Jenis Limbah Industri Elektroplating dan Bahayanya

Top PDF Jenis Limbah Industri Elektroplating dan Bahayanya:

Pengolahan Limbah Industri Elektroplating Dengan Proses Koagulasi Flokulasi

Pengolahan Limbah Industri Elektroplating Dengan Proses Koagulasi Flokulasi

Beberapa proses penghilangan kandungan logam berat dapat dilakukan melalui proses pengolahan secara kimia seperti dengan presipitasi (pengendapan), adsorpsi (penyerapan), filtrasi (penyaringan) dan koagulasi. Pengolahan kimia yang biasa dilakukan yaitu melalui proses pengendapan dengan proses koagulasi-flokulasi dengan koagulan yang beragam. Koagulasi flokulasi merupakan metode yang efektif untuk pengolahan limbah industri yang mengandung logam berat, karena dengan metode ini akan terjadi pemisahan antara endapan dan beningan. Metode pengendapan dengan koagulasi dipilih karena dalam limbah elektroplating terdapat konstituen kimia seperti kation-kation yang dapat diubah menjadi bentuk senyawa tak larut dengan menambahkan bahan pengendap (Sugeng, 2010). Pada metode ini biasanya digunakan suatu koagulan sintetik. Koagulan yang umumnya dipakai adalah kapur (Matra dan Zainus, 2011), garam-garam aluminium seperti aluminium sulfat (Eva dan Andri, 2009), garam-garam besi seperti ferri sulfat (Prayitno
Show more

8 Read more

Pengolahan Limbah Industri Elektroplating Dengan Proses Koagulasi Flokulasi

Pengolahan Limbah Industri Elektroplating Dengan Proses Koagulasi Flokulasi

Beberapa proses penghilangan kandungan logam berat dapat dilakukan melalui proses pengolahan secara kimia seperti dengan presipitasi (pengendapan), adsorpsi (penyerapan), filtrasi (penyaringan) dan koagulasi. Pengolahan kimia yang biasa dilakukan yaitu melalui proses pengendapan dengan proses koagulasi-flokulasi dengan koagulan yang beragam. Koagulasi flokulasi merupakan metode yang efektif untuk pengolahan limbah industri yang mengandung logam berat, karena dengan metode ini akan terjadi pemisahan antara endapan dan beningan. Metode pengendapan dengan koagulasi dipilih karena dalam limbah elektroplating terdapat konstituen kimia seperti kation-kation yang dapat diubah menjadi bentuk senyawa tak larut dengan menambahkan bahan pengendap (Sugeng, 2010). Pada metode ini biasanya digunakan suatu koagulan sintetik. Koagulan yang umumnya dipakai adalah kapur (Matra dan Zainus, 2011), garam-garam aluminium seperti aluminium sulfat (Eva dan Andri, 2009), garam-garam besi seperti ferri sulfat (Prayitno
Show more

8 Read more

Pengolahan Limbah Industri Elektroplating dengan Proses Koagulasi Flokulasi

Pengolahan Limbah Industri Elektroplating dengan Proses Koagulasi Flokulasi

terjadi reaksi yang saling berhubungan antara proses pengolahan dengan koagulan Na 3 PO 4 secara langsung dan proses pengendapan karena adanya gaya tarik inti flok. Tipe endapan yang dihasilkan pada proses koagulasi dan flokulasi menggunakan koagulan Na 3 PO 4 adalah endapan dengan jenis kristal. Pada jenis ini, endapan yang terbentuk memiliki ukuran yang lebih halus, lebih berdekatan dengan warna endapan kehijauan. Natrium Fosfat merupakan suatu koagulan yang berkerja pada pH optimal antara pH 5 sampai dengan pH 8 (Reynold, 1982). Pada percobaan didapatkan pH optimal untuk setiap logam yaitu pada pH 7 dan 8 dengan rasio massa koagulan dan limbah optimal berbeda untuk setiap logamnya. Untuk penerapan dalam pengolahan limbah
Show more

10 Read more

teknik pengolahan limbah elektroplating dengan pemanfaatan kembali limbah elektroplating

teknik pengolahan limbah elektroplating dengan pemanfaatan kembali limbah elektroplating

yang lain, para pengrajin tidak mengontrol pH limbah yang sudah diolah, karena keasaman limbah terolah yang boleh dibuang ke badan air dengan pH antara 6-8 (Purwanto & Huda, 2005). Jika ditinjau dari endapan yang terkumpul yang ditimbun di tanah atau ditampung di septic tank, hal ini dimungkinkan masih menyebabkan pencemaran karena logam-logam maupun spesies kimia lain yang terendapkan dapat merembes terbawa air hujan dan masuk ke sumur warga atau ke badan air. Peninjauan-peninjauan tentang efek dari pembuangan limbah tersebut masih banyak dan memerlukan kesadaran pengrajin maupun masyarakat untuk menciptakan industri yang ramah lingkungan.
Show more

9 Read more

BIOREMOVAL KROMIUM OLEH KONSORSIUM BAKTERI PADA LIMBAH SINTETIK INDUSTRI ELEKTROPLATING

BIOREMOVAL KROMIUM OLEH KONSORSIUM BAKTERI PADA LIMBAH SINTETIK INDUSTRI ELEKTROPLATING

Logam berat merupakan salah satu polutan paling berbahaya yang dihasilkan dari limbah industri. Industri elektroplating merupakan salah satu industri yang menghasilkan logam berat diantaranya adalah kromium (Cr). Secara alami, terdapat bakteri yang resisten terhadap logam berat karena memiliki kemampuan untuk melakukan bioakumulasi dimana kemampuan tersebut dapat diteliti lebih lanjut untuk pengembangan metode pengolahan limbah secara biologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efisiensi bioremoval logam berat Cr pada limbah sintetik industri elektroplating oleh konsorsium bakteri dan mengkaji viabilitasnya. Konsorsium bakteri yang digunakan terdiri dari isolat bakteri Bacillus cereus ATCC 1178, B. cereus ATCC 9632, Pseudomonas aeruginosa NTCC 23853 dan P. aeruginosa Wild Type. Penelitian dengan cara batch dilakukan selama 3 hari. Efisiensi bioremoval di ukur dengan menggunakan metode spektrofotometri. Viabilitas bakteri diukur berdasarkan nilai Optical Density (OD) dari kultur. Hasil pengukuran efisiensi bioremoval logam Cr menunjukkan hasil sebesar 82.0%, 44.4% dan 26.6% berturut-turut untuk konsentrasi Cr 10 mg/L, 50 mg/L dan 100 mg/L. Hasil pengukuran OD menunjukkan bahwa konsorsium bakteri viabel pada limbah sintetik mengandung logam Cr dengan viabilitas yang menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi logam Cr.
Show more

6 Read more

ADSORPSI LOGAM BERAT PADA LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN KULIT TELUR.

ADSORPSI LOGAM BERAT PADA LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN KULIT TELUR.

Salah satu ancaman perusakan lingkungan saat ini adalah pencemaran limbah cair. Limbah cair elektroplating adalah salah satu ancaman tersebut dimana dapat mencemari lingkungan dan merusakan kesehatan bahkan dapat berujung pada kematian karena mengandung unsur-unsur logam berat. Cangkang telur yang merupakan limbah dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai bahan pengolah limbah untuk mengganti bahan kimia yang juga membantu upaya industri bersih. Dalam penelitian ini di coba suatu metode adsorpsi menggunakan limbah cangkang telur sebagai adsorben untuk menjerap limbah cair electroplating yang mengandung logam berat sebagi adsorbat. Dengan proses adsorpsi cangkang telur sebagai adsorben dibedakan atas beberapa ukuran (mesh) yaitu 10, 30, 60 dan 100 mesh dengan variasi waktu kontak 30, 60, 90, 120 menit sebagai variabel bebas dalam penelitian dan kecepatan pengadukan sebagai variabel tetap. Limbah cair yang digunakan adalah limbah electroplating yang mengandung logam berat Pb sebesar 35,80 mg/l. Sistem yang digunakan dalam penelitian studi adsorpsi ini adalah menggunakan system batch.
Show more

47 Read more

SPESIASI Cr(III) DAN Cr(VI) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING

SPESIASI Cr(III) DAN Cr(VI) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING

Limbah dari industri kimia pada umumnya mengandung berbagai macam unsur logam berat yang mempunyai sifat akumulatif dan beracun seperti kromium, kadmium, tembaga, timbal, mangan, nikel, seng dan besi. Pada konsentrasi yang rendah, efek ion logam berat dapat berpengaruh langsung hingga terakumulasi pada rantai makanan. Logam berat tersebut dapat ditransfer dalam jangkauan yang sangat jauh di lingkungan, selanjutnya berpotensi mengganggu kehidupan biota lingkungan dan akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan manusia walaupun dalam jangka waktu yang lama dan jauh dari sumber polusi utamanya (Suhendrayatna, 2001).
Show more

6 Read more

Pengolahan Air Limbah Industri Elektroplating Dengan Elektrokoagulasi Menggunakan Elektroda Fe

Pengolahan Air Limbah Industri Elektroplating Dengan Elektrokoagulasi Menggunakan Elektroda Fe

merupakan salah satu industri yang cukup berkembang dustri elektroplating berbahaya karena mengandung ban kadmium, tembaga, dan sebagainya. Sampai saat ini su ktroplating seperti presipitasi, mikroorganisme, ultrafilt ode-metode tersebut memiliki kelemahan seperti meng ang dibutuhkan, dan sulit direalisasikan di skala industr f adalah melalui metode elektrokoagulasi. Pada pene ai limbah sintetik dan diujikan pula pada air limba si ini akan diteliti lebih lanjut dengan mempelaja a rapat arus terhadap TDS akhir larutan. Pada air li pat arus terhadap TDS akhir limbah. Elektroda yang d nelitian diperoleh bahwa pada konsentrasi awal larut an TDS removal yang lebih tinggi (77,78%) daripada ko na pada rentang waktu yang sama jumlah Fe 2+ yang dih
Show more

6 Read more

PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING DENGAN ELEKTROKOAGULASI MENGGUNAKAN ELEKTRODA Fe

PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING DENGAN ELEKTROKOAGULASI MENGGUNAKAN ELEKTRODA Fe

Elektroplating adalah proses pelapisan bahan padat dengan lapisan logam menggunakan bantuan arus listrik melalui suatu elektrolit. Elektroplating merupakan salah satu kegiatan industri yang dapat Air limbah yang dihasilkan dari logam terlarut seperti kromium, nikel, Limbah cair yang dihasilkan tadi tentu memerlukan treatment khusus untuk mengolah limbah elektroplating. Berbagai metode yang tersedia untuk mengurangi logam berat tadi antara lain presipitasi, mikroorganisme, ultrafiltrasi, ipitasi bisa dilihat sebagai metode paling ekonomis. Namun presipitasi juga mampu menghasilkan limbah dari bahan kimia yang ditambahkan di dalamnya (Akbal dan Camci, metode lain pun memiliki kelemahan di antaranya besarnya biaya yang dibutuhkan dan sulit Elektrokoagulasi merupakan salah satu metode yang efisien dan mudah dalam pengoperasiannya untuk mengurangi kadar logam berat melalui reaksi elektrolisis dan tidak dibutuhkan penambahan koagulan (Nouri dkk., 2010). Pengolahan limbah elektroplating menggunakan elektrokoagulasi mampu menurunkan konsentrasi Cu, Ni, dan Cr pada konsentrasi paling rendah (Akbal dan Camci, 2010). Dari merupakan metode pengolahan limbah Dalam penelitian ini akan dipelajari pengaruh waktu operasi terhadap TDS limbah sintetik pada pengaruh rapat arus terhadap TDS limbah sintetik maupun
Show more

6 Read more

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING DENGAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN AZOLLA MICROPHYLLA

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING DENGAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN AZOLLA MICROPHYLLA

berat basah tanaman Seperti yang diungkapkan Reed (2005), salah satu proses fitoremediasi adalah rhizofiltrasi yang merupakan pemanfaatan kemampuan akar tanaman untuk menyerap, mengendapkan, mengakumulasi polutan atau logam berat dari aliran limbah. Akar berfungsi sebagai organ penyerap dan penyalur unsur-unsur hara sehingga akumulasi logam dan bahan lainnya akan lebih tinggi pada akar dibandingkan pada daun. Sehingga yang memiliki pengaruh dominan terhadap degradasi senyawa organik dalam air limbah elektroplating adalah akar tanaman. Jumlah akar yang tidak sama akan menyebabkan variasi absorbansi. Berat basah tanaman dan kadar BOD memiliki korelasi negatif yaitu 0,115 . Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai berat basah tanaman, maka kadar BOD dalam air limbah elektroplating semakin kecil dan tidak signifikan.
Show more

9 Read more

SKRIPSI ADSORPSI LOGAM BERAT PADA LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN KULIT TELUR

SKRIPSI ADSORPSI LOGAM BERAT PADA LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN KULIT TELUR

Salah satu ancaman perusakan lingkungan saat ini adalah pencemaran limbah cair. Limbah cair elektroplating adalah salah satu ancaman tersebut dimana dapat mencemari lingkungan dan merusakan kesehatan bahkan dapat berujung pada kematian karena mengandung unsur-unsur logam berat. Cangkang telur yang merupakan limbah dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai bahan pengolah limbah untuk mengganti bahan kimia yang juga membantu upaya industri bersih. Dalam penelitian ini di coba suatu metode adsorpsi menggunakan limbah cangkang telur sebagai adsorben untuk menjerap limbah cair electroplating yang mengandung logam berat sebagi adsorbat. Dengan proses adsorpsi cangkang telur sebagai adsorben dibedakan atas beberapa ukuran (mesh) yaitu 10, 30, 60 dan 100 mesh dengan variasi waktu kontak 30, 60, 90, 120 menit sebagai variabel bebas dalam penelitian dan kecepatan pengadukan sebagai variabel tetap. Limbah cair yang digunakan adalah limbah electroplating yang mengandung logam berat Pb sebesar 35,80 mg/l. Sistem yang digunakan dalam penelitian studi adsorpsi ini adalah menggunakan system batch.
Show more

16 Read more

PENURUNAN LOGAM CADMIUM (Cd) AIR LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING DENGAN PSEUDOMONAS FLUORESCENS.

PENURUNAN LOGAM CADMIUM (Cd) AIR LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING DENGAN PSEUDOMONAS FLUORESCENS.

terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis. Kadmium, timbal dan merkuri merupakan the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Kontaminasi ini akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya usaha eksplotasi berbagai sumber alam di mana logam berat terkandung di dalamnya. Berbasis pada wawasan kita terhadap resiko polusi lingkungan oleh ion logam berat, hal ini menyebabkan kita mau tidak mau harus memperbaiki kembali perhatian kita terhadap sistem pengolahan limbah logam-logam berat tersebut.
Show more

54 Read more

Pengambilan Logam Cr6+ Dan Cr Total Dari Limbah Industri Elektroplating Secara Elektrokogulasi

Pengambilan Logam Cr6+ Dan Cr Total Dari Limbah Industri Elektroplating Secara Elektrokogulasi

Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mempelajari metode elektrokoagulasi menggunakan elektroda aluminium serta pengaruh lama waktu pengadukan dan kecepatan pengaduk terhadap pengambilan kadar Cr 6+ dan Cr total. Elektrokoagulasi ini mengolah limbah cair elektroplating dengan dialiri listrik supaya ion-ion yang ada pada limbah terserap oleh koagulan pengikat yang di lepaskan dari elektroda sehingga akan terjadi ikatan antara ion-ion logam dengan koagulan. Variasi kecepatan pengaduk yaitu 200, 400 dan 600 rpm, sedangkan lama waktu pengadukan 25, 50 dan 75 menit. Berdasarkan hasil uji, setelah dilakukan analisis menunjukkan adanya penurunan yang cukup signifikan terhadap kadar Cr 6+ dan Cr total dalam limbah elektroplating tersebut,. Untuk Cr 6+ diperoleh penurunan sebesar 95,1% pada menit 50 dan kecepatan pengaduk 200 rpm, sedangkan Cr total diperoleh penurunan sebesar 82,69% pada menit 75 dan kecepatan pengaduk 600 rpm.
Show more

7 Read more

FITOREMEDIASI LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN AIR (Azolla microphylla)

FITOREMEDIASI LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN AIR (Azolla microphylla)

pencemaran kepada mikroorganisme dan lingkungannya baik dalam bentuk larutan, koloid maupun partikel lainnya. Krom heksavalen bersifat lebih toksik dari krom trivalen karena sifatnya yang lebih stabil (Nurhasni,2013). Selain Cr, limbah cair industri pelapisan logam mengandung logam berat antara lain Sn, Cr, Cd, Zn, Cu dan Ni. Limbah ini jika langsung dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan terlebih dahulu akan menimbulkan dampak negatif terhadap komponen-komponen lingkungan, sehingga akan menurunkan kualitas lingkungan. Dampak langsung yang ditimbulkan oleh air limbah industri pelapisan logam apabila tidak dikelola dengan benar adalah menurunnya kualitas badan air, dan dampak jangka panjangnya dapat memicu timbulnya penyakit kanker, karena sebagian besar bahan baku industri logam bersifat karsinogenik. (Widayat, 2010).
Show more

11 Read more

SKRIPSI ADSORPSI LOGAM BERAT PADA LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN KULIT TELUR

SKRIPSI ADSORPSI LOGAM BERAT PADA LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN KULIT TELUR

Salah satu ancaman perusakan lingkungan saat ini adalah pencemaran limbah cair. Limbah cair elektroplating adalah salah satu ancaman tersebut dimana dapat mencemari lingkungan dan merusakan kesehatan bahkan dapat berujung pada kematian karena mengandung unsur-unsur logam berat. Cangkang telur yang merupakan limbah dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai bahan pengolah limbah untuk mengganti bahan kimia yang juga membantu upaya industri bersih. Dalam penelitian ini di coba suatu metode adsorpsi menggunakan limbah cangkang telur sebagai adsorben untuk menjerap limbah cair electroplating yang mengandung logam berat sebagi adsorbat. Dengan proses adsorpsi cangkang telur sebagai adsorben dibedakan atas beberapa ukuran (mesh) yaitu 10, 30, 60 dan 100 mesh dengan variasi waktu kontak 30, 60, 90, 120 menit sebagai variabel bebas dalam penelitian dan kecepatan pengadukan sebagai variabel tetap. Limbah cair yang digunakan adalah limbah electroplating yang mengandung logam berat Pb sebesar 35,80 mg/l. Sistem yang digunakan dalam penelitian studi adsorpsi ini adalah menggunakan system batch.
Show more

16 Read more

Penurunan Kadar Cr (VI) Pada Limbah Cair Laboratorium Menggunakan Serbuk Besi Limbah Industri Elektroplating

Penurunan Kadar Cr (VI) Pada Limbah Cair Laboratorium Menggunakan Serbuk Besi Limbah Industri Elektroplating

* Email: titikindrawati65@yahoo.com ABSTRAK Limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan pengujian di laboratorium mengandung logam Cr(VI) bersifat sangat toksik dan berpotensi mencemari lingkungan. Untuk itu diperlukan suatu metode pengolahan yang sesuai dengan karakteristik limbah tersebut. Dalam penelitian ini dikaji penurunan kadar Cr(VI) menggunakan serbuk besi limbah industri electroplating. Tujuannya adalah untuk mendapatkan massa besi dan suhu optimum serta menentukan konstanta kesetimbangan adsorbsi menurut Freundlich dan Langmuir. Variabel bebas yang digunakan adalah massa besi dan suhu. Variasi massa besi yang digunakan yaitu 0,5 gr, 1 gr, 1,5 gr, 2 gr, 2,5 gr, sedangkan variasi suhu yaitu 30, 40 o C, 50 o C dan 56 o C. Variabel tetap yang digunakan adalah pH 2, waktu kontak 20 menit dan kecepatan pengadukan 120 rpm. Uji kadar Cr(VI) dilakukan dengan metode SNI 06-6989.53-2005. Dari hasil penelitian diketahui bahwa serbuk besi limbah elektroplating mampu menurunkan kadar Cr(VI) secara optimal pada penambahan massa besi sebanyak 2,0 yaitu rata-rata sebesar 89,0% pada berbagai variasi suhu. Suhu optimal yang dapat menurunkan kadar Cr(VI) yaitu suhu 56 o C dengan prosentase 85,55%. Pada penelitian ini diperoleh konstanta kesetimbangan Freundlich, K F adalah 4,1570 dan n adalah 0,5685 dengan kesalahan 7,68%, sedangkan konstanta kesetimbangan Langmuir, qmax adalah -0,0434 dan bl adalah -6,4994 dengan kesalahan sebesar 3,81%.
Show more

8 Read more

SKRIPSI PENURUNAN KADAR Cr(VI) PADA LIMBAH CAIR LABORATORIUM MENGGUNAKAN SERBUK BESI LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING

SKRIPSI PENURUNAN KADAR Cr(VI) PADA LIMBAH CAIR LABORATORIUM MENGGUNAKAN SERBUK BESI LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING

Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah SWT atas rahmat dan anugerahNya sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Tugas Akhir yang berjudul “ Penurunan Kadar Logam Cr(VI) Limbah Cair Laboratorium Menggunakan Serbuk Besi Limbah Industri Elektroplating” ini disusun untuk

10 Read more

Pemisahan Ion Kromium (VI) dan Nikel dari Limbah Industri Elektroplating dengan Proses Reverse Osmosis

Pemisahan Ion Kromium (VI) dan Nikel dari Limbah Industri Elektroplating dengan Proses Reverse Osmosis

tipis pelindung (biasanya logam) ke dalam permukaan logam yang telah dipersiapkan menggunakan proses elektrokimia [5]. Benda yang dikenai pelapisan harus merupakan konduktor [6]. Proses elektroplating terdiri dari pretreatment (pencucian, degreasing, dll), pelapisan, pembilasan, passivating, dan pengeringan. Dalam proses elektroplating, objek yang akan dilapisi biasanya digunakan sebagai katoda pada tangki elektrolit [5]. Jenis larutan elektrolit yang sering digunakan adalah asam, basa, dan ion kompleks seperti sianida. Skematik sel elektroplating dapat dilihat pada Gambar 1. Pelapisan nikel dan kromium secara umum bertujuan untuk membuat benda mempunyai permukaan yang lebih keras, mengkilap dan tahan terhadap korosi- karat [4]. Jasa plating krom pada kendaraan bermotor dan mobil dilakukan untuk skala kecil dan menengah. Skala industri besar dilakukan untuk sektor produksi seperti kursi, suku cadang kendaraan bermotor dan mobil, dan lain-lain [6].
Show more

58 Read more

KAJIAN PENYERAPAN LOGAM KHROM DARI LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN RESIN DOWEX SBR-P.

KAJIAN PENYERAPAN LOGAM KHROM DARI LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN RESIN DOWEX SBR-P.

Penelitian yang dilakukan secara batch ini mempelajari kemampuan resin anion Dowex SBR-P dalam mengadsorpsi ion logam Cr 6+ (%Adsorpsi). Bila penelitian ini berhasil diharapkan dapat memberikan informasi proses yang cukup efektif dan relatif murah dalam pengolahan air limbah industri. Di samping itu, hal itu dapat diminimalisasikan dampak pencemaran lingkungan khususnya yang diakibatkan oleh logam Cr 6+ .

11 Read more

PENURUNAN LOGAM CADMIUM (Cd) AIR LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN BAKTERI PSEUDOMONAS FLUORESCENS

PENURUNAN LOGAM CADMIUM (Cd) AIR LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN BAKTERI PSEUDOMONAS FLUORESCENS

Kadmium merupakan salah satu limbah yang dihasilkan oleh industri elektroplating PT. Maspion, Waru – Sidoarjo. Limbah ini jika dibuang ke lingkungan akan terakumulasi dan merusak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap makhluk hidup terutama manusia. Secara langsung, akumulasi logam berat dalam tubuh manusia dapat terjadi melalui sistem perairan yang tercemar untuk keperluan sehari – hari, sedangkan secara tidak langsung melalui rantai makanan seperti sayuran, ikan atau hewan yang sudah tercemar logam berat.

12 Read more

Show all 10000 documents...