joint replenishment

Top PDF joint replenishment:

PENENTUAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN DARAH DI BANK DARAH RUMAH SAKIT XYZ MENGGUNAKAN METODE JOINT REPLENISHMENT UNTUK MENINGKATKAN SERVICE LEVEL DETERMINATION OF BLOOD INVENTORY POLICY AT THE HOSPITAL BLOOD BANK XYZ USING JOINT REPLENISHMENT METHOD TO INCREASE

PENENTUAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN DARAH DI BANK DARAH RUMAH SAKIT XYZ MENGGUNAKAN METODE JOINT REPLENISHMENT UNTUK MENINGKATKAN SERVICE LEVEL DETERMINATION OF BLOOD INVENTORY POLICY AT THE HOSPITAL BLOOD BANK XYZ USING JOINT REPLENISHMENT METHOD TO INCREASE

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pelayanan berdasarkan kondisi aktual yang terjadi di BDRS XYZ. Metode yang digunakan untuk melakukan kebijakan persediaan produk darah adalah metode joint replenishment. Pemilihan metode tersebut karena suplier BDRS XYZ hanya satu suplier yaitu PMI kota Bandung sehingga sesuai dengan metode joint replenishment. Perhitungan menggunakan metode joint replenishment akan dihasilkan waktu reorder point yang sama untuk semua produknya. Selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah pemesanan optimal, maximum inventory, dan safety stock.

9 Baca lebih lajut

Perancangan Kebutuhan Bahan Baku dengan Menggunakan Teknik Lot Sizing Lot For Lot, Wagner Within, dan Joint Replenishment dalam Upaya Meminimisasi Biaya Persediaan (Studi Kasus di PT “X” Bandung)

Perancangan Kebutuhan Bahan Baku dengan Menggunakan Teknik Lot Sizing Lot For Lot, Wagner Within, dan Joint Replenishment dalam Upaya Meminimisasi Biaya Persediaan (Studi Kasus di PT “X” Bandung)

Langkah pertama adalah melakukan klasifikasi ABC dan menghitung elemen biaya pesan dan biaya simpan. Dalam perhitungan biaya pesan teknik lot sizing lot for lot dan Wagner Within dilakukan proses adjustment yaitu dengan menjumlahkan fix order cost dan variable order cost yang bergantung pada banyaknya item dipesan da lam satu supplier. Sedangkan untuk teknik joint replenishment dalam perhitungannya sudah memperhatikan multi items dalam satu supplier. Setelah diperoleh plan order release dari ketiga metode tersebut, perhitungan biaya persediaan dilakukan berdasarkan per item dan per supplier. Langkah terakhir adalah membandingkan biaya persediaan dari ketiga teknik tersebut.

7 Baca lebih lajut

Analisis Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Dengan Menggunakan Teknik Lot Sizing Lot For Lot, Wagner Within dan Joint Replenishment Dalam Upaya Meminimasi Biaya Persediaan Di PT."X", Bandung.

Analisis Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Dengan Menggunakan Teknik Lot Sizing Lot For Lot, Wagner Within dan Joint Replenishment Dalam Upaya Meminimasi Biaya Persediaan Di PT."X", Bandung.

Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan membuat perencanaan bahan baku menggunakan teknik lot sizing Lot for Lot, teknik lot sizing Wagner-Within, dan teknik lot sizing Joint Replenishment. Dari hasil teknik lot sizing Lot for Lot dan teknik lot sizing Wagner-Within, dalam perhitungan biaya pesan dilakukan proses adjustment, yaitu dengan menjumlahkan fix order cost dan beberapa variable order cost yang bergantung pada banyaknya item dipesan dalam satu supplier. Sedangkan untuk teknik lot sizing Joint Replenishment dalam perhitungannya sudah memperhatikan multi items dalam satu supplier, sehingga dalam perhitungan biaya pesan memperhatikan pemesanan secara bersamaan dalam satu supplier. Setelah diperoleh plan order release dari ketiga metode tersebut, perhitungan biaya persediaan dilakukan berdasarkan per item dan per supplier. Biaya persediaan yang dihitung dalam penelitian ini adalah biaya pesan dan biaya simpan. Dari perhitungan biaya persediaan dilakukan perbandingan biaya persediaan dari ketiga teknik tersebut. Teknik yang menghasilkan biaya persediaan lebih rendah dapat diusulkan untuk diterapkan oleh perusahaan.

164 Baca lebih lajut

PENENTUAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE JOINT REPLENISHMENT UNTUK MENINGKATKAN SERVICE LEVEL PADA DEPOT FARMASI RUMAH SAKIT XYZ BANDUNG DETERMINATION OF DRUG INVENTORY POLICY USING JOINT REPLENISHMENT METHOD TO INCREASE SERVICE LEVEL IN PHA

PENENTUAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE JOINT REPLENISHMENT UNTUK MENINGKATKAN SERVICE LEVEL PADA DEPOT FARMASI RUMAH SAKIT XYZ BANDUNG DETERMINATION OF DRUG INVENTORY POLICY USING JOINT REPLENISHMENT METHOD TO INCREASE SERVICE LEVEL IN PHA

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan usulan kebijakan persediaan obat yang diharapkan dapat meningkatkan service level dari depot farmasi Rumah Sakit XYZ. Kebijakan persediaan usulan berupa periodic review system yang didapatkan menggunakan metode joint replenishment. Metode ini digunakan karena obat yang ada di depot farmasi dipasok oleh beberapa supplier, dimana satu supplier dapat memasok lebih dari satu jenis obat pada satu kali pemesanan. Sebelum dilakukan perhitungan kebijakan persediaan, obat-obat yang ada pada depot farmasi diklasifikasikan berdasarkan analisis ABC dan Klasifikasi VED. Pengklasifikasian ini menghasilkan dua kelompok obat yaitu Prioritas I dan Prioritas II. Adapun hasil dari penelitian ini adalah kebijakan berupa interval review, reorder point, safety stock, dan, maximum inventory level.

9 Baca lebih lajut

 J00800

J00800

Abstract: Joint replenishment problem (JRP) is a type of inventory model which aims to minimize the total inventory cost consisting of major ordering cost, minor ordering cost and inventory holding cost. Different from previous papers, this study considers one warehouse, multi items and N retailers. An innovative heuristic approach is developed to solve the problem. In this paper, we consider a multi echelon inventory system and seek to find a balance between the order cost and the inventory holding costs at each installation. The computational results show that the innovative heuristic provides a near exact optimal solution, but is more efficient in terms of the computational time and the iteration number.

7 Baca lebih lajut

this PDF file An Innovative Heuristic in MultiItem Replenishment Problem for One Warehouse and N Retailers | Praharsi | Jurnal Teknik Industri 5 PB

this PDF file An Innovative Heuristic in MultiItem Replenishment Problem for One Warehouse and N Retailers | Praharsi | Jurnal Teknik Industri 5 PB

Abstract: Joint replenishment problem (JRP) is a type of inventory model which aims to minimize the total inventory cost consisting of major ordering cost, minor ordering cost and inventory holding cost. Different from previous papers, this study considers one warehouse, multi items and N retailers. An innovative heuristic approach is developed to solve the problem. In this paper, we consider a multi echelon inventory system and seek to find a balance between the order cost and the inventory holding costs at each installation. The computational results show that the innovative heuristic provides a near exact optimal solution, but is more efficient in terms of the computational time and the iteration number.

7 Baca lebih lajut

RANCANGAN USULAN ALOKASI PENYIMPANAN DAN PROSES REPLENISHMENT MENGGUNAKAN METODE FSN ANALYSIS DAN KANBAN CARD PADA BIN DAN PIGEONHOLE DI RAK APOTEK RUMAH SAKIT XYZ PLANNING OF STORAGE ALLOCATION AND REPLENISHMENT PROCESS USED FSN ANALYSIS AND KANBAN CARD

RANCANGAN USULAN ALOKASI PENYIMPANAN DAN PROSES REPLENISHMENT MENGGUNAKAN METODE FSN ANALYSIS DAN KANBAN CARD PADA BIN DAN PIGEONHOLE DI RAK APOTEK RUMAH SAKIT XYZ PLANNING OF STORAGE ALLOCATION AND REPLENISHMENT PROCESS USED FSN ANALYSIS AND KANBAN CARD

Analisis selanjutnya adalah analisis perancangan kartu kanban. Perancangan kartu kanban ini ditujukan untuk membantu dalam proses replenishment sebagai media informasi kepada apoteker yang akan mengisi bin dan pigeonhole apotek. Kartu kanban yang dipilih adalah kartu kanban jenis tarik. Alasan memilih kartu kanban jenis tarik adalah dikarenakan ketika rak apotek memerlukan obat untuk melakukan pengisian ulang dapat langsung meminta kepada bagian gudang. Peneliti membuat dua jenis kartu kanban yaitu kartu kanban untuk pigeonhole dan kartu kanban untuk bin dikarenakan obat apotek disimpan pada dua tempat yang berbeda tergantung dari jenis obat. Kategori obat injeksi, tablet, kapsul dan sirup menggunakan kartu kanban untuk bin dikarenakan kategori tersebut disimpan pada bin. Sedangkan kategori botol menggunakan kartu kanban untuk pigeonhole dikarenakan kategori botol disimpan pada pigeonhole.

10 Baca lebih lajut

Test Bank Cost Accounting 14E by Horngren  16 chapter

Test Bank Cost Accounting 14E by Horngren 16 chapter

8) What are six reasons that joint costs should be allocated to individual products or services? Answer: The first reason joint costs should be allocated to compute inventoriable costs and cost of goods sold is for financial accounting purposes and for income tax reporting. The second reason the costs should be allocated to also allow for computing cost of goods sold and inventoriable costs for internal reporting purposes to compute division profits and to evaluate division managers. The third reason that joint costs need to be allocated is so that costs will be reimbursed under contracts using a cost plus system, often found in government contracts. A fourth reason for the cost allocation is to allow for proper valuation and settlement in insurance claims for damages. A fifth reason is that joint products may be regulated and proper costing is essential. The sixth reason for allocating joint costs is to support litigation where the joint product is a key input.

45 Baca lebih lajut

Daur Sumberdaya Alam dan Persoalan Lingkungan Hidup

Daur Sumberdaya Alam dan Persoalan Lingkungan Hidup

Lingkungan ini juga merupakan tempat penampungan berbagai hasil kegiatan yang harus ditanggulangi oleh kemampuan diri [ self replenishment ] atau dengan bantuan teknologi manusia agar dapat melaksanakan fungsi dalam daur sumberdaya alam dan siklus pemanfaatan material

27 Baca lebih lajut

SISTEM PENERJEMAH SANDI SEMAPHORE MENGGUNAKAN SENSOR KINECT DENGAN PENGENALAN POLA DELAPAN TITIK

SISTEM PENERJEMAH SANDI SEMAPHORE MENGGUNAKAN SENSOR KINECT DENGAN PENGENALAN POLA DELAPAN TITIK

2. Kemudian sensor Kinect menangkap titik – titik pada tubuh yang disebut dengan joint. Ada 20 titik pada tubuh yang dapat dideteksi oleh Kinect yaitu kepala, bahu tengah, bahu kanan, bahu kiri, siku kanan, siku kiri, pergelangan tangan kanan, pergelangan tangan kiri, tangan kanan, tangan kiri, tulang punggung, pinggul tengah, pinggul kanan, pinggul kiri, lutut kanan, lutut kiri, pergelangan kaki kanan, pergelangan kaki kiri, kaki kanan dan kaki kiri. Untuk posisi lebih jelas dapat dilihat pada gambar 4.

6 Baca lebih lajut

Teknologi Expansion Joint Pada Jembatan

Teknologi Expansion Joint Pada Jembatan

Pada contoh kasus yang dibahas pada Bab IV, dari hasil analisa dianjurkan memilih expansion joint jenis Asphaltic Plug Joint karena bahan yang mudah didapat, kenyamanan yang baik bagi pengguna jalan, dan perawatan yang minim. Asphaltic Plug Joint mungkin merupakan joint yang paling banyak dipakai saat ini. Bahan baku yang dulu menggunakan produk luar, sekarang sudah diproduksi oleh produsen dalam negeri. Hal ini membuat bahan baku lebih murah dan mudah didapat.

59 Baca lebih lajut

Teknologi Expansion Joint Pada Jembatan

Teknologi Expansion Joint Pada Jembatan

Pada contoh kasus yang dibahas pada Bab IV, dari hasil analisa dianjurkan memilih expansion joint jenis Asphaltic Plug Joint karena bahan yang mudah didapat, kenyamanan yang baik bagi pengguna jalan, dan perawatan yang minim. Asphaltic Plug Joint mungkin merupakan joint yang paling banyak dipakai saat ini. Bahan baku yang dulu menggunakan produk luar, sekarang sudah diproduksi oleh produsen dalam negeri. Hal ini membuat bahan baku lebih murah dan mudah didapat.

59 Baca lebih lajut

2016 UNODC Annual Report

2016 UNODC Annual Report

Association on human rights and criminal justice measures against terrorism. These workshops enabled us to deepen our knowledge of Nigeria’s terrorism legislation and of the hu- man rights protections in our Constitution that are particu- larly important in the context of counter-terrorism. We also learned a lot about international law and the experience of other countries that have been struggling with terrorism. From the beginning of my partnership with UNODC it has been clear to me that the training I received needs to be shared broadly with my fellow advocates in the States af- fected by Boko Haram. I therefore enthusiastically accepted to become part of a group of lawyers from the federal prosecutor’s offi ce, the police and state security, the judicial training institute, the human rights commission and the bar association who embarked on a train-the-trainers pro- gramme on human rights in the investigation and prosecu- tion of terrorism cases offered by UNODC. This course has not only deepened our knowledge and given us essential skills as trainers, it has also been eye-opening in terms of understanding the perspective of investigators and pros- ecutors. We have formed a joint commitment to upholding the rule of law while each playing our roles in the criminal justice system’s response to terrorism!

114 Baca lebih lajut

PROCEEDING JOINT CONFERENCE 2015

PROCEEDING JOINT CONFERENCE 2015

Terkait dengan topik Joint Conference on Community Development ini diharapkan menghasilkan sebuah pengembangan konsep dan model penerapan Community Development dengan tema Pengembangan Ekonomi berbasis Masyarakat yang dapat menjadi acuan ditempat lain. Perguruan tinggi merupakan sebuah institusi yang diharapkan dapat menjadi agen yang mampu mendorong perubahan di masyarkat melalui inovasi teknologi dan penerapan ilmu pengetahuan. Perubahan perbaikan ekonomi masyarakat merupakann salah satu indikator kemajuan dan keberhasilan pembangunan suatu bangsa, maka adalah sebuah kewajiban bagi Perguruan Tinggi untuk berperan aktif dalam mencapai hal tersebut. Salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh Perguruan Tinggi adalah dengan mendorong tumbuhnya Kewirausahaan Sosial di masyarakat dan Penguatan UMKM agar lebih berdaya saing, ditengah kelesuan ekonomi nasional dan dunia saat ini.

15 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

The course is more focused on probability concepts than statistical mathematics. The materials of probability theory are combinatorial methods, probability, random variables and their distributions, joint distributions, properties of random variables, and functions of random variables.

2 Baca lebih lajut

PERENCANAAN WAKTU REPLENISHMENT PADA CON

PERENCANAAN WAKTU REPLENISHMENT PADA CON

Gambar 2(e) menunjukkan tingkat stok pada persediaan material yang besarnya diperoleh dari replenishment dari prior process dikurangi konsumsi untuk later process. Dari gambar tersebut dapat terlihat bahwa tidak akan pernah terjadi overlap antara replenishment dan consumption di pengendalian persediaan. Tingkat persediaan terus meningkat dengan replenishment tanpa consumption hingga sebanyak lot size (jika tanpa safety stock) sepanjang lead time dari prior process. Selanjutnya tingkat persediaan menurun karena consumption tanpa replenishment hingga habis (jika tanpa safety stock) sepanjang lead time dari later process.

14 Baca lebih lajut

this PDF file A REPLENISHMENT POLICY FOR ITEM WITH PRICE DEPENDENT DEMAND AND DETERIORATING UNDER MARKDOWN POLICY | Wee | Jurnal Teknik Industri 1 PB

this PDF file A REPLENISHMENT POLICY FOR ITEM WITH PRICE DEPENDENT DEMAND AND DETERIORATING UNDER MARKDOWN POLICY | Wee | Jurnal Teknik Industri 1 PB

Some items like vegetables, milks, and fruits have deterioration characteristic. Deterioration is defined as decay, evaporation, obsolescence, loss of quality marginal value of a commodity that results in the decreasing usefulness from the original condition. The longer the items are kept in inventory, the higher the deteriorating cost. Retailer sometime uses markdown strategy to reduce their inventory and increase their profit by assuming that demand will increase with price decrease. In this study we developed a replenishment inventory model for deteriorating items and price- dependent demand. The model can be implemented for single markdown policy with different markdown time period.

10 Baca lebih lajut

Impact of Variable Ordering Cost and Pro

Impact of Variable Ordering Cost and Pro

analyses. Pattnaik (2013) discussed wasting of percentage on-hand inventory of an instantaneous economic order quantity model due to deterioration. Raafat (1991) explained survey of literature on continuously deteriorating inventory models. Roy and Maiti (1997) presented fuzzy EOQ model with demand dependent unit cost under limited storage capacity. Tripathy, Pattnaik and Tripathy (2012) introduced optimal EOQ model for Deteriorating Items with Promotional Effort Cost. Tripathy, Pattnaik and Tripathy (2013) presented a decision-making framework for a single item EOQ model with two constraints. Tsao and Sheen (2008) explored dynamic pricing, promotion and replenishment policies for a deteriorating item under permissible delay in payment. Waters (1994) and Pattnaik (2012) defined various inventory models with managerial decisions. Wee (1993) explained an economic production lot size model for deteriorating items with partial back- ordering. In this model, replenishment decision under none wasting the percentage of on-hand inventory due to deterioration are adjusted arbitrarily upward or downward for profit maximization model in response to the change in market demand within the finite planning horizon with dynamic setup cost with promotional effort cost. The objective of this model is to determine optimal replenishment quantities and optimal promotional effort factor in an instantaneous replenishment profit maximization model.

8 Baca lebih lajut

Sistem Bongkar-Muat Muatan Truk Menggunakan Lengan Robot Berbasis Arduino-PC Dengan Metode

Sistem Bongkar-Muat Muatan Truk Menggunakan Lengan Robot Berbasis Arduino-PC Dengan Metode

Lengan robot (robot arm) merupakan sistem mekanik yang terdiri dari base, shoulder joint, elbow joint, wrist joint dan gripper yang dibentuk menyerupai tangan manusia. Robot ini mampu memindah, mengangkat dan memanipulasi benda kerja layaknya manusia. Sehingga memungkinkan jika peran manusia dalam proses pemindahan barang dari kendaraan pengangkut ke atas konveyor atau sebaliknya dapat digantikan menggunakan mekanisme ini.[7]-[10]

8 Baca lebih lajut

Show all 1109 documents...

Related subjects