kasus demam berdarah dengue

Top PDF kasus demam berdarah dengue:

PENDAHULUAN  Analisis Spasial Prevalensi Kasus Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari.

PENDAHULUAN Analisis Spasial Prevalensi Kasus Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari.

World Health Organization (WHO) (1995) memperkirakan populasi didunia yang berisiko terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) mencapai 2,5-3 miliar terutama yang tinggal di daerah perkotaan di negara tropis dan subtropis. Saat ini diperkirakan juga ada 50 juta infeksi dengue yang terjadi di seluruh dunia setiap tahun. Diperkirakan untuk Asia Tenggara (ASEAN) terdapat 100 juta kasus demam dengue (DD) dan 500.000 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang memerlukan perawatan dirumah sakit, dan 90% penderitanya anak-anak usia kurang dari 15 tahun dan jumlah kematian oleh penyakit demam berdarah dengue (DBD) mencapai 5% dengan perkiraan 25.000 kematian setiap tahunnya (WHO, 2011).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS SPASIAL PREVALENSI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA  Analisis Spasial Prevalensi Kasus Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari.

ANALISIS SPASIAL PREVALENSI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA Analisis Spasial Prevalensi Kasus Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari.

Peningkatan ini dikarenakan pemukiman Kelurahan Kadipiro yang yang merupakan pemukiman padat penduduk, sesuai dengan data dari profil Kelurahan Kadipiro. Pada salah satu kasus yang ada memiliki lingkungan yang cukup ideal untuk perkembangan nyamuk Aedes aegypty yaitu banyaknya sampah yang berada di sungai serta banyak sangkar burung yang tempat air minumnya bisa menjadi tempat berkembang biak vektor demam berdarah dengue (DBD). Banyaknya sampah yang ada disekitar rumah dan sungai ini merupakan akibat dari perilaku masyarakat yang kurang perduli dengan lingkungan dan belum paham apabila perilaku tersebut bisa menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan terjadinya kasus demam berdarah dengue (DBD).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Tindakan Mencegah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

Pengaruh Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Tindakan Mencegah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

Lloyd, LS. 2003. Strategic Report 7. Best Practices for Dengue Prevention and Control in the Americas. Environmental Health Project Contract HRN-I-00- 99-00011-00. Office of Health, Infectious Diseases and Nutrition Bureau for Global Health U.S. Agency for International Development Washington, DC 20523.

5 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Tindakan Mencegah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Tindakan Mencegah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

Berdasarkan hasil survei pendahuluan di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi kebiasaan anggota keluarga dalam upaya pencegahan kasus DBD masih rendah, anggota keluarga kurang memahami bahwa untuk menghindari terjadinya penyakit DBD merupakan tanggungjawab bersama. Kegiatan kebersihan rumah tangga hanya ditangani langsung oleh ibu saja. Ibu merasa bahwa penyelenggaran program kesehatan belum dapat mencegah kasus DBD di Kota Tebing Tinggi. Teknik atau cara penyampaian informasi kesehatan oleh petugas kesehatan belum dapat meningkatkan pemahaman anggota keluarga dalam mencegah DBD. Ibu merasa terjadinya DBD merupakan tanggung jawab pemerintah yang kurang kompetensi dalam menanggulangi penyakit DBD sehingga keyakinan ibu terhadap penyelenggaraan kesehatan belum dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Tindakan Mencegah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

Pengaruh Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Tindakan Mencegah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

Kejadian DBD hampir merata terjadi di berbagai daerah Sumatera Utara selama periode tahun 2011 ditemukan 6.025 kasus dan 92 orang diantaranya meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypty. Persentase kematiannya sebesar 1,5 persen dan penyebarannya dengan insiden rate (IR) sebesar 16,2 per 100.000 penduduk dan tahun 2012 sampai bulan Mei telah ditemukan kasus DBD 1.432 kasus. Kasus DBD ditemukan tertinggi di Kota Medan pada tahun 2011 yaitu 2.384 orang dan 22 orang meninggal dunia (Dinkes Sumatera Utara, 2012) .

11 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Indonesia adalah negara dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak di Asia Tenggara.DBD merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu pencegahan harus dilakukan untuk memberantas penularan DBD.Larvasida yang umum digunakan saat ini adalah larvasida sintetis Temefos (Abate).Larvasida sintetis mulai mengalami resistensi dan memiliki efek yang berbahaya terhadap manusia dan populasi non-target, sehingga diperlukan alternatif berbahan dasar tanaman.Daun srikaya ( Annona squamosa ) mengandung zat aktif Acetogenin yang memiliki daya larvasida.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efikasi ekstrak daun srikaya ( Annona squamosa ) terhadap larva Aedes aegypti . Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian post test only control group design dengan 7 perlakuan yaitu 5 konsentrasi (0,01%; 0,025%; 0,05%; 0,075%.; 0,1%) ekstrak daun srikaya ( Annona squamosa ), kontrol positif (abate), dan kontrol negatif (air) serta dilakukan 4 kali pengulangan.Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak daun srikaya ( Annona squamosa ) memiliki efikasi terhadap larva Aedes aegypti dengan LC 50
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Indonesia adalah negara dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak di Asia Tenggara.DBD merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu pencegahan harus dilakukan untuk memberantas penularan DBD.Larvasida yang umum digunakan saat ini adalah larvasida sintetis Temefos (Abate).Larvasida sintetis mulai mengalami resistensi dan memiliki efek yang berbahaya terhadap manusia dan populasi non-target, sehingga diperlukan alternatif berbahan dasar tanaman.Daun srikaya (Annona squamosa) mengandung zat aktif Acetogenin yang memiliki daya larvasida.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efikasi ekstrak daun srikaya (Annona squamosa) terhadap larva Aedes aegypti. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian post test only control group design dengan 7 perlakuan yaitu 5 konsentrasi (0,01%; 0,025%; 0,05%; 0,075%.; 0,1%) ekstrak daun srikaya (Annona squamosa), kontrol positif (abate), dan kontrol negatif (air) serta dilakukan 4 kali pengulangan.Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak daun srikaya (Annona squamosa) memiliki efikasi terhadap larva Aedes aegypti dengan LC 50
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Indonesia adalah negara dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak di Asia Tenggara.DBD merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu pencegahan harus dilakukan untuk memberantas penularan DBD.Larvasida yang umum digunakan saat ini adalah larvasida sintetis Temefos (Abate).Larvasida sintetis mulai mengalami resistensi dan memiliki efek yang berbahaya terhadap manusia dan populasi non-target, sehingga diperlukan alternatif berbahan dasar tanaman.Daun srikaya (Annona squamosa) mengandung zat aktif Acetogenin yang memiliki daya larvasida.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efikasi ekstrak daun srikaya (Annona squamosa) terhadap larva Aedes aegypti. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian post test only control group design dengan 7 perlakuan yaitu 5 konsentrasi (0,01%; 0,025%; 0,05%; 0,075%.; 0,1%) ekstrak daun srikaya (Annona squamosa), kontrol positif (abate), dan kontrol negatif (air) serta dilakukan 4 kali pengulangan.Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak daun srikaya (Annona squamosa) memiliki efikasi terhadap larva Aedes aegypti dengan LC 50
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Indonesia adalah negara dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak di Asia Tenggara.DBD merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu pencegahan harus dilakukan untuk memberantas penularan DBD.Larvasida yang umum digunakan saat ini adalah larvasida sintetis Temefos (Abate).Larvasida sintetis mulai mengalami resistensi dan memiliki efek yang berbahaya terhadap manusia dan populasi non-target, sehingga diperlukan alternatif berbahan dasar tanaman.Daun srikaya ( Annona squamosa ) mengandung zat aktif Acetogenin yang memiliki daya larvasida.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efikasi ekstrak daun srikaya ( Annona squamosa ) terhadap larva Aedes aegypti . Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian post test only control group design dengan 7 perlakuan yaitu 5 konsentrasi (0,01%; 0,025%; 0,05%; 0,075%.; 0,1%) ekstrak daun srikaya ( Annona squamosa ), kontrol positif (abate), dan kontrol negatif (air) serta dilakukan 4 kali pengulangan.Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak daun srikaya ( Annona squamosa ) memiliki efikasi terhadap larva Aedes aegypti dengan LC 50
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUP Haji Adam Malik Pada Tahun 2015

Karakteristik Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUP Haji Adam Malik Pada Tahun 2015

Di Indonesia, kasus DBD pertama kali diduga di Surabaya pada tahun 1968. Namun, konformasi pasti melalui isolasi diperoleh pada tahum 1970. Pada tahun 1972, DBD dilaporkan di Bandung dan di Yogyakarta. Pada tahun 1994, penyakit DBD telah menyebar ke 27 provinsi di Indonesia. 3

9 Baca lebih lajut

Demam Berdarah Dengue Pada Anak

Demam Berdarah Dengue Pada Anak

Pada sebagaian besar kasus, plasma yang menghilang dapat diganti secara efektif dengan memberikan plasma atau ekspander plasma. Pada masa dini dapat diberikan cairan yang mengandung elektrolit. Syok terjadi pada otopsi dan perbaikan klinis terjadi secara cepat dan drastic. Sedangkan pada otopsi tidak ditemukan kerusakan dinding pembuluh darah yang bersifat destruktif atau akibat radang menimbulkan dugaan bahwa perubahan fungsional dinding pembuluh darah agakanya disebabkan oleh mediator farmakologis yang bekerja secara cepat. Gambaran mikroskop elektron biopsi kulit pasien DBD pada masa akut memperlihatkan kerusakan sel endotel vaskular yang mirip dengan luka akibat anoksia atau luka bakar. Gambaran itu juga mirip dengan binatang yang diberi histamin atau serotonin atau dibuat keadaan trombositopenia.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP,TINDAKAN MASYARAKAT TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH PUSKESMAS MARTAPURA KABUPATEN BANJAR TAHUN 2011

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP,TINDAKAN MASYARAKAT TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH PUSKESMAS MARTAPURA KABUPATEN BANJAR TAHUN 2011

Banyak wilayah di Indonesia yang merupakan wilayah endemik DBD di mana kasus DBD yang berulang-ulang setiap tahun. Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2007 menyatakan prevalensi nasional DBD di Indonesia adalah 0,62%. Salah satu daerah endemis DBD adalah Kalimantan Selatan. Penyebaran penyakit DBD di Provinsi Kalimantan Selatan terjadi di 13 (tiga belas) kota/kabupaten. Pada tahun 2005 terdapat kasus demam berdarah dengan Incidence Rate (IR) = 9,3/100.000 penduduk dan Case Fatality Rate (CFR) 2,6%. Pada tahun 2006 kasus DBD meningkat dengan IR = 12,45/100.000 penduduk dan CFR 1,31%. Angka incidence rate di Kalimantan Selatan pada tahun 2007 sebesar 35,59/100.000 penduduk dengan CFR=1,21%, tahun 2008 sebesar 14,44/100.000 penduduk dengan CFR=1,70%, dan tahun 2009 (periode Januari- September) sebesar 11,26/100.000, dengan CFR=1,91%. Kasus tertinggi terjadi di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Wilayah Kabupaten Banjar dengan kasus terbesar tahun 2010 di puskesmas Martapura dengan jumlah kasus sebanyak orang 38 penderita (Yustansyah, 2009).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERBEDAAN NILAI HEMATOKRIT PADA DEMAM BERDARAH DENGUE DERAJAT I DAN II DI RS BHAYANGKARA TRIJATA.

PERBEDAAN NILAI HEMATOKRIT PADA DEMAM BERDARAH DENGUE DERAJAT I DAN II DI RS BHAYANGKARA TRIJATA.

Patofisiologi primer demam berdarah dengue dan dengue syock syndrome adalah meningkatnya permeabilitas pembuluh darah yang terjadi secara cepat serta mengarah pada kebocoran plasma ke ruang ekstravaskuler, sehingga nantinya akan menimbulkan hemokonsentasi. Pada kasus yang berat terjadi penurunan volume plasma setidaknya lebih dari 20%, dengan adanya keadaan efusi pleura. 4 Pada teori infeksi sekunder dikatakan bahwa, apabila individu terinfeksi secara sekunder oleh satu jenis virus dengue, akan terjadi proses kekebalan. Tetapi hal lain terjadi, jika
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Demam Berdarah Dengue (DBD) 1. Definisi - Tegar Alam Pambudi BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Demam Berdarah Dengue (DBD) 1. Definisi - Tegar Alam Pambudi BAB II

b. Fase kritis, pada kasus ringan dan sedang, semua tanda dan gejala kliniks menghilang setelah demam turun sertai keluarnya keringat, perubahan pada denyut nadi dan tekanan darah, akan teraba dingin di sertai dengan kongesti kulit. Perubahan ini memperlihatkan gejala gangguan sirkulasi, sebagai akibat dari perembasan plasma yang dapat bersifat ringan atau sementara. Pada kasus berat, keadaan umum pada saat atau beberapa saat setelah suhu turun antara 3-7 terdapat tanda kegagalan sirkulasi, kulit teraba dingin dan lembab terutama pada ujung jari kaki, sianosis di sekitar mulut, pasien menjadi gelisah, nadi cepat, lemah kecil sampai tidak teraba dan ditandai dengan penurunan suhu tubuh disertai kenaikan permeabilitas kapiler dan timbulnya kebocoran plasma yang biasanya berlangsung selama 24–48 jam. Kebocoran plasma sering didahului oleh lekopeni progresif disertai penurunan hitung trombosit dibawah 100.000/mm (trombositopeni). Pada saat akan terjadi syok pasien mengeluh nyeri perut.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan Siswa SMP Harapan Mandiri Terhadap Demam Berdarah Dengue

Tingkat Pengetahuan Siswa SMP Harapan Mandiri Terhadap Demam Berdarah Dengue

Pada tahun 1968, Demam Berdarah Dengue pertama kali dilaporkan di Surabaya dengan penderita sebanyak 58 orang, dan 24 orang diantaranya kemudian meninggal dunia (41,3%). 10,11,19 Diantara tahun 1989-1996 terjadi fluktuasi insidens DBD di Indonesia. Insidens pada tahun 1996 adalah sebesar 22,96 per 100.000 penduduk, dan sebaran geografis meningkat. 10 Di Indonesia, setiap tahunnya selalu terjadi KLB di beberapa provinsi, yang terbesar terjadi tahun 1998 dan 2004 dengan jumlah penderita 79.480 orang dengan kematian sebanyak 800 orang lebih. 11,16 Pada tahun tahun berikutnya jumlah kasus terus naik tapi jumlah kematian turun secara bermakna dibandingkan tahun 2004. Misalnya jumlah kasus tahun 2008 sebanyak 137.469 orang dengan kematian 1.187 orang atau case fatality rate (CFR) 0,86% serta kasus tahun 2009 sebanyak 154.855 orang dengan kematian 1.384 orang atau CFR 0,89%. 16,19
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB 2 DEMAM BERDARAH DENGUE 2.1 Definisi

BAB 2 DEMAM BERDARAH DENGUE 2.1 Definisi

Penularan infeksi virus dengue terjadi melalui vektor nyamuk genus Aedes (terutama A. aegypti dan A. albopictus). Peningkatan kasus setiap tahunnya berkaitan dengan sanitasi lingkungan dengan tersedianya tempat perindukan bagi nyamuk betina yaitu bejana yang berisi air jernih (bak mandi, kaleng bekas dan tempat penampungan air lainnya).

15 Baca lebih lajut

Hubungan Iklim (Curah Hujan, Kecepatan Angin, Kelembaban, dan Temperatur Udara) Terhadap Kejadian DBD di Kota Medan tahun 2010-2014

Hubungan Iklim (Curah Hujan, Kecepatan Angin, Kelembaban, dan Temperatur Udara) Terhadap Kejadian DBD di Kota Medan tahun 2010-2014

Andriani, D.K., 2001. Hubungan Faktor-faktor Perubahan Iklim dengan Kepadatan Vektor Demam Berdarah Dengue dan Kasus serta Angka Insidens Demam Berdarah Dengue di DKI Jakarta Tahun 1997-2000. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.S DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA Ny.T DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULU SUKOHARJO.

PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.S DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA Ny.T DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULU SUKOHARJO.

Demam dengue dan demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk dalam genusFlavivirus , keluargaFlaviv ir idae. Terdapat 4 serotipe virus yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Keempat serotipe ditemukan di Indonesia dengan DEN 3 merupakan serotipe yang terbanyak (Sudomo,2003). Demam berdarah merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB)/wabah (Depkes, 1992). Demam berdarah dengue tersebar di wilayah Asia tenggara, Pasifik Barat, dan Karibia. Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air. Insiden DBD di Indonesia antara 6 hingga 15 per 100.000 penduduk (1989- 1995) dan pernah meningkat tajam saat kejadian luar biasa hingga 35 per 100.000 penduduk pada tahun 1998, sedangkan mortalitas DBD Cenderung menurun hingga mencapai 2 % pada tahun 1999,Kebanyakan kasus DBD terjadi pada anak- anak dengan usia kurang dari 15 tahun (WHO, 1999).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN JUMLAH

HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN JUMLAH

Demam berdarah dengue yang menye- rang anak-anak cenderung lebih meningkat- kan morbiditas dan mortalitas sehingga diperlukan perhatian lebih, baik pada gejala klinis maupun hasil laboratorium. Sampai saat ini masih sering ditemukan pasien DBD yang pada permulaan tidak berat secara klinis dan laboratorium, tetapi dalam perjalanan penyakitnya mengalami syok dan pada kasus berakhir dengan kematian. Berbagai aspek mengenai infeksi virus dengue telah diteliti untuk mengetahui faktor-faktor yang berperan menimbulkan berat ringannya infeksi virus dengue, dari parameter sederhana (pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium rutin) hingga pemeriksaan laboratorium yang canggih. Pada pemeriksaan laboratorium rutin, peme- riksaan yang akan diperiksa antara lain: hemoglobin, eritrosit, hematokrit, leukosit dan trombosit.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE  Hubungan Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga Dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Desa Sendangmulyo Kabupaten Blora.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Hubungan Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga Dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Desa Sendangmulyo Kabupaten Blora.

Terdapat sekitar 2,5 miliar orang tinggal di negara endemik dan terjadi 50 juta infeksi virus dengue setiap tahunnya. DBD umumnya banyak ditemukan di daerah yang beriklim tropis dan subtropis seperti Asia Tenggara, diantaranya yaitu Indonesia (WHO, 2009). Jumlah kasus DBD di Indonesia pada tahun 2012 ditemukan sejumlah 90.245 kasus dengan angka kematian 816 orang (Depkes RI, 2013). Angka kejadian DBD di Provinsi Jawa Tengah mencapai 19,29 per 100.000 penduduk di tahun 2012. Jumlah kasus di Kabupaten Blora mencapai 752 kejadian dengan angka kematian sebesar 12 orang (Dinkes Jateng, 2012).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...