Kadar Liat

Top PDF Kadar Liat:

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kadar liat, bahan organik serta kandungan air terhadap indeks plastisitas tanah pada beberapa vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun. Penelitian ini dilaksanakan pada ordo tanah Ultisol dan Andisol di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, Laboratorium Analitik PT. Socfindo dan Laboratorium Fisika Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Mei sampai dengan Nopember 2015. Data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan program SPSS Statistic 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanah Ultisol untuk kadar liat, bahan organik, serta kandungan air tidak memiliki hubungan dengan indeks plastisitas didapat dari nilai r 2 nya -0,103. Pada tanah Andisol untuk kadar liat, bahan organik, serta kandungan air memiliki hubungan dengan indeks plastisitas didapat dari nilai r 2 nya 0,153. Pada beberapa
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

SANDER M. SILALAHI : Kajian Hubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, dibimbing oleh Dr. Kemala Sari Lubis, S.P., M.P. dan Dr. Ir. Hamidah Hanum, M.P.

13 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

SANDER M. SILALAHI : Kajian Hubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, dibimbing oleh Dr. Kemala Sari Lubis, S.P., M.P. dan Dr. Ir. Hamidah Hanum, M.P.

2 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

Batas cair (Bc) adalah kadar air saat tanah berubah dari kondisi cair menjadi bahan yang plastis, atau kadar air yang sesuai dengan batas yang disepakati antara kondisi cair dan plastis dari kekentalan atau konsistensi suatu tanah. Batas plastis (Bp) adalah kadar air saat perubahan kondisi tanah dari plastis menjadi semiplastis. Batas ini dicapai ketika tanah tidak lagi lentur dan menjadi hancur di bawah tekanan. Antara batas cair dan batas plastis disebut range of plasticity. Perbedaan kuantitatif kadar air antara dua batas ini disebut indeks plastisitas (IP). Batas mengkerut (Bm) adalah kadar air ketika terjadi penurunan atau peningkatan kadar air tanah antara kondisi padat dan semiplastis tidak menjadi penyebab perubahan volume tanah. Kondisi padat dicapai ketika contoh tanah sedang mengering, pada akhirnya mencapai suatu batas atau volume minimum (Sutono et al., 2010).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

Bahan organik tanah merupakan salah satu bahan pembentuk agregat tanah, yang mempunyai peran sebagai bahan perekat antar partikel tanah untuk bersatu menjadi agregat tanah, sehingga bahan organik penting dalam pembentukan struktur tanah. Pengaruh pemberian bahan organik terhadap struktur tanah sangat berkaitan dengan tekstur tanah yang diperlakukan (Atmojo, 2003). Setiap tanaman menghasilkan jumlah dan kualitas serasah yang berbeda. Peningkatan kandungan karbon organik tanah dapat meningkatkan perekatan fraksi tanah terutama liat. Keberadaan liat pada tanah mempengaruhi nilai indeks
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

Tangketasik, A., N. M. Wikarniti, N. N. Soniari dan I. W. Narka. 2012. Kadar Bahan Organik Tanah pada Tanah Sawah dan Tegalan di bali serta Hubungannya dengan Tekstur Tanah. J. Agrotrop Vol. 2 (2) : 101-107. Tate, R.L. 1987. Soil Organic Matter. Biological & Ecological Effect. John

3 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

(%) Tekstur 1 JHU01 18 22 60 Lempung Berpasir 2 JHU02 24 26 50 Lempung Liat Berpasir 3 JHU03 28 20 52 Lempung Liat Berpasir 4 JHU04 14 16 70 Lempung Berpasir 5 JHU05 10 22 68 Lempung Berpasir 6 JHU06 30 24 46 Lempung Liat Berpasir 7 JHU07 42 18 40 Liat

13 Baca lebih lajut

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Pada jenis tanah yang bertekstur remah dengan kedalaman olah lebih dari 50 cm, akar tanaman kedelai dapat tumbuh mencapai kedalaman 5 m.. Sementara pada jenis tanah dengan kadar liat yan[r]

11 Baca lebih lajut

Seleksi Individu Terpilih dalam Barisan Terbaik Pada Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) M4 Iradiasi Sinar Gamma Berdasarkan Karakter Umur Genjah dan Produksi Tinggi

Seleksi Individu Terpilih dalam Barisan Terbaik Pada Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) M4 Iradiasi Sinar Gamma Berdasarkan Karakter Umur Genjah dan Produksi Tinggi

Faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan pertanaman kedelai yaitu kedalaman olah tanah yang merupakan media pendukung pertumbuhan akar. Artinya, semakin dalam olah tanahnya maka akan tersedia ruang untuk pertumbuhan akar yang lebih bebas sehingga akar tunggang yang terbentuk semakin kokoh dan dalam. Pada jenis tanah yang bertekstur remah dengan kedalaman olah lebih dari 50 cm, akar tanaman kedelai dapat tumbuh mencapai kedalaman 5 m. Sementara pada jenis tanah dengan kadar liat yang tinggi, pertumbuhan akar hanya mencapai kedalaman sekitar 3 m (Irwan, 2006).

8 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI SAWAH DI KECAMATAN PANYABUNGAN SUMATERA UTARA YANG MENGGUNAKAN AIR LIMBAH TAMBANG TERHADAP ANALISIS KUALITAS AIR DAN TANAH Qorry Hilmiyah Hrp1

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI SAWAH DI KECAMATAN PANYABUNGAN SUMATERA UTARA YANG MENGGUNAKAN AIR LIMBAH TAMBANG TERHADAP ANALISIS KUALITAS AIR DAN TANAH Qorry Hilmiyah Hrp1

Secara alami, kontaminasi logam berat terjadi pada tanah-tanah yang berkem- bang dari batuan induk basa dan ultra basa akibat proses pelarutan dan erosi serta kegiatan vulkanis, sedangkan pence- maran logam berat terutama diakibatkan oleh sumber antropogenik. Sehingga ka- pasitas tanah dalam meretensi, menyerap dan mengakumulasikan logam berat teru- tama ditentukan oleh kadar liat, kadar air, potensial redoks, pH, kadar bahan orga- nik dan kapasitas tukar kation [KTK] (Bohn et al. 1979; Jones dan Jarvis. 1981; Lindsay. 1979; Stevenson. 1982).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Indeks Plastisitas Tanah Pada Lahan Kopi ......................................... 19 Indeks Plastisitas Tanah Pada Lahan Teh .......................................... 20 Indeks Plastisitas Tanah Pada Lahan Hortikultura ............................. 21 Hubungan Antara Bahan Organik dengan indeks plastisitas, Kadar Air dengan indeks plastisitas dan Kadar Liat dengan Indeks plastisitas Tanah .................................................................................................. 21 Analisis Faktor .................................................................................... 22 Pembahasan ............................................................................................ 22
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Dengan analisis regresi, diketahui bahwa hubungan indeks plasitisitas dengan kadar liat pada tanah andisol dan inceptisol yakni semakin tinggi kadar liat maka semakin rendah indeks plastisitas tanah. Hal ini dikarenakan kadar liat berpengaruh terhadap batas cair dan batas plastis tanah. Tanah andisol dan inceptisol memiliki kadar liat berkisar antara 20-30% sehingga indeks plastis tanah rendah hingga sedang. Hal ni sesuai pernyataan Wesley (1973) bahwa liat terdiri dari butiran-butiran yang sangat kecil dan menunjukkan sifat plastisitas dan kohesi. Kohesi menunjukkan bahwa bagian-bagian bahan itu melekat satu sama lainya, sedangkan plastisitas adalah sifat yang memungkinkan bentuk bahan itu dirubah-rubah tanpa perubahan.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Analisis Sidik Ragam Variabel Tetap Kadar Liat Pada tanah Inceptisol ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.. Variabel terikat: Indeks Plastisitas b.[r]

11 Baca lebih lajut

Ketersediaan P Tanah-Tanah Netral dan Alkalin Soil P Availability in Neutral and Alkaline Soils

Ketersediaan P Tanah-Tanah Netral dan Alkalin Soil P Availability in Neutral and Alkaline Soils

Ketersediaan P di dalam tanah tergantung reaksi keseimbangan antara berbagai bentuk P tanah, yakni P larut (soluble P), P terjerap (P labile), P mineral sekunder dan primer (P non labile), dan P organik. Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari kadar, bentuk, dan jerapan P tanah, serta sifat-sifat tanah yang berpengaruh terhadap peubah ketersediaan P tanah- tanah netral dan alkalin telah dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Uji Tanah, Balai Penelitian Tanah, Bogor. Penelitian menggunakan 91 contoh tanah lapisan atas (0-20 cm) yang bersifat netral-alkalin dan diambil dari Jawa. Contoh tanah tersebut meliputi tanah Inceptisols (13 contoh), Vertisols (47 contoh), dan Alfisols (31 contoh). Sifat-sifat tanah yang dianalisis meliputi: pH air (1:5), kadar liat (pipet), C-organik (Kjeldahl), Ca dan Mg dd (NH 4 OAc 1 N pH=7), Al dd (KCl 1 N), dan P (HCl 25%,
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kelas 11 SMK Pengolahan Tanah Liat 2

Kelas 11 SMK Pengolahan Tanah Liat 2

Tanpa melakukan pengujian tanah liat yang seksama, belum dapat diketahui tanah liat itu termasuk jenis tanah liat apa, seberapa plastisitasnya, berapa suhu bakarnya, dan apakah tanah liat tersebut dapat digunakan tanpa mencampurnya dengan bahan tanah liat lain. Proses pengujian tanah liat dapat dilakukan dengan satu jenis tanah liat (single clay) atau dengan campuran (formula) badan tanah liat yang memenuhi persyaratan untuk membuat benda keramik. Proses pengujian tanah liat ini perlu dilakukan agar sifat-sifat fisika kimia tanah liat diketahui. Dalam hal uji fisika, yang paling pokok dikerjakan adalah mengukur susut kering, susut bakar (susut jumlah) dan porositas (peresapan air pada tanah liat yang telah dibakar).
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Perbup no 12 th 2013 perbup no12 th 2013

Perbup no 12 th 2013 perbup no12 th 2013

35. Perlengkapan rumah tangga dari tanah liat tanpa/dengan glazur, hiasan rumah tangga dan pot bunga segala jenis dari tanah liat, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang dari tanah liat untuk keperluan rumah tangga; piring tanah liat tanpa/dengan glazur (segala jenis), cangkir dan plisin tanah liat tanpa/dengan glazur.

42 Baca lebih lajut

4089-KSP-Desain dan Produksi Kria Keramik

4089-KSP-Desain dan Produksi Kria Keramik

Standar Kompetensi Lulusan Kemampuan yang Diuji 1 Menyiapkan tanah liat Menguasai prinsip-prinsip pengulian kneading dan menghomogenkan tanah liat wedging Menyiapkan tanah liat plasti[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH DEFISIT EVAPOTRANSPIRASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADA BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine Max (L.) Merill )

PENGARUH DEFISIT EVAPOTRANSPIRASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADA BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine Max (L.) Merill )

Perlakuan defisit air pada media tanah bertekstur pasir dan bertekstur liat mempengaruhi sifat fisika tanah, terutama pada parameter kadar air tanah,tetapi tidak menunjukkan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kedelai karena secara genetik tanaman mempunyai kapasitas untuk mendeteksi jumlah air yang tersedia di dalam tanah dan mengaturpergerakan stomata dan laju pertumbuhan daun dan dapat beradaptasi dengan lingkungannya,dengan melakukan kegiatan penutupan stomata pada saat air tanah berkurang (Arsyad, 2008).

84 Baca lebih lajut

Korelasi fraksi tanah sistem USDA dengan beberapa sifat tanah pada beberapa sampel tanah di Bali.

Korelasi fraksi tanah sistem USDA dengan beberapa sifat tanah pada beberapa sampel tanah di Bali.

Korelasi positif (tidak nyata) mulai ditemukan pada fraksi pasir sangat halus dan selanjutnya pada fraksi debu dan liat. Berdasarkan hasil penelitian ini tampak bahwa semakin kasar fraksi tanah yaitu mulai pasir halus, pasir sedang, pasir kasar, dan pasir sangat kasar koefisien korelasi bertanda negatif, tetapi sebaliknya semakin halus fraksi tanah yaitu mulai fraksi pasir sangat halus (0,10 – 0.05 mm) selanjutnya debu (0,05 - 0,002 mm) dan liat (<0,002mm) koefisien korelasi bertanda positif, hanya saja pada fraki liat dengan erodibilitas tanah tidak nyata (r = 0,236) dan fraksi pasir sangat halus dengan erodibilitas (r = 0,151). Korelasi positif sangat nyata ditemukan pada fraksi debu dengan erodibilitas tanah (r = 0,792 **). Semakin tinggi fraksi debu maka semakin tinggi nilai erodibilitas yang berarti semakin peka terhadap erosi. Debu sulit membentuk agregat yang mantap dan berukuran relative kecil sehingga mudah dihanyutkan oleh aliran permukaan. Tanah-tanah yang banyak mengandung debu paling mudah tererosi karena debu berukuran 0,002 – 0,05 mm sangat mudah dihanyutkan oleh air, cepat penurunan kapasitas infiltrasinya, dan rendah kemantapan strukturnya karena daya kohesi antara partikelnya sangat lemah. Sedangkan tanah pasir akan lebih tahan terhadap erosi, karena tanah pasir kaya akan pori-pori yang besar sehingga mempunyai kapasitas infiltrasi yang tinggi, pasir dengan ukuran yang lebih besar akan lebih sukar dihanyutkan, tapi tanah pasir mempunyai kemantapan struktur yang rendah karena antara partikel yang satu dengan yang lainnya tidak memiliki daya ikat yang besar.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

laporan plastisitas tanah I contoh

laporan plastisitas tanah I contoh

Tanah pada dasarnya merupakan lapisan terluar kulit bumi dan merupakanlapisan terpenting untuk bertani. Dalam meneliti dan memonitaor keadaan tanah, ada berbagai faktor yang harus diperhatikan karena faktor-faktor tersebut akan memberikan banyak informasi. Tanah terdiri dari 3 komponen : padat (butir pasir,debu, liat dan bahkan organik), cairan (air didalam pori atau rongga tanah)

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...