kadar abu total

Top PDF kadar abu total:

PRAKTIKUM KADAR AIR DAN KADAR ABU TOTAL

PRAKTIKUM KADAR AIR DAN KADAR ABU TOTAL

Air merupakan komponen penting dalam bahan pangan karena air dapat mempengaruhi kenampakan, kesegaran, tekstur, serta cita rasa pangan. Kadar air dalam bahan pangan memiliki jumlah yang berbeda-beda, tetapi banyak bahan pangan yang memiliki kandungan air dengan jumlah yang relatif besar. Beberapa bahan pangan yang mengandung kadar air yang relatif besar antara lain adalah buah-buahan dan sayuran yang mencapai sekitar 90%, susu segar sekitar 87%, dan daging sapi sekitar 66%. Produk bahan pangan yang mengandung kadar air dengan jumlah relatif sedikit adalah bahan pangan yang kering seperti tepung-tepungan, susu kental manis, kerupuk, dll. Kenaikan sedikit kandungan air pada bahan pangan kering dapat mengakibatkan kerusakan pada bahan pangan tersebut sehingga tidak bisa digunakan lagi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan - Standarisasi simplisia kering umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia) dari tiga daerah berbeda - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan - Standarisasi simplisia kering umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia) dari tiga daerah berbeda - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

2. Hasil penetapan profil standarisasi non spesifik simplisia umbi bawang dayak didapatkan nilai standarisasi berupa kadar susut pengeringan < 12%, kadar abu total ˂ 4%, kadar abu larut air < 3%, kadar abu tak larut asam < 1,5%, dan hasil penetapan pH ekstrak etanol pada konsentrasi 10% dalah 4,8 – 5,1.

8 Baca lebih lajut

Karakterisasi Simplisia dan Isolasi Agar dari Rumput Laut Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfus sebagai Media Pertumbuhan Bakteri

Karakterisasi Simplisia dan Isolasi Agar dari Rumput Laut Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfus sebagai Media Pertumbuhan Bakteri

Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental. Tahap penelitian meliputi karakterisasi simplisia; isolasi agar; karakterisasi agar yaitu uji kualitatif, penetapan susut pengeringan, penetapan kadar abu total, penetapan kadar abu tak larut asam, penetapan kadar sulfat, nilai viskositas; pembuatan media pertumbuhan bakteri, pengujian mikrobiologi yaitu dengan uji kualitatif untuk melihat homogenitas pertumbuhannya di cawan petri dengan teknik penuangan pada bakto agar hasil isolasi yang dibandingkan dengan bakto agar komersial dengan menumbuhkan bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Eschericia coli dengan penambahan nutrient broth dan beef powder serta peptone, pewarnaan Gram dan pengamatan mikroskopik bakteri. Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakognosi, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Farmasi Fisik, Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Uji Antidiare Ekstrak Etanol Kulit Batang Sikkam (Bischofia javanica Blume) Dengan Metode Defekasi Pada Tikus

Uji Antidiare Ekstrak Etanol Kulit Batang Sikkam (Bischofia javanica Blume) Dengan Metode Defekasi Pada Tikus

Hasil karakteristik serbuk simplisia kulit batang sikkam diperoleh kadar air 5,99%, kadar sari larut air 17,49%, kadar sari larut etanol 11,84%, kadar abu total 4,07% dan kadar abu tidak larut asam 6,06% sedangkan hasil pemeriksaan karakteristik ekstrak etanol kulit batang sikkam diperoleh kadar air 7,32%, kadar sari larut air 32,97%, kadar sari larut etanol 23,26%, kadar abu total 0,48%, kadar abu tidak larut asam 0,01%. Hasil skrining fitokimia serbuk simplisia dan ekstrak etanol diperoleh senyawa flavonoida, glikosida, tanin, steroida/triterpenoida. Uji efek antidiare ekstrak etanol kulit batang sikkam menunjukkan bahwa ekstrak etanol dengan semua dosis memberikan efek antidiare, dosis 75 dan 100 mg/kg bb memiliki efek antidiare yang lebih kecil dibanding loperamid HCl 1 mg/kg bb. Dosis 125 mg/kg bb memberikan efek antidiare yang sama dengan loperamid HCl dosis 1 mg/kg bb dan dosis 150 mg/kg bb memberikan efek yang lebih kuat dibanding loperamid HCl 1 mg/kg bb.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Batang Sereh Dengan Sari Jahe Dan Konsentrasi Serbuk Gula Aren Terhadap Mutu Serbuk Minuman Penyegar Sereh

Pengaruh Perbandingan Sari Batang Sereh Dengan Sari Jahe Dan Konsentrasi Serbuk Gula Aren Terhadap Mutu Serbuk Minuman Penyegar Sereh

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan sari batang sereh dengan sari jahe memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air dan nilai hedonik aroma. Konsentrasi serbuk gula aren memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, total asam, total padatan terlarut, daya larut, kecepatan larut, nilai organoleptik hedonik rasa, dan nilai organoleptik skor warna. Interaksi antara kedua faktor memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kadar air dan kadar abu. Perbandingan sari batang sereh dengan sari jahe 80%:20% dan konsentrasi serbuk gula aren sebesar 18% menghasilkan serbuk minuman penyegar sereh terbaik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksana, Etilasetat Dan Etanol Rumput Laut Coklat (Sargassum Polycystum C.Agardh) Terhadap Bakteri Escherichia Coli Dan Staphylococcus Aureus

Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksana, Etilasetat Dan Etanol Rumput Laut Coklat (Sargassum Polycystum C.Agardh) Terhadap Bakteri Escherichia Coli Dan Staphylococcus Aureus

Upaya menggali potensi laut sangat menarik perhatian, bukan saja terhadap pembudidayaannya tetapi juga penelitian mengenai pemanfaatannya diberbagai bidang kehidupan manusia.Salah satu potensi laut tersebut adalah rumput laut coklat yang sering dianggap belum memberikan nilai ekonomis karena belum banyak penelitian mengenai pemanfaatan dan potensinya. Rumput laut coklat memproduksi beberapa jenis senyawa sekunder, seperti florotanin, steroid dan sterol. Spesies ini merupakan sumber alginat yang digunakan sebagai bahan pembuat cangkang kapsul, salep, emulsifier, dan dapat juga digunakan sebagai bahan pembuat cat rambut dan krim, sedangkan oleh masyarakat setempat jenis ini lebih sering dikonsumsi sebagai sayuran. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak n-heksana, etilasetat dan etanol rumput laut coklat (Sargassum polycystum C. Agardh). Tahapan kerja meliputi pengumpulan bahan, karakterisasi simplisia dan pembuatan ekstrak n-heksana, etilasetat dan etanol serta uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar menggunakan pencadang logam. Hasil karakterisasi simplisia rumput laut diperoleh kadar air 7,26%, , kadar sari yang larut dalam air 3,15%, kadar sari yang larut dalam etanol 1,25%, sedangkan kadar abu total 10,3% dan kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,93%. Hasil uji aktivitas antibakteri dari rumput laut coklat menunjukkan bahwa ekstrak n- heksana dan etanol tidak memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia colidan Staphylococcus aureus, sedangkan ekstrak etilasetat rumput laut coklat memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia colidengan daya hambat yang memuaskan pada konsentrasi 50 mg/ml yaitu 14,39 dan konsentrasi 70 mg/ml yaitu 14,78 untuk bakteri Staphylococcus aureus. Sedangkan konsentrasi hambat minimum bakteriEscherichia coli pada konsentrasi 20mg/ml yaitu 9,76mm dan bakteriStaphylococcus aureuspada konsentrasi 30 mg/ml yaitu 8,24 mm.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Jambu Bol (Syzygium malaccense L. Merr & Perry) Sebagai Antikolesterol Menggunakan Tikus Jantan

Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Jambu Bol (Syzygium malaccense L. Merr & Perry) Sebagai Antikolesterol Menggunakan Tikus Jantan

Hasil karakterisasi simplisia daun jambu bol diperoleh kadar air sebesar 7,93%, kadar sari larut air 13,28%, kadar sari larut etanol 15,61%, kadar abu total 10% dan kadar abu tidak larut asam 0,5%.Hasil skrining simplisia dan ekstrak etanol daun jambu bol mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid/triterpenoid.Hasil pengujian terhadap penurunan kolesterol total menunjukan EEDJB dosis 100, 200, 300 dan 400 mg/kg bb dapat menurunkan kadar kolesterol total darah tikus selama 21 hari dan ekstrak etanol daun jambu bol menunjukkan efek penurunan kadar kolesterol yang hampir sama dengan simvastatin, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ektrak etanol daun jambu bol (EEDJB) dapat menurunkan kadar kolesterol total.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Parameter standarisasi dari tanaman segar, simplisia dan ekstrak etanol daun mangga (Mangifera indica L) dari tiga daerah berbeda - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Parameter standarisasi dari tanaman segar, simplisia dan ekstrak etanol daun mangga (Mangifera indica L) dari tiga daerah berbeda - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

pengamatan organoleptis berupa ekstrak kental, berwarna coklat kehitaman, dan berbau khas. Hasil penetapan parameter kualitas ekstrak didapatkan hasil standarisasi berupa kadar air ekstrak < 16%, kadar susut pengeringan < 11%, kadar abu total < 3%, kadar abu larut air < 2%, kadar abu tak larut asam < 2%, kadar sari larut air > 22%, kadar sari larut etanol > 55%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan kuinon. Hasil pengamatan profil kromatogram secara KLT dengan fase diam silika gel F 254 dan fase gerak yang terpilih adalah n-butanol: asam asetat :air
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Jambu Bol (Syzygium malaccense L. Merr & Perry) Sebagai Antikolesterol Menggunakan Tikus Jantan

Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Jambu Bol (Syzygium malaccense L. Merr & Perry) Sebagai Antikolesterol Menggunakan Tikus Jantan

Hasil karakterisasi simplisia daun jambu bol diperoleh kadar air sebesar 7,93%, kadar sari larut air 13,28%, kadar sari larut etanol 15,61%, kadar abu total 10% dan kadar abu tidak larut asam 0,5%.Hasil skrining simplisia dan ekstrak etanol daun jambu bol mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid/triterpenoid.Hasil pengujian terhadap penurunan kolesterol total menunjukan EEDJB dosis 100, 200, 300 dan 400 mg/kg bb dapat menurunkan kadar kolesterol total darah tikus selama 21 hari dan ekstrak etanol daun jambu bol menunjukkan efek penurunan kadar kolesterol yang hampir sama dengan simvastatin, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ektrak etanol daun jambu bol (EEDJB) dapat menurunkan kadar kolesterol total.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Karakterisasi Skrining Fitokimia Simplisia serta Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kari (Murraya koenigii L)Dengan Metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl)

Karakterisasi Skrining Fitokimia Simplisia serta Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kari (Murraya koenigii L)Dengan Metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl)

Hasil yang diperoleh dari pemeriksaan karakteristik simplisia adalah kadar air 5,98%, kadar sari yang larut air 3,63%, kadar sari yang larut dalam etanol 8,36%, kadar abu total 7,89%, kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,816%. Hasil skrining fitokimia, serbuk simplisia mengandung senyawa flavonoid, glikosida, steroid, saponin, alkaloid dan tannin. Hasil uji aktivitas antioksidan dalam menurunkan radikal bebas DPPH diperoleh nilai Inhibitory Concentration (IC 50 ) Ekstrak etanol daun kari sebesar 45,88% μg/ml dan untuk

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Gula dan pH terhadap Mutu Nata de Yammy dari Limbah Cair Pati Bengkuang

Pengaruh Konsentrasi Gula dan pH terhadap Mutu Nata de Yammy dari Limbah Cair Pati Bengkuang

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula dan pH terhadap mutu nata de yammy dari limbah cair pati bengkuang. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan, menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2 faktor yaitu konsentrasi gula (G): (5%, 7,5%, 10%) dan pH (P) : (4,0; 4,1; 4,2; 4,3; 4,4; 4,5). Parameter yang dianalisis adalah pH setelah fermentasi, kadar air, kadar abu, total asam setelah perebusan, total gula, total padatan terlarut, total mikroba, kadar nitrogen, kadar serat kasar, nilai skor warna, nilai hedonik warna, nilai hedonik aroma, nilai skor rasa, nilai hedonik rasa, nilai skor tekstur dan nilai hedonik tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gula memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, total asam setelah perebusan, total gula, total padatan terlarut, kadar nitrogen, kadar serat kasar, nilai skor warna, nilai skor rasa, nilai hedonik rasa, nilai skor tekstur dan nilai hedonik tekstur. pH memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap pH setelah fermentasi, kadar air, total asam setelah perebusan, kadar nitrogen, nilai skor warna dan nilai skor tekstur. Interaksi antara kedua faktor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap nilai skor tekstur dan berbeda nyata terhadap kadar air. Perbandingan konsentrasi gula 5% dan pH 4,2 menghasilkan nata limbah cair pati bengkuang terbaik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Gula dan pH terhadap Mutu Nata de Yammy dari Limbah Cair Pati Bengkuang

Pengaruh Konsentrasi Gula dan pH terhadap Mutu Nata de Yammy dari Limbah Cair Pati Bengkuang

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula dan pH terhadap mutu nata de yammy dari limbah cair pati bengkuang. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan, menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2 faktor yaitu konsentrasi gula (G): (5%, 7,5%, 10%) dan pH (P) : (4,0; 4,1; 4,2; 4,3; 4,4; 4,5). Parameter yang dianalisis adalah pH setelah fermentasi, kadar air, kadar abu, total asam setelah perebusan, total gula, total padatan terlarut, total mikroba, kadar nitrogen, kadar serat kasar, nilai skor warna, nilai hedonik warna, nilai hedonik aroma, nilai skor rasa, nilai hedonik rasa, nilai skor tekstur dan nilai hedonik tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gula memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, total asam setelah perebusan, total gula, total padatan terlarut, kadar nitrogen, kadar serat kasar, nilai skor warna, nilai skor rasa, nilai hedonik rasa, nilai skor tekstur dan nilai hedonik tekstur. pH memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap pH setelah fermentasi, kadar air, total asam setelah perebusan, kadar nitrogen, nilai skor warna dan nilai skor tekstur. Interaksi antara kedua faktor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap nilai skor tekstur dan berbeda nyata terhadap kadar air. Perbandingan konsentrasi gula 5% dan pH 4,2 menghasilkan nata limbah cair pati bengkuang terbaik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

KUALITAS MINUMAN SERBUK EFFERVESCENT SERAI (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN NA-BIKARBONAT.

KUALITAS MINUMAN SERBUK EFFERVESCENT SERAI (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN NA-BIKARBONAT.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan variasi effervescent mix terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik minuman serbuk effervescent serai, serta mengetahui komposisi effervescent mix yang paling tepat untuk memperoleh kualitas minuman serbuk effervescent serai yang paling baik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan variasi Na- bikarbonat dan asam sitrat yang termasuk dalam campuran yang disebut effervescent mix (Na-bikarbonat: asam tartarat: asam sitrat). Variasi perbandingan effervescent mix yang digunakan adalah F1 (2,5:1:1), F2 (3:1:1,5), dan F3 (3,5:1:2). Pengujian meliputi uji kimia (kadar air, kadar abu, total asam titrasi, pH, dan kadar minyak atsiri), uji fisik (analisis warna dengan kromatometer dan uji waktu larut), uji mikrobiologis (perhitungan Angka Lempeng Total dan perhitungan jumlah coliform dengan metode MPN), uji organoleptik, dan analisis yang dilakukan untuk mendapatkan kualitas minuman serbuk effervescent. Analisis data statistik dengan ANAVA pada tingkat kepercayaan 95% serta dilanjutkan dengan uji Duncan (DMRT) menunjukkan bahwa kadar abu dan ALT tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil uji, minuman serbuk effervescent serai telah memenuhi syarat mutu SNI 01-3780-1995 dan variasi effervescent mix yang paling disukai adalah Formula 1 (2,5:1:1).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Vol. 13 Nomor 3, September 2010 | JURNAL PENELITIAN SAINS c 3 fitrya ok

Vol. 13 Nomor 3, September 2010 | JURNAL PENELITIAN SAINS c 3 fitrya ok

Intisari: Telah dilakukan pemeriksaan karakteristik terhadap serbuk talus Padina australis Hauck. Hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan talus Padina tersusun dari epidermis dan sel parenkim. Pemeriksaan karakteristik simplisia menunjukkan bahwa kadar abu total sebuk talus Padina adalah 26,5%; kadar abu larut dalam air 10,5%, kadar abu tidak larut dalam asam 3,6%, kadar sari larut dalam air 12,4%, kadar sari larut dalam etanol 8,2%, kadar air 6,4% dan susut pengeringan 8,1%. Pemeriksaan logam menunjukkan bahwa talus Padina mengandung logam kalsium, kalium, natrium, magnesium dan besi dan kadar logam paling tinggi adalah kalsium yaitu 6,15%.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Gum Arab dengan Karagenan dan  Pemasakan Terhadap Mutu Jelly Markisa

Pengaruh Perbandingan Gum Arab dengan Karagenan dan Pemasakan Terhadap Mutu Jelly Markisa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan gum arab dan karagenan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, serta uji organoleptik aroma dan kekenyalan. Lama pemasakan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, total padatan terlarut, total asam, serta uji organoleptik warna, dan rasa, serta memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap uji organoleptik aroma. Interaksi kedua faktor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar abu dan uji organoleptik kekenyalan, serta memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kadar air dan total padatan terlarut. Perbandingan gum arab dengan karagenan 25%:75% dan lama pemasakan 10 menit menghasilkan jelly markisa dengan mutu terbaik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Karakterisasi Simplisia, Skrining Fitokimia Dan Uji Sitotoksisitas Ekstrak Daun Tumbuhan   Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Larva Artemia salina Leach

Karakterisasi Simplisia, Skrining Fitokimia Dan Uji Sitotoksisitas Ekstrak Daun Tumbuhan Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Larva Artemia salina Leach

Tumbuhan sirsak (Annona muricata L.) termasuk dalam familia Annonaceae. Daun sirsak kaya akan metabolit sekunder yang bermanfaat sebagai obat. Masyarakat memanfaatkan daun sirsak untuk mengobati berbagai macam penyakit, bahkan rebusan daun sirsak dikatakan dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk penyakit kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik daun sirsak, golongan senyawa dari simplisia daun sirsak, dan aktivitas sitotoksisitas ekstrak daun sirsak terhadap larva Artemia salina Leach. Karakterisasi simplisia daun sirsak dilakukan dengan pemeriksaan kadar air, kadar sari yang larut dalam air, kadar sari yang larut dalam etanol, kadar abu total dan kadar abu yang tidak larut dalam asam. Ekstrak daun sirsak dilakukan secara perkolasi bertingkat dengan menggunakan pelarut n-heksan, etilasetat dan etanol. Terhadap masing-masing ekstrak diuji aktivitas sitotoksisitasnya dengan metode brine shrimp lethally test. Data diolah menggunakan analisis regresi linear untuk memperoleh harga LC 50 .
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Diversifikasi Produk Teh sebagai Minuman Kesehatan

Diversifikasi Produk Teh sebagai Minuman Kesehatan

Teh sangat berkhasiat bagi kesehatan karena mengandung senyawa utama polifenol. Di samping jenis teh dari Camellia yang biasa dikonsumsi, saat ini berkembang juga jenis teh yang lain, misalnya teh dari daun murbei yang memiliki keunggulan mengandung senyawa polyhydroxylated alkaloids, salah satunya yaitu 1-Deoxynojirimycin yang berfungsi anti diabetes mellitus. Penelitian bertujuan menghasilkan produk teh Camellia- murbei yang bermutu tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan, menganalisa bahan baku, dan menganalisa mutu kimia, kandungan zat aktif (katekin) dan organoleptik teh murbei dan teh Camellia-murbei. Perlakuannya adalah Camellia sinensis varietas assamica klon Gambung 7 dan 9, murbei varietas Morus kanva dan M. multicaulis. Daun Camellia diolah menjadi teh tanpa reaksi oksidasi enzimatis, sedangkan daun murbei baik tanpa maupun dengan reaksi oksidasi enzimatis. Teh Camellia dan murbei dicampur 1:1 (b/b, bk). Rancangan penelitian adalah Rancangan Faktorial Tersarang. Pengamatan dilakukan terhadap parameter mutu kimia dan organoleptik baik teh murbei maupun teh Camellia- murbei mengikuti Standard National Indonesia. Hasil analisis kimia yang memenuhi standard mutu adalah kadar air, ekstrak air, abu tidak larut dalam asam hanya untuk teh Camellia-murbei, alkalinitas dan serat. Sebaliknya, parameter yang belum memenuhi adalah kadar abu total untuk teh murbei dan teh Camellia-murbei, kadar abu larut air, dan kadar abu tidak larut asam untuk teh murbei. Kandungan catekin tertinggi dihasilkan oleh multicaulis oksimatis gambung 7, sedangkan epicatekingallat tertinggi dihasilkan oleh multicaulis non-oksimatis gambung 7. Kandungan epigallocatekin, epicatekin, epigallocatekingallat, dan total polifenol tertinggi dihasilkan kanva non-oksimatis gambung 9. Produk minuman kesehatan terbaik adalah Kanva non-oksimatis Gambung 9 dengan rasa sedikit agak manis dan sepet (fairly strenght).
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Andaliman dengan Batang Kecombrang dan Suhu Pengeringan terhadap Mutu Bubuk Sambal Andaliman

Pengaruh Perbandingan Andaliman dengan Batang Kecombrang dan Suhu Pengeringan terhadap Mutu Bubuk Sambal Andaliman

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan andaliman dengan batang kecombrang memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, total asam, kadar vitamin C, tingkat kegetiran, nilai organoleptik uji skor warna, aroma, rasa, penerimaan konsumen. Suhu pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, tingkat kegetiran, nilai organoleptik uji skor warna, aroma, rasa, dan penerimaan konsumen. Interaksi antara kedua faktor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar abu, kadar vitamin C, total asam, nilai organoleptik uji skor rasa, tingkat kegetiran, dan penerimaan konsumen. Perbandingan andaliman dengan batang kecombrang (75%:25%) dan suhu pengeringan 50 o C menghasilkan kualitas bubuk sambal andaliman yang terbaik dan lebih diterima.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

STANDARDISASI EKSTRAK AIR DAUN SALAM (Sizygium  STANDARDISASI EKSTRAK AIR DAUN SALAM (Sizygium polyanthum [Wight] Walp.).

STANDARDISASI EKSTRAK AIR DAUN SALAM (Sizygium STANDARDISASI EKSTRAK AIR DAUN SALAM (Sizygium polyanthum [Wight] Walp.).

Halaman Lampiran 1. Gambar Daun Salam ................................................................. 44 Lampiran 2. Gambar Alat Alat Untuk Penetapan Parameter Non Spesifik .. 45 Lampiran 3. Gambar Alat Alat Untuk Penetapan Parameter Spesifik .......... 47 Lampiran 4. Data Lengkap Hasil Penetapan Parameter Kadar Air .............. 48 Lampiran 5. Data Lengkap Hasil Penetapan Parameter Kadar Abu Total

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Susu Skim Terhadap Karakteristik Yoghurt Jagung Manis (Zea Mays L. Saccharata).

Pengaruh Penambahan Susu Skim Terhadap Karakteristik Yoghurt Jagung Manis (Zea Mays L. Saccharata).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan susu skim terhadap karakteristik yoghurt jagung manis yang dan mengetahui konsentrasi penambahan susu skim tertentu yang mampu menghasilkan yoghurt jagung manis dengan karakteristik terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan penambahan susu skim (S) yang terdiri dari 5 level yaitu 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%. Persentase penambahan susu skim dihitung dari volume susu jagung yang digunakan. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji perbandingan berganda Duncan Multiple Range Test (DMRT). Variabel yang diamati adalah kadar protein, kadar lemak, kadar abu, total bakteri asam laktat (BAL), derajat keasaman atau pH, total asam tertitrasi (TAT), rasa, warna, aroma, tekstur dan penerimaan keseluruhan. Penambahan susu skim 12,5% mampu menghasilkan yoghurt jagung manis terbaik dengan karakteristik kadar protein 2,13%, kadar lemak 2,22%, kadar abu 0,91%, total BAL 8,5x10 9 CFU/ml, pH 3,82, total asam 1,63%, sedangkan parameter sensoris, warna agak suka dan kuning, aroma agak suka dan agak khas jagung, tekstur agak suka dan agak kental, rasa suka dan agak khas jagung serta, penerimaan keseluruhan agak suka.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...