nafas Pada Anak Dengan Ispa.

Tahap kelima merupakan tahap terakhir dari proses keperawatan yaitu mengevaluasi hasil dari tindakan-tindakan yang telah dilakukan. Penulis mengevaluasi kondisi pasien setiap hari pada tanggal 07-09 Februari 2017, hari pertama pukul 09.00 WIB dilakukan pengkajian dari biodata samapai akhir, mengkaji tanda-tanda vital, pasien masih batuk hidung masih terasa tersumbat, kemudian diberikan inhalasi manual. Masalah teratasi sebagian, intervensi dilanjutkan. Evaluasi hari kedua pukul 10.00 WIB pasien masih batuk, batuk sudah sedikit berkurang karena, pasien bersedia untuk menghirup uap saat dilakukan terapi inhalasi manual, nampak ada pengeluaran sekret di hidung warna sekret kuning kehijauan, konsistensi cair agak kental, diberikan juga fisioterapi dada menambah kelegaa pernafasan., masalah teratasi sebagian, intervensi dilanjutkan untuk terapi inhalasi manual dan observasi keadaan umum pasien. Hari ketiga pukul 10.30 WIB batuk yang dialami pasien sudah berkurang, hidung sudah tidak terasa tersumbat karena rutin melakukan terapi inhalasi manual, masalah teratasi , intervensi dihentikan karena kondisi pasien sudah berangsur membaik dan kriteria hasil seperti mampu bernapas dengan mudah, menunjukkan peningatan efektifnya napas dan keluarga mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat menghambat jalan napas dapat tercapai.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ASKEP CA LARING DAN PERAWATAN TRAKEOSTOM

ASKEP CA LARING DAN PERAWATAN TRAKEOSTOM

Trakeostomi sampai saat ini masih menjadi saluran pernapasan buatan yang paling memuaskan. Metode ini membuat jalan pintas pada saluran pernapasan atas dan glottis, membuat perlekatan perlengkapan pernapasan lebih stabil dan mudah untuk pengisapan jika dibandingkan tipe jalan napas buatan lain. Klien tetap dapat makan dan berbicara (bergantung tipe slang yang digunakan) dan dapat meningkatkan kualitas hidup kelebihan pemasangan trakeostomi pada klien dengan sakit kritis meliputi lebih sedikit membutuhkan sedasi meningkatkan mobilitas dan mengurangi komplikasi dari imobilitas.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penyakit Paru Obstruktif Kronik 1. Pengertian - MUKTI INDRA BUDI UTAMI BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penyakit Paru Obstruktif Kronik 1. Pengertian - MUKTI INDRA BUDI UTAMI BAB II

Mempunyai efek bronkodilatasi, merilekskan otot-otot polos bronkus,meningkatkan gerakan mukus dalam jalan napas, dan meningkatkan kontraksi diafragma. Jenis yang sering digunakan yaitu aminofilin diberikan secara intravena namun harus hati-hati, jika terlalu cepat dapat terjadi takikardi atau disritmia jantung dan teofilin diberikan secara peroral. Metilsantin digunakan dalam serangan akut karena awitannya lebih lambat dibanding agonis beta. Ada beberapa faktor yang dapat mengganggu metabolisme metilsantin, terutma sekali teofilin, termasuk merokok, gagal jantung, penyakit hepar kronis, kontraseptif oral, eritromisin, dan simetidin.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH  Asuhan Keperawatan Pada An. A Dengan Gangguan Sistem Pernapasan : Bronkiolitis Di Ruang Mina Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta.

KARYA TULIS ILMIAH Asuhan Keperawatan Pada An. A Dengan Gangguan Sistem Pernapasan : Bronkiolitis Di Ruang Mina Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta.

Kesimpulan : Diagnosa yang muncul pada An. A dengan bronkiolitis adalah ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan peningkatan produksi mukus dan penyempitan jalan napas, ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan metabolisme dan output yang berlebih, gangguan pola tidur berhubungan dengan distress pernapasan dan ketidakseimbangan antara suplai dengan kebutuhan oksigen.

Baca lebih lajut

PENGARUH TEKNIK EKSTUBASI TERHADAP KEJADIAN SPASME LARING PADA OPERASI TONSILEKTOMI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH TEKNIK EKSTUBASI TERHADAP KEJADIAN SPASME LARING PADA OPERASI TONSILEKTOMI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Komplikasi batuk pada kelompok I dan II menunjukkan perbedaan tidak bermakna secara klinis ( 16,7% pada kelompok I dan 33,33% pada kelompok II) dan secara statistik ( p= 0,139, dengan derajat kemaknaan p< 0,05). Ini mendukung penelitian sebelumnya dimana kejadian batuk pasca operasi berkisar antara 7-30 % tergantung teknik ekstubasi yang digunakan. Batuk sebenarnya bukan merupakan komplikasi karena merupakan respon fisiologi untuk memproteksi jalan napas dari aspirasi, tetapi batuk dapat meningkatkan tekanan darah, frekwensi jantung, meningkatkan tekanan intra okuli dan intra kranial. Batuk yang persisten dapat merangsang spasme laring, menimbulkan perdarahan di tempat operasi dan meningkatkan tekanan intra torak yang dapat menurunkan venous return . 6
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Comparison of Clip-on Smartphone Camera Videolaryngoscope and Macintosh Laryngoscope for Endotracheal Intubation in Mannequins

Comparison of Clip-on Smartphone Camera Videolaryngoscope and Macintosh Laryngoscope for Endotracheal Intubation in Mannequins

Intubasi endotrakea merupakan gold standard dalam manajemen jalan napas. Teknik laringoskopi direk merupakan teknik yang sulit sehingga berpotensi menyebabkan kegagalan khususnya pada orang yang tidak berpengalaman. Tujuan penelitian ini menilai keberhasilan, lama waktu, dan kemudahan intubasi endotrakea pada manekin menggunakan clip-on smartphone camera videolaryngoscope dibanding dengan laringoskop Macintosh. Penelitian dilakukan menggunakan metode crossover randomized study melibatkan 23 orang mahasiswa kedokteran di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada Oktober 2017. Dari penelitian ini didapatkan keberhasilan intubasi endotrakea menggunakan clip-on smartphone camera videolaryngoscope lebih tinggi (96%) dibandingkan dengan menggunakan laringoskop Macintosh (65%). Lama waktu intubasi endotrakea rata-rata juga terbukti lebih singkat menggunakan clip-on smartphone camera videolaryngoscope (32 detik) dibanding dengan laringoskop Macintosh (52 detik). Intubasi endotrakea menggunakan clip- on smartphone camera videolaryngoscope lebih mudah (4) dibanding dengan menggunakan laringoskop Macintosh (6). Ketiga variabel menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p<0,05. Simpulan, penggunaan clip-on smartphone camera video laryngoscope untuk intubasi endotrakea memiliki keberhasilan yang lebih tinggi, lama waktu intubasi endotrakea yang lebih singkat, dan intubasi endotrakea yang lebih mudah dibanding dengan menggunakan laringoskop Macintosh.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TRAKEOTOMI DAN TRAKEOSTOMI.doc

TRAKEOTOMI DAN TRAKEOSTOMI.doc

Pada hari pertama lubang trakeostomi belum stabil dan akan hilang apabila kanul dilepas, sehingga kanul tak dapat dimasukkan kembali. Kanul karet atau polythene hampir semua mempunyai kaf. Ini menguntungkan bagi penderita yang pernapasannya dibantu oleh respirator (IPPR) yang memerlukan hubungan udara yang ketat dari trakea ke respirator. Kanul seperti ini juga mempunyai kelebihan dalam mencegah masuknya secret dan makanan ke jalan napas.

Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  Asuhan Keperawatan Pada An. N Dengan Gangguan Sistem Pernapasan: Bronkopneumonia Di Ruang Flamboyan Rsud Sukoharjo.

NASKAH PUBLIKASI Asuhan Keperawatan Pada An. N Dengan Gangguan Sistem Pernapasan: Bronkopneumonia Di Ruang Flamboyan Rsud Sukoharjo.

Intervensi disusun dengan tujuan setelah dilakukan tindakan 3 x 24 jam An. N sudah tidak batuk lagi, secara verbal tidak ada keluhan sesak, suara napas normal (vesikuler), tidak ada sianosis dengan kriteria hasil: mampu mengidentifikasikan dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan napas, seperti penumpukan sekret.

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penyakit Paru Obstruktif Kronik 1. Pengertian - Mukti Indra Budi Utami BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penyakit Paru Obstruktif Kronik 1. Pengertian - Mukti Indra Budi Utami BAB II

Mempunyai efek bronkodilatasi, merilekskan otot-otot polos bronkus,meningkatkan gerakan mukus dalam jalan napas, dan meningkatkan kontraksi diafragma. Jenis yang sering digunakan yaitu aminofilin diberikan secara intravena namun harus hati-hati, jika terlalu cepat dapat terjadi takikardi atau disritmia jantung dan teofilin diberikan secara peroral. Metilsantin digunakan dalam serangan akut karena awitannya lebih lambat dibanding agonis beta. Ada beberapa faktor yang dapat mengganggu metabolisme metilsantin, terutma sekali teofilin, termasuk merokok, gagal jantung, penyakit hepar kronis, kontraseptif oral, eritromisin, dan simetidin.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...