jumlah koloni Streptococcus mutans

Top PDF jumlah koloni Streptococcus mutans:

AKTIVITAS MIKROBISIDA SEL MONOSIT DAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP JUMLAH KOLONI Streptococcus mutans

AKTIVITAS MIKROBISIDA SEL MONOSIT DAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP JUMLAH KOLONI Streptococcus mutans

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Aktivitas Mikrobisida Sel Monosit dan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap Jumlah Koloni Streptococcus mutans ” . Skripsi ini disusun guna memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana Kedokteran Gigi pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.

18 Baca lebih lajut

Perbandingan Penggunaan Self-Ligating Bracket dan Conventional Bracket terhadap Jumlah Koloni Streptococcus Mutans (Penelitian pada Pasien Pengguna Alat Ortodontik Cekat di Poliklinik Spesialis Ortodontik RSGM Maranatha).

Perbandingan Penggunaan Self-Ligating Bracket dan Conventional Bracket terhadap Jumlah Koloni Streptococcus Mutans (Penelitian pada Pasien Pengguna Alat Ortodontik Cekat di Poliklinik Spesialis Ortodontik RSGM Maranatha).

Komponen bracket pada alat ortodontik cekat merupakan area retensi yang dapat menyebabkan peningkatan akumulasi plak. Bakteri Streptococcus mutans yang terdapat dalam plak adalah bakteri utama dalam inisiasi dan perkembangan lesi karies. Penggunaan self-ligating bracket memberi keuntungan berupa eliminasi dari ligatur elastomer atau kawat stainless steel yang digunakan pada conventional bracket sehingga kebersihan rongga mulut dapat lebih mudah dijaga. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan self-ligating bracket dan conventional bracket terhadap jumlah koloni Streptococcus mutans.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Perbedaan jumlah koloni Streptococcus mutans dalam plak pada anak severe early childhood caries (S-ECC) dan non S-ECC usia 36-71 bulan di Kecamatan Medan Petisah

Perbedaan jumlah koloni Streptococcus mutans dalam plak pada anak severe early childhood caries (S-ECC) dan non S-ECC usia 36-71 bulan di Kecamatan Medan Petisah

Perkenalkan nama saya Robin, mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara. Bersama ini saya mohon kesediaan Ibu untuk mengizinkan anak Ibu berpartisipasi sebagai subjek penelitian saya yang berjudul: “Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus mutans dalam Plak pada Anak Severe Early Childhood Caries (S-ECC) dan Non S-ECC Usia 36-71 bulan di Kecamatan Medan Petisah”.

17 Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan Non S-ECC Usia 36-71 Bulan di Kecamatan Medan Baru

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan Non S-ECC Usia 36-71 Bulan di Kecamatan Medan Baru

Hubungan usia dengan jumlah koloni S.mutans juga menunjukkah hasil yang sama bahwa tidak hubungan antara usia dengan jumlah koloni S.mutans dalam saliva baik pada kelompok S-ECC (p=0,708) maupun anak kelompok non S-ECC (p=0,657) (Tabel 5). Menurut Sharma pada tahun 2012 yang mengatakan jumlah koloni S.mutans akan bertambah sesuai dengan pertambahan usia. 36 Pada penelitian ini terlihat tidak ada peningkatan jumlah koloni S.mutans pada anak usia 36-48 bulan, 49-59 bulan sampai usia 60-71 bulan, hal ini disebabkan karena sampel pada masing- masing kelompok usia tidak sama dimana anak usia 60-71 bulan lebih banyak yaitu 40 orang dibandingkan kelompok usia 49-59 bulan yaitu 17 orang dan usia 36-48 bulan yaitu 3 orang (Tabel 2). Anak memiliki karies dini dan memiliki resiko karies tinggi bisa saja memiliki jumlah koloni S.mutans yang tinggi. Anak usia dini masih bergantung kepada orang tuanya, termasuk dalam hal kesehatan gigi. Kebiasaan orang tua juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak contohnya dalam hal menyikat gigi. Disimpulkan usia tidak mempengaruhi jumlah koloni S.mutans dalam saliva pada anak. 36
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Perbedaan jumlah koloni Streptococcus mutans dalam plak pada anak severe  early childhood caries (S-ECC) dan non S-ECC usia 36-71 bulan di Kecamatan  Medan Petisah

Perbedaan jumlah koloni Streptococcus mutans dalam plak pada anak severe early childhood caries (S-ECC) dan non S-ECC usia 36-71 bulan di Kecamatan Medan Petisah

Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan salah satu etiologi karies yaitu substrat (perilaku diet) dengan ECC. Penulis kali ini tertarik untuk melihat etiologi karies lainnya yaitu agen atau mikroorganisme (Streptococcus mutans) dalam plak pada anak S-ECC dan non S-ECC. Penelitian ini dilakukan pada anak usia 36-71 bulan karena S-ECC terdeteksi pada usia tersebut, dimana akan dilihat berapa jumlah koloni Streptococcus mutans sebagai bakteri yang dapat menyebabkan S-ECC pada plak serta dibandingkan dengan jumlah koloni Streptococcus mutans pada anak non S-ECC.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan Non S-ECC Usia 36-71 Bulan di Kecamatan Medan Baru

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan Non S-ECC Usia 36-71 Bulan di Kecamatan Medan Baru

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah koloni S.mutans pada S-ECC dan non S-ECC. Perlu Ibu ketahui S-ECC karies (gigi berlubang) yang parah yang terjadi pada anak usia dibawah tiga tahun sampai lima tahun. Kondisi di atas terkait dengan S.mutan syang merupakan salah satu bakteri penyebab terjadinya karies.

21 Baca lebih lajut

Efek Mengunyah Permen Karet Yang Mengandung Sukrosa, Xylitol, Probiotik Terhadap Volume, Kecepatan Aliran, Viskositas, pH, Dan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Saliva.

Efek Mengunyah Permen Karet Yang Mengandung Sukrosa, Xylitol, Probiotik Terhadap Volume, Kecepatan Aliran, Viskositas, pH, Dan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Saliva.

bolus melawan dinding mulut, yang menghambat otot rahang bawah sekali lagi, menyebabkan rahang bawah turun dan kembali rebound, hal ini berulang ulang terus dan merupakan suatu siklus pengunyahan. Proses pengunyahan merupakan suatu proses yang kompleks, melibatkan otot pengunyahan, lidah, pipi, persendian temporomandibula, gigi dan persarafan. Koordinasi pergerakan mandibula dan gigi yang berfungsi optimal, akan menghasilkan makanan yang berubah menjadi konsistensi relatif halus yang disebut dengan bolus. Permen karet merupakan bolus yang dapat menyebabkan stimulus mekanis dan dapat merangsang peningkatan sekresi saliva, sedangkan sensasi pengecapan rasa pedas dari permen karet merupakan stimulus kimiawi yang juga dapat meningkatkan sekresi saliva. Meningkatnya sekresi saliva menyebabkan meningkatkan volume dan mengencerkan saliva yang diperlukan untuk proses penelanan dan lubrikasi. Peningkatan sekresi saliva juga meningkatkan jumlah dan susunan kandungan saliva, seperti bikarbonat yang dapat meningkatkan pH. 13-16
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Perlu untuk saudara ketahui bahwa terdapat banyak spesies bakteri di rongga mulut yang dapat menyebabkan karies gigi, salah satunya adalah bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans merupakan bakteri patogen dan paling dominan dalam keterlibatan menyebabkan karies gigi.Jumlah koloni Streptococcus mutans yang terdapat pada saliva menunjukkan risiko terjadinya karies gigi pada seseorang.

25 Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Jumlah populasi Streptococcus mutans dari pengambilan plak bervariasi pada berbagai aspek permukaan gigi di rongga mulut. Oleh karena itu, perhitungan pada saliva dianggap dapat merepresentasikan kesehatan rongga mulut pada seseorang secara keseluruhan.Penelitian Baca (2008)menunjukkan pengambilan sampel melalui saliva memiliki keefektifan yang sama dengan pengambilan sampel dari plak permukaan bukal dan oklusal dari gigi. 17 Penelitian Dharsono (2012) menunjukkan jumlah koloni Streptococcus mutans pada perempuan (17,94 × 10 2 CFU/ml) lebih tinggi dari laki-laki (12,22 ×10 2 CFU/ml). 18 Hasil tersebut dipengaruhi oleh perubahan hormonal yang terjadi pada perempuan. Perubahan hormonal yang terjadi pada perempuan, juga mempengaruhi kondisi rongga mulut perempuan hamil. Penelitian Preethi pada tahun 2014, menunjukkan infeksi Streptococcus mutansmeningkat selama periode kehamilan terutama pada trimester ketiga. 19
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Perubahan Proporsi Jumlah Streptococcus mutans terhadap Total Bakteri Mahasiswa setelah Mengkonsumsi Cajuputs Candy

Perubahan Proporsi Jumlah Streptococcus mutans terhadap Total Bakteri Mahasiswa setelah Mengkonsumsi Cajuputs Candy

The formation of plaque which causes caries process is substantialy influenced by the presence of Streptococcus mutans (S. mutans) and its proportion to the total amount of bacteria in dental plaque. One of methods for caries preventing is by controlling the potential of these bacteria to form colonies and grow as part of the mass of biofilm on the surface of the tooth (dental plaque). This effort can be done by consuming Cajuputs Candy, a functional food in the form of candy which has antibacterial bioactive compounds. This reserch was aimed to analayze the potential of two type of Cajuputs Candy ,i.e. Cajuputs Candy Sucrose (CCS) and Cajuputs Candy Non Sucrose (CCNS) in decreasing the amount of S. mutans and its proportion upon the total amount of bacteria in dental plaque by Quantitative Real Time Polymerase Chain Reaction (qPCR) technique. The treatments studied were one grain of CCS and CCNS consumption respectively once and twice a day.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SECARA IN VIVO FRAKSI NON POLAR EKSTRAK ETANOL BATANG INGGU (Ruta  Uji Aktivitas Antibakteri Secara In Vivo Fraksi Non Polar Ekstrak Etanol Batang Inggu (Ruta angustifolia [L.] Pers) Pada Mencit Yang Diinfeksi Staphylococcus aure

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SECARA IN VIVO FRAKSI NON POLAR EKSTRAK ETANOL BATANG INGGU (Ruta Uji Aktivitas Antibakteri Secara In Vivo Fraksi Non Polar Ekstrak Etanol Batang Inggu (Ruta angustifolia [L.] Pers) Pada Mencit Yang Diinfeksi Staphylococcus aure

Bakteri yang sering menginfeksi manusia selain Staphylococcus aureus adalah Streptococcus mutans. Penyakit umum yang sering terjadi pada rongga mulut adalah karies gigi yang disebabkan oleh Streptococcus mutans (Pratiwi, 2011). Makanan yang mengandung sukrosa adalah salah satu alasan utama tingginya tingkat kejadian karies gigi. Bakteri Streptococcus mutans melekat secara berkoloni melalui interaksi dari sel ke sel. Pertumbuhan bakteri pada gigi dapat membentuk biofilm yang disebut juga plak gigi. Menghilangkan plak tersebut tidak cukup hanya dengan membersihkan bagian mulut saja, perlu penambahan antiplak atau agen antimikroba (Forssten, et al., 2010). Namun saat ini pengobatan karies gigi merupakan salah satu pengobatan yang termahal didunia (Marsh, 2003).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Streptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI

Streptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI

mutans penyebab karies gigi dianalisis secara statistik menggunakan One-Way ANOVA untuk melihat perbedaan bermakna antara infusa teh hijau dalam berbagai variasi konsentrasi EGCG dengan kontrol negatif (aquadest). Data berupa diameter zona hambat diawali dengan melakukan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas Levene-test terlebih dahulu untuk mengetahui apakah data yang didapatkan terdistribusi normal dan homogen. Pemilihan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas Levene-test dikarenakan jumlah sampel data yang ada berjumlah lebih dari 50 data. Data yang didapatkan dinyatakan terdistribusi normal dan homogen jika nilai p > 0,05. Setelah melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas Levene- test dilanjutkan dengan analisis secara statistik One-Way ANOVA yang menghasilkan nilai p sehingga hasil uji potensi bisa disimpulkan untuk melihat perbedaan bermakna atau tidak bermakna antara infusa teh hijau dalam berbagai variasi konsentrasi EGCG dengan kontrol negatif (aquadest). Data yang didapatkan dinyatakan berbeda bermakna antara infusa teh hijau dalam berbagai variasi konsentrasi EGCG dengan kontrol negatif (aquadest) jika nilai p < 0,05 dan dilanjutkan pada uji Post-hoc untuk mengetahui pada variasi konsentrasi infusa teh hijau berapakah dengan kontrol negatif (aquadest) terdapat perbedaan bermakna (Dahlan, 2009). Perbandingan uji potensi antibakteri infusa teh hijau dengan kontrol positif (epigalokatekin-3-galat (EGCG)) dilakukan secara deskriptif karena data yang kurang lengkap.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Streptococcus mutans merupakan bakteri gram positif, bersifat nonmotil (tidak bergerak), fakultatif anaerob, berbentuk kokussusunannya seperti rantai.Kokus membelah pada bidang yang tegak lurus sumbu panjang rantai.Anggota rantai tersebut sering membentuk gambaran diplokokus dan kadang-kadang terlihat bentuk seperti batang.Bakteri ini tumbuh secara optimal pada suhu sekitar 18 o -40 o C.Energi yang diperoleh untuk pertumbuhan diperoleh dari bahan glukosa dan sukrosa.Pertumbuhan streptokokus cenderung kurang subur pada medium padat atau kaldu kecuali diperkaya dengan darah atau cairan jaringan. Pertumbuhan dan hemolisis dibantu dengan inkubasi dalam 10% CO 2 dan paling baik inkubasi pada
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus  Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe – Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan   Non  S-ECC Usia 37-71 Bulan di Kecamatan Medan Selayang

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe – Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan Non S-ECC Usia 37-71 Bulan di Kecamatan Medan Selayang

Jenis kelamin dan usia anak perlu diperhatikan karena merupakan faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya karies. Biasanya anak yang berjenis kelamin perempuan lebih perduli terhadap kesehatan gigi dan rongga mulutnya dibanding dengan anak laki – laki. Ada teori yang mengatakan bahwa karies gigi lebih banyak terjadi pada perempuan bila dibandingkan dengan laki – laki, hal ini disebabkan oleh erupsi gigi anak perempuan lebih cepat dibanding dengan anak laki – laki. Penelitian yang dilakukan oleh Anindita menunjukkan bahwa koloni Streptococcus mutan lebih tinggi pada perempuan dibandingkan dengan laki – laki. Usia anak juga sangat berperan penting dalam proses terjadinya karies, biasanya proses erupsi gigi yang terjadi pada anak dapat menyebabkan masalah yang serius bagi kebersihan giginya. Erupsi gigi tentu menimbulkan rasa sakit, rasa sakit ini akan terus berlangsung sampai gigi tersebut mencapai dataran oklusal dan beroklusi dengan gigi antagonisnya, sehingga anak tersebut rentan terhadap terjadinya karies karena memiliki kesulitan dalam membersihkan giginya, akibatnya peningkatan karies pada anak akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia. 1,18
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Streptococcus mutans menghasilkan empat enzim ekstraseluler, yakni tiga enzim glocosyltransferase (Gtf) dan satu enzim fructosyltransferase (Ftf) yang berfungsi memecah glukosa (Gtf) atau fruktosa (Ftf). Enzim Gtf diatas permukaannya dapat memecah polimerisasi sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa, dan pada aksi yang sama membentuk polimer glukosa oleh Gtf (glukan) atau polimer fruktosa oleh Ftf (fruktan). 12 Enzim ini dapat mensintesa molekul glukosa yang memiliki berat molekul tinggi, terdiri dari ikatan glukosa alfa (1-6) dan alfa (1-3). Pembentukan alfa (1-3) ini sangat lengket dan tidak larut dalam air sehingga dimanfaatkan oleh bakteriStreptococcus mutans untuk berkembang dan membentuk dextran dengan melekat erat pada enamel gigi dan menuju pembentukan plak gigi.Hal ini merupakan tahap dari pembentukan lubang pada gigi yang disebut dengan karies gigi.Enzim yang sama melanjutkan untuk penambahan molekul glukosa ke satu sama lain untuk membentuk dextran yang memiliki struktur sangat mirip dengan amylase dalam tajin. 14
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sindroma Down Sindroma Down adalah kelainan kromosom yang disebabkan oleh kesalahan dalam pembelahan sel yang mengakibatkan adanya kromosom tambahan 21 atau trisomi 21. - Hubungan Antara Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Perilaku Mem

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sindroma Down Sindroma Down adalah kelainan kromosom yang disebabkan oleh kesalahan dalam pembelahan sel yang mengakibatkan adanya kromosom tambahan 21 atau trisomi 21. - Hubungan Antara Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Perilaku Mem

Kolonisasi bakteri didalam mulut disebabkan transmisi antar manusia, yang paling sering dari ibu. 16 Pada waktu bayi masih dalam kandungan, di dalam mulut tidak dijumpai bakteri tetapi bakteri mulai berdiam di dalam mulut begitu bayi melewati vagina sewaktu proses kelahiran. 5 Penelitian Nuraini menunjukkan adanya korelasi antara level S. mutans ibu dengan anak. Jika ibu mempunyai level S. mutans yang tinggi maka level S. mutans pada anak juga tinggi. Bayi yang memiliki jumlah S. mutans yang banyak, maka usia 2-3 tahun akan mempunyai resiko karies yang lebih tinggi pada gigi sulungnya. 16 Anak sindroma Down memiliki jumlah Streptococcus mutans yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan anak normal. 15
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Induksi Streptococcus mutans terhadap Aktivitas Proteinase Netrofil pada Degradasi Kolagen Tipe IV (Induction of Streptococcus mutans on Neutrophil Proteinase Activity in Degradation of Type IV Collagen)

Induksi Streptococcus mutans terhadap Aktivitas Proteinase Netrofil pada Degradasi Kolagen Tipe IV (Induction of Streptococcus mutans on Neutrophil Proteinase Activity in Degradation of Type IV Collagen)

Background. Endothelial basal membrane of vasculature is composed mainly by type IV collagen. This vascular collagen degradation is the most powerful stimulus for platelet aggregation and thrombosis. This phenomenon is the basic mechanism of the pathogenesis of atherothrombotic diseases. Streptococcus mutans, the main bacterium of dental caries can invade easily into blood circulation, and therefore they have chance to involve in the pathogenesis of vascular destruction and thrombosis. It was assumed that S. mutans caused vascular destruction due to its potency to induce neutrophil proteinase activity to degrade type IV collagen. Objective. This study purposed to proof in vitro that S. mutans could induce and activate neutrophil proteinases leading to degradation tipe IV collagen. Methods. Collagen degradation was analysed by means of Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrylamid Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) and Soluble Biotinylated Assay (SBA). Results. Results showed that S. mutans induced production and activation of neutrophil proteinases leading to type IV collagen degradation into six fragments with the molecular weight were 129; 95; 50; 32; 28; 14 kDa. Conclusion. S. mutans induced neutrophil proteinase activity leading to degradation of type IV collagen. This study might explain one of mechanisms role of S. mutans in initiation of atherothrombotic diseases.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANTIBAKTERI FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans DAN Pseudomonas aeroginosa BESERTA  Aktivitas Antibakteri Fraksi Semipolar Ekstrak Etanol Bawang Putih(Allium sativum L.) terhadap Bakteri S

ANTIBAKTERI FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans DAN Pseudomonas aeroginosa BESERTA Aktivitas Antibakteri Fraksi Semipolar Ekstrak Etanol Bawang Putih(Allium sativum L.) terhadap Bakteri S

Penelitian Saravanan et al., (2010) menjelaskan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak air dan ekstrak metanol bawang putih terhadap Streptococcus mutans dapat menghambat pertumbuhan dengan zona hambat 6 mm dan 2 mm. Penelitian Abubakar (2009) didapatkan hasil nilai KHM ekstrak etanol bawang putih terhadap Pseudomonas aeruginosa sebesar 150 mg mL -1 dan KBM 175 mg mL -1 . Konsentrasi fraksi etil asetat ekstrak metanol bawang putih memiliki zona hambat terhadap Pseudomonas aeroginosa sebesar 260 mg mL -1 dan terhadap Staphylococcus aureus sebesar 330 mg mL -1 (Bakht et al., 2011).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

THE EFFECTIVITY OF TABLE SUGAR AND ASPARTAME ON THE GROWTH OF STREPTOCOCCUS MUTANS.

THE EFFECTIVITY OF TABLE SUGAR AND ASPARTAME ON THE GROWTH OF STREPTOCOCCUS MUTANS.

Streptococcus mutans adalah bakteri yang memerlukan sukrosa untuk pertumbuhannya. Gula meja adalah sukrosa, aspartam adalah pemanis sintetis yang merupakan sejenis dipeptida yang terdiri dari asam aspartat dan fenilalanina. Aspartam unggul karena mempunyai rasa manis yang mirip gula meja dan tidak merusak gigi. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengkaji pengaruh dengan mengkombinasi gula meja 20%, gula meja 20%+ aspartam 0.2% dan aspartam 0.2% terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans.

Baca lebih lajut

Efek hambat berbagai pasta gigi terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans

Efek hambat berbagai pasta gigi terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans

Brushing teeth with toothpaste is one way to prevent dental caries. Toothpaste application is in order to kill bacteria and to control the plaque. The most common bacteria can cause of dental caries is Streptococcus mutans. Many types of toothpaste with various kind brands and content are found. The aim of this study is to determine the inhibitory effect of various toothpastes on Streptococcus mutans growth. The inhibition assay using the disc diffusion test with blood agar media was performed. Eight kinds of toothpastes were tested. We found that toothpaste with betel (betel dental paste) has the greatest inhibitory effect against Streptococcus mutans, followed by toothpaste with propolis (propolis dental paste), fluoride toothpaste for smoker (for smoker dental paste), toothpaste only with fluoride (fluoride dental paste), toothpaste with siwak (siwak dental paste), and toothpaste with betel and salt (betel salt dental paste). In contrary toothpaste with enzyme and non detergent (non detergent dental paste), and for sensitive teeth toothpaste (sensitive teeth dental paste) has no inhibitory effect against Streptococcus mutans. The Kruskall-Wallis analyzing showed that p<0.05 which means toothpaste with greater inhibitory effect is more effective significantly on inhibit the growth of Streptococcus mutans in vitro.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...