KARAKTERISTIK BATUAN

Top PDF KARAKTERISTIK BATUAN:

Karakteristik Batuan Ultramafik Pada Fragmen piroklastika di Gunung Api Purba Mangunan - Imogiri, Yogyakarta

Karakteristik Batuan Ultramafik Pada Fragmen piroklastika di Gunung Api Purba Mangunan - Imogiri, Yogyakarta

Daerah penelitian terletak pada bagian dari gunung api purba Mangunan-Imogiri, yang berada di bagian batas dari dataran rendah Yogyakarta dan Tinggian Gunung Kidul. Pada daerah ini hadir kompleks batuan gunung api monogenik yang sejajar dengan sesar opak, dengan mengeluarkan material eksplosif berupa breksi andesit piroklastika. Batuan piroklastika merupakan hasil dari rombakan material di dalam, atau sekitar pusat erupsi. Penelitian ini sebagai pembuka wawasan, mengenai hipotesa basement Yogyakarta pada sisi Timur. Penelitian menggunakan metode pemetaan rekonaisan di lapangan dan diperkuat dengan data petrografi, pada objek fragmen batuan piroklastika. Singkapan batuan berupa piroklastika jatuhan dengan fragmen didominasi oleh fragmen basalt dan andesit basaltik, namun memiliki sedikit fragmen ultramafik. Fragmen ultramafik sebagian telah terdiagenesa paska deposisi piroklastika ini dengan diikuti veinlet kalsedon kalsit, dan teroksidasi di sekitarnya. Batuan ultramafik diklasifikasikan sebagai piroksenit dengan tekstur allotriomorfik granular, kristal berukuran 0.8 - 6 mm, dengan komposisi berupa klinopiroksen (70.1%), ortopiroksen (2.3%), biotit (0.1%) yang diikuti mineral sekunder berupa klorit (11.5%), kalsit dan oksida besi (16.1%) menggantikan material pada celah antar kristal dan retakan batuan. Tipe batuan ultramafik pada daerah Imogiri diinterpretasi sebagai bagian dari mantel yang terbawa oleh magma basaltik pembentuk gunung api Mangunan-Imogiri. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan mengenai magmatisme atau kemungkinan tipe batuan dasar di sekitar Yogyakarta khususnya bagian Opak, namun masih memerlukan penelitian lapangan dan laboratorium penunjang lebih detil untuk mengetahui karakteristik batuan dasarnya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK BATUAN PENINGGALAN MASA MAJAPAHIT DITINJAU DARI SIFAT FISIK BATUANNYA

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK BATUAN PENINGGALAN MASA MAJAPAHIT DITINJAU DARI SIFAT FISIK BATUANNYA

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik batuan penyusun bangunan peninggalan masa Majapahit ditinjau dari sifat fisik batuannya. Selain itu, membandingkan sifat fisik batu masa Majapahit dengan sifat fisik batu bata masa sekarang. Sifat fisik yang diteliti yaitu porositas, resistivitas, konduktivitas listrik, dan konduktivitas termal. Sampel batuan diambil dari dua candi yang ada di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yaitu candi Deres dan candi yang berada di daerah Wuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa porositas, resistivitas, konduktivitas listrik dan konduktivitas termal dapat dijadikan acuan untuk mengindentifikasi karakteristik batuan peninggalan masa Majapahit.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Perbandingan Karakteristik Batuan Beku Erupsi Gunung Gamalama dan Gunung Talang

Perbandingan Karakteristik Batuan Beku Erupsi Gunung Gamalama dan Gunung Talang

Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik batuan erupsi Gunung Gamalama dan Gunung Talang yang meliputi struktur dan komposisi kedua batuan vulkanik tersebut. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah XRD (X-Ray Diffractometer) dan XRF (X-Ray Fluorescence). Hasil uji XRD menunjukan batuan Gunung Gamalama didominasi oleh albit dan berlinit sedangkan batuan Gunung Talang didominasi oleh kristobalit dan alunit. Hasil uji XRF menunjukan bahwa batuan Gunung Gamalama mengandung 58,485% silika dan dikelompokan sebagai batuan beku andesit dan diorit. Batuan Gunung Talang mengandung 75,438% silika dan dikelompokan sebagai batuan beku riolit. Berdasarkan kandungan SiO 2 dan K 2 O batuan Gunung Gamalama dikelompokan sebagai andesit basal
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

karakteristik batuan perlapisan bumi

karakteristik batuan perlapisan bumi

Jauh di bawah permukaan bumi, panas begitu tinggi hingga sebagian batuan meleleh. Ketika mendingin, lelehan batu ini atau magma mengeras hingga menghasilkan batuan beku dalam, contoh batu granit. Ini dapat terjadi di bawah tanah. Magma yang dapat muncul ke permukaan bumi sebagai lava juga mendingin menjadi batuan beku luar, contoh batu basal.

2 Baca lebih lajut

Karakteristik Batuan kuarter daerah tegallaja

Karakteristik Batuan kuarter daerah tegallaja

Mandala ini mencakup pulau-pulau di utara dan barat dari Pulau Salawati dengan batuan dasarnya berupa batuan gunungapi Tersier dan batuan ultramafik sampai mafik yang berumur mesozoikum. Batuan yang berumur Mesozoikum itu berupa batuan ofiolit di Kepulauan Fam. Batuan yang berumur lebih muda termasuk ke dalam Formasi Saranami, batuan metamorf derajat rendah dan batuan gunungapi andesit. Batuan-batuan tersebut mempunyai batas sesar dengan batuan Gunungapi Batanta. Batuan Gunungapi Batanta mempunyai hubungan menjemari dengan Formasi Yarifi dan batugamping Dayang yang berumur Oligo-Miosen, lalu diatasnya diendapakan secara tak selaras batugamping Formasi Waigeo yang berumur Miosen Atas sampai Pliosen. Batuan sedimen Formasi Marchesa di Batanta Timur yang berumur Plio-Pleistosen diendapkan diatas Formasi yarifi dan batuan Gunungapi Batanta. Batuan yang berumur paling muda adalah terumbu karang yang terangkat dan endapan pantai dan sungai. 2.2. DEFINISI BATUAN
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Karakteristik Batuan Beku Ultra Mafik Se

Karakteristik Batuan Beku Ultra Mafik Se

Pemetaan geologi dilaksanakan di daerah Lembah Sunyi, Kelurahan Angkasapura, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Daerah penelitian memiliki satuan batuan ultramafik yang terdiri dari batuan peridotit dan batuan serpentinit hasil dari serpentinisasi batuan peridotit dengan struktur columnar joint yang memiliki penyebaran cukup luas, sehingga diharapkan dengan memanfaatkan struktur columnar joint yang ada maka pemanfaatan satuan batuan peridotit pada daerah Lembah Sunyi akan lebih efektif, potensial, dan lebih bernilai.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

POTENSI DAN KARAKTERISTIK BATUAN SUMBER HIDROKARBON DARI CONTO PERMUKAAN DI DAERAH KARAWANG, JAWA BARAT

POTENSI DAN KARAKTERISTIK BATUAN SUMBER HIDROKARBON DARI CONTO PERMUKAAN DI DAERAH KARAWANG, JAWA BARAT

Penelitian diawali dengan penelusuran pustaka yang berkaitan dengan cekungan-cekungan sedimen yang telah terbukti mengandung sejumlah hidrokarbon. Studi batuan induk meliputi pengamatan karakteristik dan potensi batuan sumber, pengambilan conto permukaan batuan yang diduga sebagai batuan sumber, serta analisis laboratorium yang meliputi analisa kandungan TOC dan analisa pirolisis (Rock- Eval). Analisa ini dilakukan untuk mengetahui Indek Produksi (Production Index, PI), Indek Hidrogen dan temperatur maksimum pembentukan hidrokarbon dari kerogen.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengembangan Metoda Forensik Nuklir - e-Repository BATAN

Pengembangan Metoda Forensik Nuklir - e-Repository BATAN

Selanjutnya untuk mengetahui karakteristik sampel batuan uranium lainnya dilakukan dengan cara yang sama seperti butir-butir tersebut di atas. Hasilnya memberikan karakteristik yang masing-masing berbeda. Perbedaan karakteristik inilah yang dapat dipakai sebagai sidik jari dari batuan uranium tertentu. Selanjutnya pada Tabel-I sampai dengan Tabel-IV ditampilkan kumpulan data karakteristik batuan uranium.

11 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Garis Besar Rencana Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Garis Besar Rencana Pembelajaran

Ujian tengah semester bahan batuan beku dan piroklastik 20% 9-10 Mengidentifikasi karakteristik batuan sedimen klastik dan non klastik, proses sedimentasi dan tekstur batuan sedimen y[r]

7 Baca lebih lajut

KERAPATAN PENGALIRAN DAN KEMIRINGAN LERENG SEBAGAI INDIKATOR ANOMALI BOUGUER DI DAS CIMANUK BAGIAN HULU, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT.

KERAPATAN PENGALIRAN DAN KEMIRINGAN LERENG SEBAGAI INDIKATOR ANOMALI BOUGUER DI DAS CIMANUK BAGIAN HULU, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT.

berumur Kuarter. Karena umurnya yang relatif muda, zona ini relatif rentan terhadap proses erosi. Kombinasi dari litologi tersebut dengan kemiringan lereng akan menghasilkan karakteristik sub-DAS yang beragam, yang mana menarik untuk dikaji. Dengan menghubungkan nilai kerapatan pengaliran sungai sebagai karakteristik sub-DAS dengan tingkat kemiringan lereng dapat menjadi indikator dari karakteristik batuan, terutama batuan pada hulu DAS Cimanuk yang didominasi oleh batuan produk gunungapi muda berumur Kuarter.

5 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Citra Landsat ETM+7 dan Sistem Informasi Geografi untuk Analisis Pembentukan dan Perkembangan Tanah di Kabupaten Klaten

Pemanfaatan Citra Landsat ETM+7 dan Sistem Informasi Geografi untuk Analisis Pembentukan dan Perkembangan Tanah di Kabupaten Klaten

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu: 1) karakteristik batuan induk pembentuk tanah di daerah lereng gunung Merapi, 2) Karakteristik perkembangan horison utama dan horison penciri tanah, dan 3) Agihan sifat fisika dan kimia tanah hasil alami dan pencemaran.

5 Baca lebih lajut

PEMODELAN 2D RESISTIVITAS BATUAN ANDESIT DAERAH GUNUNG KUKUSAN KULON PROGO

PEMODELAN 2D RESISTIVITAS BATUAN ANDESIT DAERAH GUNUNG KUKUSAN KULON PROGO

Salah satu metode geofisika yang dapat memberikan informasi dalam eksplorasi batuan andesit adalah dengan Metode Geolistrik. Metode Geolistrik merupakan salah satu Metode Geofisika yang memanfaatkan sifat kelistrikan batuan yakni resistivitas batuan. Pada dasarnya batuan adalah penghantar listrik yang buruk / bersifat resistif, akan tetapi batuan memiliki sifat dan komposisi yang berbeda yang mengakibatkan variasi nilai resistivitas. Nilai resistivitas digunakan untuk membedakan antara satu jenis batuan dengan batuan yang lainnya dan sebagian besar batuan beku memiliki nilai resistivitas yang tinggi termasuk batuan andesit.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Batuan Endapan Atau Batuan Sedimen Adala

Batuan Endapan Atau Batuan Sedimen Adala

berdasarkan proses pengendapan baik yang terbentuk dilingkungan darat maupun dilingkungan laut. Batuan yang ukurannya besar seperti breksi dapat terjadi pengendapan langsung dari ledakan gunungapi dan di endapkan disekitar gunung tersebut dan dapat juga diendapkan dilingkungan sungai dan batuan batupasir bisa terjadi dilingkungan laut, sungai dan danau. Semua batuan diatas tersebut termasuk ke dalam golongan detritus kasar. Sementara itu, golongan detritus halus terdiri dari batuan lanau, serpih dan batua lempung dan napal. Batuan yang termasuk golongan ini pada umumnya di endapkan di lingkungan laut dari laut dangkal sampai laut dalam.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK GEOKIMIA BATUAN INDUK FORMASI KAIS DAN FORMASI KLASAFET, CEKUNGAN SALAWATI, PAPUA.

KARAKTERISTIK GEOKIMIA BATUAN INDUK FORMASI KAIS DAN FORMASI KLASAFET, CEKUNGAN SALAWATI, PAPUA.

Karakteristik minyak bumi pada cekungan Salawati sangat beragam, hal tersebut dapat dilihat pada sampel-sampel minyak bumi di sumur SY-1, SY-2, dan sumur AS-1 sebagai berikut: 1.. Sumur[r]

3 Baca lebih lajut

Klasifikasi dan Deskripsi Batuan (4)

Klasifikasi dan Deskripsi Batuan (4)

Batuan membentuk mineral utama yang terjadi pada batuan beku meliputi kuarsa, feldspar, muskovit, biotit dan mineral mafik. Klasifikasi didasarkan pada proporsi relatif dari mineral kuarsa, feldspar dan mafik. Kuarsa dan feldspar umumnya ringan dalam warna, sedangkan mineral mafik umumnya gelap. Sebuah klasifikasi sederhana batuan beku mungkin didasarkan pada indeks warna (yaitu apakah batu itu gelap atau berwarna terang).

6 Baca lebih lajut

Jenis Jenis Batuan Dan Budaya

Jenis Jenis Batuan Dan Budaya

Secara umum jenis-jenis batuan dibagi menjadi 3, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorfik. Batuan beku adalah batuan hasil pendinginan dari magma (batu pijar), batuan sedimen adalah batuan berlapis hasil proses pengendapan berbagai partikel mineral yang berasal dari batuan yang telah ada sebelumnya, sedangkan batuan metamorf atau disebut juga batuan malihan adalah batuan yang berasal dari batuan beku atau batuan sedimen namun telah mengalami perubahan secara fisik dan kimiawi akibat adanya panas dan tekanan yang tinggi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

POTENSI TAMBANG DALAM BONE BOLANGO

POTENSI TAMBANG DALAM BONE BOLANGO

Batuan Gunungapi Pinogu menutupi secara tidak selaras batuan gunungapi Motomboto Batuan ini merupakan batuan gunungapi – sedimenter, tersingkap di bagian utara dan selatan daerah kegiatan. Batuan gunungapi Pinogu berkomposisi andesit basaltik – riolit dan aliran breksi gunungapi serta breksi piroklastik yang massif dan tebal serta endapan breksi laharik umum dijumpai pada satuan batuan ini. Pada bagian utara daerah kegiatan, umum dijumpai perlapisan tebal endapan sedimen fasies alluvial, fluvial dan lakustrin yang berukuran butir pasir hingga kerikilan. Batuan terobosan di daerah kegiatan, yaitu batuan terobosan porfiri berkomposisi
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Latihan Geografi Kelas X Mid Semester 2

Latihan Geografi Kelas X Mid Semester 2

Batuan sedimen adalah batuan yang terentuk karena pengendapan / pelapukan dan pengikisan batuan beku . Batuan metamorf adalah batuan yan terbentuk karena batuan beku atau batuan sedimen yang mengalami perubahan yang dahsyat.

9 Baca lebih lajut

PEMBENTUKAN BATUAN SEDIMEN

PEMBENTUKAN BATUAN SEDIMEN

Batu gamping merupakan batuan sedimen karbonat yang terdapat di alam. Umumnya terdiri dari kalsit, beberapa mempunyai imparities atau variasi bagus bahkan keduanya dalam penampakkannya. Beberapa baugamping yang berbentuk butiran halus mungkin terbentuk secara presipitasi kimia dengan batuan banyak atu sedikit organisme kecil, beberapa sedimen pada dasar laut kemungkinan tersingkap di lapisan awal pada formasi batugamping ukuran halus. Tampak luar bahan tambang batu gamping berwarna putih, putih kekuningan, abu-abu hingga hitam.

6 Baca lebih lajut

Bahan Kuliah Oseanografi Kimiawi Said

Bahan Kuliah Oseanografi Kimiawi Said

Shale adalah batuan sedimen yang memiliki tekstur yang halus dengan ukuran butir 1/16 hingga 1/256 milimeter. Komposisi mineralnya umumnya tersusun dari mineral-mineral lempung, kuarsa, opal, kalsedon, klorit, dan bijih besi. Shale dibedakan menjadi dua tipe batuan, yaitu batu lanau dan batu lempung atau serpih. Batu lanau memiliki butiran yang berukuran anara batu pasir dan batu serpih, sedangkan batu lempung memiliki chiri khas mudah membelah dan bila dipanasi menjadi plastis.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...