Jam puncak

Top PDF Jam puncak:

PERENCANAAN PEMENUHAN AIR BAKU BENDUNG DANAWARIH KABUPATAN TEGAL (Design Of Raw Water Supply In Danawarih, Tegal) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERENCANAAN PEMENUHAN AIR BAKU BENDUNG DANAWARIH KABUPATAN TEGAL (Design Of Raw Water Supply In Danawarih, Tegal) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Faktor Jam Puncak Faktor perbandingan antara penggunaan air jam terbesar dengan penggunaan air rata – rata hari maksimum, sehingga akan diperoleh : Q jam puncak : fjp * Q hari maks Ca[r]

74 Baca lebih lajut

EVALUASI KINERJA JALAN PAJANG PARANGTEJO KABUPATEN SUKOHARJO.

EVALUASI KINERJA JALAN PAJANG PARANGTEJO KABUPATEN SUKOHARJO.

jam puncak sebesar 241 smp/jam, kapasitas jalan 1344,67 smp/jam, dengan nilai ratio 0,18, masuk interval tingkat pelayanan B, kelas jalan III. Nilai rata-rata PCI sebesar 48,27, dengan kondisi sedang (fair), diperlukan perbaikan lapis permukaan dengan Metode Perbaikan Setandar P2 ( pelaburan aspal setempat) sebesar 358 M2, P4 (pengisian retak) sebesar 246,21 M2, P5 (penambalan lubang) sebesar 442,62 dan P6 (perataan) sebesar 54 M2. ITPada sebesar 5,35, untuk umur rencana 10 tahun ITPperlu sebesar 9,2, dan ∆ ITP sebesar 3,85, diperlukan overlay setebal 10 cm dengan Laston. Biaya perbaikan sebesar Rp. 49.066.174,00 , dan untuk overlay sebesar Rp. 2.905.402.695,00, total biaya sebesar Rp. 2.954.468.870,00.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN ARTERI DAN KOLEKTOR   Analisis Kemacetan Lalu Lintas di Jalan Arteri dan Kolektor di Kecamatan Depok dan Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman.

ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN ARTERI DAN KOLEKTOR Analisis Kemacetan Lalu Lintas di Jalan Arteri dan Kolektor di Kecamatan Depok dan Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman.

Perbedaan kemacetan pada hari libur dan hari kerja tidak terlalu besar perubahannya pada jalan kolektor seperti jalan palagan dan jalan kaliurang. Perubahan yang cukup besar terjadi pada jalan arteri yakni Jln. Adisucipto dan Jln. Ringroad. Penambahan volume lalu lintas pada hari libur terlihat dari banyaknya jumlah kendaraan berat seperti bus pariwisata dari luar kota yang akan dan telah berlibur di kota wisata Yogyakarta. Banyaknya tempat wisata di Yogyakarta menjadi daya tarik mayarakat dari luar jogja untuk berwisata. Kemacetan yang tinggi pada jalan arteri di Kecamatan Depok pada hari libur menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berwisata maka semakin berputar roda perekonomian dari berbagai sektor pada daerah tersebut. Berikut tabel 3.2 menunjukkan tingkat kemacetan lalu lintas saat hari libur pada jam puncak pagi dan sore hari.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISA DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN PARAGON CITY DI KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISA DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN PARAGON CITY DI KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

a. Pada kondisi eksisting, baik saat akhir pekan maupun hari kerja, terutama pada jam-jam puncak, secara keseluruhan simpang bersinyal “telapak kaki” masih bisa dilewati arus kendaraan dengan cukup lancar. Hal ini dapat diketahui dari nilai DS tiap pendekat < 0,75.

5 Baca lebih lajut

ANALISIS PERMASALAHAN EKONOMI KOTA ASPEK

ANALISIS PERMASALAHAN EKONOMI KOTA ASPEK

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa ketika jam puncak siang di simpang bersinyal Jalan Kertaya pada titik yang memiliki arus paling tinggi adalah sebelah Timur dengan arus sebesar 735 smp/jam dengan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,462. Sedangkan urutan arus terbesar hingga terkecil berikutnya adalah titik selatan (arus 711 smp/jam, DS 0,603), barat (arus 626 smp/jam, DS 0,384), Utara (arus 502 smp/jam, DS 0,638), barat belok kanan ( arus 215 smp/jam, DS 0,417), dan timur belok kanan ( arus 101 smp/jam, DS 0,196). Total Tundaan di Jalan Kertajaya pada jam puncak siang adalah sebesar 32,75 det/jam, sehingga tingkat pelayanan jalannya (LOS) berada pada tingkat D yang artinya Arus mulai tidak stabil, kecepatan rendah dan berbeda-beda, volume mendekati kapasitas.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS KAWASAN AKIBAT PEMBANGUNAN FLYOVER SIMPANG SURABAYA, BANDA ACEH

ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS KAWASAN AKIBAT PEMBANGUNAN FLYOVER SIMPANG SURABAYA, BANDA ACEH

Kota Banda Aceh merupakan kota yang mengalami perkembangan cukup pesat di berbagai sektor. Tingkat kepemilikan kendaraan yang terus bertambah menyebabkan permasalahan transportasi yaitu kemacetan. Salah satu titik dengan tingkat kemacetan yang cukup tinggi pada jam puncak adalah kawasan Simpang Surabaya. Kapasitas jalan yang mulai tidak mampu melayani arus kendaraan yang melaluinya dan adanya keterbatasan lahan, membuat Pemerintah Aceh memutuskan untuk membangun jembatan layang (flyover). Pembangunan flyover tersebut menimbulkan kemacetan dan meningkatnya pembebanan di beberapa koridor jalan di kawasan pembangunan selama masa konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dampak lalu lintas yang ditimbulkan dari proyek pembangunan flyover Simpang Surabaya pada masa konstruksi. Penelitian ini dilakukan pada koridor Jalan Teuku Muhammad Hasan, Jalan Tgk. Imum Lueng Bata, dan Jalan Prof. Ali Hasyimi. Pengambilan data dilakukan pada hari Senin, 19 Desember 2016 dan Selasa, 20 Desember 2016. Data yang dikumpulkan adalah data kondisi geometrik jalan, volume lalu lintas dan kecepatan setempat (Spot Speed). Pada Jalan Teuku Muhammad Hasan didapat volume jam puncak sebesar 1022 smp/jam dengan kecepatan rata-rata waktu sebesar 34,2 km/jam, Jalan Tgk. Imum Lueng Bata didapat volume jam puncak sebesar 1069 smp/jam, kecepatan rata-rata waktu sebesar 36 km/jam, sedangkan pada Jalan Prof. Ali Hasyimi didapat volume jam puncak sebesar 1162 smp/jam, kecepatan rata-rata waktu sebesar 41,54 km/jam. Selanjutnya dilakukan perbandingan dengan data lalu lintas sebelum masa konstruksi, dan didapat adanya peningkatan arus lalu lintas selama masa konstruksi pada Jalan Teuku Muhammad Hasan sebesar 34%, Jalan Prof. Ali Hasyimi sebesar 37%, sedangkan pada Jalan Tgk. Imum Lueng Bata terdapat penurunan volume lalu lintas sebesar 0,7% serta adanya penurunan kinerja jalan pada Jalan Teuku Muhammad Hasan dan Jalan Prof. Ali Hasyimi dari LOS B menjadi LOS C selama masa konstruksi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGALIRAN AIR PADA JARINGAN PI

EVALUASI PENGALIRAN AIR PADA JARINGAN PI

Saat ini seluruh wilayah pelayanan telah terpenuhi secara kualitas dan kuantitas namun tekanan minimum (Jam puncak pemakaian) pipa distribusi di daerah Gulingan dan Mengwi menunjukkan 3,6 bar dan 2,8 bar dimana sering terjadi gangguan pelayanan. Tekanan ini tidak sesuai dengan perbedaan tinggi elevasi dari reservoir Sayan terhadap hilir pipa pelayanan Desa Mengwi dan Desa Gulingan. Maka perlu dilakukan evaluasi jaringan untuk mengetahui penyebab tekanan air yang tidak merata dan penyebabnya.

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BER

PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BER

2. Jumlah penduduk Perumnas Kota Baru Driyorejo Gresik terlayani pada tahun 2009, sambungan rumah adalah sebesar 23.638 jiwa, kran umum sebesar 7.465 jiwa sedangkan kebutuhan air bersih penduduk rata- rata adalah sebesar 52 l/dt dan kebutuhan air bersih penduduk jam puncak sebesar 81 l/dt. Jumlah penduduk Perumnas Kota Baru Driyorejo Gresik terlayani pada tahun 2020, sambungan rumah adalah sebesar 32.029 jiwa, kran umum sebesar 7.337 jiwa sedangkan kebutuhan air bersih penduduk rata- rata adalah sebesar 69 l/dt dan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kajian Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Publik untuk Menyerap CO2 Udara Ambien dari Transportasi Darat di Jalan Perak Barat dan Jalan Perak Timur, Surabaya

Kajian Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Publik untuk Menyerap CO2 Udara Ambien dari Transportasi Darat di Jalan Perak Barat dan Jalan Perak Timur, Surabaya

Traffic counting dilakukan pada hari Senin – Jumat dan Minggu tanggal 14 Maret 2016 – 18 Maret 2016 dan 20 Maret 2016. Melalui data sekunder DISHUB (data terlampir) diketahui bahwa jam puncak wilayah perencanaan berada pada siang hari pukul 14.00 WIB – 16.00 WIB. Counting hari Senin – Jumat dilakukan untuk mewakili weekday dan hari Minggu mewakili weekend. Pada hari Sabtu tidak dilakukan traffic counting karena setelah dilakukan counting pada hari Minggu (weekend), diketahui jumlah kendaraan untuk kategori pick up dan truk lebih sedikit jika dibandingkan dengan weekday. Oleh sebab itu jumlah kendaraan hari Sabtu dianggap tidak berbeda jauh.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Studi Pengaruh Simpang Bersinyal Terhadap Kemacetan Lalu lintas di Ruas Jalan Bendungan Sigura –gura Kota Malang

Studi Pengaruh Simpang Bersinyal Terhadap Kemacetan Lalu lintas di Ruas Jalan Bendungan Sigura –gura Kota Malang

waktu siklus tersebut lebih kecil dari nilai yang didapat kan dari perhitungan maka ada resiko terjadinya tingkat kejenuhan pada simpang. Waktu siklus yang terlalu panjang akan menyebabkan meningkatnya tundaan rata-rata. Untuk perhitungan optimasi siklus pada semua pendekat jam puncak pagi hingga sore hari. Optimasi waktu siklus dilakukan dengan merubah waktu sinyal pada pagi hari dari 130 detik menjadi 70 detik, siang hari 92 detik dan sore hari 76 detik dengan tujuan untuk memperkecil tundaan rata-rata dari persimpangan. Dengan melakukan optimasi waktu siklus didapatkan nilai derajat kejenuhan dan tundaaan rata – rata simpang sebagai berikut : besar derajat kejenuhan sebesar 1,021 rata –rata dengan tundaan maksimum 490,238 detik/kend dan tundaa rata –rata tundaan simpang sebesar 180,516 detik/kend. Dapat disimpulkan bahwa dengan hanya optimasi siklus, kurang optimum dalam memperbaiki kinerja simpang. Sehingga, harus ditambah dengan skenario perbaikan kinerja simpang yang lain.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisa Biaya Kemacetan Kendaraan Pribadi Di Kawasan Sumber Universitas Sumatera Utara ( studi kasus : JL. Padang Bulan Medan ).

Analisa Biaya Kemacetan Kendaraan Pribadi Di Kawasan Sumber Universitas Sumatera Utara ( studi kasus : JL. Padang Bulan Medan ).

Fluktuasi lalu lintas di daerah pengamatan dapat dilihat pada grafik IV.1, IV.2, IV.3, dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa pada ruas jalan tersebut kecendrungan jam puncak dapat terjadi. Data lalu lintas per jam tersebut dapat dilihat pada table dibawah. Pengolahan data per jam dengan cara mengkalibrasi setiap jenis kendaraan (kend/jam) dengan ekivalensi mobil penumpang (emp) berdasarkan Manual Kapasitas Jalan (MKJI) 1997 dengan nilai antara lain untuk kendaraan pribadi/LV (1), sepeda motor/MC (0,25), kendaraan berat/HV (1,2) dan UM (0,8). Sehingga didapatkan volume lalu lintas dalam satuan mobil penumpang (smp).
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat Kehilangan Air Fisik PDAM Tirta Uli pada Kawasan Perumahan Karang Sari Kota Pematangsiantar

Analisis Tingkat Kehilangan Air Fisik PDAM Tirta Uli pada Kawasan Perumahan Karang Sari Kota Pematangsiantar

Kebocoran pipa atau sambungan pada saat pemakaian maksimum (jam puncak) di mana terjadi tekanan minimum dapat mengakibatkan efek syphon, yaitu air dari luar pipa tersedot masuk ke dalam pipa karena ada tekanan negatif di dalam pipa sehingga mengakibatkan kualitas air menurun karena tercampur dengan air dari luar pipa, serta kualitas pipa tidak baik karena akan berkerak.

20 Baca lebih lajut

PEMODELAN BANGKITAN LALU LINTAS PADA LOKASI PERMUKIMAN DI KOTA MALANG

PEMODELAN BANGKITAN LALU LINTAS PADA LOKASI PERMUKIMAN DI KOTA MALANG

Pemodelan Bangkitan lalu lintas terkait dengan analisis dampak lalu lintas akibat pembangunan permukiman baru, maka permasalahan yang sangat diperlukan sebenarnya adalah bagaimana mendapatkan prediksi bangkitan lalu lintas pada jam puncak pagi dalam satuan kendaraan per jam. Hasil analisis hubungan besar jumlah pergerakan orang keluar permukiman dengan jumlah kendaraan yang keluar dari Permukiman Permata Jingga Kota Malang diperlihatkan seperti pada Gambar 17.

12 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Ditribusi Air Bersih Menggunakan Metode Hardy Cross Pada Perumahan Inalum Power Plant Paritohan

Perancangan Sistem Ditribusi Air Bersih Menggunakan Metode Hardy Cross Pada Perumahan Inalum Power Plant Paritohan

PT. Inalum Power Plant, Paritohan mempunyai komplek perumahan yang dihuni para karyawan. Dan setiap harinya membutuhkan supply air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka perancangan Jaringan Sistem Pemipaan dilakukan sebagai solusi untuk mendistribusikan air agar sampai ke konsumen dengan baik. Sebelum air dialirkan ke konsumen, air terlebih dahulu diambil menggunakan pompa dari sungai Simanimbo anak sungai Asahan menuju water treatment untuk diolah yang bertujuan agar air tersebut layak untuk dikonsumsi. Kemudia air dipompakan dari water treatment ke reservoir. Setelah air sampai di reservoir maka akan dengan mudah air tersebut untuk didistribusikan menuju tiap-tiap rumah dan fasilitas yang ada di komplek perumahan Inalum tersebut, dengan menggunakan jaringan pemipaan. Pada pendistribusiannya pemipaan dapat mengalami kerugian mayor dan minor yang diakibatkan oleh kekasaran pipa, panjang pipa, diameter pipa, kapasitas aliran, maupun komponen-komponen lain yang terpasang di sepanjang jaringan pemipaan.Dalam penelitian ini dilakukan perancangan jaringan pipa dan kemudian dinalisa. Untuk menghitung kerugian head mayor maupun kerugian head minor yang terjadi di sepanjang jaringan pipa dapat digunakan persamaan Hazzen Williams dimana kapasitas aliran pada jam puncak adalah sebesar 0,012 m 3 /detik atau setara dengan 41.2 m 3 /jam dengan total kerugian head adalah sebesar 5 m, sehingga ketinggian reservoir dirancang 5 meter dari loop pertama yang berada pada ketinggian 929.9 mdpl . Mengingat kondisi kontur wilayah perumahan Inalum, Paritohan yang berbukit, Maka reservoir ini dirancang diatas permukaan tanah tanpa tiang penyangga dengan ketinggian 934.9 m diatas permukaan laut dengan dengan panjang 3 meter, lebar 3 meter dan tinggi 5 m
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Ditribusi Air Bersih Menggunakan Metode Hardy Cross Pada Perumahan Inalum Power Plant Paritohan

Perancangan Sistem Ditribusi Air Bersih Menggunakan Metode Hardy Cross Pada Perumahan Inalum Power Plant Paritohan

PT. Inalum Power Plant, Paritohan mempunyai komplek perumahan yang dihuni para karyawan. Dan setiap harinya membutuhkan supply air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka perancangan Jaringan Sistem Pemipaan dilakukan sebagai solusi untuk mendistribusikan air agar sampai ke konsumen dengan baik. Sebelum air dialirkan ke konsumen, air terlebih dahulu diambil menggunakan pompa dari sungai Simanimbo anak sungai Asahan menuju water treatment untuk diolah yang bertujuan agar air tersebut layak untuk dikonsumsi. Kemudia air dipompakan dari water treatment ke reservoir. Setelah air sampai di reservoir maka akan dengan mudah air tersebut untuk didistribusikan menuju tiap-tiap rumah dan fasilitas yang ada di komplek perumahan Inalum tersebut, dengan menggunakan jaringan pemipaan. Pada pendistribusiannya pemipaan dapat mengalami kerugian mayor dan minor yang diakibatkan oleh kekasaran pipa, panjang pipa, diameter pipa, kapasitas aliran, maupun komponen-komponen lain yang terpasang di sepanjang jaringan pemipaan.Dalam penelitian ini dilakukan perancangan jaringan pipa dan kemudian dinalisa. Untuk menghitung kerugian head mayor maupun kerugian head minor yang terjadi di sepanjang jaringan pipa dapat digunakan persamaan Hazzen Williams dimana kapasitas aliran pada jam puncak adalah sebesar 0,012 m 3 /detik atau setara dengan 41.2 m 3 /jam dengan total kerugian head adalah sebesar 5 m, sehingga ketinggian reservoir dirancang 5 meter dari loop pertama yang berada pada ketinggian 929.9 mdpl . Mengingat kondisi kontur wilayah perumahan Inalum, Paritohan yang berbukit, Maka reservoir ini dirancang diatas permukaan tanah tanpa tiang penyangga dengan ketinggian 934.9 m diatas permukaan laut dengan dengan panjang 3 meter, lebar 3 meter dan tinggi 5 m
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH KAWASAN PENDIDIKAN FORMAL TERHADAP KINERJA RUAS JALAN KAHARUDDIN NASUTION KOTA PEKANBARU

PENGARUH KAWASAN PENDIDIKAN FORMAL TERHADAP KINERJA RUAS JALAN KAHARUDDIN NASUTION KOTA PEKANBARU

Pada ruas jalan ini selalu mengalami kemacetan pada jam-jam puncak sekolah dan kuliah sehingga terjadinya peningkatan volume lalu lintas serta kurangnya kedisiplinan pengguna Jalan Kaharuddin Nasution yang bisa dikategorikan mahasiswa dan siswa juga menyebabkan tingkan kecelakaan bertambah yakni banyaknya pengguna jalan yang melawan arah dikarenakan jarak yang di tempuh lebih dekat. Jam puncak terjadi pada saat jam sore dikarenakan jam pulang sekolah, jam pulang kantor, jam pulang kuliah menjadi satu sehingga kemacetan tidak dapat dihindarkan lagi. Hal-hal ini juga terjadi karena kecenderungan pengguna jalan memakai kendaraan pribadi dibanding menggunakan kendaraan umum.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL PASAR KERABUT KOTA PANGKALPINANG

ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL PASAR KERABUT KOTA PANGKALPINANG

Dari hasil analisis kinerja simpang tak bersinyal pada Simpang Empat Gedung Nasional Pangkalpinang pada jam puncak sore dengan tingkat pelayanan B (≤ 0,54) yang menunjukkan lalu lintas dalam kondisi stabil, terlihat pada nilai derajat kejenuhan (DS) = 0,528 sehingga nilai ini lebih kecil dari nilai derajat kejenuhan yang disarankan oleh MKJI 1997 untuk simpang tak bersinyal yaitu DS = 0,77. Adapun nilai Tundan (D) = 9,730 det/smp dan Peluang Antrian (QP) = 12% - 26% .Adapun permasalahan di simpang tersebut adanya pasar di area simpang tersebut oleh karna itu harus adanya penertipan pasar.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

"EVALUASI KELAYAKAN TERMINAL BUS INDUK TERPADU MANGKANG (TINJAUAN : KARAKTERISTIK OPERASIONAL TERMINAL) " - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

"EVALUASI KELAYAKAN TERMINAL BUS INDUK TERPADU MANGKANG (TINJAUAN : KARAKTERISTIK OPERASIONAL TERMINAL) " - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

xii DAFTAR TABEL Tabel 4.1 Jaringan Jalan Yang Dilalui Pada Jam Puncak Oleh Kendaraan Jenis Bus………43 Tabel 4.2 Pembebanan Jaringan Jalan Pada Jam Puncak Oleh Kendaraan Bus Dalam Ko[r]

14 Baca lebih lajut

MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS RUAS – RUAS JALAN DI KAWASAN JATINGALEH SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS RUAS – RUAS JALAN DI KAWASAN JATINGALEH SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Halaman Tabel 2. 1. Nilai Rasio Arus Jam Puncak (k) ........................................................ II-23 Tabel 2. 2. Nilai Standar untuk Komposisi Lalu lintas ......................................... II-24 Tabel 2. 3. Faktor Ekivalen Kendaraan Jalan Perkotaan Tak Terbagi .................. II-25 Tabel 2. 4. Faktor Ekivalen Kendaraan Jalan Perkotaan Terbagi dan Satu Arah . II-25 Tabel 2. 5. Kelas Hambatan Samping untuk Jalan Perkotaan .............................. II-26 Tabel 2. 6. Kecepatan Arus Bebas Dasar (FV 0 ) untuk Jalan Perkotaan ............... II-28
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

KAJIAN PENERAPAN REKAYASA LALU LINTAS SI

KAJIAN PENERAPAN REKAYASA LALU LINTAS SI

Hasil penelitian simpang tiga bersinyal Straat A Kota Kupang yang dilakukan oleh Frans (2014), menyimpulkan bahwa kondisi kinerja simpang berada pada tingkat pelayanan F. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada penelitian ini dilakukan rekayasa lalu lintas berupa penerapan sistem lalu lintas satu arah pada simpul simpang tiga Straat A tersebut, yang meliputi ruas jalan A.Yani, Jalan Flores, dan Jalan Sumba. Pengolahan dan analisa data menggunakan MKJI 1997. Hasil penelitian menunjukkan kinerja Simpang Tiga Straat A dengan penerapan sistem lalu lintas satu arah dikategorikan dalam tingkat pelayanan B yaitu arus stabil, kepadatan rendah, pengemudi masih punya cukup kebebasan memilih kecepatan. Kinerja lalulintas pada ruas jalan yang dipengaruhi adalah ruas jalan A. Yani dengan volume kendaraan maksimum jam puncak 1.646 smp/jam, hambatan samping tergolong sedang, kecepatan aktual 48 km/jam, derajat kejenuhan 0,48 dan tingkat pelayanan C; Pada ruas jalan Sumba, volume kendaraan maksimum jam puncak 1.509 smp/jam, hambatan samping sedang, kecepatan aktual 50 km/jam, derajat kejenuhan 0,48 dan tingkat pelayanan C; Ruas Jalan Flores, volume kendaraan maksimum jam puncaknya adalah 1.342,9 smp/jam, hambatan samping sedang, kecepatan aktual 44 km/jam, derajat kejenuhan 0,48 serta tingkat pelayanan C. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem lalu lintas satu arah pada simpang tiga Straat A layak dilakukan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...