karena hak dari istrinya

Top PDF karena hak dari istrinya:

Soal UAS PAI Kelas X XI XII Semester 1 Ganjil soal uas 1 pai xii

Soal UAS PAI Kelas X XI XII Semester 1 Ganjil soal uas 1 pai xii

31. Talak yang menyebabkan hilangnya hak seorang suami untuk rujuk dengan istrinya; sehingga harus mengadakan akad baru, setelah istrinya menikah dengan orang lain atau laki-laki yang lain. Talak yang demikian, disebut .... A. Talak satu

4 Baca lebih lajut

OTORITAS PEREMPUAN MENOLAK RUJU’ DALAM PENDEKATAN GENDER DAN MASLAHAH | Al-As'ary | PALASTREN Jurnal Studi Gender 936 3403 1 PB

OTORITAS PEREMPUAN MENOLAK RUJU’ DALAM PENDEKATAN GENDER DAN MASLAHAH | Al-As'ary | PALASTREN Jurnal Studi Gender 936 3403 1 PB

suaminya di hadapan pegawai Pencatatan Nikah disaksikan dua orang saksi. Melihat substansi pasal tersebut, jelaslah bahwa rumusan hukum yang digunakan di Indonesia tidak sama dengan apa yang tertera dalam ikih-ikih klasik yang selama ini banyak dianut oleh masing-masing masyarakat muslim Indonesia. (al-Ghazi, 2004: 4) Dalam Pasal KHI 164 tersebut menyatakan secara tegas bahwa terdapat hak yang dimiliki oleh istri untuk menolak rujuk yang diinginkan oleh suami. Pernyataan tersebut dijelaskan lebih lanjut dalam Pasal 165 KHI yang menyebut apabila suami rujuk tanpa ada persetujuan istri dapat dinyatakan tidak sah atas keputusan Pengadilan Agama. Dalam pasal tersebut juga dijelaskan ada implikasi hukum yang sangat berat, yakni sampai pada tahapan bahwa rujuk itu dianggap tidak sah oleh institusi Pengadilan Agama, dan ini dapat menjadi kenyataan jika suami tetap melakukan rujuk terhadap istrinya tanpa mempertanyakan apakah istri setuju atau tidak terhadap rujuknya sang suami.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENUTUP SANKSI TERHADAP SUAMI YANG BERISTRI LEBIH DARI SATU TANPA PERSETUJUAN ISTRI ATAU ISTRI-ISTRINYA.

PENUTUP SANKSI TERHADAP SUAMI YANG BERISTRI LEBIH DARI SATU TANPA PERSETUJUAN ISTRI ATAU ISTRI-ISTRINYA.

Suami harus lebih menghargai istri, harus saling mencintai, hormat- menghormati, setia dan member perhatian lahir batin yang satu kepada yang lain, karena istri bukan hanya seorang yang mudah diremehkan dan dianggap rendah, tetapi seorang istri juga mempunyai hak dalam kehidupan berumah tangga.

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN SANKSI TERHADAP SUAMI YANG BERISTRI LEBIH DARI SATU TANPA PERSETUJUAN ISTRI ATAU ISTRI-ISTRINYA.

PENDAHULUAN SANKSI TERHADAP SUAMI YANG BERISTRI LEBIH DARI SATU TANPA PERSETUJUAN ISTRI ATAU ISTRI-ISTRINYA.

Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. 1 Sebagai Negara yang berdasarkan Pancasila, sila yang pertama ialah Ketuhanan Yang Maha Esa, maka perkawinan mempunyai hubungan yang erat sekali dengan agama atau kerohanian, sehingga perkawinan bukan saja mempunyai unsur lahir atau jasmani, tetapi unsur batin atau rohani juga mempunyai peranan yang penting. Membentuk keluarga yang bahagia rapat hubungan dengan keturunan yang pula merupakan tujuan perkawinan, pemeliharaan dan pendidikan menjadi hak dan kewajiban orang tua .
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PANDANGAN IBNU KAS|IR DAN M.QURAISH SHIHAB TENTANG HAK DAN KEWAJIBAN SEORANG ISTRI DALAM AL-QUR’AN - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PANDANGAN IBNU KAS|IR DAN M.QURAISH SHIHAB TENTANG HAK DAN KEWAJIBAN SEORANG ISTRI DALAM AL-QUR’AN - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Dalam menafsirkan ayat-ayat tentang hak seorang istri keduanya memilki persamaan namun pada beberapa poin seperti dalam menafsirkan ayat tentang mahar dan nafkah, secara global keduanya terlihat sama, namun saat dicermati lagi ada perbedaan penafsiran. Dalam menafsirkan ayat tetang mahar Ibnu Kas|ir hanya memaknai bahwa mahar hanyalah sebagai sesuatu yang wajib dibayar oleh seorang suami, sedangkan M.Quraish Shihab memaknainya lebih dalam, karena ia memaknai kata mahar itu bukan saja suatu yang wajib untuk dibayar, tetapi lebih dari itu, mahar juga bukan hanya lambang yang membuktikan kebenaran dan ketulusan hati sang suami untuk menikahi dan menanggung kebutuhan hidup istrinya.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Hak Hak Perempuan dalam Perkawinan

Hak Hak Perempuan dalam Perkawinan

Namun kedudukan perempuan yang ada selama ini tidak pernah membedakan perempuan yang menempuh perkawinan monogami dengan poligami. Kedudukan dan peran perempuan dalam perkawina monogami cenderung hanya membandingkan dan memposisikannya sebanding dengan suami. Akan tetapi, kedudukan dan peran perempuan dalam perkawinan poligami akan lebih rumit, karena perempuan tidak hanya ada bersama suami tetapi dia juga ada dan bersama istri-istri yang lainnya. Hal itu terutama menyangkut hak-hak yang semestinya mereka dapatkan. Beberapa hal berkaitan dengan suami memang bisa disamakan, apakah perkawinan tersebut monogami atau poligami, seperti mahar dan nafkah lahir. Tetapi mengenai kasih saying atau nafkah batin, pembagian waktu, kedudukan istri pertama dan istri-istyri ang lain tentu berbeda. Islam mensyaratkan seorang suami harus berlaku adil terhadap istri-istrinya, akan tetapi dalam berbagai tradisi yang berkembang, istri pertama kalau tidak isri yang terakhir, cenderung mendapatkan poisisi yang lebih dibandingkan istri- istri yang lain. Istilah “putra mahkota” sering diberikan kepada anak yang lahir dari istri pertama. Inilah yang tidak diperbolehkan oleh islam dalam aq-Qur’an surat an-Nisa’: 129.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Aku menggugat Akhwat dan ikhwan

Aku menggugat Akhwat dan ikhwan

Delapan bulan sudah, aku mengarungi kemesran dalam bahtera rumah tangga berbalut dakwah. Indah. Tiada aral yang begitu menyakitkan, saat onak-onak duri itu menghadang. Tetapi kami menganggapnya itu adalah sebuah bumbu penyedap dalam rasa kasih sayang. Pertengkaran kecil yang berujung dengan kasih sayang pun, sering terjadi. Setiap kami melakukan pertengaran itu, kami langsung bermuhasabah bersama. Mencari jalan yang terang dala setiap jalan yang diberikan-Nya. Cemburu kadang menyelip dalam balutan rasa kasih sayangku. Tetapi, Suamiku dengan mesranya menghiburku dengan rayuannya. Sungguh, aku tidak butuh dengan rayuannya. Tetapi aku tidak akan menolak jika Suamiku merayuku, meninggikanku sebagai seorang wanita yang memang layak untuk dirayu dan ditinggikan. Karena aku Istrinya. Aku sering membaca, banyak para ikhwan yang menikah. Sulit untuk merayu dalam balutan hiburan untuk istrinya. Tetapi, untuk ikhwan yang satu ini. Sangatlah berbeda. Suamiku tidak pernah malu dengan rayuannya, meskipun memang Suamiku tidak merayu dengan rayuan murahan. Tetapi, rayuan-rayuan yang ditujukan kepadaku dengan kata-kata dakwah yang mesra. Malah membuatkan semakin sangat mencintainya.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

2011 rk Imron Rosyadi Full Text

2011 rk Imron Rosyadi Full Text

Problem yang dihadapi oleh penanya lewat Suara Muhammadiyah , yang ditanyakan kepada Majlis Tarjih adalah di saat terjadi percekcokan itu, suami telah mengucapkan kata talak kepada istrinya. Dengan telah diucapkannya talak ini, apakah berarti telah terjadi perceraian? Problem inilah yang ditanyakan kepada Majlis Tarjih. Problem ini ditanyakan karena perceraian memiliki implikasi dalam perjalanan kehidupan ke depan. Misalnya, status pernikahannya sudah terputus? Jika sudah terputus alias cerai maka keduanya sudah tidak boleh lagi berhubungan suami istri. Kepentingan kepastian hukum lainnya jika kedua hendak menikah lagi, dan siapa yang berhak mengasuh anak? Kepastian-kepastian seperti ini sangat dibutuhkan di Indonesia karena peraturan perundang-undangan di Indonesia mewajibkan setiap warganya dalam hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan yang akan dilakukan harus sesuai dengan hukum di Indonesia. 22
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

2011 rk Imron Rosyadi Bab 3

2011 rk Imron Rosyadi Bab 3

Bersuara keras dalam mengajar memang suatu hal yang tidak bisa dihindari karena bersuara keras merupakan suatu tuntutan bagi setiap pengajar, termasuk pengajar wanita. Pada masa sekarang ini tuntutan dan kebutuhan pengajar wanita sangat dibutuhkan dalam rangka mencerdaskan bangsa melalui pendidikan warganya. Kebutuhan tersebut dikarenakan realitas masyarakat Muslim yang mayoritas terdiri dari mayoritas kaum wanita di satu pihak, dan di pihak lain kondisi Negara Indonesia yang memberikan jaminan pilihan profesi pengajar sebagai hak asasi bagi setiap warga Indonesia, termasuk wanita. Kondisi seperti ini seharusnya menjadi perhatian secara mendalam dalam kaitannya dengan penetapan wanita sebagai pengajar yang harus bersuara keras untuk dapat dipahami apa yang disampaikannya.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI SANKSI TERHADAP SUAMI YANG BERISTRI LEBIH DARI SATU TANPA PERSETUJUAN ISTRI ATAU ISTRI-ISTRINYA.

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI SANKSI TERHADAP SUAMI YANG BERISTRI LEBIH DARI SATU TANPA PERSETUJUAN ISTRI ATAU ISTRI-ISTRINYA.

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk berkat dan rahmatnya sebagai penulis dapat menyelesaikan Penulisan Hukum ini dengan judul “Sanksi Terhadap Suami yang Beristri Lebih dari Satu Tanpa Persetujuan Istri atau Istri-istrinya” sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar S1 Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

11 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING DALAM MENGHADAPI KONFLIK PERKAWINAN PADA SUAMI YANG ISTRINYA BEKERJA SEBAGAI TKW (PENELITIAN DI KECAMATAN KAWUNGANTEN, KABUPATEN CILACAP)

STRATEGI COPING DALAM MENGHADAPI KONFLIK PERKAWINAN PADA SUAMI YANG ISTRINYA BEKERJA SEBAGAI TKW (PENELITIAN DI KECAMATAN KAWUNGANTEN, KABUPATEN CILACAP)

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persoalan dalam konflik perkawinan pada suami yang istrinya bekerja sebagai TKW dan bagaimana strategi coping yang dilakukan suami untuk menghadapi dan menyelesaikan konflik perkawinannya. Strategi coping adalah usaha-usaha baik kognitif maupun perilaku yang bertujuan untuk mengelola tuntutan lingkungan dan internal, serta mengelola konflik-konflik yang mempengaruhi individu melampaui kapasitas individu. Konflik perkawinan adalah perbedaan-perbedaan yang tidak terhindarkan yang terdapat pada kedua pasangan perkawinan dengan sendirinya akan memberikan pengaruh bagi berkembangnya perspektif yang berbeda pula.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SD Asal Usul Nama Kampung Uka Uka

SD Asal Usul Nama Kampung Uka Uka

Meskipun terkejut mendengar istrinya tengah dalam bahaya, Ning Mundul tetap tenang dan sabar. Ia masih meraut rotan untuk dijadikan pengikat tiang-tiang pondok yang akan didirikannya. Biasanya di setiap kebun atau sawah pasti dibangun sebuah pondok kecil dan sederhana. Cukup untuk tempat berteduh agar tidak kepanasan atau kehujanan.

62 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Dukungan Suami Selama Proses Persalinan Di Bendan Banyudono Boyolali.

PENDAHULUAN Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Dukungan Suami Selama Proses Persalinan Di Bendan Banyudono Boyolali.

Berdasarkan hasil dari survey pendahuluan yang dilakukan peneliti di Banyudono, dari 5 suami dengan istri hamil, 4 orang mengatakan mendampingi istrinya dalam proses persalinan di ruang persalinan dengan mendampingi istrinya seperti memberi makan atau minum, duduk dan berdoa, mereka menganggap dukungan tersebut sudah tepat dilakukan selama diruang persalinan. Satu orang yang lain menjawab belum pernah mendampingi istrinya selama proses persalinan.

6 Baca lebih lajut

Asal Usul Nama Kampung Uka Uka

Asal Usul Nama Kampung Uka Uka

Meskipun terkejut mendengar istrinya tengah dalam bahaya, Ning Mundul tetap tenang dan sabar. Ia masih meraut rotan untuk dijadikan pengikat tiang-tiang pondok yang akan didirikannya. Biasanya di setiap kebun atau sawah pasti dibangun sebuah pondok kecil dan sederhana. Cukup untuk tempat berteduh agar tidak kepanasan atau kehujanan.

62 Baca lebih lajut

Contoh makalah bayi tabung dalam pandang (1)

Contoh makalah bayi tabung dalam pandang (1)

keluar/dikeluarkan dengan cara yang tidak dilarang oleh syara'," papar ulama NU dalam fatwa itu. Terkait mani yang dikeluarkan secara muhtaram, para ulama NU mengutip dasar hukum dari Kifayatul Akhyar II/113. "Seandainya seorang lelaki berusaha mengeluarkan spermanya (dengan beronani) dengan tangan istrinya, maka hal tersebut diperbolehkan, karena istri memang tempat atau wahana yang diperbolehkan untuk bersenang-senang." Ketiga, apabila mani yang ditabung itu mani suami-istri dan cara mengeluarkannya termasuk muhtaram, serta dimasukan ke dalam rahim istri sendiri, maka hukum bayi tabung menjadi mubah (boleh).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB I - Tinjauan Fiqh Munakahat Terhadap Nafkah Istri Yang Sudah Ditalak Didesa Mayapati

BAB I - Tinjauan Fiqh Munakahat Terhadap Nafkah Istri Yang Sudah Ditalak Didesa Mayapati

2).Seorang istri yang dicerai dalam bentuk ba’in, apakah itu ba’in sughra atau ba’in kubra, dan dia sedang hamil berhak atas nafkah dan tempat tinggal. Dalam hal ini para ulama sepakat, dasar hukum yang diambil oleh golongan ini adalah Al-Qur’an surat At-Thalaq ayat 6. Tetapi bila istri tersebut dalam keadaan tidak hamil, maka terdapat perbedaan pendapat seperti antara lain Ibnu Mas’ud, Imam Malik dan Imam Syafi’i bekas istri tersebut hanya berhak atas tempat tinggal dan tidak berhak atas nafkah. Adapun Ibnu Abbas dan Daud Adzdzahiriy dan beberapa ulama lainnya berpendapat bahwa bekas isteri tersebut tidak mendapat hak atas nafkah juga tempat tinggal, mereka mendasarkan pendapatnya pada alasan bahwa perkawinan itu telah putus sama sekali serta perempuan itu tidak dalam keadaan mengandung.. Mungkin pendapat ini yang dipakai dasar dalam ketentuan KHI dalam hal istri dijatuhi
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Peran Serta Suami Selama Proses Persalinan Istrinya Di Klinik Nirmala Medan

Peran Serta Suami Selama Proses Persalinan Istrinya Di Klinik Nirmala Medan

Angka Kematian Ibu di Indonesia tahun 2007 sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Ibu di Sumatera Utara tahun 2008 sebesar 290 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebabnya terkait dengan persalinan yaitu partus lama (5%). Suami adalah calon terkuat untuk mendampingi istrinya selama proses persalinan. Kebanyakan suami yang mau melakukan ini masih bersifat sukarela dan mungkin hanya sebagian kecil suami yang bersedia untuk itu. Kehadiran dan dukungan dari suami dapat mempengaruhi proses persalinan. Ini mengurangi kecemasan seorang wanita dan memungkinkannya menghadapi proses kelahiran secara lebih efisien. Kehadiran suami ini menjelang saat melahirkan akan membuat istri lebih tenang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana peran serta suami selama proses persalinan istrinya. Desain penelitian yang digunakan ini adalah deskriptif crossectional. Dengan besar sampel sebanyak 56 orang dengan metode pengambilan sampel consecutive sampling dan analisis data yang digunakan adalah univariat. Karakteristik usia responden mayoritas adalah 26-30 tahun 27 orang (48,2%). Pendidikan responden mayoritas SMA 38 orang (67,9%). Pekerjaan responden mayoritas adalah wiraswasta 39 orang (69,6%). Dari hasil analisis data secara univariat, diperoleh peran dukungan fisik suami yaitu berperan baik sebanyak 47 orang (83,9%) dan peran dukungan moril suami yaitu berperan baik sebanyak 45 orang (80,4%). Maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran dan peran serta suami selama proses persalinan istrinya sangatlah penting karena berpengaruh terhadap semangat yang dibutuhkan ibu dalam menjalani persalinan dan kelahiran bayinya. Dukungan fisik dan dukungan moril terutama dari suami berdampak positif bagi keadaan psikis ibu yang berpengaruh pada kelancaran proses persalinan.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Peningkatan Hak Atas Tanah dari Hak Guna Bangunan Menjadi Hak Milik di Kabupaten Sukoharjo 1. cover

Peningkatan Hak Atas Tanah dari Hak Guna Bangunan Menjadi Hak Milik di Kabupaten Sukoharjo 1. cover

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudul: Peningkatan Hak Atas Tanah Dari Hak Guna Bangunan Menjadi Hak Milik Di Kabupaten Sukoharjo adalah betul-betul karya sendiri. Hal-hal yang bukan karya saya dalam penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam daftar pustaka. Apabila dikemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum (skripsi) dan gelar yang saya peroleh dari penulisan hukum (skripsi) ini.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

AYAT & HADIST PUASA RAMADHAN

AYAT & HADIST PUASA RAMADHAN

35. Diriwayatkan dari Aisyah ra Adalah Rasulullah saw mencium ( istrinya ) sedang beliau dalam keadaan puasa dan menggauli dan bercumbu rayu dengan istrinya ( tidak sampai bersetubuh ) sedang beliau dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling kuat menahan birahinya. ( H.R : Al-Jama'ah kecuali Nasa'i) hadits shahih. 36. Diriwayatkan dari Abdullah bin Furuuj : Bahwa sesungguhnya ada seorang wanita bertanya kepada Ummu Salamah ra. Wanita itu berkata : Sesungguhnya suami saya mencium saya sedang dia dan saya dalam keadaan puasa, bagaimana pendapatmu ? Maka ia menjawab : Adalah Rasulullah r pernah mencium saya sedang beliau dan saya dalam keadaan puasa. ( H.R : Aththahawi dan Ahmad dengan sanad yang baik dengan mengikut syarat Muslim ).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Karakteristik Ibu dan Dukungan Suami Terhadap Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal Care) di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala Kecamatan Medan-Tembung

Pengaruh Karakteristik Ibu dan Dukungan Suami Terhadap Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal Care) di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala Kecamatan Medan-Tembung

Penelitian Djusmalina dkk (2011) di Kota Bengkulu Faktor yang dapat mengurangi kecemasan yang terjadi pada wanita hamil adalah adanya dukungan suami yang didapat dari suami, keluarga atau saudara lainnya, orang tua, dan mertua. Dukungan suami yang didapatkan calon ibu akan menimbulkan perasaan tenang, sikap positif terhadap diri sendiri dan kehamilannya, maka diharapkan ibu dapat menjaga kehamilannya dengan baik sampai saat persalinan. Menurut BKKBN (2001) partisipasi suami dalam asuhan kebidanan dapat ditunjukkan dengan memberikan perhatian dan kasih sayang kepada istri, mendorong dan mengantar istri untuk memeriksakan kehamilan ke fasilitas kesehatan minimal 4 kali selama kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi bagi istrinya agar tidak terjadi anemi, menentukan tempat bersalin (fasilitas kesehatan) bersama istri, melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan sedini mungkin bila terjadi hal-hal menyangkut kesehatan selama kehamilan dan menyiapkan biaya persalinan. Dengan adanya dukungan suami diharapkan wanita hamil dapat mempertahankan kondisi kesehatan psikologisnya dan lebih mudah menerima perubahan fisik serta mengontrol gejolak emosi yang timbul.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...