Karakteristik Aliran

Top PDF Karakteristik Aliran:

Analisa Numerik Efek Ketebalan Bluff Rectangular Terhadap Karakteristik Aliran Di Dekat Dinding

Analisa Numerik Efek Ketebalan Bluff Rectangular Terhadap Karakteristik Aliran Di Dekat Dinding

Peneliti Suksangpanomrung[4] melakukan penelitian pengamatan bubble separation dengan membandingkan beberapa model numerik dengan model viscous Large Eddy Simulation LES dengan hasil eksperimental yang dilakukan oleh Djijali dan Gartshore. Namun awal penelitian sebelum dilakukan eksperimental Djijali[5] telah melakukan analysis numeric dengan mengunakan model turbulensi viscous Reynolds Averaged Navier Stoke (RANS) sebagai referensi karakter aliran yang berada disekitar bluff rectangular. Hasilnya secara visualisasi karakteristik aliran numerik dapat memaparkan hasil yang sama seperti yang terjadi pada eksperimental, namun secara kualitatif semua model numerik tidak dapat menghasilkan nilai yang
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGUJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN FASA TUNGGAL ALIRAN AIR KE BAWAH PADA PENUKAR KALOR SALURAN REKTANGULAR BERCELAH SEMPIT

PENGUJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN FASA TUNGGAL ALIRAN AIR KE BAWAH PADA PENUKAR KALOR SALURAN REKTANGULAR BERCELAH SEMPIT

Jie Jiang, dkk (2008) meneliti karakteristik aliran fluida dan pertukaran kalor pada rectangular microchannels. Seksi uji terbuat dari tembaga dengan tebal 3 mm, lebar 20 mm dan panjang 80 mm. Pada seksi uji terdapat 30 parallel rectangular micro-slot dengan lebar 900 µm, tinggi 350 µm, panjang 80 mm dan dipisahkan dengan tebal dinding 500 µm. Deionized water dipanaskan dengan pemanas listrik dan konduktor termal kemudian dialirkan melalui seksi uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa faktor gesekan (friction factor) pada microchannel mengalami penurunan dengan peningkatan bilangan Reynolds dan nilainya lebih kecil daripada kondisi konvensional yaitu sekitar 20 – 30 %. Bilangan Reynolds kritis terjadi lebih kecil daripada kondisi konvensional yaitu sekitar 1.100.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Karakteristik Aliran Air dan Penggerusan Melalui Pintu Tonjol Pada Aliran Tidak Sempurna Dengan Uji Model Fisik Dua Dimensi.

Karakteristik Aliran Air dan Penggerusan Melalui Pintu Tonjol Pada Aliran Tidak Sempurna Dengan Uji Model Fisik Dua Dimensi.

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan karakteristik aliran melalui pintu tonjol pada radius tonjolan 3 cm dan bukaan 1; 2; 3 cm menunjukkkan muka air udik dan hilir tertinggi. Penggerusan terdalam pada aliran tidak sempurna yaitu dengan kedalaman 8,5 cm, debit mendekaati 100% = 0,0087494195 m 3 /det.

34 Baca lebih lajut

JURUSAN PENGUJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN FASA TUNGGAL ALIRAN AIR HORISONTAL PADA SALURAN ANNULAR BERCELAH SEMPIT

JURUSAN PENGUJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN FASA TUNGGAL ALIRAN AIR HORISONTAL PADA SALURAN ANNULAR BERCELAH SEMPIT

Mokrani, dkk (2009) meneliti karakteristik aliran dan perpindahan kalor konveksi pada microchannels berpenampang segiempat (rectangular) dengan menggunakan fluida air. Ketinggian saluran sempit, e, divariasi antara 50 – 500 mm dan diameter hidrolik antara 100 mm – 1 mm. Pressure losses dapat dikarakterisasikan dengan bilangan Poiseuille. Untuk macrochannels, dalam daerah laminar bilangan ini merupakan konstanta yang hanya tergantung pada bentuk penampang melintang saluran. Bilangan Poiseuille pada daerah turbulen dapat diperkirakan seperti dalam daerah laminar dengan mengukur laju aliran dan pressure drop antara bagian masuk dan keluar pada microchannel. Pressure drop diukur secara langsung dalam saluran dimana aliran telah berkembang penuh secara hidrodinamis (hydrodynamically fully developed). Nilai bilangan Poiseuille diperoleh dari:
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Karakteristik Aliran Fluida di Dalam Asymmetric Diffuser dengan Penambahan Vortex Generator

Karakteristik Aliran Fluida di Dalam Asymmetric Diffuser dengan Penambahan Vortex Generator

Abstrak — Studi numerik karakteristik aliran fluida di dalam Asymmetric diffuser dengan penambahan vortex generator dilakukan untuk mengetahui fenomena aliran fluida di dalam asymmetric diffuser yang dilengkapi dengan vortex generator pada sisi atas diverging wall, dan untuk menentukan efektivitas penggunaan vortex generator terhadap performa diffuser. Metode penelitian numerik dilakukan dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan software Fluent 6.3.26 dan dengan software GAMBIT 2.4.6 untuk membuat model geometri awal dan melakukan diskritisasi (meshing) pada model tersebut. Prosedur yang dilakukan pada penelitian numerik adalah tahap pre-processing, tahap solving, dan tahap post-processing. Hasil yang didapat yaitu aliran fluida hasil simulasi shear stress transport (SST) k- ω tidak mengalami defleksi ke arah straight wall sesaat ketika memasuki diffuser. Sedangkan pada standard k- ε , aliran mengalami defleksi ketika memasuki diffuser.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

SUSUNAN TUBE STAGGERED TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN FLUIDA DAN PERPINDAHAN PANAS

SUSUNAN TUBE STAGGERED TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN FLUIDA DAN PERPINDAHAN PANAS

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik aliran dan perpindahan panas pada susunan tube staggered shell and tube heat exchanger di PLTU. Berdasarkan hasil performance test periode November 2013 hingga Januari 2014 menunjukkan sinyal vibrasi yang cukup tinggi sehingga menyebabkan kerusakan pada tube serta adanya penurunan nilai heat transfer. Susunan tube dimodifikasi dengan metode pengontrolan aliran pasif. Modifikasi pertama berupa penambahan splitter plate pada sisi downstream tube dengan panjang plate L=0,5D dan L=D. Modifikasi kedua berupa penambahan guide plate bentuk Λ pada sisi upstream tube dengan jarak horisontal dari tube kritis S/D = 1,5 dan bentuk T dengan jarak horisontal dari tube kritis S/D = 1. Modifikasi dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kerusakan tube akibat adanya gaya dinamis yang cukup tinggi dari aliran fluida. Pemasangan splitter plate bertujuan untuk meredam interaksi antar vortek sehungga mengurangi gaya drag serta meningkatkan nilai perpindahan panas dengan adanya penambahan luas area perpindahan panas. Pemasangan guide plate bertujuan untuk mengarahkan medan aliran fluida dalam rangka melindungi tube dari beban impact serta berfungsi sebagai vortex generator sehingga dapat meningkatkan intensitas turbulensi dan akhirnya dapat meningkatkan nilai perpindahan panas.
Baca lebih lanjut

167 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK ALIRAN TIDAK SERAGAM DENGAN SEDIMEN SUSPENSI PADA SALURAN TERBUKA

KARAKTERISTIK ALIRAN TIDAK SERAGAM DENGAN SEDIMEN SUSPENSI PADA SALURAN TERBUKA

Karakteristik aliran seragam dan tidak seragam diketahui relatif berbeda. Untuk aliran air jenih, Cardoso dkk (1989), Kironoto (1993), dan Kironoto dan Graf (1995) telah melakukan penelitian cukup mendalam tentang karakteristik aliran tidak seragam pada saluran terbuka, dan diketahui bahwa disamping adanya beberapa persamaan antara aliran seragam dengan aliran tidak seragam, ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Disamping itu juga

9 Baca lebih lajut

PENGUJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN FASA TUNGGAL ALIRAN AIR VERTIKAL KE ATAS PADA PENUKAR KALOR SALURAN ANNULAR BERCELAH SEMPIT

PENGUJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN FASA TUNGGAL ALIRAN AIR VERTIKAL KE ATAS PADA PENUKAR KALOR SALURAN ANNULAR BERCELAH SEMPIT

Mala dan Li (1999) meneliti karakteristik aliran air dalam microtubes dengan kisaran diameter dari 50 sampai 254 mm. Microtubes yang digunakan terbuat dari fused silica (FS) dan stainless steel (SS) . Penurunan tekanan dan laju aliran diukur untuk menganalisa karakteristik aliran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik aliran pada microtubes dengan diameter lebih kecil menyimpang dari prediksi teori konvensional. Sedangkan dalam microtubes dengan diameter besar, hasil penelitian sesuai dengan teori konvensional. Pada bilangan Re rendah, penurunan tekanan yang dibutuhkan hampir sama seperti yang diprediksi oleh teori aliran Poiseuille. Pada bilangan Re tinggi, terjadi peningkatan gradien tekanan yang signifikan dibandingkan dengan yang diprediksi oleh teori aliran Poiseuille. Oleh karena itu faktor gesekan lebih tinggi dibandingkan dengan teori konvensional. Pada diameter dan laju aliran yang sama, FS microtube mempunyai gradien tekanan lebih tinggi dibandingkan pada SS microtube . Gradien tekanan terukur yang tinggi mungkin disebabkan oleh transisi dari aliran laminar ke aliran turbulen lebih awal atau pengaruh kekasaran permukaan microtubes . Transisi aliran terjadi pada kisaran bilangan Reynolds 500-1.500.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

PENGUJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN FASA TUNGGAL ALIRAN AIR VERTIKAL KE ATAS PADA PENUKAR KALOR SALURAN REKTANGULAR BERCELAH SEMPIT

PENGUJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN FASA TUNGGAL ALIRAN AIR VERTIKAL KE ATAS PADA PENUKAR KALOR SALURAN REKTANGULAR BERCELAH SEMPIT

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran melalui penular kalor saluran rektangular bercelah sempit mempunyai karakteristik aliran yang berbeda dengan aliran air melalui pipa – pipa normal. Pada aliran tanpa pertukaran kalor di saluran rektangular bercelah sempit, daerah aliran transisi dari laminar ke aliran turbulen terjadi lebih awal dari pipa – pipa normal yaitu berkisar antara bilangan Reynolds (Re) 1.850 sampai 2.333. Transisi aliran dengan pertukaran kalor terjadi pada kisaran bilangan Reynolds 1.657 sampai 2.245. Faktor gesekan aliran pada daerah aliran laminar (Re < 1.850) adalah 1,719 kali lebih besar dari nilai faktor pada pipa – pipa normal (f = 64/Re) untuk aliran tanpa pertukaran kalor. Faktor gesekan aliran air pada aliran air vertikal ke atas dengan pertukaran kalor lebih besar dibandingkan aliran tanpa pertukaran kalor pada bilangan Reynolds di bawah 734. Karakteristik aliran pada saluran rektangular bercelah sempit mempunyai hubungan dengan perbedaan temperatur air sisi masuk dan keluar saluran sempit. Pengaruh-pengaruh beda temperatur air yang masuk dan keluar saluran terhadap gesekan aliran terkonsentrasi pada bi langan Reynolds rendah (Re 7 ). Pada daerah aliran turbulen, terdapat sedikit perbedaan antara faktor gesekan aliran dengan pertukaran kalor dan tanpa pertukaran kalor. Penurunan tekanan akibat faktor gesekan aliran dapat dikarakteristikan dengan bilangan Poiseuille (Po). Pada daerah aliran laminar, nilai bilangan Poiseuille relatif konstan. Ketika aliran menjadi turbulen nilai bilangan Poiseuille cenderung meningkat seiring dengan peningkatan bilangan Reynolds.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK ALIRAN ENERGI PADA PROSES PENGOLAHAN KOPI RAKYAT DI DESA SIDOMULYO

KARAKTERISTIK ALIRAN ENERGI PADA PROSES PENGOLAHAN KOPI RAKYAT DI DESA SIDOMULYO

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul: “ Karakteristik Aliran Energi Pada Proses Pengolahan Kopi Rakyat di Desa Sidomulyo ” adalah benar -benar hasil karya sendiri, kecuali jika disebutkan sumbernya dan belum pernah diajukan pada instansi manapun, serta bukan karja jiblakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

16 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK ALIRAN ENERGI PADA PROSES PENGOLAHAN KOPI RAKYAT DI DESA SIDOMULYO

KARAKTERISTIK ALIRAN ENERGI PADA PROSES PENGOLAHAN KOPI RAKYAT DI DESA SIDOMULYO

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul: “ Karakteristik Aliran Energi Pada Proses Pengolahan Kopi Rakyat di Desa Sidomulyo ” adalah benar -benar hasil karya sendiri, kecuali jika disebutkan sumbernya dan belum pernah diajukan pada instansi manapun, serta bukan karja jiblakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

16 Baca lebih lajut

PENGUJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN FASA TUNGGAL ALIRAN AIR VERTIKAL KE BAWAH PADA PENUKAR KALOR SALURAN ANNULAR BERCELAH SEMPIT

PENGUJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN FASA TUNGGAL ALIRAN AIR VERTIKAL KE BAWAH PADA PENUKAR KALOR SALURAN ANNULAR BERCELAH SEMPIT

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik aliran air yang melalui anulus sempit berbeda dari pipa – pipa normal. Pada aliran tanpa pertukaran kalor dalam anulus sempit, transisi dari aliran laminar ke turbulen dimulai lebih awal dibanding dalam pipa – pipa normal pada kisaran bilangan Reynolds antara 1.170 sampai 1.656. Transisi aliran dengan pertukaran kalor terjadi pada kisaran bilangan Reynolds antara 1.058 sampai 1.462. Faktor gesekan aliran pada aliran air vertikal ke bawah dengan pertukaran kalor lebih besar dibanding dalam aliran tanpa pertukaran kalor pada bilangan Reynolds di bawah 605. Karakteristik gesekan aliran dalam anulus sempit berhubungan dengan beda temperatur air yang masuk dan keluar anulus. Pengaruh – pengaruh beda temperatur air yang masuk dan keluar anulus terhadap gesekan aliran terkonsentrasi pada daerah aliran laminar. Pada aliran tanpa pertukaran kalor, pada daerah aliran laminar (Re < 1.000), nilai bilangan Poiseuille (Po) adalah 11,09 – 38,15 % lebih besar dibanding dalam pipa – pipa normal. Bilangan Poiseuille (Po) pada aliran dengan pertukaran kalor adalah 48,56 – 220,57 % lebih besar dibanding dalam pipa – pipa normal pada daerah bilangan Reynolds rendah Re ≤ 605.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

i STUDI NUMERIK KARAKTERISTIK ALIRAN 2D

i STUDI NUMERIK KARAKTERISTIK ALIRAN 2D

Tujuan tugas akhir ini untuk mengetahui karakteristik aliran kendaraan roda empat jenis city car. Pengujian dilakukan melalui pemodelan numerik dengan menggunakan software fluent 6.3.26 secara dua dimensi. Karakteristik aliran dinyatakan dalam grafik disribusi C P dan distribusi kecepatan disekitar bodi.

1 Baca lebih lajut

Karakteristik Aliran Panas dalam Logam Penghantar Listrik

Karakteristik Aliran Panas dalam Logam Penghantar Listrik

Abstrak —Aplikasi matematika banyak sekali dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah analisa aliran panas yang terjadi pada logam penghantar listrik. Dalam tugas akhir ini membahas mengenai karakteristik aliran panas dalam logam penghantar listrik. Mulai dengan analisa persamaan aliran panas, penyelesaian dengan transformasi Laplace, simulasi dengan MATLAB dan visualisasinya dengan Surfer. Sehingga diperoleh berbagai macam karakteristik logam penghantar listrik yang mempengaruhi perubahan panas dalam penghantar listrik. Dari hasil tugas akhir ini, dapat disimpulkan bahwa logam tembaga cukup baik untuk dijadikan sebagai logam penghantar listrik karena sifatnya yang tidak menghasilkan panas terlalu besar namun memiliki daya hantar listrik yang cukup besar.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Karakteristik Aliran Dua Fase Pada Saluran Ekspansi Tiba-tiba.

Karakteristik Aliran Dua Fase Pada Saluran Ekspansi Tiba-tiba.

berpengaruh terhadap distribusi tekanan sepanjang saluran serta pressure drop dan pressure recovery pada saluran yang mengalami kontraksi maupun ekspansi. Pada sistem penukar kalor jenis pola aliran berpengaruh terhadap koefisian perpindahan panas/kalor.

4 Baca lebih lajut

STUDI EKSPERIMENTAL ALIRAN CAMPURAN AIR-CRUDE OIL YANG MELALUI PIPA PENGECILAN MENDADAK HORIZONTAL BERPENAMPANG LINGKARAN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

STUDI EKSPERIMENTAL ALIRAN CAMPURAN AIR-CRUDE OIL YANG MELALUI PIPA PENGECILAN MENDADAK HORIZONTAL BERPENAMPANG LINGKARAN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

2 Dengan demikian, maka perlu diketahui lebih mendalam tentang karakteristik aliran (pola aliran), nilai koefisien rugi kontraksi serta penurunan tekanan yang terjadi pada pengecilan mendadak untuk kepentingan rekayasa lainnya terutama yang erat kaitannya dengan sistem perpompaan.

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN GALERI SENI LUKIS MODERN DI YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN GALERI SENI LUKIS MODERN DI YOGYAKARTA.

Pada Galeri Lukisan di Yogyakarta ini ekspresi yang diambil adalah ekspresi pada seni lukis modern dan ekspresi dari aliran seni lukis modern. Untuk mendapatkan ekspresi tersebut dilakukan dengan cara mentransformasikan karakteristik aliran seni lukis modern dan karakteristik dari aliran seni lukis modern menjadi karakteristik ruang dan bangunan Galeri Lukisan di Yogyakarta yang nantinya akan memberikan kesan ekspresif pada bangunan tersebut.

12 Baca lebih lajut

KAJIAN KARAKTERISTIK DAERAH ALIRAN SUNGA (1)

KAJIAN KARAKTERISTIK DAERAH ALIRAN SUNGA (1)

Morfometri didefinisikan sebagai pengukuran bentuk (measurement of the shape). Morfometri dalam kajian hidrologi pertama kali dikemukakan oleh R.E Horton dan A.E. Strahler [Pidwirny, 1999]. Tujuan utama dari kajian morfometri adalah mengetahui karakteristik aliran secara menyeluruh berdasarkan hasil pengukuran berbagai sifat aliran. Pengukuran sifat aliran yang pertama adalah susunan (hirarki) dari setiap segmen aliran menurut suatu sistem klasifikasi yang disebut dengan orde aliran. Segmen-segmen aliran disusun mulai dari alur-alur (tributaries) di bagian atas atau hulu DAS sampai dengan sungai utama di bagian bawah atau hilir DAS. Secara numeris penyusunan orde dimulai dengan pemberian nilai 1 (selanjutnya disebut dengan orde 1) untuk segmen pertama (alur-alur). Hasil penggabungan 2 segmen pertama selanjutnya disebut dengan segmen orde ke 2, demikian seterusnya seperti ditunjukkan pada Gambar 2.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Slide CIV 103 CIV 103 005 006 IDS DINAMIKA FLUIDA

Slide CIV 103 CIV 103 005 006 IDS DINAMIKA FLUIDA

Fluida Bergerak Karakteristik aliran fluida: • aliran tunak steady yang maksudnya laju pada setiap partikel fluida yang bergerak mengalir dan setiap saat adalah konstan, karena bila[r]

25 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...