Jumlah Kromosom Sel Tanaman

Top PDF Jumlah Kromosom Sel Tanaman:

Aplikasi Variasi Jumlah Kromosom dalam Pemuliaan Tanaman

Aplikasi Variasi Jumlah Kromosom dalam Pemuliaan Tanaman

Ketidakmampuan untuk tumbuh tersebut terjadi karena adanya mekanisme yang dapat mempengaruhi perkembangan zigot sejak pembelahan sel pertama hingga pembuahan dan hingga diferensiasi akhir dari organ reproduktif dan pembentukan gamet. Penyebab lain kegagalan perkembangan embrio adalah adanya aksi gen spesifik, serta tidak ada keserasian antara inti dan sitoplasma atau antara embrio dan endosperm dari spesies yang digunakan dalam persilangan (Khush dan Brar, 1986). Pada gandum berhasil diidentifikasi gen Kr sebagai penghambat utama terjadinya persilangan kerabat jauh (Snape et al., 1979).

10 Read more

VARIASI JUMLAH KLOROPLAS DAN KROMOSOM TANAMAN JERUK SIAM PONTIANAK HASIL PERLAKUAN COLCHICIN. Abstrak

VARIASI JUMLAH KLOROPLAS DAN KROMOSOM TANAMAN JERUK SIAM PONTIANAK HASIL PERLAKUAN COLCHICIN. Abstrak

Jumlah kromosom yang melebihi kontrolnya hanya ditemui pada tanaman S1M3 (Tabel 2, Gambar 5) yaitu rata-rata 25. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian colchisin dengan dosis 0.15% yang direndam selama 10 hari, mampu meningkatkan jumlah kromosom tanaman jeruk siam pontianak walaupun tidak persis duakali lipatnya. Pemberian colchisin diharapkan dapat membuat sel tanaman diploid menjadi tetraploid. Hal ini dikarenakan sifat colchisin yang menghalangi terbentuknya dinding pemisah sel. Menurut Nasir (2002) bila colchisin diletakan bersinggungan dengan sel-sel tanaman yang sedang membelah, maka terjadi pencegahan pembentukan serat benang normal yang mengarahkan kromosom ke dalam inti sel anak selama mitosis. Senyawa colchisin memberikan pengaruh dengan mengikat protein (tubulin) yang mencegah protein tersebut menjadi serat benag fungsional. Tanpa benang gelendong tersebut, dinding pemisah sel (plate cell) gagal terbentuk, sehingga kromosom dan duplikatnya hanya berada dalam sel yang sama jadi pembelahan selnya mulai dari sel diploid dan berakhir dengan terbentuknya sel tetraploid.
Show more

11 Read more

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemberian konsentrasi kolkhisin 0.050% memberikan karakter morfologi yang lebih baik mulai dari bobot basah dan kering baik tajuk maupun akarnya dengan rataan bobot basah tajuk sebesar 147.340 gram bobot kering tajuk sebesar 72.327 gram, bobot basah akar sebesar 12.313gram dan bobot kering akar sebesar 6.127gram. Hal ini diduga bahwa konsentrasi kolkhisin yang digunakan tepat sehingga memperlihatkan penampilan yang berbeda nyata. Sifat morfologi tanamannya tampak jauh lebih besar dibandingkan dengan kontrol yang merupakan dampak dari pembesaran sel akibat dari bertambahnya kromosom karena pemberian kolkhisin. Hal ini sesuai dengan literatur Suryo (1995) yang menyatakan bahwa tanaman yang bersifat poliploid menghasilkan ukuran morfologi lebih besar dibandingkan tanaman diploid. Kolkisin akan bekerja efektif pada konsentrasi 0,01-1 ppm untuk jangka waktu berbeda dan setiap jenis tanaman memiliki respon yang berbeda-beda
Show more

89 Read more

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi Dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong(Anredera Cordifolia (Ten) Steenis)

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi Dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong(Anredera Cordifolia (Ten) Steenis)

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemberian kolkhisin berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk per sampel dimana perlakuan 0.050% memiliki rataan tertinggi sebesar 72.227 gram dan berbeda nyata dengan perlakuan yang lain. Hal ini diduga bahwa kolkhisin mempengaruhi banyaknya tajuk akibat pembesaran sel dan menghasilkan bobot basah tajuk sehingga mempengaruhi bobot kering tajuk. Hal ini didukung literatur Lovelles (1991) yang menyatakan bahwa daun yang lebih banyak akan tumbuh lebih cepat karena mampu menghasilkan bahan kering yang lebih banyak jumlah klorofil yang banyak sebagai pigmen utama dalam proses fotosintesis sehingga bahan kering dapat ditimbun tanaman lebih banyak.
Show more

7 Read more

PENGARUH PERLAKUAN KOLKISIN TERHADAP JUMLAH KROMOSOM DAN FENOTIP TANAMAN CABE KERITING (Capsicum annuum L.)

PENGARUH PERLAKUAN KOLKISIN TERHADAP JUMLAH KROMOSOM DAN FENOTIP TANAMAN CABE KERITING (Capsicum annuum L.)

Gambar di atas menunjukkan bahwa kecambah cabe keriting perlakuan telah mengalami penggandaan jumlah kromosom. Tingkatan ploidi yang didapatkan adalah tetraploid karena setelah dihitung ternyata jumlah kromosom sel ujung akar kecambah empat kali jumlah kromosom dasarnya yaitu 48 buah. Mansyurdin (2000) menyatakan bahwa penggandaan kromosom pada akar kecambah cabe keriting dan cabe rawit dapat dirangsang dengan kolkisin 0,5 %; 0,1 %; 0,05 % dan 0,01 % selama 24 jam dan mampu menyebabkan penggandaan kromosom pada tingkat tetraploid. Sedangkan Ariyanto (2010) melaporkan bahwa perlakuan kolkisin dapat merubah jumlah kromosom (poliploidi) tanaman jahe putih besar. Jumlah kromosom hasil poliploidi bervariasi, yaitu: tetrasomik, triploid, tetraploid, pentaploid, heksaploid, dan oktaploid.
Show more

6 Read more

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

analisis menunjukkan rataan jumlah daun tertinggi pada minggu ke 1 terdapat pada perlakuan K0 (kontrol) yaitu sebesar 5.400 helai kemudian bertambah rendah yaitu perlakuan K2 (0.050%) sebesar 3.667 helai, K1 dan K4 sebesar 3.000 helaidan yang terendah yaitu pada perlakuan K3 sebesar 2.800 helai. Hal ini diduga bahwa pemberiankolkhisin mempengaruhi pembelahan sel pada tanaman sehingga berpengaruh pada jumlah daun yang dihasilkan. Suryo (2007) menyatakan dengan bertambahnya jumlah kromosom menyebabkan tekanan osmotik sel-sel berkurang sehingga pembelahan sel menjadi terlambat dan masa vegetatif menjadi lebih panjang . Hal ini sesuai dengan literatur Mardianti (2004) yang meyatakan bahwa kolkhisin akan efektif apabila diteteskan atau direndam pada saat sel membelah. Sebab kolkhisin akan diserap oleh sel dan mempengaruhi pembelahan sel yang sedang berlangsung dan penetesan sebaiknya dilakukanpada sore atau pagi hari disaat suhu udara rendah dan kelembabannya tinggi sehingga lebih mengefektifkan pemberian kolkhisin.
Show more

89 Read more

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Tiap spesies tanaman mempunyai tanggapan yang berbeda terhadap konsentrasi kolkisin yang diperlukan untuk mengubah posisi kromosom. Biasanya 0.5 sampai 1.0% pasta atau larutan kolkisin dapat menimbulkan poliploidi. Kolkisin ternyata mengganggu pembentukkan serabut gelendong dan sitokenesis berikutnya, sehingga membentuk sel dengan jumlah kromosom yang meningkat.Perlakuan kolkisin biasanya mengakibatkan perbedaan tingkat ploidi dalam jaringan batang, karena itu perlu membuat pemeriksaan sitologis dari mixoploid untuk mengidentifikasi tetraploid (Crowder, 1997). Penggunaan kolkisin hanya untuk tujuan yang mempunyai arti penting, karena harganya cukup mahal. Disamping untuk tujuan pemuliaan biasanya digunakan pula pada penelitian-penelitian. Perlakuan kolkisin termasuk perlakuan mutasi karena merubah kromosom yang berakibat berubahnya sifat tanaman (Mardianti, 2014). Poliploidi
Show more

12 Read more

PENGARUH PERLAKUAN KOLKISIN TERHADAP JUMLAH KROMOSOM DAN FENOTIP TANAMAN CABE KERITING (Capsicum annuum L.)

PENGARUH PERLAKUAN KOLKISIN TERHADAP JUMLAH KROMOSOM DAN FENOTIP TANAMAN CABE KERITING (Capsicum annuum L.)

A = kecambah diploid dan B = kecambah tetraploid. Gambar di atas menunjukkan bahwa kecambah cabe keriting perlakuan telah mengalami penggandaan jumlah kromosom. Tingkatan ploidi yang didapatkan adalah tetraploid karena setelah dihitung ternyata jumlah kromosom sel ujung akar kecambah empat kali jumlah kromosom dasarnya yaitu 48 buah. Mansyurdin (2000) menyatakan bahwa penggandaan kromosom pada akar kecambah cabe keriting dan cabe rawit dapat dirangsang dengan kolkisin 0,5 %; 0,1 %; 0,05 % dan 0,01 % selama 24 jam dan mampu menyebabkan penggandaan kromosom pada tingkat tetraploid. Sedangkan Ariyanto (2010) melaporkan bahwa perlakuan kolkisin dapat merubah jumlah kromosom (poliploidi) tanaman jahe putih besar. Jumlah kromosom hasil poliploidi bervariasi, yaitu: tetrasomik, triploid, tetraploid, pentaploid, heksaploid, dan oktaploid.
Show more

6 Read more

Pengaruh Kolkisin Terhadap Keragaman Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Sri Rejeki (Aglaonema sp.) Varietas Dud Unjamanee

Pengaruh Kolkisin Terhadap Keragaman Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Sri Rejeki (Aglaonema sp.) Varietas Dud Unjamanee

gambaran yang khas, yaitu seperti tanda silang. Akan tetapi kromosom-kromosom dapat memisahkan diri pada sentromernya dan dimulailah C-anafase. Selanjutnya terbentuk dinding nukleus sehingga nukleus “restitusi” mengandung jumlah kromosom lipat dua. Apabila pengaruh dari kolkisin telah menghambur, sel poliploid yang baru dapat membentuk spindel pada kedua kutubnya dan membentuk nukleus anakan poliploid seperti pada telofase dari mitosis biasanya. Akan tetapi jika konsentrasi larutan kolkisin yang kritis dibiarkan terus berlanjut, maka pertambahan genom akan mengikuti suatu deret ukur seperti 4n, 8n, 16n dan seterusnya (Suryo, 2007).
Show more

11 Read more

SKRIPSI PENGARUH KOLKISIN TERHADAP FENOTIPE PERTUMBUHAN AWAL DAN JUMLAH KROMOSOM TANAMAN SIRSAK (Annona muricata L.) MARYATI

SKRIPSI PENGARUH KOLKISIN TERHADAP FENOTIPE PERTUMBUHAN AWAL DAN JUMLAH KROMOSOM TANAMAN SIRSAK (Annona muricata L.) MARYATI

Tanaman sirsak semakin dikenal masyarakat karena mempunyai banyak manfaat sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tanaman obat, khususnya untuk sirsak lokal yang rasanya lebih asam dibandingkan sirsak ratu. Rasa asam pada sirsak disebabkan karena kandungan asam organik non volatil terutama asam malat, asam sitrat dan isositrat. Beberapa kandungan herbal sirsak terdapat pada semua bagian tanaman. Duryatmo (2011) menyebutkan bahwa pada daun mengandung senyawa acetogenius yang mampu menghambat produksi energi ATP di dalam sel kanker. Akar yang diekstrak mengandung senyawa aktif annoanin, tanin dan alkaloid yang mampu membunuh larva nyamuk Anopheles aconitas (nyamuk vector malaria). Biji sirsak digunakan untuk pestisida nabati dengan kandungan senyawa cis-annonacin sebagai antikanker dengan LC 50 <
Show more

32 Read more

SKRIPSI. PENGARUH KOLKISIN TERHADAP FENOTIPE PERTUMBUHAN AWAL DAN JUMLAH KROMOSOM TANAMAN SIRSAK (Annona muricata L.) Oleh MARYATI H

SKRIPSI. PENGARUH KOLKISIN TERHADAP FENOTIPE PERTUMBUHAN AWAL DAN JUMLAH KROMOSOM TANAMAN SIRSAK (Annona muricata L.) Oleh MARYATI H

Tanaman sirsak semakin dikenal masyarakat karena mempunyai banyak manfaat sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tanaman obat, khususnya untuk sirsak lokal yang rasanya lebih asam dibandingkan sirsak ratu. Rasa asam pada sirsak disebabkan karena kandungan asam organik non volatil terutama asam malat, asam sitrat dan isositrat. Beberapa kandungan herbal sirsak terdapat pada semua bagian tanaman. Duryatmo (2011) menyebutkan bahwa pada daun mengandung senyawa acetogenius yang mampu menghambat produksi energi ATP di dalam sel kanker. Akar yang diekstrak mengandung senyawa aktif annoanin, tanin dan alkaloid yang mampu membunuh larva nyamuk Anopheles
Show more

32 Read more

Karyotipe Kromosom pada Tanaman Bawang Budidaya (Genus Allium; Familia Amaryllidaceae)

Karyotipe Kromosom pada Tanaman Bawang Budidaya (Genus Allium; Familia Amaryllidaceae)

Pembelahan meiosis biasanya hanya digunakan untuk menghitung jumlah kromosom, sedang pembelahan mitosis dapat digunakan untuk membuat peta karyotipe (Riesenberg dkk., 1987). Studi mitosis dapat menggunakan ujung akar, ujung batang, primordia daun, petala muda, ovulum muda dan kalus. Namun biasanya digunakan ujung akar karena mudah tumbuh dan seragam, sedang untuk pembelahan meiosis sering digunakan anthera (Darnaedi, 1991). Sifat kromosom sel mitosis secara morfologi lebih stabil dibandingkan meiosis, karena struktur penanda seperti satelit, penyempitan, letak sentromer dan panjang lengan lebih jelas (Min dkk., 1984).
Show more

7 Read more

PENGARUH KOLKISIN TERHADAP FENOTIPE DAN JUMLAH KROMOSOM JAHE (Zingiber Veronica officinale Rosc.) 1

PENGARUH KOLKISIN TERHADAP FENOTIPE DAN JUMLAH KROMOSOM JAHE (Zingiber Veronica officinale Rosc.) 1

Berdasar Tabel 7. terlihat bahwa pengaruh perlakuan kolkisin terhadap jumlah kromosom tanaman jahe putih besar, dalam penelitian ini diketemukan individu sel yang tetap bersifat diploid (2n) dan diketemukan sel-sel yang mengalami penambahan jumlah kromosom (poliploidi). Poliploid yang terbentuk ada yang bersifat euploid atau aneuploid. Variasi euploid meliputi: triploid (2n=33), tetraploid (2n=44), pentaploid (2n=55), heksaploid (2n=66) dan oktaploid (2n=88). Aneuploid yang ditemukan adalah tetrasomik (2n+2). Banyaknya sel dengan jumlah kromosom poliploid yang tidak tepat sebagai kelipatan jumlah dasarnya, kemungkinan merupakan akibat duplikasi kromosom. Hal ini sesuai dengan pendapat Chahal and Gosal (2002), menyatakan bahwa poliploidi dapat dibedakan atas euploid dan aneuploid . Pada kondisi euploid, jumlah kromosom meruapakan kelipatan kromosom dasar (x), dapat secara autopoliploid. Variasi euploid yang dapat terjadi adalah: triploid (3x), tetraploid (4x), pentaploid (5x), heksaploid (6x), septaploid (7x), oktaploid (8x) dan seterusnya. Pada kondisi aneuploid, perubahan kromosom hanya melibatkan sebagian dari jumlah kromosom dasar, yakni satu atau beberapa kromosom dari genom di tambah atau di kurangi. Variasi aneuploid yang dapat terjadi adalah: monosomik (2n-1), nullisomik (2n- 2), trisomik (2n+1) dan tetrasomik (2n+2).
Show more

15 Read more

MUTASI KROMOSOM Perubahan Jumlah Kromosom Fiiiix

MUTASI KROMOSOM Perubahan Jumlah Kromosom Fiiiix

Pada Autopoliploidi seluruh perangkat yang kromosom berasal dari spesies yang sama. Perangkat tambahan berasal dari spesies yang sama. Autotetraploid dapat terjadi akibat pembuahan suatu gamet diploid oleh satu gamet haploid. Gamet diploid itu terjadi akibat kegagalan pemisahan kromosom selama meiosis. Ada yang mengakatan bahwa zigot Autopoliploidi terjadi akibat pembuahan suatu ovum oleh dua sperma. Ada juga yang mengatakan bahwa zigot Autopoliploidi akibat persilangan eksperimental individu diploid dan yang tetraploid. Pada umumnya uuran individu Autopoliploidi lebih besar daripada ukuran kondisi diploid. Kaitan ini juga berlaku pada tanaman yang semakin lama semakin besar. Secara mendasar,individu-individu Autopoliploidi tidak mengandung informasi baru ataupun unik yang berbeda dari kerabatnya yang diploid sehingga dapat memiliki nilai ekonomi tinggi. Contoh tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu Solanum, Winesap apples, pisang komersial, semangka tanpa biji, dan bunga Lilium tigrinum.
Show more

9 Read more

Jumlah Kromosom dan Anak Inti.

Jumlah Kromosom dan Anak Inti.

Penentuan jumlah kromosom ikan tawes diploid dilakukan dengan metode jaringan padat, sedangkan prosedur untuk mempersiapkan sediaan anak inti hampir sama dengan metode tersebut, kecuali pewarnaannya menggunakan Perak Nitrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kromosom ikan tawes diploid adalah 50, dan jumlah maksimum anak inti tiap selnya adalah enam, dengan frekuensi 20,88%.

1 Read more

Karakterisasi Kromosom Sel Heterohibrida Dengan Teknik Karyotiping

Karakterisasi Kromosom Sel Heterohibrida Dengan Teknik Karyotiping

akhir 10 -7 M ditambahkan ke dalam medium kultur. Setelah inkubasi 4−6 jam, medium kultur dibuang secara hati-hati dan trypsin 0,25% sebanyak 5 ml ditambahkan dan inkubasi selama 10 menit. Sel disentrifugasi dan supernatan dibuang. Sel dituangkan dalam 5 ml larutan hipotonik (0,56% KCl) dan diinkubasi 20 menit pada suhu 36,5 o C. Acetiat metanol yang didinginkan sebanyak volume yang sama (5 ml) ditambahkan, dicampur merata dan disentrifugasi pada 100 G selama 2 menit. Supernatan dibuang, pelet dicampur menggunakan vortex, secara perlahan acetiat metanol baru ditambahkan dan dicampur merata. Kemudian didiamkan dalam es selama 10 menit, dan disentrifugasi pada 100 g selama 2 menit. Supernatan acetiat metanol dibuang dan pelet dicampur dengan 0,2 ml acetiat metanol baru sehingga didapatkan konsentrasi akhir, dengan pipet pasteur diteteskan satu tetes sediaan diatas gelas objek dingin Dibiarkan tetesan menyebar di atas gelas objek. Sediaan dikeringkan dengan menaruh gelas objek di atas cawan berisi air panas dan amati dibawah mikroskop. Jika sel menumpuk sehingga sulit untuk diamati, sediaan diencerkan sebanyak 2 atau 4 x dan buat preparat baru. Pewarnaan dengan Giemsa dilakukan dengan cara diteteskan Giemsa dan biarkan selama 2 menit. Bilas pewarna Giemsa dengan air mengalir (perlahan). Bila pewarnaan sudah cukup, ditutup
Show more

5 Read more

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman dengan ketinggian tempat + 25 m dpl. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Desember 2015, menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan Uji DMRT. Perlakuannya yaitu konsentrasi 0.00% (kontrol), 0.025%(K1), 0.05%(K2), 0.075%(K3) dan 0.1%(K4). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi kolkhisin yang tepat terhadap karakter morfologi dan jumlah kromosom tanaman binahong.
Show more

13 Read more

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Anredera cordifolia (Ten) Steenis atau yang dikenal sebagai binahong merupakan family dari Basalaceae yang merupakan tanaman obat. Di Indonesia tanaman binahong belum familiar tetapi di Negara Vietnam tanaman ini diperlukan dan sering dijadikan sebagai sayuran di Negara Taiwan. Tanaman ini diketahui memiliki manfaat yang luar biasa dan telah dikonsumsi lebih dari ribuan tahun lalu di China, Korea, Thaiwan. Hampir semua bagian tanaman binahong seperti umbi, batang dan daun dapat dijadikan sebagai terapi herbal (Astuti et al., 2011).
Show more

4 Read more

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Azizah, N dan N. Bermawie. 2003. Pengaruh Kolkhisin Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Dua Tipe Kencur ( Kaempferia gulanagl Linn). Diakses dari : http:// www. Balitro.go.id/index.php. Pada Tanggal 19 Februari 2015. Balitro. 2006. Rencana dan Strategis Balai Penelitian Tanaman Obat dan

4 Read more

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Pengaruh Pemberian Kolkhisin Terhadap Morfologi dan Jumlah Kromosom Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis)

Konsentrasi : 0.025% = 30 tanaman jadi 10 ml x 30 = 300ml Konsentrasi : 0.050% = 30 tanaman jadi 10 ml x 30 = 300ml Konsentrasi : 0.075% = 30 tanaman jadi 10 ml x 30 = 300ml Konsentrasi : 0.100% = 30 tanaman jadi 10 ml x 30 = 300ml Kebutuhan kolkhisin untuk 4 kali aplikasi yaitu :

16 Read more

Show all 10000 documents...