Keberadaan Bakteri Escherichia

Top PDF Keberadaan Bakteri Escherichia:

Gambaran Higiene Sanitasi Penyelenggaraan Makanan dan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Peralatan Makan di Lingkungan Kantin Universitas Sumatera Utara Tahun 2015

Gambaran Higiene Sanitasi Penyelenggaraan Makanan dan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Peralatan Makan di Lingkungan Kantin Universitas Sumatera Utara Tahun 2015

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ GAMBARAN HIGIENE SANITASI PENYELENGGARAAN MAKANAN DAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA PERALATAN MAKAN DI LINGKUNGAN KANTIN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TAHUN 2015 ” ini beserta seluruh isinya adalah benar hasil karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko atau sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau klaim lain dari pihak lain terhadap keaslian karya saya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEBERADAAN BAKTERI  Hubungan Higiene Sanitasi Dengan Keberadaan Bakteri Escherichia Coli Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kawasan Universitas Muhammadyah Surakarta.

HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Hubungan Higiene Sanitasi Dengan Keberadaan Bakteri Escherichia Coli Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kawasan Universitas Muhammadyah Surakarta.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan higiene sanitasi dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang di kawasan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hasil uji Chi square didapatkan hasil P = 0,000 yang menunjukkan adanya hubungan dua variabel yaitu higiene sanitasi dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang di kawasan Universitas Muhammadiyah Suarakarta, dan nilai C = 0,502 menunjukkan bahwa tingkat keeratan hubungan antar keduanya yaitu sedang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Keberadaan Bakteri Escherichia Coli Pada Jamu Gendong Di Jalan Sumatera Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember (The Existence Of Bacteria Escherichia Coli In Jamu Gendong on The Streets of Sumatera, Sumbersari, Jember)

Keberadaan Bakteri Escherichia Coli Pada Jamu Gendong Di Jalan Sumatera Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember (The Existence Of Bacteria Escherichia Coli In Jamu Gendong on The Streets of Sumatera, Sumbersari, Jember)

Hasil penelitian keberadaan bakteri escherichia coli, 9 jamu kencur, 4 jamu kunyit, dan 5 jamu kunci positif mengandung bakteri Escherichia coli. Hal ini tidak sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM yang mana pada produk jamu, tidak boleh terdapat bakteri coliform seperti Escherichia coli. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, masih terdapat responden yang tidak memasak jamu atau air sampai mendidih, alat penghalus yang masih kurang bersih, bahan baku masih belum bersih, wadah penyimpanan masih belum bersih dan tidak kering saat digunakan, dan alat penuang jamu yang masih belum bersih.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Gambaran Higiene Sanitasi Penyelenggaraan Makanan dan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Peralatan Makan di Lingkungan Kantin Universitas Sumatera Utara Tahun 2015

Gambaran Higiene Sanitasi Penyelenggaraan Makanan dan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Peralatan Makan di Lingkungan Kantin Universitas Sumatera Utara Tahun 2015

Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui gambaran higiene sanitasi penyelenggaraan makanan dan minuman pada kantin dan keberadaan bakteri Escherichia coli pada peralatan makan di lingkungan Universitas Sumatera Utara tahun 2015.

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA HIGIENE SANITASI MAKANAN DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA PERALATAN MAKAN (Studi Pada Pedagang Kaki Lima di Jalan Kalimantan Kabupaten Jember)

HUBUNGAN ANTARA HIGIENE SANITASI MAKANAN DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA PERALATAN MAKAN (Studi Pada Pedagang Kaki Lima di Jalan Kalimantan Kabupaten Jember)

Hubungan antara Higiene Sanitasi Makanan dengan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Peralatan Makan (Studi pada Pedagang Kaki Lima di Sepanjang Jalan Kalimantan Kabupaten Jember); Wafa’; 062110101002; 118 halaman; Bagian Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Keselamatan Kerja.

21 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA HIGIENE SANITASI MAKANAN DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA PERALATAN MAKAN (Studi Pada Pedagang Kaki Lima di Jalan Kalimantan Kabupaten Jember)

HUBUNGAN ANTARA HIGIENE SANITASI MAKANAN DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA PERALATAN MAKAN (Studi Pada Pedagang Kaki Lima di Jalan Kalimantan Kabupaten Jember)

Hubungan antara Higiene Sanitasi Makanan dengan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Peralatan Makan (Studi pada Pedagang Kaki Lima di Sepanjang Jalan Kalimantan Kabupaten Jember); Wafa’; 062110101002; 118 halaman; Bagian Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Keselamatan Kerja.

21 Baca lebih lajut

HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEBERADAAN BAKTERI  Hubungan Higiene Sanitasi Dengan Keberadaan Bakteri Escherichia Coli Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kawasan Universitas Muhammadyah Surakarta.

HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Hubungan Higiene Sanitasi Dengan Keberadaan Bakteri Escherichia Coli Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kawasan Universitas Muhammadyah Surakarta.

Kesimpulan : Terdapat hubungan higiene sanitasi dengan keberadaan bakteri Escherichia coli di depot air minum isi ulang di kawasan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pemilik depot disarankan untuk memelihara higiene sanitasi. Pemerintah setempat hendaknya meningkatkan pengawasan agar kualitas air minum terjaga dengan baik.

12 Baca lebih lajut

(ABSTRAK)Hubungan antara Higiene Penjamah dan Sanitasi Makanan dengan Keberadaan Bakteri Escherichia coli (Studi pada Warung Jus Buah di Sekitar Kampus UNNES Sekaran Gunungpati Semarang Tahun 2011).

(ABSTRAK)Hubungan antara Higiene Penjamah dan Sanitasi Makanan dengan Keberadaan Bakteri Escherichia coli (Studi pada Warung Jus Buah di Sekitar Kampus UNNES Sekaran Gunungpati Semarang Tahun 2011).

makanan, sanitas alat, sanitasi tempat, sanitasi air dan sanitasi bahan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli. Saran bagi penjual dan puskesmas yaitu dapat meningkatkan higiene sanitasi makanan, mengadakan pengawasan dan penyuluhan tentang higiene dan sanitasi makanan. Bagi peneliti lanjut hendaknya dapat mengembangkan variabel baru mengenai higiene dan sanitasi makanan.

1 Baca lebih lajut

Gambaran Higiene Sanitasi Penyelenggaraan Makanan dan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Peralatan Makan di Lingkungan Kantin Universitas Sumatera Utara Tahun 2015

Gambaran Higiene Sanitasi Penyelenggaraan Makanan dan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Peralatan Makan di Lingkungan Kantin Universitas Sumatera Utara Tahun 2015

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ GAMBARAN HIGIENE SANITASI PENYELENGGARAAN MAKANAN DAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA PERALATAN MAKAN DI LINGKUNGAN KANTIN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TAHUN 2015 ” ini beserta seluruh isinya adalah benar hasil karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko atau sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau klaim lain dari pihak lain terhadap keaslian karya saya.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

UJI KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli DAN Salmonella thypi PADA AIR MINUM ISI ULANG DI KELURAHAN ANTANG KOTA MAKASSAR

UJI KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli DAN Salmonella thypi PADA AIR MINUM ISI ULANG DI KELURAHAN ANTANG KOTA MAKASSAR

Sedangkan penyakit yang dapat ditimbulkan karena keberadaan bakteri Salmonella thypi adalah penyakit thypus abdominalis dengan gejala demam tinggi terutama pada sore hari, seringkali merancau dan gelisah. penderita sangat lemah dan apatis, anorexia dan sakit kepala. beberapa penderita mengalami diare, namun pada umumnya penderita mengalami konstipasi. Bakteri ini masuk ke dalam aliran darah. Angka kematian kurang lebih 25%. Selain itu, bakteri Salmonella juga menyebabkan demam tifoid. Gejalanya berupa demam, perut kembung, susah buang air besar, pusing, lesu, tidak nafsu makan, mual dan muntah. Bakterinya dapat dijumpai dalam tinja baik selama menderita sakit maupun selama periode penyembuhan.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA JAMU GENDONG DI JALAN SUMATERA KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA JAMU GENDONG DI JALAN SUMATERA KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

Escherichia coli atau yang biasa disingkat E. Coli, merupakan salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae, berbentuk batang dan tidak membentuk spora. E. Coli ini sesungguhnya merupakan penghuni normal usus, selain berkembang biak di lingkungan sekitar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa E.Coli tipe 0157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia ( Arisman, 2009). Bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya epidemic penyakit-penyakit saluran pencernaan makanan seperti kolera, tifus, disentri, diare dan penyakit cacing. Di michigan dan Oregon tahun 1982 dilaporkan kasus diare berdarah yang disebabkan oleh bakteri E.coli, yang mengakibatkan 47 orang sakit dan 3 orang meninggal dunia (Riley, 1983:308). Bakteri Escherichia coli dipakai sebagai indikator pencemaran, keberadaannya diluar tubuh manusia mengindikasikan telah terjadi kontaminasi dari feses manusia atau hewan melalui air yang digunakan untuk pembuatan jamu (Gulo, 2011:2).
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

UJI KUALITAS AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN MEDAN DENAI.

UJI KUALITAS AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN MEDAN DENAI.

Peneliti merasa tertarik untuk meneliti air minum yang dihasilkan oleh depot-depot AIMU di Kecamatan Medan Denai, terutama dari segi keberadaan bakteri Escherichia coli, apakah telah memenuhi kriteria air layak minum yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang air minum, dimana jumlah bakteri Escherichia coli yang diperbolehkan dalam air minum adalah 0/100 ml, menginggat semakin tingginya persentase masyarakat yang menggunakan air minum isi ulang sebagai sumber air minum sehari-hari, dapat dilihat pada gamabaran diagram dibawah ini.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

UJI KUALITAS AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN MEDAN DENAI.

UJI KUALITAS AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN MEDAN DENAI.

Peneliti merasa tertarik untuk meneliti air minum yang dihasilkan oleh depot-depot AIMU di Kecamatan Medan Denai, terutama dari segi keberadaan bakteri Escherichia coli, apakah telah memenuhi kriteria air layak minum yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang air minum, dimana jumlah bakteri Escherichia coli yang diperbolehkan dalam air minum adalah 0/100 ml, menginggat semakin tingginya persentase masyarakat yang menggunakan air minum isi ulang sebagai sumber air minum sehari-hari, dapat dilihat pada gamabaran diagram dibawah ini.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TEMPAT PENGISIAN AIR,PROSES PENGISIAN AIR DAN HYGIENE PERORANGAN DENGAN KEBERADAAN ESCHERICHIA COLI PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG

HUBUNGAN ANTARA TEMPAT PENGISIAN AIR,PROSES PENGISIAN AIR DAN HYGIENE PERORANGAN DENGAN KEBERADAAN ESCHERICHIA COLI PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG

The conclusion was there were a relationship between the water charging, the charging process water and personal hygiene with the presence of Escherichia coli in drinking water depot refill on Demak Karangawen district in 2013. Suggestions are made to: (1) Public Health Center, as input to improve oversight and guidance to the depot refill drinking water; (2) The employer and employees, as the information to employer and employees depot drinking water refill to pay attention to drinking water filling procedures and personal hygiene attention is inside of employees; (3) The authors, to add knowledge the relationship between the water filling, water filling process, and personal hygiene; (4) The consumer, the consumer should buy drinking water refill in depots had been certified with laboratorium test from Department of Health stating zero or negative outcome of the bacterium Escherichia coli.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Artikel Publikasi : PEMANFAATAN UMBI GADUNG DANUMBI UWI SEBAGAI MEDIA  Pemanfaatan Umbi Gadung Dan Umbi Uwi Sebagai Media Alternatif Substitusi Nutrient Agar (Na)Untuk Pertumbuhan Bakteri.

Artikel Publikasi : PEMANFAATAN UMBI GADUNG DANUMBI UWI SEBAGAI MEDIA Pemanfaatan Umbi Gadung Dan Umbi Uwi Sebagai Media Alternatif Substitusi Nutrient Agar (Na)Untuk Pertumbuhan Bakteri.

Abundance of natural resources that have been used as a substitute for bacterial growth media to encourage researchers to examine and make substitutions of alternative media Nutrient Agar is derived from gadung tuber and uwi tuber. Media usage of natural origin are concidered more economical. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors. Factor 1 is a type is Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Factor 2 is the type of media that is gadung tuber, uwi tuber, and Nutrient Agar (NA) is a media control. The second test bacteria inoculated by means of a spread plate and incubated for 24- 48 hours at 37 o C. The parameters measured were the number population and size of the of bacterial colonies. Total populous, either Esherichia coli or Staphylococcus aureus is the gadung tuber media with the results of Too much Too Count (TMTC) which means that the population of bacteria very much. Total population of Escherichia coli in media uwi tuber was 2,3× 10 9 CFU/ml and the media NA 3,6× 10 9 CFU/ml. Total population of Staphylococcus aureus in uwi tuber was 2,3× 10 9 CFU/ml and the media NA is 5,5× 10 9 CFU/ml. Best bacteria l colony size (large easily and observed) are on NA media, while in between the two media tuber bacterial colonies best (easily observed and large) is the tuber uwi media. The results showed that the alternatif media of gadung tuber and uwi tuber can be used as a substitute NA media for bacterial growth.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perbandingan Uji Aktivitas Antibakteri Antara Ekstrak Etanol Dari Serbuk Dan Serbuk Nano Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli

Perbandingan Uji Aktivitas Antibakteri Antara Ekstrak Etanol Dari Serbuk Dan Serbuk Nano Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli

D1 = Diameter daya hambat pertumbuhan bakteri pada perlakuan pertama D2 = Diameter daya hambat pertumbuhan bakteri pada perlakuan kedua D3 = Diameter daya hambat pertumbuhan bakteri pada perlakuan ketiga D* = Rata-rata diameter daya hambat pertumbuhan bakteri

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEBERADAAN  Hubungan Personal Hygiene Dengan Keberadaan Escherichia Coli Pada Makanan Di Tempat Pengolahan Makanan (Tpm) Buffer Area Bandara Adi Soemarmo Surakarta.

HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEBERADAAN Hubungan Personal Hygiene Dengan Keberadaan Escherichia Coli Pada Makanan Di Tempat Pengolahan Makanan (Tpm) Buffer Area Bandara Adi Soemarmo Surakarta.

Mencuci tangan sebelum mengolah makanan dianggap efektiv dalam mengurangi risiko kontaminasi bakteri patogen. Dalam penelitian Burton mencuci tangan menggunakan air dan sabun dapat menurunkan angka keberadaan bakteri sebanyak 8% dan terbukti dalam penelitian Mwambete dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Sabun cuci tangan yang banyak beredar mengandung bahan aktif triklosan yang dapat berfungsi sebagai antimikroba (Burton, 2011; Mwambete, 2011; Wijaya, 2013).

15 Baca lebih lajut

Identifikasi Bakteri Escherichia Coli Terhadap Bahan Baku Amylum Maydis (PatiJagung)

Identifikasi Bakteri Escherichia Coli Terhadap Bahan Baku Amylum Maydis (PatiJagung)

Telah dilakukan percobaan Identifikasi Bakteri Escherichia Coli Terhadap Bahan Baku Amylum Maydis (Pati Jagung) secara Uji Mikrobiologi yaitu Uji Angka Lempeng Total dan Uji Batas Mikroba. Amylum Maydis (pati jagung) banyak terdapat pada biji jagung.hasil yang diperoleh pada Uji Angka Lempeng Total terdapat koloni sebanyak 40 cfu/g dengan melihat adanya warna merah bata sedangkan pada Uji Batas Mikroba tidak diperoleh bakteri Escherichia Coli dengan melihat adanya warna biru hitam kilau logam. Sesuai dengan standart farmakope edisi V bahan baku amylum maydis pada Uji Angka Lempeng Total koloni tidak lebih dari 10 – 150 cfu/g dan Uji Batas Mikroba tidak diperoleh bakteri Escherichia Coli.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAGAN IDENTIFIKASI BAKTERI

BAGAN IDENTIFIKASI BAKTERI

BAGAN IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN PSEUDOMONAS Sp.[r]

1 Baca lebih lajut

Tingkat Cemaran Bakteri Escheichia Coli pada Daging Ayam yang dijual di Pasar Tradisional Makassar - Repositori UIN Alauddin Makassar

Tingkat Cemaran Bakteri Escheichia Coli pada Daging Ayam yang dijual di Pasar Tradisional Makassar - Repositori UIN Alauddin Makassar

Hasil pengujian Escherichia coli yang dilakukan Di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner di Balai Besar Veteriner Maros menunjukkan bahwa bakteri Escherichia coli pada daging ayam melalui pemeriksaan nilai tabel MPN, yaitu sampel 1PB, 2PB, 3PB, 4PB, 5PB dan 6PB ditemukan adanya bakteri Escherichia coli sehingga melebihi syarat batas maksimum cemaran mikroba yaitu 1 X 10 1 kolini/g, keberadaan Escherichia coli dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu cara pengangkutan dan alat angkut yang digunakan di Pasar ini masih menggunakan gerobak sorong, tempat berjualan daging ayam masih diletakkan diatas meja dengan alas yang tidak memadai sehingga mengakibatkan jumlah total bakteri yang tinggi pada daging ayam. Hal ini sesuai dengan pendapat Soeparno (2009), yang menyatakan bahwa kontaminasi mikroba pada daging dimulai sejak berhentinya peredaran darah pada saat penyembelihan, terutama apabila alat-alat yang dipergunakan untuk pengeluaran darah tidak steril.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...