Kapital Sosial

Top PDF Kapital Sosial:

KAPITAL SOSIAL DAN KEPEMIMPINAN DALAM PE

KAPITAL SOSIAL DAN KEPEMIMPINAN DALAM PE

Halaman 204 dari 286 Sebagian besar sektor usaha mikro dan kecil dimulai oleh orang-orang yang mau tidak mau memilih menjadi wirausaha (pendidikan yang rendah, pengalaman kerja yang minim, dan para korban PHK) dan tergolong sektor ekonomi informal (tidak memiliki izin usaha dan tempat usaha yang tetap). Kesuksesan mereka sangat bergantung pada kekompakan kelompok para pengusaha mikro dan kecil untuk bisa menempati suatu wilayah yang strategis (contoh: pedagang kaki lima yang memenuhi fasilitas umum baik secara ilegal maupun dengan menyewa ruang sempit perkantoran/pertokoan) dan juga pada kebijakan agen pemerintah daerah yang memberi kelonggaran terhadap aktivitas berdagang mereka. Lembaga keuangan formal sulit memberikan fasilitas keuangan kepada mereka, sehingga sumberdaya dan kesuksesan mereka sangat bergantung pada kapital sosial kelompok dan jaringan dengan penguasa wilayah (resmi dan tidak resmi). Oleh karena itu, keuntungan finansial yang bisa mereka dapatkan hanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (subsisten), bertahan hidup, dan menjaga relasi dengan penguasa [3, 8].
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KAJIAN TINGKAT KONTINUM KAPITAL SOSIAL FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN DALAM MENGWUJUDKAN VISI, MISI DAN TUJUAN UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU Ansharullah Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Sultan Syarif Kasim

KAJIAN TINGKAT KONTINUM KAPITAL SOSIAL FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN DALAM MENGWUJUDKAN VISI, MISI DAN TUJUAN UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU Ansharullah Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Sultan Syarif Kasim

Pada tabel diatas, dapat diketahui tingkat kapital sosial secara parsial berdasarkan indikator jaringan yang dimiliki pegawai dan dosen di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau dapat dilihat bahwa responden yang menjawab paling banyak adalah setuju sebanyak 41 orang (64,06 %). Maka ini dapat disimpulkan bahwa tingkat jaringan yang dimiliki oleh pegawai dan dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau dalam keterlibatan pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi berada pada katagori Kapital Sosial Subtansial yaitu ketersedian modal dari indikator jaringan yang dimiliki juga mampu menjadi modal yang mendukung kerjasama yang terjadi di dalam lembaga Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau atas dasar komitmen pada usaha bersama didalam upaya memberikan manfaat pada orang lain.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Kapital Sosial, Negara dan Pasar  Studi pada Komunitas Pulau pulau Kecil

Kapital Sosial, Negara dan Pasar Studi pada Komunitas Pulau pulau Kecil

Kapital sosial yang di miliki oleh komunitas (masyarakat) dapat menjadi kekuatan yang potensial dalam mendukung pelaksanaan proses pembangunan baik pada level nasional (negara), daerah (provinsi dan kabupaten), terlebih lagi pada level komunitas (pedesaan). Namun selama ini kapital sosial dalam hal ini nilai-nilai lokal komunitas sering kali diabaikan manfaatnya dalam proses pembangunan, sehingga semakin lama proses pembangunan berlangsung menyebabkan nilai-nilai lokal justru tergerus. Hal ini kemudian berdampak pada hilangnya identitas diri masyarakat dan menggoyahkan harmoni kehidupan sosial yang telah tercapai. Selanjutnya kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi sosial yang berujung pada konflik sosial. Oleh karena itu pemanfaatan potensi lokal (kapital sosial) yang dimiliki masyarakat, terutama usaha untuk membangun kepercayaan (trust) khsusnya antara pemerintah dengan masyarakat dan pelibatan masyarakat secara langsung dalam semua tahapan proses pembangunan seharusnya menjadi perhatian serius dari pemerintah. Begitu pula upaya untuk membangkitkan kembali nilai-nilai lokal yang dimiliki oleh masyarakat harus terus dilaksanakan. Bukan lagi hanya sekedar wacana tetapi memang harus dilaksanakan pada tataran inplementasi. Dengan pelibatan masyarakat tersebut, akan muncul rasa tanggung jawab dan dukungan kuat dari masyarakat itu sendiri. Jika hal ini terjadi, maka proses pembangunan akan berjalan lancar sehingga dapat mencapai target dan sasaran yang diharapkan.
Baca lebih lanjut

200 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KAPITAL SOSIAL PERPUSTAKAAN MELALUI SAHABAT PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

PENGEMBANGAN KAPITAL SOSIAL PERPUSTAKAAN MELALUI SAHABAT PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

Program Sahabat Perpustakaan dapat dilihat sebagai pengembangan kapital sosial. Program Sahabat Perpustakaan yang menargetkan berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan individu merupakan usaha pengembangan relasi sosial dari Perpustakaan Nasional RI. Pengembangan kapital sosial melalui program Sahabat Perpustakaan dapat dikonversikan ke dalam bentuk kapital lainnya, misalnya kapital ekonomi. Komunitas yang berkolaborasi mengadakan suatu kegiatan dalam program Sahabat Perpustakaan terlihat dengan sukarela mengeluarkan dana untuk suksesnya acara. Perpustakaan tidak mempunyai anggaran yang cukup untuk mampu mendatangkan artis seperti Vidi Aldiano namun komunitas yang juga merupakan sarana pengembangan kapital sosial bagi artis dapat meminta kepada Vidi untuk datang dan memeriahkan kegiatan tanpa harus memberikan kompensasi kepada Vidi.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

KAPITAL SOSIAL DAN RELASI PATRON-KLIEN DALAM OPERASI RUMAH SEWA PRIVAT DI INDONESIA

KAPITAL SOSIAL DAN RELASI PATRON-KLIEN DALAM OPERASI RUMAH SEWA PRIVAT DI INDONESIA

teoritik, ide kapital sosial diteorisasikan oleh 2 pemikir ilmu sosial ini di tahun 1980-an. Pertama, adalah Bourdieu yang melihat personil dalam kelas sosial yang lebih prestisius akan membangun semacam kapital sosial yang akan ter- konversi dalam ekonomi berbentuk ka- pital. “Kepemilikan” adalah kata kunci dalam relasi sosial yang akan membe- dakan akses terhadap sumber daya. Da- lam pandangan Bourdieu, kapital sosial adalah aspek pembeda kelas sosial atau instrumen kekuasaan. Berikutnya, ada- lah Coleman yang berargumen sosial ka- pital melekat dalam struktur dari relasi antara orang dan di antara orang serta memfasilitasi tindakan seseorang yang dihubungkan struktur relasi tersebut. Coleman mencontohkan pedagang di pasar Kairo yang berbagi informasi ten- tang pelanggan mereka, ia melihat resi- prositas dan kepercayaan adalah aspek relasi sosial yang bernilai sebab mereka saling menolong untuk mengurangi bi- aya transaksi, selain itu melalui komu- nikasi dan informasi sangat bermanfaat untuk jenis jaminan yang dibuat dalam jaringan sosial, dalam contoh ini, kapi- tal sosial dicirikan dengan barang pub- lik. Pada ranah kapital sosial menurut Bhandari dan Fine (2010), seperti hal- nya globalisasi, para konseptor kap- ital sosial menolak keyakinan bahwa pasar bekerja sempurna dan meliputi bagaimana orang menjalankan kesehar- iannya. Dalam kerangka positif, kapital sosial bisa ditafsirkan mulai dari partisi- pasi, pemberdayaan, identitas etnis, dan tanggung jawab sosial.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

FENOMENA MODERNISASI DI INDONESIA: MEMBANGUN TRUST SOCIETY MELALUI KAPITAL SOSIAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF ISLAM

FENOMENA MODERNISASI DI INDONESIA: MEMBANGUN TRUST SOCIETY MELALUI KAPITAL SOSIAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF ISLAM

indikasi kapital sosial yang terdiri atas: norma, kerjasama permanen, kepercayaan dan jaringan; maka tradisi Islam dalam tolong menolong yang diwujudkan melalui berbagai ibadah ritual dan kultural umat Islam di Indonesia, seperti : zakah, infaq, sedekah, tahlilan, manaqiban, kesalehan kolektif, ibadah di bulan Romadon, berkurbann pada saat Idul Adha, dan sejenisnya, merupakan fakta obyektif bagaimana kapital sosial itu menjadi integral dengan nilai-nilai Islam. Berbagai kegiatan ubudiyah dan kesesalehan sosial tersebut memiliki aturan main tertentu dan masyarakatpun memahami (norm), menghargai prinsip timbal-balik dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dan dalam waktu tertentu akan menerima kompensasi/reward sebagai suatu bentuk dari sistem resiprositas (reciprocity), ada saling kepercayaan antar pelaku bahwa masing-masing akan mematuhi semua bentuk aturan main yang telah disepakati (trust), serta kegiatan kerjasama tersebut diikat kuat oleh hubungan spesifik, seperti kekerabatan- kinship, pertetanggan-neighborship dan pertemanan—friendship sehingga semakin menguatkan jaringan antar pelaku (network). Kekuatan nilai-nilai tersebut juga dilandaskan pada ajaran Islam mengenai fi- sabilillah, berkurban, persaudaraan sesama muslim, cinta sesama manusia dan rahmatan lil ’alamiin .
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Kapital sosial pada lembaga madrasah (studi kasus Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Jakarta)

Kapital sosial pada lembaga madrasah (studi kasus Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Jakarta)

Mereka beranggapan bahwa tanggung jawab mereka dalam memberikan pengajaran agama dan pendidikan umum telah terpenuhi oleh MP dan dampak dari pengajaran itu dapat dirasakan oleh mayoritas orangg tua murid, seperti lancar membaca Al- Qur‟an padahal tidak diajarkan membaca al- qur‟an dirumah, lalu rajin mengerjakan shalat wajib dan sunnah, hapal surat-surat pendek, patuh terhadap orang tua dan disiplin. Adanya timbal balik antara madrasah dengan orang tua murid menandakan terbangunnya kepercayaan anatara keduanya. Maka tepat apabila menggunakan teori kapital sosial yang dikemukakan oleh Fukuyama bahwa tingginya kepercayaan dan adanya jaringan antar individu-individu dalam masyarakat akan semakin memperbesar kapital sosial. Kapital sosial dipandang sebagai perekat (glue) yang dapat mempertahankan kehidupan bersama masyarakat. Kapital sosial adalah kapabilitas yang muncul dari kepercayaan umum di dalam sebuah masyarakat atau dibagian-bagian tertentu darinya. 70
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

116861 D 00892 Fungsi kapital Analisis

116861 D 00892 Fungsi kapital Analisis

Kapital sosial komunitas di Lampulo pada umumnya masih bergerak dan tertambat di tataran mikro pada kelompok yang diikat karena hubungan keluarga, kekerabatan, kesamaan mata pencaharian, kesamaan daerah, kesamaan etnis dan agama. Pada sisi lain, sebagai akibat perkembangan desa yang mengarah pada masyarakat perkotaan mulai berkembang jenis kapital sosial yang mempunyai tingkat integrasi yang lebih rendah dengan jaringan luar komunitas yang semakin tinggi yang menghasilkan kinerja kapital sosial rendah. Jenis kapital sosial di desa Lampulo dapat dilihat dalam Tabel 4.2.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

116861 D 00892 Fungsi kapital Pendahuluan

116861 D 00892 Fungsi kapital Pendahuluan

Sebelum turun ke lapangan peneliti mengurus izin penelitian ke kantor walikota Banda Aceh, sekaligus melakukan wawancara dengan kepala seksi penanggulangan bencana kota Banda Aceh. Selanjutnya peneliti membawa surat izin penelitian yang sudah didapat dan melakukan wawancara mendalam dengan keuchik gampong lampulo, dan dilanjutkan dengan wawancara dengan Tuha peut gampong (semacam Lembaga Musyawarah Desa di tingkat kampong). Wawancara ini sekaligus sebagai pintu masuk untuk kegiatan penelitian selanjutnya. Langkah selanjutnya peneliti melakukan serangkaian wawancara terfokus yang dilakukan dalam komunitas untuk mendapatkan profil komunitas. Profil komunitas akan memberikan gambaran karakteristik komunitas dan isu-isu yang berkaitan dengan kapital sosial yang berguna bagi peneliti untuk pengumpulan data pada tahapan selanjutnya. Kelompok berdiskusi mengenai definisi komunitas tempat dimana penelitian dilakukan. Definisi dari hasil diskusi digunakan dalam pengumpulan data profil komunitas dan menjadi referensi bagi wawancara institusi sosial. Hasil diskusi juga memberikan gambaran daerah cakupan lembaga untuk membuat profil lembaga sosial. Sebagai tambahan format fokus group, juga mengumpulkan data pemetaan dan diagram kelembagaan komunitas. Sumber data primer lain diperoleh melalui serangkaian wawancara, pemetaan, dan pembuatan diagram.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

116861 D 00892 Fungsi kapital Kesimpulan

116861 D 00892 Fungsi kapital Kesimpulan

3. Untuk mendukung keberhasilan program pemulihan pasca bencana, lembaga pemerintah yang diberikan kewenangan dalam penanganan bencana perlu melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap organisasi- organisasi yang terlibat dalam program pemulihan pasca bencana itu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapital sosial (integrasi dan sinergi) organisasi, sehingga akan meningkatkan keberhasilan program pemulihan yang dilakukan oleh organisasi tersebut.

3 Baca lebih lajut

Waria dan Upayanya dalam meraih kapital

Waria dan Upayanya dalam meraih kapital

Habitus, Arena, dan Kapital menjadi tiga hal yang tidak bisa dipisahkan ketika berbicara mengenai Teori Praktik.Begitupun juga dengan keberadaan organisasi keagamaan waria ini, yang tidak bisa lepas dari kapital.Dalam pelaksanaan organisasi keagamaan, terdapat tiga kapital yang diperebutkan, kapital sosial, kapital ekonomi, dan kapital simbolik.Kapital sosial berbentuk organisasi keagamaan sebagai tempat waria untuk bersosialisasi dengan yang lain serta dalam pengurusan kematian waria yang selama ini selalu menjadi momok bagi waria.Kapital ekonomi muncul dalam bentuk pemberian bantuan materi kepada anggota organisasi.Meskipun tidak banyak tetapi kapital ekonomi menjadi penting kaitannya dengan waria yang berada dalam kelas ekonomi menengah kebawah. Kapital simbolik muncul berupa rekognisi akan keberadaan waria dalam pandangan yang lebih baik. Meskipun diskriminasi tidak hilang sepenuhnya, tetapi masyarakat telah melihat sisi positif waria, dan itu penting bagi perjalanan waria dalam mengupayakan rekognisi.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

MAKALAH SOSIAL EKONOMI budaya dan

MAKALAH SOSIAL EKONOMI budaya dan

Kapital sosial merupakan filter yang harus dilewati dimana aliran sumber daya manusia dan modal keuangan dari orangtua dan masyarakat kepada anak, yang menghasilkan pendidikan lebih baik. Jika modal sosial rendah akan membawa pada konflik nilai-nilai dan rendahnya kepercayaan. Arttinya pentingnya peningkatan partisipasi hubungan sosial di negara atau daerah transisi untuk menghasilkan sumber daya manusia unytuk mencapai pembangunan lebih baik

1 Baca lebih lajut

BUKU II: Proses Sirkulasi Kapital

BUKU II: Proses Sirkulasi Kapital

sekaligus keberakhirannya di titik lainnya. Yang sama berlaku bagi kapital produktif. Sirkuit sesungguhnya dari kapital industri di dalam kesinambungannya oleh karena itu tidak saja suatu proses yang menyatu dari sirkulasi dan produksi, melainkan juga suatu kesatuan dari ketiga-tiga sirkuitnya. Tetapi ia hanya dapat merupakan suatu kesatuan seperti itu sejauh setiap bagian yang berbeda dari kapital itu berjalan secara berurutan melalui tahap-tahap berturut-turut dari sirkuit itu, dapat beralih dari satu tahapan dan satu bentuk fungsional ke tahapan lainnya; karena itu kapital industri, sebagai keseluruhan dari bagian-bagian ini, berada serempak di dalam berbagai tahapan dan fungsinya, dan dengan demikian menggambarkan ketiga-tiga sirkuit itu sekaligus. Urutan [Nacheinander] berbagai bagian itu di sini ditentukan oleh koeksistensi [Nebeneinander = keberadaan bersama], yaitu oleh cara yang dengannya kapital itu dibagi. Di dalam sistem pabrik yang berkembang itu, produk secara terus-menerus berada dalam berbagai tahap pembentukannya, dan di dalam transisi dari satu tahap produksi pada tahap produksi lainnya. Karena masing-masing kapital industri individual mempunyai suatu ukuran tertentu, yang bergantung pada alat-alat si kapitalis dan mempunyai suatu minimum tertentu bagi setiap cabang industri, rasio-rasio numerik tertentu harus memperoleh pembagiannya menjadi bagian- bagian. Ukuran kapital yang bersangkutan menentukan skala dari proses produksi itu, dan ini menentukan volume kapital barang-dagangan dan kapital uang, sejauh ini berfungsi sejalan dengan proses produksi. Koeksistensi yang menentukan kesinambungan produksi itu, namun, hanya berada melalui gerakan yang di dalamnya bagian-bagian kapital secara berturut-turut menggambarkan berbagai tahapan itu. Koeksistensi itu sendiri hanya hasil dari urutan itu. Jika C’-M’ berhenti dalam kasus satu bagian, misalnya, jika barang-dagangan itu tidak dapat dijual, maka sirkuit dari bagian ini diinterupsi dan penggantiannya oleh alat-alat produksinya tidak terlaksana; bagian-bagian yang berurutan yang lahir dari proses produksi sebagai C’ mendapatkan perubahan fungsi mereka dihalangi oleh para pendahulunya. Jika hal ini berlangsung terus untuk suatu jangka waktu, produksi dibatasi dan seluruh proses itu menjadi berhenti. Setiap penangguhan dalam urutan itu membuat koeksistensi itu kacau, setiap penundaan dalam satu tahapan menyebabkan suatu penundaan lebih lama atau lebih singkat di dalam seluruh sirkuit itu, tidak hanya dari bagian kapital yang tertunda, melainkan juga dari keseluruhan kapital individual itu.
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

kd Tasik 1004133 Chapter3

kd Tasik 1004133 Chapter3

sikan hasil pengamatan yang telah dila ktor-faktor penyebab kesalahan penggunaan hu i kelas II SD Negeri 1 Neglasari berdasarkan hasil un siswanya, serta mendeskripsikan upaya yang adinya kesalahan penggunaan huruf kapital pada k awanacara kepada guru.

7 Baca lebih lajut

 “Silabus Bahasa Indonesia Kelas 2 SD” SILABUS-B-Indonesia-2-soalujian.net.zip – ed 795 times – 665 KB

“Silabus Bahasa Indonesia Kelas 2 SD” SILABUS-B-Indonesia-2-soalujian.net.zip – ed 795 times – 665 KB

Sasebi halaman 101 Dapat menggunakan huruf kapital dengan tepat Baik sekali 9-10 Dapat menggunakan huruf kapital dengan sedikit kesalahan Baik 7-8 Dapat menggunakan huruf kapital de[r]

16 Baca lebih lajut

13 implikasi uu kelembagaan ekonomi

13 implikasi uu kelembagaan ekonomi

UU bidang Ekku yang dilahirkan, sebagian besar mematikan swadaya dan kreativitas masyarakat, sehingga sosial kapital yang dimiliki bangsa Indonesia tidak bisa dikonversi menjadi fnansi[r]

34 Baca lebih lajut

karl marx kerja upahan dan kapital

karl marx kerja upahan dan kapital

Amerika yang lebih kaya serta lebih mudah dikerjakan. Karena itu nilai emas dan perak merosot dalam hubungannya dengan barang- dagangan lainnja. Kaum buruh menerima jumlah mata-uang perak yang sama bagi tenagakerjanya sebagaimana semula. Harga dalam uang dari kerja mereka tetap sama, namun upah mereka telah turun, karena dalam pertukaran untuk jumlah perak yang sama mereka menerima jumlah barang-dagangan lain yang lebih sedikit. Ini adalah salah satu keadaan yang memajukan pertumbuhan kapital dan meningkatnya burjuasi dalam abad keenambelas. Marilah kita ambil suatu kejadian yang lain. Pada musim dingin tahun 1847 sebagai akibat panenan yang gagal, harga bahan-bahan keperluan hidup yang paling perlu, padi-padian, daging, mentega, keju, dll., meningkat secara besar-besaran. Andaikan kaum buruh menerima jumlah uang yang sama bagi tenagakerja mereka sebagaimana semula. Bukankah upah mereka telah turun? Sudah tentu. Karena untuk uang yang sama mereka terima dalam pertukaran roti, daging, dsb. yang kurang. Upah mereka telah merosot bukannya karena nilai perak telah berkurang, tetapi karena nilai bahan-bahan keperluan hidup telah bertambah besar. Andaikan, akhirnya, harga dalam uang dari kerja itu tetap sama sedangkan harga semua barang-barang pertanian dan pabrik telah turun karena digunakannya mesin-mesin baru, karena musim yang sangat baik dan sebagainya. Dengan uang yang sama buruh sekarang dapat membeli lebih banyak barang-dagangan dari segala macam. Upah mereka karena itu, telah meningkat justru karena nilai uang dari upah mereka tidak berubah.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Ilmu dan Kapital Sosiologi Pengetahuan P

Ilmu dan Kapital Sosiologi Pengetahuan P

Pada tahap ini, lagi-lagi, ilmuwan memerlukan kapital yang tidak kecil, karena umumnya jurnal-jurnal internasional yang diakui oleh komunitas ilmuwan terkemuka selalu berbayar mahal. Bukan hanya menerbitkan di jurnal, menghadirkan hasil penelitian di konferensi atau seminar saja sering juga berbayar. Jelaslah bahwa sejatinya tradisi peer-review di komunitas-komunitas ilmiah terkemuka ternyata bukan kegiatan yang dilaksanakan secara gratis. Pantas saja apabila banyak beasiswa dan perusahan-perusahan besar yang bersedia memfasilitasi ilmuwan agar menerbitkan hasil-hasil risetnya di forum-forum ilmiah terkemuka. Bahkan, bukan hanya membantu membiayai publikasi, tetapi mereka juga membantu mengembangkan hasil penelitian itu menjadi produk komersial. Hal ini menegaskan bahwa kegiatan ilmiah saat ini sudah dimengerti sebagai kegiatan bisnis belaka, dan pemilik modal memanfaatkannya sebagai “komoditas” untuk tujuan-tujuan kapital. Jadi, ketika seorang peneliti diberi beasiswa oleh pemilik modal — baik oleh institusi “negara”, “perusahaan”, atau “perseorangan” — untuk mengerjakan suatu penelitian tertentu, kepen tingan yang bersarang di dalamnya sejatinya bukan semata- mata untuk memuluskan kegiatan penelitian ilmuwan saja, akan tetapi pada dasarnya juga untuk melayani kepentingan pemilik modal, salah satunya untuk tujuan instrumentalisasi kapitalistik.
Baca lebih lanjut

159 Baca lebih lajut

frederic engels tentang das kapital marx

frederic engels tentang das kapital marx

Hak-pilih universal telah menambahkan pada partai-partai parlementer yang sudah ada sebuah partai baru, Partai Sosial-Demokratik. Dalam pemilihan-pemilihan umum yang lalu untuk Reichstag Jerman-Utara ia mengangkat calon-calonnya sendiri di sebagian besar kota besar, di semua distrik pabrik, dan enam atau delapan orang utusannya telah dikembalikan. Dibandingkan dengan pemilihan-pemilihan sebelum satu yang terakhir ia telah mengembangkan kekuatan yang jauh lebih besar dan oleh karenanya dapat diasumsian bahwa, setidak-tidaknya untuk sekarang, ia masi terus bertumbugh. Akan merupakan suatu kegilaan untuk terus mengabaikan dengan mendiamkan keberadaan, aktivitas dan doktrin-doktrin dari sebuah partai seperti itu di suatu negeri di mana hak-pilih universal telah meletakkan keputusan terakhir di tangan kelas yang paling berjumlah besar dan paling miskin. Betapapun terpecahnya dan berubah-ubahnya beberapa utusan Sosial-Demokratik itu di antara mereka sendiri, dapat diasumsikan denggan kepastian bahwa semua kelompok dari partai itu akan menyambut baik buku ini sebagai kitab injil teoritis mereka, gudang senjata dari mana mereka akan mengambil argumen-argumen mereka yang paling kuat. Berdasarkan ini saja buku itu sudah layak mendapatkan perhatian khusus. Tetapi isinya juga adalah sedemikian rupa sehingga akan membangkitkan banyak pehatian. Mengingat bahwa argumentasi utama Lassalle –dan dalam ekonomi politik Lassale cuma seorang murid dari Marx– terbatas pada terus- menerus pengulangan yang dinamakan ukum upah Ricardo, di depan kita aadalah karya yang membahas seluruh hubungan modal dan kerja di dalam keterkaitaannyha dengan keseluruhan ilmu-pengetahuan ekonomi dengan pengetahuan yang tgak-disangkal lagi adalah langka dan yang menetapkan sebagai tujuan akhirnya untuk memaparkan setelanjangnya hukum gerak ekonomi dari masyarakat modern, dan dengan begitu, setelah penelitian yang jelas bersungguh-sungguh dikerjakan dengan pengetahuan setepatnya mengenai hal-ikhwal itu,
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...