Kadar Hormon Kortisol

Top PDF Kadar Hormon Kortisol:

HUBUNGAN ANTARA KADAR HORMON KORTISOL DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES PADA PERSALINAN VAKUM EKSTRAKSI.

HUBUNGAN ANTARA KADAR HORMON KORTISOL DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES PADA PERSALINAN VAKUM EKSTRAKSI.

a) Tesis yang berjudul : “ HUBUNGAN ANTARA KADAR HORMON KORTISOL DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES PADA PERSALINAN VAKUM EKSTRAKSI” ini adalah karya ilmiah saya sendiri dan bebas plagiat, serta tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali secara tertulis digunakan sebagai acuan serta daftar pustaka.apabila dikemudian hari terbukti terdapat plagiat di karya ilmiah ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan(permendiknas No 17, tahun 2010)
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

View of PENGARUH LATIHAN RENANG TERHADAP KADAR HORMON KORTISOL PADA PENDERITA ASMA

View of PENGARUH LATIHAN RENANG TERHADAP KADAR HORMON KORTISOL PADA PENDERITA ASMA

diaktifkan maka postganglion tersebut melepaskan norepineprin sebagai neurotransmitter. Pada waktu yang sama, medula adrenal distimulasi untuk mensekresi epineprin di dalam darah. Norepinerin dan epineprin mengatur sel targetnya yang berikatan dengan reseptor adrenergik di membran plasma. Acetilcolin dilepaskan oleh semua syaraf preganglionik menstimulasi syaraf postganglionik ( nicotinic Acethycolin receptors ) dan berikatan dengan β 2 adrenergik mengakibatkan dilatasi saluran pernapasan (Fox, 2009). Hal ini juga dibuktikan pada penelitian ini, bahwa diperoleh hasil adanya peningkatan kadar hormon kortisol
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS Guided Imagery and Music (GIM) TERHADAP KADAR HORMON KORTISOL PADA IBU POST PARTUM BLUES DI WILAYAH KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EFEKTIFITAS Guided Imagery and Music (GIM) TERHADAP KADAR HORMON KORTISOL PADA IBU POST PARTUM BLUES DI WILAYAH KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Postpartum blues (PPB) atau sering juga disebut Maternity blues atau Baby blues dimengerti sebagai suatu sindroma gangguan efek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan dan memuncak pada hari ke tiga sampai kelima dan menyerang dalam rentang waktu 14 hari terhitung setelah persalinan. Untuk mengantisipasi ibu postpartum yang mengalami post partum blues perlu diadakan penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi efektifitas Guided Imagery and Music (GIM) terhadap kadar hormon kortisol pada ibu postpartum blues di Wilayah Kota Semarang.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Hormon Kortisol Dengan Kejadian Postpartum Blues Pada Persalinan Vakum Ekstraksi cover

Hubungan Antara Kadar Hormon Kortisol Dengan Kejadian Postpartum Blues Pada Persalinan Vakum Ekstraksi cover

a) Tesis yang berjudul : “HUBUNGAN ANTARA KADAR HORMON KORTISOL DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES PADA PERSALINAN VAKUM EKSTRAKSI” ini adalah karya ilmiah saya sendiri dan bebas plagiat, serta tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali secara tertulis digunakan sebagai acuan serta daftar pustaka.apabila dikemudian hari terbukti terdapat plagiat di karya ilmiah ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan(permendiknas No 17, tahun 2010)
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH KUMULATIF ASAP ROKOK DAN STRES TERHADAP PENINGKATAN KADAR HORMON KORTISOL MENCIT

PENGARUH KUMULATIF ASAP ROKOK DAN STRES TERHADAP PENINGKATAN KADAR HORMON KORTISOL MENCIT

kelompok asap rokok dan stres electric foot shock terdapat perbedaan peningkatan kadar hormon kortisol yang bermakna (p<0.05). Dalam hal ini tampaknya mencit lebih sensitif terhadap stresor asap rokok sehingga didapatkan kadar hormon kortisol yang lebih tinggi secara bermakna dari pada kelompok stres electric foot shock. Kelompok gabungan asap rokok dan stres electric foot shock menunjukan peningkatan kadar hormon kortisol yang lebih tinggi secara bermakna (p<0.05) dari pada kelompok asap rokok atau kelompok stres electric foot shock. Dari hasil penelitian ini terbukti bahwa gabungan dua stresor akan menghasilkan efek aditif dalam pelepasan hormon kortisol.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Hubungan kadar hormon kortisol dengan kejadian post partum blues pada persalinan dengan induksi abstrak

Hubungan kadar hormon kortisol dengan kejadian post partum blues pada persalinan dengan induksi abstrak

tinggi subyek penelitian..............................................................................37 Tabel 4.3. Hasil Uji Chi Kuadrat tentang perbedaan persentase penghasilan subyek penelitian....................................................................................................38 Tabel 4.4. Uji Homogenitas kadar kortisol menurut kelompok persalinan normal dan

17 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS Guided Imagery and Music (GIM) TERHADAP KADAR HORMON KORTISOL PADA IBU POST PARTUM BLUES DI WILAYAH KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EFEKTIFITAS Guided Imagery and Music (GIM) TERHADAP KADAR HORMON KORTISOL PADA IBU POST PARTUM BLUES DI WILAYAH KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

“E fektifitas S enam Hamil Sebagai Pelayanan Prenatal dalam Menurunkan K ecemasan Menghadapi Persalinan Pertama.” INSAN 82: 136-145... Terapi Musik Untuk Balita Panduan Untuk Mengoptimal[r]

8 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS Guided Imagery and Music (GIM) TERHADAP KADAR HORMON KORTISOL PADA IBU POST PARTUM BLUES DI WILAYAH KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EFEKTIFITAS Guided Imagery and Music (GIM) TERHADAP KADAR HORMON KORTISOL PADA IBU POST PARTUM BLUES DI WILAYAH KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

B anyak faktor yang diduga berperan pada sindroma ini antara lain adalah kesiapan melahirkan bayi dan menjadi ibu T im Psikologi Universitas Indonesia, Psikologi terhadap postpartum, 2[r]

23 Baca lebih lajut

Konsentrasi hormon kortisol pada sapi yang disembelih dengan metode konvensional dan Restraining Box Mark IV

Konsentrasi hormon kortisol pada sapi yang disembelih dengan metode konvensional dan Restraining Box Mark IV

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi hormon kortisol sapi yang disembelih tanpa didahului dengan pemingsanan dengan metode konvensional dan dengan menggunakan Restraining Box Mark IV. Sampel darah diambil dari Sapi Brahman cross yang telah dikastrasi (steer) masing-masing 15 ekor (n=30) di beberapa RPH di Jawa Barat dan Banten. Sampel darah dikoleksi dari arteri carotis communis 1 menit setelah penyembelihan. Kadar hormon kortisol di dalam serum diukur dengan metode radioimmunoassay (RIA). Rata- rata kadar hormon kortisol sapi yang disembelih dengan metode konvensional adalah 44.9 ng/ml dan kadar hormon kortisol sapi yang disembelih dengan menggunakan Restraining Box Mark IV adalah 24.88 ng/ml. Ada korelasi signifikan (p<0.05) antara kadar kortisol dengan metode penyembelihan yang dilakukan. Penggunaan Restraining Box Mark IV dapat mengurangi efek stres pada sapi. Ditinjau dari aspek kesejahteraan hewan, penyembelihan dengan menggunakan Restraining Box Mark IV lebih baik daripada metode konvensional. Kata kunci: kortisol, metode konvensional, radioimmunoassay, Restraining Box Mark IV
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Analisis Hormon Kortisol dan Penerapan Aspek Kesejahteraan Hewan pada Sapi yang Dipingsankan dan Tidak Dipingsankan Sebelum Penyembelihan

Analisis Hormon Kortisol dan Penerapan Aspek Kesejahteraan Hewan pada Sapi yang Dipingsankan dan Tidak Dipingsankan Sebelum Penyembelihan

gangguan seperti pantulan cahaya yang berkilau, udara yang bertiup ke arah hewan, dan gerakan atau suara bernada tinggi (Grandin 1996). Menurut MLA (2012), faktor-faktor lingkungan yang dapat memengaruhi pemindahan hewan termasuk pergerakan sapi selama di gangway yaitu pantulan dari genangan air atau logam, benturan logam, suara bernada tinggi, udara yang bertiup di wajah sapi, pakaian atau kain yang tergantung di jalur ternak, pekerja yang bergerak ke dalam jalur hewan, mencoba untuk memindahkan hewan dari tempat terang ke tempat gelap, jalan buntu, lantai yang tidak rata, dan perubahan pada permukaan lantai. Penelitian Astuti et al. (2014b) melaporkan bahwa jalan masuk menuju tempat penyembelihan yang licin dan adanya perubahan tekstur lantai pada raceway menuju ke restaining box berkorelasi positif dengan tingginya kadar hormon kortisol setelah penyembelihan.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Patofisiologi Sekitar Partus pada Kambing Peranakan Etawah  Kajian Peran Suplementasi Zincum terhadap Respons Imunitas dan Produktivitas

Patofisiologi Sekitar Partus pada Kambing Peranakan Etawah Kajian Peran Suplementasi Zincum terhadap Respons Imunitas dan Produktivitas

Selama kebuntingan sampai partus terjadi peningkatan beberapa hormon seperti progesteron, estrogen dan glukokortikoid. Ketiganya memiliki sifat imunosupresan, dapat mempengaruhi gambaran darah dan fungsi sel leukosit sebagai sel pertahanan tubuh. Peningkatan hormon progesteron selama kebuntingan diperlukan untuk menjaga kebuntingan. Hormon progesteron memiliki reseptor pada sel limfosit, sehingga peningkatan hormon ini menyebabkan penurunan aktifitas sitotoksik dari limfosit (Kehrli et al. 1989) dan secara tidak langsung menekan fungsi sel PMN (Roth et al. 1983). Pada sapi hormon kortisol meningkat menjadi 4 sampai 8 ng/ml tiga hari sebelum partus, dan pada saat partus mencapai puncaknya sekitar 15 sampai 30 ng/ml. Hormon kortisol bekerja memblok fase mitosis dan meiosis sel secara umum dan respons imun seluler khususnya, termasuk hambatan proliferasi limfosit. Khan dan Ludri (2002) mengungkapkan terjadi peningkatan kadar hormon kortisol, prolaktin, growth hormon, estrogen, disertai terjadinya penurunan hormon progesteron, insulin, dan hormon tiroxin dalam peristiwa kebuntingan sekitar partus. Penurunan hormon insulin pada saat partus diimbangi dengan mobilisasi nutrien dari depot lemak yang ditujukan untuk sintesis susu, dan merefleksikan ketidakcukupan pakan selama periode ini (Goff dan Horst 1997). Pada kambing yang partus kortisol meningkat dari 10 ng/ml sebelumnya menjadi sekitar 25 ng/ml. Minton et al. (1992) melaporkan pada domba yang mengalami stress kadar kortisol dapat mencapai 70 ng/ml, sedangkan pada kontrol kadar kortisol berkisar 20 ng/ml.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

PEMBERIAN EKSTRAK BIJI PRONOJIWO (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn) SECARA ORAL DAPAT MENINGKATKAN KADAR HORMON TESTOSTERON PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) JANTAN TUA.

PEMBERIAN EKSTRAK BIJI PRONOJIWO (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn) SECARA ORAL DAPAT MENINGKATKAN KADAR HORMON TESTOSTERON PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) JANTAN TUA.

Hormon testosteron terutama memegang peranan pada masa pubertas yaitu usia 10-14 tahun, dimana akan terjadi maturasi dari sistem reproduksi yang sebelumnya tidak berfungsi menjadi berfungsi dan mempunyai kemampuan untuk bereproduksi. Pada masa pubertas, sel Leydig mulai mensekresi hormon testosteron. Testosteron inilah yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan dan perkembangan seluruh sistem reproduksi laki-laki. Sekresi testosteron berpengaruh terhadap terjadinya pembesaran testis dan dimulainya produksi sperma untuk pertama kalinya, terjadinya pembesaran glandula seksual aksesoris dan pembesaran penis serta skrotum. Setelah masa pubertas, sekresi testosteron dan spermatogenesis terjadi secara terus-menerus seumur hidup seorang laki- laki, meskipun produksinya akan berkurang secara bertahap setelah umur 45 atau 50 tahun keatas. Penurunan level testosteron dan produksi sperma ini tidak disebabkan oleh penurunan stimulasi testis tetapi kemungkinan besar terjadi karena perubahan degenerasi yang berkaitan dengan penuaan yang terjadi pada pembuluh darah kecil di testis. Penurunan ini sering disebut sebagai andropause.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Kadar Kortisol Saliva Sebagai Penanda Derajat Sindroma Premenstruasi Pada Remaja

Kadar Kortisol Saliva Sebagai Penanda Derajat Sindroma Premenstruasi Pada Remaja

!) Pemeriksaan kadar kortisol saliva pada sindroma premenstruasi dapat digunakan untuk menilai secara obyektif perempuan usia remaja yang menderita sindroma premenstruasi dari kalangan siswi/mahasiswi terkait dengan ketidakhadiran, motivasi, dan prestasi belajar, juga bagi perempuan pekerja usia remaja yang menderita sindroma premenstruasi terkait produktivitas kerja, sehingga akan memberikan manfaat ekonomis bagi perusahaan yang mempunyai tenaga kerja perempuan usia remaja akhir dalam mengupayakan waktu kerja yang optimal di tempat mereka bekerja karena permintaan cuti haid diberikan secara obyektif.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Stres Psikologis Pada Pasien Psoriasis (10 14)

Stres Psikologis Pada Pasien Psoriasis (10 14)

Untuk mengetahui peran stres sebagai faktor risiko pada psoriasis dan hubungannya dengan kadar kortisol, norepinefrin sebagai biomarker neuroendokrin, digunakan rancangan case-control study. Kasus adalah pasien psoriasis yang berobat ke Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin RS Sanglah Denpasar yang belum mendapat pengobatan, berumur 14-65 tahun. Diagnosis psoriasis ditegakkan ber- dasarkan gambaran klinis yang khas dan pemeriksaan histopatologis. Kontrol adalah subyek yang tidak menderita psoriasis. Subyek diikutsertakan dalam penelitian ini setelah diberi penjelasan dan menandatangani informed consent. Pengukuran Psoriasis Area Severity Index (PASI) berdasarkan metode yang digunakan oleh Sampogna dkk. (2004), 9 dan Ronald dkk. (1989). 10 Banyak cara mengukur tingkat stres seseorang, namun yang paling sederhana dengan akurasi tinggi adalah metode yang diperkenalkan oleh Thomas Holmes and Richard Rahe tahun 1967 dengan melakukan ekplorasi dengan wawancara mendalam terhadap kejadian dalam hidup (life event) selama 3-6 bulan terakhir, dengan meggunakan skoring terhadap 43 per- tanyaan peristiwa dalam hidup, misalnya kematian salah se- orang pasangan mendapat skor tertinggi 100, pelanggaran hukum ringan mendapatkan skor terkecil 11. Bila jumlah skor > 150 maka seseorang rentan terhadap stres. 11
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PEMBERIAN EKSTRAK BIJI PRONOJIWO (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn) SECARA ORAL DAPAT MENINGKATKAN KADAR HORMON TESTOSTERON PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) JANTAN TUA.

PEMBERIAN EKSTRAK BIJI PRONOJIWO (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn) SECARA ORAL DAPAT MENINGKATKAN KADAR HORMON TESTOSTERON PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) JANTAN TUA.

Pada penuaan terjadi penurunan fungsi dari berbagai sel atau organ tubuh sehingga secara alamiah seluruh komponen tubuh tidak dapat berkembang lagi. Terdapat dua faktor yang menyebabkan proses penuaan yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Beberapa faktor internal antara lain adalah radikal bebas, hormon yang berkurang, proses glikosilasi, metilasi, apoptosis, sistem kekebalan tubuh yang menurun dan gen, sementara faktor eksternal meliputi gaya hidup yang tidak sehat, kebiasaan yang salah, polusi lingkungan, stres dan kemiskinan (Pangkahila, 2011).

45 Baca lebih lajut

Kadar Kortisol Saliva Sebagai Penanda Derajat Sindroma Premenstruasi Pada Remaja

Kadar Kortisol Saliva Sebagai Penanda Derajat Sindroma Premenstruasi Pada Remaja

4 Saya mempunya tenaga yang banyak dan kurang berubah,ubah sepanjang hari 5 Saya merasa lelah sepanjang waktu 6 Saya membutuhkan kafein minum kopi, teh, untuk memulai aktivitas di p[r]

53 Baca lebih lajut

Kadar Kortisol Saliva Sebagai Penanda Derajat Sindroma Premenstruasi Pada Remaja

Kadar Kortisol Saliva Sebagai Penanda Derajat Sindroma Premenstruasi Pada Remaja

Sindroma premenstruasiand Premenstrual Dysphoric Disorders: Symptoms and Cluster Influences.. Facchinetti F, Fioroni L, Md, Martignoni E,1994.[r]

9 Baca lebih lajut

Kadar Kortisol Saliva Sebagai Penanda Gangguan Gejala Menopause Pada Paramedis Poli Rawat Jalan Usia Perimenopause Di RSUP H.Adam Malik Medan

Kadar Kortisol Saliva Sebagai Penanda Gangguan Gejala Menopause Pada Paramedis Poli Rawat Jalan Usia Perimenopause Di RSUP H.Adam Malik Medan

, kemudian juga didapatkan adanya perbedaan yang bermakna antara kadar kortisol saliva dengan derajat masing-masing kelompok skor MRS dengan Nilai P = 0,008. Untuk Nilai titik potong kadar kortisol saliva sebagai penanda gangguan gejala menopause berada pada kadar 9,52 ng/ml dengan nilai sensitivitas sebesar 77 % dan spesifisitas sebesar 85 %.

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Hormon Triiodotironin Dan Kortisol Terhadap Perkembangan, Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata, BLKR.)

Pengaruh Hormon Triiodotironin Dan Kortisol Terhadap Perkembangan, Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata, BLKR.)

Larva ikan betutu yang digunakan berasal dari telur hasil pemijahan induk secara semi alami di kolam. Untuk keperluan ini di sepanjang pinggir kolam dipasang kolektor (sarang pemijahan) yang terbuat dari lempengan asbes. Telur hasil pemijahan akan menempel pada permukaan dalam kolektor Telur ditetaskan dalam akuarium berukuran 60x50x50 cm yang diisi dengan air sebanyak 100 liter. Sebelum digunakan, air diaerasi untuk meningkatkan kadar oksigen. Selama proses penetasan, akuarium diletakkan di dalam ruangan yang bersuhu berkisar antara 25-28'C dan selalu diaerasi. Telur akan menetas sejak hari pertama sampai keempat.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...