Jumlah dari Decodable Frame I yang Diharapkan (N dec I )

Top PDF Jumlah dari Decodable Frame I yang Diharapkan (N dec I ):

BAB I PENDAHULUAN. yang jumlah potensinya cukup besar di Provinsi Jawa Barat sehingga diharapkan

BAB I PENDAHULUAN. yang jumlah potensinya cukup besar di Provinsi Jawa Barat sehingga diharapkan

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pengembangan sumber daya mineral yang jumlah potensinya cukup besar di Provinsi Jawa Barat sehingga diharapkan dapat mendukung bagi perekonomian daerah khususnya di Provinsi Jawa Barat serta mendukung interaksi antara sumber daya mineral terhadap kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya.

11 Read more

BAB I PENDAHULUAN. menjaga dan meningkatkan performa pada jaringan telekomunikasi. diharapkan akan diikuti semakin tingginya jumlah trafik.

BAB I PENDAHULUAN. menjaga dan meningkatkan performa pada jaringan telekomunikasi. diharapkan akan diikuti semakin tingginya jumlah trafik.

Perkembangan dunia telekomunikasi belakangan ini semakin pesat, diikuti dengan meningkatnya jumlah pengguna dan tuntutan akan jaringan telekomunikasi yang berkualitas, oleh karena itu dibutuhkan suatu upaya untuk menjaga dan meningkatkan performa pada jaringan telekomunikasi. Terwujudnya performa jaringan yang berkualitas merupakan suatu kebutuhan yang mutlak di tengah semakin tingginya tingkat persaingan antar operator penyedia layanan seluler, dengan semakin bagusnya performa jaringan itu diharapkan akan diikuti semakin tingginya jumlah trafik.
Show more

7 Read more

Persepsi tentang Usia Pernikahan Perempuan dan Jumlah Anak yang Diharapkan: Mampukah Memprediksi  Praktek Pengasuhan Orang Tua?

Persepsi tentang Usia Pernikahan Perempuan dan Jumlah Anak yang Diharapkan: Mampukah Memprediksi Praktek Pengasuhan Orang Tua?

Di Indonesia, usia ideal menikah yang dianjurkan pemerintah dalam hal ini BKKBN yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki (BKKBN, 2017). Sementara itu, penelitian Rohmah (2013) menemukan bahwa sebagian besar perempuan di wilayah perdesaan menikah pada usia di bawah 20 tahun. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang usia menikah, rendahnya pendidikan, serta status pekerjaan. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Zwang (2014) yang menyatakan bahwa sebagian besar perempuan yang menikah pada usia dini adalah mereka yang berasal dari latar belakang keluarga yang memiliki kondisi ekonomi rendah. Alasan ekonomi serta harapan mencapai keamanan sosial dan finansial setelah menikah menyebabkan banyak orang tua mendorong anaknya untuk menikah di usia muda (Fadlyana & Larasati, 2009). Oleh karenanya, tidak salah pendapat Mathur, Greene, & Malhotra (2003) yang menyebutkan bahwa penyebab utama terjadinya pernikahan dini (usia anak) adalah kombinasi antara tradisi, kemiskinan, dan kurangnya kesempatan dalam mengakses sumber daya pembangunan. Di samping fakta bahwa masih terdapat banyak perempuan yang menikah di usia muda, namun hal tersebut tidak sejalan dengan jumlah anak yang diharapkan. Zwang (2014) menyatakan bahwa saat ini perempuan mengharapkan lebih sedikit anak dikarenakan biaya hidup dan biaya untuk membesarkan anak-anak yang terus meningkat. Pernyataan ini didukung oleh hasil penelitian Oktriyanto, Puspitawati, dan Muflikhati (2015) yang menemukan bahwa telah terjadi perubahan nilai yang menyebabkan menurunnya jumlah anak yang diharapkan keluarga, baik di perdesaan maupun di perkotaan.
Show more

12 Read more

I. PENDAHULUAN. secara signifikan. Banyaknya jumlah penduduk Indonesia. (Anonim, 2006), dan diharapkan sektor pertanian Indonesia dapat

I. PENDAHULUAN. secara signifikan. Banyaknya jumlah penduduk Indonesia. (Anonim, 2006), dan diharapkan sektor pertanian Indonesia dapat

Jumlah 8971253 Sumber : BPS, 2012 Teh celup yang banyak beredar di Bandar Lampung antara lain: teh Sosro, teh Sariwangi, teh 2 Tang, teh Tong Ji dan teh Poci.Dari beberapa teh tersebut, teh Sariwangi merupakan merek teh yang sangat digemari oleh konsumen di Bandar Lampung.Hal ini disebabkan olehpenyebaran produk teh Sariwangi yang merata.Inovasi baru dari PT Sariwangi berupa produk teh dengan teknologi Osmo-filter juga menarik perhatian masyarakat, terutama kalangan menengah atas.Produk teh dengan teknologi Osmo- filter ini dapat dijumpai di toko dan minimarket terdekat, bahkan
Show more

9 Read more

BAB I PENDAHULUAN. dana yang diharapkan dapat menutupi kekurangan sumber dana yang diharapkan

BAB I PENDAHULUAN. dana yang diharapkan dapat menutupi kekurangan sumber dana yang diharapkan

Perkembangan dewasa ini, struktur utang luar negeri Indonesia telah banyak mengalami perubahan selama tiga puluh tahun terakhir. Pada awalnya, sebagai negara yang baru berkembang, utang luar negeri Indonesia lebih banyak dilakukan oleh pemerintah. Pinjaman pemerintah tersebut diterima dalam bentuk hibah serta pinjaman lunak dan setengah lunak dari negara-negara sahabat dan lembaga supranasional, baik secara bilateral maupun multilateral. Dengan berkembangnya perekonomian Indonesia, pinjaman yang bersyarat lunak menjadi semakin terbatas sehingga pemerintah untuk keperluan-keperluan tertentu dan dalam jumlah yang terbatas, mulai menggunakan pinjaman komersial dan obligasi dari kreditur swasta internasional. Selanjutnya, dengan semakin pesatnya pembangunan dan terbatasnya kemampuan pemerintah, peran swasta dalam perekonomian semakin meningkat. Hal ini berkaitan erat dengan langkah-langkah deregulasi diberbagai bidang yang ditempuh pemerintah terutama sejak tahun 1980-an. Besarnya minat investasi swasta, sementara sumber-sumber dana dalam negeri terbatas, telah mendorong swasta melakukan pinjaman ke luar negeri, baik dalam bentuk penanaman modal langsung dan pinjaman komersial maupun investasi portofolio dalam bentuk surat-surat berharga yang diterbitkan oleh swasta domestik. Persyaratan pinjaman luar negeri swasta, baik suku bunga maupun jangka waktu pada umumnya tidak lunak.
Show more

15 Read more

BAB I PENDAHULUAN. yang diharapkan akan membentuk profesionalisme masing-masing karyawan

BAB I PENDAHULUAN. yang diharapkan akan membentuk profesionalisme masing-masing karyawan

Dalam meningkatnya intensitas persaingan dan jumlah pesaing menuntut setiap perusahaan perbankan untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan nasabah. Perhatian suatu perusahaan perbankan tidak lagi hanya terbatas pada produk (jasa kredit) yang dihasilkan saja, tetapi juga pada aspek proses (pelayanan), sumber daya manusia dan lingkungannya. Oleh karena itu karyawan harus dikelola dan diatur secara komprehensif agar produktivitas semakin meningkat dan target dari perusahaan juga terlaksana. Untuk itu perencanaan bahkan sampai penempatan harus dikaji dan dilaksanakan dengan pertimbangan yang sangat baik.
Show more

10 Read more

BAB I PENDAHULUAN. politik serta geografisnya masing-masing, yang tujuan akhirnya diharapkan

BAB I PENDAHULUAN. politik serta geografisnya masing-masing, yang tujuan akhirnya diharapkan

Tidak semua dinas atau OPD di Kabupaten Subang selalu mengupate database dan informasinya pada website atau aplikasi yang mereka miliki padahal hal tersebut merupakan kewajiban bagi setiap OPD agar informasi yang diterima masyarakat up to date dan sesuai perkembangan. Berikut tabel Jumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang maksimal dan tidak mengupdate Databese E- Government

14 Read more

I. PENDAHULUAN. yang diharapkan. Oleh karena itu, pemerintah senantiasa menaruh perhatian yang

I. PENDAHULUAN. yang diharapkan. Oleh karena itu, pemerintah senantiasa menaruh perhatian yang

memperhatikan namun ketika guru menanyakan tentang pelajaran maka hanya satu atau dua orang siswa yang mampu menjawab pertanyaan tersebut. Siswa pun malas membaca buku pelajaran dan mengulang pelajaran yang telah disampaikan, siswa hanya membaca buku saat akan melaksanakan evaluasi. Bahkan ketika guru memeriksa catatan, hampir setengah dari jumlah siswa yang ada ditiap-tiap kelas tidak memiliki catatan lengkap. Seharusnya dalam menjalankan aktivitas belajar, siswa memerlukan suatu cara belajar yang efektif, praktis, dan mudah diterapkan agar mampu meningkatkan hasil belajar siswa tersebut.
Show more

10 Read more

BAB I PENDAHULUAN. sekarang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kondisi ini mengakibatkan

BAB I PENDAHULUAN. sekarang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kondisi ini mengakibatkan

Dari tabel 4.7 diatas diketahui bahwa persepsi responden terhadap variabel ketidakamanan kerja 3,576 termasuk kategori baik. Persepsi responden yang paling tinggi berada pada pernyataan ketika saya merasa khawatir jika diberhentikan apabila terjadi pergantian manajemen dengan jumlah 4,63 termasuk kategori sangat tinggi. Sedangkan nilai rerata yang paling rendah berada pada persepsi responden saya mampu menghadapi ancaman apapun yang mungkin timbul dari lingkungan sekitar sebesar 2,85 termasuk kategori cukup. Walaupun semua nilai persepsi responden variabel ketidakamanan kerja sudah tergolong dalam kategori baik, namun para karyawan harus mampu menhadapi ancaman yang ada dari lingkungan sekitar seperti peluang pekerjaan yang lebih baik dari tempat sebelumnya dimana akan menimbulkan keinginan untuk berpindah kerja karena pernyataan tersebut mempunyai nilai rerata paling rendah
Show more

102 Read more

BAB I PENDAHULUAN. Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa diharapkan:

BAB I PENDAHULUAN. Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa diharapkan:

Satuan yang dipakai pada perpindahan panas adalah kalori, yang didefinisikan sebagai “Jumlah panas yang dibutuhkan oleh setiap 1 gram air untuk menaikkan temperatur 1 o C”. Apabila ke dalam kalorimeter yang berisi air dimasukkan benda yang berbeda temperaturnya (misal lebih panas), akan terjadi aliran panas dari benda ke kalorimeter dan air.

10 Read more

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Mahasiswa diharapkan memiliki prinsip yang kuat. Mahasiwa juga diharapkan memiliki

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Mahasiswa diharapkan memiliki prinsip yang kuat. Mahasiwa juga diharapkan memiliki

Sistem UKT ini bukan hanya memungkinkan mahasiswa membayarkan jumlah yang sama dengan jumlah SKS yang diambil berbeda, namun ada hal lain yang berpengaruh terhadap aktivitas yang dipilihnya. Sistem UKT yang dibayarkan per semester ini, mengakibatkan mahasiswa yang nantinya selesai kuliah atau wisuda lebih lama dibandingkan dengan teman satu angkatannya akan membayar jumlah yang lebih besar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiwa untuk terlibat secara aktif dalam organisasi (Lembaga Mahasiswa Psikologi UGM, 2015).
Show more

7 Read more

BAB I PENDAHULUAN. meramalkan tren yang nantinya akan booming, produsen diharapkan dapat

BAB I PENDAHULUAN. meramalkan tren yang nantinya akan booming, produsen diharapkan dapat

Saat ini Carrefour sudah beroperasi di 84 gerai dan tersebar di 28 kota/kabupaten di Indonesia dan 72 juta pelanggan telah mengunjungi Carrefour pada tahun 2010, naik dari 62 juta pelanggan pada tahun sebelumnya. Carrefour menawarkan lebih dari 40.000 produk untuk menunjang jumlah pelanggan, sehingga pelanggan dapat memperoleh pilihan lengkap kebutuhan sehari-hari yang berkualitas baik dengan harga diskon di dalam lingkungan belanja yang nyaman.

14 Read more

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan kepariwisataan nasional diharapkan mampu menggalakkan

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan kepariwisataan nasional diharapkan mampu menggalakkan

Dilihat dari Table 1.1 kunjungan wisatawan dari luar negeri ke Indonesia mengalami pasang surut dimana terjadi penurunan penerimaan devisa negara yang terjadi karena menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Penurunan ini terjadi pada tahun 2001 ke 2002 kemudian penurunan kembali di tahun 2003 dengan hampir 10% kemerosotan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia.

9 Read more

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang lebih demokratik, dan diharapkan lebih berkeadilan sosial.

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang lebih demokratik, dan diharapkan lebih berkeadilan sosial.

Melihat fenomena naiknya ketimpangan yang diproksikan oleh indeks Gini pada Gambar 1.2 selama empat belas tahun terakhir (1999-2013) yang bertahan pada kategori tinggi di angka 0,41 di tahun 2011 sampai dengan 2013 di era desentralisasi yang jumlah dana perimbangan juga naik dari tahun ke tahun, maka rumusan masalah penelitian ini adalah belum berhasilnya kebijakan desentralisasi fiskal untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di Indonesia. Studi investigatif untuk melihat peran dana perimbangan dan pendapatan asli daerah terhadap ketimpangan perlu dilakukan.
Show more

8 Read more

Analisis Kualitas Transmisi Video Dengan Decodable Frame Rate

Analisis Kualitas Transmisi Video Dengan Decodable Frame Rate

Berdasarkan hasil percobaan, semakin banyak user yang menggunakan layanan transmisi video ke server, semakin besar pula delay yang dibutuhkan hingga sampai ke penerima seperti yang ditunjukan pada Gambar 4.1. Hal ini disebabkan oleh padatnya jaringan sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk paket dapat selesai dikirimkan, sehingga delay akan meningkat berbanding lurus dengan jumlah user

56 Read more

Analisis Kualitas Transmisi Video Dengan Decodable Frame Rate

Analisis Kualitas Transmisi Video Dengan Decodable Frame Rate

Dari hasil percobaan dengan jumlah 6 user diperoleh jumlah frame yang decodable adalah 34% dari jumlah frame yang dikirimkan. Sedangkan dari hasil analisis model decodable frame rate diperoleh jumlah frame yang decodable adalah 3% dari jumlah frame yang dikirimkan. Jumlah frame yang decodable dipengaruhi oleh nilai packet loss ketika video ditransmisikan. Semakin besar jumlah user maka nilai packet loss juga akan semakin meningkat dan frame yang decodable akan semakin kecil sehingga kualitas video yang diterima juga semakin menurun.
Show more

1 Read more

Analisis Kualitas Transmisi Video Dengan Decodable Frame Rate

Analisis Kualitas Transmisi Video Dengan Decodable Frame Rate

Video adalah kumpulan dari gambar – gambar yang berurutan. Apabila data urutan gambar ini langsung ditransmisikan akan membutuhkan bandwidth yang besar dan waktu transmisi yang lebih lama. Kompresi diperlukan pada transmisi video agar proses transmisi menjadi lebih cepat dan menggunakan bandwidth yang lebih kecil. Kompresi video diperoleh dengan memanfaatkan kesamaan atau perulangan ( redundancy ) yang ada dalam sebuah sinyal video. Sebagai contoh, frame berturut – turut di urutan video menunjukkan redundancy karena biasanya berisi objek yang sama, mungkin hanya terjadi beberapa gerakan antara frame [2].
Show more

8 Read more

ANALISIS KUALITAS TRANSMISI VIDEO DENGAN DECODABLE FRAME RATE

ANALISIS KUALITAS TRANSMISI VIDEO DENGAN DECODABLE FRAME RATE

e-mail : m.muliamaulana@gmail.com Abstrak Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi video, dibutuhkan sistem transmisi video yang baik. Kinerja transmisi video dapat dievaluasi melalui model matematis. Tulisan ini membandingkan hasil percobaan transmisi video pada jaringan 802.11 dan hasil analisis model Decodable Frame Rate. Decodable Frame Rate menganalisis kinerja transmisi video yang menggunakan nilai probabilitas terdekodekannya data video yang diterima. Hasil percobaan dengan jumlah 6 user diperoleh jumlah frame yang decodable adalah 34% dari jumlah frame yang dikirimkan. Sedangkan dari hasil analisis model decodable frame rate diperoleh jumlah frame yang decodable adalah 3% dari jumlah frame yang dikirimkan. Jumlah frame yang decodable dipengaruhi oleh nilai packet loss ketika video ditransmisikan. Semakin besar jumlah user maka nilai packet loss juga akan semakin meningkat dan frame yang decodable akan semakin kecil sehingga kualitas video yang diterima juga semakin menurun.
Show more

6 Read more

ANALISIS PENGARUH JUMLAH FRAME VIDEO YANG HILANG TERHADAP KUALITAS VIDEO YANG DILIHAT PENONTON

ANALISIS PENGARUH JUMLAH FRAME VIDEO YANG HILANG TERHADAP KUALITAS VIDEO YANG DILIHAT PENONTON

Jumlah frame video yang hilang akibat buruknya kualitas internet yang mentransmisikan video berpengaruh pada kualitas video yang dilihat penonton. Penelitian ini fokus pada analisis kondisi tersebut dengan memvariasikan Group of Picture (GOP) yang hilang dan jenis frame video yang hilang. Total 18 video pengujian telah dibuat berdasarkan tiga konten master video yang diambil dari Consumer Digital Video Library (CDVL). Video-video ini kemudian diperlihatkan kepada 47 responden dalam sebuah penilaian kualitas video berdasarkan rekomendasi ITU P.910. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hilangnya frame video pada konten video dengan objek bergerak cepat (σMOS=0.29) tidak telalu mempengaruhi kualitas yang dirasakan penonton. Namun, hilangnya frame pada konten video Head and shoulders sangat berpengaruh pada kualitas video (σMOS=0.44) dan signifikan menurunkan kualitas video yang dilihat penonton.Informasi ini bisa dimanfaatkan oleh penyedia layanan VoD sebagai strategi pengaturan transmisi frame video. Pada akhirnya, kualitas video terbaik dapat dinikmati oleh penonton dalam kondisi akses internet yang terbatas.
Show more

5 Read more

SPACE FRAME

SPACE FRAME

Kedalaman kerangka ruang serendah 3 persen bentangan dimungkinkan, namun kedalaman yang paling ekonomis adalah sekitar 5 persen dari bentangan atau 11 persen dari rentang penopang. Ukuran modul yang paling ekonomis adalah antara 7 dan 14 persen dari rentang waktu, dengan mempertimbangkan bahwa jumlah anggota (dan biaya tenaga kerja) akan naik secara dramatis sebagai ukuran modul berkurang (Gugliotta, 1980). Kedalaman Space frame kurang dari sistem yang sebanding gulungan (yang mencakup arah utama) dan purlins (balok atau gulungan kecil yang membentang ke arah yang berlawanan) (gambar 5.2).
Show more

8 Read more

Show all 10000 documents...