Kabupaten Sumba Barat

Top PDF Kabupaten Sumba Barat:

LPSE Kabupaten Sumba Barat Daya BA PENETAPAN

LPSE Kabupaten Sumba Barat Daya BA PENETAPAN

Berdasarkan Berita Acara Hasil Pelelangan Sederhana Pelelangan Ulang Nomor : 14/POKJA- ULP.KH/SBD/VI/2015 tanggal, 08 Juli 2015, pada hari ini Rabu tanggal Delapan Bulan Juli tahun Dua Ribu Lima Belas, bertempat di Kantor Bagian Pembangunan Setda/ULP Kabupaten Sumba Barat Daya, Pokja Pengadaan Bahan /Bibit Tanaman Pembuatan Reboisasi Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun Anggaran 2015 yang dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala Unit Pelayanan Pengadaan Kabupaten Sumba Barat Daya Nomor : Pemb.640/101/ULP/Pokja/SBD/V/2015 tanggal, 24 Juni 2015 , dengan ini Menetapkan Pemenang Pelelangan Sederhana Pekerjaan Pengadaan Bahan/Bibit Tanaman Pembuatan Reboisasi Tahun Anggaran 2015, sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

LPSE Kabupaten Sumba Barat Daya PENGUMUMAN PEMENANG

LPSE Kabupaten Sumba Barat Daya PENGUMUMAN PEMENANG

Sesuai dengan Berita Acara Hasil Pelelangan Sederhana Nomor : 14/Pokja-ULP.KH/SBD/VII/2015, Tanggal : 08 Juli 2015, dengan ini Pokja Pengadaan Bahan/Bibit Tanaman Pembuatan Reboisasi Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun Anggaran 2015 mengumumkan Pemenang Hasil Pelelangan Sederhana secara elektronik Pekerjaan Pengadaan Bahan/Bibit Tanaman Pembuatan Reboisasi sebagai berikut :

1 Baca lebih lajut

Penyelidikan Geokimia Regional Sistematik Lembar Waikabubak Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur

Penyelidikan Geokimia Regional Sistematik Lembar Waikabubak Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur

Daerah yang diselidiki merupakan lembar Waikabubak, termasuk wilayah Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur, Propinsi Nusatenggara Timur dengan batas koordinat 118 0 55’ 00” s/d 120 0 52’ 40” BT dan 09 0 15’ 00” s/d 10 0 21’ 40”. LS, dengan luas daerah sekitar 5000 km 2 . Secara administratip daerah penyelidikan meliputi beberapa kecamatan, yang termasuk dalam Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur, Prop. Nusatengara Timur. Daerah penyelidikan dapat ditempuh dengan kendaraan umum ( bis/kapal ferry) dari Kupang ke Ibu kota kabupaten dan untuk mencapai daerah penyelidikan dapat ditempuh dengan mempergu- nakan kendaraan roda dua atau empat. Sedangkan untuk menuju lokasi pengambilan conto geokimia sedimen sungai aktif umumnya harus ditempuh dengan berjalan kaki dan kalau tidak dapat ditempuh dalam 1 hari maka perlu menginap di lokasi ( flying camp ).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Umpatan bahasa Sumba Barat dalam tuturan berbahasa Indonesia di masyarakat Loli Kabupaten Sumba Barat.

Umpatan bahasa Sumba Barat dalam tuturan berbahasa Indonesia di masyarakat Loli Kabupaten Sumba Barat.

Tugas akhir ini membahas umpatan bahasa Sumba Barat dalam tuturan berbahasa Indonesia di masyarakat Loli, Kabupaten Sumba Barat. Umpatan atau makian adalah ungkapan perasaan tertentu yang timbulnya disebabkan oleh dorongan yang bersifat kebahasaan dan nonkebahasaan. Hal yang bersifat kebahasaan berupa kata-kata yang diucapkan oleh seseorang yang dirasa tidak berkenan pada diri pengumpat. Sebagai tanggapan atas tindakan itu, si pengumpat melampiaskan perasaannya melalui pelbagai umpatan. Sementara itu, hal yang bersifat nonkebahasaan biasanya menyangkut perbuatan seseorang atau peristiwa tertentu. Perbuatan tertentu misalnya pemukulan dan peristiwa tertentu seperti penyesalan mengakibatkan seseorang marah, mengkal, atau kecewa. Dalam suasana seperti itu, biasanya orang terbawa luapan perasaannya yang tidak terkendali, luapan perasaan yang menegangkan saraf. Pada saat itulah, perasaan sering terungkap melalui kata-kata yang tergolong kasar. Salah satu pengungkapan tersebut adalah dengan mencaci maki penyebabnya.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PERAN DPRD KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA DALAM FUNGSI PENGAWASAN TERHADAP KINERJA KPUD PADA TAHAP PENETAPAN CALON KEPALA DAERAH / WAKIL KEPALA DAERAH DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH SECARA LANGSUNG.

PENDAHULUAN PERAN DPRD KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA DALAM FUNGSI PENGAWASAN TERHADAP KINERJA KPUD PADA TAHAP PENETAPAN CALON KEPALA DAERAH / WAKIL KEPALA DAERAH DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH SECARA LANGSUNG.

Sejauh pengamatan peneliti belum ada penelitian yang secara khusus meneliti tentang pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja KPUD dalam tahap penetapan calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Sumba Barat Daya berdasarkan permasalahan dan cara penelitian yang terdapat dalam penelitian ini. Penulisan hukum atau skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis dan bukan merupakan duplikasi ataupun plagiat dari hasil karya penulis lain. Jika penulisan hukum atau skripsi ini terbukti merupakan duplikasi atau plagiat dari hasil karya penulis lain maka penulis bersedia menerima sanksi akademik dan/atau sanksi hukum yang berlaku.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

RPI2-JM KABUPATEN SUMBA BARAT

RPI2-JM KABUPATEN SUMBA BARAT

rogram invest asi Kabupat en Sumba Barat m erupakan rekapitulasi dari dokum en RPI2-JM yang t elah disusun dengan m em pert im bangkan kem am puan Kabupat en dari aspek t eknis, aspek lingkungan dan sosial, aspek pendanaan, m aupun aspek kelem bagaan dan berdasarkan priorit as menurut kebutuhan unt uk m em enuhi sasaran dan rencana pem bangunan Kabupat en Sumba Barat .

6 Baca lebih lajut

UU no 16 th 2007 penjelasan

UU no 16 th 2007 penjelasan

Dalam rangka mewujudkan tercapainya hakikat otonomi daerah dan tujuan pembentukan daerah, dan berdasarkan aspirasi daerah yang didukung kondisi geografis, topografi, kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, kependudukan, luas wilayah, pertahanan, keamanan, pertimbangan kemampuan keuangan, tingkat kesejahteraan masyarakat dan rentang kendali penyelenggaraan dan pembinaan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, maka untuk mendukung dan mendorong daya guna dan hasil guna dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat, serta mendekatkan dan meningkatkan pelayanan yang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat, Kabupaten Sumba Barat ditata dan dimekarkan dengan membentuk kabupaten baru.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BA Lelang Gagal Waitabula   Bondokodi

BA Lelang Gagal Waitabula Bondokodi

Sesuai Berita Acara Evaluasi Penawaran Nomor : 06/POKJA.III-ULP/Pkt.05/PU-BM/IV/2016 tanggal 13 April 2016 Pokja Pengadaan Barang/Jasa ULP Provinsi NTT Paket Kegiatan Peningkatan Jalan Waitabula - Bondokodi di Kabupaten Sumba Barat Daya, diketahui bahwa Penawaran Yang Masuk Dinyatakan Gugur.

Baca lebih lajut

Logam Inventarisasi SumbaBarat NTT

Logam Inventarisasi SumbaBarat NTT

Inventarisasi mineral logam merupakan upaya menghimpun data potensi mineral logam di seluruh Indonesia untuk meningkatkan ketersediaan data yang terbaru dan akurat. Hal ini juga terkait dengan peningkatan investasi di bidang eksplorasi dan eksploitasi mineral logam. Untuk tahun anggaran 2007 lokasi salah satu diantara kegiatan inventarisasi mineral logam adalah Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (Gambar 1).

6 Baca lebih lajut

Permasalahan Filariasis dan vektornya di Desa Soru Kecamatan Umbu Ratunggai Kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur

Permasalahan Filariasis dan vektornya di Desa Soru Kecamatan Umbu Ratunggai Kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur

Jumlah penderita filariasis di Desa Soru tidak begitu banyak dijumpai, pemeriksaan darah jari terhadap 500 penduduk di 3 dusun yaitu Uma Hapi, dusun 2 dan Kampung baru. Untuk menentukan endemisitas suatu daerah terhadap kejadian filariasis dilakukan pengukuran angka Mf-Rate. Angka ini dipergunakan dalam menentukan penanganan pengobatan yang dilakukan di suatu daerah. Angka mikrofilaria rate dihitung dengan membagi jumlah penduduk yang sediaan darahnya positif mikrofilaria dengan jumlah sediaan darah yang diperiksa dikali 100%. Dengan demikian diketahui, bahwa angka mf rate di desa sebesar 0,2%. Jenis cacing mikrofilaria yang ditemukan adalah Brugia timori. Apabila Mf-rate lebih dari 1% maka daerah tersebut sudah dikategorikan sebagai daerah endemis, jika dili-hat dari angka Mf-rate di desa soru kurang dari 1% oleh karena itu desa Soru belum bisa nyatakan sebagai daerah endemis filariais. Namun, perlu diperhatikan daerah lain yang pernah dilakukan survey darah jari di Kabupaten Sumba Tengah mempunyai angka Mf-rate di atas 1% seperti desa Ole Dewa 1,2%, desa Pondok 3,4% dan desa Weeluri 1,3%. 8
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Studi Kasus tentang Perubahan Sosial di Sumba Timur terhadap Persyaratan Gelar Kebangsawanan T2 752011041 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Studi Kasus tentang Perubahan Sosial di Sumba Timur terhadap Persyaratan Gelar Kebangsawanan T2 752011041 BAB I

Terdapat perubahan pula dalam hal perkawinan. Masyarakat Sumba Timur yang berasal dari golongan bangsawan atau maramba, banyak menerima perkawinan anak mereka dengan orang yang berasal dari luar Sumba, khususnya orang China, Amerika, Bali, Jawa, dan adapula dari silsilah keturunan orang tersebut bukan asli bangsawan atau bangsawan murni. Sudah terjadi kawin-mawin atau bahkan salah satu orang tuanya berasal dari golongan orang biasa dan hamba atau ata.

Baca lebih lajut

PENGELOMPOKAN KABUPATENKOTA DI NUSA TENGGARA TIMUR BERDASARKAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK MENGGUNAKAN K-MEANS DAN FUZZY C-MEANS

PENGELOMPOKAN KABUPATENKOTA DI NUSA TENGGARA TIMUR BERDASARKAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK MENGGUNAKAN K-MEANS DAN FUZZY C-MEANS

Maternal and Child Health Care (MCH) is one of the health development priorities in Indonesia. The Government monitored 8 MCH service programs listed in the Maternal and Child Health Local Area Monitoring Guidelines (MCH-LAMG) to reach all MCH target. East Nusa Tenggara (ENT) I experienced a decrease in the achievement of MCH services by 2015 and it is under Indonesian target, therefore it is necessary to group 22 cities in ENT to facilitate the government in improving MCH services. In grouping the city, this research uses K-means and Fuzzy C-Means (FCM) method with four membership functions. The conclusion is that the optimum group number is six groups with K-means method without entering Manggarai Barat Regency. The Low achievement characteristics of group 1 in infant health service. Group 2 in maternal care, childbirth service assisted by health personnel, postpartum service, neonatus complication treatment service. Group 3 in obsetri complication treatment service. Group 4 in active member of family planning service. Group 6 in children under 5 years old service. In addition there are differences in characteristics between groups formed from the One-Way MANOVA test results.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

T1 312010711 BAB III

T1 312010711 BAB III

 Faktor individual meliputi, latar belakang disiplin ilmu para anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat yang hanya 14 % berlatar belakang sarjana hukum dan latar belakang pekerjaan mereka yang mayoritas orang – orang baru yang belum berpengalaman dalam pembuatan Rancangan Peraturan Daerah.

Baca lebih lajut

BERITA ACARA GAGAL PELELANGAN REVITALISASI MUSEUM BUDAYA SUMBA BARAT DAYA

BERITA ACARA GAGAL PELELANGAN REVITALISASI MUSEUM BUDAYA SUMBA BARAT DAYA

Pada hari ini Jumat tanggal Sebelas bulan Agustus tahun Dua Ribu Tujuh Belas (11- 08-2017), sesuai dengan jadwal yang termuat pada portal LPSE http://www.lpse.sbdkab.go.id/ POKJA REVITALISASI MUSEUM BUDAYA SUMBA BARAT DAYA yang ditetapkan berdasarkan Surat Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Kabupaten Sumba Barat Daya Nomor: BLP.027/137/SKBLP/POKJA/SBD/VII/2017 tanggal 28 Juli 2017, untuk paket pekerjaan Revitalisasi Museum Budaya Sumba Barat Daya, dengan ini dinyatakan pelelangan gagal , karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...