KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) SURABAYA

Top PDF KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) SURABAYA:

PENGARUH TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA GENTENG.

PENGARUH TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA GENTENG.

Dasar hukum pembentukan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Surabaya Genteng adalah Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.94/KMK01/1994. Pada Tahun 2001 dalam rangka pengefektifan kinerja dan pemenuhan target penerimaan pajak nasional Direktorat Jenderal Pajak mengadakan reorganisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, salah satunya dengan pemecahan wilayah kerja kantor pelayanan pajak. Adanya pemecahan wilayah Kantor Pelayanan Pajak Surabaya Genteng dibagi menjadi dua wilayah kerja yaitu Wilayah kerja KPP Surabaya Genteng dan Wilayah kerja KPP Surabaya Simokerto. Dasar hukum pemecahan Kantor Pelayanan Pajak Surabaya Genteng sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.443/KMK01/2001 tanggal 23 Juli 2001 tentang organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak dan Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

KUALITAS PELAYANAN PAJAK BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) SAWAHAN SURABAYA.

KUALITAS PELAYANAN PAJAK BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) SAWAHAN SURABAYA.

diperoleh, akan dapat menyukseskan pembangunan yang nantinya akan memakmurkan segenap lapisan negeri. Untuk itu kesadaran akan pentingnya pajak diharapkan mampu memenuhi segenap relung jiwa bangsa ini. Direktur Jenderal Pajak, A.Fuad Rahmany menyampaikan bahwa penerimaan pajak sampai dengan Hingga 31 Oktober 2010 Direktorat Jenderal Pajak telah menghimpun penerimaan pajak sebesar Rp 485,089 triliun atau mencapai 73,3 persen dibandingkan dengan rencana penerimaan tahun 2010 sebesar Rp 661,498 triliun. Jika unsur penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Minyak dan Gas tidak diperhitungkan, realisasi penerimaan pajak nonmigas mencapai Rp 442,899 triliun, atau 73,1 persen dari rencana penerimaan pajak nonmigas tahun 2010 sebesar Rp 606,116 triliun. Secara detail, realisasi penerimaan dari PPh Nonmigas adalah Rp 240,654 triliun; adapun realisasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp 171,542 triliun; dan realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp 27,910 triliun. Selain itu, masih ada penerimaan pajak lainnya (antara lain meterai) mencapai Rp 2,791 triliun. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009, realisasi penerimaan pajak nonmigas tumbuh positif sebesar 14,8 persen. "Realisasi penerimaan pajak tahun 2010 optimistis dapat mencapai 100 persen karena pada dua bulan terakhir ini akan banyak masuk penerimaan pajak dari sektor bendahara (kompas.com).
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

KUALITAS PELAYANAN PAJAK BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) SAWAHAN SURABAYA

KUALITAS PELAYANAN PAJAK BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) SAWAHAN SURABAYA

Penelitian ini didasarkan pada fenomena Kualitas tentang Pelayanan di Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sawahan Surabaya. Dimana masih kurang maksimalnya kualitas pelayanan di Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sawahan Surabaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sawahan Surabaya

17 Baca lebih lajut

KUALITAS PELAYANAN PAJAK BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) SAWAHAN SURABAYA

KUALITAS PELAYANAN PAJAK BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) SAWAHAN SURABAYA

Hasil dari penelitian ini adalah besarnya indeks kepuasan masyarakat pada kualitas kinerja pelayanan yang diperoleh di Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sawahan Surabaya adalah 53.333 sehingga dapat dikatagorikan Kurang Baik dan memiliki mutu pelayanan C. Dari ke 14 unsur pelayanan yang terbaik adalah Kenyamanan Lingkungan Pelayanan (U13) dengan nilai IKM 0,170.

17 Baca lebih lajut

KUALITAS PELAYANAN PAJAK BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) SAWAHAN SURABAYA.

KUALITAS PELAYANAN PAJAK BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) SAWAHAN SURABAYA.

Penelitian ini menggunakan rancangan atau desain penelitian deskriptif. Untuk mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan maka digunakan 14 unsur sebagaimana yang telah ditetapkan dalam KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah yang meliputi: prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, kejelasan dan kepastian petugas pelayanan, kedisiplinan petugas pelayanan, tanggung jawab petugas pelayanan, kemampuan petugas pelayanan, kecepatan pelayanan, keadilan dalam pelayanan, kesopanan dan keramahan petugas, kewajaran biaya pelayanan, kepastian biaya pelayanan, ketepatan jadwal pelayanan, kenyamanan lingkungan pelayanan, dan keamanan pelayanan. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat yang melakukan pembuatan paspor di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sawahan Surabaya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini, menggunakan Accidental Sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM INFO

ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM INFO

Pengelolaan data pada aplikasi SIDJP hampir semua proses administrasi sudah online atau terhubung dengan kantor pusat DJP. Jadi pihak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Gubeng hanya bisa melihat data yang telah diproses namun sudah tidak bisa melakukan perubahan jika terjadi kesalahan, apabila terjadi kesalahan untuk mengubahnya pihak Kantor Pelayanan Pajak Surabaya Gubeng melakukan konfirmasi ke Kantor pusat. Hanya data pada Tempat Pelayanan Terpada (TPT) yang terkadang masih tersimpan di server lokal jika terjadi error pada server pusat, hal ini dilakukan agar proses pelayanan masih tetap berjalan jika terjadi error pada server pusat. Walaupun tersimpan di server lokal tapi sifatnya hanya sementara setiap satu menit data akan langsung dikirim ke Kantor pusat dan dilakukan back up setiap satu bulan sekali.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PELAPORAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA KPP PRATAMA SURABAYA – SAWAHAN

PELAPORAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA KPP PRATAMA SURABAYA – SAWAHAN

Pemahaman wajib pajak tentang PPh, kepatuhan wajib pajak dan sistem pemungutan PPh berpengaruh terhadap penerimaan PPh pada KPP Pratama Pare-Kediri (Pranesti : 2009). (Aziza : 2011), dalam penelitiannya pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Wonocolo faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak adalah pengetahuan perpajakan yang dimiliki wajib pajak, presepsi wajib pajak terhadap petugas pajak, dan presepsi wajib pajak terhadap kriteria wajib pajak patuh. Penelitian yang dilakukan oleh (Arahman : 2012) pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Wonocolo, faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi yaitu pengetahuan perpajakan, sanksi perpajakan, kesadaran wajib pajak dan presepsi wajib pajak mengenai petugas pajak.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA KREMBANGAN.

KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA KREMBANGAN.

Metode penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan mengoperasionalkan satu variabel yaitu Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Penghasilan Pasal 21. Variabel penelitian ini adalah berskala nominal. Ada 7 (tujuh) point kepatuhan wajib pajak yaitu Mendaftarkan Diri, Mengisi Surat Pemberitahuan, Menyampaikan Surat Pemberitahuan, Batas waktu menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan, Penyampaian Surat Pemberitahuan, Pembetulan Surat Pemberitahuan, dan Pembayaran Pajak Terutang. Dalam penelitian ini yang dikategorikan adalah Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Penghasilan Pasal 21 di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Krembangan yang terbagi menjadi lima antara lain tidak patuh, kurang patuh, cukup patuh, patuh, dan sangat patuh.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Kepuasan Wajib Pajak Atas Layanan Kantor Bersama SAMSAT Manyar Kertoarjo Surabaya.

Kepuasan Wajib Pajak Atas Layanan Kantor Bersama SAMSAT Manyar Kertoarjo Surabaya.

Konsep otonomi daerah yang dikembangkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dengan tetap melakukan pada aspek transparasi, akuntabilitas, efisien dan efektif, daerah otonomi harus mampu melakukan manuver serta prakasa sendiri sesuai dengan aspirasi dan kebutuhaan masyarakat. Upaya pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik dituangkan dalam Keputusan Men PAN nomor 81 tahun 1993. Tindak lanjut Pemerintah Propinsi Jawa Timur menetapkan perda nomor 11 tahun 2005 tentang Pelayanan Publik di Jawa Timur, berkenaan dengan hal tersebut pelayanan publik yang profesional perlu di wujudkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah Bukti Langsung, Keandalan, Daya Tangkap, Jaminan dan Empathy merupakan indikator pembentuk Kualitas Layanan, apakah kualitas layanan berpengaruh terhadap kepuasan wajib pajak di Kantor Bersama SAMSAT Manyar Kertoarjo Surabaya, dan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan wajib pajak di Kantor Bersama SAMSAT Manyar Kertoarjo Surabaya.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEBERHASILAN PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) DI KECAMATAN BUBUTAN KOTA SURABAYA

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEBERHASILAN PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) DI KECAMATAN BUBUTAN KOTA SURABAYA

Dari hasil penelitian tersebut bagi Kantor Pelayanan Pajak UPTD PBB Surabaya dapat dimanfaatkan sebagai tambahan bahan informasi atas indikator-indikator yang dapat mempengaruhi Tingkat Keberhasilan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya yang berkaitan erat dengan faktor-faktor Tingkat Kesadaran Perpajakan WP, Tingkat Pemahaman WP, Kemampuan WP, dan Sistem Pemungutan.

18 Baca lebih lajut

KONSEKUENSI HUKUM ATAS WANPRESTASI DEBITUR DALAM JUAL BELI SECARA ANGSURAN Studi Kasus Putusan Wanprestasi Dan Penipuan Di Pengadilan Negeri Surabaya.

KONSEKUENSI HUKUM ATAS WANPRESTASI DEBITUR DALAM JUAL BELI SECARA ANGSURAN Studi Kasus Putusan Wanprestasi Dan Penipuan Di Pengadilan Negeri Surabaya.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data utama penelitian ini. Sedangkan data sekunder digunakan sebagai pendukung data primer. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah dengan menggunakan tiga jenis metode pengumpulan data, yaitu metode studi kepustakaan, metode wawancara, dan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan cara teknis analisis kualitatif dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya Kantor Pelayanan Pajak dalam melakukan penagihan utang pajak dengan Surat Paksa terhadap Penanggung Pajak telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku dan memberikan pengaruh yang besar terhadap pencairan tunggakan pajak dalam pendapatan penerimaan kas Negara. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemui beberapa hambatan-hambatan yang dapat mengganggu bahkan menghambat jalannya proses penagihan pajak. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan yang diteliti serta dapat dipergunakan sebagai bahan masukan terhadap para pihak yang mengalami dan terlibat langsung dengan judul ini.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGETAHUAN PERPAJAKAN, MODERNISASI SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN DAN KESADARAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA KARANG PILANG

PENGARUH PENGETAHUAN PERPAJAKAN, MODERNISASI SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN DAN KESADARAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA KARANG PILANG

Untuk mengetahui dan menganilisis pengaruh pengetahuan perpajakan, modernisasi sistem administrasi perpajakan dan kesadaran wajib pajak secara bersama-sama (simultan), parsial dan dominan terhadap kepatuhan wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Karangpilang periode 2016. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi dan sebagai masukan bagi Kantor Pelayanan Pajak maupun Direktorat Jenderal Pajak dalam meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak dalam pelaporan SPT dan pembayaran pajak ke kas negara. Penelitian ini juga dapat memberikan informasi dan
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hak Cipta milik UPN Veteran Jatim Dilara

Hak Cipta milik UPN Veteran Jatim Dilara

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan lancar. Adapun judul dari penyusunan skripsi ini adalah “KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA KREMBANGAN”.

18 Baca lebih lajut

BA Evaluasi Kualifikasi cetakan 2012

BA Evaluasi Kualifikasi cetakan 2012

Pada hari ini, Selasa tanggal Sembilan belas bulan Juni tahun Dua Ribu Dua Belas (19-06-2012), bertempat di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Sawahan Jalan Dinoyo No 111GKN II Surabaya, Panitia Pengadaan/Pencetakan SPT Masa PPN 1111, SPT Masa PPN 1111 DM,SPT Masa PPh Pasal 21/26 dan Surat Setoran Pajak Tahun 2012 Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Sawahan, telah mengadakan rapat evaluasi dokumen kualifikasi terhadap peserta/calon penyedia yang lulus evaluasi administrasi, teknis, dan harga, dengan hasil sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Kegiatan Ekstensifikasi Dalam Rangka Meningkatkan Jumlah Wajib Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat

Pelaksanaan Kegiatan Ekstensifikasi Dalam Rangka Meningkatkan Jumlah Wajib Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat

Dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat , di dalam pelayanan pembayaran pajak , maka berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia NO. 267/KMK.01/1989 , diadakan perubahan secara menyeluruh pada Direktorat Jenderal Pajak yang mencakup reorganisasi Kantor Inspeksi Pajak yang diganti nama menjadi Kantor Pelayanan Pajak sekaligus dibentuknya Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan.

15 Baca lebih lajut

Mekanisme Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (Ppn) Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur

Mekanisme Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (Ppn) Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur mempunyai tugas melaksanakan penyuluhan, pelayanan, pengawasan Wajib Pajak di bidang Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak tidak langsung lainnya, selain PBB Pedesaan dan Perkotaan (P2) dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugasnya, KPP Pratama Medan Timur menyelenggarakan fungsi :

60 Baca lebih lajut

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) A. Gambaran Umum Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan 1. Sejarah Singkat KPP Pratama Medan Belawan - Prosedur Pendaftaran dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak di Kantor Pelayan

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) A. Gambaran Umum Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan 1. Sejarah Singkat KPP Pratama Medan Belawan - Prosedur Pendaftaran dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak di Kantor Pelayan

Jenis struktur organisasi yang digunakan oleh KPP Pratama Medan Belawan adalah menggunakan jenis struktur “line and staff organization” atau gabungan dari jenis struktur organisasi garis dan organisasi fungsional. Struktur organisasi KPP Pratama Medan Belawan berdasarkan fungsi bukan jenis pajak.

14 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21 Atas Penghasilan Yang Diterima Pegawai Tetap Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat

Upaya Peningkatan Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21 Atas Penghasilan Yang Diterima Pegawai Tetap Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat didirikan pada tahun 1976, Kantor Pelayanan Pajak masih disebut Kantor Inspeksi Pajak. Pada saat itu masih ada dua Kantor Inspeksi Pajak yaitu Kantor Inspeksi Pajak Medan Selatan dan Kantor Inspeksi Pajak Medan Utara. Berdasarkan keputusan Menteri Keuangan No 276/KMK/01/1989 tanggal 25 maret 1989 tentang organisasi dan tata usaha Direktorat Jenderal Pajak, maka Kantor Inspeksi Pajak diubah namanya menjadi Kantor Pelayanan Pajak. Kemudian sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.443/KMK/01/2001 tanggal 23 Juli 2001 Kantor Pelayanan Pajak Medan Barat dan Kantor Pelayanan Pajak Polonia mulai berlaku sejak tanggal 25 Januari 2002. Melalui pengumuman Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sumatera I, PENG-04/WPJ.01/2008 Tanggal 26 Mei 2008 KPP Medan Barat di pecah menjadi KPP Pratama Medan Barat dan KPP Pratama Medan Petisah yang mulai berlaku sejak 27 Mei 2008.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...