Jaminan Pensiun

Top PDF Jaminan Pensiun:

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan program: a) Jaminan Hari Tua (JHT), b) Jaminan Pensiun (JP), c) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan d) Jaminan Kematian (JK). Lain halnya dengan DPLK. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) merupakan Dana Pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri. Suatu perusahaan dapat mengikutsertakan karyawannya ke dalam program DPLK. Kekayaan DPLK pada dasarnya terpisah dari perusahaan penyelaggara DPLK, baik bank atau asuransi jiwa. DPLK adalah amanat UU No. 11/1992 tentang Dana Pensiun. Karena BPJS Ketenagakerjaan dan DPLK bersifat komplementer atau saling melengkapi sebagai bagian dari fasilitas program kesejahteraan karyawan. BPJS Ketenagakerjaan bersifat wajib, sedangkan DPLK bersifat sukarela. Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan melalui program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Program Pensiun (JP) akan mengimplementasikan program jaminan sosial dengan prinsip memberikan perlindungan dasar dan layak, sedangkan DPLK lebih mengedepankan manfaat kesejahteraan karyawan yang maksimum (on top). Apalagi saat ini, Jaminan Pensiun (JP) yang akan dikelola BPJS Ketenagakerjaan mulai 1 Juli 2015 belum diikuti dengan “kepastian” Peraturan Pemerintah (PP)
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

Peraturan pemerintah ini merupakan turunan dari undang-undang (UU) nomor 40 tahun 2004 dan turunan dari UU nomor 24 tahun 2011, maka munculah peraturan pemerintah (PP) nomor 45 tahun 2015 tentang program jaminan pensiun. Program jaminan pensiun bisa disebut defined benefit atau disebut juga program pensiun manfaat pasti. Dan program pensiun manfaat pasti ini, berbeda dengan program lain yang dikenal oleh masyarakat dengan nama iuran pasti. Kalau manfaat pasti, manfaatnya sudah dipastikan. Sedangkan kalau iuran pasti itu, mirip seperti tabungan dan bersifat individual. kebijakan program jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan tidak akan tumpang tindih dengan perusahaan yang sudah memberlakukan jaminan serupa. Karena target dari program jaminan pension BPJS Ketenagakerjaan adalah karyawan baru atau pekerja yang belum mendapatkan jaminan pensiun. Apalagi bentuk jaminan yang diberlakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan hanya bersifat perlindungan dasar. 2
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

Jaminan Pensiun adalah jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Dalam penulisan skripsi ini yang menjadi permasalahan adalah pengaturan penyelenggaraan program jaminan pensiun, akibat hukum kepada perusaaan atas keterlambatan membayar iuran jaminan pensiun dan perubahan yang terjadi dengan pengaturan jaminan pensiun yang diatur Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS yang sekarang.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

Skripsi ini berjudul “Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun Di PTPN III”. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih mempunyai kelemahan dan kekurangan baik dari segi penulisan maupun dari segi materi. Hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis. Penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya konstruktif dari pembaca demi kesempurnaan dan perbaikan skripsi ini di masa mendatang.

9 Baca lebih lajut

Strategi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan KCP Pangkep dalam Menyosialisasikan Program Jaminan Pensiun - Repositori UIN Alauddin Makassar

Strategi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan KCP Pangkep dalam Menyosialisasikan Program Jaminan Pensiun - Repositori UIN Alauddin Makassar

1. Strategi komunikasi yang digunakan BPJS Ketenagakerjaan KCP Pangkep dalam menyosialisasikan program jaminan pensiun yakni dengan mengenal atau menentukan target audiensnya, menyusun pesan dalam hal ini UU BPJS Ketenagakerjaan, Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK), Visi dan Misi BPJS Ketenagakerjaan, manfaat program jaminan pensiun, tatacara pendaftaran, sanksi apabila ada perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya di program jaminan pensiun, Metode sosialisasi berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan dinas sosial dan tenagakerja, dan hal pemanfaatan media masih bergantung pada media yang digunakan BPJS Ketenagakerjaan Pusat.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

mejadi hal yang wajar dinikmati oleh pemerintah atas pelaksanaan BPJS Kesehatan. Namun, yang paling penting adalah komitment dari pemerintah untuk menerapkan System Jaminan Sosial Nasional kepada warga Negaranya telah mulai diterapkan, walaupun menunggu waktu sejak tahun 2004 lahirnya Undang-undang SJSN. Komitment tersebut dibuktikan lagi dengan berlakunya secara efektif BPJS Ketenagakerjaan sejak tanggal 1 Juli 2015, dengan tambahan program jaminan pensiun. Pro kontra pun terjadi mulai dari terlalu mendesaknya pengeluaran regulasi, hingga sosialisasi yang dirasa kurang, ditambah dengan aturan kontroversial mengenai Jaminan Hari Tua (JHT), yang berubah drastis. Jika sebelumnya JHT dapat diambil oleh karyawan yang resign, ataupun kena PHK dengan masa keja minimal 5 tahun dan masa tunggu 1 bulan, dirubah menjadi dapat diambil minimal dengan masa kerja 10 tahun dan itupun tidak dapat diambil secara keseluruhan, hanya 10 -30% maksimal dapat diambil dari dana yang telah dimiliki. Dan sisanya baru dapat diambil saat usia Pensiun 56 tahun.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Program Jaminan Pensiun pada PT. Perkebunan Sumatera Utara Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS

Pelaksanaan Program Jaminan Pensiun pada PT. Perkebunan Sumatera Utara Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS

Pemerintah membentuk UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang selanjutnya disebut BPJS untuk menyelenggarakan jaminan sosial. Undang-Undang BPJS membentuk dua badan penyelenggara yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan berfungsi menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan pensiun. Jaminan Pensiun adalah mempertahankan kehidupan yang layak pada saat peserta kehilangan atau berkurang penghasilannya karena memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total tetap. Adapun yang menjadi rumusan masalah penulisan ini adalah bagaimana program jaminan sosial ketenagakerjaan dalam sistem jaminan sosial nasional di Indonesia, bagaimana pengaturan program jaminan pensiun sebagai bagian dari jaminan sosial ketenagakerjaan, dan yang terakhir bagaimana pelaksanaan program jaminan pensiun pada PT. Perkebunan Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

pp 45 2015 jaminan pensiun bpjs

pp 45 2015 jaminan pensiun bpjs

Dalam hal terjadi perubahan data Upah, jumlah Pekerja, alamat kantor, dan perubahan data lainnya terkait penyelenggaraan Jaminan Pensiun, Pemberi Kerja selain penyelenggara negara wajib menyampaikan perubahan data tersebut kepada BPJS Ketenagakerjaan paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak terjadi perubahan data.

17 Baca lebih lajut

Media Coverage Jaminan Pensiun

Media Coverage Jaminan Pensiun

Media Coverage Jaminan Pensiun, 1 Juli 2015.[r]

3 Baca lebih lajut

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun di PTPN III

Asep Ahmad Saefuloh, Achmad Sani Alhusain, Sahat Aditua F. Silalahi, T. Ade Surya, dan Achmad Wirabrata, Kebijakan Pengelolaan Dana Pensiun Sektor Korporasi, P3DI Bidang Ekonomi dan Kebijakan Publik, Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, Vol. 6 No. 1, Juni 2015

4 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Retribusi Pendapatan Di BPJS Ketenagakerjaan

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Retribusi Pendapatan Di BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan diamanatkan untuk menyelenggarakan Program Jaminan Pensiun sesuai UU Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pasal 6 ayat (2). Jaminan pension adalah jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

90 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN JAMINAN KETENAGAKERJAAN YANG DISELENGGARAKAN BAGI PEKERJA PT. GALANG PRESS YOGYAKARTA.

PELAKSANAAN JAMINAN KETENAGAKERJAAN YANG DISELENGGARAKAN BAGI PEKERJA PT. GALANG PRESS YOGYAKARTA.

2. Faktor-faktor yang menjadi kendala pelaksanaan Jaminan Ketenagakerjaan yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja di PT Galang Press Yogyakarta yaitu pertama, pandangan pekerja dan Perusahaan Galang Press Yogyakarta masih belum memahami manfaat dari jaminan hari tua serta jaminan pensiun. Adapula pemahaman bahwa jaminan hari tua dengan jaminan pensiun merupakan program jaminan yang serupa. Kedua, faktor yang menjadi kendala pelaksanaan jaminan pensiun yang diselenggarakan BPJS ketenagakerjaan bagi pekerja PT Galang Press Yogyakarta mengenai iuran jaminan pensiun yang wajib dibayarkan setiap bulan sebesar 3% dari upah per bulan dirasa masih memberatkan perusahaan karena iuran sebesar 3% sebagaimana dimaksud wajib ditanggung bersama oleh Pemberi Kerja selain penyelenggara negara dan Peserta dengan ketentuan 2% dari upah ditanggung oleh Pemberi Kerja selain penyelenggara negara dan 1% dari upah ditanggung oleh pekerja Sesuai dengan Pasal 1 Lembaran Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Pogram Jaminan Pensiun yaitu Jaminan Sosial ini bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/ atau ahli warisnya dengan memberikan
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Progam Pensiun, Jaminan Kesehatan Kerja, dan Jaminan Kecelakaan Kerja terhadap Semangat Kerja Karyawan Yayasan Unggul Khairul Ummah Medan

Pengaruh Progam Pensiun, Jaminan Kesehatan Kerja, dan Jaminan Kecelakaan Kerja terhadap Semangat Kerja Karyawan Yayasan Unggul Khairul Ummah Medan

Pada UU No.40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dicita-citakan bahwa pada suatu saat seluruh penduduk Indonesia akan memiliki Jaminan Pensiun yang dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Menurut Wursanto (2001:134) menyatakan bahwa : “Program pensiun adalah pembayaran dana pensiun yang diberikan sebagai jaminan hari tua dan sebagai penghargaan kepada karyawan atas jasa- jasanya selama bekerja”. Menurut Mathis dan Jackson (2002:214) menyatakan bahwa : “Program pensiun adalah tunjangan pensiun yang ditetapkan dan didanai oleh pengusaha dan karyawan”.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional - [PERATURAN]

Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional - [PERATURAN]

Dalam Undang-Undang ini diatur penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua, dan jaminan kematian bagi seluruh penduduk melalui iuran wajib pekerja. Program- program jaminan sosial tersebut diselenggarakan oleh beberapa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dalam Undang-Undang ini adalah transformasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang sekarang telah berjalan dan dimungkinkan membentuk badan penyelenggara baru sesuai dengan dinamika perkembagan jaminan sosial.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PEMBERIAN  KREDIT  DENGAN JAMINAN SURAT KEPUTUSAN PENSIUN   Pelaksanaan Pemberian Kredit Dengan Jaminan Surat Keputusan Pensiun (Studi Pada Bank Jateng Cabang Surakarta).

PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT DENGAN JAMINAN SURAT KEPUTUSAN PENSIUN Pelaksanaan Pemberian Kredit Dengan Jaminan Surat Keputusan Pensiun (Studi Pada Bank Jateng Cabang Surakarta).

Cara pihak Bank Jateng untuk menarik minat debitor untuk mau melakukan perjanjian kredit jaminan pensiun yaitu dengan cara mengadakan sosialisasi ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kota Surakarta melalui cara mempromosikan Bank Jateng kepada para pensiunan. Bank Jateng saat ini tidak terikat kepada Intansi di Kota Surakarta yang saat ini sudah melakukan kerjasama dengan Bank Jateng Surakarta dalam hal permohonan kredit dengan jaminan pensiun, jadi tergantung para pensiunan sendiri-sendiri. Instansi di Kota Surakarta tidak menyarankan atau mewajibkan para pensiunannya ikut mengajukan permohonan kredit di Bank Jateng. Hambatan-hambatan yang dilihat pihak Bank Jateng dalam memberikan fasilitas pemberian kredit dengan jaminan pensiun kepada pemohon hanya mengenai presentase pemberian kredit jika melebihi 75% dapat dilampirkan gaji dari istri/suami yang masih aktif bekerja dan masih memperolah pendapatan lain, maka pihak Bank Jateng harus lebih selektif karena dapat terjadi debitur melakukan manipulasi besarnya pendapatan yang diterimanya. 11
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

UU Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

UU Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Dalam Undang-Undang ini diatur penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua, dan jaminan kematian bagi seluruh penduduk melalui iuran wajib pekerja. Program-program jaminan sosial tersebut diselenggarakan oleh beberapa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dalam Undang- Undang ini adalah transformasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang sekarang telah berjalan dan dimungkinkan membentuk badan penyelenggara baru sesuai dengan dinamika perkembagan jaminan sosial.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PEMBERIAN  KREDIT  DENGAN JAMINAN SURAT KEPUTUSAN PENSIUN   Pelaksanaan Pemberian Kredit Dengan Jaminan Surat Keputusan Pensiun (Studi Pada Bank Jateng Cabang Surakarta).

PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT DENGAN JAMINAN SURAT KEPUTUSAN PENSIUN Pelaksanaan Pemberian Kredit Dengan Jaminan Surat Keputusan Pensiun (Studi Pada Bank Jateng Cabang Surakarta).

(SOR), dan Collateral). Kemudian setelah dilakukan penilaian, Bank Jateng Cabang Surakarta membuat perjanjian kredit dengan jaminan SK pensiun dengan debitur. Setelah terjadi kesepakatan dalam perjanjian kemudian Bank Jateng Cabang Surakarta melakukan pencairan kredit sebesar yang diperjanjikan. 2) Tindakan yang dilakukan oleh Bank apabila debitur meninggal dunia sebelum jangka waktu pelunasan perjanjian kredit berakhir yaitu Bank Jateng dalam pemberian kredit dengan jaminan SK Pensiun bekerjasama dengan pihak asuransi untuk melunasi seluruh hutang dari debitur. Pihak bank melalui pihak asuransi yang bertanggungjawab dalam melunasi hutang debitur yang meninggal dunia sebelum jangka waktu pelunasan perjanjian kredit berakhir.Apabila pemohon meminta kredit selama 2 tahun lalu pemohon 1 tahun sudah meninggal dunia, maka selebihnya pihak asuransilah yang akan melunasi perjanjian kredit tersebut. Batas usia maksimum yang ditetapkan oleh pihak Bank Jateng terhadap usia pemohon pengajuan kredit dengan jaminan pensiun adalah berumur 70 tahun
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UU NO 40 2004 SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL

UU NO 40 2004 SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL

Dalam Undang-Undang ini diatur penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua, dan jaminan kematian bagi seluruh penduduk melalui iuran wajib pekerja. Program-program jaminan sosial tersebut diselenggarakan oleh beberapa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dalam Undang-Undang ini adalah transformasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang sekarang telah berjalan dan dimungkinkan membentuk badan penyelenggara baru sesuai dengan dinamika perkembangan jaminan sosial.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Kumpulan Peraturan Perundangan Pendidikan   From Baladul With IT

Kumpulan Peraturan Perundangan Pendidikan From Baladul With IT

Dalam Undang-Undang ini diatur penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua, dan jaminan kematian bagi seluruh penduduk melalui iuran wajib pekerja. Program- program jaminan sosial tersebut diselenggarakan oleh beberapa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dalam Undang-Undang ini adalah transformasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang sekarang telah berjalan dan dimungkinkan membentuk badan penyelenggara baru sesuai dengan dinamika perkembagan jaminan sosial.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jamin Pensiun

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jamin Pensiun

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menetapkan 2 (dua) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk melaksanakan program jaminan sosial nasional. BPJS Kesehatan melaksanakan program jaminan kesehatan sedangkan BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan Jaminan Pensiun bagi Pemberi Kerja selain penyelenggara negara dan Pekerja penerima Upah.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Show all 8423 documents...