keadilan dalam al-qur’an

Top PDF keadilan dalam al-qur’an:

KURIKULUM PEMBELAJARAN AL QUR AN DAN AL

KURIKULUM PEMBELAJARAN AL QUR AN DAN AL

Untuk membentuk nilai-nilai karakter tersebut, ada tiga teori yang dapat membentuknya. Pertama, menurut Muhaimin dkk bahwa pembentukan karakter memiliki tiga tahap yaitu tahap transformasi, guru sekedar menginformasikan nilai-nilai baik dan buruk. Tahap transaksi, menjalin komunikasi timbal balik siswa dan guru dan tahap internalisasi guru dan siswa menunjukkan sikap mental riil sebagai aktualisasi pemahaman nilai. Kedua, menurut Riberi bahwa pendidikan karakter empat tahap pengalaman nilai dialami secara individual dan kolektif penghargaan nilai bersifat bobot intrinsik terdapat dalam nilai dihayati penerimaan nilai sebagai akibat sikap mendukung pengembangan nilai dan pengamalan nilai berdasarkan persetujuan nilai. Ketiga, menurut Ibnu Miskawaih bahwa pembentukan karakter anak memiliki tiga unsur yaitu akal pikiran berpusat kepala yang dapat melahirkan sikap bijaksana, adil dan cerdas. Nafsu, amarah berpusat dada melahirkan marah, cepat tersinggung, dan keras kepala. Syahwat berpusat perut melahirkan perilaku maksiat, rakus, dan malas. Ketiga unsur berpotensi digunakan secara seimbang, dan unsur keadilan sebagai penentu keseimbangan. 17
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Al Qur an dalam Suatu Konteks

Al Qur an dalam Suatu Konteks

Ali Sodikin memetakan fase “reformasi” yang dilakukan Muhammad menjadi dua: reformasi Makkah dan Madinah. Pertama, reformasi Makkah (sejak kenabian hingga 616 M). Pada fase ini, Muhammad berupaya meluruskan ketauhidan masyarakat Makkah saat itu. Sebelum Muhammad datang dengan membawa wahyu Al-Qur’an, masyarakat Makkah sebetulnya telah mempercayai Allah. Akan tetapi, disamping percaya Allah, mereka tetap menyembah patung-patung. Politiesme yang mengarahkan pada pandangan materialistis masyarakat saat itu bermuara pada tidak adanya keadilan. Sehingga doktrinasi tauhid dimaksudkan pembentukan masyarakat yang egaliter dan berkeadilan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

FALSAFAH ETIKA BISNIS DALAM AL QUR AN

FALSAFAH ETIKA BISNIS DALAM AL QUR AN

Riba’ merupakan “sub system” ekonomi yang berprinsip menguntungkan kelompok tertentu tetapi mengabaikan kepentingan masyarakat luas. Al- Qur’an hadir denga nilai -nilainya untuk membangun kesejateraan umat manusia yang seimbang antara dunia dan akhirat antara individu dan masyarakat. Dalam aspek ekonomis dan bisnis, al- Qur’an menawarkan prinsip keadilan dan “kesucian” yaitu melarang pemi likan harga yang terlarang pada dampak pengelolaannya jika merugikan pihak lain (ada pihak yang menganiaya atau teraniaya). 44

15 Baca lebih lajut

KORUPSI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN

KORUPSI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN

Dalam ayat ini digunakan kata ( نإ ) in (jika) atau seandainya. Kata ini antara lain mengandung makna keraguan akan terjadinya apa yang diberitakan. Dari sini dipahami bahwa sebenarnya ketika orang-orang Yahudi yang datang meminta putusan kepada Nabi saw., mereka dalam keadaan ragu atau menduga bahwa Nabi saw. akan memutuskan sesuatu yang menyenangkan mereka, tetapi ternyata dugaan mereka meleset sehingga mereka menyesal. Sedangkan penggunaan kata tersebut ketika memberi pilihan kepada Nabi saw. memutuskan atau tidak, untuk mengisyaratkan bahwa Nabi saw. tidak antusias untuk memberi putusan, karena Nabi saw. yakin bahwa mereka sebenarnya tidak menuntut keadilan tetapi menuntut sesuatu putusan yang sesuai dengan hawa nafsu mereka. (Quraish Shihab, 2002: 101).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KONSEP DESAKRALISASI AL-QUR’AN MENURUT NASR HAMID ABU ZAYD  Konsep Desakralisasi al-Qur'an Menurut Nasr Hamid Abu Zayd.

KONSEP DESAKRALISASI AL-QUR’AN MENURUT NASR HAMID ABU ZAYD Konsep Desakralisasi al-Qur'an Menurut Nasr Hamid Abu Zayd.

Pertama, dekontruksi al- Quran . Nasr Hamid Abu Zayd berpendapat bahwa al- Quran adalah produk budaya; al- Quran adalah fenomena sejarah; al- Quran adalah Teks manusiawi; dan al- Quran adalah teks bahasa Arab biasa, seperti teks-teks lainnya, maka semua pendapat Abu Zayd tersebut jelas-jelas mendekontruksi al- Quran , menggugat outentisitas dan kesakralannya, serta menjebol konsep dasar tentang al- Quran yang selama ini diyakini kaum muslimin, bahwa al- Quran itu, baik lafazh maupun maknanya adalah dari Allah Swt.; bukan produk budaya Arab, di mana al- Quran itu ditirunkan; dan juga bukan fenomena sejarah, di mana al- Quran harus tunduk pada peraturan sejarah. Dalam konsep Islam, Nabi Muhammad Saw. hanyalah sekedar menyampaikan, dan tidak mengapresiasi atau mengolah wahyu yang diterimanya, untuk kemudian disampaikan kepada umatnya, sesuai dengan iterpretasinya yang dipengaruhi kejiwaan, sosial, dan budaya, setempat dan seketika itu. Posisi beliau dalam menerima dan menyampaikan wahyu memang “ pasif ” , hanya sebagai “ penyampai ” apa-apa yang diwahyukan kepadanya. Beliau tidak menambah dan mengurangi apa-apa yang disampaikan Allah kepada beliau melalui Malaikat Jibril.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Keutamaan Al Qur an dalam Kesaksian Hadi

Keutamaan Al Qur an dalam Kesaksian Hadi

Al-Quran dapat mengantarkan suatu bangsa menjadi mulia, bermartabat dan berkepribadian. Sebuah riwayat dari ‘Amir bin W±¡ilah, dia berkata bahwa suatu ketika N±fi‘ bin ‘Abdul Hari£ bertemu dengan ‘Umar di ‘Usfan (sebuah wilayah di antara Mekah dan Medinah). Pada waktu itu ‘Umar mengangkatnya sebagai guber- nur Mekah. ‘Umar bertanya kepadanya, “Siapakah yang kamu angkat sebagai pemimpin untuk para penduduk lembah?” Nafi’ menjawab, “Ibnu Abza.” ‘Umar kembali bertanya, “Siapa Ibnu Abza itu?” Nafi’ menjawab, “Ia adalah salah seorang bekas budak yang tinggal bersa- ma kami.” ‘Umar bertanya, “Apakah kamu mengangkat seorang bekas budak untuk memimpin mereka?” Maka Nafi’ menjawab, “Dia adalah seorang yang menghafal Kitab Allah ‘azza wa jalla dan ahli di bidang far±’i« (hukum waris).” ‘Umar pun berkata, “Adapun Nabi kalian memang telah bersabda:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERANG DAN DAMAI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN

PERANG DAN DAMAI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN

Oleh sebab itu, Islam sebagai agama perdamaian tidak diragukan lagi kecuali oleh orang-orang yang sangat skeptis atau tidak memahami pesan perdamaian yang menjadi misi Al-Qur`an. Nabi Muhammad saw adalah Al-Qur`an hidup. Beliau telah mewujudkan pesan perdamaian Al-Qur`an dalam realitas kehidupan masyarakat Madinah yang majemuk dengan adil, terbuka dan demokratis. Masyarakat Madinah pimpinan Nabi Muhammad saw adalah masyarakat majemuk dari segi agama dan etnis, yaitu kaum Muslimin yang terdiri atas Muhajirin dan Anshar, kaum Yahudi yang bersuku-suku dan saling bertentangan. Di antaranya ada tiga kabilah besar, yaitu Bani Nadhir, Bani Quraidhah dan Bani Qainuqa; serta kaum paganisme (al-musyrikân) yang dipersatukan oleh sebuah ikatan yang terkenal sebagai Perjanjian atau Piagam Madinah. Di dalam Piagam Madinah ini disebutkan dasar-dasar hidup bersama masyarakat majemuk dengan ciri utama kewajiban seluruh warga Madinah yang majemuk itu untuk membela pertahanan-keamanan kebersama dan kebebasan beragama. Dalam kaitannya dengan masyarakat Yahudi, Piagam Madinah menjelaskan: “Dan orang-orang Yahudi mengeluarkan biaya bersama orang-orang beriman (Muslim) selama mereka diperangi (oleh musuh dari luar). Orang-orang Yahudi Banu ‘Awf adalah satu u mat bersama orang-orang beriman. Orang-orang Yahudi itu berhak atas agama mereka, dan orang-orang beriman berhak atas agama mereka pula. Semua suku Yahudi lain di Madinah sama kedudukannya dengan suku Yahudi Banu ‘Awf” 2
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KEGIATAN QIROATUL QUR’AN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL - QUR’AN HADITS DI MTsN TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH KEGIATAN QIROATUL QUR’AN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL - QUR’AN HADITS DI MTsN TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9. Disunatkan membaca Al-Q ur‟an dengan suara yang merdu dan bagus. 2 Kegiatan Qiroatul - Quran memiliki peran untuk memudahkan belajar siswa terutama pada bidang studi Al- Quran dan Hadits, karena disamping materi pelajaran bidang studi tersebut diambil dari potongan ayat Al- Quran dan Tajwid (hukum/ aturan membaca Al- Quran), juga dapat meningkatkan daya ingat dan memberikan ketenangan.

13 Baca lebih lajut

Etika Bisnis Dalam Prespektif Al Qur an

Etika Bisnis Dalam Prespektif Al Qur an

manusia. Betapapun peredaran perekonomian lancar dengan laju ekonomi tinggi dan tingkat inflasi rendah, namun jika tidak diimbangi dengan nilai-nilai luhur itu, maka pada titik tertentu akan tercipta kondisi yang membawa malapetaka baik langsung atau jangka panjang. Karena itu, Islam menekankan agar aktifitas bisnis manusia dimaksudkan tidak semata-mata sebagai alat pemuas keinginan (al-syahwat), tetapi lebih pada upaya pencarian kehidupan berkeseimbangan dunia-akhirat disertai prilaku positif bukan destruktif. Sementara itu pada sisi yang lain perkembangan dunia bisnis dan ekonomi telah berjalan cepat dalam dunianya sendiri, yang seringkali berjauhan dengan nilai-nilai moralitas dan agama. Sehingga dalam pelaksanaannya dipenuhi oleh praktek- praktek mal-bisnis. Oleh karena itu diperlukan adanya etika dalam berbisnis. Yang dimaksud praktek mal-bisnis dalam pengertian ini adalah mencakup semua perbuatan bisnis yang tidak baik, jelek, membawa akibat kerugian, maupun melanggar hukum. (Suwantoro 1990:20). Padahal al-Qur’an sebagai sumber nilai, telah memberikan nilai-nilai prinsipil untuk mengenali perilaku-perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai al-Qur’an khususnya dalam bidang bisnis. Pada mulanya etika bisnis muncul ketika kegiatan bisnis tidak luput dari sorotan etika. Menipu dalam bisnis, mengurangi timbangan atau takaran, merupakan contoh- contoh konkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis. Dari fenomena-fenomena itulah etika bisnis mendapat perhatian yang intensif hingga menjadi bidang kajian ilmiah yang berdiri sendiri. (George, 1986: 43). Menurut sementara pihak, problem etika bisnis terletak pada kesangsian apakah moralitas mempunyai tempat dalam kegiatan bisnis (Keraf, 1997: 49.) Bagi kalangan ini bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan mencari laba semata-mata. Bisnis telah ada dalam sistem dan struktur dunianya yang baku untuk mencari pemenuhan hidup. Sementara, etika merupakan disiplin ilmu yang berisi patokan-patokan mengenai apa-apa yang benar atau salah, yang baik atau buruk, sehingga dianggap tidak seiring dengan sistem dan struktur bisnis (Rahardjo,1995:2). Kesangsian-kesangsian inilah yang melahirkan mitos bisnis amoral
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Syaikh „Abdur Rahman as - Sa‟di rahimahullah berkata: “Inilah hikmah diturunkannya al - Quran, agar manusia merenungkan ayat-ayatnya, sehingga mereka bisa mengeluarkan ilmunya, serta mengamati rahasia dan hikmahnya. Maka dengan merenungkan, menghayati dan memikirkan (kandungan) al- Quran berulang kali, akan diraih keberkahan dan kebaikannya. Hal ini menunjukkan anjuran untuk merenungkan (makna) al- Quran, bahkan ini termasuk amal (shaleh) yang paling utama dan sesungguhnya membaca al- Quran yang disertai pere nungan terhadap maknanya lebih utama dari pada membacanya dengan cepat tanpa disertai p erenungan” . 18
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN HUMANISTIK DALAM AL-QUR'AN KATA INSAN, BASYAR DAN BANI ADAM Iskandar dan Najmuddin

PENDIDIKAN HUMANISTIK DALAM AL-QUR'AN KATA INSAN, BASYAR DAN BANI ADAM Iskandar dan Najmuddin

Adapun titik perbedaan tersebut dinyatakan al- Quran dengan adanya wahyu dan tugas kenabian yang disandang para Nabi dan Rasul. Sedangkan aspek yang lainnya dari mereka adalah kesamaan dengan manusia lainnya. Hanya saja kepada mereka diberikan wahyu, sedangkan kepada manusia umumnya tidak diberikan wahyu. Firman Allah swt. Katakanlah: Sesungguhnya Aku Ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TONGKAT BERBICARA (TALKING STICK) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AL-QUR’AN HADITS DI MIN 4 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TONGKAT BERBICARA (TALKING STICK) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AL-QUR’AN HADITS DI MIN 4 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Al- Quran Hadi ts merupakan perencanaan dan pelaksanaan program pengajaran membaca dan mengartikan atau menafsirkan ayat-ayat al-Quran dan hadits tertentu, yang sesuai dengan kepentingan siswa menurut tingkat- tingkat madrasah yang bersangkutan, sehingga dapat dijadikan modal kemampuan untuk mempelajari, meresapi dan menghayati pokok-pokok al- Quran dan al -Hadits dan menarik hikmah yang terkandung di dalam secara keseluruhan. 39 Mata pelajaran Qur’an Hadits merupakan unsur mata pelajaran pada madrasah yang memberikan pendidikan kepada peserta didik untuk memahami dan mencintai Al-Q ur’an dan hadits sebagai sumber ajaran Islam dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. 40
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Manusia menurut Sains dan AL Quran

Manusia menurut Sains dan AL Quran

Para ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum. Ini sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore, beliau mengatakan : "Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu". Selain itu beliau juga mengatakan, "Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan). Kesemuanya itu belum diketahui oleh Spalanzani sampai dengan eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide tentang perkembangan yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zygote belum ditemukan sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh sebelumnya Al Qur’an telah menegaskan dari nutfah Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian (hadits menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya."
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

DINAMIKA KAJIAN AL-QUR’AN DI BARAT DAN DAMPAKNYA PADA KAJIAN AL-QUR’AN KONTEMPORER

DINAMIKA KAJIAN AL-QUR’AN DI BARAT DAN DAMPAKNYA PADA KAJIAN AL-QUR’AN KONTEMPORER

Dalam perkembangannya, teori pengaruh sebagaimana dijelaskan di atas terus dikembangkan oleh generasi sesudahnya dengan beragam modifikasi. Dapat disebutkan di sini adalah karya penulis semisal Michael Cook dan Patricia Crone melalui bukunya, Hagarism: The Making of Islamic World 29 yang menegaskan bahwa Islam merupakan gerakan messianic Arab yang bersekutu dengan Yahudi yang berupaya untuk merebut kembali Syria Tanah Suci dari imperium Byzantium. Pandangan ini jelas banyak dipengaruhi dan diinspirasi oleh J. Wansbrough yang mendekati Al-Quran dengan pendekatan kritik Bible. Kajian lain misalnya dilakukan oleh orang yang menamakan dirinya Cristoph Luxenberg, The Syro-Aramaic Reading of The Koran; A Contribution to the Decoding of the Language of the Koran. Ia menegaskan bahwa Al-Quran didasarkan pada dokumen liturgis Kristen yang ditulis dalam bahasa yang lebih dekat pada Bahasa Aramaik ketimbang Bahasa Arab. Buku yang awalnya ditulis dalam bahasa Jerman ini diterbitkan oleh Verag Hans Schiler, Berlin, 2007.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

58 BAB IV TADABBUR AL-QUR’AN PERSPEKTIF MAHASISWA TAFSIR HADIS DAN PROGRAM KHUSUS TAFSIR HADIS

58 BAB IV TADABBUR AL-QUR’AN PERSPEKTIF MAHASISWA TAFSIR HADIS DAN PROGRAM KHUSUS TAFSIR HADIS

“Saya mulai memahami al - Quran secara intensif sejak semester 6, dengan cara memahaminya mulai dari surat al-Fatihah dan sekarang masih di dalam surat al-bagarah, karena dengan memahami al- Quran secara berurutan kita akan dapat memahami al- Quran secara utuh, karena semua isi al - Quran itu sangat penting dan merupakan pedoman hidup setiap umat Islam. Dari masing- masing kata- kata dalam al- Quran itu ada kaedah tert entu yang memiki makna yang dalam sehingga banyak hal yang terdapat dalam satu kata, ketika ingin mengetahui suatu permasalahan maka akan ditinjau ulang apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang terdapat dalam kata tersebut, dan disanalah kita melihat banyak kejadian dan hal-hal dalam kehidupan kita sendiri bahwa apa yang disampaikan itu banyak hal yang terkandung di dalamnya” 18 dan juga saya mengikuti kajian tafsir yang juga gurunya menjelaskan menggunakan tafsir al-Maraghi secara tahlili.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

KONSTRIBUSI PEMIKIRAN MUHAMMAD IQBAL DALAM PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM

KONSTRIBUSI PEMIKIRAN MUHAMMAD IQBAL DALAM PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM

Pemikiran serta gagasan-gagasan Iqbal cukup berpengaruh dalam upaya pembentukan negara Islam Pakistan yang diplokramirkan oleh Muhammad Ali Jinnah. Sepeninggalan Iqbal, berkembang kajian-kajian terhadap pemikiran dan gagasan-gagasan beliau baik yang intens maupun insidentil. Di antara cendekiawan yang serius mengembangkan gagasan-gagasannya adalah Fazlu Rahman, meskipun tidak secara utuh. Sebab disamping melakukan pembelaan terhadap Iqbal dari serangan orientalis ia juga memberikan kritik dalam beberapa hal. Pemikiran Iqbal mengenai alam semesta, manusia dan Al Quran cukup mendapat tempat dan dikembang oleh Fazlu Rahman. Ia lebih mempertajam pandangan Iqbal mengenai Al Quran, menurutnya Al Quran sebagai kitab yang berisi moral dan etik, bukan dokumen yang memuat hukum-hukum yang kaku. 21 Dan ia menjelaskan tujuan-tujuan dan prisip yang menjadi esensi hukum- hukum. 22 Dalam menafsirkan al Quran secara integral dan komprehensif, ia menetapkan tiga hal yang tidak boleh diabaikan yakni : memperhatikan latar belakang sejarah turunnya Al Quran sehingga bisa dipahami makna teksnya, membedakan antara ketetapan hukum dan sasaran atau tujuan moral yang dikandung Al Quran, dan terakhir memahami dan menetapkan sasaran dari tujuan Al Quran dengan memperhatikan latar belakang sosio -historisnya. 23
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Implementasi metode menghafal al-Qur`an: studi kasus di lima pesantren Tahfiz al-Qur`an Kabupaten Jember.

Implementasi metode menghafal al-Qur`an: studi kasus di lima pesantren Tahfiz al-Qur`an Kabupaten Jember.

Awal berdirinya Pondok Pesantren Al- Ṣ iddiqi putri ini dirintis oleh Almarhum K.H. Abd. Chalim Shiddiq pada tahun 1931, berlokasi di kompleks peninggalan almarhum K.H.M. Shiddiq (embah Shiddiq) di Jl. K.H. Shiddiq No. 82 Jember. Bermula dengan jumlah santri putri 12 orang. Beliau juga yang menjadipengurus Pondok Pesantren Al- Ṣ iddiqi dan sekaligus Kepala Jawatan Agama Kabupaten Jember, mendidik santri-santri putri dengan sistem sorogan, tanpa kurikulum tetapi berdasarkan jenjang tingkatan kitab yang disesuaikan dengan kemampuan masing masing santri.Berkembangnya jumlah santri menjadi 70 orang pada tahun 1949 mendesak beliau untuk membuat panggung dibagian belakang rumah. Ibu Nyai H. Hayat Muzayyanah (almarhumah) sebagai istri setia beliau, berkiprah langsung mengasuh santri putri yang jumlahnya kian bertambah terus.Bertambahnya jumlah santri puteri yang berdatangan dan niat beliau ingin memisakan lokasi antara santri putra dengan santri putri, mendorong beliau untuk mencari lokasi khusus bagi puteri. Pada tahun 1957 beliau dengan upaya swadaya bersama ibu Nyai H. Hayat Muzayyanah dapat membeli sebidang tanah di lokasi sebelah selatan, yang sekarang menjadi kompleks Pondok Pesantren Al-Ṣiddiqi Putri (ASHRI).
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

EFEKTIVFITAS PEMBELAJARAN INTENSIF AL QUR’AN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BACAAN AL QUR’AN SANTRI BARU DI PESANTREN MAHASISWA PUSAT MA’HAD AL JAMI’AH UIN SUNAN AMPEL SURABAYA.

EFEKTIVFITAS PEMBELAJARAN INTENSIF AL QUR’AN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BACAAN AL QUR’AN SANTRI BARU DI PESANTREN MAHASISWA PUSAT MA’HAD AL JAMI’AH UIN SUNAN AMPEL SURABAYA.

Pada semester ini, materi yang disampaikan dititik beratkan pada perbaikan makharijul huruf. Dengan tujuan agar mahasantri mampu mengenali huruf-huruf hijaiyah beserta sifat dan hukumnya dengan tepat, terutama bagi mahasantri yang termasuk dalam tingkatan Ula (tingkat dasar). Dari sekian metode pembelajaran AL Quran yang telah disampaikan di kajian teori di atas. Ada tiga macam metode yang dikuasai oleh Pembina-pembina Tahsin Al Quran yang disampaikan dikelasnya masing-masing , yaitu metode Qiro‟ati, Ummi , dan Tilawatih.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

KONSEP SYAFA'AT DALAM AL-QUR'AN (Kajian Kitab Tafsir al-Kasysyaf) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

KONSEP SYAFA'AT DALAM AL-QUR'AN (Kajian Kitab Tafsir al-Kasysyaf) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Tafsir Qur an Ulul-Albab Sebuah Penafsiran al-Qur an dengan Metode Tematis.Bandung: Madania Prima, 2009 Shihab, M.. Wawasan Al-Qur an: Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat.Bandun[r]

4 Baca lebih lajut

Menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah

Menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah

Jika anda bermimpi melihat Al Qur'an, menandakan ada rahmat dari Tuhan yang besar untuk anda, dan mimpi Al Qur'an turun dari langit masuk kekepala anda dengan bentuk kertas yang panjang dan tiada putus bersirat anda memiliki banyak peluang untuk masuk kedunia yang anda inginkan hidup anda penuh dengan pilihan, semoga anda dapat pilihan yang benar, dan jauhi segala larangan Tuhan karna anda akan selalu dicoba dengan kemaksiatan entah itu datangnya dari kesusahan, atau kesenangan dunia. Dan bila anda lolos dari segala cobaan maka segala yang anda ucapkan akan dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. (hati-hati menyumpahi orang lain, karena ucapan anda cepat didengar Tuhan).
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...