kebakaran bangunan

Top PDF kebakaran bangunan:

Evaluasi Keandalan Sistem Keselamatan Kebakaran Bangunan dengan Menggunakan Pedoman Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran Bangunan Gedung (Pd-T-11-2005-C) di RSUD Kota Tangerang Tahun 2014

Evaluasi Keandalan Sistem Keselamatan Kebakaran Bangunan dengan Menggunakan Pedoman Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran Bangunan Gedung (Pd-T-11-2005-C) di RSUD Kota Tangerang Tahun 2014

Selain itu, pedoman ini cocok untuk digunakan pada bangunan di Indonesia karena merupakan pedoman yang dibuat oleh Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum (Saptaria, 2005). Hal ini yang menjadi keunggulan pedoman pemeriksaan ini. Peneliti melihat keandalan sistem keselamatan bangunan karena peneliti ingin mengetahui tingkat kesempurnaan kondisi perlengkapan proteksi yang menjamin keselamatan, serta fungsi dan kenyamanan suatu bangunan gedung dan lingkungannya dalam hal ini di RSUD Kota Tangerang selama masa pakai dari gedung tersebut dari segi bahayanya terhadap kebakaran. Seperti disebutkan dalam (Mahmudah, 2012) bahwa keandalan merupakan tingkat kesempurnaan kondisi perlengkapan proteksi yang menjamin keselamatan, serta fungsi dan kenyamanan suatu bangunan gedung dan lingkungannya selama masa pakai dari gedung tersebut dari segi bahayanya terhadap kebakaran.
Baca lebih lanjut

204 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PENGAMANAN KEBAKARAN BANGUNAN PASAR WAGE PURWOKERTO MANAJEMEN PENGAMANAN KEBAKARAN BANGUNAN PASAR WAGE PURWOKERTO MANAJEMEN PENGAMANAN KEBAKARAN BANGUNAN PASAR WAGE PURWOKERTO.

MANAJEMEN PENGAMANAN KEBAKARAN BANGUNAN PASAR WAGE PURWOKERTO MANAJEMEN PENGAMANAN KEBAKARAN BANGUNAN PASAR WAGE PURWOKERTO MANAJEMEN PENGAMANAN KEBAKARAN BANGUNAN PASAR WAGE PURWOKERTO.

menjadi penyebab membesarnya kebakaran. Dianggap perlu untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan kesigapan pengelola bangunan dalam menghadapi kebakaran. Tim Penanggulangan Kebakaran dapat dibentuk dengan tugas pokok dan fungsinya dalam kondisi pra-kebakaran, pada saat kebakaran maupun pasca kebakaran. Hal ini diharapkan menjadikan bahaya kebakaran dapat diminimalisasi.

4 Baca lebih lajut

14. Pedoman Sistem Proteksi Kebakaran Aktif Pada Bangunan RS

14. Pedoman Sistem Proteksi Kebakaran Aktif Pada Bangunan RS

8.3.3 Adalah penting untuk disadari bahwa semua sistem proteksi kebakaran tersebut di atas tidak terpisah dan berdiri sendiri dalam operasinya untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan/evakuasi penghuni bangunan. Terdapat pengaruh saling berhubungan, interlok dan antarmuka (interface) antara sistem. Pemeliharaan dan perawatan yang buruk dari satu sistem dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keseluruhan keselamatan kebakaran bangunan. 8.4 Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Evaluasi Sistem Pencegahan Kebakaran dan Evakuasi Pada Bangunan Administrasi Tinjauan Terhadap Beban Api.

Evaluasi Sistem Pencegahan Kebakaran dan Evakuasi Pada Bangunan Administrasi Tinjauan Terhadap Beban Api.

Bahaya yang disebabkan kebakaran pada manusia dapat berupa gangguan pengelihatan, gangguan pernafasan hingga korban jiwa. Bahaya ini jika tidak dapat diantisipasi, selalu diupayakan timbul seminimal mungkin. Disamping pemakai gedung dituntut kewaspadaanya agar tidak menimbulkan kebakaran, bangunan yang ada wajib disediakan suatu sistem pencegahan kebakaran. Untuk mengantisipasi api yang semakin besar, perlu disediakan suatu sistem evakuasi

16 Baca lebih lajut

KESELAMATAN TERHADAP RESIKO KEBAKARAN PADA BANGUNAN RUKO DI KOTA MAKASSAR

KESELAMATAN TERHADAP RESIKO KEBAKARAN PADA BANGUNAN RUKO DI KOTA MAKASSAR

budaya masyarakat. Orang akan malas dan enggan mempersiapkan diri untuk sesuatu yang belum tentu akan dihadapinya. Ketidaksiapan budaya ini jugalah yang membuat orang akan cenderung ceroboh dan lalai sehingga semakin memperbesar peluang kemungkinan terjadinya bencana ini (Suharso, 1997). Data kejadian kebakaran bangunan pada periode tahun 1984-1989 yang merupakan hasil Publikasi Litbang Pemukiman Departemen Pekerjaan Umum (Suprapto dan Effendi, 1993) menunjukan bahwa ada 1.830 kejadian kebakaran (32,6% dari total kebakaran) terjadi karena kelalaian manusia. Mengingat potensinya yang semakin lama semakin signifikan , bahaya bencana ini nampaknya harus segera diantisipasi dan dihadapi dengan berbagai upaya penanggulangan yang komprehensif, sistematik, efektif dan berkelanjutan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KEBAKARAN 1 UNIT BANGUNAN PERMANEN

KEBAKARAN 1 UNIT BANGUNAN PERMANEN

Kronologis kejadian berawal ketika saksi 1 An. Miranti sedang berada di dalam rumah kemudian datang pelaku lari ke dalam rumah minta tolong kepada saksi 1 An. Miranti karena dikejar oleh warga. Mengetahui banyak warga di luar rumah, saksi 1 An. Miranti pergi ke luar rumah dan warga yang mengejar pelaku memerintahkan pelaku untuk keluar dari rumah. Karena ketakutan pelaku melemparkan botol minuman, gelas dan perabotan rumah tangga lainnya ke arah warga serta memegang senjata tajam berupa sebilah parang.Pada saat bersamaan datang di Tkp sebanyak 2 orang petugas Polsek Koto Tangah beruniform dan 2 orang petugas Polsek Koto Tangah non uniform untuk mengamankan pelaku, namun pelaku tidak mau keluar dan menutup pintu rumah sehingga petugas tidak bisa masuk ke dalam rumah. Beberapa saat berselang terlihat api sudah membesar dan membakar seluruh rumah korban.Melihat api membakar rumah korban, masyarakat secara bersama-sama membantu memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya dan menghubungi Pemadam Kebakaran Dinas BPBD Kota Padang. Sekira pukul 14.30 wib datang di tkp 1 unit mobil pemadam kebakaran Dinas BPBD Pemko Padang melakukan pendinginan terhadap material sisa kebakaran bangunan. Setelah anggota pemadam kebakaran memastikan api sudah mati, selanjutnya anggota Polsek Koto Tangah mengamankan pelaku yang memegang senjata tajam berupa sebilah parang dan bersembunyi di dalam sumur di dalam rumah korban. Selanjutnya pelaku diamankan ke Mapolresta Padang untuk penyidikan lebih lanjut, dan berdasarkan identifikasi sementara di Tkp diketahui bahwa kebakaran bangunan disebabkan karena pelaku yang sengaja membakar rumah korban, dan akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian + Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta Rupiah).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Projek 1.1.1. Gagasan Awal - 14.A1.0173 FIRMANSYAH ISMAIL SOFYAN (9.7).BAB I

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Projek 1.1.1. Gagasan Awal - 14.A1.0173 FIRMANSYAH ISMAIL SOFYAN (9.7).BAB I

Adalah metoda penyusunan dan analisa melalui studi terhadap proyek sejenis, yaitu Asrama Haji Surabaya, dan Asrama Haji lain. Yang kemudian digunakan sebagai contoh bangunan dan acuan dalam melakukan perencanaan dan perancangan.

14 Baca lebih lajut

Balai Latihan Kerja Luar Negeri di Semarang - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Balai Latihan Kerja Luar Negeri di Semarang - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Rangka atap menggunakan baja ringan untuk mengantisipasi adanya bentang lebar. Material pentutup atap menggunakan bitumen. Pemilihan material ini dimaksudkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat meredam kebisingan yang cocok untuk bangunan pelatihan, mengingat site dekat dengan sumber bising. Harganya juga relative murah. Pada beberapa daerah atap menggunakan beton cor yang juga berfungsi sebagai tempat menyimpan tangki air.

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Zonasi Daerah Rawan Bencana Kebakaran Di Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta Dengan Menggunakan Citra Satelit Quickbird Dan Sistem Informasi Geografi.

PENDAHULUAN Analisis Zonasi Daerah Rawan Bencana Kebakaran Di Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta Dengan Menggunakan Citra Satelit Quickbird Dan Sistem Informasi Geografi.

Cara pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi terjadinya kebakaran adalah dengan pengamanan bangunan. Kriteria bangunan yang tidak mudah menimbulkan terjadiya kebakaran harus memenuhi persyaratan yang baik. Persyaratan tersebut adalah parameter yang digunakan dalam penelitian ini, yang sudah teruji di pada parameter yanga akan diuji diatas. Selain itu perlu di perhatikan pembangunan yang mencakup aspek-aspek lingkungan.

10 Baca lebih lajut

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN  WISMA RETRET DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS DI KALIURANG SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN WISMA RETRET DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS DI KALIURANG SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

163 pencarian koleksi yang ada, untuk itu struktur yang cocok ialah struktur rangka yang tidak menyita banyak ruang dan memudahkan penataan layout penataan koleksi dan ruang baca. Sistem bearing wall juga digunakan pada core bangunan sekaligus sebagai tempat dan perlindungan tangga darurat dan utilitas bangunan. Bangunan perpustakaan umum akan menggunakan sistem rangka (balok dan kolom) sebagai rangka kaku.

24 Baca lebih lajut

Sevi Maulani 21020110141078 BAB VI

Sevi Maulani 21020110141078 BAB VI

Distribusi listrik yang berasal dari PLN disalurkan ke gardu utama atau trafo. Dari trafo daya listrik dialirkan menuju Main Distribution Panel (MDP) lalu disalurkan Sub Distribution Panel (SDP) untuk diteruskan ke seluruh bangunan yang memerlukan evergi listrik. Setiap SDP memiliki ruang control untuk memudahkan pengelola mengawasi dan mengoperasikan distribusi aliran listrik. Dalam keadaan darurat, disediakan generator set yang yang secara otomatis dapat menggantikan daya listrik dari PLN yang bisa kapan saja terputus. Melihat kompleksitas sistem distribusi yang cukup rumit, akan lebih baik jika bangunan rumah susun tersebut disediakan power house tersendiri untuk mewadahi kebutuhan distribusi listrik yang diperlukan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

DHIENDA MARIVA 21020111140177 LAMPIRAN

DHIENDA MARIVA 21020111140177 LAMPIRAN

2. Untuk mendapatkan tingkat temperatur dan kenyamanan termal dalam ruang harus memperhatikan letak geografis dan orientasi bangunan, penggunaan bentuk masa yang menimbulkan shading (bayangan), ventilasi alami dan penggunaan bahan bangunan. 3. Untuk mendapatkan tingkat temperatur dan kelembaban udara di dalam ruangan dapat dilakukan dengan alat pengkondisian udara yang mempertimbangkan:

4 Baca lebih lajut

ANALISA INVESTASI BANGUNAN INCINERATOR PT. PETROWIDADA GRESIK PASCA KEBAKARAN.

ANALISA INVESTASI BANGUNAN INCINERATOR PT. PETROWIDADA GRESIK PASCA KEBAKARAN.

Pemasukan diperoleh dari nilai manfaat pengolahan limbah yang semula di proses oleh PT. Prasadha Pamunah Limbah Cileungsi Bogor yang telah di anggarkan setiap tahunnya dan kemudian pengolahan limbah dilakukan oleh PT. Petrowidada lewat bangunan Incinerator yang dibangun pada tahun 2000 dengan tipe pengolahan “Firing Residue”

11 Baca lebih lajut

Evaluasi keandalan sarana penyelamatan jiwa terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung.

Evaluasi keandalan sarana penyelamatan jiwa terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung.

Dalam Pedoman Induk Penanggulangan Darurat Kebakaran dan Bencana Alam yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan, dipaparkan bahwa kebakaran dan bencana alam yang dapat terjadi setiap saat dapat menimbulkan terganggunya kelancaran produktivitas, kerusakan peralatan, lingkungan tempat kerja serta dampak negatif lainnya yang mungkin diderita oleh manusia berupa cedera, cacat bahkan meninggal dunia. Semua ini baik secara langsung maupun tidak langsung akan mengakibatkan kerugian, baik bagi bangunan maupun pengguna.

19 Baca lebih lajut

ANALISIS RISIKO KEBAKARAN DALAM PEMENUHAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG 2014.

ANALISIS RISIKO KEBAKARAN DALAM PEMENUHAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG 2014.

Berdasarkan hasil penelitian Woro Sulistianingrum pada bulan Juli 2011 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, menunjukkan bahwa ada hubungan antara sikap dengan kesiapsiagaan tanggap darurat penghuni gedung Universitas Dian Nuswantoro terhadap ancaman bahaya kebakaran, tidak ada hubungan antara kontrol perilaku aktual dengan kesiapsiagaan tanggap darurat penghuni gedung Universitas Dian Nuswantoro terhadap ancaman bahaya kebakaran, dan tidak ada hubungan antara kepercayaan normatif dengan kesiapsiagaan tanggap darurat penghuni gedung Universitas Dian Nuswantoro terhadap ancaman bahaya kebakaran. 4
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Pengelolaan Penanggulangan Kebakaran di IGD RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2016

Analisis Pengelolaan Penanggulangan Kebakaran di IGD RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2016

Hesna, Y., Hidayat, B., 2009. Evaluasi Penerapan Sistem Keselamatan Kebakaran pada Bangunan Gedung Rumah sakit Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5 No.2. Diakses dari http://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/viewFile/v5-n2-hesna/60 pada tanggal 10 Juni 2016, 22:11.

2 Baca lebih lajut

surat pernyataan perencana konstruksi bangunan baru

surat pernyataan perencana konstruksi bangunan baru

2Menjamin perencanaan rancang bangun telah memenuhi persyaratan arsitektur bangunan dan keandalan bangunan termasuk kemampuan mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan bahaya petir[r]

1 Baca lebih lajut

Petra Lustriadi 21020112130134 BAB 6

Petra Lustriadi 21020112130134 BAB 6

Gedung Pertunjukan Musik mencitrakan sebuah ekspresi arsitektur post-modern yakni bangunan monumental yang bersifat metafora terhadap musik. Adapun unsur yang berpengaruh adalah : simetris, dominasi unsur-unsur vertikal maupun horizontal, bentuk dan dimensi bangunan lebih menonjol dari sekitarnya pada jarak pandang tertentu.

8 Baca lebih lajut

APLIKASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN DI PT. PURA BARUTAMA UNIT OFFSET KUDUS

APLIKASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN DI PT. PURA BARUTAMA UNIT OFFSET KUDUS

Dalam pengupayaan perlindungan terhadap bahaya kebakaran perlu memperhatikan dengan cermat terhadap lokasi dan desain gudang. Zat-zat cair yang dapat terbakar dan bahan-bahan yang kurang baik dalam penyimpanannya merupakan sumber bahaya terjadinya kebakaran. Tidak adanya tempat penyimpanan yang tepat seperti rak- rakan dapat menyebabkan bahan kimia berceceran di lantai sehingga menambah adanya potensi bahaya kebakaran. Selain itu juga dapat menimbulkan kesulitan pada saat pengupayaan pemadaman api apabila terjadi kebakaran.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PERDA 8 2010.doc

PERDA 8 2010.doc

(1) Jarak minimal antara blok bangunan harus diperhitungkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan tinggi, lebar dan persentase bukaan yang terdapat pada bangunan sekitarnya, sehingga apabila salah satu bangunan tersebut terbakar, maka bangunan lain disekitarnya tidak terpengaruh oleh pancaran panas radiasi kebakaran tersebut.

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...