KEBERADAAN JENTIK

Top PDF KEBERADAAN JENTIK:

Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) Jakarta Barat

Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) Jakarta Barat

Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi DKI mengalami kenaikan tiap tahunnya, Jakarta Barat menyumbang 17,8% dari total penderita di DKI Jakarta periode 2012-2015. Penelitian dengan desain potong lintang yang dilakukan pada bulan Mei 2015 di wilayah kerja Puskesmas Kembangan, Grogol Petamburan dan Cengkareng untuk mencari hubungan antara tingkat pendidikan, penggunaan insektisida dan keberadaan kontainer dengan keberadaan jentik Aedes aegypti. Pengumpulan data melalui wawancara dan survei jentik pada 100 rumah per wilayah puskesmas sehingga total sampel 300 rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis formulasi insektisida yang banyak digunakan adalah semprot dan losion. Jenis kontainer yang mendominasi adalah ember, bak dan tempayan/gentong plastik. Analisa bivariat menggunakan Chi-square diperoleh hasil bahwa tingkat pendidikan (p-value 0,045), letak (p-value 0,00), jenis (p-value 0,00) dan jumlah kontainer (p-value 0,00) mempunyai hubungan yang bermakna dengan keberadaan jentik. Pemilihan penggunaan jenis formulasi (p-value 0,60) serta frekuensi penggunaan insektisida rumah tangga (p-value 0,30) di Jakarta Barat tidak berhubungan dengan keberadaan jentik Ae. aegypti.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN BREEDING PLACE DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEBERADAAN JENTIK VEKTOR DBD DI DESA   Hubungan Breeding Place Dan Perilaku Masyarakat Dengan Keberadaan Jentik Vektor DBD Di Desa Gagak Sipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

HUBUNGAN BREEDING PLACE DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEBERADAAN JENTIK VEKTOR DBD DI DESA Hubungan Breeding Place Dan Perilaku Masyarakat Dengan Keberadaan Jentik Vektor DBD Di Desa Gagak Sipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

Indonesia merupakan salah satu negara endemis DBD yang setiap tahun terjadi KLB. Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kota dari bagian Propinsi Jawa Tengah yang mempunyai jumlah kasus DBD yang tinggi, selama tiga tahun terakhir kasus DBD tertinggi dari tiga belas kecamatan di Kabupaten Boyolali terdapat di Kecamatan Ngemplak. Desa Gagak Sipat termasuk wilayah kerja Puskesmas Ngemplak yang endemis DBD dan memiliki Angka Bebas Jentik (ABJ) sangat rendah yaitu kurang dari 95%. Kejadian DBD di Desa Gagak Sipat dari tiga tahun terakhir sebanyak 27 kasus dengan nilai ABJ di tahun 2010 yaitu 72% dan 76% pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara breeding place dan perilaku masyarakat dengan keberadaan jentik vektor DBD di Desa Gagak Sipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh rumah di Desa Gagak Sipat sebanyak 2137 rumah dengan sampel sebanyak 96 responden. Teknik pengambilan sampel adalah imple random sampling. Hasil penelitian ini di uji secara statistik dengan uji Chi Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian uji bivariat dengan Chi Square menunjukkan ada hubungan antara breeding place (p=0,001) dan ada hubungan antara perilaku masyarakat (p=0,022) dengan keberadaan jentik vektor DBD di Desa Gagak Sipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Sebaiknya penelitian ini dilakukan dengan jumlah wilayah yang lebih luas dan dengan jumlah sampel yang lebih banyak.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN JENTIK AEDES AEGYPTI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALMAHERA KOTA SEMARANG TAHUN 2016 - UDiNus Repository

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN JENTIK AEDES AEGYPTI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALMAHERA KOTA SEMARANG TAHUN 2016 - UDiNus Repository

masyarakat itu sendiri. Hasil penelitian di Kota Pekan Baru masyarakat yang berperilaku melakukan PSN-DBD yang kurang baik tercatat 43% sehingga masih ditemukanya keberadaan jentik nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan indikator dari potensi terjangkitnya terserang penyakit DBD.

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Partisipasi Masyarakat dan Program Pengendalian DBD yang Dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Terhadap Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Kelurahan Bagan Deli Belawan Tahun 2012

Pengaruh Partisipasi Masyarakat dan Program Pengendalian DBD yang Dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Terhadap Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Kelurahan Bagan Deli Belawan Tahun 2012

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian secara fisik (p=0.037) dengan uji chi square p<0.05 ada hubungan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti. Rumah Responden sedikit yang menggunakan kawat kasa nyamuk, banyak pakaian – pakaian yang tergantung, serta sedikit sekali dari mereka yang melakukan scrining nyamuk, hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian mereka terhadap penyakit DBD dan kurangnya informasi yang didapat tentang pengendalian DBD. Masyarakat ini di Kelurahan Bagan Deli banyak juga masyarakat menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan kipas angin ketika mereka tidur, selain udara menjadi sejuk dan mereka bebas dari gigitan nyamuk.
Baca lebih lanjut

200 Baca lebih lajut

HUBUNGAN BREEDING PLACE DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEBERADAAN JENTIK VEKTOR DBD DI DESA   Hubungan Breeding Place Dan Perilaku Masyarakat Dengan Keberadaan Jentik Vektor DBD Di Desa Gagak Sipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

HUBUNGAN BREEDING PLACE DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEBERADAAN JENTIK VEKTOR DBD DI DESA Hubungan Breeding Place Dan Perilaku Masyarakat Dengan Keberadaan Jentik Vektor DBD Di Desa Gagak Sipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

Alhamdulillahhirobbil’alamin, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dan shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Hubungan Breeding Place dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Jentik Vektor DBD di Desa Gagak Sipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

16 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN JENTIK Aedes aegypti DI RW IV DESA KETITANG KECAMATAN NOGOSARI KABUPATEN BOYOLALI.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN JENTIK Aedes aegypti DI RW IV DESA KETITANG KECAMATAN NOGOSARI KABUPATEN BOYOLALI.

Hasil analisis uji Fisher’s Exact dengan menggunakan program SPSS 16 didapatkan bahwa nilai p = 0,056 dan disimpulkan ada hubungan antara PSN DBD dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di RW IV Desa Ketitang Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali Tahun 2009. Terdapatnya jentik Aedes aegypti di RW IV Desa Ketitang Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali adalah sebagai akibat dari buruknya PSN DBD yang dilakukan oleh responden. Buruknya PSN DBD responden dapat diketahui dari hasil wawancara dan observasi terhadap rumah responden. Responden banyak yang belum melakukan 3-M secara baik. Hal ini dapat diketahui dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa responden yang melaksanakan PSN DBD secara buruk dan terdapat jentik sebanyak 38 responden (55,88%), responden yang melaksanakan PSN DBD secara buruk dan tidak terdapat jentik sebanyak 17 responden (25%), responden yang melaksanakan PSN DBD secara baik dan terdapat jentik sebanyak 5 responden (7,36%) dan responden yang melaksanakan PSN DBD secara baik dan tidak terdapat jentik sebanyak 8 responden (11,76%). Banyak responden melaksanakan kegiatan menguras lebih dari dua minggu, hal ini dikarenakan bak mandi responden yang berukuran besar sehingga responden akan menguras bak mandi ketika sudah terlihat keruh dan kotor. Mayoritas responden juga belum melakukan kegiatan menutup tempat-tempat penampungan air. Sehingga perilaku ini sangat berisiko bagi nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur pada tempat-tempat penampungan air responden.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PSN DENGAN KEBERADAAN JENTIK  Aedes aegypti DI DESA NGESREP   Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku PSN Dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Di Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PSN DENGAN KEBERADAAN JENTIK Aedes aegypti DI DESA NGESREP Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku PSN Dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Di Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

Hasil penelitian mengenai status pekerjaan di Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali, mayoritas responden Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 51 responden (53,68%) dan paling sedikit yaitu PNS sebanyak 6 responden (6,32%). Sebagai Ibu Rumah Tangga tentunya mempunyai kesempatan lebih banyak dalam mengurus rumah tangga termasuk melakukan kegiatan kebersihan rumah yang diharapkan dapat mengurangi dan mencegah keberadaan jentik Aedes aegypti.

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PSN DENGAN KEBERADAAN JENTIK  Aedes aegypti DI DESA NGESREP   Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku PSN Dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Di Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PSN DENGAN KEBERADAAN JENTIK Aedes aegypti DI DESA NGESREP Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku PSN Dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Di Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

Alhamdulillahhirobbil’alamin puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dan shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku PSN dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

16 Baca lebih lajut

Perbedaan Warna Kontainer Berkaitan dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Sekolah Dasar

Perbedaan Warna Kontainer Berkaitan dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Sekolah Dasar

Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh p value = 0,135 artinya, tidak ada perbedaan proporsi yang bermakna antara perbedaan jenis kontainer dalam hal ini TPA dan Non TPA dengan keberadaan jentik. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian lain yang menyatakan bahwa tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dipengaruhi oleh jenis kontainer. 10 Dalam penelitian ini kontainer Non TPA yang berisi air hanya 34 buah (18,7%), diantaranya berupa vas bunga, tempat penampungan air pada dispenser dan tempat penampungan aliran air di belakang kulkas.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Hubungan Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Keberadaan Jentik Vektor Chikungunya di Kampung Taratak Paneh Kota Padang

Hubungan Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Keberadaan Jentik Vektor Chikungunya di Kampung Taratak Paneh Kota Padang

Kampung Taratak Paneh merupakan daerah yang paling banyak terjadi kasus Chikungunya pada tahun 2012 (45 kasus). Penyebaran Chikungunya dipengaruhi faktor lingkungan dan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Tujuan penelitian ini adalah melihat hubungan PSN terhadap keberadaan larva vektor Chikungunya. Penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Kampung Taratak Paneh dengan jumlah subjek sebanyak 87 orang. Subjek diambil dengan metode proporsional simple random sampling. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara tindakan PSN dengan keberadaan jentik (p=0,000). Terdapat hubungan yang bermakna antara menguras TPA untuk keperluan mandi (p=0,029) dan keperluan rumah tangga (p=0,038), menutup TPA setiap kali digunakan (p=0,013), mengubur barang bekas (p=0,034), menabur bubuk abate (p=0,001), dan membersihkan talang air (p=0,000) terhadap keberadaan jentik vektor Chikungunya. Tidak terdapat hubungan antara tindakan memelihara ikan pemakan jentik (p=0,760), pencahayaan dan ventilasi yang cukup (p=0,053), menggantung pakaian di dalam kamar (p=0,068), memasang kawat kasa (p=0,274), membersihkan pot/vas bunga berisi air/tempat minum burung (p=0,915), menggunakan kelambu (p=0,619), menggunakan obat anti nyamuk (p=0,209) dan menutup lubang pohon (p=0,123) terhadap keberadaan jentik vektor Chikungunya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KARAKTERISTIK TEMPAT PENAMPUNGAN AIR DAN PRAKTIK PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK 3M PLUS DALAM KELUARGA DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK Aedes (Studi di wilayah puskesmas Kedungmundu kota Semarang) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

HUBUNGAN KARAKTERISTIK TEMPAT PENAMPUNGAN AIR DAN PRAKTIK PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK 3M PLUS DALAM KELUARGA DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK Aedes (Studi di wilayah puskesmas Kedungmundu kota Semarang) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

air terlalu asam (< 4) ataupun terlalu basa (>10). Karena dapat mempengaruhi pembentukan enzim sitokrom oksidase yang berfungsi dalam proses metabolisme jentik. Pembentukan enzim dipengaruhi kadar oksigen yang terlarut dalam air. Semakin tinggi pH air, maka semakin rendah kadar oksigen. Namun dalam keadaan pH air rendah (pH asam) pertumbuhan mikroba meningkat sehingga kadar oksigen yang terlarut dalam air semakin turun 31 . Meskipun pH air dalam penelitian ini dalam kondisi baik untuk perkembangan jentik nyamuk Aedes, tetapi tidak ada hubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes dan hanya 86 TPA dengan pH air 6.1-7.8 yang positif jentik nyamuk Aedes. Sehingga membuktikan pH air di TPA pada tempat penelitian merupakan pH air yang baik untuk perkembangan jentik nyamuk Aedes namun tidak semua positif jentik Aedes . Hal ini memungkinkan disebabkan faktor- faktor lain yang dapat mempengaruhi keberadaan jentik Aedes, seperti jumlah TPA, kondisi air didalam TPA, keberadaan penutup TPA ataupun praktik PSN 3M plus yang menunjukkan ada hubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes yang sudah dibuktikan dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Keberadaan Jentik, Pengetahuan dan Praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Siantar Timur Kota Pematang Siantar Tahun 2014

Pengaruh Keberadaan Jentik, Pengetahuan dan Praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Siantar Timur Kota Pematang Siantar Tahun 2014

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh keberadaan jentik terhadap kejadian DBD (p = 0,045), terdapat pengaruh pengetahuan terhadap kejadian DBD (p = 0,004), terdapat pengaruh praktik PSN terhadap kejadian DBD (p = 0,002). Hasil uji statistik regresi logistik menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian DBD adalah praktik pemberantasan sarang nyamuk (Exp (B) = 2,061). Risiko terkena DBD pada praktik PSN yang buruk adalah 2x lebih besar dibandingkan dengan praktik PSN yang baik, sedangkan risiko terkena DBD pada pengetahuan yang buruk adalah 2x lebih besar dibandingkan dengan pengetahuan yang baik.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Analisis Perilaku Keluarga dan Keberadaan Jentik pada Rumah dengan Kejadian Demam Berdarah di Lingkungan XX Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015

Analisis Perilaku Keluarga dan Keberadaan Jentik pada Rumah dengan Kejadian Demam Berdarah di Lingkungan XX Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan respoonden lebih banyak pada kategori cukup yaitu 48,0%, sikap responden lebih banyak pada kategori negatif yaitu 62,0%, tindakan responden lebih banyak pada kategori baik yaitu60,0%, keberadaan jentik lebih banyak dengan kategori tidak ada jentik yaitu 60,0% dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) yaitu 60. Kejadian demam berdarah lebih banyak kasus DBD negatif yaitu 60,0% dan lebih sedikit kasus DBD positif yaitu40,0%.

2 Baca lebih lajut

Analisis Perilaku Keluarga dan Keberadaan Jentik pada Rumah dengan Kejadian Demam Berdarah di Lingkungan XX Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015

Analisis Perilaku Keluarga dan Keberadaan Jentik pada Rumah dengan Kejadian Demam Berdarah di Lingkungan XX Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015

Berdasarkan Keberadaan Jentik Pada Kunjungan I di Lingkungan XX Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015.. ..................................................... 82 Tabel 4.10. Distribusi Frekuensi Jenis-Jenis Tempat Penampungan Air

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN BREEDING PLACE DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEBERADAAN JENTIK VEKTOR DBD DI DESA GAGAK SIPAT KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI

HUBUNGAN BREEDING PLACE DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEBERADAAN JENTIK VEKTOR DBD DI DESA GAGAK SIPAT KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI

Hasil analisis uji Chi Square di- dapatkan nilai p = 0,001 maka dapat di- simpulkan bahwa ada hubungan antara jenis tempat perindukan dengan keber- adaan jentik vektor DBD. Keberadaan jentik vektor DBD di Desa Gagak Sipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali tahun 2012 tergantung dari tempat perindukan nyamuk. Hal ini karena ditemukannya banyak tempat perindukan nyamuk di sebagian ru- mah responden dengan keberadaan jentik vektor DBD. Keberadaan tempat perindukan nyamuk sangat berperan dalam keberadaan vektor DBD, karena semakin banyak tempat perindukan maka akan semakin padat populasi vektor DBD.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Keberadaan Jentik, Pengetahuan dan Praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk terhadap  Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Siantar Timur  Kota Pematang Siantar Tahun 2014

Pengaruh Keberadaan Jentik, Pengetahuan dan Praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Siantar Timur Kota Pematang Siantar Tahun 2014

House index pada umumnya digunakan untuk mengukur penyebaran populasi nyamuk di masyarakat. Ini merupakan indeks yang paling mudah dan cepat untuk mengamati keberadaan jentik. House index juga dapat digunakan untuk menghasilkan indikasi cepat dari penyebaran Aedes aegypti di suatu daerah. Container index menghasilkan indikasi yang lebih detail dari jumlah populasi nyamuk yang terdapat dalam tempat penampungan air. Sedangkan Breteau index memuat hubungan antara rumah dan penampung positif dan dianggap sebagai indeks yang paling informatif, tetapi sekali lagi, produktivitas penampung tidak termuat. Breteau index digunakan untuk mengukur kepadatan nyamuk.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN  ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN JENTIK Aedes aegypti DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGMALANG KABUPATEN SRAGEN.

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN JENTIK Aedes aegypti DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGMALANG KABUPATEN SRAGEN.

Alhamdulillahhirobbil’alamin selalu penulis panjatkan atas nikmat dan berkah yang senantiasa Allah SWT limpahkan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Karangmalang Kabupaten Sragen” dengan baik dan tanpa hambatan yang berarti. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat melakukan penelitian di Bidang Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta.

17 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEBERADAAN JENTIK AEDES AEGYPTI ANTARA BAK MANDI DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI KECAMATAN WONOGIRI

PERBEDAAN KEBERADAAN JENTIK AEDES AEGYPTI ANTARA BAK MANDI DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI KECAMATAN WONOGIRI

Secara umum pola sebaran nyamuk Aedes aegypti lebih dominan di daerah domestik yang mana mempunyai hubungan yang erat atau berkorelasi positif dengan wilayah urban atau perkotaan. Selain itu ada beberapa faktor dasar sehingga dapat mempengaruhi keberadaan nyamuk Aedes aegypti, seperti perilaku istirahat nyamuk Aedes aegypti dan vegetasi yang berada di lingkungan perkotaan. Salah satu contoh adalah bahwasanya nyamuk Aedes aegypti lebih suka lingkungan dengan tanaman hias yang mana hal tersebut banyak sekali ditemukan di perkotaan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, yang mengatakan bahwa kondisi lingkungan dan vegetasi seperti di perkotaan akan lebih disukai oleh nyamuk Aedes aegypti. Sehingga secara langsung akan mempengaruhi dari keberadaan jentik Aedes aegypti (Pramestuti dkk, 2013).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEBERADAAN JENTIK Aedes aegypti ANTARA  BAK MANDI DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN   Perbedaan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti antara Bak Mandi di Perdesaan dan Perkotaan di Kecamatan Wonogiri.

PERBEDAAN KEBERADAAN JENTIK Aedes aegypti ANTARA BAK MANDI DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN Perbedaan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti antara Bak Mandi di Perdesaan dan Perkotaan di Kecamatan Wonogiri.

Mengenai keberadaan jentik Aedes aegypti di wilayah perkotaan, juga erat kaitanya dengan kebiasaan menyimpan air disamping pengatahuan masyarakat dan pola persebaran nyamuk Aedes aegypti itu sendiri. Karena dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan banyak sekali bak mandi di perkotaan yang melimpah akan air, sehingga dengan kondisi air yang melimpah akan menjadi tempat yang potensial untuk perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti . Disamping itu, dengan kondisi kamar mandi yang lembab dan tertutup, akan cenderung menjadi tempat istirahat yang disukai oleh nyamuk Aedes aegypti . Selain itu juga dari penelitian yang telah dilakukan oleh Anton sebelumnya, dikatakan juga bahwa indeks Aedes aegypti di negara Singapura paling tinggi di wilayah perumahan, rumah toko, dan flat bertingkat (Sitio, 2008).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN SUHU, KELEMBABAN RUMAH DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PSN DAN LARVASIDASI DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK PENULAR DEMAM BERDARAH DENGUE DI RW 01 KELURAHAN SENDANGGUWO SEMARANG.

HUBUNGAN SUHU, KELEMBABAN RUMAH DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PSN DAN LARVASIDASI DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK PENULAR DEMAM BERDARAH DENGUE DI RW 01 KELURAHAN SENDANGGUWO SEMARANG.

Hasil penelitian ini sama dengan penelitian Ririh dan Anny (2005) yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara suhu udara dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Wonokusumo. 29 Nyamuk dapat bertahan hidup pada suhu rendah, tetapi metabolismenya turun atau bahkan terhenti bila suhu turun sampai dibawah suhu kritis. Pada suhu yang lebih tinggi dari 35°C dapat memperlambat proses fisiologi, rata-rata suhu optimum untuk pertumbuhan nyamuk adalah 25-27°C, pertumbuhan nyamuk ini akan terhenti sama sekali bila suhu kurang dari 10°C atau lebih dari 40°C. Umunya nyamuk akan meletakkan telurnya pada temperature udara sekitar 20-30°C. 9,10 Suhu 22°-30° C merupakan suhu tropis murni yang hangat di Indonesia, suhu yang cocok buat kelangsungan hidup manusia dan perkembangan jentik nyamuk penular Demam Berdarah Dengue. 29
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 4246 documents...

Related subjects