Kain Tradisional

Top PDF Kain Tradisional:

IDENTIFIKASI MOTIF KAIN TRADISIONAL PADA

IDENTIFIKASI MOTIF KAIN TRADISIONAL PADA

Desain kemasan yang dikembangkan oleh industri barang rumah tangga harus memiliki banyak keunggulan untuk dapat menarik perhatian konsumen baik domestik maupun mancanegara. Keunggulan itu ditunjang oleh riset yang memadai untuk dapat menghasilkan desain yang menarik. Sebagai contohnya, baru-baru ini Unilever sebagai industri barang rumah tangga terbesar ketiga di dunia meluncurkan desain yang sangat unik untuk kemasan pasta gigi Pepsodent edisi spesial HUT NKRI ke-72, yakni dengan mengusung motif kain tradisional untuk merayakan kekayaan ragam budaya Indonesia yang disatukan melalui senyuman yang merupakan kekuatan dan jati diri khas Bangsa Indonesia. Dalam konteks kebudayaan, batik, tenun ikat, dan songket merupakan warisan budaya nusantara yang mempunyai nilai dan perpaduan seni yang tinggi, sarat dengan makna filosofis dan simbol penuh makna yang memperlihatkan cara berpikir masyarakat pembuatnya. Batik adalah kerajinan budaya Indonesia khas pulau Jawa, sedangkan tenun ikat khas pulau Kalimantan dan songket adalah kerajinan khas pulau Sumatera.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HIJAB MODERN BERBALUT KAIN TRADISIONAL.

HIJAB MODERN BERBALUT KAIN TRADISIONAL.

Kain tradisional merupakan salah satu aset kebudayaan bangsa Indonesia sangat besar nilainya. Kain tradisional ini memiliki nilai budaya, sosial dan ekonomis yang sangat beragam. Oleh karena itu, seiring berjalannya waktu sebagai penerus bangsa masyarakat Indonesia tetap dapat memanfaatkan kain tradisional ini ke dalam trend budaya masa kini. Salah satunya adalah dengan hijab modern. Dalam hijab modern ini, selain dapat memadu padankan kain tradisional dengan kain modern, masyarakat Indonesia dapat j uga tampil syar’i sesuai ketentuan dalam agama Islam. Dan dari inovasi ini dapat memunculkan jiwa kewirausahaan yang cukup baik serta dapat menghasilkan keuntungan dari berbagai pihak.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

KAIN TRADISIONAL SASIRANGAN “IRMA SASIRANGAN” KAMPUNG MELAYU KALIMANTAN SELATAN.

KAIN TRADISIONAL SASIRANGAN “IRMA SASIRANGAN” KAMPUNG MELAYU KALIMANTAN SELATAN.

Menurut Annisa (2014: 9) kain yang dihasilkan dari berbagai daerah di Indonesia memiliki ciri khas tertentu dan keindahan yang berbeda-beda. Selain dipakai untuk keperluan sehari-hari, kain tradisional dipakai pada momen-momen tertentu, seperti upacara pernikahan, upacara kelahiran, kematian, dan upacara penyambutan tamu. Identitas suatu budaya dapat berupa bentuk dan jenis yang beraneka ragam dengan keunikan dan kearifan lokal masing-masing. Di setiap daerah hampir selalu mempunyai kain tradisional masing-masing. Keberagaman jenis kain yang ada di Indonesia banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti letak geografis dari daerah yang bersangkutan, karakter masyarakat setempat, pola kehidupan masyarakat pembuatnya, pengaruh dari kondisi lingkungan alam di sekitar penghasil kain, serta kepercayaan dan adat istiadat masyarakatnya. Menurut Annisa (2014: 10) ada beberapaa contoh kain tradisional Indonesia yang paling terkenal yaitu: sasirangan, batik, tapis, dan tenun ikat.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Tesis ini berjudul Komodifikasi Kain Tradisional Karo pada Era Globalisasi. Tesis ini merupakan suatu penelitian yang dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena komodifikasi terhadap kain tenun tradisional suku Karo yaitu Uis Karo. Uis Karo merupakan suatu unsur kelengkapan dalam budaya masyarakat Karo yang mampu menjadi identitas dan keberadaaan suku Karo ditengah masyarakat banyak. Uis Karo memiliki perbedaan didalam warna, bentuk dan motif. Perbedaan tersebut berkaitan dengan waktu dan tempat penggunaannya pada pelaksanaan kegiatan upacara adat Karo. Di era globalisasi ini, Uis Karo telah menjadi objek modifikasi. Sekarang banyak ditemukan Uis Karo maupun desain Uis Karo tersebut dalam bentuk sovenir berupa tas, dasi, gorden, kaos, ikat pinggang, sarung bantal, dan lain sebagainya. Proses ini menjadikan Uis Karo sebagai suatu komoditi yang memilki tujuan utama yaitu nilai ekonomi.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Tesis ini berjudul Komodifikasi Kain Tradisional Karo pada Era Globalisasi. Tesis ini merupakan suatu penelitian yang dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena komodifikasi terhadap kain tenun tradisional suku Karo yaitu Uis Karo. Uis Karo merupakan suatu unsur kelengkapan dalam budaya masyarakat Karo yang mampu menjadi identitas dan keberadaaan suku Karo ditengah masyarakat banyak. Uis Karo memiliki perbedaan didalam warna, bentuk dan motif. Perbedaan tersebut berkaitan dengan waktu dan tempat penggunaannya pada pelaksanaan kegiatan upacara adat Karo. Di era globalisasi ini, Uis Karo telah menjadi objek modifikasi. Sekarang banyak ditemukan Uis Karo maupun desain Uis Karo tersebut dalam bentuk sovenir berupa tas, dasi, gorden, kaos, ikat pinggang, sarung bantal, dan lain sebagainya. Proses ini menjadikan Uis Karo sebagai suatu komoditi yang memilki tujuan utama yaitu nilai ekonomi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Klasifikasi kain tradisional nusantara dengan menggunakan algoritma Naive Bayes Classifier.

Klasifikasi kain tradisional nusantara dengan menggunakan algoritma Naive Bayes Classifier.

Sistem klasifikasi kain tradisional nusantara ini dibuat dengan tujuan untuk memodelkan algoritma Naive Bayes dalam menangani klasifikasi kain tradisional nusantara. Citra yang dimasukan kedalam sistem merupakan gambar yang berukuran 200x200 piksel. Pada citra dilakukan proses ekstraksi ciri yang meliputi ekstraksi warna dan rata-rata vektor. Sistem akan menggunakan ciri tersebut untuk proses training dan testing. Ada 2 sistem yaitu yang pertama untuk menghitung akurasi dari 100 data citra yang telah dilakukan proses klasifikasi menggunakan Naive Bayes.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

View of Analisis Motif Kain Tradisional Indonesia: Pemaknaan Visualisasi Abstrak hingga Naturalis

View of Analisis Motif Kain Tradisional Indonesia: Pemaknaan Visualisasi Abstrak hingga Naturalis

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini yaitu dalam kain tradisional Indonesia menggunakan beragam motif dari motif geometrik, fauna, flora, manusia,kaligrafi, dan hasil teknologi seperti kapal uap. Visualisasi motif tergantung teknik yang digunakan, teknik tenun menghasilkan motif geometrik dan abstrak, teknik batik dan sulam memungkinkan menghasilkan motif yang figuratif hingga naturalis. Terdapat perbedaan makna dalam visualisasi motif hiasan kain di Indonesia, makna filosofis lebih banyak terdapat dalam motif abstrak dan geometrik, figuratif, dan kaligrafi. Makna filosofis seringkali berkaitan dengan mitos dan legenda suatu suku. Motif naturalis
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Bere-bere : marga ibu yang melekat pada kita ; anak dari saudara perempuan kita laki-laki.. Bulang-bulang : penutup kepala laki-laki ketika pesta adat.[r]

11 Baca lebih lajut

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi Chapter III VI

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi Chapter III VI

Karya-karya postmodern juga menampilkan produk seni kitsch yang dianggap selera rendah, sampah artistik. Kitsch' yang didefinisikan sebagai segala jenis seni palsu (pseudo-art) murahan dan tanpa selera. Kitsch mengadaptasi satu medium ke medium lain atau satu tipe seni ke tipe lainnya. Kitsch didasarkan oleh semangat reproduksi, adaptasi dan simulasi. Produksi kitsch lebih didasarkan oleh semangat memassakan seni tinggi dan membawanya menjadi produksi massal melalui proses demitoisasi nilai-nilai. Piliang (1999) mengatakan bahwa di dalam desain produk, banyak didapati penggunaan imitasi bahan yaitu penggunaan bahan-bahan tiruan untuk memberikan efek dan kesan bahan alamiah. Produk-produk komodifikasi uis karo juga banyak memakai bahan-bahan bukan asli tenun dan didesain hingga memberikan kesan tradisional.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Menurut ahli ragam hias A.G Sitepu, kesemua jenis ornamen lemah yang berbentuk garis, titik, bidang sama sisi yang terdapat pada uis Karo terjadi akibat tehnik penenunan yang masih sangat tradisional (gedongan) dan tidak memilki kemampuan alat yang tinggi dalam membentuk ornamen yang rumit, salah satu contohnya adalah yang pengaplikasi ornamen pengeret-ret pada beka buluh. Menurut Netty Juliana pada jurnalnya Kreasi Ragam Hias uis Nipes bentuk visual dalam uis Karo umumnya berbentuk geometrik, simetris, dan stilasi.

66 Baca lebih lajut

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Laurie, Leavanny. 2015. Analisis Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Kain Tenun Tradisional Karo Pada Trias Tambun Kabanjahe . Medan: Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

4 Baca lebih lajut

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Menurut M.O. Parlindungan, Suku Karo yang merupakan bagian dari ras Proto Malayan hidup damai bermukim di perbatasan Burma/Myanmar dengan India. Beberapa komunitas tersebut yang kemudian menjadi cikal-bakal bangsa adalah kelompok Bangsa Karen, Toradja, Tayal, Ranau, Bontoc, Meo serta trio Naga, Manipur, Mizoram. Tiga yang terakhir ini sekarang menjadi negara India. Adat istiadat dan aksesoris pakaian yang mereka miliki sampai sekarang masih memilki persamaan dengan pakaian suku Karo, misalnya pernak-pernik dan warna kain tenun.

40 Baca lebih lajut

Perancangan Buku Tentang Tenun Pekalongan | Wahyudi | Jurnal DKV Adiwarna 5089 9705 1 SM

Perancangan Buku Tentang Tenun Pekalongan | Wahyudi | Jurnal DKV Adiwarna 5089 9705 1 SM

Minat baca masyarakat Indonesia bisa terbilang kurang yang disebabkan oleh berbagai faktor. Terlebih ketika bangsa ini dihadapkan oleh era modernisasi, yaitu era teknologi komunikasi yang lebih praktis melalui internet dan televisi. Permasalahan ekonomi menjadi salah satu faktornya juga. Hal tersebut menyebabkan daya beli buku menjadi rendah. Buku-buku yang diterbitkan hanya terbatas pada kalangan tertentu saja, seperti mahasiswa, pelajar, dan akademisi yang mempunyai daya beli buku tinggi. Target pembaca buku kain tenun ini adalah para penggemar kain tradisional Indonesia yang memiliki kebiasaan untuk menggunakan busana yang berbahan kain tradisional Indonesia dengan status ekonomi menengah ke atas, dan memiliki rentang usia 21 – 40 tahun.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERUBAHAN NILAI-NILAI TENUN LURIK DI KECAMATAN CAWAS, KABUPATEN KLATEN (studi kasus di desa Tlingsing dan Mlese).

PERUBAHAN NILAI-NILAI TENUN LURIK DI KECAMATAN CAWAS, KABUPATEN KLATEN (studi kasus di desa Tlingsing dan Mlese).

Bagi warga Klaten, kain lurik merupakan jenis kain tradisional yang dianggap sebagai warisan budaya yang memiliki sejarah panjang. Sejak awal, kain lurik telah mempunyai nilai budaya yang tinggi dan layak untuk dipertahankan. Warga Klaten senantiasa menghormati dan melestarikan, serta meningkatkan kain lurik sebagai warisan budaya bangsa yang memiliki nilai tersendiri, seperti halnya Batik yang telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya tak benda pada tanggal 2 Oktober 2009.

2 Baca lebih lajut

Memudarnya Masyarakat Pengrajin Tenun Dalam Mempertahankan Eksistensi Ulos Batak Di Pasar Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara

Memudarnya Masyarakat Pengrajin Tenun Dalam Mempertahankan Eksistensi Ulos Batak Di Pasar Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara

Perkembangan industri tenun ulos batak di Pasar Tradisional Kecamatan Tarutung telah banyak mengalami pasang surut baik dari segi budaya, ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang faktor-faktor apa saja yang menyebabkan industri tenun ulos berkembang dan faktor apa yang menyebabkan industri tenun ini memudar. Industri tekstil yang dikenal dengan ulos tidak hanya digunakan sebagai pakaian. Ulos merupakan simbol dari status, berfungsi sebagai pusaka berharga ataupun hadiah selama siklus kehidupan suku batak. Ulos digunakan di kehidupan suku batak mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian. Secara tradisional tenun adalah tugas kaum perempuan. Perempuan dianggap dapat mengilhami kain dengan nilai-nilai simbolik yang berhubungan dengan peran perempuan dalam merawat keluarga, anak-anak dan masyarakat. Oleh karena itu tenun dapat dilakukan selama perempuan mendapatkan waktu luang. Perubahan yang terjadi menimbulkan dampak dalam berbagai aspek. Harga bahan yang tak menentu, munculnya alat tenun mesin dan bukan mesin, kain tenun dari berbagai daerah membuat para penenun harus berpindah ke kain songket. Penenun akhirnya lebih fokus menenun kain songket dibandingkan dengan menenun ulos itu sendiri. Modifikasi terhadap ulos juga menimbulkan pro dan kontra. Disatu sisi modifikasi dapat merusak nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah ulos. Di sisi lainnya modifikasi dapat mempertahankan eksistensi ulos batak. Ulos tidak terpisahkan dari kehidupan suku batak. Walaupun ulos mengalami ketertinggalan dari kain tradisional lainnya, ulos tetaplah sebagai komoditi terpenting dalam industri di kecamatan Tarutung kabupaten Tapanuli Utara.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

366382398.doc 100.02KB 2015-10-12 00:17:46

366382398.doc 100.02KB 2015-10-12 00:17:46

dengan mengangkatnya ke pasaran busana dengan desain fashion modern. Kain lurik yang selama ini dikenal oleh generasi muda hanya sebagai kain yang digunakan pada acara-acara adat tertentu saja akan kami angkat menjadi kain untuk pakaian dengan desain modern, sehingga generasi muda mengapresiasi kain lurik sebagai kain tradisional Indonesia dengan menggunakannya pada kegiatan sehari-hari.

23 Baca lebih lajut

PERANCANGAN CUSTOM TYPEFACES DAN PENERAPANNYA PADA HALAMAN WEB - Politeknik Negeri Padang

PERANCANGAN CUSTOM TYPEFACES DAN PENERAPANNYA PADA HALAMAN WEB - Politeknik Negeri Padang

Kain Tapis merupakan kain tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung, kain ini merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan, salah satu bentuk pelestariannya adalah dengan membuat Custom typefaces berbentuk Custom typefaces yang diterapkan dalam halaman Web agar semakin banyak yang mengetahui ragam hias kain tapis berbentuk Custom typefaces, begitu pula pada Custom typefaces Gorga. Sehingga Custom typefaces yang terinspirasi dari kebudayaan Indonesia dapat tersebar melalui media internet.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB II SEJARAH DAN PERKEMBANGAN BATIK DI SURAKARTA - Peran Santosa Doellah Terhadap Pelestarian Batik Di Surakarta (1967-2012)

BAB II SEJARAH DAN PERKEMBANGAN BATIK DI SURAKARTA - Peran Santosa Doellah Terhadap Pelestarian Batik Di Surakarta (1967-2012)

Sementara itu menurut Hamzuri batik diartikan sebagai lukisan atau gambar pada mori yang dibuat menggunakan alat bernama canting. Orang yang melukis atau menulis pada mori memakai canting disebut membatik. 9 Banyak jenis kain tradisional Indonesia yang memiliki cara pemberian warna yang sama dengan pembuatan batik yaitu dengan pencelupan rintang. Perbedaannya dengan batik adalah pada penggunaan malam sebagai bahan perintang warna, sedangkan kain tradisioanal lain biasanya menggunakan bahan lain sebagai perintang warna. Ada beberapa kain tradisional yang cara pembuatannya mirip dengan pembuatan batik seperti kain Simbut (suku Baduy Banten), kain Sarita dan kain Maa (Suku Toraja, Sulawesi Selatan), kain Tritik (Solo, Yogyakarta, Palembang, Banjarmasin, Bali), kain Jumputan dan kain Pelangi (Jawa, Bali, Lombok, Palembang, Kalimantan, dan Sulawesi) dan kain Sasaringan (Banjar, Kalimantan Selatan). 10
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Analisis Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Kain Tenun Tradisional Karo Pada Trias Tambun Kabanjahe

Analisis Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Kain Tenun Tradisional Karo Pada Trias Tambun Kabanjahe

Tekstil tradisional Indonesia merupakan gubahan seni yang mewakili daerah melalui tampilan ragam hiasnya. Dari motif-motif etnik yang ditampilkannya, terungkap latar belakang kebudayaan dan lingkungan tempat tekstil tersebut berasal serta fenomena tersebut merupakan kekayaan/kekhasan dari testil klasik (etnik) Sandang atau tekstil merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain pangan dan papan. Untuk memenuhi kebutuhan pakaian diperlukan produksi kain fungsional yang nyaman dipakai dan menampilkan nilai seni. Jenis kain yang ada yang menggunakan teknik mesin dan alat tenun bukan mesin (ATBM).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Analisis Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Kain Tenun Tradisional Karo Pada Trias Tambun Kabanjahe

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Analisis Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Kain Tenun Tradisional Karo Pada Trias Tambun Kabanjahe

daerah Karo dengan menggunakan ATBM ini merupakan salah satu nilai lebih dari usaha ini jika dibandingkan kebanyakan usaha penenunan kain tenun yang biasanya menggunakan teknik tradisional ( menggunakan gedogan ). Produk yang dihasilkan oleh Trias Tambun memiliki kualitas yang baik karena dalam penenunan kain tenun menggunakan ATBM sehingga produk memiliki standar kualitas tertentu dibandingkan dengan produk kain tenun yang ditenun secara tradisional namun masih memiliki kekurangan di bidang pemasarannya.

10 Baca lebih lajut

Show all 8469 documents...

Related subjects