KAIN PERCA

Top PDF KAIN PERCA:

PEMBUATAN BUSANA PESTA REMAJA DARI KAIN PERCA DAN SUMBU KOMPOR.

PEMBUATAN BUSANA PESTA REMAJA DARI KAIN PERCA DAN SUMBU KOMPOR.

Pembuatan Tugas Akhir ini dilandasi oleh kenyataan bahwa pakaian merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh semua manusia, model busana pesta selalu berubah, dan berkembang sesuai perkembangan zaman. Salah satu diantaranya adalah busana pesta remaja dari kain perca dan sumbu kompor. Proses pembuatan, rancangan dari kain perca sumbu kompor sebagai hiasan busana pesta. Pemanfaatan kain perca dan sumbu kompor untuk dijadikan model busana terkini agar terkesan mewah, pantas dipakai dan memiliki harga jual tinggi. Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini untuk mengetahui proses pembuatan pola, rancangan bahan dari kain perca sumbu kompor busana pesta dengan sumber ide sumbu kompor dan kain perca. Mengetahui pemanfaatan kain perca dan sumbu kompor untuk dijadikan model busana terkini.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISIS KESIAPAN INDUSTRI KONVEKSI KAIN PERCA DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015  Analisis Kesiapan Industri Konveksi Kain Perca dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015 (Studi Kasus: Kelurahan Tipes Kecamatan Serengan, Surakarta).

ANALISIS KESIAPAN INDUSTRI KONVEKSI KAIN PERCA DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015 Analisis Kesiapan Industri Konveksi Kain Perca dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015 (Studi Kasus: Kelurahan Tipes Kecamatan Serengan, Surakarta).

Dampak dari adanya kegiatan industri garment , tailor , modiste , dan konveksi salah satunya berupa kain perca, kain perca ini merupakan limbah hasil kegiatan usaha tersebut maka dari itu jika tidak dilakukan pengolahan kembali maka akan mencemari lingkungan akibat tertimbunnya sampah kain perca tersebut. Tapi tidak di kampung Tipes, banyak masyarakat memanfaatkan limbah kain perca tersebut menjadi produk yang dapat dijual kembali dengan cara menggabungkan sisa kain perca tersebut menjadi produk seperti pakaian bayi, anak, daster ibu, pakaian dewasa dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITATIVE (EOQ) TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI PADA INDUSTRI PEMBUATAN KAIN PERCA MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Kain Perca Alfin Jaya Desa Sukamulya Kecamatan Banyumas

ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITATIVE (EOQ) TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI PADA INDUSTRI PEMBUATAN KAIN PERCA MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Kain Perca Alfin Jaya Desa Sukamulya Kecamatan Banyumas

Perusahaan Alfin Jaya membeli bahan baku kain perca melalui pemasok yang berada di kota Bandung Jawa Barat. Pada awalnya Pak Imron mendatangi langsung lokasi suplier kain perca di Bandung untuk melakukan survey secara langsung dan melakukan perjanjian kerjasama menjadi pelanggan tetap dan kemudian pemesanan kedua, ketiga hingga seterusnya Pak Imron cukup memesan kain perca via telepon dan barang segera dikirim melalui jasa pengiriman ekspedisi. Hal tersebut dilakukan guna mengefisiensi serta efektifitas dana dan waktu pengiriman sehingga biaya pemesanan dapat ditekan semaksimal mungkin. Berikut ini disajikan data pembelian bahan baku kain perca Alfin Jaya, yaitu :
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

Analisis Profitabilitas dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya pada Industri Kreatif Usaha Kain Perca di Kota Surakarta - UNS Institutional Repository

Analisis Profitabilitas dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya pada Industri Kreatif Usaha Kain Perca di Kota Surakarta - UNS Institutional Repository

Tujuan penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui tingkat profitabilitas dan kelayakan usaha pada industri kreatif usaha kain perca di Kelurahan Tipes, 2. Untuk mengetahui pengaruh modal, pemasaran, jumlah tenaga kerja, motivasi pengrajin, dan lama usaha terhadap profitabilitas usaha kain perca.

14 Baca lebih lajut

Bahan Belajar Kreasi Kain Perca

Bahan Belajar Kreasi Kain Perca

nfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. menjadi produk berguna yang bernilai ya nilai jual, tapi hasil olahan kain perca artistik. Kain perca bisa disulap menjadi rik dengan memanfaatkan kreatifitas dan iliki. Banyak produk yang bisa dibuat dari ebutuhan sekolah maupun untuk rumah sekolah misalnya tas, tempat pensil, dan an rumah tangga misalnya taplak meja, mpat tisu, dan lain-lain. Selain produk di kain perca.

23 Baca lebih lajut

KERAJINAN KESET DARI KAIN PERCA DI DESA

KERAJINAN KESET DARI KAIN PERCA DI DESA

Kelompok masyarakat rumah tangga miskin (RTM) kerajinan keset berlokasi di wilayah kecamatan cerme. Cerme merupakan wilayah dataran rendah yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai buruh pabrik (45%), petani (25%) dan pedagang (10%). Pengrajin keset merupakan salah satu kelompok masyarakat rumah tangga miskin yang dijalankan oleh penduduk di Desa Cerme Lor. Mayoritas kelompok masyarakat di desa tersebut menjalankan usaha dalam bidang kerajinan keset dan sebagian kecil lainnya menjalankan usaha di bidang makanan (seperti makanan ringan, warung rujak, nasi bungkus, dan lain-lain) dan toko pracangan. Pengrajin keset di desa ini memanfaatkan kain perca yang tidak terpakai menjadi suatu produk yang mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi yaitu produk keset.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

DARI KAIN PERCA MENJADI PENGUSAHA.

DARI KAIN PERCA MENJADI PENGUSAHA.

Bagi sebagian besar masyarakat menganggap bahwa kain perca merupakan limbah yang tak berguna dan dapat mempersempit ruangan. Untuk mengubah fikiran masyarakat tersebut maka kami membuka usaha untuk mengubah kain perca yang selama ini dianggap sebagai sampah menjadi barang yang memiliki nilai jual yang tinggi. Metode yang akan kami lakukan untuk mencapai tujuan ini yaitu, melalui tahap praproduksi, tahap produksi dan tahap pasca produksi. Tahap produksi mencakup kegiatan perekrutan karyawan, persiapan dalam hal pemilihan tempat produksi yang layak, persiapan sarana dan prasarana, pengadaan bahan baku dan bahan pelengkap untuk memulai usaha serta pengadaa sampel produk untuk meyakinkan kualitasnya kepada konsumen. Tahap produksi meliputi kegiatan penentuan barang yang akan diproduksi kemudian pembuatan pola sesuai model dan ukuran serta menggunting kain berdasarkan pola yang dibuat. Setelah itu, menjahit kain yang sudah digunting dan merapikan sisa jahitan dengan cara mengobras agar terkesan lebih indah bisa ditambahkan hiasan pita/pernak-pernik yang lain. Langkah selanjutnya, memasarkan hasil produksi kepada masyarakat umum dengan cara melakukan promosi. Tahap terakhir adalah tahap pasca produksi yaitu penyusunan laporan data kegiatan produksi yang berguna sebagai bahan evaluasi untuk proses produksi selanjutnya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN SISWA SMK MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN DENGAN PEMANFAATAN KAIN PERCA SEBAGAI PELUANG USAHA

PEMBERDAYAAN SISWA SMK MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN DENGAN PEMANFAATAN KAIN PERCA SEBAGAI PELUANG USAHA

Abstrak : Pengangguran terdidik dari kalangan intelektual yang sudah lulus sekolah menengah kejuruan, sekolah menengah atas, sampai lulusan perguruan tinggi terus meningkat. Orientasi lulusan, masih mencari pekerjaan, bukan menciptakan lapangan pekerjaan, padahal hampir semua jenjang pendidikan, baik di tingkat sekolah menengah maupun di perguruan tinggi terdapat mata pelajaran atau mata kuliah kewirausahaan. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan pada peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tempat salah satu mata pelajaran yang masuk kategori kelompok adaptif yaitu mata pelajaran Kewirausahaan. Pemberdayaan pada peserta didik Kelas X di SMK Respati 2, Jakarta Timur dengan pelatihan keterampilan memanfaaatkan kain perca, dan limbah tersebut merupakan bahan baku yang sangat murah, mudah didapat, dan dibuat menjadi produk yang menarik sehingga bernilai ekonomis dan layak jual. Dengan metode partisipasif dan praktik langsung serta pemberian motivasi dan pengetahuan kewirausahaan yang diberikan sebelum pelatihan keterampilan, diharapkan dapat menambah wacana dalam mempersiapkan diri menjadi wirausahawan. Produk yang dihasilkan adalah aksesoris berupa bross dan gelang.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Sistem informasi kerajinan batik dan kain perca Yogyakarta berbasis web - USD Repository

Sistem informasi kerajinan batik dan kain perca Yogyakarta berbasis web - USD Repository

Sub bab latar belakang membahas tentang alasan­alasan mengapa penulis  membahas  topik  yang  sudah  dipilihnya  tersebut.  Sub  bab  perumusan  masalah  membahas  tentang  uraian  masalah  pada  penulisan  akhir  ini  yang  akan  diselesaikan  berkaitan  dengan  topik  penulisan  laporan.  Sub  bab  metodologi  penelitian  membahas  tentang  langkah­langkah  apa  saja  yang  digunakan  penulis  untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Sub bab batasan sistem membahas tentang  fasilitas­fasilitas  yang  disediakan  dalam  sistem.  Sub  bab  manfaat  penelitian  membahas  mengenai  manfaat  yang  didapat  baik  secara  praktis  maupun  secara  teoritis  dengan  adanya  Sistem  Informasi  Kerajinan  Batik  dan  Kain  Perca  di  Yogyakarta  Berbasis  Web.  Sedangkan  sub  bab  yang  terakhir  yaitu  sub  bab  sistematika  pembahasan  yang  membahas  tentang  bagaimana  susunan  penulisan  tugas akhir. 
Baca lebih lanjut

258 Baca lebih lajut

Sistem informasi kerajinan batik dan kain perca Yogyakarta berbasis web.

Sistem informasi kerajinan batik dan kain perca Yogyakarta berbasis web.

Sub bab latar belakang membahas tentang alasan­alasan mengapa penulis  membahas  topik  yang  sudah  dipilihnya  tersebut.  Sub  bab  perumusan  masalah  membahas  tentang  uraian  masalah  pada  penulisan  akhir  ini  yang  akan  diselesaikan  berkaitan  dengan  topik  penulisan  laporan.  Sub  bab  metodologi  penelitian  membahas  tentang  langkah­langkah  apa  saja  yang  digunakan  penulis  untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Sub bab batasan sistem membahas tentang  fasilitas­fasilitas  yang  disediakan  dalam  sistem.  Sub  bab  manfaat  penelitian  membahas  mengenai  manfaat  yang  didapat  baik  secara  praktis  maupun  secara  teoritis  dengan  adanya  Sistem  Informasi  Kerajinan  Batik  dan  Kain  Perca  di  Yogyakarta  Berbasis  Web.  Sedangkan  sub  bab  yang  terakhir  yaitu  sub  bab  sistematika  pembahasan  yang  membahas  tentang  bagaimana  susunan  penulisan  tugas akhir. 
Baca lebih lanjut

260 Baca lebih lajut

807912518.doc 133.21KB 2015-10-12 00:18:16

807912518.doc 133.21KB 2015-10-12 00:18:16

Produk yang dibuat dalam program ini adalah bros kanzashi dengan nama “kanzashi message for muslimah”. Kanzashi adalah hiasan rambut berbentuk bunga dari Jepang. Bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat bros kanzashi adalah kain perca. Karakteristik produk ini adalah kami akan meambuat bros dengan kemasan yang berbeda. Bros dikemas dengan kotak kado dengan berbagai corak dan warna dan pita sehingga dapat menarik konsumen. Di dalam kotak kado juga terdapat stiker berupa kata-kata mutiara untuk muslimah, Dengan demikian diharapkan produk ini dapat lebih bermanfaat bagi konsumen.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

868180400.doc 35.20KB 2015-10-12 00:18:20

868180400.doc 35.20KB 2015-10-12 00:18:20

Di masa globalisasi ini aktifitas manusia yang sangat konsumtif mengakibatkan sampah menumpuk. Gaya hidup manusia yang belabihan dan rasa yang selalu tidak puas dengan fasion yang di miliki membuat produksi garmen selalu meningkat. Disamping banyaknya barang yang di hasilkan kain perca kain tidak terpakai atau sisa pemotongan juga semakin menggunung. Jika kain tersebut hanya di buang secara otomatis sampah akan terus menggunung dan menjadi polutan bagi bumi.

7 Baca lebih lajut

228625284.doc 762.13KB 2015-10-12 00:17:37

228625284.doc 762.13KB 2015-10-12 00:17:37

Adapun karakteristik dari produk ini adalah berbentuk persegi panjang beresleting dengan tujuan memasukan laptop atau notebook agar aman, diolah dengan memanfaatkan kain perca yang ada di sekitar lingkungan perumahan yang banyak , harganya relatif terjangkau dan ekonomis, dan diharapkan dapat digunakan sebagai hiasan rumah.

22 Baca lebih lajut

189519767.doc 106.28KB 2015-10-12 00:17:33

189519767.doc 106.28KB 2015-10-12 00:17:33

Kain perca batik sendiri memiliki nilai kebudayaan, yang mana dengan menggunakan kerudung ini merupakan upaya menjaga warisan budaya batik. Selain itu kain perca batik memiliki motifyang berbeda-beda sehingga apabila dikombinasikan dengan kerudung akan menghasilkan produk pakaian yang tidak hanya modis untuk dikenakan namun juga terlihat cantik.

29 Baca lebih lajut

TENUN KARPET RAMAH LINGKUNGAN.

TENUN KARPET RAMAH LINGKUNGAN.

Ukuran sedang limbah kain perca biasanya dibeli oleh produsen keset namun oleh produsen keset ukuran yang tidak layak dibuat sebagai keset biasanya dijual kembali hanya sebagai isi bantal. Pengisian bantal digunakan kain perca yang memiliki ukuran sedang dan kecil-kecil. Padahal jika diproduksi lagi menjadi produk yang bisa dipakai sangat menguntungkan dan memiliki nilai jual. Warga sekitar biasanya hanya bisa membuat keset saja, tidak tahu akan banyaknya manfaat kain perca walau ukurannya yang kecil. Warga menyatakan bahwa mereka tidak bisa mengolah limbah dalam ukuran yang sangat kecil, untuk ukuran kain perca yang tidak bisa digunakan sebagai pembuatan keset kira – kira ukurannya sekitar 20x3 cm .
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB 1 Kerajinan Limbah Lunak

BAB 1 Kerajinan Limbah Lunak

Sakha adalah anak seorang penjahit busana. Setiap hari ia melihat kain perca di rumah. Sebagai anak yang kreatif sakha ingin memanfaatkan kain perca yang menggunung di rumah. Lalu ia mengundang 4 temannya untuk datang ke rumahnya. Sakha meminta teman-temannya berpikir kreatif untuk menciptakan peluang usaha guna menambah uang saku. Desain yang terpilih adalah membuat sandal unik dari kain perca, dengan teknik tempel. Mereka berharap setiap hari sepulang sekolah satu orang dapat menghasilkan satu buah sandal yang unik. Sebagai modal mereka menyisihkan uang saku. Jika sudah 1 bulan tentunya akan dihasilkan sandal dengan jumlah 150 buah. Saat acara Kenaikan kelas mereka akan menjual hasil karya mereka.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

122182495.doc 330.93KB 2015-10-12 00:17:29

122182495.doc 330.93KB 2015-10-12 00:17:29

Jika melihat proses produksinya, dalam sehari usaha konveksi ini menghasilkan kain perca yang sangat banyak. Mereka kurang begitu memperhatikan kain perca sisa hasil produksi. Bisa dibayangkan berapa kilogram sisa kain perca yang dihasilkan selama satu hari. Melihat kondisi yang seperti itu munculah sebuah ide untuk memanfaatkan kain perca. Kain perca bisa didaur ulang menjadi taplak meja serut yang cantik dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Bahan baku untuk membuat taplak meja pun bisa didapatkan dari penjahit, baik konveksi rumahan maupun konveksi pabrik. Sehingga kami juga lebih mudah mendapatkan kain perca tersebut dalam jumlah yang banyak dan tentunya dengan harga yang murah pula.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

EVALUASI PEMASOK BAHAN BAKU UTAMA KAIN PADA UMKM MANUNGGAL KARYA

EVALUASI PEMASOK BAHAN BAKU UTAMA KAIN PADA UMKM MANUNGGAL KARYA

Pemasok merupakan pihak yang berperan penting bagi kelancaran proses produksi sebab merupakan pihak yang mensuplai kebutuhan bahan baku bagi perusahaan. UMKM Manunggal Karya sebagai salah satu usaha mikro yang bergerak dalam bidang konveksi menggantungkan pemenuhan kebutuhan bahan baku utama kain baik kain perca maupun kain utuh, pada beberapa pemasok kain tanpa pernah melakukan evaluasi pemasok sebelumnya. Padahal dari data terakhir yang didapat di lapangan terbukti bahwa jumlah pasokan seringkali kurang dari jumlah yang dibutuhkan, yaitu hanya terpenuhi sebesar 69,44% dari total kebutuhan bahan baku kain setiap bulannya. Terjadinya loss dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku utama kain, menjadi latar belakang utama dilakukannya tidak hanya evaluasi pemasok lama namun juga evaluasi terhadap pemasok baru.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

“PARIS (PERCA AKSESORIS) MARYO BROS”.

“PARIS (PERCA AKSESORIS) MARYO BROS”.

Aspek-aspek yang penting dalam keberhasilan usaha meliputi, kreativitas karya dalam memunculkan model-model yang unik, lucu, antimeinstream (berbeda), disukai pasar dan memiliki ciri khas dalam suatu model. Dengan memunculkan sebuah brand yang mudah diingat dan sangat menarik (Mario Bros). Hal ini, tidak lepas dari kualiatas alat dan bahan yang memadahi. Alat-alat tersebut dapat berupa jarum, tang tiga macam, tembakan lem bakar, penggaris, pencil, dan gunting, kain perca dari kalangan penjahit yang berada di lingkungan sekitar. Serta, Bahan-bahan penunjang keunikan aksesoris yang dibeli dari toko penjual pernak-pernik. Kualitas kain perca, alat dan bahan yang diperoleh akan menentukan hasil aksesoris, akan tetapi, dengan mengola kekreativitasan dan pengombinasian dari kain-kain perca yang ada akan dapat mengahasilkan aksesoris yang bagus.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PKM Kewirausahaan   Mini Bag Sholeh   Sh

PKM Kewirausahaan Mini Bag Sholeh Sh

Berdasarkan paparan di atas, penulis menggagas sebuah rintisan usaha bernama “Mini Bag Sholeh”. Mini Bag Sholeh merupakan kerajinan tas berbahan dasar kain perca batik dengan berbagai motif wayang yang bertujuan untuk memanfaatkan potensi limbah kain perca batik di daerah Kulon Progo dan mengenalkan serta menambah wawasan generasi muda Indonesia terhadap kebudayaan wayang. Alur produksi terdiri dari persiapan bahan-bahan, pembuatan design dan pola, pemotongan pola. pemasangan brand dan merk, serta penjahitan dan perakitan. Mini Bag Sholeh berisi Al-Quran, mukena/sarung, sajadah, dan tasbih. Dalam analisis pasar digunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat) untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman usaha. Pemasaran akan dilakukan secara join shop, on the spot, dan online shop.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Show all 1558 documents...

Related subjects