jumlah koloni Streptococcus mutans

Top PDF jumlah koloni Streptococcus mutans:

Perbedaan jumlah koloni Streptococcus mutans dalam plak pada anak severe early childhood caries (S-ECC) dan non S-ECC usia 36-71 bulan di Kecamatan Medan Petisah

Perbedaan jumlah koloni Streptococcus mutans dalam plak pada anak severe early childhood caries (S-ECC) dan non S-ECC usia 36-71 bulan di Kecamatan Medan Petisah

Perkenalkan nama saya Robin, mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara. Bersama ini saya mohon kesediaan Ibu untuk mengizinkan anak Ibu berpartisipasi sebagai subjek penelitian saya yang berjudul: “Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus mutans dalam Plak pada Anak Severe Early Childhood Caries (S-ECC) dan Non S-ECC Usia 36-71 bulan di Kecamatan Medan Petisah”.

17 Baca lebih lajut

Efek Mengunyah Permen Karet Yang Mengandung Sukrosa, Xylitol, Probiotik Terhadap Volume, Kecepatan Aliran, Viskositas, pH, Dan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Saliva.

Efek Mengunyah Permen Karet Yang Mengandung Sukrosa, Xylitol, Probiotik Terhadap Volume, Kecepatan Aliran, Viskositas, pH, Dan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Saliva.

Selain permen karet yang menggunakan sukrosa sebagai pemanis, terdapat juga permen karet yang menggunakan xylitol sebagai pengganti sukrosa yang sifat kariogennya lebih ringan dibandingkan dengan sukrosa. Xylitol memiliki derajat kemanisan yang sama dengan sukrosa, yaitu gula biasa, namun dibandingkan dengan sukrosa xylitol lebih sedikit kalorinya, yaitu sekitar 40 %. 5 – 9 Xylitol tidak dapat dimetabolisme oleh bakteri oral termasuk Streptococcus mutans dan bila xylitol berkontak dengan Streptococcus mutans akan terbentuk xylitol 5 fosfat yang menyebabkan kerja substansi yang berperan dalam proses glikolisis terhambat. Hal ini akan mengakibatkan menurunnya energi yang dihasilkan saat proses metabolisme, dengan demikian permen karet ini bersifat antikaries karena mampu menekan jumlah koloni Streptococcus mutans , menghambat pertumbuhan plak, menekan keasaman saliva. 4-5,7-10
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Perbandingan Penggunaan Self-Ligating Bracket dan Conventional Bracket terhadap Jumlah Koloni Streptococcus Mutans (Penelitian pada Pasien Pengguna Alat Ortodontik Cekat di Poliklinik Spesialis Ortodontik RSGM Maranatha).

Perbandingan Penggunaan Self-Ligating Bracket dan Conventional Bracket terhadap Jumlah Koloni Streptococcus Mutans (Penelitian pada Pasien Pengguna Alat Ortodontik Cekat di Poliklinik Spesialis Ortodontik RSGM Maranatha).

Komponen bracket pada alat ortodontik cekat merupakan area retensi yang dapat menyebabkan peningkatan akumulasi plak. Bakteri Streptococcus mutans yang terdapat dalam plak adalah bakteri utama dalam inisiasi dan perkembangan lesi karies. Penggunaan self-ligating bracket memberi keuntungan berupa eliminasi dari ligatur elastomer atau kawat stainless steel yang digunakan pada conventional bracket sehingga kebersihan rongga mulut dapat lebih mudah dijaga. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan self-ligating bracket dan conventional bracket terhadap jumlah koloni Streptococcus mutans.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

AKTIVITAS MIKROBISIDA SEL MONOSIT DAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP JUMLAH KOLONI Streptococcus mutans

AKTIVITAS MIKROBISIDA SEL MONOSIT DAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP JUMLAH KOLONI Streptococcus mutans

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul : Aktivitas Mikrobisida Sel Monosit dan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap Jumlah Koloni Streptococcus mutans adalah benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi manapun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

Perbedaan jumlah koloni Streptococcus mutans dalam plak pada anak severe  early childhood caries (S-ECC) dan non S-ECC usia 36-71 bulan di Kecamatan  Medan Petisah

Perbedaan jumlah koloni Streptococcus mutans dalam plak pada anak severe early childhood caries (S-ECC) dan non S-ECC usia 36-71 bulan di Kecamatan Medan Petisah

Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan salah satu etiologi karies yaitu substrat (perilaku diet) dengan ECC. Penulis kali ini tertarik untuk melihat etiologi karies lainnya yaitu agen atau mikroorganisme (Streptococcus mutans) dalam plak pada anak S-ECC dan non S-ECC. Penelitian ini dilakukan pada anak usia 36-71 bulan karena S-ECC terdeteksi pada usia tersebut, dimana akan dilihat berapa jumlah koloni Streptococcus mutans sebagai bakteri yang dapat menyebabkan S-ECC pada plak serta dibandingkan dengan jumlah koloni Streptococcus mutans pada anak non S-ECC.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus  Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe – Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan   Non  S-ECC Usia 37-71 Bulan di Kecamatan Medan Selayang

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe – Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan Non S-ECC Usia 37-71 Bulan di Kecamatan Medan Selayang

Usia anak juga merupakan faktor risiko terhadap terjadinya karies. Hasil analisis dari penelitian ini diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dengan jumlah koloni Streptococcus mutans, baik kategori S-ECC (p= 0,0001*) maupun non S-ECC (p= 0,0001*). Sesuai dengan teori yang membuktikan bahwa peningkatan karies pada anak akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan karena biasanya gigi anak yang mengalami erupsi akan lebih rentan terhadap terjadinya karies, hal ini disebabkan oleh sulitnya anak dalam membersihkan gigi yang sedang erupsi yang nantinya akan menimbulkan rasa sakit saat penyikatan gigi, sehingga peningkatan karies dan Streptococcus mutans akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia (Tabel 5). 1
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan Non S-ECC Usia 36-71 Bulan di Kecamatan Medan Baru

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan Non S-ECC Usia 36-71 Bulan di Kecamatan Medan Baru

Pada penelitian ini diperoleh deft dari seluruh sampel adalah 4,70 ± 4,51 serta rerata jumlah koloni S.mutans secara keseluruhan adalah 107,45 ± 33,72 CFU/ml. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rerata koloni S.mutans dalam saliva kelompok S-ECC lebih tinggi yaitu 133.07 ± 29.011 dibandingkan dengan dengan anak non S-ECC 81.83 ± 106.67 (Tabel 3). Pada test perbedaan jumlah koloni anak S-ECC dan non S-ECC juga diperoleh hasil bahwa ada perbedaan rerata jumlah koloni anak S-ECC dan non S-ECC (p=0.004). Hasil yang diperoleh sesuai dengan hasil penelitian Ayilliath pada tahun 2013 yang mengatakan ada hubungan yang signifikan antara koloni S.mutans dengan S-ECC (p=0,004). 33 Pada penelitian lainnya, Abdullah S. Almushayt dkk juga mengatakan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara koloni S.mutans dengan S-ECC (p=0,022). 10 Hal ini menunjukkan bahwa anak dengan jumlah koloni S.mutans yang tinggi beresiko lebih tinggi untuk mengalami karies. Pada penelitian ini terbukti bahwa S.mutans memiliki hubungan terhadap terjadinya karies seperti yang dikatakan oleh Nomura et al dan Tweman et al bahwa koloni S.mutans merupakan faktor paling kuat terhadap terjadinya karies (cit. Abdullah S. Almushayt dkk). 10,31
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan Non S-ECC Usia 36-71 Bulan di Kecamatan Medan Baru

Perbedaan Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Dalam Saliva Pada Anak Severe Early Childhood Caries (S-ECC) Dengan Non S-ECC Usia 36-71 Bulan di Kecamatan Medan Baru

Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan gigi dengan menggunakan kaca mulut untuk melihat anak yang mengalami gigi berlubang dan tidak selanjutnya, dilakukan pengambilan air liur anak untuk melihat jumlah koloni bakteri Streptococcus mutans. Saya akan menginstruksikan anak untuk membuka mulut kemudian dilakukan pemeriksaan dan pengambil air liur anak dilakukan dengan cara membiarkan air liur anak mengalir pada tabung yang disediakan sebanyak 2 ml. Penelitian ini akan dilakukan selama 10 menit.

21 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN SODIUM FLOURIDE (NaF) BERBAGAI KONSENTRASI PADA MADU TERHADAP PERTUMBUHAN  Pengaruh Pemberian Larutan Sodium Flouride (NaF) Berbagai Konsentrasi pada Madu Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus Mutans secara in vitro.

PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN SODIUM FLOURIDE (NaF) BERBAGAI KONSENTRASI PADA MADU TERHADAP PERTUMBUHAN Pengaruh Pemberian Larutan Sodium Flouride (NaF) Berbagai Konsentrasi pada Madu Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus Mutans secara in vitro.

CFU per ml, seperti terlihat pada tabel hasil uji penelitian (tabel IV.1). Dari hasil tersebut bisa dikatakan adanya perbedaan jumlah bakteri yang hidup, selanjutnya dilakukan perhitungan analisis variansi klasifikasi tunggal yang didapatkan nilai signifikansi < 1 %, berarti tidak terdapat perbedaan yang sangat bermakna (Tabel IV.2). Dan pada tabel IV.3 ditunjukkan adanya penghitungan secara statistik antara masing-masing larutan perlakuan tidak terdapat perbedaan yang bermakna dan perlakuan pada kontrol dengan masing-masing perlakuan menunjukkan hasil perbedaan yang sangat bermakna. Hal ini menunjukkan bahwa larutan NaF sebagai bahan antibakteri, dapat menghambat pertumbuhan bakteri jenis Streptococcus Mutans dengan jalan mengganggu kerja enzim yang mengadakan metabolisme sel. Enzim ini tidak dapat berfungsi tanpa gugus sulfihidril yang tetap dalam keadaan bebas dan tereduksi, sedangkan fluor sebagai bahan oksidator mengganggu metabolisme dengan mengoksidasi gugus sufihidril menjadi ikatan disulfida. Keadaan ini yang akhirnya menyebabkan bakteri mati. Terlihat juga bahwa makin besar konsentrasi larutan NaF, makin berkurang jumlah koloni Streptococcus Mutans yang hidup. Jadi makin besarnya konsentrasi larutan NaF mempengaruhi pertumbuhan Streptococcus Mutans . Aktifitas antibakteri madu dapat berasal dari karakteristik madu seperti efek osmotic, derajat keasaman rendah, adanya komponen hydrogen peroksida dan komponen non peroksida seperti factor fitokemis. Menurut Mandal (2011) potensi antimicrobial berbagai macam jenis madu dapat dipengaruhi oleh kondisi geografis, cuaca, pemanenan, pemrosesan, serta penyimpanan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Efektivitas Berkumur Teh Hitam Dibandingkan Teh Hijau Terhadap Penurunan Jumlah Bakteri Rongga Mulut Pada Mahasiswa FKG USU

Efektivitas Berkumur Teh Hitam Dibandingkan Teh Hijau Terhadap Penurunan Jumlah Bakteri Rongga Mulut Pada Mahasiswa FKG USU

Pengaruh pasta gigi ekstrak daun teh Camellia sinensis terhadap jumlah koloni Streptococcus mutans pada permukaan gigi.. 12.Anggayanti NA, Adiatmika IPG, Adipura Nyoman.[r]

3 Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Jumlah populasi Streptococcus mutans dari pengambilan plak bervariasi pada berbagai aspek permukaan gigi di rongga mulut. Oleh karena itu, perhitungan pada saliva dianggap dapat merepresentasikan kesehatan rongga mulut pada seseorang secara keseluruhan.Penelitian Baca (2008)menunjukkan pengambilan sampel melalui saliva memiliki keefektifan yang sama dengan pengambilan sampel dari plak permukaan bukal dan oklusal dari gigi. 17 Penelitian Dharsono (2012) menunjukkan jumlah koloni Streptococcus mutans pada perempuan (17,94 × 10 2 CFU/ml) lebih tinggi dari laki-laki (12,22 ×10 2 CFU/ml). 18 Hasil tersebut dipengaruhi oleh perubahan hormonal yang terjadi pada perempuan. Perubahan hormonal yang terjadi pada perempuan, juga mempengaruhi kondisi rongga mulut perempuan hamil. Penelitian Preethi pada tahun 2014, menunjukkan infeksi Streptococcus mutansmeningkat selama periode kehamilan terutama pada trimester ketiga. 19
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Perlu untuk saudara ketahui bahwa terdapat banyak spesies bakteri di rongga mulut yang dapat menyebabkan karies gigi, salah satunya adalah bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans merupakan bakteri patogen dan paling dominan dalam keterlibatan menyebabkan karies gigi.Jumlah koloni Streptococcus mutans yang terdapat pada saliva menunjukkan risiko terjadinya karies gigi pada seseorang.

25 Baca lebih lajut

EFEK ANTIBAKTERI POLIFENOL BIJI KAKAO PADA Streptococcus mutans

EFEK ANTIBAKTERI POLIFENOL BIJI KAKAO PADA Streptococcus mutans

Habitat utama S. mutans ialah permukaan gigi. Bakteri ini tidak dapat tumbuh secara menyeluruh pada permukaan gigi, tetapi sering tumbuh pada area tertentu di permukaan gigi. Biasanya kita dapat menemukan koloni S. mutans dalam pit dan fisur, permukaan oklusal, area proksimal gigi, gingiva atau pada lesi karies gigi. Koloni kuman ini memerlukan permukaan yang tidak deskuamatik, karena itu didalam mulut pertama kali ditemukan pada plak gigi. Jumlah populasi S. mutans dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: sukrosa, topikal aplikasi fluor, penggunaan antibiotik, obat kumur dengan antiseptik dan oral hygiene (Nugraha, 2008).
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif

Spread plate adalah metode menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri pada permukaan media agar untuk mendapatkan kultur murni. Cara kerjanya adalah suspensi cairan diambil sebanyak 0,1 ml dengan mikropipet kemudian diteteskan diatas permukaan agar yang telah memadat. Selanjutnya dibakar diatas bunsen dan didinginkan selama beberapa detik. Kemudian suspensi tersebut diratakan dengan menggosoknya pada permukaan media agar, penyebaran akan lebih efektif bila cawan ikut diputar. Kelebihan metode ini adalah diperoleh koloni bakteri yang terpisah, lebih mudah dilakukan dan membutuhkan media agar yang sedikit . Kekurangannya adalah waktu yang digunakan lebih lama dan mudah terkontaminasi. 27
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Perubahan Proporsi Jumlah Streptococcus mutans terhadap Total Bakteri Mahasiswa setelah Mengkonsumsi Cajuputs Candy

Perubahan Proporsi Jumlah Streptococcus mutans terhadap Total Bakteri Mahasiswa setelah Mengkonsumsi Cajuputs Candy

Pembentukan plak yang merupakan biofilm pemicu proses karies sangat dipengaruhi oleh keberadaan Streptococcus mutans (S. mutans) dan proporsinya terhadap total bakteri pada plak gigi. Salah satu metode menghambat aktivitas S.mutans adalah dengan cara mengontrol potensi bakteri ini untuk membentuk koloni dan tumbuh sebagai bagian dari massa biofilm pada permukaan gigi (plak gigi). Upaya ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan pangan fungsional Cajuputs Candy yang memiliki komponen bioaktif bersifat antimikroba. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi Cajuputs Candy yang terdiri dari Cajuputs Candy Sucrose (CCS) dan Cajuputs Candy Non Sucrose (CCNS) terhadap penurunan jumlah S.mutans dan proporsinya terhadap total bakteri pada plak gigi menggunakan teknik Real Time Polymerase Chain Reaction ( qPCR). Perlakuan berupa konsumsi 1 butir Cajuputs Candy Sucrose (CCS) atau Cajuputs Candy Non Sucrose (CCNS) masing-masing satu dan dua kali sehari.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Pengaruh Mengunyah Permen Karet Probiotik Yang Mengandung Lactobacillus reuteri Terhadap Jumlah Koloni Bakteri Kariogenik Streptococcus mutans Dalam Saliva.

Pengaruh Mengunyah Permen Karet Probiotik Yang Mengandung Lactobacillus reuteri Terhadap Jumlah Koloni Bakteri Kariogenik Streptococcus mutans Dalam Saliva.

Terdapat berbagai upaya untuk mencegah terjadinya karies, yaitu dengan modifikasi diet, mengeliminasi plak secara mekanis, aplikasi fluor, pit and fissure sealant, sampai dengan penggunaan produk antimikroba. Pada dasarnya penggunaan produk ini bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan penyebab utama karies gigi. 6 Meskipun karies gigi merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh banyak faktor namun dapat dikatakan bahwa penyebab utama terjadinya karies adalah bakteri kariogenik yaitu Streptococcus mutans. 1,7,8

29 Baca lebih lajut

Efektivitas Larutan Xylitol 6,25%, 12,5%, dan 25% sebagai Bahan Obat Kumur terhadap Jumlah Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans pada Perawatan Ortodonsi dengan Sistem Perlekatan Langsung

Efektivitas Larutan Xylitol 6,25%, 12,5%, dan 25% sebagai Bahan Obat Kumur terhadap Jumlah Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans pada Perawatan Ortodonsi dengan Sistem Perlekatan Langsung

Background: orthodontic treatment, fixed orthodontic particular, could give side effects on oral health. Patients are often difficulty in cleaning the teeth, causing the accumulation of plaque on the edge the bracket it can be caries for a long times, the result of bacterial activity Streptpcoccus mutans (S. mutans). The way to restrain dental caries can be done by brushing your teeth, use dental floss, and rinsing with a mouthwash that contains xylitol. Purpose: Research aims to determine the effectiveness of xylitol solution 6.25%, 12.5% and 25% as a mouthwash to total growth bacterium S. mutans in orthodontic treatment with attachment system directly. Methods: The study was an experimental laboratory with research design the post test control group design only. Forty upper premolar teeth that have attached bracket is divided into 5 groups and soaked for 1 minute in each group. Negative control group (K-) soaked in distilled water sterile, positive control group (K+) soaked in sodium fluoride 0.05%, Group I (KI) soaked 6.25% xylitol, group II (KII) soaked 12.5% xylitol and Group III (KIII) soaked 25% xylitol. Then the number bacteria were measured using a spectrophotometer. Results: The results shows the number of S. mutans most negative in the control group (K-) and less in group III. Conclusions and Recommendations: Solutions xylitol 6.25%, 12.5% and 25% as a mouthwash can reduce the amount of bacterial growth of S. mutans in orthodontic treatment with direct attachment system. 25% xylitol solution was the most effective in decrease the number of S. mutans. Further research needs to be done The in vivo effectiveness of xylitol solution as a mouthwash with different concentrations, against S. mutans or bacteria other fixed orthodontic users.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Formulasi Ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum Hook.f.) Sebagai Sediaan Obat Kumur dan Uji Aktivitas Antibakteri

Formulasi Ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum Hook.f.) Sebagai Sediaan Obat Kumur dan Uji Aktivitas Antibakteri

Koloni pada pembenihan padat berwarna abu-abu sampai kuning keemasan, berbentuk bulat, halus, menonjol dan berkilau. Bakteri ini merupakan flora normal manusia, biasanya terdapat pada saluran pernafasan atas, mulut dan kulit, dapat juga ditemukan di udara dan lingkungan sekitar (Tortora, et al., 2001). Menimbulkan penyakit melalui kemampuannya berkembang biak dan menyebar luas dalam jaringan (Jawetz, 2001)

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...